Anda di halaman 1dari 9

Pengertian Kreativitas 2. Ciri-ciri orang/remaja kreatif 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembangnya kreativitas 4.

Usaha-usaha guru untuk mengembangkan kreativitas remaja


1.
Oleh : Menrisal, S.Pd

1. Pengertian

Kreativitas.
1.

Guilford (1967): intelegensi berkaitan dengan kemampuan berfikir konvergen, sedangkan kreativitas adalah berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk berfikir divergen. Berfikir konvergen: proses berfikir didasari oleh berbagai hal menuju kesatu hal/kesimpulan. Berfikir divergen: kemampuan berfikir yang berawal dari satu persoalan atau satu hal menuju keberbagai hal.

2.

Utami Munandar : kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan produk-produk baru, meskipun komponenkomponennya tidak semuanya baru. - Kesimpulan pendapat para ahli, Pokok-pokok pemikiran tentang makna kreativitas sebagai berikut : 1. Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan produk-produk baru, 2. Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk berfikir divergen, meskipun tetap ada kaitannya dengan kemampuan berfikir konvergen.

3. Produk dari pemikiran kreatif itu antara lain mengandung ciri-ciri adanya : kelancaran (Fluency) yaitu mengandung banyak ide/pemikiran dan bersifat luas; keluwesan (Flexibility) dapat diterapkan dalam memecahkan bebagai persolan; keaslian (Originality) bukan meniru sifat khas dan unik; dan elaborasi (Elaboration) merupakan penyempurnaan terhadap hal-hal yang sebelumnya telah ada sehingga dapat lebih praktis, berdaya guna dan menimbulkan kemudahan-kemudahan untuk melakukan sesuatu.

2. Ciri-ciri orang/remaja

kreatif.
Menurut Torrance dan Dembo (1979); Munandar (2004); Seniawan (1984); Cohen (1976); Seigelman (1973), mengemukakan beberapa ciri orang kreatif : 1. Suka Humor, tidak kaku dan tidak tegang dalam bekerja, 2. Suka pada pekerjaan yang menantang, 3. Cukup kuat memusatkan perhatian,

4. Suka mengemukakan ide-ide baru dan bersifat imajinatif, 5. Lebih sensitif terhadap keadaan orang lain, 6. Tidak banyak terikat pada kelompoknya, 7. Mampu memunculkan ide-ide yang aneh, 8. Terbuka terhadap ide/penemuan baru, 9. Fleksibel / tidak kaku, 10. Memiliki konsep diri positif.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembangnya kreativitas.

Menurut David Campbel (dalam Mangunhardjono, 1986): 1. Faktor genetik, 2. Adanya keterbukaan dalam keluarga, 3. Adanya kebebasan psikologis, 4. Kehidupan yang sering berpindah-pindah, 5. Tersedianya fasilitas yang memadai untuk mengembangkan bakat, 6. Keberanian dalam mengambil resiko.

5. Usaha-usaha guru untuk mengembangkan kreativitas remaja.

Menurut Clark (1979) dan Rongers yang dikutip oleh Munandar (2004), untuk mengembangkan kreativitas dalam mengajar perlu menciptakan rasa aman dan kebebasan psikologis. Maka pendidik perlu mengusahakan hal berikut: 1. Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala kelebihan dan keterbatasannya, 2. Menghindari adanya suasana yang bersifat mengancam,

3. Memberikan empaty terhadap persoalan yang dialami anak 4. Memberikan kebebasan untuk berpendapat, permissiveness (memaklumi) terhadap pemikiran anak.