Anda di halaman 1dari 13

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN TN.

K DENGAN KATARAK MATUR PRE DAN POT OS ECCE + IOL DI RUANG IRNA BEDAH MATA RSUD DR. SOETOMO SURABAYA TANGGAL 15 19 APRIL 2002

OLEH : DAVID ALE ANDER MANDALA NIM. 0100!0020" B PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN #AKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA 2002

* Makalah ini disusun sebagai bahan seminar pada praktek klinik Keperawatan Medical Bedah yang dilaksanakan pada tanggal 25 April 2002*

ANALISA DATA NO. 1. DATA Pre operasi S : Mengatakan pertama kali dioperasi dan membutuhkan persiapan operasi. O : ETIOLOGI !encana operasi : "##" $ %O& dan Pengalaman pertama klien informasi MASALAH 'nsietas ringan

prosedur Belum mendapat dan membutuhkan Mengatakan informasi tentang rutinitas pra operasi katarak. Banyak bertanya #emas dan ekspresi wa ah tampak tegang dan gugup bertanya operasi,

sedikit cemas dan gugup. Banyak tentang persiapan dan prosedur tegang dan ekspresi wa ah tampak gugup, menun ukkan (. perhatian lebih. S : )lien mengatakan bila melihat kabur. O : *isul O+ : ,-./, OS : 1-0// bisa segala arah, OS : %ris shandow negatif, lensa tampak keruh dan berwarna putih susu, fundus OS tampak 0. kehitaman. 4aktor resiko : warna defisit mata kiri

)atarak )ekeruhan pada lensa Penurunan keta aman 1isual 2angguan sensori3persepsi

2angguan sensori persepsi

)atarak )ekeruhan pada lensa Penurunan keta aman 1isual )urang pengetahuan tentang kewaspadaan yang diperlukan

!esiko

tinggi

sensori penglihatan.

cedera fisik

..

Post Operasi S : Mengatakan nyeri pada mata 5OS6 yang dioperasi, mengatakan angka 7 pada skala nyeri.

!esiko tinggi cedera fisik Operasi : "##" $ %O& %nsisi aringan mata 4ree 8er1e ending dirangsang oleh mediator kimia.

2angguan rasa nyaman : 8yeri

7.

4aktor resiko : Operasi katarak

2angguan rasa nyaman nyeri. Operasi "##" $ %O&

!esiko cedera

tinggi :

Belum mendapat dan membutuhkan Peningkatan dan informasi akti1itas pasca operasi 9%O katarak Banyak bertanya dan mengatakan kurang tahu )urang pengetahuan tentang akti1itas pasca operasi !esiko tinggi cidera : Peningkatan ,. 4aktor resiko : 9%O dan perdarahan intraokuler. Procedur %n1asi1e 5"##" $ %O&6 &uka insisi Port de entre mikroorganisme 9erpapar lingkungan !esiko infeksi !esiko infeksi tinggi perdarahan intraokuler.

Pembedahan mata

I.

II. DIAGNOSA KEPERAWATAN PRE DAN POST OPERASI KATARAK 1. 'nsietas ringan berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang rutinitas pra

operasi katarak. (. 2angguan sensori persepsi 1isual berhubungan dengan penurunan keta aman penglihatan. 0. !esiko tinggi cedera fisik berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang kewaspadaan yang diperlukan sekunder terhadap defisit sensori penglihatan. .. 2angguan rasa nyaman : nyeri akut berhubungan dengan prosedur pembedahan. 7. !esiko tinggi cedera : Peningkatan 9%O, perdarahan intraokuler, berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang akti1itas pasca operasi. ,. !esiko tinggi : infeksi berhubungan dengan prosedur in1asif 5bedah pengangkatan katarak6. II. III. RENCANA PERAWATAN DAN IMPLEMENTASI Pre operasi 16 'nsietas ringan berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang rutinitas pra operasi katarak. 2oal )riteria hasil : )ecemasan klien akan teratasi. : Mengatakan memahami tindakan rutin pra operasi, ekspresi wa ah, rileks, mengatakan perasaan cemas dan gugup berkurang. R$%&'%' T(%)'*'% 1. )a i tingkat pemahaman-pengetahuan klien. (. )a i klien tingkat kecemasan I+,-$+$%.'/( 1. Mengka i tingkat pengetahuan dan pemehaman klien tentang persiapan dan prosedur operasi. (. Mengka i tingkat kecemasan klien. )lien berbicara masih dapat dimengerti perawat dan persepsi klien tidak kacau dan sempit. 0. :elaskan operasi rutinitas pra 0. Men elaskan rutinitas pra operasi katarak, persetu uan operasi, cukur bulu mata, anal test. Prosedur operasi termasuk operasi kecil dan enis anestesi adalah lokal anestesi dimana pasien tetap sadar selama operasi berlangsung.

