Anda di halaman 1dari 40

BAB I PENDAHULUAN

I. LATAR BELAKANG
Kebutuhan akan Ilmu Pengetahuan saat ini semakin tinggi. Bahkan, Ilmu Pengetahuan pada saat ini semakin sulit untuk dicerna dan dimengerti oleh para kaum pelajar. Untuk itu, banyak sekolah yang menawarkan berbagai macam cara pembelajaran yang menarik, yang dimungkinkan dapat menambah kualitas para pelajar. Sebenarnya, beberapa macam penawaran sekolah tersebut haruslah dibuktikan terlebih dahulu dengan melihat bagaimana sistem pembelajaran di sekolah. Terlebih lagi kita harus melihat bagaimana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang diterapkan dalam proses belajar mengajar tersebut. Biasanya dilihat dari beberapa prestasi prestasi yang diraih oleh sekolah tersebut, mulai dari Akreditasi, bidang akademik, bidang non akademik, dan lain sebagainya. Untuk itu, dibutuhkanlah sebuah strategi pembelajaran yang tepat dan menarik, agar pada proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terasa

menyenangkan dan pada akhirnya prestasi siswa semakin meningkat. Strategi pembelajaran ini haruslah berorienatasi pada beberapa aspek, seperti kondisi siswa, kurikulum yang digunakan, kompetensi guru yang dimiliki, dan masih banyak lagi. Ada banyak macam strategi guru untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Istilah lain yang ada yaitu model pembelajaran, metode pembelajaran, dan pendekatan.

II.

RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan Strategi Belajar Mengajar? 2. Apa perbedaan antara Strategi, Pendekatan, Metode, dan model pembelajaran dan apa saja contohnya? 3. Bagaimana cara merumuskan strategi belajar mengajar yang tepat guna? 4. Apa saja faktor-faktor penentu strategi belajar mengajar? 5. Mengapa strategi belajar mengajar itu penting?

Pendidikan Kimia 2012 1

III.

TUJUAN
1. Mengerti pengertian dari Strategi Belajar Mengajar. 2. Mengetahui perbedaan antara Strategi, Pendekatan, Metode, dan Model Pembelajaran beserta contohnya. 3. Mengetahui cara-cara merumuskan strategi belajar mengajar yang tepat guna. 4. Mengetahui faktor-faktor penentu strategi belajar mengajar. 5. Mengerti pentingnya strategi belajar mengajar bagi insan pendidikan.

Pendidikan Kimia 2012 2

BAB II PEMBAHASAN
I. PENGERTIAN STRATEGI BELAJAR MENGAJAR
Banyak guru yang sering mengganti gaya atau cara mengajar suatu disiplin ilmu kepada para pelajarnya, seperti menggunakan alat peraga dalam kegiatan belajar mengajar, ada yang menggunakan praktik lapangan langsung, ada juga yang menggunakan bahan cerita sebagai alat untuk menyampaikan ilmu kepada siswanya. Memang seharusnya guru itu memiliki pemikiran yang kreatif dan efektif demi jalannya sebuah kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan dan dapat diterima dengan baik oleh siswa siswanya. Untuk itu, para guru harusnya mengerti apa saja yang harus dilakukan ketika akan mengajarkan sesuatu yang efektif dan mudah diterima oleh siswanya. Itulah yang disebut sebagai dengan strategi belajar mengajar. Menurut para ahli kependidikan, Gerlach dan Ely: Strategi Belajar Mengajar adalah cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan pengajaran tertentu, yang meliputi sifat, lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada siswanya. Strategi sebenarnya tidak hanya bagaimana cara menyampaikan materi pembelajaran kepada siswanya, melainkan bisa juga dengan paket pengajaran maupun materi yang akan diajarkan (Dick dan Carey). Jadi, semua hal yang menyangkut tentang variasi variasi yang digunakan untuk mengefektifkan dan mengefisienkan kegiatan belajar mengajar, serta membuat kegiatan tersebut menyenangkan dan mudah diterima oleh siswa disebut sebagai sebuah strategi belajar mengajar. Sebuah strategi belajar mengajar membutuhkan beberapa aspek, diantaranya pendekatan, metode pembelajaran, dan model pembelajaran. Semua itu membangun struktur strategi belajar mengajar yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Aspek aspek tersebut harus ada, mengingat sebuah strategi membutuhkan pondasi pondasi demi keberhasilan sebuah kegiatan belajar mengajar.

Pendidikan Kimia 2012 3

II.

PERBEDAAN STRATEGI, PENDEKATAN, METODE, DAN MODEL PEMBELAJARAN


A. STRATEGI PEMBELAJARAN Mungkin setiap orang memiliki sebuah strategi untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Dengan sebuah strategi tersebut, semua orang akan lebih percaya diri untuk menjalankan apa apa saja yang harus dia peroleh. Sebuah strategi harus dipikirkan dan dirancang sedemikian rupa agar supaya dalam menjalankan dapat meminimalisir kesalahan. Setiap orang memiliki definisi yang berbeda beda terhadap yang dimaksud dengan strategi. Ada yang mengatakan strategi sebagai suatu sikap kudakuda untuk mencapai suatu tujuan, ada juga yang mengatakan bahwa strategi sebagai suatu rancangan kegiatan untuk memperoleh hasil. Strategi bisa saja digunakan dalam beberapa kegiatan, salah satunya adalah kegiatan pembelajaran. Strategi dalam kegiatan pembelajaran digunakan untuk merancang teknik-teknik dan metode-metode pembelajaran yang efektif dan efisien dalam sebuah kegiatan belajar mengajar. Tanpa sebuah strategi dalam pembelajaran tak akan ada inovasi dan kreasi yang didapat oleh siswa, bahkan bisa saja menimbulkan sebuah kejenuhan tersendiri. Untuk itu, strategi pembelajaran dipandang perlu dan wajib ada bagi insan pendidikan agar supaya kegiatan belajar mengajar lebih menyenangkan. Dengan belajar yang menyenangkan, semua ilmu pengetahuan yang diperoleh dari guru akan lebih mudah diserap dan dipahami siswa. Jadi, secara garis besarnya, strategi pembelajaran didefinisikan sebagai sebuah rancangan pembelajaran yang diciptakan oleh seorang guru untuk menciptakan suasana pembelajaran dalam kelas yang efektif dan efisien. Semua elemen dari metode dan segala sumber daya yang ada disekitar dimanfaatkan demi terciptanya sebuah kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan, sehingga siswa mudah memahami apa apa saja yang disampaikan oleh guru. Strategi tersebut belum masuk ke rahan tindakan, baru sekedar dalam bentuk rancangan. Setiap guru mempunyai beberapa macam strategi yang dinilai cocok dalam kegiatan belajar mengajar. Guru merancanakan strategi pembelajaran dengan melihat kondisi dan situasi, sarana dan prasarana, serta sumber daya yang ada
Pendidikan Kimia 2012 4

di sekitarnya. Ada beberapa macam strategi pembelajaran yang saat ini masih digunakan oleh guru guru, yaitu: 1. Ekspositori Dalam ranah strategi pembelajaran bentuk ekspositori, guru hanya menyampaikan beberapa informasi berupa teori, generalisasi, hukum, dan dalil serta bukti-bukti yang mendukung. Guru disini hanya sebagai media pemberi informasi yang menyampaikan beberapa informasi tentang ilmu pengetahuan. Guru telah mempersiapkan beberapa materi yang siap disampaikan kepada siswa siswa. Materi yang disiapkan haruslah dirancang dengan matang matang, agar tidak sampai menimbulkan keambiguitas dalam kegiatan belajar mengajar. Semua hal tersebut diharapkan siswa dapat menerima segala materi yang diberikan oleh guru. Dalam bentuk ekspositori ini, guru tidak melakukan beberapa penemuan yang baru. Seakan bentuk ini seperti menjelaskan sesuatu yang sudah ada dan tidak ada pembaharuan lagi. Guru hanya menjelaskan materi materi yang telah disiapkan sebelumnya. Saat penyampaian materi, guru menggunakan beberapa metode yang dianggap cocok dalam kegiatan belajar mengajar. Biasanya, guru menggunakan metode campuran untuk menyampaikan materi tersebut. Ada beberapa keunggulan akan bentuk strategi pembelajaran ekspositori, diantaranya: a. Guru dapat mengontrol urutan dan keluasan materi, sehingga guru dapat mengetahui seberapa jauh siswa memahami materi yangb telah disampaikan. b. Dianggap sangat efektif, karena ada beberapa materi yang

mengharuskan siswa memahami sangat luas, sedangkan waktu yang dimiliki dalam pembelajaran terbatas. c. Selain dapat mendengar melalui penuturan seorang guru, siswa dapat melihat atau mengobservasi dengan melakukan demonstrasi. d. Dapat dilakukan pada kelas yang memiliki jumlah siswa yang banyak. Namun, disamping keunggulan yang dimiliki, strategi pembelajaran ekspositori juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu:
Pendidikan Kimia 2012 5

a. Hanya dilakukan pada siswa yang memiliki kemampuan menyimak dan mendengarkan dengan baik. b. Tidak dapat melayani segala bentuk perbedaan, mulai dari kemampuan siswa, pengetahuan, minat dan bakat, serta gaya belajar siswa. c. Karena kebanyakan menggunakan metode ceramah, siswa akan merasa kesulitan dalam hal bersosialisasi, hubungan interpersonal, dan kemampuan untuk berpikir kritis. d. Guru harus benar-benar memiliki rancangan pembelajaran yang sesuai dan tepat, jika tidak maka proses pembelajaran yang ingin dicapai tidak akan berhasil dicapai. e. Strategi ini menggunakan sistem Komunikasi Satu Arah (one-way communication), sehingga ada kesempatan yang sedikit untuk mengontrol pemahaman siswa dalam hal mencerna materi yang diberikan. Selain itu, pengetahuan yang terserap akan terasa lebih terbatas dirasakan oleh siswa.

