Anda di halaman 1dari 18

KARYA TULIS AKHIR

PENGARUH TINGGINYA KADAR GULA PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) STRAIN WISTAR DIINJEKSI ALLOXAN TERHADAP PENINGKATAN NEKROSIS NEURON OTAK

Oleh: IKA MAYA SANDY NIM. 05020044

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG FAKULTAS KEDOKTERAN 2009

KARYA TULIS AKHIR PENGARUH TINGGINYA KADAR GULA PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) STRAIN WISTAR DIINJEKSI ALLOXAN TERHADAP PENINGKATAN NEKROSIS NEURON OTAK

KARYA TULIS AKHIR Diajukan kepada Universitas Muhammadiyah Malang Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Sarjana Fakultas Kedokteran

Oleh: IKA MAYA SANDY NIM. 05020044

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG FAKULTAS KEDOKTERAN 2009

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN HASIL PENELITIAN Telah Disetujui Sebagai Hasil Penelitian Untuk Memenuhi Persyaratan Pendidikan Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang 22 Juli 2009

Pembimbing I

dr. Meddy Setiawan,Sp. PD Pembimbing II

dr. Moch. Bahrudin,Sp.S

Mengetahui, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang

dr. Irma Suswati,M.Kes

LEMBAR PENGUJIAN Karya Tulis Akhir oleh Ika Maya Sandy Telah diuji dan dipertahankan didepan Tim Penguji Pada tanggal 22 Juli 2009

Tim Penguji

dr. Meddy Setiawan,Sp. PD

,Ketua

dr. Moch. Bahrudin,Sp.S

,Anggota

dr. Ruby Riana Asparini, Sp.BP

,Anggota

KATA PENGANTAR Alhamdulillahirrabilalamin, Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan kurnianya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis akhir ini dengan bantuan dari berbagai pihak. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan pada junjungan Rasulullah Muhammad SAW yang telah membimbing umat manusia dari zaman gelap menuju jalan yang teran benderang yakni agama Islam. Usulan penelitian dengan judul Pengaruh Tingginya Kadar Gula Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Strain Wistar Diinjeksi Alloxan Terhadap Peningkatan Nekrosis Neuron Otak ini dilaksanakan untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan program sarjana Fakultas Kedokteran. Dalam menyelesaikan usulan penelitian ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh kerena itu dalam kesempatan ini penulis mengucapakan terimakasih kepada: 1. Ibunda Satini, Ayahanda Suhamdi dan Adinda ku tersayang Ino Patra Sandy, yang telah memberiku semua hal yang ku butuhkan selama ini, baik materi maupun dukuangan kasih sayang dan doa atas setiaplangkah ku yang takkan pernah ternilai harganya. 2. dr. Meddy Setiawan, Sp.PD, selaku pembimbing I yang telah meluangkan banyak waktu untuk membimbing dan mengoreksi demi kesempurnaan penelitian ini. 3. dr. Moch. Baharuddin, Sp.S, selaku pembimbing II yang telah meluangkan waktunya untuk memberi informasi dalam berbagai hal serta memberi semangat dalam menyelesaikan penelitian ini. 4. dr. Ruby Riana Asparini, Sp.BP, selaku penguji yang telah memberi tambahan ilmu dan kritik demi kesempurnaan penelitian ini. 5. dr. Dian, yang telah membimbing dalam pengamatan preparat, saya berterimakasih yang sebesar-besarnya. 6. dr. Isbandiyah, Sp.PD, yang telah memberi dukungan dan ilmu demi terlaksananya penelitian ini. 7. dr. Thontowi Djauhari, terimakasih banyak. 8. dr. Irma Suswati, selaku Dekan Fakultas Kedokteran UMM. 9. Mas Aris Sandi beserta staff Lab. Kimia UMM, terimakasih banyak atas segala bantuan, dukungan dan ilmu yang telah diberikan. 10. Mas Joko, mbak Tia, mbak Fat, mas Mifta dan seluruh staff Lab. Terpadu FK UMM, terimakasih banyak atas bantuan dan dukungannya. 11. Saiful Fari, terimaksih atas semuanya. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih belum sempurna, untuk itu kritik dan saran kami harapkan demi kesempurnaan, serta kami mengharapkan agar usulan penelitian ini dapat berguna bagi kita semua, serta bermanfaat untuk bidang kedokteran. Malang, 22 Juli 2009 Penyusun