.. Berikan penentraman hati dan kenyamanan

.. Menemani klien men elang operasi dan mendengarkan apa yang dikeluhkan oleh klien.

(6 2angguan sensori3persepsi : 1isual berhubungan dengan penurunan keta aman penglihatan. 2oal : )lien mampu beradaptasi dengan situasi keterbatasan sensori penglihatan. )riteria hasil : )lien mampu mengenal lingkungan secara maksimal. 1. R$%&'%' T(%)'*'% )a i ta am penglihatan I+,-$+$%.'/( 1. Mengka i ta am penglihatan dengan pemeriksaan 1isual : OS : 1-0// dan bisa segala arah. (. %dentifikasi perbedaan (. Mengidentifikasi perbedaan lapangan pandang sederhana O+ : ,-./ OS : 1-0// 0. Orientasikan klien 0. Mengorientasikan klien lokasi tempat tidur, arak pintu dari tempat tidur 5( langkah6 dan kamar mandi serta toilet. 06 !esiko tinggi : #edera fisik berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang kewaspadaan yang diperlukan sekunder terhadap defisit sensori penglihatan. 2oal )riteria hasil : 9idak akan ter adi cedera fisik. : )lien dapat mengidentifikasi faktor3faktor yang dapat meningkatkan resiko ter adinya cedera, orientasi baik terhadap lingkungan tempat klien dirawat. R$%&'%' T(%)'*'% 1. )a i adanya faktor 1. penyebab-pendukung ter adinya resiko cedera. (. :elaskan gangguan penglihatan (. yang dapat menyebabkan peningkatan resiko cedera. I+,-$+$%.'/( Mengka i faktor pendukung ter adinya resiko cedera, klien mengalami penglihatan. Men elaskan penglihatan cedera diperlukan fisik orientasi gangguan dapat sehingga tempat gangguan lapangan pandang.

menyebabkan klien atuh atau

dan kewaspadaan. 0. Orientasi klien dan keluarganya. 0. Mengorientasikan klien dan kleuarga lokasi tempat tidur, arak pintu dan tempat tidur, toilet serta kamar mandi. .. 'n urkan keluarga untuk selalu .. menemani klien atau mendampingi klien. Mengan urkan keluarga untuk mendampingi klien saat ketoilet atau minta bantuan perawat. .6 2angguan rasa nyaman : 8yeri akut berhubungan dengan prosedur pembedahan. 2oal )riteria hasil : )lien akan mempertahankan rasa nyaman. : Melaporkan tidak nyeri, menyebutkan angka / pada skala nyeri 5/ ; 1/6, ekspresi wa ah rileks. R$%&'%' T(%)'*'% 1. )a i intensitas dan skala nyeri. I+,-$+$%.'/( 1. Mengka i intensitas dan skala nyeri, nyeri. (. )a i faktor yang menurunkan toleransi nyeri. (. Mengka i faktor yang menurunkan toleransi nyeri : pengetahuan, kelelahan dan lain3lain. 0. 'n urkan teknik relaksasi dan distraksi. 0. 9eknik dian urkan relaksasi menarik klien nafas 9eknik klien menyebutkan angka 7 5lima6 pada skala

dalam dan dilepaskan secara perlahan3lahan. distraksi dengan mengalihkan perhatian yaitu dengan cara berdiskusi tentang gangguan penglihatan yang dialami. .. )alaboratif dengan pemberian .. Memberikan asam analgesik dan anti inflamasi. mefenamad 0 < 7// mg per oral dan de<ametason 0 < %% tab per oral. 76 !esiko tinggi cedera : Peningkatan 9%O, perdarahan intra okuler

berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang aktifitas pasca operasi. 2oal )riteria hasil : 9idak akan ter adi cedera : Peningkatan 9%O dan perdarahan intraokuler. : Mengatakan memahami faktor3faktor yang dapat meningkatkan resiko cedera, menu ukkan pola perilaku yang melindungi diri dari resiko cedera : 9idak memutar kepala secara tiba3tiba, tidak menunduk. R$%&'%' T(%)'*'% 1. )a i tingkat pengetahuan dan pemahaman klien tentang akti1itas pasca operasi. I+,-$+$%.'/( 1. Mengka i tingkat pengetahuan dan pemehaman klien, klien mengatakan kurang tahu apa yang boleh dan tidak setelah operasi . (. :elaskan pada klien aktifitas yang harus diperhatikan pasca operasi katarak. (. Men elaskan pada klien posisi kepala untuk ( am pertama post operasi tidak kekiri boleh atau digerakkan

kekanan, setelah ( am pertama kepala boleh miring kesisi mata yang tidak dioperasi, klien boleh kepala 0. Obser1asi terhadap peningkatan 9%O dan perdarahan intraokuler. duduk-berdiri. tiba3tiba, Batasi akti1itas seperti menggerakkan menggaruk hifema, luka, nyeri mata dan membungkuk. 0. Mengobser1asi pembengkakan mata 5OS6.

hebat secara tiba3tiba pada

,6 !esiko tinggi infeksi berhubungan dengan prosedur in1atif 5bedah pengangkatan katarak6. 2roal : 9idak akan ter adi infeksi pada mata kiri. )riteria hasil : 9idak bengkak, tidak mengeluarkan pus-drainase purulent, hiperemia tidak ter adi sampai hari ketiga post operasi dan mengidentifikasi teknik untuk mencegah resiko infeksi.

R$%&'%' T(%)'*'% 1. +iskusikan pentingnya mencuci tangan sebelum menyentuh dan mengobati mata. (. 2unakan-tun ukkan tehnik yang tepat saat membersihkan mata.

I+,-$+$%.'/( 1. Mendiskusikan pentingnya mencuci tangan untuk teknik mata dalam untuk yang keluar tiap dan teknik mencegah infeksi pada mata. (. Menun ukkan membersihkan benar dengan dari a>ua

dengan kapas yang dibasahi asupan dan ganti balutan. 0. +iskusikan dan an urkan teknik memberikan salep mata dan obat tetes mata yang tepat dan benar. 0. Mendiskusikan menun ukkan

memberikan salep mata dan obat tetes mata yang tepat dan benar 5bahan penyuluhan terlampir6.

.. 9ekankan

pentingnya

tidak

.. Menekankan dioperasi mencegah infeksi.

pentingnya yaitu untuk dan : mata drainase

menyentuh atau menggaruk mata yang dioperasi.

tidak menggaruk mata yang perdarahan

7. Obser1asi tanda3tanda infeksi.

7. Mengobser1asikan )emerahan, bengkak, purulent-pus, nyeri. kelopak

,. )olaborasi pemberian antibiotik

,. Memberikan obat tetes mata antibiotika untuk mencegah infeksi : <itrol 1 tts-OS.

IV. E0'-1'/( .'%22'- : 1" 3 2002 4'+ 10.!0 1%.1* ,5$ 6,$5'/(. N6. 1. D7 1 E0'-1'/( S : )lien mengatakan siap dioperasi, mengatakan memahami persiapan dan prosedur operasi. O : "kspresi wa ah tampak rileks, klien kooperatif dalam semua tindakan persiapan operasi katarak. ' : Masalah cemas teratasi