2. Inkuiri Strategi pembelajaran inkuiri ini lebih menekankan pada penemuan yang lebih lanjut lagi. Di sini, guru dituntut untuk mampu berinovasi dan berkreasi lebih dalam akan apa yang akan dilakukan dalam kegiatan belajar mengajar. Biasanya, inkuiri banyak dipertukar dengan istilah Discovery atau Penemuan. Discovery ini menekankan pada proses mental yang diasimilasikan terhadap suatu konsep atau suatu prinsip. Kegiatan Penemuan ini lebih pada cara mengamati, menjelaskan, mengelompokkan, membuat

kesimpulan, dan lain sebagainya. Guru biasanya melakukan pembelajaran dengan strategi tersebut di lapangan. Siswa sebelumnya telah dibekali ilmu pengetahuan sehingga hanya menjelaskan saja hasil apa yang telah ditemukan. Sementara itu, Inkuiri lebih menekankan pada proses mental yang lebih tinggi tingkatannya dari discovey. Maksudnya siswa belum dibekali apa apa untuk mencari sebuah jawaban. Siswa hanya diberitahu garisgaris besarnya saja, sisanya siswa harus mencari jawaban tersebut sendiri dan menyimpulkan sendiri. Strategi Pembelajaran Inkuiri lebih pada cara
Pendidikan Kimia 2012 6

menyusun problematika, merancang eksperimen dan melaksanakannya, mengumpulkan data, menganalisis data, membuat kesimpulan, dan lain lain. Siswa di sini hanya berfungsi sebagai penemu dalam sebuah ilmu pengetahuan, sedangkan guru hanya berlaku sebagai pembimbing siswa. Menurut Sanjaya (2008:196), ada beberapa hal yang menjadi ciri utama dalam metode pembelajaran inkuiri, yaitu : a. Menekankan pada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya strategi pembelajaran inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Siswa diperlakukan selain penerima penjelasan dari guru tapi juga berperan menemukan sendiri inti dari materi mata pelajaran. b. Seluruh aktivitas siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan sendiri suatu pertanyaan yang diharapkan bisa menambahkan sikap percaya diri (self believe). Artinya, dalam hal ini guru bukan sebagai sumber belajar, akan tetapi sebagai seorang fasilitator dan motivator belajar siswa. Semua dilakukan dengan cara menggunakan sistem tanya jawab. c. Tujuan dari strategi pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Artinya, siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai pembelajaran, melainkan dapat menggali apa saja potensi yang dimiliki. Selain itu, strategi pembelajaran inkuiri mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: a. Orientasi Tahap ini guru melakukan langkah membina suasana dan iklim pembelajaran yang kondusif. Hal yang perlu disampaikan adalah: Menjelaskan topik, tujuan, dan hasil belajar yang diharapkan dan dicapai oleh siswa. Menjelaskan pokok pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan. Tahap ini menjelaskan bagaimana langkah inkuiri dan tujuan setiap langkah mulai dari merumuskan masalah hingga merumuskan kesimpulan.

Pendidikan Kimia 2012 7

Memberikan pentingnya melakukan kegiatan belajar agar siswa lebih termotivasi.

b. Merumuskan masalah Merumuskan masalah berarti langkah membawa siswa pada suatu permasalahan yang bersifat teka teki. Siswa diharapkan mampu menjawab teka teki yang disajikan, yang dalam strategi pembelajaran inkuiri memiliki tujuan untuk mengembangkan sikap mental pada diri siswa itu sendiri. c. Merumuskan Hipotesis Hipotesis adalah jawaban sementara atas suatu permasalahan yang akan dipecahkan. Hal ini mendorong siswa untuk lebih mengembangkan pola berpikir dengan cara menebak jawaban sementara atau sesuatu yang akan terjadi dari suatu

memperkirakan segala permasalahan. d. Mengumpulkan Data

Kegiatan inti bertujuan untuk menemukan bukti bukti yang mungkin memperkuat hipotesis yang sebelumnya telah dirancang. Proses ini merupakan pembentukan mental yang sangat penting bagi

pengembangan intelektual siswa. Dalam hal ini, selain dibutuhkan sebuah motivasi, juga memerlukan ketekunan dan kemampuan menggunakan potensi berpikirnya. e. Menguji Hipotesis Kegiatan ini dilakukan untuk menguji apakah sebuah hipotesis yang sebelumnya telah dirumuskan sesuai dan dapat diterima. Mengujj hipotesis berarti mengembangkan kemampuan berpikir rasional. Maksudnya adalah jawaban tersebut bukanlah hanya bersifat

argumentatif, melainkan juga diperkuat dengan data yang diperoleh. f. Merumuskan Kesimpulan Kegiatan ini menggunakan cara mempresentasikan hasil temuannya yang diperoleh dari menguji hipotesis. Untuk mengetahui kesimpulan yang akurat, guru harus menunjukan data yang relevan kepada siswanya.

Pendidikan Kimia 2012 8

Dalam strategi pembelajaran inkuiri, terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan besarnya intervensi guru terhadap siswanya, atau berdasarkan bimbingan seorang guru terhadap siswanya. Ketiga jenis tersebut yakni: a. Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry Approach) Jenis ini merupakan strategi dari guru dalam hal membimbing para siswanya dengan melakukan berbagai kegiatan, seperti pengajuan pertanyaan yang mengarahkan pada diskusi. Tahapan pada inkuiri terbimbing adalah dengan memberikan pertanyaan terlebih dahulu pada awal pertemuan. Selanjutnya bimbingan tersebut mulai dikurangi pada pertemuan-pertemuan sehingga para siswa dapat melakukan inkuiri secara mandiri. Pada proses belajarnya, guru harus memantau siswa siswanya agar mengetahui dan dapat memberikan petunjuk petunjuk yang diperlukan oleh siswa. b. Inkuiri Bebas (Free Inquiry Approach) Pada jenis ini, siswa dianggap sebagai sebuah ilmuwan yang bebas akan berpikir dan melakukan penelitian terhadap suatu permasalahan. Guru hanya memberikan bimbingan dengan jumlah yang sangat sedikit, bahkan tidak sama sekali diberikan. Keuntungan dari jenis ini adalah siswa dapat menemukan berbagai kemungkinan untuk memecahkan suatu masalah open ended dan mempunyai cara alternative untuk memecahkannya. Bahkan, bisa jadi dapat

menemukan jalan lain untuk memecahkannya yang sebelumnya belum diketahui oleh orang orang. Namun, ada beberapa kelemahan yang terdapat pada jenis ini, diantaranya: Waktu yang diperlukan relatif lama sehingga menyedot waktu lagi yang telah ditetapkan kurikulum. Ada kemungkinan permasalahan yang akan diungkapkan diluar konteks yang ditetapkan kurikulum. Ada kemungkinan siswa sendiri maupun kelompok memliki topik yang berbeda beda, sehingga guru harus bekerja ekstra dengan waktu yang lama untuk memeriksanya.

Pendidikan Kimia 2012 9

Ada kemungkinan dengan adanya topik yang berbeda beda menimbulkan ketidakpahaman siswa akan permasalahan tersebut, sehingga diskusi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

c. Inkuiri Bebas yang dimodifikasi (Modified Free Inquiry Approach) Jenis ini merupakan hasil penggabungan antara inkuiri terbimbing dengan inkuiri bebas. Dalam jenis ini, guru memberikan keleluasaan untuk mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi. Namun apabila siswa menemui kendala dalam proses pencarian solusi, maka guru akan memberikan bimbingan kepada siswa tersebut, dengan kadar yang sedikit dan tidak terstruktur. Jenis ini menuntut guru untuk tidak selalu memberikan bimbingan, bahkan sangat sedikit memberikan bimbingan, itupun dengan cara tidak langsung, seperti memberikan contoh contoh yang relevan seperti permasalahan yang dihadapai atau dengan cara berdiskusi dengan kelompok lain.

Strategi diantaranya:

pembelajara

inkuiri

memiliki

beberapa

keunggulan,

a. Mengedepankan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik sehingga pembelajaran lebih bermakna. b. Memberi ruang pada siswanya untuk mengeksplorasi gaya belajarnya. c. Sesuai dengan psikologi modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan. d. Dapat melayani siswa dengan kemampuan di atas rata-rata. Selain keunggulan, strategi ini juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu: a. Sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa. b. Sulit merencanakan pembelajaran karena terbentur oleh kebiasaan siswa dalam belajar. c. Memerlukan waktu yang lama untuk mengimplementasikannya. d. Selama keberhasilan siswa didapat berdasarkan kemampuan siswa menguasai pelajaran, strategi ini sulit diimplementasikan oleh guru.