ABSTRAK Sandy, Ika Maya. 2009. Pengaruh Tingginya Kadar Gula Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Strain Wistar Diinjeksi Alloxan Terhadap Peningkatan Nekrosis Neuron Otak. Tugas akhir, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang. Pembimbing: (1) dr. Meddy Setiawan, Sp.PD. (2) dr. Moch. Bahrudin,Sp.S Latar Belakang: Penelitian epidemiologi menunjukkan peniningkatan insiden diabetes melitus diikuti oleh meningkatnya komplikasi kronik diabetes mellitus, diantaranya kerusakan neuron otak. Beberapa teori menyatakan abnormalitas terletak pada insulin dan kadar gula darah yang tinggi di pembuluh darah. Tujuan: Membuktikan pengaruh tingginya kadar gula pada tikus tikus putih (Rattus norvegicus) strain wistar yang diinjeksi alloxan terhadap peningkatan nekrosis neuron otak. Metode Penelitian: Eksperimen laboratoris, dengan rancangan The Posttest Control Group Desain. Sampel penelitian ini adalah tikus putih (Rattus norvegicus) strain wistar yang dibagi dalam 2 kelompok. Kelompok I sebagai kontrol tanpa injeksi alloxan dan kelompok II diinjeksi alloxan. Analisis data menggunakan uji t dan uji korelasi. Hasil & Pembahasan: Dari hasil uji t berpasangan, didapatkan perbedaan persentase cell swelling (CE), pyramidal edema (PE) dan sel normal yang sangat bermakna antara kelompok tikus DM dan tikus kontrol (nilai sig (2-tailed) = 0,000 < p (0,01)). Dari hasil uji korelasi didapatkan hasil bahwa terdapat korelasi positif (cell swelling: 0,981; pyramidal edema: 0,958), korelasi negatif (sel normal: 0,988) dan korelasi yang signifikan (sig 0,01) antara tingginya kadar gula darah pada tikus putih (Rattus norvegiccus) strain wistar diinjeksi alloxan dengan persentase nekrosis neuron otak. Kesimpulan: Tingginya kadar gula darah pada tikus putih (Rattus norvegicus) strain wistar diinjeksi alloxan berpengaruh terhadap nekrosis neuron otak. Kata Kunci: Rattus norvegicus, Injeksi Alloxan , Kadar Gula Darah, Nekrosis Neuron Otak

ii

ABSTRACT Sandy, Ika Maya. 2009. The Influence of High Level of Blood Sugar on White Rats (Ratus Norvegicus) Strain Wistar Injected with Alloxan toward the Increasing of Brain Neuron Necrosis. Final Project, Medical Faculty, University of Muhammadiyah Malang. Advisor: (1) dr. Meddy Setiawan,Sp.PD (2) dr. Moch. Bahrudin,Sp.S Background of Study: Epidemiology researches show that the increasing of diabetes mellitus incident will be followed by the raise of diabetes mellitus chronic complication, one of which is the destruction of brain neuron. Some theories say that the abnormality is laid on insulin and the high level of blood sugar. Purpose of Study : To prove the influence of high level of blood sugar in white rats (Rattus norvegicus) strain wistar injected with alloxan toward the raise of necrosis in brain neuron. Research Methodology : Laboratory experimental research by applying The Pottest Control Group Design. The sample of this research is white rats (Rattus norvegicus) strain wistar divided into two groups. The first group is as control group in which they are not given alloxan injection, while the second group is given alloxan injection. The data analysis is using t test and correlation test. Result and Discussion : From the result of t pair test, we find the difference percentage of cell swelling (CE), pyramidal edema (PE), and normal cell which are very significant for the group of DM rats and control rats (value of sig (2-tailed)= 0,000<p(0,01)). From the correlation test, it shows that there is a positive correlation (cell swelling: 0,981; pyramidal edema: 0,958), negative correlation (normal cell: -0,988) and significant correlation (sig 0,01) between the high level of blood sugar in white rats (Rattus norvegicus) strain wistar injected with alloxan toward the existence of necrosis in brain neuron. Conclusion : The high level of blood sugar in white rats (Rattus norvegicus) strain wistar injected with alloxan will influence the necrosis of brain neuron. Key Words : Rattus norvegicus, Alloxan Injection, Sugar Blood Level, Necrosis, Brain Neuron

iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................... i ABSTRAK ....................................................................................................... ii DAFTAR ISI .................................................................................................... iv DAFTAR TABEL ........................................................................................... vii DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... viii

