Anda di halaman 1dari 69

PT Dynaplast Tbk.

dan Anak Perusahaan


Laporan keuangan konsolidasi beserta laporan auditor independen tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 DESEMBER 2010 DAN 2009

Daftar Isi Halaman Laporan Auditor Independen Neraca Konsolidasi ...................................................................................................................... Laporan Laba Rugi Konsolidasi .................................................................................................. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi ................................................................................... Laporan Arus Kas Konsolidasi .................................................................................................... Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi ............................................................................. 1-2 3 4 5-6 7-66

*******************

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

Catatan ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas Deposito berjangka Piutang Usaha Pihak ketiga - setelah dikurangi cadangan penurunan nilai sejumlah Rp455.270.481 pada tahun 2010 dan Rp352.441.379 pada tahun 2009 Pihak hubungan istimewa Lain-lain - pihak ketiga Persediaan - setelah dikurangi penyisihan persediaan usang sejumlah Rp6.272.513.558 pada tahun 2010 dan Rp6.181.554.310 pada tahun 2009 Biaya dibayar di muka dan uang muka Pajak pertambahan nilai masukan JUMLAH ASET LANCAR ASET TIDAK LANCAR Piutang pihak hubungan istimewa Aset pajak tangguhan - bersih Pinjaman karyawan Investasi pada perusahaan asosiasi Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sejumlah Rp763.786.554.438 pada tahun 2010 dan Rp680.542.797.091 pada tahun 2009 Properti investasi - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sejumlah Rp2.538.191.885 pada tahun 2010 dan Rp2.282.615.786 pada tahun 2009 Uang muka pembelian aset tetap Tagihan pajak penghasilan Biaya ditangguhkan - bersih Goodwill - bersih Lain-lain - bersih JUMLAH ASET TIDAK LANCAR JUMLAH ASET 2c,4,30 2h,5 2d 6,15,18,30

2010

2009

31.876.309.162 -

19.705.528.113 5.210.500.875

2e,7a 30

267.020.266.911 6.112.849.531 10.968.617.810

231.272.187.883 1.633.298.537 13.534.490.584

2f,8,15,18,24 2g,9

159.375.052.121 32.279.343.956 2.089.746.504 509.722.185.995

154.887.364.682 20.677.747.932 4.446.025.030 451.367.143.636

2e,7e 2r,27 2e,7d 2i,10

136.297.399 4.309.032.102 17.343.888.341

3.375.000.000 746.361.535 3.530.728.318 10.982.157.572

2j,2k,3,11,12, 15,18,24,25

954.219.115.907

744.671.741.429

2l,12,34 13 2r,27 2o,28 2n,14 2j,2m,11,13,30

4.727.212.167 34.422.747.480 4.537.655.920 13.463.453.824 946.995.271 8.457.181.527 1.042.563.579.938 1.552.285.765.933

4.982.788.266 30.562.631.662 13.052.652.118 7.611.035.634 1.273.508.443 18.435.200.524 839.223.805.501 1.290.590.949.137

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI (lanjutan) 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) Catatan KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Hutang bank jangka pendek Hutang Usaha Pihak ketiga Pihak hubungan istimewa Lain-lain - pihak ketiga Hutang pajak Biaya masih harus dibayar Uang muka pelanggan Bagian kewajiban jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun Hutang bank Hutang sewa pembiayaan Hutang lain-lain JUMLAH KEWAJIBAN LANCAR KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Hutang pihak hubungan istimewa Kewajiban jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun Hutang bank Hutang sewa pembiayaan Hutang lain-lain Kewajiban pajak tangguhan - bersih Laba ditangguhkan atas transaksi penjualan dan penyewaan kembali - bersih Kewajiban diestimasi atas imbalan kerja karyawan JUMLAH KEWAJIBAN TIDAK LANCAR HAK MINORITAS ATAS ASET BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp500 per saham Modal dasar - 600.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh 314.705.440 saham Tambahan modal disetor Ekuitas lainnya Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Saldo laba Telah ditentukan penggunaannya Belum ditentukan penggunaannya JUMLAH EKUITAS JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 2e,7b,7c,7f,7g 2010 2009

15,30 16,30 2e,7a 28,30 17,27

250.380.941.704 185.350.873.694 1.399.103.469 40.730.768.754 5.374.598.782 55.405.805.040 13.136.134.109

181.938.416.786 156.953.566.684 91.202.470 24.643.299.495 9.675.002.915 51.006.133.629 5.760.380.059

18 2k,11,18 19,30

97.643.999.655 1.003.016.781 28.571.601.531 678.996.843.519 1.126.398.328

82.630.658.709 1.781.167.268 4.652.971.725 519.132.799.740 2.282.615.649

18 2k,11,18 19,30 2r,27 2k 2s,26

218.496.638.830 972.570.008 7.873.018.375 25.497.369.322 36.017.265.860 289.983.260.723

138.526.710.839 1.556.619.485 10.856.934.025 25.089.584.233 123.369.504 27.928.814.860 206.364.648.595

2b,29

76.865.202.115

125.689.261.138

20 21 2b,10 2b 22

157.352.720.000 18.000.515.723 11.907.687.899 31.500.000.000 287.679.535.954 506.440.459.576 1.552.285.765.933

157.352.720.000 18.000.515.723 1.457.726.282 8.791.426.043 253.801.851.616 439.404.239.664 1.290.590.949.137

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) Catatan PENJUALAN BERSIH BEBAN POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Umum dan administrasi Penjualan Jumlah Beban Usaha LABA USAHA PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan bunga Laba penjualan dan rugi penghapusan aset tetap - bersih Beban bunga Laba (rugi) selisih kurs - bersih Amortisasi goodwill Lain-lain - bersih Beban Lain-lain - Bersih BAGIAN LABA (RUGI) PERUSAHAAN ASOSIASI LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN BEBAN PAJAK PENGHASILAN Tahun berjalan Tangguhan BEBAN PAJAK PENGHASILAN LABA SEBELUM HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI LABA BERSIH LABA BERSIH PER SAHAM DASAR 2u 2b,29 2r,27 (28.927.605.141) (1.017.849.225) (29.945.454.366) (16.835.440.913) (11.449.406.272) (28.284.847.185) 2i 2p 1.521.562.945 2j,11 2k 2q 2n,3,14 2m,10,11,27 1.407.790.135 (37.027.924.975) (12.156.396.146) (420.012.885) (1.409.684.705) (48.084.665.631) 3.151.160.227 129.354.506.147 352.380.532 293.991.541 (37.080.304.759) 15.813.687.222 (357.709.871) (1.403.133.253) (22.381.088.588) (90.461.551) 116.812.224.315 2e,2p,2s,7h, 11,12,25,26 28 2e,2p,7a,23 2e,2p,7a,24 2010 1.613.688.773.434 1.291.097.887.983 322.590.885.451 2009 1.492.066.050.977 1.221.313.684.962 270.752.366.015

131.754.047.706 16.548.826.194 148.302.873.900 174.288.011.551

112.029.899.326 19.438.692.235 131.468.591.561 139.283.774.454

99.409.051.781 (18.296.095.443) 81.112.956.338 257,74

88.527.377.130 (22.939.354.383) 65.588.022.747 208,41

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

Saldo Laba Catatan Saldo, 31 Desember 2008 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Perubahan ekuitas Anak Perusahaan Dividen kas Laba bersih tahun 2009 Saldo, 31 Desember 2009 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Perubahan ekuitas Anak Perusahaan Dividen kas Pembentukan cadangan umum Laba bersih tahun 2010 Saldo, 31 Desember 2010 2b 2b,10 22 Modal Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh 157.352.720.000 157.352.720.000 Tambahan Modal Disetor 18.000.515.723 18.000.515.723 Ekuitas Lainnya 954.949.280 502.777.002 1.457.726.282 Selisih Kurs karena Penjabaran Laporan Keuangan 20.991.912.833 (12.200.486.790 ) 8.791.426.043 Telah Ditentukan Penggunaannya Belum Ditentukan Penggunaannya 203.949.100.869 (15.735.272.000) 65.588.022.747 253.801.851.616 Jumlah Ekuitas 401.249.198.705 (12.200.486.790 ) 502.777.002 (15.735.272.000 ) 65.588.022.747 439.404.239.664

2b 2b,10 22 22

157.352.720.000

18.000.515.723

(1.457.726.282) -

3.116.261.856 11.907.687.899

31.500.000.000 31.500.000.000

(15.735.272.000) (31.500.000.000) 81.112.956.338 287.679.535.954

3.116.261.856 (1.457.726.282 ) (15.735.272.000) 81.112.956.338 506.440.459.576

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

Catatan ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan Penerimaan dari (pembayaran untuk): Pendapatan bunga Beban usaha Beban bunga Pajak Kegiatan usaha lainnya Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Pencairan (penempatan) deposito berjangka Hasil penjualan aset tetap Hasil penjualan penyertaan perusahaan asosiasi Pembelian aset tetap dan uang muka pembelian aset tetap Penambahan penyertaan pada Anak Perusahaan Penambahan penyertaan pada perusahaan asosiasi Aset lain-lain dan biaya ditangguhkan Kas Bersih yang Digunakan untuk Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan dari: Hutang bank jangka pendek Hutang bank jangka panjang Pengurangan hutang pihak hubungan istimewa Penerimaan dari penjualan aset yang disewa kembali Pembayaran untuk: Hutang bank jangka pendek Hutang bank jangka panjang Hutang sewa pembiayaan Pembayaran dividen kas Pembayaran dividen kas oleh Anak Perusahaan kepada pemegang saham minoritas Penambahan piutang pihak hubungan istimewa Kenaikan pinjaman karyawan - bersih Kas Bersih yang Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan

2010 1.580.836.897.519 (1.178.090.749.751) 1.521.562.945 (136.008.043.244) (36.327.921.539) (23.135.471.893) 3.973.282.740 212.769.556.777

2009 1.474.438.248.299 (1.125.664.466.503) 352.380.532 (110.126.484.746) (36.952.505.160) (15.318.843.948) (3.742.007.182) 182.986.321.292

11 10 3 10

5.210.500.875 4.621.228.464 125.000.000 (256.747.315.274) (86.151.000.000) (2.975.000.000) (742.998.864) (336.659.584.799)

(3.539.832.555) 9.587.475.172 (160.617.389.605) (597.340.180) (155.167.087.168)

583.189.017.354 223.574.435.638 2.218.782.661 7i (508.372.887.165) (124.299.084.594) (1.492.500.954) (15.735.272.000) (6.760.585.030) (778.303.784) 151.543.602.126

102.064.939.028 115.969.378.899 1.693.026.032 5.000.000.000 (135.003.983.961) (90.084.437.341) (33.749.881.037) (15.735.272.000) (5.241.149.840) (2.875.000.000) (515.858.278) (58.478.238.498)

22

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI (lanjutan) Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

Catatan KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN TERDIRI DARI: Kas dan setara kas Cerukan JUMLAH KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN Informasi tambahan arus kas Aktivitas yang tidak mempengaruhi kas: Alokasi selisih lebih nilai akuisisi atas aset bersih Anak Perusahaan ke aset tetap Perolehan aset tetap secara hutang Penurunan nilai mesin yang tidak digunakan (aset tidak lancar - lain-lain) Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Anak Perusahaan Perubahan ekuitas Anak Perusahaan Perolehan aset sewa pembiayaan melalui hutang sewa pembiayaan

2010 27.653.574.104 (8.111.189.199) 19.542.384.905

2009 (30.659.004.374) 22.547.815.175 (8.111.189.199)

4 15

31.876.309.162 (12.333.924.257) 19.542.384.905

19.705.528.113 (27.816.717.312) (8.111.189.199)

3 19 11 10 11

21.519.102.193 20.934.714.156 6.933.547.989 3.116.261.856 (1.457.726.282) -

15.509.905.750 3.278.955.167 (12.200.486.790) 502.777.002 1.943.315.306

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

1. UMUM a. Pendirian Perusahaan PT Dynaplast Tbk. (Perusahaan) didirikan di Indonesia berdasarkan Akta Notaris Soetrono Prawiroatmodjo, S.H., No. 25 tanggal 16 November 1959. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. J.A. 5/4/14 tanggal 13 Januari 1960, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 30 Tambahan No. 78 tanggal 12 April 1960. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Ny. S.P. Henny Singgih, S.H. No. 6 tanggal 3 Juni 2010 mengenai perubahan tempat kedudukan Perusahaan. Perubahan Anggaran Dasar ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-00973.AH.01.02 Tahun 2011 tanggal 7 Januari 2011. Perusahaan mendapatkan status sebagai Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri berdasarkan Surat Keputusan Badan Koordinasi Penanaman Modal No. 149-I-PMDN-1991 tanggal 6 Februari 1991. Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama bergerak dalam bidang usaha pembuatan komponen, kemasan dan lembaran plastik. Perusahaan berdomisili di Tangerang dengan kantor pusat beralamat di Menara Dynaplast lantai 9, Jalan M.H. Thamrin, Lippo Karawaci, Tangerang, sedangkan pabriknya berlokasi di Tangerang, Bekasi dan Bogor. Perusahaan beroperasi secara komersial pada tahun 1960. b. Penawaran Umum Efek Perusahaan Sesuai dengan Surat Pernyataan Efektif yang diterbitkan oleh Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) No. S-817/PM/1991 tanggal 10 Juni 1991, Perusahaan melakukan penawaran umum perdana kepada masyarakat sebanyak 2.500.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp1.000 per saham melalui Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran sebesar Rp5.600 per saham. Selanjutnya, pada tahun 1994 dan 1997, Perusahaan melakukan penawaran umum terbatas pertama dan kedua kepada para pemegang saham masing-masing sebanyak 10.859.400 saham dan 65.156.400 saham dengan nilai nominal masing-masing sebesar Rp1.000 per saham, dengan harga penawaran masing-masing sebesar Rp4.750 dan Rp1.200 per saham, yang masing-masing telah memperoleh surat pernyataan efektif atas penawaran umum terbatas tersebut dari Ketua BAPEPAM-LK pada tanggal 1 Februari 1994 dan tanggal 11 Desember 1996. Pada tanggal 19 November 2010, Perusahaan telah menyampaikan surat kepada BAPEPAM-LK dan PT Bursa Efek Indonesia sehubungan dengan rencana Perusahaan untuk melakukan perubahan status dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup (go private dan voluntary delisting). c. Susunan Anak Perusahaan Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, Perusahaan memiliki Anak Perusahaan dengan kepemilikan hak suara langsung lebih dari 50,00% sebagai berikut:
Tahun Operasi Komersial 1971 1993 1991 2005 Persentase Kepemilikan 2010 51,00 99,95 99,88 100,00 2009 51,00 51,00 99,88 100,00 Jumlah Aset Sebelum Eliminasi 2010 371.211.885.647 212.218.819.143 88.965.838.752 79.583.104.270 2009 279.329.899.847 167.998.920.669 64.339.691.508 68.428.321.971

Anak Perusahaan Berli Dynaplast Co., Ltd. PT Rexplast PT Sanpak Unggul Dynaplast Packaging Vietnam Co., Ltd.