Pendidikan Kimia 2012 10

3. Kontekstual Strategi Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and

Learning) adalah sebuah strategi pembelajaran yang menghubungkan dunia nyata yang ada di luar dengan dunia pembelajaran yang ada di dalam kelas. Dalam strategi ini, siswa diharapkan mampu membuat hubungan antara materi yang dipelajari dalam kelas dengan semua hal yang ada dalam kehidupan sehari-hari siswa. Proses pembelajaran yang dihadapi siswa adalah dengan kegiatan bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru. Dengan hal ini, diharapkan pembelajaran terasa lebih bermakna bagi siswa. Tugas guru adalah membantu siswa untuk mencapai tujuannya. Guru disini hanya bekerja lebih banyak mengatur strategi daripada

menyampaikan sebuah informasi. Guru hanya memberikan sebuah pancingan kepada siswa untuk mencari sesuatu, sehingga sesuatu tersebut datang dari penemuan siswa itu sendiri bukan dari guru yang mengajar. Pada Strategi Pembelajaran Kontekstual memiliki tujuh (7) asas yang harus ada dan saling berkaitan satu dengan yang lainnya, yaitu:

a. Konstruktivisme (Constructuvisme) Konstrustivisme pengetahuan adalah dalam proses membangun kognitif atau siswa menyusun bedasarkan

baru

struktur

pengalaman. Dalam Konstruktivisme, pengetahuan itu memang dari luar, namun harus dibangun atau dikonstruksi dalam diri seorang individu. Sehingga pada hal ini terdapat dua hal yang terpenting, yakni objek yang menjadi bahan pengamatan dan kemampuan subjek untuk mengintepretasikan objek yang diamati. Pengetahuan menjadi bukan bersifat statis, melainkan bersifat dinamis. Menurut Jean Piaget, hakikat pengetahuan ada tiga hal: Pengetahuan bukan sekedar gambaran dunia nyata belaka, melainkan sebuah kontruksi dari gambaran dunia nyata yang dihasilkan oleh kegiatan subjek.

Pendidikan Kimia 2012 11

Subjek membentuk skema kognitif, kategori, konsep, dan struktur yang perlu untuk membentuk pengetahuan. Pengetahuan dibentuk dari hasil struktrur konsepsi seseorang, jika berlaku dalam berhadapan dengan pengalaman pengalaman seseorang.

b. Inkuiri (Inquiry) Seperti yang dijelaskan pada sebelumya, inkuiri adalah proses pembelajaran yang didasarkan atas pencarian sebuah pengetahuan dan penemuannya dilakukan secara sistematis. Sehingga pengetahuan bukanlah sekedar untuk dihafal, melainkan dipahami dan dimengerti oleh siswa. Pengetahuan tersebut merupakan serangkaian usaha yang sadar dari siswa untuk mencari dan mengembangkannnya.

c. Bertanya (Questioning) Hakikat belajar adalah bertanya dan menjawab pertanyaan. Dalam hal ini guru tidak selalu menyampaikan sebuah informasi begitu saja, melainkan memberi pancingan kepada siswa agar siswa dapat mencari dan menemukan sendiri. Dengan pancingan tersebut, diharapkan siswa menjadi lebih banyak mengajukan pertanyaan kepada gurunya, sehingga terjadi sistem pembelajaran yang dialogis. Bertanya mempunyai kegunaan, yaitu sebagai sarana motivasi siswa untuk menemukan jawaban dari permasalahan, dapat merangsang siswa keingintahuan siswa terhadap permasalahan itu, dan siswa dapat terbimbing untuk menemukan dan menyimpulkan jawaban

permasalahan tersebut.

d. Masyarakat Belajar (Learning Community) Dalam asas ini, belajar tidak mungkin dilakukan secara sendiri, melainkan masih membutuhkan orang lain. Banyak hal yang dilakukan dengan cara bekerja sama dengan orang lain. Dalam strategi pembelajaran kontekstual, masyarakat belajar diimplementasikan ke dalam sebuah kelompok belajar. Kelompok belajar ini haruslah dari kalangan heterogen, agar menciptakan sebuah transfer ilmu

Pendidikan Kimia 2012 12

pengetahuan. Diharapkan dalam kelompok belajar ini, siswa dapat mengembangkan integritas intelektual yang tinggi.

e. Pemodelan (Modelling) Dalam asas ini, siswa memperoleh pengetahuan dari sebuah peniruan dari seorang guru yang dapat dipraktikan oleh siswa. Bahkan tidak hanya guru, siswa yang berprestasi juga dapat memberikan sebuah contoh yang dapat dijadikan sebagai pengetahuan bagi teman-teman lainnya. Sehingga pengetahuan yang diperoleh dari pembelajaran kontekstual terhindar dari sifat teoritis-abstrak yang memungkinkan terjadinya verbalisme.

f. Refleksi (Reflection) Refleksi disini adalah proses pengendapan pengetahuan yang telah dipelajari oleh siswa tersebut dengan cara mengurutkan peristiwa peristiwa yang terjadi pada siswa selama proses pembelajaran. Dengan refleksi, siswa diharapkan dapat memperbarui pengetahuan yang telah dimiliki atau menambah khazanah pengetahuan. Guru disini

memberikan waktu untuk siswanya untuk merenungkan atau mengingat kembali pelajaran yang telah lalu, sehingga siswa dapat menyimpulkan apa saja yang dia peroleh selama proses belajar. g. Penilaian Nyata (Authentic Assessment) Penilaian nyata adalah berbagai proses yang dilakukan tentang guru untuk

mengumpulkan

informasi

perkembangan

pembelajaran siswa. Penilaian otentik ini terintegrasi pada proses pembelajaran. Penilaian ini dilakukan secara terus menerus selama kegiatan pembelajaran berlangsung, sehingga penilaian ditekankan pada proses pembelajaran bukan kepada hasil pembelajaran.

Strategi Pembelajaran Kontekstual ini memiliki beberapa macam keunggulan, diantara : a. Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan nyata. Artinya adalah pembelajaran yang diperoleh dari siswa dapat dihubungkan dengan kehidupan nyata siswa. Sehingga materi pembelajaran bukan hanya
Pendidikan Kimia 2012 13

berfungsi secara fungsional, melainkan akan tertanam erat dalam memori siswa sehingga tidak mudah terlupakan. b. Terdapat penguatan konsep, karena strategi ini menggunakan asas konstruktivisme, yakni memperoleh pengetahuan dari cara mengalami bukan dari cara mengahafal. Namun, selain keunggulan, strategi pembelajaran kontekstual juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya: a. Guru lebih insentif untuk melakukan bimbingan terhadap siswanya. Siswa dipandang oleh guru sebagai insan yang sedang berkembang, sehingga pembelajaran dilakukan sesuai dengan tingkat kemampuan dan keluasan akan pengalaman. Guru disini bukanlah seorang penguasa yang memaksa kehendak, melainkan sebagai pembimbing siswa untuk bekerja sama agar siswa dapat belajar sesuai dengan perkembangannya. b. Guru disini mempersilahkan siswanya untuk menemukan beberapa pengetahuan dengan cara mereka sendiri. Namun, guru akan melakukan bimbingan ekstra kepada siswa agar pengetahuan yang diperoleh sesuai dengan apa yang diharapkan sebelumnya.

4. Kooperatif Strategi Pembelajaran Kooperatif disangkut-pautkan dengan kegiatan berkelompok. Dalam kegiatan kelompok ini terdapat individu individu yang memiliki perbedaan sifat (heterogen). Strategi Pembelajaran Kooperatif lebih mengutamakan bagaimana cara individu menyelesaikan sebuah permasalahan secara berkelompok untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran kooperatif ini adalah hasil yang diperoleh bidang akademik siswa meningkat dan dapat menerima berbagai keanekaragaman dari teman temannya, serta pengembangan ketrampilan sosialnya. Unsur yang ingin diperoleh bukan hanya bidang akademik yang meningkat, melainkan juga unsur kerja sama yang dalam upaya penguasaan pengetahuan tersebut.
Pendidikan Kimia 2012 14

Menurut Sanjaya (2009), ada empat tahap yang mendasari strategi pembelajaran kooperatif, yaitu: a. Penjelasan Materi Tahap ini guru melakukan pemberian informasi terhadap gambaran umum pengetahuan yang harus dipahami dan dimengerti oleh siswa, yang selanjutnya akan lebih mendalam lagi dalam kegiatan kelompoknya. b. Belajar dalam Kelompok Siswa siswa dikelompokan dalam beberapa kelompok yang memiliki sifat heterogen. Satu kelompok harus ada yang berbeda - beda sifat, agar supaya tujuan sosialnya tercapai. Dalam kegiatan kelompok ini, siswa dapat saling bertukar pikiran tentang informasi dan pendapat, mendiskusikan permasalahan, membandingkan jawaban jawaban yang diperoleh, dan mengoreksi hal-hal yang kurang tepat. c. Penilaian Hasil dari kegiatan belajar kelompok kemudian diuji dalam sebuah tes atau kuis. Kegiatan ini bisa dengan hanya individu maupun dengan kelompok. Hasil akhir penilaian diekuilibrasi penilaian individu dan penilaian kelompok.

d. Pengakuan Tim Kegiatan ini dilakukan dengan pemberian penghargaan bagi sebuah kelompok yang paling menonjol dan berprestasi. Pengakuan tim ini diharapkan mampu memotivasi siswa dalam usaha meningkatkan semangat mengejar prestasi.

