Anda di halaman 1dari 24

Alfie Putri R. Friska Handania R. Namira Aulia N. Rizka Tuti M.

III Non Reguler

Poltekkes Kemekes Jakarta II Analisa Farmasi dan Makanan

Kemoterapeutika adalah obat obat kimiawi yang digunakan untuk memberantas penyakit infeksi akibat mikroorganisme (bakteri, fungi, virus, protozoa) tanpa merusak jaringan tuan rumah (toksisitas bakteri).

Sejarah
Kemoterapi jaman purabakala pakis pria, minyak chenopodi, minyak chaulmoogra, tanaman qinghaosu Kemoterapi modern (abad ke 19) dr. Robert Koch & dr. Louis Pasteur: peneliti protozoa. dr. Paul Ehrlich konsep dan istilah kemoterapi & indeks terapi.
PENDAHULUAN

Mekanisme Kerja
Dinding sel (Penisilin dan sefalosporin) Membran sel (nistatin dan mikonazol) Protein sel. Dalam hal ini kemoterapi dapat : Berinteraksi dengan ribosom 30 S (aminoglikosid dan tetrasiklin) Berinteraksi dengan ribosom 50 S (kloramfenikol dan eritromisin) Asam asam inti (RNA,DNA) (rifampisin (RNA), asiklovir (DNA), dan metronidazol)

Pemilihan Obat
Factor yg harus diperhatikan : Zat bakterisid > zat bakteriostatis. Zat dengan daya penetrasi baik ke dalam organ atau CCS Obat dengan penetrasi baik ke dalam CCS Zat dengan dosis 1-2x sehari > dosis 3-4x sehari Zat dengan pengikatan protein (PP) rendah
PENDAHULUAN

Penggunaan obat tergantung pada plasma half-life (t1/2) yaitu ukuran untuk kecepatan eliminasinya. Plasma half-life pendek : dengan dosis 1 5x/hari. Plasma half-life panjang : dengan dosis 1x/hari atau 1x/minggu.

PENDAHULUAN

1. Sensitasi/ hipersensitif alergi seperti gatal gatal, kulit kemerahan, bentolbentol atau lebih hebat lagi dapat terjadi shock (penisilin dan kloramfenikol) 2. Super infeksi : infeksi sekunder yg timbul selama pengobatan tetapi, sifat & penyebab infeksi berbeda dari penyebab infeksi yg pertama. Penyebab: penggunaan antibiotika spectrum luas yg dapat mengganggu keseimbangan antara bakteri di dalam usus, saluran pernapasan dan urogenital.
PENDAHULUAN

3. Resistensi : bakteri tidak peka lagi terhadap obat yang bersangkutan. Penyebab penggunaan obat dengan dosis terlalu rendah / waktu terapi kurang lama. Cara mencegah penggunaan dosis yang tepat / menggunakan kombinasi obat. Mekanisme terjadinya proses resistensi, dimana mikroorganisme : menghasilkan enzim yg merusak aktivitas obat. mengubah permeabilitasnya terhadap obat. mengembangkan suatu perubahan struktur sasaran bagi obat. mengembangkan jalur metabolit yang langsung dihambat oleh obat ini. PENDAHULUAN

: dua obat yg digunakan pada waktu bersamaan & saling mempengaruhi kerjanya masing-masing, terdiri dari : 1) Antagonisme: kegiatan obat pertama dikurangi/ ditiadakan sama sekali oleh obat kedua. 2) Sinergisme: kekuatan obat pertama diperkuat oleh obat kedua. Ada dua jenis : Adisi/sumasi: kekuatan kombinasi kedua obat = jumlah masingmasing kekuatan obat tersebut. Potensiasi: kekuatan kombinasi kedua obat > jumlah kedua obat tersebut. Kerugian

Keuntungan

Menambah kerja terapeutik (trisulfa) Menghambat terjadinya resistensi (rifampisin dan isoniazid) Memperoleh potensiasi (kotrimoksazol)

Boros Takaran masing-masing obat belum tentu sesuai dengan kebutuhan Mempermudah terjadi resistensi terhadap beberapa spesies PENDAHULUAN

Mekanisme Kerja :
1. Zat zat bakterisid (mematikan) Terdiri dari dua kelompok: Zat-zat yang bekerja terhadap fase tumbuh Zat-zat yang bekerja pada fase istirahat

Luas Aktivitas :
1. Narrow-spectrum (aktivitas sempit) : Efektif bekerja terhadap kuman Gram negative (gentamisin, asam nalidiksat dan polimiksinB ) atau Gram positif (PenisilinG dan Penisilin-V) saja. 2. Broad-spectrrum ( aktivitas luas) : Efektif bekerja pada jenis kuman gram-positif maupun gram-negatif (sulfonamide, ampisilina, sefalosporin, PENDAHULUAN

2. Zat zat bakteriostatis (menghambat)

Efek Farmakologis : Antibiotika Antimikotika atau obat antijamur Virustatika atau obat antivirus Sulfonamida, trimetoprim dan antiseptic saluran kemih Obat-obat antimikobakterial Obat-obat antiprotozoa Antelmintika Sitostatika / antineoplastika atau kemoterapi kanker Antiseptika dan densinfektansia
PENDAHULUAN

(anti=lawan, bios=hidup): zat-zat yang dihasilkan oleh mikroba terutama fungi dan bakteri tanah, yang dapat menghambat pertumbuhan/ membasmi mikroba jenis lain sedangkan, toksisitasnya terhadap manusia relative kecil.

