Anda di halaman 1dari 3

AGAMA ADALAH PILIHAN HIDUP, PRINSIP, & 6. Menjaga Fitrah Manusia KEYAKINAN MENDASAR MANUSIA SELAMA HIDUP DI 7.

Banyaknya Masalah Manusia DUNIA. 8. Banyaknya Kekurangan Manusia Unsur pokok agama: 9. Memberikan batasan dan mengatur kehidupan 1. Satu sistem CREDO (tata keimanan atau tata penganutnya. keyakinan) atas adanya sesuatu yang mutlak di luar 10. Agama Transportasi Menuju Ridho Ilahi manusia; 11. Sumber pedoman hidup bagi individu maupun 2. Satu sistem RETUS (tata peribadatan) manusia kelompok kepada yang dianggapnya yang mutlak itu; dan 12. Mengatur tata cara hubungan manusia dengan 3. Satu sistem NORMA (tata kaidah) yang mengatur Tuhan dan manusia dengan manusia. hubungan manusia dengan sesama manusia dan 13. Merupakan tuntutan tentang prinsip benar atau hubungan manusia dengan alam lainnya, sesuai salah dan sejalan dengan tata keimanan dan tata 14. Pedoman mengungkapkan rasa kebersamaan peribadatan termaksud di atas (Anshari, 1979: 11015. Pedoman perasaan keyakinan 111). 16. Pedoman keberadaan 4. Agama itu merupakan jalan hidup atau way of life. 17. Pengungkapan estetika (keindahan) Suatu jalan muamalah yang konkret. Dia memiliki 18. Pedoman rekreasi dan hiburan aturan-aturan tertentu guna pedoman bagi amal 19. Memberikan identitas kepada manusia sebagai kehidupan penganut-penganutnya. umat dari suatu agama. 5. Agama itu mengajarkan kepercayaan (keimanan) PENGENGERTIAN AGAMA adanya Tuhan YME. Tuhan itu mustahil tidak ada, Agama KBBI adalah sistem yang mengatur tata dan mustahil jumlahnya berbilangan. keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan 6. Agama itu memiliki kitab suci yang merupakan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan kumpulan wahyu yang diterima oleh Nabinya dari dengan pergaulan manusia dan manusia serta Tuhan YME itu, dengan melalui bisikan Roh Suci lingkungannya. bahasa Sanskerta, gama yang berarti (Malaikat Jibril). "tradisi". religi yang berasal dari bahasa Latinreligio dan 7. Agama itu dipimpin oleh seorang Nabi. Kalau Nabi berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat itu masih hidup, beliau tidak tersembunyi di kembali". Maksudnya dengan berreligi, seseorang lingkungan orang-orang awam yang bodoh, tetapi mengikat dirinya kepada Tuhan.mile Durkheim agama menyebarkan ajarannya dengan terbuka, dan adalah suatu sistem yang terpadu yang terdiri atas sanggup berdiskusi di tengah orang-orang pandai. kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal Dan kalau Nabi itu sudah wafat, maka ada bukti- yang suci. Kita sebagai umat beragama semaksimal bukti yang terang bahwa beliau pernah hidup, mungkin berusaha untuk terus meningkatkan keimanan mengatakan ini dan itu guna petunjuk bagi kita melalui rutinitas beribadah, mencapai rohani yang umatnya (hafidy, 1982:123-124). sempurna kesuciannya 8. manusia, penghambaan dan Tuhan A. Secara Bahasa/Etymology 9. Kepercayaan agama, yakni suatu prinsip yang 1. Menurut sidi gazalba, ketiganya berbeda, Ad diin dianggap benar tanpa ada keraguan lagi memiliki arti yang lebih luas dari kedua istilah tersebut. 10. Simbol agama, yakni identitas agama yang dianut Agama dan religi bermakna hubungan manusia dan umatnya. tuhan saja, tapi ad diin selain itu juga membicarakan 11. Praktik keagamaan, yakni hubungan vertikal antara tentang hubungan manusia dan manusia. manusia dengan Tuhan-Nya, dan hubungan 2. Menurut H. Endang Saifuddin Ansary dan faisal ismail, horizontal atau hubungan antarumat beragama ketiganya sama, hanya beda asal bahasanya, agama dari sesuai dengan ajaran agama bahasa sansekerta, religi dari bahasa eropa/inggris, ad12. Pengalaman keagamaan, yakni berbagai bentuk diin dari bahasa arab. pengalaman keagamaan yang dialami oleh B. Pengertian agama secara istilah/Terminology. penganut-penganut secara pribadi. 1. Menurut budiman, agama memiliki dua dimensi; 13. Umat beragama, yakni penganut masing-masinga. Sebagai kepercayaan, yakni percaya pada sesuatu yang agama ghoib dan adanya hari akhirat yang kekal. PERLUNYA AGAMA b. Sebagai sesuatu yang mempengaruhi kehidupan 1. Karena agama sumber moral. manusia, sehingga agama identik dengan budaya. 2. Memberi arahan dalam kehidupan 2. Menurut Abul Ala Al maududi,: 3. Karena agama merupakan petunjuk kebenaran. c. Penyerahan diri pada yang lebih berkuasa 4. Karena agama merupakan sumber informasid. Penghambaan diri yang lemah kepada yang lebih kuat tentang masalah metafisika. e. Peraturan yang harus dipatuhi (undang-undang, hukum) 5. Karena agama memberikan bimbingan rohani bagif. Perhitungan, pembalasan perbuatan manusia, manusia, baik di kala suka maupun di kala duka. BBerdasarkan cara beragamanya:

