Anda di halaman 1dari 5

TUGAS PENGANTAR MANAJEMEN

Oleh : Putu Agung Ananta Wijaya (1008605058)

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS UDAYANA 2013

Pertanyaan : 1. PT. Metrodata Indonesia dan Indosat adalah perusahaan yang bergerak di bidang apa ? 2. Indosat = IM3, IM2, Matrix, Starone, Data Center ? 3. Indosat merger Satelindo mengapa ? 4. Apakah produk utama PT. Graha Informatika Nusantara Indosats sister company ? 5. Indosat = private company atau BUMN ?

Jawaban : 1. PT Metrodata Electronics Indonesia adalah salah satu perusahaan teknologi informasi komunikasi yang terkemuka di Indonesia. Perusahaan TIK ini didirikan pada tanggal 17 Februati 1983 sebagai salah satu Perseroan dalam kelompok usaha METRODATA yang telah berkiprah di bidang TIK sejak 1975. Sejak didirikan, Perseroan ini sempat mengalami perubahan nama beberapa kali dan terakhir pada tanggal 28 Maret 1991 namanya diubah menjadi PT.

Metrodata Electronics, Tbk sampai sekarang. Indosat adalah perusahaan penyedia jasa telekomunikasi dan jaringan telekomunikasi dan jaringan telekomunikasi di Indonesia. Perusahaan ini menawarkan jasa komunikasi untuk telepon gemgam, sambungan tetap dan MIDI (Multimedia, Data, Internet). Jasa komunikasi ini terdapat dalam dua pilihan, yaitu pra bayar dan pasca bayar dengan merek jual Matrix,Mentari dan IM3. Selain itu perusahaan ini menyediakan saluran komunikasi via suara untuk telepon tetap (fixed) termasuk sambungan langsung internasional IDD (International Direct Dialing), serta jasa nirkabel dengan merk dagang StarOne. 2. Berikut merupakan penjelasan dari produk-produk Telekomunikasi yang ditawarkan oleh PT. Indosat :

IM3 adalah sebuah layanan selular pra-bayar yang dengan kemampuan isi ulang yang dimiliki oleh Indosat. Dengan adanya IM3, maka Indosat menjadi operator pertama yang meluncurkan GPRS < MMS, Video Streaming hingga java games di seluruh Indonesia. IM3 tersedia dengan layanan broadband, layanan paket data dengan kecepatan tinggi hingga 2 Mpbs dan paket-paket lainnya.

PT Indosat Mega Media (IM2), selaku penyedia layanan internet dan multimedia terkemuka, menawarkan solusi kebutuhan Web Hosting dan Domain .id bagi perorangan maupun perusahaan dengan harga yang terjangkau dan kualitas terbaik. IM2 merupakan salah satu registrar resmi PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) yang berhak menerima pendaftaran domain .id dari pelanggan/Registran dan Reseller.

Matrix adalah layanan selular pasca bayar milik Indosat. Matrix dilengkapi dengan akses 3G/3.5G dan jangkauan jelajah internasional di lebih dari 120 negara di dunia. Matrix Auto adalah layanan selular pasca bayar yang dapat diisi ulang, kombinasi dari manfaat layanan pasca bayar dan pra-bayar.

StarOne adalah merek dagang untuk operator jasa telekomunikasi telepon tetap nirkabel menggunakan suara untuk percakapan lokal, SLJJ,

SLIkeseluruh telepon tetap maupun telepon genggam menggunakan teknologi CDMA perusahaan Indosat. Data Center Indosat adalah digunakan untuk menempatkan sistem komputer dan komponen-komponen terkaitnya, seperti sistem telekomunikasi dan penyimpanan data yang terkait bisnis yang dijalankan oleh PT Indosat. 3. Indosat merger Satelindo karena Perusahaan Indosat ingin meningkatkan pelayanannya dalam bidang penyedia jaringan dan jasa telekomunikasi kepada konsumen yang berfokus pada seluler. Selain Satelindo saja anak perusahaan, yaitu PT. IM3 dan Bimagraha dikonsolidasi sehingga Indosat menjadi Full Network Service Provider (FNSP). Selain itu penggabungan ini diharapkan menghemat pengeluaran modal (capital expenditure) 20% dan pengeluaran

operasi (operational expenditure) 15% hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Indosat Widya Purnama. 4. PT. Graha Informatika Nusantara (GRATIKA) berdiri pada tahun 1986, berlandaskan pada kerjasama tiga perusahaan BUMN besar di Indonesia, yakni PT Telekomunikasi Indonesia (TELKOM), PT Indosat dan PT Asuransi Jasa Indonesia melalui Yayasan Dana Pensiun PT Telkom (YDPT), Koperasi Pegawai PT Indosat (KOPINDOSAT) dan Yayasan Kesejahteraan Karyawan (YKK) Jasindo. Sejalan dengan visi dan misinya, GRATIKA mengutamakan pada kualitas dan profesionalisme sumber daya manusia, serta menggalang kerjasama dan kepercayaan untuk meningkatkan nilai perusahaan Dengan melihat jauh kedepan sesuai kompetensinya, strategi bisnis GRATIKA mengarah kepada Pembangunan dan Pengembangan Perangkat dan system telekomunikasi termasuk sistem supportnya, serta Service Provider di bidang infocom. Dengan didukung oleh tenaga profesional yang berpengalaman, GRATIKA

menempatkan diri sebagai VAS & InfoCom Solution Provider, yang kemudian menetapkan Value Added Network/Services (VAN/VAS) sebagai bisnis yang utama. Bisnis utama tersebut mulai dirintis pada tahun 1993, dengan meluncurkan layanan jasa jaringan yang kemudian diikuti dengan

memperkenalkan jasa Calling Card. Menyusul kemudian, untuk memenuhi kebutuhan Fixed Telephone maupun Cellular Telephone GRATIKA

mengembangkan produk Fax / Voice Mail. Seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin meningkat, berbagai kebutuhan yang berkembang membuka peluang bagi GRATIKA untuk mendukung kebutuhan public service seperti Call /Info Center, Telebanking, Virtual Phone/Fax dan pembangunan aplikasi yang didasarkan pada teknologi Voice Processing, yang tidak saja sebagai System Development tetapi juga sebagai Service Provider, yang mengarah kepada pengembangan tehnologi multimedia. 5. Pada tahun 1980, Pemerintah Indonesia mengambil alih seluruh saham Indosat, sehingga sejak itu Indosat beroperasi sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bersifat monopoli untuk penyelenggaraan jasa telekomunikasi

Internasional. Pada tahun 1994, Indosat melakukan penjualan saham perdana (IPO) dengan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta, Bursa Efek Surabaya, dan Bursa Efek New York (New York Stock Exchange NYSE), menjadikan Indosat sebagai BUMN pertama yang sahamnya tercatat di pasar modal Indonesia dan Amerika Serikat atau dikenal dengan istilah Dual Listing. Pada akhir tahun 2002, Pemerintah Indonesia melakukan divestasi saham Indosat yang dimilikinya sebesar 41,94% kepada Singapore Technologies Telemedia Pte. Ltd. melalui perusahaan holding Indonesia Communications Limited (ICL). Dengan demikian, status Indosat kembali menjadi perusahaan.