Tempat Kedudukan Bangkok Surabaya Bogor Vietnam

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

1. UMUM (lanjutan) c. Susunan Anak Perusahaan (lanjutan) PT Rexplast, PT Sanpak Unggul, Berli Dynaplast Co., Ltd., Thailand dan Dynaplast Packaging Vietnam Co., Ltd., Vietnam bergerak dalam bidang usaha yang sama dengan Perusahaan. d. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, susunan dewan komisaris dan direksi Perusahaan adalah sebagai berikut:
2010 Dewan Komisaris Presiden Komisaris Komisaris Komisaris - Soebekti Hambali - Kardinal Alamsyah Karim - Gunawan Tjokro Presiden Direktur Direktur Direktur 2009 Dewan Komisaris Presiden Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Soebekti Hambali Santoso Symkoputro Gunawan Tjokro Kardinal Alamsyah Karim Presiden Direktur Direktur Direktur Dewan Direksi - Tirtadjaja Hambali - Andi Hartanto - Tomy Aritanto Dewan Direksi - Tirtadjaja Hambali - Andi Hartanto - Tomy Aritanto

Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, susunan komite audit Perusahaan adalah sebagai berikut:
2010 Ketua Anggota Anggota - Gunawan Tjokro - Iwan Setiawan - Robert Wiryono Ketua Anggota Anggota Anggota 2009 Kardinal Alamsyah Karim Sri Hartina Urip S. Yozua Makes Robert Wiryono

Pembentukan komite audit Perusahaan telah sesuai dengan Peraturan BAPEPAM-LK No. IX.I.5. Gaji dan kompensasi lainnya yang dibayarkan kepada komisaris dan direksi Perusahaan dan Anak Perusahaan berjumlah Rp15.636.400.785 pada tahun 2010 dan Rp13.726.053.500 pada tahun 2009. Perusahaan dan Anak Perusahaan mempunyai karyawan tetap sebanyak 4.154 dan 3.694 orang masing-masing pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (tidak diaudit). 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING Prinsip-prinsip akuntansi penting yang diterapkan secara konsisten oleh Perusahaan dan Anak Perusahaan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi untuk tahun 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut: a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi terlampir disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), peraturan-peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK), dan Pedoman Penyajian Laporan Keuangan yang ditetapkan oleh BAPEPAM-LK bagi perusahaan manufaktur yang menawarkan sahamnya kepada masyarakat. 8

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi (lanjutan) Laporan keuangan Anak Perusahaan tertentu, Berli Dynaplast Co., Ltd., dan Dynaplast Packaging Vietnam Co., Ltd., disusun masing-masing berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku di Thailand dan Vietnam. Untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasi, laporan keuangan Anak Perusahaan tersebut telah terlebih dahulu disesuaikan dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Laporan keuangan konsolidasi disusun berdasarkan konsep biaya historis (historical cost), kecuali untuk persediaan yang dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value) dan penyertaan saham yang menggunakan metode ekuitas (equity method). Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan dasar akrual (accrual basis), kecuali untuk laporan arus kas konsolidasi. Laporan arus kas konsolidasi disajikan berdasarkan metode langsung yang mengelompokkan arus kas dan setara kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Kas dan setara kas dalam laporan arus kas konsolidasi termasuk cerukan. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasi adalah Rupiah. b. Prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi meliputi akun-akun Perusahaan dan Anak Perusahaan. Seluruh saldo akun dan transaksi yang material antar perusahaan yang dikonsolidasi telah dieliminasi. Hak minoritas atas aset bersih Anak Perusahaan disajikan berdasarkan basis proporsional atas hak pemegang saham minoritas, sebagai akun Hak Minoritas atas Aset Bersih Anak Perusahaan yang Dikonsolidasi di dalam neraca konsolidasi. Hak minoritas atas laba (rugi) bersih Anak Perusahaan yang dikonsolidasi diakui dengan basis proporsional. Transaksi perubahan nilai investasi pada Anak Perusahaan yang berasal dari pengeluaran saham baru oleh Anak Perusahaan kepada pemegang saham lain disajikan sebagai Ekuitas Lainnya dalam kelompok Ekuitas pada neraca konsolidasi. Berdasarkan PSAK No. 11 tentang Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing, untuk tujuan akuntansi investasi dalam Anak Perusahaan di luar negeri dan perhitungan bagian laba (rugi) terkait, laporan keuangan Anak Perusahaan di luar negeri dikonversikan ke dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs tengah pada akhir tahun untuk akun-akun aset dan kewajiban, kurs historis untuk akun-akun ekuitas dan kurs rata-rata dalam tahun yang bersangkutan untuk akun-akun laba rugi. Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan disajikan sebagai Selisih Kurs Karena Penjabaran Laporan Keuangan dalam kelompok Ekuitas pada neraca konsolidasi. c. Kas dan Setara Kas Setara kas merupakan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak dibatasi atau dijadikan jaminan atas kewajiban dan pinjaman lainnya. d. Cadangan Penurunan Nilai Sebelum tahun 2010, cadangan penurunan nilai berdasarkan analisa atas kolektibilitas saldo piutang pada akhir periode. Piutang dihapuskan dalam periode dimana piutang tersebut dipastikan tidak akan tertagih (Catatan 2w).

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) e. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Perusahaan dan Anak Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak tertentu yang mempunyai hubungan istimewa, sesuai dengan PSAK No. 7 mengenai Pengungkapan Pihakpihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa. Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak hubungan istimewa telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasi. f. Persediaan Persediaan diukur berdasarkan biaya atau nilai realisasi neto mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata bergerak (moving-average method) yang meliputi seluruh biaya-biaya yang terjadi untuk memperoleh persediaan tersebut sampai ke lokasi dan kondisi saat ini, kecuali untuk persediaan Anak Perusahaan tertentu yang dinyatakan dengan metode masuk pertama, keluar pertama (FIFO). Nilai realisasi neto adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan. Penyisihan persediaan usang dan hilang ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir tahun. g. Biaya Dibayar di Muka Biaya dibayar di muka dibebankan pada operasi selama masa manfaatnya. h. Deposito Berjangka Deposito berjangka dengan jangka waktu lebih dari 3 (tiga) bulan tapi tidak melebihi 1 (satu) tahun sejak saat penempatan atau dibatasi penggunaannya, dinyatakan sebesar nilai nominal dan disajikan dalam akun Deposito Berjangka dalam kelompok Aset Lancar pada neraca konsolidasi. i. Investasi pada Perusahaan Asosiasi Penyertaan saham sebesar 20% atau lebih tetapi tidak lebih dari 50% dan Perusahaan tidak mempunyai kemampuan pengendalian, disajikan dengan menggunakan metode ekuitas. Dengan metode ekuitas, penyertaan saham dicatat sebesar biaya perolehan ditambah atau dikurangi dengan bagian Perusahaan atas laba (rugi) perusahaan asosiasi, jumlah dividen yang diterima dan amortisasi atas selisih antara biaya perolehan dengan nilai aset bersih yang teridentifikasi. j. Aset Tetap Perusahaan dan Anak Perusahaan menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2007), Aset Tetap, yang menggantikan PSAK No. 16 (1994), Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain dan PSAK No. 17 (1994), Akuntansi Penyusutan, dimana Perusahaan dan Anak Perusahaan telah memilih model biaya. Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat (carrying amount) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi pada saat terjadinya.

10

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) j. Aset Tetap (lanjutan) Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) selama umur manfaat aset tetap yang diestimasi sebagai berikut: Tahun Bangunan Mesin dan peralatan pabrik Prasarana bangunan, peralatan dan perabot kantor serta kendaraan 20 5 - 10 5

Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi konsolidasi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya. Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan ditelaah, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif. Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar nilai perolehan. Akumulasi nilai perolehan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut telah selesai dikerjakan dan siap digunakan. Biaya perolehan tanah tidak termasuk biaya-biaya lain yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan atau perpanjangan izin atas tanah. Biaya-biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan atau perpanjangan izin atas tanah tersebut, ditangguhkan dan disajikan pada akun Biaya Ditangguhkan - bersih serta diamortisasi sepanjang periode hak atas tanah. k. Sewa Perusahaan dan Anak Perusahaan menerapkan PSAK No. 30 (Revisi 2007), Sewa. Berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi 2007), penentuan apakah suatu perjanjian merupakan perjanjian sewa atau perjanjian yang mengandung sewa didasarkan atas substansi perjanjian pada tanggal awal sewa dan apakah pemenuhan perjanjian tergantung pada penggunaan suatu aset dan perjanjian tersebut memberikan suatu hak untuk menggunakan aset tersebut. Menurut PSAK revisi ini, sewa yang mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset, diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Selanjutnya, suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi, jika sewa tidak mengalihkan secara substantial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Perusahaan sebagai lessee i) Berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi 2007), dalam sewa pembiayaan, Perusahaan dan Anak Perusahaan mengakui aset dan kewajiban dalam neraca pada awal masa sewa, sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan kewajiban sewa. Beban keuangan dialokasikan pada setiap periode selama masa sewa, sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo kewajiban. Rental kontinjen dibebankan pada periode terjadinya. Beban keuangan dicatat dalam laporan laba rugi. Aset sewaan (disajikan sebagai bagian aset tetap) disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur manfaat aset sewaan dan periode masa sewa, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa Perusahaan akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa. Dalam sewa operasi, Perusahaan dan Anak Perusahaan mengakui pembayaran sewa sebagai beban dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa. 11

ii)

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) k. Sewa (lanjutan) Perusahaan sebagai lessor Dalam sewa menyewa biasa, Perusahaan dan Anak Perusahaan mengakui aset untuk sewa operasi di neraca sesuai sifat aset tersebut. Biaya langsung awal sehubungan proses negosiasi sewa operasi ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui sebagai beban selama masa sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Sewa kontinjen, apabila ada, diakui sebagai pendapatan pada periode terjadinya. Pendapatan sewa operasi diakui sebagai pendapatan atas dasar garis lurus selama masa sewa. Laba atau rugi yang terjadi akibat transaksi penjualan dan penyewaan kembali (sale-andleaseback) ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa masa manfaat aset sewa pembiayaan yang bersangkutan dengan menggunakan metode garis lurus. l. Properti Investasi Perusahaan menerapkan PSAK No. 13 (Revisi 2007), Properti Investasi, yang menggantikan PSAK No. 13 (Revisi 1994), Akuntansi untuk Investasi dimana Perusahaan telah memilih model biaya. Properti investasi Perusahaan terdiri dari tanah dan bangunan, yang dikuasai Perusahaan untuk menghasilkan rental atau untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya, dan tidak untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa untuk tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari. Properti investasi dinyatakan sebesar biaya perolehan termasuk biaya transaksi dikurangi akumulasi depresiasi dan penurunan nilai, kecuali tanah yang tidak disusutkan. Jumlah tercatat termasuk bagian biaya penggantian dari properti investasi yang ada pada saat terjadinya biaya, jika kriteria pengakuan terpenuhi; dan tidak termasuk biaya harian penggunaan properti investasi. Penyusutan bangunan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus selama umur manfaat aset yaitu 20 tahun. Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada saat pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi dalam tahun terjadinya penghentian atau pelepasan tersebut. Transfer ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya sewa operasi ke pihak lain atau selesainya pembangunan atau pengembangan. Transfer dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau dimulainya pengembangan untuk dijual. Untuk transfer dari properti investasi ke properti yang digunakan sendiri, Perusahaan menggunakan metode biaya pada tanggal perubahan penggunaan. Jika properti yang digunakan Perusahaan menjadi properti investasi, Perusahaan mencatat properti tersebut sesuai dengan kebijakan aset tetap sampai dengan saat tanggal terakhir perubahan penggunaannya.