1. Tradisional, yaitu cara beragama berdasar tradisi. Cara ini mengikuti cara beragamanya nenek moyang, leluhur atau orang-orang dari angkatan sebelumnya. Pada umumnya kuat dalam beragama, sulit menerima hal-hal keagamaan yang baru atau pembaharuan. Apalagi bertukar agama, bahkan tidak ada minat. Dengan demikian kurang dalam meningkatkan ilmu amal keagamaanya. 2. Formal, yaitu cara beragama berdasarkan formalitas yang berlaku di lingkungannya atau masyarakatnya. Cara ini biasanya mengikuti cara beragamanya orang yang berkedudukan tinggi atau punya pengaruh. Pada umumnya tidak kuat dalam beragama. Mudah mengubah cara beragamanya jika berpindah lingkungan atau masyarakat yang berbeda dengan cara beragamnya. Mudah bertukar agama jika memasuki lingkungan atau masyarakat yang lain agamanya. Mereka ada minat meningkatkan ilmu dan amal keagamaannya akan tetapi hanya mengenai halhal yang mudah dan nampak dalam lingkungan masyarakatnya. 3. Rasional, yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan rasio sebisanya. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan pengetahuan, ilmu dan pengamalannya. Mereka bisa berasal dari orang yang beragama secara tradisional atau formal, bahkan orang tidak beragama sekalipun. 4. Metode Pendahulu, yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan akal dan hati (perasaan) dibawah wahyu. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan ilmu, pengamalan dan penyebaran (dakwah). Mereka selalu mencari ilmu dulu kepada orang yang dianggap ahlinya dalam ilmu agama yang memegang teguh ajaran asli yang dibawa oleh utusan dari Sesembahannya semisal Nabi atau Rasul sebelum mereka mengamalkan, mendakwahkan dan bersabar (berpegang teguh) dengan itu semua. PEMBUKTIAN ADANYA TUHAN
1. Keberadaan Alam Membuktikan Adanya Tuhan Adanya alam serta organisasinya yang menakjubkan dan rahasianya yang pelik, tidak boleh tidak memberikan penjelasan bahwa ada sesuatu kekuatan yang telah menciptakannya, suatu Akal yang tidak ada batasnya. Setiap manusia normal percaya bahwa dirinya ada dan percaya pula bahwa alam ini ada. Dengan dasar itu dan dengan kepercayaan inilah dijalani setiap bentuk kegiatan ilmiah dan kehidupan. Jika percaya tentang eksistensi alam, maka secara logika harus percaya tentang adanya Pencipta Alam. Belum pernah diketahui adanya sesuatu yang berasal dari tidak ada tanpa diciptakan. Segala sesuatu bagaimanapun ukurannya, pasti ada penyebabnya. Oleh karena itu bagaimana akan percaya bahwa alam semesta yang demikian luasnya, ada dengan sendirinya tanpa pencipta? 2. Pembuktian Adanya Tuhan dengan Ilmu Fisika