Strategi Pembelajaran Kooperatif memiliki beberapa keunggulan, diantaranya: a. Semua pengetahuan yang diperoleh tidak selalu berpusat pada guru. b. Pembelajaran ini bersifat mencari potensi yang dimiliki siswa, sehingga dapat mengungkapkan ide-ide dari siswanya. c. Kegiatan kelompok mengajarkan siswa tentang arti tanggung jawab atas kerjanya.
Pendidikan Kimia 2012 15

d. Pengetahuan yang diperoleh bukan bersifat abstrak lagi, melainkan menjadikan sesuatu yang nyata bagi siswanya.

Namun, selain keunggulan, pembelajaran kooperatif juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya: a. Menjawab suatu permasalahan diperlukan waktu yang lama untuk mencapai keberhasilan. b. Pada tahap penilaian lebih ditekankan pada penilaian kelompok, sehingga penilaian terhadap kemampuan per individu menjadi kurang akurat. c. Kemampuan individu yang berbeda-beda dapat menimbulkan

kesenjangan dalam kelompok. Di sini guru berusaha untuk meyakinkan kelompok agar menghindari segala bentuk perbedaan.

5. Kuantum Strategi Pembelajaran Kuantum merupakan penciptaan sebuah interaksi antara sebuah individu terhadap lingkungan belajar yang efektif. Dalam strategi ini, guru memadukan beberapa hal dalam bidang seni untuk dieksplorasikan dalam kegiatan belajar mengajar, agar supaya dalam kegiatan belajar mengajar mencapai sebuah kemenarikan yang memotivasi siswa untuk meraih prestasi. Manfaat yang diharapakan dari strategi pembelajaran kuantum adalah mampu meningkatkan peran sebagai pelajar yang memikul tanggung jawab pada diri sendiri sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dengan belajar sedapat mungkin dari setiap situasi dan memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembelajaran ini menggunakan metode belajar aktif. Belajar aktif berarti tidak stagnan dengan apa yang ada, seperti kata aktif yaitu selalu terbuka dan melaksanakan segala sesuatu terhadap pengalaman dan pelajaran yang ditawarkan oleh kehidupan. Adapun landasan yang mendasari strategi pembelajaran kuantum adalah:

Pendidikan Kimia 2012 16

a. Mengorkestrasikan Suasana yang Menggairahkan Menurut Walbreg dan Greenberg, suasana kelas merupakan psikologi utama dalam kegiatan belajar yang bersifat akademis. Kunci untuk membangun suasana adalah, Kekuatan Terpendam (Niat) Jalinan rasa simpati dan saling pengertian Keriangan dan ketakjuban Rasa saling memiliki Keteladanan

b. Mengorkestrasikan landasan yang kokoh Tujuan yang sama Prinsip prinsip dan nilai yang sama Keyakianan akan kemampuan pelajar, belajar, dan mengajar Kesepakatan, kebijakan, prosedur, dan peraturan. Kesepakatan : lebih informal dari peraturan, mendukung melancarkan pembelajaran. Kebijakan : mendukung komunitas belajar Prosedur : memberitahu peserta didik apa yang diharapkan dan apa yang diambil. c. Mengorkestrasikan Lingkungan yang Mendukung Lingkungan sekeliling Alat bantu yang mewakili gagasan Pengaturan bangku Tumbuhan, hewan peliharaan, dan unsur-unsur organik yang disusun serasi Musik

d. Mengorkestrasikan Perencanaan Pengajaran yang Dinamis Dari dunia mereka ke dunia kita Artinya adalah guru harus mampu menjembatani apa yang menjadi dunia siswa agar dapat masuk ke dalam dunia guru tersebut. Modalitas VAK (Visual Auditorial Kinestik) Visual, ciri-cirinya : Teratas
Pendidikan Kimia 2012 17

Memperlihatkan segala sesuatu Menjaga penampilan Mengingat dengan gambar Lebih suka membaca daripada dibaca Membutuhkan menyeluruh gambaran yang jelas dan tujuan yang

Auditorial, ciri-cirinya: Perhatian mudah pecah Berbicara dengan pola berirama Belajar dengan cara mendengarkan Bersuara dalam membaca untuk lebih menyerap materi yang dipelajari Kinestik, ciri-cirinya: Mudah mengingat dan ungkapan wajah banyak bergerak atau belajar langsung mengerjakan Senang kegiatan fisik untuk menyerap informasi Menggunakan media

Kecerdasan Berganda bertemu Slum n Bil Seorang guru harus keluar dari zona nyamannya dalam kegiatan mengajar dan merancang pengajaran siswa harus diberi kesempatan mengatur kecerdasan sesuai dengan potensinya.

Penggunaan metafora, perumpamaan dengan sugesti

Sementara itu, strategi pembelajaran kuantum memiliki beberapa keunggulan, diantaranya: a. Lebih menekankan pada perkembangan bidang akademis dan keterampilan. b. Lebih santai dan menyenangkan karena belajar diiringi oleh musik. c. Penyajian materi pembelajarannya secara alami. d. Dapat memadukan antara berbagai sugesti positif dan interaksinya pada lingkungan.

Pendidikan Kimia 2012 18

Selain keunggulan, pembelajaran kuantum juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu: a. Memerlukan dan menuntut guru untuk memiliki keterampilan khusus. b. Memerluakan proses perancangan pembelajaran yang cukup matang dan terancana dengan cukup baik. c. Adanya keterbatasan sarana dan prasarana, sumber belajar, dan menuntut situasi dan kondisi, serta waktu yang relatif lama.

B. PENDEKATAN PEMBELAJARAN Sebuah strategi pembelajaran membutuhkan sebuah hubungan antara guru dengan siswanya. Hal ini dimaksudkan agar interaksi dalam kegiatan belajar mengajar menjadi terarah dan terstruktur. Untuk itu, dibutuhkan sebuah pendekatan yang mampu menghubungkan antara siswa dengan gurunya. Makna dari pendekatan pembelajaran itu sendiri adalah titik tolak atau sudut pandang terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu. Ada beberapa jenis yang dimaksud dalam pendekatan, diantaranya: a. Pendekatan Individu Pendekatan jenis ini sering digunakan oleh kebanyakan guru untuk mengetahui karakter dan watak para siswanya. Dalam penguasaan dan pengendalian kelas, guru harus menggunakan pendekatan individu. Dengan pendekatan individu, kesulitan belajar pada siswa bisa terpecahkan. Dasar dari pendekatan ini adalah perbedaan setiap individu (siswa). b. Pendekatan Kelompok Pendekatan ini digunakan sebagai sarana pembinaan dan mengembangkan sikap sosial pada diri siswanya. Dengan pendekatan kelompok ini, diharapkan siswa dapat dengan sendirinya tumbuh rasa sosial yang tinggi, mengendalikan rasa egois, sehingga terbentuk rasa kesetiakawanan dalam kelas.

Pendidikan Kimia 2012 19

c. Pendekatan Bervariasi Pendekatan bervariasi didasarkan pada permasalahan setiap siswa bermacam - macam. Setiap permasalahan memiliki cara penyelesaian sendiri, sehingga guru disini harus mampu menggunakan variasi teknik pemecahan masalah siswa tersebut.

d. Pendekatan Edukatif Tugas guru dalam kegiatan belajar mengajar adalah membina,

membimbing, dan mendidik anak didik. Semua itu haruslah diniati dalam hati tanpa ada motif lain. Pendekatan edukatif ini sebagai sarana untuk mendidik siswa agar memiliki kepribadian yang baik. Sebagai contoh ketika bel masuk berbunyi, siswa diharuskan berbaris di luar kelas sebelum masuk, dan lain sebagainya. e. Pendekataan Keagamaan Pendekatan keagamaan didasarkan pada segi spiritual pada diri siswa. Siswa dituntut selain memiliki intelektual dan emosial yang tinggi, juga dari segi spiritual yang tinggi. Pendekatan ini dimaksudkan agara nilai budaya tidak sekuler, tapi menyatu dalam nilai agama. f. Pendekatan Kebermaknaan Pendekatan ini menitikberatkan pada bahasa yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Bahasa adalah alat pembelajaran yang berfungsi untuk menyampaikan gagasan pikiran, pendapat, dan perasaan dalam lisan maupun tulisan. Pendekatan ini memasukkan unsur-unsur terpenting dalam pembelajaran menjadi suatu kebermaknaan tersendiri.