12

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) m. Penurunan Nilai Aset Aset tetap dan aset tidak lancar lainnya ditelaah untuk mengetahui apakah telah terjadi penurunan nilai bilamana terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengidentifikasikan bahwa nilai tercatat aset tersebut tidak dapat diperoleh kembali. Penurunan nilai diakui sebesar selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tersebut. Nilai yang dapat diperoleh kembali adalah nilai yang lebih tinggi diantara harga jual netto atau nilai pakai aset. n. Goodwill Selisih lebih yang tidak teridentifikasi antara harga perolehan dan nilai wajar aset bersih Anak Perusahaan yang dikonsolidasi dibukukan sebagai Goodwill dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama 5 (lima) dan 20 (dua puluh) tahun. o. Biaya Ditangguhkan Biaya ditangguhkan yang merupakan biaya pembelian perangkat lunak SAP diamortisasi selama taksiran masa manfaat perangkat lunak tersebut, yaitu 8 (delapan) tahun. Biaya ditangguhkan yang merupakan biaya sehubungan dengan perolehan atau perpanjangan izin hak atas tanah diamortisasi selama umur hukum hak atas tanah tersebut atau umur ekonomis tanah, periode mana yang lebih pendek. Biaya ditangguhkan Anak Perusahaan tertentu merupakan biaya sehubungan dengan perolehan hak penggunaan merk dagang dan diamortisasi selama umur kontrak. p. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan dari penjualan lokal diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan, sedangkan pendapatan dari penjualan ekspor diakui pada saat penyerahan barang di atas kapal di pelabuhan pengiriman (f.o.b. Shipping Point). Beban diakui pada saat terjadinya. q. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah berdasarkan kurs tengah yang berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun berjalan. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, kurs yang digunakan adalah sebagai berikut: 2010 1 Pound Sterling Inggris 1 Euro Eropa 1 Franc Swiss 1 Dolar Amerika Serikat 1 Dolar Singapura 1 Ringgit Malaysia 1 Dolar Hong Kong 1 Baht Thailand 1 Yen Jepang 1 Dong Vietnam 13.893,80 11.955,79 9.600,14 8.991,00 6.980,61 2.915,85 1.155,44 298,66 110,29 0,47 2009 15.114,27 13.509,69 9.087,41 9.400,00 6.698,52 2.747,14 1.212,19 282,03 101,70 0,51

13

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) r. Pajak Penghasilan Beban pajak tahun berjalan ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun yang bersangkutan. Aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aset dan kewajiban untuk tujuan komersial dan untuk tujuan perpajakan pada setiap tanggal pelaporan. Manfaat pajak di masa mendatang, seperti saldo rugi fiskal yang belum digunakan, diakui sejauh besar kemungkinan realisasi atas manfaat pajak tersebut. Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Perubahan nilai tercatat aset dan kewajiban pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada tahun berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas. Perubahan terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat Surat Ketetapan Pajak (SKP) diterima atau, jika Perusahaan mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan. s. Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Kerja Karyawan Perusahaan dan Anak Perusahaan dalam negeri menerapkan program imbalan karyawan sesuai dengan Undang-undang Tenaga Kerja No. 13/2003 (UU No. 13/2003) tanggal 25 Maret 2003 dan diakui sesuai dengan PSAK No. 24 (Revisi 2004) tentang Akuntansi Imbalan Kerja. Pada tanggal 25 Mei 2009, Anak Perusahaan tertentu mendanai seluruh kewajiban tersebut dengan Program Pensiun dari PT Asuransi Jiwa Manulife. Dalam PSAK No. 24 (Revisi 2004), biaya untuk penyediaan imbalan kerja berdasarkan UU No. 13/2003 ditentukan dengan menggunakan metode penilaian aktuaria Projected Unit Credit. Keuntungan dan kerugian aktuarial diakui sebagai pendapatan atau beban apabila akumulasi bersih dari keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui pada akhir tahun pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti pada tanggal tersebut. Keuntungan dan kerugian aktuarial ini diakui secara garis lurus selama perkiraan rata-rata sisa masa kerja karyawan. Selanjutnya, biaya jasa lalu yang timbul dari penerapan suatu program imbalan pasti atau perubahan-perubahan dalam hutang imbalan kerja program yang sudah ada diamortisasi sampai imbalan tersebut telah menjadi hak karyawan. t. Pelaporan Segmen Informasi segmen disajikan sesuai dengan PSAK No. 5 (Revisi 2000) tentang Pelaporan Segmen dengan mengadopsi segmen usaha berdasarkan jenis produk sebagai bentuk pelaporan segmen primer (segmen usaha) serta pelaporan segmen sekunder (segmen geografis) berdasarkan lokasi penjualan. u. Laba Bersih Per Saham Dasar Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih tahun berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar dalam tahun yang bersangkutan. Jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar dalam tahun 2010 dan 2009 masing-masing berjumlah 314.705.440 saham.

14

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) v. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dalam laporan ini. Disebabkan karena tidak adanya kepastian dalam membuat perkiraan, maka terdapat kemungkinan hasil akhir yang dilaporkan pada masa yang akan datang akan berbeda dengan perkiraan tersebut. w. Instrumen Keuangan Mulai tanggal 1 Januari 2010, Perusahaan dan Anak Perusahaan mengadopsi PSAK No. 50 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan, dan PSAK No. 55 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Penerapan PSAK revisi ini dilakukan secara prospektif. Biaya transaksi atas kontrak pembiayaan yang sudah terjadi pada saat standar diterapkan tidak diperhitungkan dalam perhitungan suku bunga efektif dari kontrak tersebut.
i.

Aset Keuangan Pengakuan awal dan pengukuran Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laba atau rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo, dan aset keuangan tersedia untuk dijual. Perusahaan dan Anak Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan pada saat pengakuan awal. Aset keuangan diakui pada posisi keuangan jika dan hanya jika Perusahaan dan Anak Perusahaan menjadi salah satu pihak yang terlibat dalam perjanjian instrumen keuangan. Pada saat pengakuan awal, aset keuangan diukur pada nilai wajarnya, ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar dalam laporan laba rugi, biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan tersebut. Seluruh pembelian dan penjualan yang lazim aset keuangan diakui atau dihentikan pengakuannya pada tanggal perdagangan seperti contohnya tanggal pada saat Perusahaan dan Anak Perusahaan berkomitmen untuk membeli atau menjual aset. Pembelian atau penjualan yang lazim adalah pembelian atau penjualan aset keuangan yang mensyaratkan penyerahan aset dalam kurun waktu umumnya ditetapkan dengan peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar. Perusahaan dan Anak Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan pada saat pengakuan awal dan, jika diperbolehkan dan sesuai, akan dievaluasi kembali setiap akhir tahun keuangan. (a) Aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laba atau rugi Aset keuangan yang diperdagangkan dikasifikasikan sebagai aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laba atau rugi. Aset keuangan yang diperdagangkan adalah derivatif (termasuk derivatif melekat yang terpisah) atau aset keuangan yang dimiliki untuk tujuan dijual dalam waktu dekat. (b) Pinjaman yang diberikan dan piutang Aset keuangan dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang.

15

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) w. Instrumen Keuangan (lanjutan)


i.

Aset Keuangan (lanjutan) Pengakuan awal dan pengukuran (lanjutan) (c) Investasi dimiliki hingga jatuh tempo Aset keuangan dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan diklasifikasikan sebagai investasi dimiliki hingga jatuh tempo ketika Perusahaan dan Anak perusahaan mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo. (d) Aset keuangan tersedia untuk dijual Aset keuangan tersedia untuk dijual adalah aset keuangan yang tidak diklasifikasikan dalam kategori yang lain. Investasi dalam instrumen ekuitas yang nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal diukur menggunakan biaya perolehannya dikurangi dengan rugi penurunan nilai. Aset keuangan Perusahaan dan Anak Perusahaan terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lancar lain-lain, pinjaman karyawan, aset tidak lancar lain-lain - security deposits yang termasuk dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang. Pengukuran setelah pengakuan awal Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Aset keuangan tersebut dicatat pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan atau kerugian diakui pada laporan laba rugi konsolidasi pada saat pinjaman yang diberikan dan piutang tersebut dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, serta melalui proses amortisasi. Penghentian pengakuan Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan (atau, apabila dapat diterapkan untuk bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan sejenis) terjadi bila: (1) hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau (2) Perusahaan dan Anak Perusahaan memindahkan hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tersebut tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan salah satu diantara (a) Perusahaan dan Anak Perusahaan secara substansial memindahkan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (b) Perusahaan dan Anak Perusahaan secara substansial tidak memindahkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah memindahkan pengendalian atas aset tersebut. Penurunan nilai aset keuangan Pada setiap tanggal neraca, Perusahaan dan Anak Perusahaan mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai.

16

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) w. Instrumen Keuangan (lanjutan)


i.

Aset Keuangan (lanjutan) Penurunan nilai aset keuangan (lanjutan) Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Perusahaan dan Anak Perusahaan terlebih dahulu menentukan bahwa terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual. Jika Perusahaan dan Anak Perusahaan menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif. Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang (tidak termasuk kerugian kredit di masa mendatang yang belum terjadi). Nilai kini estimasi arus kas masa datang didiskonto dengan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Jika pinjaman yang diberikan memiliki suku bunga variabel, maka tingkat diskonto yang digunakan untuk mengukur setiap kerugian penurunan nilai adalah suku bunga efektif yang berlaku. Nilai tercatat atas aset keuangan dikurangi melalui penggunaan pos cadangan penurunan nilai dan jumlah kerugian yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi. Pendapatan bunga selanjutnya diakui sebesar nilai tercatat yang diturunkan nilainya berdasarkan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan. Pinjaman yang diberikan dan piutang beserta dengan cadangan terkait dihapuskan jika tidak terdapat kemungkinan yang realistis atas pemulihan di masa mendatang dan seluruh agunan telah terealisasi atau dialihkan kepada Perusahaan dan Anak Perusahaan. Jika, pada tahun berikutnya, nilai estimasi kerugian penurunan nilai aset keuangan bertambah atau berkurang karena peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya bertambah atau berkurang dengan menyesuaikan pos cadangan penurunan nilai. Jika di masa mendatang penghapusan tersebut dapat dipulihkan, jumlah pemulihan tersebut diakui pada laba atau rugi.

ii. Kewajiban Keuangan

Pengakuan awal dan pengukuran Kewajiban keuangan diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba atau rugi, kewajiban keuangan pada biaya perolehan diamortisasi atau derivatif yang telah ditetapkan untuk tujuan lindung nilai yang efektif, jika sesuai. Perusahaan dan Anak Perusahaan menentukan klasifikasi kewajiban keuangan pada saat pengakuan awal. Saat pengakuan awal, kewajiban keuangan diukur pada nilai wajar dan, dalam hal hutang dan pinjaman, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Kewajiban keuangan Perusahaan dan Anak Perusahaan terdiri dari hutang bank jangka pendek, hutang usaha, hutang lancar lain-lain, biaya yang masih harus dibayar, hutang - pihak hubungan istimewa, hutang bank jangka panjang dan hutang lain-lain jangka panjang yang termasuk dalam kategori kewajiban keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. 17

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) w. Instrumen Keuangan (lanjutan)


ii. Kewajiban Keuangan (lanjutan)

Pengukuran setelah pengakuan awal Setelah pengakuan awal, kewajiban keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan tingkat bunga efektif. Keuntungan dan kerugian diakui di laporan laba rugi konsolidasi pada saat pinjaman dan hutang jangka panjang tersebut dihentikan pengakuannya atau diturunkan nilainya melalui proses amortisasi. Penghentian pengakuan Kewajiban keuangan dihentikan pengakuannya ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. Ketika kewajiban keuangan awal digantikan dengan kewajiban keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan ketentuan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas kewajiban keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan kewajiban keuangan awal dan pengakuan kewajiban keuangan baru dan selisih antara nilai tercatat kewajiban keuangan tersebut diakui dalam laba atau rugi.
iii. Saling hapus instrumen keuangan

Aset keuangan dan kewajiban keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam neraca konsolidasi jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan kewajiban keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan kewajibannya secara bersamaan.
iv. Nilai wajar instrumen keuangan

Nilai wajar instrumen keuangan yang secara aktif diperdagangkan di pasar keuangan ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga pasar yang berlaku pada penutupan pasar pada akhir periode pelaporan. Untuk instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian tersebut meliputi penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar (arms-length market transactions), referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial sama, analisis arus kas yang didiskonto, atau model penilaian lainnya.
v. Instrumen keuangan derivatif

Anak Perusahaan tertentu terlibat dalam pertukaran mata uang, pertukaran tingkat suku bunga dan instrumen keuangan lainnya, jika diperlukan, untuk tujuan pengelolaan eksposur nilai tukar dan tingkat suku bunga yang berasal dari pinjaman dan hutang dalam mata uang asing. Instrumen keuangan derivatif ini tidak dirancang untuk memenuhi syarat hubungan lindung nilai dan pada awalnya diakui pada nilai wajar pada tanggal dimana kontrak derivatif tersebut diadakan dan selanjutnya diukur kembali pada nilai wajarnya. Derivatif dicatat sebagai aset keuangan ketika nilai wajarnya positif dan sebagai kewajiban keuangan ketika nilai wajarnya negatif.

18

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) w. Instrumen Keuangan (lanjutan)


v. Instrumen keuangan derivatif (lanjutan)

Laba atau rugi yang timbul dari perubahan nilai wajar derivatif selama periode yang tidak memenuhi kualifikasi akuntansi lindung nilai dicatat secara langsung sebagai laba atau rugi. Aset dan kewajiban derivatif, jika ada, disajikan masing-masing dalam aset lancar dan kewajiban lancar. Derivatif melekat disajikan dengan kontrak utama pada neraca konsolidasi yang menampilkan penyajian yang tepat dari seluruh arus kas di masa datang atas instrumen tersebut secara keseluruhan. x. Pernyataan yang telah Dikeluarkan tetapi Belum Berlaku Efektif Standar Akuntansi yang telah dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) sampai dengan penyelesaian laporan keuangan Perusahaan dan Anak Perusahaan tetapi belum efektif adalah sebagai berikut: Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011: PSAK 1 (Revisi 2009) Penyajian Laporan Keuangan. Menetapkan dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan bertujuan umum agar dapat dibandingkan baik dengan laporan keuangan periode sebelumnya maupun dengan laporan keuangan entitas lain. PSAK 2 (Revisi 2009) Laporan Arus Kas. Memberikan pengaturan atas informasi mengenai perubahan historis dalam kas dan setara kas melalui laporan arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi, maupun pendanaan selama suatu periode. PSAK 4 (Revisi 2009) Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri. Akan diterapkan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian untuk sekelompok entitas yang berada dalam pengendalian suatu entitas induk dan dalam akuntansi untuk investasi pada entitas anak, pengendalian bersama entitas, dan entitas asosiasi ketika laporan keuangan tersendiri disajikan sebagai informasi tambahan. PSAK 5 (Revisi 2009) Segmen Operasi. Informasi segmen diungkapkan untuk memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis yang mana entitas terlibat dan lingkungan ekonomi dimana entitas beroperasi. PSAK 7 (Revisi 2010) Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi. Mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak yang berelasi, termasuk komitmen, dalam laporan keuangan konsolidasian dan laporan keuangan tersendiri entitas induk, dan juga diterapkan terhadap laporan keuangan secara individual. Penerapan dini diperkenankan. PSAK 8 (Revisi 2010) Peristiwa Setelah Periode Laporan. Menentukan kapan entitas menyesuaikan laporan keuangannya untuk peristiwa setelah periode pelaporan, dan pengungkapan tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit dan peristiwa setelah periode pelaporan. Mensyaratkan bahwa entitas tidak boleh menyusun laporan keuangan atas dasar kelangsungan usaha jika peristiwa setelah periode pelaporan mengindikasikan bahwa penerapan asumsi kelangsungan usaha tidak tepat.