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1 1.1 Latar Belakang .................................................................................. 1 1.2 Rumusan Masalah .............................................................................. 3 1.3 Tujuan ................................................................................................. 4 1.3.1 Tujuan Umum ............................................................................ 4 1.3.2 Tujuan Khusus ........................................................................... 4 1.4 Manfaat ............................................................................................... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA .................................................................... 5 2.1 Diabetes Mellitus ............................................................................... 5 2.1.1 Definisi, Patogenesis dan Klasifikasi Klinis ............................ 5 2.1.2 Kriteria Diagnosis..................................................................... 9 2.2 Tinjauan Histofisiologis Otak ............................................................ 10 2.2.1 Histologis Otak ........................................................................ 10 2.2.2 Fungsi Fisiologis Otak.............................................................. 12 2.3 Alzheimers Disease ........................................................................... 15 2.3.1 Definisi ..................................................................................... 15 2.3.2 Patofisiologi.............................................................................. 17 2.3.3 Faktor Resiko .......................................................................... 19 2.3.4 Tanda dan Gejala ..................................................................... 19 2.3.5 Gambaran Histopatologis Otak Penderita Alzheimer .............. 20 2.4 Hubungan Diabetes Melitus Terhadap Peningkatan Nekrosis Neuron Otak .................................................................................................... 22 2.4.1 Kadar Gula Darah yang Tinggi dan Kerusakan Pembuluh

iv

Darah ....................................................................................... 22 2.4.2 Kerusakan Otak Akibat Kondisi Hipoglikemi pada Sel Otak.. 24 2.4.3 Insulin di Otak ......................................................................... 25 2.4.4 Amiloid dan Respon Inflamasi ............................................. 26 2.5 Alloxan ............................................................................................... 28

BAB III KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS .................................. 30 3.1 Kerangka Konsep ............................................................................... 30 3.2 Hipotesis ............................................................................................. 31

BAB IV METODOLOGI ................................................................................ 32 4.1 Desain Penelitian ............................................................................... 32 4.2 Tempat dan Waktu ............................................................................. 32 4.3 Populasi dan Sampel .......................................................................... 32 4.4 Definisi Oprasional ............................................................................ 33 4.5 Identifikasi Variabel ........................................................................... 34 4.6 Alat dan Bahan ................................................................................... 35 4.7 Prosedur Penelitian ............................................................................ 36 4.8 Skema dan Alur Penelitian ................................................................. 40 4.9 Analisis Data ...................................................................................... 41

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN........................................................... 42 5.1 Hasil Penelitian .................................................................................. 42 5.1.1 Hasil Pengamatan Gula Darah dengan Metode GOD-PAP ..... 42 5.1.2 Hasi Pengamatan Preparat Histologis ...................................... 47 5.1.3 Persentase Cell swelling (CE), Pyramidal edema (PE) dan Sel normal ...................................................................................... 48 5.2 Pembahasan ........................................................................................ 50 5.2.1 Pengaruh Injeksi Alloxan Terhadap Kadar Gula Darah .......... 51 5.2.2 Pengaruh Tingginya Kadar Gula Darah Terhadap Gambaran Mikroskopis Neuron Otak Tikus ............................................. 52

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................ 55 6.1 Kesimpulan ........................................................................................ 55 6.2 Saran .................................................................................................. 56

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 57 LAMPIRAN ..................................................................................................... 61

vi

DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Nilai Diagnostik Tes Toleransi Glukosa Oral ................................... 10 Tabel 5.1 Kadar Gula Darah 2 Jam PP (Sebelum Injeksi Alloxan) .................. 42 Tabel 5.2 Kadar Gula Darah Puasa (Sebelum Injeksi Alloxan) ........................ 43 Tabel 5.3 Kadar Gula Darah 2 Jam PP (Setelah Injeksi Alloxan) .................... 44 Tabel 5.4 Kadar Gula Darah Puasa (Setelah Injeksi Alloxan) .......................... 45 Tabel 5.5 Persentase Cell swelling (CE), Pyramidal edema (PE) dan Sel normal ......................................................................................... 48

vii

DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Skematik Patogenesis DM tipe 2 .................................................. 7 Gambar 2.2 Korteks Serebri: Irisan Tegak Lurus terhadap Permukaan Korteks.......................................................................................... 11 Gambar 2.3 Daerah Sentral Korteks Serebri ................................................... 12 Gambar 2.4 Struktur Otak Manusia ............................................................... 13 Gambar 2.5 Karakteristik patologis penyakit Alzheimer ................................ 20 Gambar 2.6 Gambaran histopatologis penyakit Alzheimer ............................... 21 Gambar 2.7 Rumus Bangun Alloxan ............................................................... 28 Gambar 5.1 Kadar Gula Darah pada Tikus diinjeksi Alloxan dan Tikus Kontrol ......................................................................................... 46 Gambar 5.2 Preparat Histologis Otak Tikus Kontrol (Tanpa Injeksi Alloxan) ....................................................................................... 47 Gambar 5.3 Preparat Histologis Otak Tikus dengan Kadar Gula Darah Tinggi (Injeksi Alloxan) .............................................................. 47 Gambar 5.4 Persentase Cell Swelling (CE), Pyramidal Edema (PE) dan Sel Normal pada Tikus diinjeksi Alloxan dan Tikus Kontrol ............ 49 Gambar 5.5 Korteks Serebri yang Mengalami Nekrosis Akut ........................ 53