P : %nter1ensi perawatan dihentikan (. ( S : Mengatakan penglihatan kabur terutama OS. O : )ekeruhan pada lensa mata kiri, warna putih susu, 1isual OS : 1-0//, iris shadow negatif. ' : Masalah belum teratasi, orientasi lingkungan belum maksimal. P : Orientasi lingkungan 0. 0 S : Mengatakan penglihatan kabur, mulai memahami lingkungan kamar, toilet dan kamar mandi. Mengatakan tidak atuh. O : +itemani keluarga ' : Masalah belum teratasi, orientasi lingkungan belum maksimal. P : Orientasi lingkungan terus dilakukan dan an urkan dukungan keluarga. III. CATATAN PERKEMBANGAN T'%22'- 1" 3 2002 4'+ 18.00 N6. (. D7 (. C'.'.'% ,$5*$+9'%2'% S : )lien mengatakan dapat melihat lingkungan kamar dengan elas, mengatakan OS cekot3cekot 5nyeri6 O : 9idak ada kekeruhan pada lensa OS, tampak ernih, gunakan %O&, hiperemia ada, 1isual OS terkesan lebih dari 1-,/, ekspresi wa ah tampak sedikit nyeri, lakrimasi 5$6. ' : Masalah : gangguan sensori3persepsi : 1isual teratasi. 9erdapat masalah baru : 2angguan rasa nyaman : nyeri pada mata kiri yang dioperasi. P : Perencanaan keperawatan dan implementasi gangguan rasa nyaman : nyeri tanggal 1, ; . ; (//(. 0. 0. S : )lien mengatakan dapat melihat elas lingkungan kamar, toilet dan kamar mandi mengatakan kurang tahu apa yang harus dibuat setelah operasi. O : )lien tidak atuh, orientasi baik terhadap lingkungan, 1isual OS kesan lebih dari 1-,/, lensa tampak ernih menggunakan %O&, klien tidak atuh dan ditemani keluarga. ' : #edera fisik tidak ter adi. !esiko tinggi cedera, peningkatan 9%O, perdarahan intraokuler dan infeksi. P : %nter1ensi untuk cedera fisik dihentikan dan planning dan

implementasi keperawatan untuk : !esiko tinggi cedera : peningkatan 9%O, perdarahan intraokuler dan infeksi tanggal 1, ; . ; (//(. IV. CATATAN PERKEMBANGAN T'%22'- 18 3 2002 4'+ 10.00 N6. .. D7 .. C'.'.'% P$5*$+9'%2'% S : )lien mengatakan semalam tidur tenang, menyatakan nyeri hilang, memilih skala-angka / 5nol6. O : Aiperemia pada OS tampak berkurang, lensa ernih, tidak bengkak pada kelopak mata yang dioperasi, ekspresi wa ah tampak rileks, obat penghilang nyeri diminum yaitu mefenamad acid 0 < 7// mg. ' : Masalah teratasi P : %nter1ensi dipertahankan untuk terapi obat dan inter1ensi keperawatan lain dihentikan. 7. 7. S : Mengatakan semalam tidur kearah sisi yang tidak sakit, mengatakan tidak menggerakkan kepala tiba3tiba menggaruk mata dan membungkuk. O : 9idak ada pembengkakan pada OS, tidak ada nyeri hebat, hifema 5perdarahan6 tidak ada. ' : 9idak ter adi cedera yaitu tidak ada peningkatan 9%O dan perdarahan intraokuler. P : +ipertahankan dan an urkan kepada klien dan keluarga untuk tetap mempraktekkan dirumah setelah pulang dari !umah Sakit . ,. ,. S : Mengatakan tidak menggaruk dan menyentuh mata OS, mengatakan mengerti dan memahami tehnik3tehnik untu kmencegah ter adinya infeksi. O : 9idak bengkak pada mata, tidak ada pus, tidak nyeri, antibiotik tetes 5Bitrol . < 1 tetes-OS6 dan de<ametason 0 < ( tab. ' : 9idak ter adi infeksi pada OS. P : %nter1ensi dipertahankan dan an urkan keluarga dan klien untuk mempraktekkan dirumah selama fase penyembuhan mata kiri yang dioperasi.

1/

1.

PENGKA4IAN DATA DASAR DAN #OKUS : +iambil : 1, ; . ; (//( : 1, ; . ; (//( : )elas %% 7 :7 : OS katarak matur pre OP."##" $ %O& :am : /?.// +M) : 1/1.@77.

Pengka ian 9anggal Masuk !uangan-)elas 8o. )amar +iagnosa masuk %. PENGKA4IAN '. %dentitas 1. 8ama (. Cmur

: 9n. ) : ,( tahun : &aki3laki : %slam : :awa-%ndonesia : %ndonesia : S+ : Pensiunan !SC+ +r. Soetomo : :l. )eris %-.= 2edangan ; Sidoar o.