19

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) x. Pernyataan yang telah Dikeluarkan tetapi Belum Berlaku Efektif (lanjutan) Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011: (lanjutan) PSAK 19 (Revisi 2010) Aset Tak berwujud. Menentukan perlakuan akuntansi bagi aset tak berwujud yang tidak diatur secara khusus dalam PSAK lain. Mensyaratkan untuk mengakui aset tak berwujud jika, dan hanya jika, kriteria tertentu dipenuhi, dan juga mengatur cara mengukur jumlah tercatat dari aset tak berwujud dan pengungkapan yang berhubungan. PSAK 23 (Revisi 2010) Pendapatan. Mengidentifikasikan keadaan saat kriteria mengenai pengakuan pendapatan akan terpenuhi, sehingga pendapatan akan diakui. Mengatur perlakuan akuntansi atas pendapatan yang timbul dari transaksi dan kejadian tertentu. Memberikan panduan praktis dalam penerapan kriteria mengenai pengakuan pendapatan. PSAK 25 (Revisi 2009) Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan. Menentukan kriteria untuk pemilihan dan perubahan kebijakan akuntansi, bersama dengan perlakuan akuntansi dan pengungkapan atas perubahan kebijakan akuntansi, perubahan estimasi akuntansi, dan koreksi kesalahan. PSAK 48 (Revisi 2009) Penurunan Nilai Aset. Menetapkan prosedur-prosedur yang diterapkan agar aset dicatat tidak melebihi jumlah terpulihkan dan jika aset tersebut terjadi penurunan nilai, rugi penurunan nilai harus diakui. PSAK 57 (Revisi 2009) Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi. Bertujuan untuk mengatur pengakuan dan pengukuran kewajiban diestimasi, kewajiban kontinjensi dan aset kontinjensi serta untuk memastikan informasi memadai telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan untuk memungkinkan para pengguna memahami sifat, waktu, dan jumlah yang terkait dengan informasi tersebut. PSAK 58 (Revisi 2009) Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan. Bertujuan untuk mengatur akuntansi untuk aset yang dimiliki untuk dijual, serta penyajian dan pengungkapan operasi dihentikan.

Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2012: PSAK 10 (Revisi 2010) Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing. Menjelaskan bagaimana memasukkan transaksi-transaksi dalam mata uang asing dan kegiatan usaha luar negeri ke dalam laporan keuangan suatu entitas dan menjabarkan laporan keuangan ke dalam suatu mata uang pelaporan. PSAK 18 (Revisi 2010), Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya. Mengatur akuntansi dan pelaporan program manfaat purnakarya untuk semua peserta sebagai suatu kelompok. Pernyataan ini melengkapi PSAK No. 24 (Revisi 2010), Imbalan Kerja. PSAK 24 (Revisi 2010) Imbalan Kerja Mengatur akuntansi dan pengungkapan imbalan kerja.

20

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) x. Pernyataan yang telah Dikeluarkan tetapi Belum Berlaku Efektif (lanjutan) Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2012: (lanjutan) PSAK 46 (Revisi 2010), Akuntansi Pajak Penghasilan. Mengatur perlakuan akuntansi untuk pajak penghasilan dalam menghitung konsekuensi pajak kini dan masa depan untuk pemulihan (penyelesaian) jumlah tercatat aset (liabilitas) di masa depan yang diakui pada laporan posisi keuangan; serta transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian lain pada periode kini yang diakui pada laporan keuangan. PSAK No. 50 (Revisi 2010), Instrumen Keuangan: Penyajian. Menetapkan prinsip penyajian instrumen keuangan sebagai liabilitas atau ekuitas dan saling hapus aset keuangan dan liabilitas keuangan. PSAK No. 60, Instrumen Keuangan: Pengungkapan. Mensyaratkan pengungkapan dalam laporan keuangan yang memungkinkan para pengguna untuk mengevaluasi signifikansi instrumen keuangan atas posisi dan kinerja keuangan; dan jenis dan besarnya risiko yang timbul dari instrumen keuangan yang mana entitas terekspos selama periode dan pada akhir periode pelaporan, dan bagaimana entitas mengelola risiko-risiko tersebut. ISAK No. 15, PSAK No. 24 - Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Pendanaan Minimum dan Interaksinya. Memberikan pedoman bagaimana menilai pembatasan jumlah surplus dalam program imbalan pasti yang dapat diakui sebagai aset dalam PSAK No. 24 (revisi 2010), Imbalan Kerja. ISAK No. 20, Pajak penghasilan - Perubahan Dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Saham. Membahas bagaimana suatu entitas memperhitungkan konsekuensi pajak kini dan pajak tangguhan karena perubahan dalam status pajaknya atau pemegang sahamnya.

Perusahaan dan Anak Perusahaan sedang mengevaluasi dan belum menentukan dampak dari Standar dan Interpretasi yang direvisi dan yang baru tersebut terhadap laporan keuangannya. 3. AKUISISI Pada tanggal 15 Oktober 2010, Perusahaan menandatangani perjanjian jual beli saham dengan Lam Huat Holdings Pte., Ltd., Singapura (Lam Huat), pihak ketiga, untuk membeli 1.295 lembar saham seri A dan 538 lembar saham seri B yang seluruhnya merupakan 48,95% kepemilikan saham Lam Huat pada PT Rexplast dengan harga beli sebesar Rp86.151.000.000. Selisih antara harga perolehan dengan nilai buku aset bersih PT Rexplast adalah sebesar Rp21.612.601.905, dimana sebesar Rp21.519.102.193 dialokasikan ke aset tetap dan sisa sebesar Rp93.499.713 dicatat pada akun Goodwill - Bersih pada neraca konsolidasi tahun 2010 dan telah dibebankan seluruhnya dalam akun Amortisasi Goodwill dalam laporan laba rugi konsolidasi tahun 2010.

21

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

4. KAS DAN SETARA KAS Akun ini terdiri dari: 2010 Kas Bank - pihak ketiga Rupiah Standard Chartered PLC, Jakarta PT Bank CIMB Niaga Tbk. The Bank of Tokyo - Mitsubishi UFJ, Ltd., Jakarta PT Bank OCBC Indonesia PT Bank UOB Buana PT Bank Central Asia Tbk. PT Bank Mizuho Indonesia PT Bank DBS Indonesia PT Bank Chinatrust Indonesia Bank of China Ltd., Jakarta Citibank N.A., Jakarta PT Bank Resona Perdania Dolar Amerika Serikat PT Bank CIMB Niaga Tbk. PT Bank OCBC Indonesia PT Bank DBS Indonesia PT Bank Central Asia Tbk. Bank of China Ltd., Jakarta The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd., Vietnam PT Bank UOB Buana United Overseas Bank Limited, Vietnam Citibank N.A., Jakarta PT Bank Resona Perdania Lain-lain Dong Vietnam United Overseas Bank Limited, Vietnam The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd., Vietnam Lain-lain Euro Eropa PT Bank Central Asia Tbk. Citibank, N.A., Jakarta PT Bank UOB Buana Baht Thailand The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd., Thailand Lain-lain Setara kas - deposito berjangka Rupiah PT Bank CIMB Niaga Tbk. Dolar Singapura PT Bank UOB Buana Jumlah 403.998.254 2009 199.586.091

6.469.890.896 4.799.047.119 3.400.534.187 1.246.756.792 844.223.552 569.492.748 361.852.913 244.515.847 164.964.482 29.939.109 24.149.313 1.656.244.335 891.936.781 602.630.712 318.010.570 148.042.891 99.996.863 57.466.264 4.338.015 1.463.136 46.304 9.776.827 1.237.763.829 3.246.793 127.410.816 52.371.775 21.717.118 111.115.955 56.237.110

723.997.696 4.119.907.160 2.562.165.149 309.712.374 341.353.349 1.283.571.095 173.951.683 229.544.875 37.224.045 26.803.157 391.604.707 64.269.839 1.544.769.774 21.134.490 87.280.316 80.747.316 1.487.409 11.722.646 218.007.432 5.901.675 1.605.174.740 510.583.927 51.590 3.916.832.518 1.113.543.278 18.990.196 104.957.552 652.034

4.000.000.000 3.917.127.856 31.876.309.162

19.705.528.113

22

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

4. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) Setara kas - deposito berjangka dalam mata uang Rupiah dan Dolar Singapura dengan jangka waktu 3 (tiga) bulan atau kurang dan tidak dibatasi penggunaannya diklasifikasikan sebagai akun Setara Kas Deposito Berjangka dan memiliki tingkat suku bunga masing-masing sebesar 6,75% per tahun untuk deposito berjangka dalam mata uang Rupiah dan sebesar 0,25% per tahun untuk deposito berjangka dalam mata uang Dolar Singapura. Tidak terdapat saldo kas dan setara kas kepada pihak hubungan istimewa. 5. DEPOSITO BERJANGKA Akun ini merupakan deposito berjangka dengan jangka waktu lebih dari 3 (tiga) bulan tapi tidak melebihi 1 (satu) tahun atau yang digunakan sebagai jaminan. Pada tahun 2009, deposito berjangka terdiri dari deposito dalam Rupiah di PT Bank Central Asia Tbk. sebesar Rp1.600.000.000 dan deposito dalam Yen Jepang di PT Bank Resona Perdania sebesar JPY35.500.000 atau setara dengan Rp3.610.500.875. Suku bunga masing-masing sebesar 7% per tahun untuk deposito berjangka dalam mata uang Rupiah dan sebesar 0,03% per tahun untuk deposito berjangka dalam mata uang Yen Jepang. 6. PIUTANG USAHA a. Rincian piutang usaha berdasarkan pelanggan: 2010 Pihak ketiga Rupiah PT Unilever Indonesia Tbk. PT Tirta Investama PT Federal Karyatama PT Astra Honda Motor PT Wiraswasta Gemilang Indonesia PT Selaras Citra Nusantara Perkasa PT Malidas Sterilindo PT Yasulor Indonesia PT PZ Cussons Indonesia PT Johnson Home Hygiene Product PT Aqua Golden Mississippi Tbk. PT Sara Lee Body Care Indonesia Tbk. PT Kinocare Era Kosmetindo PT Unza Vitalis PT Yutaka Manufacturing Indonesia PT Shell Indonesia PT Heinz ABC Indonesia PT Bayer Indonesia PT Sterling Products Indonesia PT Sinar Sosro PT Megasari Makmur PT Reckitt Benckinser PT Coca Cola Bottling Indonesia PT Beiersdorf Indonesia Lain-lain (di bawah Rp2.000.000.000) 2009

12.577.213.791 11.264.360.223 10.240.885.132 10.124.251.138 7.651.631.349 6.360.238.479 5.484.214.592 5.150.608.897 5.087.029.918 4.763.703.897 4.717.128.906 4.148.643.394 3.914.234.769 3.629.459.719 3.507.473.952 3.371.386.381 3.185.272.200 2.591.112.342 2.202.186.278 2.027.718.000 1.419.748.092 952.649.394 822.662.868 759.169.649 32.839.559.167

17.877.280.193 5.064.473.304 9.643.610.304 10.388.133.699 5.382.600.078 6.482.589.822 5.143.680.744 1.486.152.248 5.724.291.889 8.831.610.763 3.197.557.062 3.550.358.629 875.082.780 5.496.606.992 69.605.765 33.153.120 2.435.932.329 2.619.884.930 4.106.182.633 2.258.035.696 32.708.203.312

23

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

6. PIUTANG USAHA (lanjutan) a. Rincian piutang usaha berdasarkan pelanggan: (lanjutan) 2010 Pihak ketiga (lanjutan) Baht Thailand Unilever Thai Holdings Limited, Thailand (THB89.266.149 pada tahun 2010 dan THB67.758.684 pada tahun 2009) Johnson & Johnson Pte., Ltd., Thailand (THB60.672.377 pada tahun 2010 dan THB54.522.164 pada tahun 2009) Beiersdorf (Thailand) Co., Ltd., Thailand (THB35.890.278 pada tahun 2010 dan THB29.952.338 pada tahun 2009) Foremost Dairies Co., Ltd., Thailand (THB35.863.306 pada tahun 2010 dan THB40.672.894 pada tahun 2009) Milott Laboratories Company Limited, Thailand (THB18.531.715 pada tahun 2010 dan THB9.220.399 pada tahun 2009) P.S.P. Specialties Co., Ltd., Thailand (THB7.743.474 pada tahun 2010 dan THB3.687.332 pada tahun 2009) Pepsi Cola (Thai) Trading Company Limited, Thailand (THB5.970.265 pada tahun 2010 dan THB10.603.097 pada tahun 2009) Lain-lain (di bawah Rp2.000.000.000) (THB23.545.239 pada tahun 2010 dan THB11.446.418 pada tahun 2009) Dolar Amerika Serikat PT Tupperware Indonesia ($AS2.180.493 pada tahun 2010 dan $AS2.084.738 pada tahun 2009) Lain-lain (di bawah Rp2.000.000.000) ($AS591.463 pada tahun 2010 dan $AS795.797 pada tahun 2009) Dolar Australia Lain-lain (di bawah Rp2.000.000.000) (AUD14.850) Dolar Singapura Lain-lain (di bawah Rp2.000.000.000) (SGD3.311) Dong Vietnam Unilever Joint Venture Co., Vietnam (VND8.794.315.773 pada tahun 2010 dan VND5.427.717.088 pada tahun 2009) Lain-lain (di bawah Rp2.000.000.000) (VND 12.977.439.682 pada tahun 2010 dan VND7.222.782.242 pada tahun 2009) Euro Eropa Lain-lain (di bawah Rp2.000.000.000) (EUR44.957 pada tahun 2010 dan EUR35.144 pada tahun 2009) Jumlah pihak ketiga 2009