Mekanisme kerja antibiotika


Menghambat sintesa dinding sel (penisilin dan sefalosporin) Menghambat sintesa membran sel (polipeptida) Menghambat sintesa protein sel (klorampenikol dan tetrasiklin) Menghambat pembentukan asam-asam inti (DNA dan RNA) contoh: rifampisin ANTIBIOTIKA

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Beta laktam (penisilin dan sefalosforin) Aminoglikosida Tetrasiklin Kloramfenikol Makrolida dan linkomisin Polipeptida Rifampisin dan Asam Fusidat

ANTIBIOTIKA

: antibiotik yg mempunyai rumus bangun dengan struktur seperti cincin beta laktam Ada 2 jenis : a) Penisilin b) Sefalosporin

ANTIBIOTIKA

Asal : Penisilium notatum dan diperbanyak dari Penisilium chrysogenum. MK: menghambat pembentukkan atau sintesa dinding sel bakteri Penisilin spectrum sempit : Penisilin G (Benzil penisilin), Penisilin V (Fenoksimetil Penisilin), Penisilin tahan Penisilinase Penisilin spectrum luas : Ampisilin dan Amoksilin

ANTIBIOTIKA

Asal: Cephalosporinum acremonium MK: menghambat sintesis dinding sel Aktivitas anti mikroba: bakterisid dengan spectrum kerja luas (E.coli, Klebsiella dan Proteus). ES: gangguan lambung usus , alergi seperti rash ,kurtikaria dan anafilaksis (penggunaan oral).

ANTIBIOTIKA

Asal : hasil isolasi suatu turunan Streptomyces griseus. MK : mengikatkan diri pada ribosoma sel-sel bakteri mengacaukan biosintesa proteinnya. Penggolongan berdasarkan rumus kimia, dimana mengandung : satu molekul gula amino dalam molekulnya (Streptomisin) dua molekul gula amino dalam molekulnya (Kanamisin & Gentamisin) tiga molekul gula amino dalam molekulnya (Neomisin , Framisetin, Paromomisin) ANTIBIOTIKA

Penggunaan : TBC : Streptomisin & Kanamisin ( Parenteral ) Kombinasi: Rifampisin , INH, dan Pirazinamida . Infeksi Pseudomonas : Gentamisin & Tobramisin Kombinasi: Penisilin/Sefalosporin . Penggunaan sistemik dan topical sebagai salep atau tetes mata / telinga : Gentamisin, Tobramisin , dan Neomisin Kombinasi: polipeptida ( polimiksin dan basitrasin). ES(parenteral) : kerusakan pada organ pendengaran keseimbangan (ototoksik) akibat kerusakan pada ANTIBIOTIKA saraf otak ke delapan

Tetrasiklin yang pertama ditemukan: Klortetrasiklin Streptomyces aureofaciens . Lalu didapat oksitetrasiklinStreptomyces rimosum. MK : menghambat sintesa protein bakteri Aktivitas antimikroba : bakteriostatik dengan spectrum luas Sifat kimia : Berwarna kuning bersifat amfoter mudah terurai oleh cahaya dengan logam bervalensi dua dan tiga (Ca, Mg, Fe ) membentuk kompleks yang inaktif,
ANTIBIOTIKA

Penggunaan : bronchitis akut dan kronis disentri amoeba pneumonia kolera infeksi saluran empedu Penggunaan local: sering dipakai karena jarang menimbulkan sensitasi. Efek samping : Mual , muntah muntah , diare Mengendap pada jaringan tulang dan gigi yang sedang tumbuh (terikat pada Ca) Mengganggu pertumbuhan tulang Fotosensitasi Sakit kepala dan vertigo
ANTIBIOTIKA

Peringatan / larangan : Tidak boleh diberikan pada anak anak dibawah 8 tahun, ibu hamil, dan menyusui Tidak boleh diberikan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan fungsi hati

ANTIBIOTIKA

Asal: Streptomyces venezuelae MK: merintangi sintesis protein bakteri Aktivitas antimikroba : sangat kuat dengan spectrum luas Penggunaan : merupakan drug or choice = obat pilihan untuk thypus abdominalis, infeksi parah meningitis, pneumonia. ES : Kerusakan sumsum tulang belakang dan pembuatan eritrosit terganggu anemia aplastis Gangguan gastrointestinal (muntal, mual, diare) Gangguan neuron (sakit kepala, neuritis optic, neuritis perifer) Pada bayi premateur Gray sindromANTIBIOTIKA

Terdiri dari : eritromisin, roxitromisin, azitromisin, diritromisin dan spiramisin MK: Menghambat sintesis protein melalui pengikatan reversibel pada ribosom kuman Aktivitas antimikroba : bakteriostatik dengan spectrum kerja mirip Penisilin-G Penggunaan : infeksi paru-paru dengan Micoplasma pneumoniae ES: gangguan lambung usus dan gangguan fungsi hati ANTIBIOTIKA

Terdiri dari : polimiksin B dan E, basitrasin dan gramisidin. Struktur kimia: polipeptida siklis dengan gugusan amino bebas Aktivitas antimikroba : bakterisid dengan spectrum sempit yaitu terhadap kuman Gram negative (polimiksin) dan terhadap kuman Gram positif (basitrasin dan gramisidin).
ANTIBIOTIKA

Rifampisin
Asal: Steptomyces mediterranei MK: menghambat sisntesis protein bakteri Aktivitas antimikroba : bakteriostatik Penggunaan : TBC dan lepra Efek samping : warna merah urine, dahak, keringat & air mata. Pada pemakai lensa kontak merah permanen
ANTIBIOTIKA

Asam Fusidat
Asal : jamur Fusidum cocineum MK : menghambat sisntesis protein bakteri Aktivitas antimikroba : mirip dengan penisilin tetapi lebih sempit

ANTIBIOTIKA