Selain itu, ada juga tipe tipe pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran, yaitu: a. Pendekatan Kontekstual Pendekatan ini dicetuskan oleh John Dewey pada tahun 1916. Pendekatan kontekstual didasarkan pada siswa bahwa semua materi pembelajaran tidaklah harus menggunakan sistem menghafal. Siswa harus

mengonsktrusikan pengetahuan dari dalam dirinya. Selain itu, belajar akan


Pendidikan Kimia 2012 20

lebih terasa kebermaknaannya jika siswa mengalami apa yang dipelajari, bukan sekedar mengetahuinya. b. Pendekatan Konstruktivisme Pendekatan konstruktivisme menekankan pada kreativitas siswa untuk memunculkan ide-ide baru yang dihasilkan oleh buah pikiran siswa-siswa. Pendekatan ini dikhususkan untuk siswa agar siswa mengalami pengalaman secara langsung dan keterlibatannya terhadap kegiatan pembelajaran. c. Pendekatan Deduktif Pendekatan deduktif adalah pendekatan yang menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan berdasarkan premis yang ada. Pendekatan ini ditujukan pada pengambilan sesuatu yang bersifat umum ke sesuatu yang bersifat khusus. d. Pendekatan Induktif Berbeda dengan deduktif, pendekatan induktif lebih menekankan pada penarikan kesimpulan dari hal hal yang bersifat khusus menjadi hal yang bersifat umum. Pada pendekatan ini, siswa diharapkan untuk mampu menyimpulkan berbagai persoalan dari yang bersifat khusus. e. Pendekatan Konsep Pendekatan konsep bertujuan agar siswa mengerti dan memahama sebuah konsep agar tidak terjadi kesalahan pemahaman konsep (misconcept). Siswa langsung diberi pemahaman tentang konsep tanpa diberitahu bagaimana konsep itu hadir. f. Pendekatan Proses Pendekatan proses menitikberatkan pada proses penyusunan suatu konsep yang dilakukan oleh siswa. Pendekatan ini bertujuan untuk

mengembangkan kemampuan berpikir dan psikomotorik siswa. Evaluasi dari pendekatan ini terletak pada proses percobaan yang mencakup hasil kerja, ketelitian, keuletan, dan keakuratan dalam bekerja. g. Pendekatan Sains, Teknologi, dan Masyarakat Pendekatan ini berorientasi pada ilmu pengetahuan, teknologi, dan keadaan masyarakat saat ini. Pendekatan ini biasanya dikatakan sebagai pendekatan lingkungan. Tujuan pendekatan ini adalah menghasilkan siswa yang memiliki pengetahuan yang luas, sehingga mampu memecahkan berbagai

Pendidikan Kimia 2012 21

permasalahan yang ada dalam masyarakat dan melakukan tindakan sesuai dengan apa yang telah dipecahkan.

C. METODE PEMBELAJARAN Selain strategi dan pendekatan, ada salah satu hal yang harus dimiliki oleh setiap insan pengajar, mungkin juga sebagai dasar untuk merencanakan suatu kegiatan belajar mengajar. Inilah yang disebut sebagai dengan metode pembelajaran. Mungkin setiap orang mengatakan metode adalah cara untuk mencapai suatu tujuan. Tanpa sebuah metode, strategi yang telah dirancang tidak akan berjalan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Metode pembelajaran adalah cara yang diperlukan untuk mengimplementasikan rencana yang telah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Ada beberapa contoh yang merupakan metode pembelajaran, diantaranya: 1. Metode Ceramah Metode ini menggunakan kata kata untuk menyampaikan informasi dari pengajar kepada siswanya. Dari kata ceramah sudah jelas diartikan sebagai metode dengan sistem verbalistik, yang menuntut guru memiliki keahlian secara lisan dalam menyampaikan materinya. Biasanya, metode ini digunakan dalam kegiatan pembelajaran sejarah. Guru harus berhatihati dalam menggunakan metode ini, karena akan ada kemungkinan siswa menyalah-artikan makna-makna yang disampaikan oleh guru tersebut. Adapun keunggulan yang ada dalam metode ceramah, yaitu: Guru mudah untuk menguasai kelas. Mudah mengorganisasikan kelas dengan mengatur posisi tempat duduk. Dapat diikuti oleh peserta didik dengan jumlah yang besar. Mudah mempersiapkan dan melaksanakannya. Guru mudah menerangkan pelajaran dengan baik. Lebih ekonomis dalam hal waktu. Memberi kesempatan guru dalam hal menggunakan pengalaman, pengetahuan, dan kearifan. Menggunakan bahan pelajaran yang luas,
Pendidikan Kimia 2012 22

Membantu siswa untuk memperhatikan secara fokus, akurat, kritis, dan penuh perhatian. Dapat menjadi stimulus untuk mengejar dan meraih prestasi akademik. Dapat menguatkan bacaan dan belajar siswa dari beberapa sumber lain.

Selain keunggulan, metode ceramah ini juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya: Mudah menjadi verbalisme, artinya untuk menemukan dan memahami suatu pengetahuan siswa harus mendengarkan apa yang diucapkan gurunya. Yang menggunakan penangkapan secara visual menjadi rugi, hanya yang auditif (pendengar) yang mampu menangkap materi-materi yang disampaikan. Siswa akan merasa cepat bosan dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Keberhasilan metode ini hanya bagi yang memiliki keterampilan dalam hal berbicara. Cenderung membuat siswa menjadi pasif, karena hanya

mendengarkan apa saja yang disampaikan oleh guru.

2. Metode Tanya Jawab Setelah guru menyampaikan materi pada hari ini, biasanya guru akan melakukan Tanya jawab tentang apa yang telah disampaikan kepada siswanya pada hari esoknya. Hal ini dilakukan untuk menilai apakah siswa sudah memahami akan materi yang sudah disampaikan atau belum. Itulah yang dinamakan dengan metode Tanya jawab. Metode Tanya jawab adalah penyampaian pesan pengajaran dengan cara mengajukan berbagai pertanyaan dan siswa menjawab semua pertanyaan tersebut, atau sebaliknya. Kegiatan ini bisa menjadi suatu pemantik bagi kegiatan belajar mengajar agar lebih hidup, dikarenakan adanya interaksi aktif dari guru dan siswanya.
Pendidikan Kimia 2012 23

Tujuan dari metode Tanya jawab tersebut adalah, Mengecek dan mengetahui sejauh mana kemampuan anak didik terhadap pelajaran yang dikuasai. Memberi kesempatan siswa untuk mengajukan pertanyaan kepada guru untuk mengetahui apa yang belum mereka pahami. Memotivasi dan menumbuhkan motivasi belajar siswa. Melatih siswa untuk berfikir secara orisinil dan berbicara secara sistematis. Metode Tanya jawab ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya: Suasana kelas akan hidup, karena siswa diajarkan bagaimana berpikir dan berbicara secara sistematis hasil dari pemikirannya. Baik untuk melatih siswa mengemukakan pendapatnya. Membawa kelas pada suasanan diskusi.

Selain itu, ada pula kelemahan yang ada pada metode ini, yaitu: Apabila ada perbedaan pendapat maka akan membutuhkan waktu untuk menyelesaikannya. Kemungkinan akan terjadi peralihan perhatian siswa terutama jika terdapat jawaban yang dinilai menarik perhatian namun bukan sasaran atau materi yang dituju. Dapat menghambat cara berpikir jika guru kurang pandai dalam penyajian materi. 3. Metode Diskusi Metode ini lebih mengarah pada suatu pembelajaran secara berkelompok. Metode diskusi lebih mengarah pada semua keaktifan dari siswa tersebut. Keaktifan siswa dapat dilihat dari kegiatan saling bertukar pendapat dan berdialog satu dengan lainnya. Dengan metode ini, siswa diharapkan mampu berkomunikasi dengan teman sebayanya dengan bertukar pendapat dan mampu menghargai pendapat orang lain yang berbeda, dalam rangka mengembangkan kecerdasan interpersonal siswa.

Pendidikan Kimia 2012 24

Ada beberapa jenis metode diskusi, diantaranya: a. Whole Group, yaitu diskusi kelompok besar. Seperti pleno, klasikal, dan paripurna. b. Buzz Group, yaitu diskusi kelompok kecil (3 -6 orang) dengan cara duduk saling berhadapan untuk mempermudah pertukaran pendapat. c. Panel, yaitu diskusi kelompok kecil (3 6 orang) dengan cara duduk melingkar dengan salah seorang moderator. d. Syndicate Group, yaitu diskusi kelompok kecil (3-6 orang) yang masing-masing kelompok membahas berbagai macam aspek

permasalahan yang berbeda-beda. Dalam hal ini guru membagi kelompok dengan masing permasalahan yang berbeda untuk dibahas dalam diskusi besar seperti pleno. e. Simposium, yaitu diskusi dengan menghadirkan beberapa penyaji yang membahas aspek tertentu dengan diikuti sesi Tanya jawab dari peserta. Pembahasan dan sanggahan dapat diambil sebagai hasil symposium. f. Brainstorming, yaitu diskusi kelompok yang menghasilkan beberapa ide baru dari tiap-tiap kelompok secara bebas, kemudian ide-ide tersebut dicatat dan diurutkan. Kelompok ini dipimpin oleh ketua dan dilaksanakan secara cepat. g. Informal Debate, yakni diskusi kelompok dengan membagi kelas menjadi dua kelompok pro dan kontra. Selanjutnya tiap-tiap kelompok memberi sanggahan dan tangkisan dengan tata tertib yang longgar agar diperoleh kajian dengan pendalaman yang mendalam. h. Seminar, yaitu diskusi kelompok yang biasanya bersifat ilmiah. Berdasarkan kertas kerja yang ada, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan berdiskusi. Hasil diskusi diserahkan kepada panitia perumus untuk ditinjau. i. Qolloqinin, yaitu diskusi kelompok dimana seorang siswa dihadapkan pada seorang narasumber untuk mengajukan pertanyaan. Selanjutnya ada pertanyaan-pertanyaan tambahan dari teman-teman lainnya dengan maksud untuk memperjelas bahan pelajaran yang diterima. j. Fish Rowt, yaitu diskusi kelompok dengan cara mengatur tempat duduk setengah lingkaran dengan dua atau tiga kursi kosong ditengah sebagai tempat kelompok pendengar. Diskusi ini dipimpin oleh seorang ketua,
Pendidikan Kimia 2012 25

dan kelompok pendengar yang ingin menyumbangkan pikirannya dapat duduk di kursi kosong tersebut dengan dipersilahkan oleh ketua. Metode pembelajaran dengan cara diskusi ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya: Suasana kelas menjadi hidup, karena siswa dapat saling berdialog dan bertukar pendapat satu dengan lainnya terhadap permasalahan yang dihadapi. Partisipasi siswa menjadi aktif. Siswa belajar tentang arti menghormati pendapat orang lain. Dapat menaikan prestasi kepribadian seperti toleransi, demokratis, kritis, berpikir sistematis, dan lain sebagainya. Siswa diajarkan bermusyawarah. keunggulan, metode diskusi juga memiliki beberapa