viii

ix

DAFTAR PUSTAKA Adam, John MF. 2000. Klasifikasi dan Kriteria Diagnosis Diabetes Melitus yang Baru. Ujung Pandang, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. American Diabetes Association. (2002). Clinical Practice Recommendations 2002. USA, Johnson & Johnson Company Djari, Ponco. (2005). Pengaruh Pemberian Antioksidan Likopen, Karoten dan Vitamin C dalam Melawan Sinar UV. Artikel penelitian Bag. Biokimia UMM, UMM Press Bruce R, Ransom. Hypoglycemia and White Matter: Mecanisms of Axon Injury and the Role of Glycogen - Workshop on Hypoglycemia and the Brain (Online), (http://www.jdrf.org, diakses: 1 November 2008). Damjanov, Ivan. (2000). Buku teks & Atlas Berwarna Histopatologi, Jakarta,Widya Medika. deGroot, Jack. (1997). Neuroanatomi Korelatif, Jakarta, EGC. Dorland. (2000). Kamus Kedokteran, Jakarta, EGC. Duus, Peter. (1996). Diagnosis Topik Neurologi-Anatomi, Fisiologi, Tanda, Gejala, Terjemahan oleh Devy H. Ronardy, Jakarta, EGC Eroschenko, Victor P. (2003). Atlas histologi di Fiore, Jakarta, EGC. Fatimah, Leni Ismayani. (2005). Pengaruh Pemberian Jamu Kencing Manis Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Jantan yang Dibuat Diabetes, Tidak dipublikasikan, Skripsi. Depok: Program Ekstensi Departemen Farmasi FMIPA Universitas Indonesia. Fienstein, Diabetic Microvascular http://www.drdavidf.com, diakses: 1 November 2008). David. (2004). Damage (Online),

Foster, DW. 2000. Diabetes Melitus. Prinsip-Prinsip Ilmu Penyakit Dalam Horrison, Jakarta: EGC: 2196-2217. Gauthier, Serge. (1996). Clinical Dignosis and Management of Alzheimers Disease. United Kingdom, Martin Dunitz Gilroy, Jhon. (1992). Basic Neurology Second Edition, Singapore, Pergamon Press Goleman, D. (1995). Emotional intelligence: Why it can matter more than IQ, New York, Bantam Books.

Gustaviani, Reno. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi IV: Diagnosa dan Klasifikasi Diabetes Melitus, Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Guyton dan Hall. (1997). Fisiologi Kedoktera, Edisi 9, Terjemahan oleh Irawati Setiawan, Jakarta, EGC. Ide, Pangkalan. (2008). Gaya Hidup Penghambat Alzeimer, Jakarta, PT. Alex Media Koputindo. Inayanti, Iis. (2001). Pengaruh Ekstrak Etanol Buah Mahkota Dewa [Phaleria macrocarpa (Scheff) boerl.] Terhadap Kadar Malondialdehid Tikus Diabetes Mellitus yang Diinduksi Alloxan. Artikel penelitian Bag. Biokimia Fakultas Kedokteran Cimahi, Medika Kartika : 69-79 Juwono, T. (1996). Pemeriksaan Klinik & Neurologi dalam Praktik, Jakarta, EGC Kimball, John W. (2008). Apoptosis (Online), (http://users.rcn.com, diakses: 15 Maret 2009) Lawrence P, Reagan. (2000). Neuronal Vulnerability in Diabetes: Changes in Neuronal Structure Related to Glycemic States - Workshop on Hypoglycemia and the Brain (Online), (http://www.jdrf.org, diakses: 1 November 2008). Mrozikiewicz, A. et all. (1994). Blood Levels of Alloxan in Children with InsulinDependent Diabetes Mellitus (0nline), (http://en.wikipedia.org, diakses: 20 Maret 2009) Mulder H, Samuel GM, Christer B, Frank S, Bo A.(2005). Islet Amyloid Polypeptide (Amylin)-Deficiebt Nice Develop a More Severe Fonn of Aloxxan-Induced Diabetes.(Online). (http://ajpendo.physiology.org, diakses 17 Februari 2009) Muray, Granner, Mayes, Rodwell. (1990). Biokimia Harper, Translated by Hartono Andry from Harpers Biochemistry 22th ed, Jakarta, EGC. National Institute of Aging, USA. (2008). The Beta Amiyloid (Online), (http://www.web-books.com, diakses: 13 Aguatus 2008). Notoatmojo, Soekidjo. (2005). Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta, Rineka Cipta hal : 156 Pratiknya, Ahmad Watik. (1993). Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kedokteran dan Kesehatan, Jakarta, Grafindo. Pritchard, Hansond Mary. dan Kruse, Gunther OW. (1982). The Collection and Prservation of Animal Parasites, United States of America, University of Nebraska Press. xi