26.659.781.945 18.120.108.914 10.718.811.209 10.710.755.656 5.534.589.543 2.312.627.437 1.783.049.523 7.031.903.434

19.109.981.567 15.376.885.981 8.447.457.830 11.470.976.405 2.600.429.006 1.039.938.171 2.990.391.340 3.228.233.271

19.604.817.688 5.311.435.230 135.766.274 -

19.596.534.944 7.455.208.979 22.178.800

4.129.810.687 6.094.205.675

2.768.135.715 3.683.618.943

535.331.650 267.475.537.392

459.632.018 231.624.629.262

24

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

6. PIUTANG USAHA (lanjutan) a. Rincian piutang usaha berdasarkan pelanggan: (lanjutan) 2010 Cadangan penurunan nilai Bersih Pihak hubungan istimewa (Catatan 7a) Rupiah PT Cubic Indonesia PT Uniplastindo Interbuana Baht Thailand Rubia Industries Co., Ltd., Thailand (THB5.685.359 pada tahun 2010 dan THB5.557.751 pada tahun 2009) Dolar Amerika Serikat PT Uniplastindo Interbuana ($AS458.136) PT IML Technology ($AS12.254) PT Cubic Indonesia ($AS10.339) Jumlah pihak hubungan istimewa Jumlah piutang usaha (455.270.481) 267.020.266.911 2009 (352.441.379) 231.272.187.883

57.723.050 34.925.000

65.845.966 -

1.697.960.838 4.119.102.035 110.175.714 92.962.894 6.112.849.531 273.133.116.442

1.567.452.571 1.633.298.537 232.905.486.420

Piutang usaha dari pihak hubungan istimewa tersebut masing-masing sebesar 0,39% dan 0,13% dari jumlah aset konsolidasi pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. b. Mutasi cadangan penurunan nilai adalah sebagai berikut: 2010 Saldo awal tahun Penambahan selama tahun berjalan Pembalikan cadangan penurunan nilai Saldo akhir tahun c. 352.441.379 105.932.367 (3.103.265) 455.270.481 2009 819.312.298 223.234.906 (690.105.825) 352.441.379

Rincian umur piutang usaha berdasarkan tanggal faktur adalah sebagai berikut: 2010 Sampai dengan 1 bulan 1 bulan - 3 bulan 3 bulan - 6 bulan 6 bulan - 1 tahun Lebih dari 1 tahun Cadangan penurunan nilai Jumlah piutang usaha 166.405.462.963 102.432.330.986 4.359.324.626 252.705.383 138.562.965 273.588.386.923 (455.270.481) 273.133.116.442 2009 163.287.317.150 66.826.565.261 2.873.735.147 270.310.241 233.257.927.799 (352.441.379) 232.905.486.420

25

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

6. PIUTANG USAHA (lanjutan) Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan berpendapat bahwa cadangan penurunan nilai cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, piutang usaha Perusahaan dan Anak Perusahaan tertentu masing-masing sejumlah Rp78.299.926.071 dan Rp52.000.000.000 telah dijaminkan sehubungan dengan fasilitas hutang bank (Catatan 15 dan 18). 7. SALDO DAN TRANSAKSI-TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA Sifat hubungan istimewa (i) (ii) PT IML Technology (IML) merupakan perusahaan asosiasi. PT Cubic Indonesia merupakan perusahaan yang dimiliki oleh salah satu anggota komisaris Perusahaan. (iii) Lam Huat Holdings Pte., Ltd., Singapura (Lam Huat), merupakan pemegang saham Anak Perusahaan tertentu sampai tanggal 15 Oktober 2010. (iv) Berli Jucker Public Co., Ltd., Thailand (Berli Jucker), merupakan pemegang saham Anak Perusahaan tertentu. (v) Rubia Industries Limited, Thailand (Rubia) merupakan Anak Perusahaan dari salah satu pemegang saham Anak Perusahaan. (vi) PT Ciptadana Multifinance dan PT Ciptadana Capital merupakan perusahaan yang salah satu pemegang sahamnya merupakan keluarga dari Presiden Direktur Perusahaan. (vii) Berli Jucker Logistics Co., Ltd, Thailand dan T.C.C. Technology Co., Ltd., Thailand, merupakan perusahaan yang mempunyai direksi yang sama dengan Berli Dynaplast Co., Ltd., Thailand. (viii) PT Rapidtech merupakan perusahaan asosiasi sampai tanggal 16 Desember 2010, namun masih merupakan pihak hubungan istimewa karena salah satu pemegang sahamnya merupakan Direktur Perusahaan dan mempunyai manajemen yang sama dengan Perusahaan. (ix) PT Uniplastindo Interbuana merupakan perusahaan yang salah satu pemegang sahamnya adalah Presiden Direktur Perusahaan. (x) PT Kemang Karya Kencana merupakan perusahaan yang direksinya merupakan keluarga dari Presiden Direktur Perusahaan. Transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa Dalam kegiatan usaha yang normal, Perusahaan dan Anak Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa pada tingkat harga dan persyaratan yang disetujui kedua belah pihak. a. Transaksi penjualan barang jadi kepada pihak hubungan istimewa dengan nilai transaksi diatas Rp1.000.000.000 dilakukan kepada Rubia, PT Uniplastindo Interbuana dan PT IML Technology. Penjualan kepada Rubia masing-masing sebesar THB28.242.702 (setara dengan Rp8.434.824.291) dan THB20.602.445 (setara dengan Rp6.208.357.538) untuk tahun 2010 dan 2009, sedangkan penjualan kepada PT Uniplastindo Interbuana dan PT IML Technology masingmasing sebesar Rp6.024.183.156 (setara dengan $AS551.412 dan Rp1.065.250.000) dan Rp1.732.846.995 (setara dengan $AS177.269 dan Rp109.344.330) untuk tahun 2010. Jumlah penjualan barang jadi kepada pihak hubungan istimewa masing-masing sebesar 0,98% dan 0,43% dari jumlah penjualan bersih konsolidasi untuk tahun 2010 dan 2009. Piutang usaha yang timbul dari transaksi tersebut masing-masing berjumlah Rp6.112.849.531 dan Rp1.633.298.537 pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, disajikan dalam akun Piutang Usaha - Pihak Hubungan Istimewa dalam neraca konsolidasi (Catatan 6).

26

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

7. SALDO DAN TRANSAKSI-TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) Transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa (lanjutan) Pada tahun 2010, transaksi pembelian bahan baku dan barang jadi dari pihak hubungan istimewa dengan nilai transaksi di atas Rp1.000.000.000 dilakukan kepada PT IML Technology sebesar Rp11.930.761.142 (setara dengan Rp11.767.000.516 dan $AS49.373). Tidak terdapat transaksi pembelian bahan baku dan barang jadi dari pihak hubungan istimewa dengan nilai transaksi di atas Rp1.000.000.000 pada tahun 2009. Jumlah pembelian bahan baku dan barang jadi dari pihak hubungan istimewa masing-masing sebesar 0,77% dan 0,02% dari jumlah pembelian konsolidasi untuk tahun 2010 dan 2009. Hutang usaha yang timbul dari transaksi tersebut masing-masing berjumlah Rp1.399.103.469 dan Rp91.202.470 pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, disajikan dalam akun Hutang Usaha Pihak Hubungan Istimewa dalam neraca konsolidasi (Catatan 16). b. PT Rexplast, Anak Perusahaan, memperoleh pinjaman tanpa bunga dari Lam Huat sehubungan dengan pembayaran terlebih dahulu atas biaya-biaya tertentu. Pada tanggal 31 Desember 2009, saldo hutang terkait sebesar Rp387.923.146 disajikan sebagai bagian dari akun Hutang Pihak Hubungan Istimewa dalam neraca konsolidasi tahun 2009. Pada tanggal 31 Desember 2010 seluruh pinjaman tersebut telah dilunasi. c. Berli Dynaplast Co., Ltd., Anak Perusahaan, memperoleh pinjaman tanpa bunga dari Berli Jucker Public Co., Ltd., Thailand dan Berli Jucker Logistics Co., Ltd., Thailand sehubungan dengan transaksi sewa dan service. Saldo hutang terkait masing-masing sebesar THB2.871.165 (setara dengan Rp857.487.873) dan THB1.605.358 (setara dengan Rp452.759.117) pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 disajikan sebagai bagian dari akun Hutang Pihak Hubungan Istimewa dalam neraca konsolidasi tahun 2010 dan 2009.

d. Perusahaan dan Anak Perusahaan memberikan pinjaman dengan bunga kecuali Anak Perusahaan tertentu yang memberikan pinjaman tanpa bunga untuk fasilitas pembelian kendaraan bermotor kepada karyawannya yang dilunasi melalui pemotongan gaji bulanan. Saldo piutang terkait berjumlah Rp4.309.032.102 dan Rp3.530.728.318 masing-masing pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 yang disajikan dalam akun Pinjaman Karyawan dalam neraca konsolidasi. e. Pada tanggal 28 Oktober 2009, PT Sanpak Unggul, Anak Perusahaan, membeli surat sanggup (promissory note) yang diterbitkan oleh PT Ciptadana Capital, pihak hubungan istimewa, sebesar Rp3.375.000.000 dengan tingkat bunga bersih sebesar 9,75% per tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 Oktober 2010. Pada tanggal 31 Desember 2009, saldo piutang tersebut disajikan dalam akun Piutang Pihak Hubungan Istimewa dalam neraca konsolidasi tahun 2009. Transaksi yang dilakukan tersebut belum sesuai dengan ketentuan sebagaimana disyaratkan dalam keputusan Ketua BAPEPAM-LK No. KEP-412/BL/2009 tanggal 25 November 2009. Pada tahun 2010, piutang ini sudah dilunasi seluruhnya. f. Pada tahun 2009, Berli Dynaplast Co., Ltd., Anak Perusahaan, membeli peralatan dari T.C.C. Technology Co., Ltd., Thailand sejumlah THB1.110.000. Saldo hutang terkait sebesar THB900.405 (setara dengan Rp268.910.455) dan THB577.319 (setara dengan Rp162.821.278) masing-masing pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 disajikan sebagai bagian dari akun Hutang Pihak Hubungan Istimewa dalam neraca konsolidasi.

27

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

7. SALDO DAN TRANSAKSI-TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) Transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa (lanjutan) g. Pada tanggal 21 Desember 2009, Perusahaan menerima pinjaman dari PT Rapidtech, perusahaan asosiasi, sebesar Rp1.165.804.615. Saldo pinjaman tersebut merupakan saldo bersih setelah di off-set dengan saldo piutang sebesar Rp5.034.195.385. Pada tanggal yang sama, Perusahaan juga menerima pinjaman dari IML, perusahaan asosiasi, sebesar Rp113.307.493. Saldo pinjaman tersebut merupakan saldo bersih setelah di off-set dengan saldo piutang sebesar Rp3.386.692.507. Pinjaman tersebut diatas tidak dikenakan bunga dan tidak ditentukan tanggal jatuh temponya. Pada tanggal 31 Desember 2009, saldo hutang terkait disajikan sebagai bagian dari akun Hutang Pihak Hubungan Istimewa dalam neraca konsolidasi tahun 2009. Transaksitransaksi yang dilakukan tersebut belum sesuai dengan ketentuan sebagaimana disyaratkan dalam keputusan Ketua BAPEPAM-LK No. KEP-412/BL/2009 tanggal 25 November 2009. Hutang kepada PT Rapidtech dan IML tersebut telah dilunasi pada tahun 2010. h. Pada tanggal 1 Oktober 2010, Perusahaan mengadakan perjanjian sewa menyewa dengan PT Kemang Karya Kencana, pihak hubungan istimewa, dimana Perusahaan setuju untuk menyewa salah satu ruangan kantor dari bangunan yang terdaftar atas nama PT Kemang Karya Kencana untuk jangka waktu selama 9 (sembilan) tahun terhitung sejak tanggal 1 Oktober 2010 dan berakhir pada tanggal 30 September 2019 dengan nilai sewa sebesar Rp3.888.000.000. Perusahaan wajib melakukan pembayaran setiap 3 (tiga) bulan dimuka senilai Rp108.000.000 dimulai sejak tanggal 1 Oktober 2010 dan akan jatuh tempo setiap tanggal 1 Januari, 1 April, 1 Juli, dan 1 Oktober. Jumlah pembayaran sewa selama tahun 2010 sebesar Rp108.000.000 disajikan sebagai bagian dari akun Beban Usaha dalam laporan laba rugi konsolidasi tahun 2010. Transaksi sewa menyewa ini telah dilakukan penilaian atas kewajarannya oleh Kantor Jasa Penilai Publik Martokoesoemo Prasetyo dan Rekan, Penilai Independen dalam laporannya No: APPB/005/KJPP-MPR/II/11 tanggal 16 Februari 2011. i. Pada tanggal 26 Desember 2008, Perusahaan mengadakan Perjanjian Sewa Pembiayaan Tanpa Hak Opsi dengan PT Ciptadana Multifinance, pihak hubungan istimewa, sehubungan dengan transaksi jual dan sewa pembiayaan kembali (sale and leaseback) atas mould (yang diklasifikasikan dalam mesin dan peralatan pabrik) dengan harga sebesar Rp31.818.181.818. Jangka waktu sewa tersebut selama 60 bulan dimulai sejak tanggal 1 Januari 2009 dan dikenakan bunga sebesar 18% per tahun. Tidak ada laba atau rugi atas transaksi jual dan sewa pembiayaan kembali. Pada tanggal 31 Desember 2008, Perusahaan telah menerima pembayaran dari PT Ciptadana Multifinance sebesar Rp26.818.181.818, sedangkan sisanya sebesar Rp5.000.000.000 telah diterima Perusahaan pada bulan Januari 2009. Pada tanggal 24 Desember 2009, Perusahaan telah melunasi hutang sewa pembiayaan tersebut.