0. :enis )elamin .. 'gama 7. Suku-bangsa ,. Bahasa =. Pendidikan ?. Peker aan @. 'lamat

1/. +itanggung oleh 'S)"S B. !iwayat sebelum sakit Pernah menderita hipertensi, obat yang diminum captopril 0 < 1(,7 mg, A#9 D 3 / ; /, kebiasaan berobat kedokter, tidak alergi obat. #. !iwayat penyakit sekarang )edua mata kabur se ak , bulan yang lalu, terutama mata kiri, proses ter adinya secara berangsur3angsur. Cpaya yang telah dilakukan periksa ke !umah Sakit +r. Soetomo. +. !iwayat )esehatan )eluarga. 9idak ada penyakit yang pernah diderita oleh anggota keluarga. ". Pengka ian Persistem P"!8'4'S'8 : Bentuk dada simetris tidak ada batuk, nyeri waktu bernafas tidak ada, frekwensi nafas 1, <-mt reguler, bunyi nafas 1esikuler, tidak ada rongki dan wheeEing. )'!+%O*'S)C&"! : 4rekwensi nadi @. <-mt reguler dan kuat, tekanan darah 1=7-1/7 mmAg, bunyi antung normal, nyeri dada tidak ada. P"!S'!'4'8 : 9ingkat kesadaran komposmentis, 2#S : "ye ., 1erbal 7, motorik , total 17. !eflek normal.

11

P"82%8+!''8 : PEMERIKSAAN 1. *isus (. !efraksi 0. 9%O .. 2erakan bola mata. 7. Segmen anterior a. Palpebra b. )on ungti1a c. )ornea d. Bilik depan e. Pupil Ckuran f. %ris g. &ensa ,. Segmen posterior a. 4undus Positif b. Pupil optik c. !etina 9ear, Blass, Aole tidak ada. 9ear, Blass, Aole tidak ada. P"!)"M%A'8 : 9idak ada masalah , produksi urine 17// cc per (. am warna kuning. P"8#"!8''8 : 9idak ada pembesaran hepar dan limfa, bunyi usus normal, B'B 1 ; ( kali-hari, tidak ada masalah dengan pencernaan. O9O9 9C&'82 G %89"2CM"8 : 9idak ada masalah "8+O)!%8 : 9idak ada masalah artinya masih ada 2elap tampak warna syaraf warna ingga. 8er1us %% batas tegas kehitaman 8er1us %% batas tegas medriasis. Aitam, reguler 'gak keruh 5imatur6 0 mml, tidak Ckuran 0 mml, tidak medriasis. Aitam, reguler )eruh 5matur6 mata :ernih +alam 9idak ada spasme, ptosis Odema, hiperemi tidak ada 9idak ada spasme, ptosis Odema, hiperemi tidak ada :ernih +alam OKULI DEKSTRA :OD; OKULI SINISTRA :OS; 7 ; . ; (//( : ,-0/ F @ ; . ; 7 ; . ; (//( F 1-0//, @ ; (//( : ,-./ ,-?,7 7-7,7 Simetris bisa segala arah . ; (//( F 1-0// 3 7-7,7 Simetris bisa segala arah

1(

4. PS%)OSOS%'& 1. Sosial interaksi : )emampuan berinteraksi baik, mengatakan pertama kali dioperasi dan membutuhkan informasi tentang persiapan dan prosedur operasi mengatakan sedikit cemas dan gugup, banyak bertanya tentang persiapan dan prosedur operasi, ekspresi wa ah tampak tegang dan gugup, menun ukkan perhatian lebih. (. )onsep diri : )lien mengatakan katarak ini tidak mempengaruhi konsep dirinya. 0. Spiritual : )lien beragama %slam, yakin bahwa kesehatan sebenarnya dari 'llah SH9. 2. P"M"!%)S''8 P"8C8:'82 5&'BO!'9O!%CM, 4O9O, CS2, +SB6 1. 9anggal 0 ; . ; (//( dilakukan pemeriksaan kimia klinik gula darah puasa : @, 5=/ ; 11/ mg-dl6 dan gula darah ( am PP : 1(.,1 5I 1./ mg-dl6. (. 9anggal 7 ; . ; (//( dilakukan ")2, hasilnya iramasinus, frekwensi @( <-mt, aksis normal. 0. OS. !1 : ?.=/ !( : ,.@? !ohto : (1.7/ ; /.1( ((.// ; /.(? #ilco : ((.7/ ; /.(/ (0.// ; /.,/ 5#atatan : Operasi "##" $ %O& dilakukan : 11.0/ ; 1(.17 tanggal 1, ; . ; (//( dengan lokal anestesi6.

10