Anda di halaman 1dari 10

Tanggung Jawab PBB Dalam Menyikapi Isu Penggunaan Senjata Biologi Sebagai Alasan Negara Lain Melakukan Invasi

(Studi : Invasi AS Terhadap Irak Tahun 2003)

Sekilas Tentang Senjata Biologi


Berkembangnya IPTEK telah berdampak pada dunia militer yang mempengaruhi pembuatan dan penggunaan senjata. Diantaranya :
Senjata nuklir adalah senjata yang mendapat tenaga dari reaksi nuklir dan mempunyai daya pemusnah yang dahsyat - sebuah bom nuklir mampu memusnahkan sebuah kota Senjata kimia adalah senjata yang memanfaatkan sifat racun senyawa kimia untuk membunuh, melukai, atau melumpuhkan musuh.yang dianggap sebagai senjata kimia adalah penggunaan produk toksik yang dihasilkan oleh organisme hidup Senjata biologi adalah senjata yang menggunakan patogen (bakteri,virus, atau orgasme penghasil penyakit lainnya) sebagai alat untuk membunuh, melukai, atau melumpuhkan musuh. Dalam kenyataanya, senjata biologi tidak hanya menyerang manusia, tetapi juga hewan dan tanaman.

dari salah satu bentuk senjata diatas,keberadaan senjata biologi secara berkelanjutan merupakan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan global yang muncul sebelum perang dunia pertama yaitu dengan digunakannya mikroorganisme untuk menyebabkan berbagai penyakit guna melumpuhkan musuh. Target serangannya pun telah mengalami perkembangan,yaitu tidak hanya menyerang manusia secara langsung,namun digunakan pula untuk melumpuhkan perekonomian suatu negara dengan menyebarkan wabah penyakit pada hewan dan tumbuhan. Permasalahan utamanya masih tetap sama sejak dulu,yaitu sulitnya mendeteksi pelaku penyerangan karena agensia biologi dapat memperbanyak diri.

Pada tahun 1972, PBB telah menerbitkan konvensi pelarangan penyalahgunaan bahan-bahan hayati atau yang dikneal dengan konvensi senjata biologi (Biological Weapons Convention). Resolusi PBB nomor 60/288 tahun 2006 tentang Global Counter Terrorism Strategy yang antara lain menyatakan penyalahgunaan biologi merupakan ancaman yang harus diwaspadai.

Isu-isu Yang Timbul


Isu yang dilancarkan AS berkaitan dengan masalah irak adalah pengembangan dan kepemilikan senjata pemusnah massal berbahan nuklir,biologi dan kimia (nubika) serta rudal balistik yang dikatakan mampu menjangkau israel. Atas dasar itu,AS berupaya dengan segala cara untuk dapat melucuti irak. AS berhasil mempengaruhi dewan keamanan PBB untuk mengeluarkan resolusi yang hasilnya mengirimkan tim inspeksi senjata PBB yaitu UNSCOM (united nations special commision) ke irak Dewan keamanan PBB mengeluarkan lagi resolusi 1441 mengenai perlucutan senjata atau pemusnah massal irak dan pembentukan tim inspeksi yang diberi nama UNMOVIC (united nations monitoring, verification,and inspection commision). Menurut resolusi ini,dalam waktu sebulan irak harus menyerahkan laporan mengenai senjata pemusnah massal,sistem dan program pengembangannya. AS dan inggris mengatakan jika irak gagal memenuhi ketentuan resolusi itu,konsekuensinya berat bagi irak yaitu berupa serangan militer AS AS berpotensi memicu provokasi bagi situasi panas berupa serangan militer ke irak,bukan Cuma melucuti senjata pemusnah massal yang dicurigai dimiliki irak,tetapi tujuan akhirnya adalah mengganti pemerintahan saddam hussein.

Fakta kejadian
Pada 14 februari 2003,Han blix (ketua UNMOVIC) dan el baradei (direktur jenderal badan energi atom dunia) menyampaikan laporan bahwa di irak tidak ditemukan senjata pemusnah massal. Kesimpulan itu dinyatakan setelah tim dari PBB tersebut menginspeksi seluruh gedung irak, termasuk yang berada di bawah tanah. Pada 7 maret 2003, Hans Blix dan el baradei kembali menyampaikan laporan kepada PBB, bahwa irak telah menghancurkan rudalnya, termasuk al-samoud II yang merupkan satu0satunya senjata pertahanannya. Irak telah memberi keleluasaan kepada tim inspeksi untuk memenuhi tuntutan PBB, namun AS dan inggris tetap tidak berubah dari posisinya dan bahkan mengabaikan laporan tim inspeksi senjata PBB. Menteri luar negeri AS, Collin Powell, menegaskan belum cukup melihat keputusan politis irak untuk melucuti senjatanya. AS tetap yakin irak mempunyai senjata pemusnah massal,sehingga AS merasa perlu bertindak untuk menyerang irak tanpa izin PBB. Pada awal 2003 tanpa menghiraukan laporan tim inspeksi senjata PBB, AS mengerahkan tahap demi tahap kekuatan militernya di perbatasan irak. Presiden AS mengeluarkan ultimatum kepada irak,bahwa dalam waktu 48 jam, presiden irak (saddam hussein) beserta keluarga nya harus meninggalkan irak. Beberapa minggu setelah baghdad jatuh,pasukan AS tidak berhasil menemukan senjata pemusnah massal irak

Perumusan masalah

1. Bagaimanakah pengaturan hukum internasional tentang penggunaan senjata biologi ? 2. Apa saja tanggung jawab PBB terhadap isu penggunaan senjata biologi oleh suatu negara sebagai alasan negara lain melakukan invasi ?

Tujuan penelitian
Untuk mengetahui pengaturan senjata biologi menurut Biological Weapon Convention. Untuk mengetahui tindakan apa saja yang diambil PBB bila terjadi isu penggunaan senjata biologi oleh suatu negara

Manfaat penelitian
1. Manfaat teoritis Melatih kemampuan untuk melakukan penelitian secara ilmiah dan merumuskan hasil-hasil penelitian dalam bentuk tulisan Menerapkan teori-teori yang diperoleh dibangku perkuliahan dan menghubungkannya dengan praktek di lapangan Memperkaya khasanah ilmu pengetahuan bagi penulis, baik di bidang hukum pada umumnya maupun di bidang internasional pada khususnya Syarat untuk memperoleh gelar sarjana hukum pada fakultas hukum unversitas andalas program reguler mandiri. 2. Manfaat praktis Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri serta seluruh pihakpihak yang terkait dalam hal ini, baik masyrakat, pemerintah, dan khususnya bagi pihak-pihak yang terkait dengan permasalahan yang dikaji.

Metode penelitian
1. Sifat penelitian Penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuaj menggambarkan secara tepat objek penelitian, yang mana berdasarkan prinsip kepustakaan. 2. Jenis dan sumber data Penulisan ini menggunakan data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari bahan-bahan pustaka lazimnya. Bentuk data sekunder dalam penulisan skripsi ini a. Bahan hukum primer Berupa norma dasar atau kaidah dasar dalam penelitian ini, yaitunya berupa perjanjian internasional, surat keputusan organisasi internasional, dan sumber-sumber hukum internasional lainnya b. Bahan hukum sekunder Berupa bahan hukun yang menunjang bahan hukum primer. 3. Metode pengumpulan data Data didapatkan melalui studi kepustakaan dengan mempelajari bahan-bahan, teori-teori, asasasas hukum, buku teks, dan bahan lainnya a. Pengolahan data b. Analisis data

Selesai