8. PERSEDIAAN Persediaan terdiri dari: 2010 Barang jadi Barang dalam proses Bahan baku Bahan pembantu dan pembungkus Suku cadang Barang dalam perjalanan Jumlah Penyisihan persediaan usang Persediaan bersih 56.297.831.733 8.479.693.752 70.463.912.525 15.382.279.238 14.221.150.549 802.697.882 165.647.565.679 (6.272.513.558) 159.375.052.121 2009 57.749.837.052 22.552.298.777 49.751.869.848 13.397.737.849 12.255.092.394 5.362.083.072 161.068.918.992 (6.181.554.310) 154.887.364.682

28

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

8. PERSEDIAAN (lanjutan) Mutasi penyisihan persediaan usang adalah sebagai berikut: 2010 Saldo awal tahun Penyisihan selama tahun berjalan (Catatan 24) Pemulihan (penghapusan) selama tahun berjalan Saldo akhir tahun 6.181.554.310 13.726.894 77.232.354 6.272.513.558 2009 5.121.639.991 1.290.896.945 (230.982.626) 6.181.554.310

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan fisik persediaan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan berkeyakinan bahwa jumlah penyisihan persediaan usang tersebut telah memadai untuk menutupi kemungkinan kerugian atas keusangan persediaan. Perusahaan dan Anak Perusahaan mengasuransikan persediaannya terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan sebesar Rp107.965.153.024 pada tanggal 31 Desember 2010. Manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas risiko-risiko tersebut. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, persediaan milik Anak Perusahaan tertentu sejumlah Rp17.446.997.184 dan Rp10.000.000.000 dijaminkan untuk fasilitas hutang bank yang diperolehnya (Catatan 15 dan 18). 9. BIAYA DIBAYAR DI MUKA DAN UANG MUKA Biaya dibayar dimuka dan uang muka terdiri dari: 2010 Uang muka ke pemasok Asuransi dibayar di muka Sewa dibayar di muka Lain-lain Jumlah 10. INVESTASI PADA PERUSAHAAN ASOSIASI Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, investasi pada perusahaan asosiasi adalah sebagai berikut:
2010 Akumulasi Bagian Laba Bersih Perusahaan Asosiasi 3.843.888.341

2009 17.759.401.779 738.465.357 1.279.470.003 900.410.793 20.677.747.932

29.970.606.413 1.015.179.478 730.100.011 563.458.054 32.279.343.956

Persentase Kepemilikan PT IML Technology 50,00%

Harga Perolehan 13.500.000.000 2009

Nilai Penyertaan 17.343.888.341

Persentase Kepemilikan PT IML Technology PT Rapidtech Jumlah 50,00% 31,22%

Harga Perolehan 10.525.000.000 569.412.324 11.094.412.324

Akumulasi Bagian Laba (Rugi) Bersih Perusahaan Asosiasi 295.931.934 (408.186.686 ) (112.254.752 )

Nilai Penyertaan 10.820.931.934 161.225.638 10.982.157.572

29

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

10. INVESTASI PADA PERUSAHAAN ASOSIASI (lanjutan) Pada tanggal 16 Desember 2010, Perusahaan menjual seluruh kepemilikan sahamnya sejumlah 999 lembar saham atau 31,22% kepemilikannya atas PT Rapidtech kepada PT Pesona Alam Khatulistiwa, pihak ketiga, sebesar Rp125.000.000. Selisih antara harga jual dan nilai penyertaan sampai dengan tanggal 16 Desember 2010 termasuk yang dicatat dalam akun Ekuitas Lainnya adalah sejumlah Rp1.818.007.451 dan dicatat sebagai bagian dari akun Penghasilan (Beban) Lain-Lain - Lain-lain Bersih dalam laporan laba rugi konsolidasi 2010. Pada tanggal 9 Februari 2006, Perusahaan dan PT Inti Mas Lestari telah mendirikan PT IML Technology (IML) dengan jumlah modal dasar sebesar Rp27.000.000.000 dimana Perusahaan mengambil bagian sebesar 50%. Pada tahun 2010, 2008, 2007 dan 2006, Perusahaan telah menyetorkan masing-masing sejumlah Rp2.975.000.000, Rp200.000.000, Rp325.000.000 dan Rp10.000.000.000, sehingga jumlah penyertaan menjadi sebesar Rp13.500.000.000. IML bergerak dalam industri plastik dan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Februari 2009. 11. ASET TETAP Aset tetap terdiri dari:
2010 Selisih Kurs Karena Penjabaran Laporan Keuangan

Saldo Awal Biaya Perolehan Pemilikan langsung Tanah 36.118.432.794 Bangunan dan prasarana 138.903.284.190 Mesin dan peralatan pabrik 1.141.239.828.043 Peralatan dan perabotan kantor 38.241.509.600 Kendaraan 7.129.571.235 Jumlah Sewa pembiayaan Mesin dan peralatan pabrik Aktiva dalam penyelesaian Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan pabrik Jumlah 1.361.632.625.862

Penambahan

Pengurangan

Reklasifikasi

Saldo Akhir

5.505.450.683 225.407.653 102.004.639.844 3.788.103.641 486.080.013 112.009.681.834

91.985.854 11.731.824.447 4.215.201.468 250.870.000 16.289.881.769

9.359.985.591 171.690.494.297 2.572.572.650 183.623.052.538

419.542.614 1.757.154.685 11.002.433.320 421.371.038 181.319.958 13.781.821.615

42.043.426.091 150.153.846.265 1.414.205.571.057 40.808.355.461 7.546.101.206 1.654.757.300.080

6.915.690.407

6.915.690.407

1.785.179.660 54.881.042.591 56.666.222.251

8.214.366.976 175.116.966.996 183.331.333.972 295.341.015.806

(7.020.251.215)

469.510.963 469.510.963 14.251.332.578

2.979.295.421 53.353.384.437 56.332.679.858 1.718.005.670.345

511.334.790 (176.602.801.323) 511.334.790 (183.623.052.538) 16.801.216.559 -

Jumlah Biaya Perolehan 1.425.214.538.520 Akumulasi Penyusutan Pemilikan langsung Bangunan dan prasarana 48.295.683.638 Mesin dan peralatan pabrik 598.099.673.824 Peralatan dan perabotan kantor 27.061.545.930 Kendaraan 5.531.533.291 Jumlah Sewa pembiayaan Mesin dan peralatan pabrik Jumlah Akumulasi Penyusutan Nilai Buku 678.988.436.683

6.377.340.545 80.176.765.232 2.697.158.169 535.974.951 89.787.238.897

63.337.932 9.127.064.030 4.166.406.268 230.970.000 13.587.778.230

1.055.032.917 5.191.755.091 285.297.343 133.828.171 6.665.913.522

55.664.719.168 674.341.130.117 25.877.595.174 5.970.366.413 761.853.810.872

1.554.360.408 680.542.797.091 744.671.741.429

378.383.158 90.165.622.055

13.587.778.230

6.665.913.522

1.932.743.566 763.786.554.438 954.219.115.907

30

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

11. ASET TETAP (lanjutan) Aset tetap terdiri dari: (lanjutan)


2009 Selisih Kurs Karena Penjabaran Laporan Keuangan

Saldo Awal Biaya Perolehan Pemilikan langsung Tanah 22.969.347.458 Bangunan dan prasarana 124.838.531.028 Mesin dan peralatan pabrik 1.041.352.613.766 Peralatan dan perabotan kantor 37.998.515.486 Kendaraan 8.821.605.623 Jumlah Sewa pembiayaan Mesin dan peralatan pabrik Aktiva dalam penyelesaian Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan pabrik Jumlah 1.235.980.613.361

Penambahan

Pengurangan

Reklasifikasi

Saldo Akhir

13.581.216.751 15.217.691.031 30.882.066.508 2.153.415.360 427.920.811 62.262.310.461

1.097.502.888 15.612.125.607 3.406.027.147 1.724.844.817 21.840.500.459

6.856.838.252 120.911.705.386 2.384.684.530 130.153.228.168

(432.131.415) (6.912.273.233) (36.294.432.010) (889.078.629) (395.110.382) (44.923.025.669)

36.118.432.794 138.903.284.190 1.141.239.828.043 38.241.509.600 7.129.571.235 1.361.632.625.862

36.790.556.919

1.943.315.306

(31.818.181.818)

6.915.690.407

943.114.450 57.718.975.379 58.662.089.829

5.349.965.529 95.305.957.073 100.655.922.602 164.861.548.369

3.195.060.640 3.195.060.640 25.035.561.099

(4.507.900.319) (93.827.146.031) (98.335.046.350) -

(1.121.683.190) (1.121.683.190) (46.044.708.859)

1.785.179.660 54.881.042.591 56.666.222.251 1.425.214.538.520

Jumlah Biaya Perolehan 1.331.433.260.109

Akumulasi Penyusutan Pemilikan langsung Bangunan dan prasarana 45.641.098.874 Mesin dan peralatan pabrik 528.913.382.985 Peralatan dan perabotan kantor 28.041.706.485 Kendaraan 6.803.339.984 Jumlah Sewa pembiayaan Mesin dan peralatan pabrik Jumlah Akumulasi Penyusutan Nilai Buku 609.399.528.328

5.658.756.506 86.453.367.070 2.831.942.919 534.597.147 95.478.663.642

620.352.580 9.217.259.713 3.173.076.045 1.517.877.534 14.528.565.872

4.772.727.281 4.772.727.281

(2.383.819.162) (12.822.543.799) (639.027.429) (288.526.306) (16.133.916.696)

48.295.683.638 598.099.673.824 27.061.545.930 5.531.533.291 678.988.436.683

1.175.977.251 610.575.505.579 720.857.754.530

5.151.110.438 100.629.774.080

14.528.565.872

(4.772.727.281) -

(16.133.916.696)

1.554.360.408 680.542.797.091 744.671.741.429

Pembebanan penyusutan aset tetap dan properti investasi (Catatan 12) adalah sebagai berikut: 2010 Beban pokok penjualan (Catatan 24) Beban usaha (Catatan 25) Jumlah 85.019.338.873 5.401.859.281 90.421.198.154 2009 96.018.444.374 4.880.719.787 100.899.164.161

31

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

11. ASET TETAP (lanjutan) Rincian laba penjualan dan rugi penghapusan aset tetap adalah sebagai berikut: 2010 Hasil penjualan aset tetap Nilai buku aset tetap yang dijual dan dihapus Laba penjualan dan rugi penghapusan aset tetap 4.621.228.464 (3.213.438.329) 1.407.790.135 2009 9.587.475.172 (9.293.483.631) 293.991.541

Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, tanah, bangunan serta mesin dan peralatan pabrik dengan nilai buku masing-masing sejumlah Rp174.248.071.194 dan Rp167.043.038.420 dijaminkan sehubungan dengan fasilitas hutang bank yang diperoleh Perusahaan dan Anak Perusahaan tertentu (Catatan 15 dan 18). Tanah milik Perusahaan dan Anak Perusahaan dengan luas keseluruhan 198.823 meter persegi, terdiri atas 58.560 meter persegi terletak di Thailand dan 140.263 meter persegi yang terletak di beberapa kota di Indonesia merupakan tanah dengan status Hak Guna Bangunan (HGB). HGB atas tanah yang terletak di Indonesia tersebut akan berakhir pada berbagai tanggal antara tahun 2013 sampai dengan tahun 2029 dan menurut keyakinan manajemen, hak ini dapat diperpanjang pada saat berakhirnya hak tersebut. Perusahaan berencana untuk menjual mesin ECOMAX yang tidak digunakan lagi dalam operasi. Oleh karena itu, mesin dengan nilai buku sebesar Rp10.929.850.556 tersebut diklasifikasikan sebagai aset yang tersedia untuk dijual, yang disajikan sebagai Aset Tidak Lancar - Lain-lain - Bersih dalam neraca konsolidasi tahun 2008 dan tidak disusutkan. Pada tahun 2010 dan 2009, Perusahaan mengakui penurunan nilai atas mesin tersebut masing-masing sebesar Rp6.933.547.989 dan Rp3.278.955.167, sehingga nilai buku bersih yang dicatat pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah masing-masing sebesar Rp717.347.400 dan Rp7.650.895.389. Penurunan nilai tersebut dicatat sebagai bagian dari akun Penghasilan (Beban) Lain-lain - Lain-lain - Bersih dalam laporan laba rugi konsolidasi tahun 2010 dan 2009. Berdasarkan evaluasi manajemen atas kondisi aset tetap pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, manajemen berkeyakinan bahwa tidak ada indikasi penurunan nilai aset tetap. Perusahaan dan Anak Perusahaan mengasuransikan aset tetapnya terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp1.389.269.153.235 dan Rp1.351.063.262.783 pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. Manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut adalah memadai untuk menutupi kemungkinan kerugian atas risiko-risiko tersebut. Perusahaan dan Anak Perusahaan melakukan transaksi sewa pembiayaan atas mesin-mesin dan peralatan tertentu dengan Sumisho Lease Co., Ltd., Jepang dan Krung Thai IBJ Leasing Co., Ltd., Thailand yang akan jatuh tempo dalam berbagai tanggal yang berbeda selambat-lambatnya sampai dengan tahun 2011. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, pembayaran sewa pembiayaan minimum pada masa mendatang sesuai dengan perjanjian sewa guna usaha (kewajiban sewa pembiayaan) adalah sebagai berikut: 2010 2009 Sampai dengan satu tahun Lebih dari satu tahun sampai lima tahun Jumlah Beban bunga yang belum jatuh tempo 1.089.275.274 1.023.807.110 2.113.082.384 (137.495.595) 1.922.307.630 1.654.908.114 3.577.215.744 (239.428.991)