Prusiner, Stanley. (2005). Amyloid Plaques and Neurofibrillary Tangles (Online), (http://www.ahaf.org, diakses: 14 Februari 2008). Radford, Graff, Neill R. (2000). Alzheimers (http://www.dcmsonline.org, diakses: 14 Mei 2008). Disease (Online),

Raslan A, Bhardwaj A .(2007). "Medical management of cerebral edema". Neurosurgical focus (Online), (http://www.wikipedia.com, diakses: 1 Juli 2009). Rho, Hye-won, Ji-Nalee, Ki rho hyung, Park Byung-Hyun and Park Jin-Woo. (2000). Proactive Mechanism of Glucose Against Alloxan Induced -cell Damage: Pivotal Role of ATP. Korea Eksperimental and Molecular Medicine Vol 23 No 1 : 12-17 Rubin, Allan. (2006). A Possible Link between Alzheimer's Disease and DiabetesPart XXVII of a XXVII Article on AD (Online). (http://www.therubins.com, diakses: 27 Juli 2008). Rubin, Harold. (2007). Insulin and AD- Part XXVIII of a XXVIII Series on AD (Online).(http://www.therubins.com, diakses: 27 Juli 2008). Sack D. B. 2001. Carbohydrates, in Tietz Fundamentalis of Clinical Chemistry, Eds Burtis C. A, A Swood E. R, 5th Edition, W. B. Saunders Company, USA. Smith, Mark A. et al.(2002). Predicting the failure of amyloid-beta vaccine (Online), (http://ajp.amjpathol.org, diakses: 25 Juni 2008). Spalteholz. Spanner. (1994). Atlas Anatomi Manusia. Bagian II. Edisi 16, Jakarta, Penerbit Buku Kedokteran EGC. Stephanie A, Amiel. (2000). The Clinical Spectrum of Hypoglycemia Damage to the Central Nervous System - Workshop on Hypoglycemia and the Brain (Online), (http://www.jdrf.org, diakses: 1 November 2008). Steven, Rothman. (2000). Mecanisms of Neuronal Damage Caused by Hypoglycemia - Workshop on Hypoglycemia and the Brain (Online), (http://www.jdrf.org, diakses: 1 November 2008). Supranto, J. (2007). Teknik Sampling Survey & Eksperimen, Jakarta, PT Rineka Cipta hal: 217 Swamson, Jerry W. (2006). Diabetes and Alzheimer's: Insulin Resistance Increases Risk (Online), (http://www.mayoclinic.com, diakses: 30 Juli 2008).

xii

Swamson, Jerry W. (2005). Alzheimers (http://www.mayoclinic.com, diakses: 30 Juli 2008).

Disease

(Online),

The Expert Commite on the Dignosis and Classification of Dibetes Mellitus: Supplement. (1997). American Diabetes Association. Diabets Care 29: S43-48 (Online), (http://www.care.diabetesjournals.org, diakses: 1 Januari 2008). Trimuljani, F. (1997). Pengaruh Pemberian Insulin Terhadap Kadar Glukosa Darah Mencit Akibat Pemberian Alloxan, Tidak dipublikasikan, Skripsi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga:3-23 Waspadji, Sarwono. (2006). Komplikasi Kronik Diabetes: Mekanisme Terjadinya, Diagnosis dan Strategi Pengelolaan, Buku Ajar Ilmu Peyakit Dalam Jilid II Edisi IV, Jakarta, Pusat Penerbitan IPD FK UI. Windoro. (2007). Penderita Kencing Manis Lebih MudahPikun (Online), (http://www.kompas.com, diakses: 17 Maret 2008). Wiyono P., dan Ignatia. (2004). Glimiperide: Generasi Baru Sulfonilurea, RS.Sardjito Penyakit Dalam, Yogyakarta.

xiii