Selain

kelemahan, yaitu: Biasanya diskusi dikuasi oleh siswa yang memiliki keahlian dalam hal berbicara. Yang tidak memiliki keahlian berbicara cenderung melepas diri dari tanggung jawab kelompok. Pertanyaan dan sanggahan siswa dapat melenceng dari pokok pembahasan. Membutuhkan waktu yang lama, seperti untuk mengatur tempat duduk. Sulit untuk dilakukan dan diterapkan pada sekolah dasar.

4. Metode Kerja Kelompok Metode ini hampir mirip dengan diskusi. Namun, dalam diskusi lebih menekankan pada keahlian penyampaian pendapat secara verbal. Dalam metode kerja kelompok. Metode kerja kelompok ini digunakan ketika ada suatu permasalahan yang harus dipecahkan dan dicari jawabannya dengan cara kerja kelompok, tidak dapat dilakukan secara sendiri. Metode ini dilakukan atas dasar kerja sama dalam sebuah kelompok.
Pendidikan Kimia 2012 26

Pengelompokan ini bisa dilakukan dengan pilihan dari siswa itu sendiri, bisa juga dibentuk oleh guru yang bersangkutan. Untuk yang memilih sendiri, terkadang memilih anggota kelompok dengan teman terdekatnya dan lebih intim hubungannya. Sementara guru yang membagi, maka pekerjaannya akan lebih berat karena harus membedakan mana yang cerdas, biasa, dan lemah. Hal ini dimaksudkan agar semua kelompok terdiri atas siswa-siswa yang rata, ada yang cerdas, biasa, dan lemah. Tidak ada satu kelompok dengan satu sifat, misal cerdas semua. Metode ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya: Memotivasi siswa untuk giat belajar dan meraih prestasi. Adanya penciptaan rasa kebersamaan antar anggota kelompok. Menanamkan jiwa solidaritas antar anggota kelompok. Memperingan kerja siswa jika dikerjakan secara sendirian dinilai berat. Mengajarkan kepada siswa bagaimana cara bermusyawarah dengan anggota kelompoknya mencari jawaban yang tepat. Selain keunggulan, ada juga kelemahan yang ada dalam metode ini, yaitu: Siswa yang lemah akan terasa diremehkan oleh siswa yang memiliki kecerdasan yang tinggi. Membosankan bagi siswa yang cerdas karena rekan kelompoknya tidak memberikan manfaat baginya. Rasa malas akan timbul akibat tidak adanya pantauan langsung dari gurunya. 5. Metode Pemberian Tugas Ada beberapa definisi dari metode pemberian tugas, salah satunya dari Supriatna, Nana, dkk (2007:200) yang menyebutkan bahwa metode pemberian tugas adalah suatu penyajian bahan pelajaran dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa menjalankan kegiatan belajar dan memberikan laporan hasil dari tugas yang dikerjakannya. Metode ini menggunakan asas learning by doing.

Pendidikan Kimia 2012 27

Pemberian tugas disini haruslah mengacu pada syarat syarat yang harus dipenuhi dalam menyusun tugas yang akan diberikan siswa. Berikut ini ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yakni: a. Kejelasan dan ketegasan tugas bagi siswa. b. Penjelasan yang mungkin dihadapi oleh siswa dalam menyelesaikan tugas yang diterima. c. Diskusi tugas antara guru dengan siswa. d. Kesesuaian tugas berdasarkan kemampuan dan minat siswa. e. Kebermaknaan tugas terhadap siswa. Metode pemberian tugas ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya: Relevan dengan sistem Cara Belajar Siswa Aktif (CSBA), karena tugas ini merangsang siswa untuk aktif belajar. Merangsang siswa lebih giat belajar dan lebih banyak berinteraksi dengan gurunya. Mengembangkan sikap mandiri pada diri siswa. Lebih meyakinkan, memperdalam, dan memperkaya pengetahuan yang telah diterima dan dipelajari siswa. Membina siswa untuk selalu mengolah dan mencari informasi secara sendiri. Dengan hasil belajar sendiri, siswa dapat mengingat pengetahuan yang diperoleh lebih lama. Merangsang siswa untuk bersemangat dalam belajar, karena dapat dilakukan dengan berbagai macam variasi belajar. Menumbuhkan sikap disiplin pada diri siswa. Mengembangkan berpikir kreatif pada diri siswa.

Selain keunggulan, metode pemberian tugas ini juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya: Guru akan merasa kesulitan ketika mengecek hasil tugas apakah dikerjakan sendiri atau dikerjakan orang lain.

Pendidikan Kimia 2012 28

Guru akan merasa kesulitan ketika tugas tersebut dihadapkan kepada siswa siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda beda.

Banyaknya tugas akan menimbulkan keluhan tersendiri bagi siswa tersebut. Tugas yang monoton dapat membosankan siswa untuk belajar. Tugas untuk kelompok bisa dikerjakan oleh orang tertentu atau siswa yang dinilai pandai dalam kelompok tersebut.

6. Metode Eksperimen Metode ini lebih mengarah pada pembelajaran yang bersifat ilmiah. Metodi eksperimen merupakan metode yang digunakan sistem percobaan untuk mengetahui, menjawab, dan membuktikan sendiri apa yang dipelajari. Hasilnya adalah siswa dapat menyimpulkan sendiri apa yang telah dia temui dan apa yang dialaminya. Metode eksperimen sering digunakan pada guru yang memiliki strategi pembelajaran secara inkuiri. Karena metode ini menggunakan praktik percobaan di lapangan, maka dibutuhkan alat untuk membantu jalannya percobaannya. Adapun karakteristik pembelajaran dengan metode eksperimen yang dikemukakan oleh Winataputra (Triadi, 2011) yaitu: a. Alat bantu yang digunakan. b. Siswa aktif melakukan percobaan. c. Guru membimbing. d. Tempat dikondisikan. e. Ada pedoman untuk siswa. f. Ada topik yang dieksperimenkan. g. Ada temuan temuan. Sementara itu, pengalaman belajar siswa yang dapat diperoleh dari metode eksperimen adalah: a. Mengamati sesuatu hal. b. Menguji hipotesis. c. Menemukan berbagai macam prinsip percobaan. d. Membuat kesimpulan yang diraih berdasarkan data yang diperoleh.

Pendidikan Kimia 2012 29

e. Membangkitkan rasa keingintahuan siswa terhadap permasalahan yang dihadapi. f. Menerapkan konsep informasi dari eksperimen. Metode eksperimen memiliki beberapa keunggulan, diantaranya: Melatih sikap disiplin dan tanggung jawab atas percobaan yang sedang dihadapinya, terutama dalam hal keikutsertaan, ketelitian, dan ketekunan dalam melakukan eksperimen. Memori akan hasil percobaan akan disimpan lebih lama dengan eksperimen. Siswa menjadi lebih mengetahui hakikat dari sebuah pengetahuan. Mengembangan siswa dalam sikap keterbukaan. Akan terhindar dari sikap verbalisme, karena difokuskan dalam aktivitas dan kreativitas. Selain keunggulan, metode ini memiliki beberapa kelemahan, diantaranya: Akan menyerap waktu yang lebih lama untuk percobaan ini. Hanya sebatas pada ilmu bidang sains dan teknologi, tidak tepat pada ilmu bidang sosial. Ada beberapa percobaan yang mengandung efek bahaya, seperti percobaan kimia. Harus memiliki alat eksperimen yang lengkap, jika tidak maka eksperimen akan gagal.