32

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

11. ASET TETAP (lanjutan) Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, pembayaran sewa pembiayaan minimum pada masa mendatang sesuai dengan perjanjian sewa guna usaha (kewajiban sewa pembiayaan) adalah sebagai berikut: (lanjutan) 2010 2009 Nilai tunai atas pembayaran sewa minimum (Catatan 18) Bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun (Catatan 18) Bagian jangka panjang (Catatan 18) 1.975.586.789 (1.003.016.781) 972.570.008 3.337.786.753 (1.781.167.268) 1.556.619.485

12. PROPERTI INVESTASI Properti investasi terdiri dari:


2010 Saldo Awal Biaya Perolehan Tanah Bangunan dan prasarana Jumlah Biaya Perolehan Akumulasi Penyusutan Bangunan dan prasarana Jumlah Akumulasi Penyusutan Nilai Buku 978.339.650 6.287.064.402 7.265.404.052 2.282.615.786 2.282.615.786 4.982.788.266 Penambahan 255.576.099 255.576.099 Pengurangan Saldo Akhir 978.339.650 6.287.064.402 7.265.404.052 2.538.191.885 2.538.191.885 4.727.212.167

2009 Saldo Awal Biaya Perolehan Tanah Bangunan dan prasarana Jumlah Biaya Perolehan Akumulasi Penyusutan Bangunan dan prasarana Jumlah Akumulasi Penyusutan Nilai Buku 978.339.650 6.287.064.402 7.265.404.052 2.013.225.705 2.013.225.705 5.252.178.347 Penambahan 269.390.081 269.390.081 Pengurangan Saldo Akhir 978.339.650 6.287.064.402 7.265.404.052 2.282.615.786 2.282.615.786 4.982.788.266

Pada tahun 2008, Perusahaan menyewakan tanah, bangunan dan prasarananya yang sudah tidak digunakan dalam operasi sejak tahun 2006 yang terletak di Semanan kepada PT First Media Tbk. Oleh karena itu, tanah, bangunan dan prasarana dengan nilai buku sebesar Rp5.870.796.076 tersebut direklasifikasi dari Aset Tidak Lancar - Lain-lain - Bersih menjadi Properti Investasi (Catatan 34). Berdasarkan evaluasi manajemen atas kondisi properti investasi pada tanggal 31 Desember 2010, manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa tidak ada indikasi penurunan nilai atas properti investasi tersebut. 33

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

13. UANG MUKA PEMBELIAN ASET TETAP Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, akun ini terutama merupakan uang muka pembelian mould dari Foboha GmbH, Jerman masing-masing sejumlah EUR796.500 (setara dengan Rp9.512.344.620) dan EUR830.000 (setara dengan Rp11.244.798.500). Pada bulan Januari 2010, mould atas uang muka tahun 2009 telah diterima. Pada tanggal 17 Oktober 2009, Perusahaan menandatangani Sales Contract dengan Akei PlasticMachine Mfy. Ltd., Hong Kong, dimana Perusahaan sepakat untuk membeli 10 mesin secara bertahap. Perusahaan diharuskan membayar uang tanda jadi sebesar $AS150.000 untuk 5 mesin pertama dan tambahan $AS150.000 untuk 5 mesin berikutnya jika Perusahaan belum memenuhi pesanan dalam waktu yang telah ditentukan, dimana uang tanda jadi tersebut akan dikompensasikan dengan masingmasing tagihan mesin tersebut. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2010, Perusahaan telah membayar uang tanda jadi sebesar $AS150.000 (setara dengan Rp1.413.150.000) dan uang muka atas pembelian 1 mesin sebesar $AS174.000 (setara dengan Rp1.639.254.000) yang masing-masing dicatat dalam akun Aset Tidak Lancar - Aset Lain-lain - Bersih dan Uang Muka Pembelian Aset Tetap dalam neraca konsolidasi tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. 14. GOODWILL - BERSIH Mutasi dari goodwill adalah sebagai berikut: 2010 Saldo awal tahun PT Rexplast PT Rapidtech Jumlah saldo awal tahun Penambahan tahun berjalan PT Rexplast Amortisasi tahun berjalan PT Rexplast PT Rapidtech Saldo akhir tahun 1.273.508.443 1.273.508.443 93.499.713 (420.012.885) 946.995.271 2009 1.600.021.615 31.196.699 1.631.218.314 (326.513.172) (31.196.699) 1.273.508.443

15. HUTANG BANK JANGKA PENDEK Akun ini terdiri dari: 2010 Perusahaan Pinjaman revolving PT Bank Mizuho Indonesia (JPY545.684.000 pada tahun 2010 dan JPY549.954.000 pada tahun 2009) Bank of China Ltd., Jakarta (Rp30.000.000.000 dan $AS1.810.000) PT Bank OCBC Indonesia ($AS2.000.000 pada tahun 2010 dan $AS1.605.000 dan Rp3.000.000.000 pada tahun 2009) 2009

60.193.938.209 46.250.180.000

55.933.401.542 -

17.956.000.000

18.087.000.000

34

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

15. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) Akun ini terdiri dari: (lanjutan) 2010 Perusahaan (lanjutan) Pinjaman revolving (lanjutan) The Bank of Tokyo - Mitsubishi UFJ, Ltd., Jakarta (Rp2.000.000.000 dan JPY118.300.000 pada tahun 2010 dan JPY119.999.000 pada tahun 2009) PT Bank Chinatrust Indonesia Jumlah Cerukan PT Bank Central Asia Tbk. Letters of Credit PT Bank Mizuho Indonesia ($AS255.400) PT Bank DBS Indonesia ($AS111.510) Jumlah Anak Perusahaan Berli Dynaplast Co., Ltd., Thailand Pinjaman revolving Bank of Ayudhya Public Co., Ltd., Thailand (THB105.000.000 pada tahun 2010 dan THB23.000.000 pada tahun 2009) TMB Bank Public Co., Ltd., Thailand (THB91.000.000 pada tahun 2010 dan THB68.000.000 pada tahun 2009) Sumitomo Mitsui Banking Co., Ltd., Thailand (THB36.000.000) United Overseas Bank Limited, Thailand (THB29.000.000 pada tahun 2010 dan THB13.000.000 pada tahun 2009) Jumlah Cerukan Bank of Ayudhya Public Co., Ltd., Thailand (THB219.922 pada tahun 2010 dan THB78.651 pada tahun 2009) TMB Bank Public Co., Ltd., Thailand (THB118.379 pada tahun 2010 dan THB43.635 pada tahun 2009) Bangkok Bank Public Co., Ltd., Thailand (THB85.579 pada tahun 2010 dan THB821.992 pada tahun 2009) Lain-lain (THB43.880 pada tahun 2010 dan THB85.396 pada tahun 2009) Jumlah 2009

15.055.243.028 10.000.000.000 149.455.361.237 12.194.225.371 -

12.204.570.294 13.232.016.798 99.456.988.634 27.526.318.044 2.400.760.000 1.048.194.000 3.448.954.000

31.358.775.000 27.177.605.000 10.751.580.000 8.660.995.000 77.948.955.000

6.486.690.000 19.178.040.000 3.666.390.000 29.331.120.000

65.680.697 35.354.474 25.558.587 13.105.128 139.698.886

22.182.001 12.306.517 231.826.542 24.084.208 290.399.268

35

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

15. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) Akun ini terdiri dari: (lanjutan) 2010 Anak Perusahaan (lanjutan) PT Sanpak Unggul Pinjaman revolving The Bank of Tokyo - Mitsubishi UFJ, Ltd., Jakarta PT Rexplast Pinjaman revolving PT Bank UOB Buana (Rp2.000.000.000 pada tahun 2010 dan $AS577.830, JPY30.000.000 dan Rp305.000.000 pada tahun 2009) PT Bank Central Asia Tbk. ($AS126.931 dan EUR20.800) Jumlah Dynaplast Packaging Vietnam Co., Ltd., Vietnam Pinjaman revolving United Overseas Bank Limited, Vietnam ($AS765.230 dan VND3.065.258.533 pada tahun 2010 dan VND5.125.241.352 pada tahun 2009) The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd., Vietnam (VND851.801.097) Jumlah Jumlah Perusahaan Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman revolving tanpa jaminan dari PT Bank Mizuho Indonesia dengan pagu pinjaman sebesar Rp60.000.000.000 atau setaranya dalam mata uang asing lainnya. Fasilitas pinjaman ini telah jatuh tempo pada tanggal 19 Maret 2010 dan telah diperpanjang sampai dengan tanggal 18 Maret 2011. Selain itu, pada tanggal 7 Agustus 2009, Perusahaan juga memperoleh tambahan fasilitas Letters of Credit dengan pagu pinjaman sebesar $AS2.000.000 dan jatuh tempo pada tanggal 30 Juli 2010. Pada tanggal 19 Maret 2010, fasilitas Letters of Credit ini diperpanjang dan pagu pinjaman menjadi sebesar $AS3.000.000 dan akan jatuh tempo pada tanggal 18 Maret 2011. Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman revolving tanpa jaminan dari Bank of China Ltd., Jakarta dengan pagu pinjaman sebesar Rp30.000.000.000 dan $AS2.000.000. Selain itu, Perusahaan juga memperoleh tambahan fasilitas Letters of Credit dengan pagu pinjaman sebesar $AS600.000. Semua fasilitas pinjaman tersebut akan jatuh tempo pada 20 Agustus 2011. Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman revolving tanpa jaminan dari PT Bank OCBC Indonesia dengan pagu pinjaman sebesar AS$2.000.000. Fasilitas pinjaman ini telah jatuh tempo pada tanggal 20 Mei 2010 dan telah diperpanjang sampai dengan tanggal 31 Mei 2011. Fasilitas pinjaman ini dapat ditarik dalam mata uang Dolar Amerika Serikat atau Rupiah. 2009

9.000.000.000

2.000.000.000 2.000.000.000

8.796.602.000 1.474.161.750 10.270.763.750

8.242.695.414 400.005.796 8.642.701.210 250.380.941.704

2.613.873.090 2.613.873.090 181.938.416.786

36

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

15. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) Perusahaan (lanjutan) Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman revolving tanpa jaminan yang diperoleh dari The Bank of Tokyo - Mitsubishi UFJ, Ltd., Jakarta, dengan pagu pinjaman sebesar Rp15.000.000.000 atau setara dengan mata uang Dolar Amerika Serikat dan/atau Yen Jepang. Selain itu, Perusahaan juga memperoleh tambahan fasilitas Letters of Credit dengan pagu pinjaman sebesar $AS2.000.000. Semua fasilitas pinjaman ini telah jatuh tempo pada tanggal 28 Agustus 2010 dan telah diperpanjang sampai dengan tanggal 28 Agustus 2011. Perusahaan memperoleh pinjaman revolving tanpa jaminan dari PT Bank Chinatrust Indonesia dengan pagu pinjaman sebesar Rp20.000.000.000. Fasilitas ini jatuh tempo pada tanggal 11 Agustus 2010 dan telah diperpanjang sampai dengan tanggal 11 Agustus 2011. Perusahaan memperoleh fasilitas cerukan dari PT Bank Central Asia Tbk. dengan pagu pinjaman sebesar Rp35.000.000.000. Pinjaman ini dijamin dengan piutang usaha milik Perusahaan (Catatan 6). Selain itu, Perusahaan juga memperoleh tambahan fasilitas Letters of Credit dengan pagu pinjaman sebesar $AS1.500.000. Semua fasilitas pinjaman ini telah jatuh tempo pada tanggal 27 Januari 2011 dan telah diperpanjang sampai dengan tanggal 27 Januari 2012. Perusahaan memperoleh fasilitas Uncommitted Import Letters of Credit dari PT Bank DBS Indonesia dengan pagu pinjaman $AS2.000.000. Fasilitas ini telah jatuh tempo pada tanggal 15 Mei 2010 dan telah diperpanjang sampai dengan tanggal 15 Mei 2011. Pada tanggal 31 Desember 2009, jumlah fasilitas yang telah digunakan adalah sebesar $AS111.510 (setara dengan Rp1.048.194.000). Sedangkan pada tanggal 31 Desember 2010, tidak ada saldo atas fasilitas ini. Fasilitas ini dijaminkan dengan jaminan yang sama dengan pinjaman jangka panjang (Catatan 18). Perusahaan memperoleh fasilitas cerukan tanpa jaminan dari PT Bank CIMB Niaga Tbk. dengan pagu pinjaman sebesar Rp1.000.000.000. Fasilitas cerukan ini telah jatuh tempo pada tanggal 10 Maret 2010 dan telah diperpanjang sampai dengan tanggal 10 Maret 2011. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, Perusahaan belum menggunakan fasilitas ini. Fasilitas-fasilitas pinjaman tertentu di atas mensyaratkan Perusahaan untuk memenuhi pembatasanpembatasan tertentu, antara lain: (i) Menjaga rasio keuangan menjadi sebagai berikut: - Rasio lancar diwajibkan melebihi 75%. - Jumlah hutang terhadap jumlah aset bersih tidak lebih dari 200%. - Jumlah aset bersih sekurang-kurangnya sebesar Rp200.000.000.000. - Rasio laba sebelum manfaat (beban) pajak dan penyusutan terhadap beban bunga diwajibkan lebih dari 2 kali. - Rasio hutang terhadap laba sebelum manfaat (beban) pajak dan penyusutan tidak lebih dari 4 kali. (ii) Tidak menjual, mentransfer atau menghapus aset dengan jumlah yang signifikan tanpa sepengetahuan bank. (iii) Tidak melakukan penggabungan usaha dan likuidasi tanpa sepengetahuan bank. (iv) Tidak membagi dividen pada tahun berjalan tanpa sepengetahuan bank. (v) Tidak menjaminkan aset tetap Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari pihak bank. (vi) Tidak mengubah status, anggaran dasar dan pemegang saham Perusahaan (kecuali pemegang saham publik) tanpa sepengetahuan bank.