Sampai abad ke-19 pendapat yang mengatakan bahwa alam menciptakan dirinya sendiri (alam bersifat azali) masih banyak pengikutnya. Tetapi setelah ditemukan hukum kedua termodinamika (Second law of Thermodynamics), pernyataan ini telah kehilangan landasan berpijak. Hukum tersebut yang dikenal dengan hukum keterbatasan energi atau teori pembatasan perubahan energi panas membuktikan bahwa adanya alam tidak mungkin bersifat azali. Hukum tersebut menerangkan bahwa energi panas selalu berpindah dari keadaan panas beralih menjadi tidak panas. Sedang kebalikannya tidak mungkin, yakni energi panas tidak mungkin berubah dari keadaan yang tidak panas menjadi panas. Perubahan energi panas dikendalikan oleh keseimbangan antara energi yang ada dengan energi yang tidak ada. Bertitik tolak dari kenyataan bahwa proses kerja kimia dan fisika di alam terus berlangsung, serta kehidupan tetap berjalan. Hal itu membuktikan secara pasti bahwa alam bukan bersifat azali. Seandainya alam ini azali, maka sejak dulu alam sudah kehilangan energinya, sesuai dengan hukum tersebut dan tidak akan ada lagi kehidupan di alam ini. Oleh karena itu pasti ada yang menciptakan alam yaitu Tuhan.

3. Pembuktian Adanya Tuhan dengan Ilmu Astronomi

Benda alam yang paling dekat dengan bumi adalah bulan, yang jaraknya dari bumi sekitar 240.000 mil, yang bergerak mengelilingi bumi dan menyelesaikan setiap edarannya selama dua puluh sembilan hari sekali. Demikian pula bumi yang terletak 93.000.000.000 mil dari matahari berputar pada porosnya dengan kecepatan seribu mil per jam dan menempuh garis edarnya sepanjang 190.000.000 mil setiap setahun sekali. Di samping bumi terdapat gugus sembilan planet tata surya, termasuk bumi, yang mengelilingi matahari dengan kecepatan luar biasa. Matahari tidak berhenti pada suatu tempat tertentu, tetapi ia beredar bersama-sama dengan planet-planet dan asteroid mengelilingi garis edarnya dengan kecepatan 600.000 mil per jam. Di samping itu masih ada ribuan sistem selain sistem tata surya kita dan setiap sistem mempunyai kumpulan atau galaxy sendiri-sendiri. Galaxy-galaxy tersebut juga beredar pada garis edarnya. Galaxy dimana terletak sistem matahari kita, beredar pada sumbunya dan menyelesaikan edarannya sekali dalam 200.000.000 tahun cahaya. Logika manusia dengan memperhatikan sistem yang luar biasa dan organisasi yang teliti, akan berkesimpulan bahwa mustahil semuanya ini terjadi dengan sendirinya, bahkan akan menyimpulkan bahwa di balik semuanya itu ada kekuatan maha besar yang membuat dan mengendalikan sistem yang luar biasa tersebut, kekuatan maha besar tersebut adalah Tuhan. 4. Pembuktian Adanya Tuhan dengan Ilmu Matematika Jika kita pelajari tentang peluang, misalnya dalam sebuah dadu terdapat 6 sisi dari angka 1 sampai 6.. apabila kamu ingin memperoleh angka 5 atau 6, maka peluang kamu untuk mendapat angka-angka tersebut adalah 2/6 atau 1/3.... sama halnya dengan penciptaan alam semesta,