7. Metode Simulasi Pada metode kali ini, yang disimulasikan bukan sebuah benda melainkan sebuah kegiatan yang berpura pura. Metode simulasi masih menggunakan media kelompok untuk mengadakan simulasinya. Metode simulasi ini, siswa dituntut untuk mampu berinteraksi antar sesama anggota kelompok dan dapat bermain peran beberapa perilaku yang dianggap sesuai dengan tujuan pembelajaran. Ada beberapa jenis dalam metode pembelajaran simulasi, diantaranya:

Pendidikan Kimia 2012 30

a. Bermain peran (role playing) Di sini siswa diajak untuk mampu bermain beberapa peran dalam bentuk dramatisasi. Sebelumnya guru telah memberi tahu rancangan kegiatan tersebut untuk mencapai tujuan yang diinginkan dalam dramatisasi tersebut. Titik berat tujuan di sini agar siswa mengingat atau menciptakan suasana seperti pada masa silam yang dapat terjadi pada masa yang akan datang, atau peristiwa aktual dan bermakna bagi kehidupan sekarang. b. Sosiodrama Di sini siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk memecahkan permasalahan antar individu, seperti anak kepada orang tuanya, anak dengan orang lain, dan lain sebagainya. c. Permainan Simulasi (Simulation Games) Di sini siswa berperan sebagai apa yang telah ditugaskan oleh guru sebagai belajar membuat keputusan.

Sementara itu, demi terciptanya suasana pembelajaran yang baik dan kondusif, guru harus mengerti apa saja syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam metode simulasi ini, diantaranya: a. Guru harus mampu membimbing siswa dalam mengarahkan teknik, prosedur, dan peran yang akan dilakukan dalam simulasi. b. Guru mampu memberikan ilustrasi. c. Guru mampu memberikan pesan pada siswanya dalam simulasi. d. Guru mampu mengamati secara jelas proses simulasi tersebut. e. Kondisi, minat, perhatian, dan motivasi siswa dalam kegiatan simulasi tersebut. f. Pemahaman pesan yang akan disampaikan dalam simulasi. g. Kemampuan dasar berkomunikasi dan berperan. Metode simulasi ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya: Siswa dapat menerapkan hubungan sosial seperti berinteraksi sesama anggota kelompok. Siswa menjadi lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran.

Pendidikan Kimia 2012 31

Siswa dibiasakan untuk menghadapi berbagai macam permasalahan dalam sosial. Siswa dapat menningkatkan daya imajinasinya. Siswa dilatih untuk membina hubungan personal yang positif. Membina hubungan komunikatif dan kerja sama dalam kelompok.

Selain keunggulan, metode simulasi juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu: Relatif membutuhkan waktu yang cukup lama. Sangat bergantung pada aktivitas siswa. Cenderung memanfaatkan sumber belajar. Ada beberapa siswa yang tidak menyukai pembelajan simulasi, sehingga pembelajaran tidak efektif. 8. Metode Demonstrasi Metode ini hampir menyerupai simulasi, hanya saja demonstrasi ini masih dalam lingkup yang sederhana. Demonstrasi lebih sering memperlihatkan secara langsung akan sebuah proses. Sehingga, metode demonstrasi adalah sebuah metode dimana seorang guru memperlihatkan pada seluruh kelas tentang adanya sebuah proses pada sesuatu. Syarat syarat untuk guru dan siswa dalam mensukseskan metode pembelajaran demonstrasi adalah sebagai berikut: a. Guru mampu mengetahui proses yang akan dipraktikan. b. Guru mampu menguasai dan mengendalikan suasana kelas. c. Guru mampu menguasai pemakaian alat yang dibutuhkan. d. Guru mampu melaksanakan penilaian proses. e. Siswa harus memiliki motivasi tinggi untuk mengikuti topik yang akan didemonstrasikan. f. Siswa harus memahami topik yang akan didemonstrasikan. g. Siswa harus mampu mengamati secara seksama proses yang dilakukan guru. h. Siswa harus mampu mengidentifikasi alat-alat yang digunakan dalam demonstrasi.

Pendidikan Kimia 2012 32

Metode ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya: Siswa dapat menghayati apa yang dipelajari. Memberi pengalaman yang praktis, sehingga merangsang motivasi dan kemauan belajar siswa. Perhatian siswa terpusat pada apa yang sedang didemonstrasikan. Semua masalah yang timbul bisa langsung terjawab. Mengurangi kesalahan dalam menyimpulkan jawaban, karena siswa mengamati secara langsung prosesnya. Namun, metode ini juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya: Relatif membutuhkan waktu yang lama. Ketersediaan alat-alat yang minim membuat metode ini kurang efektif. Sukar dilaksanakan jika siswa belum matang melakukan

demonstrasi. Ada beberapa topik yang tidak dapat didemonstrasikan dalam kelas. Dapat menurunkan citra demonstrator apabila hasilnya tidak sesuai harapan. 9. Metode Pembelajaran Unit Metode pembelajaran unit (unit teaching) adalah cara penyajian pelajaran yang dititik-beratkan pada suatu masalah, kemudian dibahas dari bebagai segi yang berhubungan sehingga pemecahan masalah menjadi luas dan menyeluruh. Adapun tujuan dalam metode pembelajaran unit adalah: a. Melatih siswa untuk berpikir komprehensif dengan mengkaji dan memecahkan permasalahan dari berbagai disiplin ilmu. b. Melatih siswa untuk menggunakan metode ilmiah dalam pemecahan masalah. c. Terbentuk sikap kritis, kerja sama, menghargai orang lain, dan rasa ingin tahu. d. Melatih siswa dalam merencanakan, mengorganisasi, dan memimpin suatu kegiatan. e. Mengembangkan keterampilan berkomunikasi.
Pendidikan Kimia 2012 33

Selain itu, beberapa keunggulan meliputi metode ini, diantaranya: Siswa menjadi pemikir yang komprehensif. Memperluas wawasan peserta didik dalam keanekaragaman informasi. Dapat memperhatikan karakteristik peserta didik lebih khusus. Menciptakan iklim demokrasi dalam kelas, karena siswa dapat ikut membantu memecahkan masalah bersama dengan guru. Disesuaikan dengan minat, perkembangan, dan bakat peserta didik, sehingga pembelajaran lebih bermakna.

Di sisi lain, metode pembelajaran unit memiliki beberapa kelemahan, diantaranya: Sulitnya menentukan topik yang sesuai dengan minat dan bakat siswa. Memerlukan kecakapan khusus dalam pengajaran unit. Memerlukan biaya yang cukup besar dan waktu yang lama. Pemecahan masalah bisa saja kabur dan dangkal karena didapat dari berbagai disiplin ilmu, dan tidak semua disiplin ilmu dikuasai siswa.

10. Metode Jigsaw Metode ini lebih mengarah pada Pembelajaran terpusat pada siswa (Strudent Centered Learning). Dalam metode ini, guru hanya menjadi seorang fasilitator dan motivator bagi siswa-siswanya. Sehingga, tanggung jawab pembelajaran ini bukan menjadi guru lagi, melainkan siswa yang melaksanakan pembelajaran. Metode ini diciptakan oleh Elliot Aronson pada tahun 1971 dan

dipublikasikan pada 1978. Metode Jigsaw ini menggunakan sistem kelompok. Setiap anggota kelompok memiliki tanggung jawab akan penguasaan bahan materi pelajaran dan mampu mengajarkan kepada anggota lain dalam kelompoknya.
Pendidikan Kimia 2012 34

Metode ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya: Meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap pembelajaran sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Selain mempelajari, siswa juga dituntut untuk mampu memberikan ilmunya yang diperoleh kepada teman teman sebayanya. Menerima keanekaragaman dan menjalin hubungan sosial dalam belajar. Meningkatkan kerja sama yang kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan.

Selain keunggulan, metode jigsaw juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu: Diskusi dalam kelompok akan macet jika guru tidak sering mengingatkan siswanya untuk menggunakan keterampilan-

keterampilan kooperatif. Jika anggota kelompoknya berkurang, makan akan terjadi suatu permasalahan tersendiri. Membutuhkan waktu yang cukup lama, apalagi jika belum diatur posisi tempat duduk agar pas digunakan dalam kegiatan diskusi kelompok.

D. MODEL PEMBELAJARAN Model adalah bentuk dari suatu gambaran agar lebih mudah dipahami dalam kegiatan pembelajaran. Model di sini bisa termasuk benda, cara, maupun sistem yang digunakan. Menurut pengertian, Model Pembelajaran adalah suatu konsepsi untuk mengajarkan sesuatu materi dalam mencapai tujuan. Model pembelajaran ini harus sesuai dengan aspek suasana belajar yang aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan (PAKEM). Menurut Richard I Arends, model pembelajaran memacu pada pendekatan yang digunakan seperti tujuan, tahap kegiatan, lingkungan pembelajaran, dan pengelolaan kelas. Ada beberapa contoh tentang model pembelajaran, diantaranya:

Pendidikan Kimia 2012 35

1. Model Pembelajaran Kooperatif Model pembelajaran kooperatif adalam model pembelajaran yang lebih mengutamakan sistem berkelompok sebagai media belajar. Dalam satu kelompok harus memiliki anggota yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda (cepat, biasa, dan lamban). Tujuannya adalah hasil akademik siswa yang akan meningkat, dapat menerima perbedaan, serta

mengembangkan keterampilan sosialnya. 2. Model Pembelajaran Kontekstual Model pembelajaran kontekstual adalah model pembelajaran dengan cara mengaitkan beberapa kehidupan yang nyata dimasukan ke dalam dunia pembelajaran. Siswa dituntut untuk mampu menghubungkan antara pengetahuan yang diperoleh dengan kehidupan yang sesungguhnya. 3. Model Pembelajaran Berbasis Masalah Model ini lebih menekankan pada pendekatan pembelajaran yang inovatif pada belajar kontekstual dalam berbagai kegiatan-kegiatan yang kompleks. Dengan pembelajaran berbasis masalah, siswa dapat merasakan

pengalaman belajar yang menarik, dan bermakna bagi siswa dengan usia dewasa. 4. Model Pembelajaran Langsung Model pembelajaran ini lebih terfokus pada guru yang bersangkutan dalam menerangkan berbagai materi yang disampaikan kepada siswanya. Pembelajaran langsung digunakan untuk mengembangkan aspek

pengetahuan procedural (bagaimana melakukan sesuatu) dan pengetahuan deklaratif (fakta, konsep, prinsip, dan generalisasi). Model ini juga terfokus pada pemberian berbagai pelatihan yang dapat diterapkan pada kehidupan nyata dari yang bersifat sederhana hingga yang lebih kompleks lagi. Walau terfokus pada guru, siswa juga harus diperhatikan dalam keterlibatan dalam kegiatan pembelajaran. Guru hanya menyampaikan materi dari sisi akademik dengan format terstruktur, selanjutnya menguji keterampilan siswa dengan berbagai latihan dengan bimbingan dan arahan dari guru. 5. Model Pembelajaran Konstruktivisme Model pembelajaran konstruktivisme lebih menekankan pada proses pembelajaran ditujukan pada siswa bagaimana siswa mengonstruksikan beberapa pengetahuan yang diperoleh dalam dirinya. Menurut Piaget
Pendidikan Kimia 2012 36

(1973) dalam teori konstruktivisme mengatakan bahwa setiap individu dapat menciptakan makna dan pengertian baru berdasarkan pengalaman yang dia alami seperti fenomena, pendapat, atau informasi baru yang dipelajari. Guru di sini hanya sebagai membina dan membimbing, agar pengetahuan yang diperoleh siswa tidak melenceng jauh dari apa yang seharusnya.

III.

FAKTOR-FAKTOR MENGAJAR

PENENTU

STRATEGI

BELAJAR

Strategi belajar mengajar akan dirasakan berhasil, jika guru memperhatikan faktor-faktor yang menjadi penentu keberhasilan. Ada beberapa faktor yang menjadi pendorong keberhasilan pembelajaran, diantaranya: A. Model Penyajian Guru Hal ini harus memperhatikan minat, bakat, dan perhatian dari siswa. Dahulu, ada dua model penyajian guru, yaitu dengan menggunakan modul dan buku atau satuan pelajar. Berdasarkan pengalaman, kesenangan dalam belajar masing-masing anak berbeda caranya. Untuk itu, guru harus menyesuaikan bagaimana dan apa model yang cocok diterapkan untk siswa-siswanya. B. Sikap dan Perilaku Guru Seperti kata bijak yang menyatakan bahwa anak anak akan menirukan kebiasaan orang yang lebih tua. Perilaku dan sikap guru ini harus diperhatikan, karena nanti ketika belajar di dalam kelas menjadi pusat perhatian bagi siswa siswanya. Bisa jadi, kebiasaan guru yang baik akan menular secara tidak langsung kepada siswa siswanya. C. Suasana Belajar Faktor ini yang cukup penting dalam pembelajaran di kelas. Suasana belajar akan membuat siswa menjadi terkesan dan senang untuk menimba ilmu. Guru harus pandai bagaimana mengatur suasana kelas dengan baik. D. Kompetensi Guru Dalam kegiatan belajar mengajar, guru harus memiliki kompetensi dasar, agar kegiatan dalam kelas menjadi lebih hidup. Kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh guru diantaranya:

Pendidikan Kimia 2012 37

a. Penguasaan bahan materi pembelajaran beserta konsep-konsep dasar keilmuannya. b. Pengelolaan program belajar mengajar. c. Pengelolaan kelas. d. Penggunaan media dan sumber pelajaran. e. Penguasaan landasan-landasan pendidikan. f. Pengelolaan interaksi belajar mengajar. g. Penilaian prestasi siswa. h. Pengenalan fungsi dan program bimbingan serta penyuluhan. i. Pengenalan dan penyelenggara administrasi sekolah. j. Pemahaman prinsip-prinsip dan pemanfaatan hasil penelitian pendidikan untuk kepentingan peningkatan mutu pembelajaran. E. Kondisi Masyarakat Faktor ini memberi jawaban apakah masyarakat di sekitarnya menerima dengan baik kegiatan belajar mengajar tersebut atau tidak. Kondisi masyarakat juga menentukan situasi belajar yang kondusif, aman, dan nyaman, atau tidak.

Pendidikan Kimia 2012 38

BAB III PENUTUP


I. KESIMPULAN
A. Strategi belajar mengajar merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan pengajaran tertentu, yang meliputi sifat, lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada siswanya. B. Banyak beberapa contoh mengenai strategi dalam pembelajaran, mulai dari Ekspositori, Inkuiri, Kontekstual, dan Kooperatif. C. Pendekatan Pembelajaran banyak contohnya berdasarkan jenis dan tipe. Jenisjenis pendekatan pembelajaran meliputi pendekatan individu, berkelompok, bervariasi, edukatif, keagamaan, dan kebermaknaan. Sementara tipe tipe pendekatan pembelajaran meliputi kontekstual, konstruktivisme, deduktif, induktif, konsep, proses, dan sains, teknologi dan masyarakat (STM). D. Metode pembelajaran adalah cara menerapkan bagaimana sebuah strategi pembelajaran yang telah dirancang diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. E. Model pembelajaran adalah gambaran mengenai bagaimana sebuah kegiatan pembelajaran itu disajikan dan diterapkan, agar siswa memahami akan materi pelajaran yang disampaikan oleh guru.

II.

SARAN
A. Setiap insan pendidikan harus memahami apa saja strategi pembelajaran yang cocok untuk diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. B. Guru harus mengerti kondisi, motivasi, minat, bakat, dan perhatian siswa dalam kegiatan belajar mengajar. C. Guru harus menguasai beberapa kompetisi yang sesuai dengan bidangnya, agar tujuan pembelajaran yang telah dirancang dalam strategi pembelajaran. D. Guru harus pandai memilah dan memilih mana metode dan model yang cocok digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, dengan memperhatikan kondisi dari siswa tersebut. E. Faktor faktor penentu keberhasilan dalam kegiatan belajar perlu diperhatikan secara seksama.
Pendidikan Kimia 2012 39

DAFTAR PUSTAKA
NN . 2013 . http://dinadino.blog.unissula.ac.id/2013/04/30/strategi-belajar-mengajar/ . Strategi Belajar Mengajar . diakses tanggal 27 Agustus 2013 pukul 18:59. NN. 2013 . http://dsabdoutami.blogspot.com/2013/01/faktor-faktor-yangmempengaruhi.html . Faktor faktor yang memengaruhi Strategi Belajar Mengajar . diakses tanggal 27 Agustus 2013 pukul 19:16. NN. 2013 . http://aariefr.blogspot.com/2013/05/strategi-pembelajaran-ekspositori.html . Strategi Pembelajaran Ekspositori . diakses tanggal 27 Agustus 2013 pukul 19:54. NN . 2012 . http://aceholic.blogspot.com/2012/10/makalah-strategi-pembelajaran-

kooperatif.html . Makalah Strategi Pembelajaran Kooperatif . diakses tanggal 29 Agustus 2013 pukul 19:57. NN . 2010 . http://herdy07.wordpress.com/2010/05/27/model-pembelajaran-inkuiri/. Model Pembelajaran Inkuiri . diakses tanggal 29 Agustus 2013 pukul 19:59. NN . 2013 . http://dedi26.blogspot.com/2013/06/pengertian-pembelajaran-kontekstual.html . Pengertian Pembelajaran Kontekstual . diakses tanggal 29 Agustus 2013 pukul 20:04. NN . 2013 . http://www.latansaa.com/2013/03/makalah-pembelajaran-berbasis-

masalah.html . Makalah Pembelajaran Berbasis Masalah . diakses tanggal 29 Agustus 2013 pukul 20:18. NN . 2011 . http://denis-boyolali.blogspot.com/2011/12/makalah-pembelajaran-

langsung.html . Makalah Pembelaran Langsung . diakses tanggal 29 Agustus 2013 pukul 20:18. NN . 2013 . http://3bkelompok1konstruktivisme.blogspot.com/2013/01/makalah-

konstruktivisme.html . Makalah Konstruktivisme . diakses tanggal 29 Agustus 2013 pukul 20:45. NN . 2011 . http://pandidikan.blogspot.com/2011/06/metode-tanya-jawab.html . Metode Tanya Jawab . diakses tanggal 29 Agustus 2013 pukul 21:12. NN . 2012 .
http://mdsutriani.wordpress.com/2012/06/22/metode-diskusi-dalam-

pembelajaran/ . Metode Diskusi dalam Pembelajaran . diakses tangga 29 Agustus 2013 pukul 21:20.

NN . 2013 . http://riyashingwa.blogspot.com/2013/05/model-pembelajaran-tipe-jigsaw.html .
Model Pembelajaran tipe Jigsaw . diakses tanggal 29 Agustus 2013 pukul 21:46.

Pendidikan Kimia 2012