Anda di halaman 1dari 7

Kondisi patologis utama yang dapat mempengaruhi TMJ meliputi: 1.

TMJ nyeri disfungsi sindrom (nyeri sindrom disfungsi myofascial) Ini adalah kelainan yang paling umum terjadi pada pasien dengan nyeri pada otot pengunyahan dan sering terasa sangat sakit di pagi hari dan malam, serta sesekali mengalami kliking dan terasa kaku. Etiologinya dikarenakan kecemasan atau depresi, maloklusi, atau kejang otot.

2. Osteoarthritis (osteoarthrosis) Degeneratif arthrosis meningkat sebanding dengan meningkatnya usia dan umumnya menyebabkan nyeri pada sendi, seperti pinggul dan tulang belakang. Sekarang dianggap sebagai penyakit sistemik, atau komplikasi dari kekacauan internal sendi, dan tekanan yang kontinu menyebabkan sendi terasa sakit. Tanda-tanda radiografi osteoarthritis TMJ sering terlihat pada orang tua, tetapi sering tidak ada tanda klinis yang signifikan. Symptom (bila terjadi) dapat mencakup rasa yang sakit pada krepitus dan trismus, dan biasanya persistent. Gambaran radiografi, antara lain: Pembentukan Osteofit (bony spur) pada aspek anterior dari permukaan artikular kepala condylar. Gambaran radiologi pembentukan osteofit kecil sering disebut sebagai lipping.

Keterangan : Gambar B, menggunakan teknik radiografi Transpharyngeal dari kondilus kiri yang menunjukkan perubahan osteoarthritic dini dengan pembentukan osteofit kecilpada bagian anterior, yang biasa disebut lipping. (yang ditunjuk oleh panah putih).

Gambar A, menggunakan teknik yang sama, juga terlihat sebuah osteofit posterior (yang ditunjuk oleh panah hitam) Pembentukan osteofit yang luas disebut sebagai beaking (lihat Gambar C.) Flattening kepala kondilus pada margin anterosuperior (lihat Gambar D.)

Keterangan : Gambar C, Teknik Radiografi Transpharyngeal dari kondilus kanan menunjukkan perubahan osteoarthritic yang lebih dengan pembentukan osteofit anterior yang disebut beaking (yang ditunjuk tanda panah). Gambar D, menggunakan teknik radiografi Dental Panoramik Tomograph menunjukkan perubahan osteoarthritic dengan terjadinya flattening kepala condylar (yang ditunjuk oleh panah terbuka), yang padat dan sklerotik. Subchondral sclerosis kepala condylar yang menjadi padat dan lebih radiopakproses yang kadang-kadang disebut sebagai eburnation Sebuah garis normal terhadap fosa glenoid meskipun juga dapat menjadi sklerotik Sangat jarang, mungkin ada bukti: posterior osteofit pembentukan subchondral kista Erosi artikular

3. Rheumatoid arthritis Rheumatoid arthritis adalah, umum inflamasi kronis, penyakit jaringan ikat yang mempengaruhi banyak sendi. Keterlibatan TMJ dapat ditemukan, khususnya dalam rheumatoid arthritis yang parah, tetapi bahkan kemudian TMJ gejala biasanya ringan. Gambaran radiografi :

Keterangan gambar : Flattening pada kepala kondilus Erosi dan dekstruksi permukaan artikular dari kepala condyle yang mungkin menyebabkan garis luas untuk menjadi tidak teratur Kadang terjadi pembentukan osteofit di kepala condyle Penurunan pada jarak pergerakan

4. Ankilosis Yakni fusi dari unsur-unsur tulang sendi, jarang terjadi tetapi biasanya merupakan akibat dari: a. Trauma, patah tulang kepala terutama condyle dan cedera lahir, dan perdarahan ke dalam sendi b. Infeksi c. Severe juvenile rheumatoid arthritis.

Gambaran radiografi , antara lain: Terjadi bony fusion antara kepala kondilus dan fosa glenoid dengan kehilangan seluruh garis anatomi normal. 5. Tumor Kadang, tumor jinak atau ganas berkembang di kepala kondilus tersebut. Gambaran radiografi tergantung pada jenis dan sifat dari tumor yang terlibat, tetapi biasanya ada perubahan pada bentuk kepala condylar. Contoh umum termasuk osteoma, chondroma (lihat Gambar A) dan chondrosarcoma.

6. Fraktur dan trauma Fraktur leher condylar umum setelah terjadi pukulan pada dagu . Kadang dengan jenis cedera ini, leher condylar tidak patah tapi salah satu dari kepala kondilus mengalami fraktur, disebut fraktur intra-kapsuler (lihat Gambar A). Trauma juga dapat

mengakibatkan dislokasi unilateral atau bilateral (lihat Gambar B).

Gambar A. Terjadi fraktur intra-kapsuler Gambar B. Terjadi dislokasi bilateral pada kepala condyle dikarenakan trauma (yang ditunjuk tanda panah)

7. Perkembangan anomali. Cacat perkembangan yang mempengaruhi TMJ biasanya diselidiki menggunakan radiografi konvensional. Mereka dapat dibagi menjadi: a. Condylar hipoplasia yang bisa terjadi secara unilateral ataupun bilateral. (lihat Gambar A) b. Condylar hiperplasia yang bisa terjadi unilateral ataupun bilateral. (lihat Gambar B) c. Bifid Kondilus (lihat Gambar C) d. Kerusakan yang berhubungan dengan penyakit tertentu atau sindrom.