jika tidak ada zat yang menciptakan alam semesta = 0 luas alam semesta = tak terbatas ( ~ ) maka perhitungannya, 0 dibagi ~ jadi peluang adanya alam semesta tanpa Tuhan = 0 berarti harus ada sosok yang menciptakan alam yaitu Tuhan. 5. Penciptaan Alam Semesta Berasal dari Ketiadaan atau berasal dari Tuhan Bintang-bintang dengan teleskop raksasa, ia menemukan bahwa mereka memancarkan cahaya merah sesuai dengan jaraknya. Hal ini berarti bahwa bintang-bintang ini "bergerak menjauhi' kita. Sebab, menurut hukum fisika yang diketahui, spektrum dari sumber cahaya yang sedang bergerak mendekati pengamat cenderung ke warna ungu, sedangkan yang menjauhi pengamat cenderung ke warna merah. Selama pengamatan oleh Hubble, cahaya dari bintang-bintang cenderung ke warna merah. Ini berarti bahwa bintangbintang ini terus-menerus bergerak menjauhi kita. Jauh sebelumnya, Hubble telah membuat penemuan penting lain. Bintang dan galaksi bergerak tak hanya menjauhi kita, tapi juga menjauhi satu sama lain. Satusatunya yang dapat disimpulkan dari suatu alam semesta di mana segala seuatunya bergerak menjauhi satu sama lain adalah bahwa ia terus-menerus "mengembang". Agar lebih mudah dipahami, alam semesta dapat diumpamakan sebagai permukaan balon yang sedang mengembang. Sebagaimana titik-titik di permukaan balon yang bergerak menjauhi satu sama lain ketika balon membesar, benda-benda di ruang angkasa juga bergerak menjauhi satu sama lain ketika alam semesta terus mengembang. Apa arti dari mengembangnya alam semesta? Mengembangnya alam semesta berarti bahwa jika alam semesta dapat bergerak mundur ke masa lampau, maka ia akan terbukti berasal dari satu titik tunggal. Perhitungan menunjukkan bahwa 'titik tunggal' ini yang berisi semua materi alam semesta haruslah memiliki 'volume nol', dan 'kepadatan tak terhingga'. Alam semesta telah terbentuk melalui ledakan titik tunggal bervolume nol ini. Ledakan raksasa yang menandai permulaan alam semesta ini dinamakan 'Big Bang', dan teorinya dikenal dengan nama tersebut. Perlu dikemukakan bahwa 'volume nol' merupakan pernyataan teoritis yang digunakan untuk memudahkan pemahaman. Ilmu pengetahuan dapat mendefinisikan konsep 'ketiadaan', yang berada di luar batas pemahaman manusia, hanya dengan menyatakannya sebagai 'titik bervolume nol'. Sebenarnya, 'sebuah titik tak bervolume' berarti 'ketiadaan'. Demikianlah alam semesta muncul menjadi ada dari ketiadaan. Dengan kata lain, alam semesta telah diciptakan. Fakta bahwa alam ini diciptakan, yang baru ditemukan fisika modern pada abad 20, telah dinyatakan dalam Al-Quran 14 abad yang lalu.

GARIS BESAR DIN ISLAM Aqidah (iman), syariah wahyu Allah dan sabda Nabi Muhammad, ahlak PENGERTIAN ISLAM Agama yg benar, abadi, disetiap masa, generasi, suku, bangsa, yg dibawa o: u mengeluarkan manusia dr jalan yg sesat ke jalan yg benar dan u memberikan petunjuk dalam hidup