37

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

15. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) Berli Dynaplast Co., Ltd., Thailand Pada tahun 2010 dan 2009, Berli Dynaplast Co., Ltd., memperoleh fasilitas pinjaman revolving dari Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Thailand; United Overseas Bank (Thai) Public Co., Ltd., Thailand; TMB Bank Public Co., Ltd., Thailand; dan Bank of Ayudhya Public Co., Ltd., Thailand, untuk tujuan modal kerja dengan keseluruhan pagu pinjaman masing-masing sebesar THB305.000.000 dan THB460.000.000 (setara dengan Rp91.089.775.000 dan Rp129.733.800.000) dengan bunga sebesar 1,9%-2,2% per tahun. Pada tahun 2010 dan 2009, Berli Dynaplast Co., Ltd., Thailand juga memperoleh fasilitas pinjaman cerukan dari berbagai bank dengan keseluruhan pagu kredit sebesar masing-masing THB120.000.000 dan THB155.000.000 (setara dengan Rp35.838.600.000 dan Rp43.714.650.000). Fasilitas-fasilitas pinjaman di atas mensyaratkan Berli Dynaplast Co., Ltd., Thailand untuk memenuhi persyaratan tertentu, antara lain: (i) Menjaga rasio keuangan antara lain jumlah hutang terhadap jumlah aset bersih tidak melebihi 200%. (ii) Mempertahankan Berli Jucker Public Co., Ltd., Thailand sebagai pemegang saham dengan persentase kepemilikan minimal 49%. (iii) Menjaga Debt Service Coverage Ratio (DSCR) tidak kurang dari 120%. Fasilitas pinjaman di atas dijamin dengan Letter of Awareness dari Berli Jucker Public Co., Ltd., Thailand dan Perusahaan. PT Sanpak Unggul PT Sanpak Unggul memperoleh fasilitas kredit modal kerja dari The Bank of Tokyo - Mitsubishi UFJ, Ltd., Jakarta, dengan pagu pinjaman sebesar Rp9.000.000.000. Fasilitas pinjaman ini jatuh tempo pada tanggal 31 Juli 2009 dan telah diperpanjang sampai dengan tanggal 31 Juli 2011 dan dijamin dengan piutang usaha dan persediaan tertentu milik PT Sanpak Unggul (Catatan 6 dan 8). Pada tahun 2010, pinjaman tersebut telah dilunasi. Fasilitas-fasilitas pinjaman tertentu di atas mensyaratkan PT Sanpak Unggul untuk memenuhi persyaratan tertentu, antara lain: (i) Menjaga rasio lancar melebihi 120%. (ii) Tidak menjual, mentransfer atau menghapus aset dengan jumlah yang signifikan tanpa sepengetahuan bank. (iii) Tidak melakukan penggabungan usaha dan likuidasi tanpa sepengetahuan bank. (iv) Tidak menjaminkan aset tetap tanpa persetujuan tertulis dari pihak bank. (v) Tidak memperoleh fasilitas pinjaman baru dari pihak ketiga. (vi) Tidak membagi dividen kepada pemegang saham pada tahun berjalan tanpa sepengetahuan bank. PT Rexplast PT Rexplast memperoleh fasilitas kredit modal kerja dan kredit investasi dari PT Bank UOB Indonesia dengan batas maksimum masing-masing sebesar $AS1.500.000 dan Rp10.000.000.000. Fasilitas kredit modal kerja telah jatuh tempo pada tanggal 11 Februari 2011 dan telah diperpanjang sampai dengan tanggal 11 Mei 2011. Sedangkan kredit investasi akan jatuh tempo pada berbagai tanggal (Catatan 18). Pinjaman ini dijamin dengan persediaan, tanah, bangunan, mesin dan peralatan tertentu milik PT Rexplast (Catatan 8 dan 11). PT Rexplast memperoleh fasilitas cerukan dan Letters of Credit dari PT Bank Central Asia Tbk. dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp11.000.000.000 dan $AS1.500.000. Fasilitas kredit tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 8 November 2010 dan dijamin dengan persediaan, tanah, bangunan dan peralatan tertentu milik PT Rexplast (Catatan 8 dan 11). Pada tahun 2010, pinjaman tersebut telah dilunasi. 38

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

15. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) PT Rexplast (lanjutan) Fasilitas-fasilitas pinjaman tertentu di atas mensyaratkan PT Rexplast untuk memenuhi persyaratan tertentu, antara lain: (i) Menjaga rasio keuangan menjadi sebagai berikut: - Jumlah hutang terhadap jumlah aset bersih tidak lebih dari 200%. - Rasio lancar diwajibkan melebihi 100%. - Menjaga Debt Service Coverage Ratio tidak kurang dari 100%. (ii) Tidak menjual, mentransfer atau menghapus aset dengan jumlah yang signifikan tanpa sepengetahuan bank. (iii) Tidak melakukan penggabungan usaha dan likuidasi tanpa sepengetahuan bank. (iv) Tidak membagi dividen kepada pemegang saham pada tahun berjalan tanpa sepengetahuan bank. Dynaplast Packaging Vietnam Co., Ltd., Vietnam Pada tahun 2010 dan 2009, Dynaplast Packaging Vietnam Co., Ltd., Vietnam memperoleh fasilitas pinjaman revolving untuk modal kerja dari United Overseas Bank Limited, Vietnam, dengan pagu pinjaman masing-masing sebesar $AS1.833.000 dan $AS1.300.000. Pinjaman ini dijamin dengan Standby Letters of Credit yang dikeluarkan oleh UOB Indonesia dan mesin tertentu milik Dynaplast Packaging Vietnam Co., Ltd., Vietnam (Catatan 11). Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, Perusahaan dan Anak Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan sebagaimana diatur dalam perjanjian-perjanjian kredit di atas. Berikut adalah suku bunga per tahun yang dibebankan pada pinjaman-pinjaman tersebut di atas: 2010 Dong Vietnam Rupiah Yen Jepang Dolar Amerika Serikat Baht Thailand 16. HUTANG USAHA Akun ini merupakan kewajiban kepada pemasok atas pembelian bahan baku, bahan pembantu dan pembungkus dengan rincian sebagai berikut: 2010 Pihak ketiga: Rupiah PT Master Label PT Satyamitra Kemas Lestari CV Menara Plastik PT Surya Multi Indopack PT Advance Stabilindo Industry Lain-lain (di bawah Rp2.000.000.000) 2009 15,00% - 16,80% 9,00% - 13,48% 2,46% - 2,68% 2,13% - 4,40% 1,90% - 8,25% 2009 12,00% 9,50% - 15,48% 1,59% - 3,00% 2,02% - 9,25% 1,80% - 8,25%

2.897.248.892 2.381.902.527 1.239.942.101 835.527.500 966.195 23.385.810.946

3.788.974.888 919.099.338 3.631.827.478 2.060.438.664 3.663.077.361 26.888.441.853

39

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

16. HUTANG USAHA (lanjutan) Akun ini merupakan kewajiban kepada pemasok atas pembelian bahan baku, bahan pembantu dan pembungkus dengan rincian sebagai berikut: (lanjutan) 2010 Baht Thailand BC Polymers Marketing Co., Ltd., Thailand (THB20.423.625 pada tahun 2010 dan THB26.321.866 pada tahun 2009) CCL Label (Thai), Ltd., (THB14.208.210 pada tahun 2010 dan THB5.373.088 pada tahun 2009) Fuji Ace Co., Ltd., Thailand (THB12.717.568 pada tahun 2010 dan THB8.656.412 pada tahun 2009) Global Connections Public Co., Ltd., Thailand (THB12.313.408 pada tahun 2010 dan THB12.389.198 pada tahun 2009) Clariant Masterbatches (Thailand) Ltd., Thailand (THB8.487.075 pada tahun 2010 dan THB10.867.817 pada tahun 2009) Salee Colour PCL (THB7.768.777 pada tahun 2010 dan THB5.383.162 pada tahun 2009) Lain-lain (di bawah Rp2.000.000.000) (THB43.610.144 pada tahun 2010 dan THB48.362.792 pada tahun 2009) Dolar Amerika Serikat PT Sumitomo Indonesia ($AS6.951.618 pada tahun 2010 dan $AS2.813.642 pada tahun 2009) Chevron Phillips Singapore Chemicals (Private) Limited, Singapura ($AS1.190.765 pada tahun 2010 dan $AS886.292 pada tahun 2009) Tupperware Products ($AS256.212 pada tahun 2010 dan $AS13.380 pada tahun 2009) PT Clariant Indonesia ($AS159.268 pada tahun 2010 dan $AS230.533 pada tahun 2009) PT Sojitz Indonesia ($AS99.680 pada tahun 2010dan $AS292.461 pada tahun 2009) PT Titan Petrokimia Nusantara ($AS25.575 pada tahun 2010 dan $AS401.980 pada tahun 2009) 2009

6.099.617.724 4.243.353.026 3.798.165.420

7.423.555.938 1.515.372.150 2.441.367.986

3.677.461.126

3.494.125.608

2.534.707.614 2.320.184.334 13.024.387.673

3.065.050.558 1.518.213.323 13.639.758.191

62.501.997.573

26.448.236.833

10.698.813.415 2.303.605.688 1.431.974.452 896.218.385 229.944.825

8.332.305.430 125.772.000 2.167.009.163 2.749.134.340 3.778.612.282

40

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

16. HUTANG USAHA (lanjutan) Akun ini merupakan kewajiban kepada pemasok atas pembelian bahan baku, bahan pembantu dan pembungkus dengan rincian sebagai berikut: (lanjutan) 2010 Dolar Amerika Serikat (lanjutan) PT Akino Indonesia Trading ($AS11.108 pada tahun 2010 dan $AS347.483 pada tahun 2009) Lain-lain (di bawah Rp2.000.000.000) ($AS2.549.179 pada tahun 2010 dan $AS2.067.624 pada tahun 2009) Yen Jepang JSW Plastics Machinery (S) Pte., Ltd., Singapura (JPY47.710.500 pada tahun 2010 dan JPY13.138.500 pada tahun 2009) Lain-lain (di bawah Rp2.000.000.000) (JPY9.798.286 pada tahun 2010 dan JPY29.529.100 pada tahun 2009) Euro Eropa Weener Plastic Ltd., Irlandia (EUR343.408 pada tahun 2010 dan EUR137.128 pada tahun 2009) Lain-lain (di bawah Rp2.000.000.000) (EUR226.924 pada tahun 2010 dan EUR230.147 pada tahun 2009) Dong Vietnam Lain-lain (di bawah Rp2.000.000.000) (VND6.400.214.637 pada tahun 2010 dan VND3.461.538.706 pada tahun 2009) Dolar Singapura Lain-lain (di bawah Rp2.000.000.000) (SGD239.488 pada tahun 2010 dan SGD559.247 pada tahun 2009) Franc Swiss Lain-lain (di bawah Rp2.000.000.000) (CHF17.868 pada tahun 2010 dan CHF28.336 pada tahun 2009) Dolar Australia Lain-lain (di bawah Rp2.000.000.000) (AUD2.620) Pound Sterling Inggris Lain-lain (di bawah Rp2.000.000.000) (GBP179) Jumlah hutang usaha - pihak ketiga 2009

99.062.838 22.910.516.583

3.266.341.892 20.962.537.753

5.053.862.195 1.080.556.502

1.330.947.130 3.003.236.445

4.115.535.658 2.713.883.049

1.848.371.441 3.109.065.617

3.005.540.794

1.765.384.740

1.672.112.918

3.759.807.510

171.533.376 23.953.376 2.486.989 185.350.873.694

257.500.772 156.953.566.684

41

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

16. HUTANG USAHA (lanjutan) Akun ini merupakan kewajiban kepada pemasok atas pembelian bahan baku, bahan pembantu dan pembungkus dengan rincian sebagai berikut: (lanjutan) 2010 Pihak hubungan istimewa (Catatan 7a): Rupiah PT IML Technology PT Cubic Indonesia Baht Thailand Berli Jucker Public Co., Ltd., Thailand (THB13.738 pada tahun 2010 dan THB20.338 pada tahun 2009) Dolar Amerika Serikat PT IML Technology ($AS15.518) PT Cubic Indonesia ($AS15.085 pada tahun 2010 dan $AS8.341 pada tahun 2009) Jumlah hutang usaha - pihak hubungan istimewa Jumlah 2009

1.109.702.381 10.142.623

7.037.630

4.103.161 139.522.338 135.632.966 1.399.103.469 186.749.977.163

5.736.084 78.428.756 91.202.470 157.044.769.154

Hutang usaha dari pihak hubungan istimewa tersebut menggambarkan 0,14% dan 0,01% masingmasing dari jumlah kewajiban konsolidasi pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, tidak ada jaminan yang diberikan Perusahaan dan Anak Perusahaan atas hutang usaha di atas. Rincian umur hutang usaha dihitung sejak tanggal faktur adalah sebagai berikut: 2010 Sampai dengan 1 bulan 1 bulan - 3 bulan 3 bulan - 6 bulan Lebih dari 6 bulan Jumlah 17. HUTANG PAJAK Hutang pajak terdiri dari: 2010 Pajak penghasilan Pasal 4 (2) Pasal 21 Pasal 23 Pasal 25 - Desember Pasal 26 Pasal 29 (Catatan 27) Pajak pertambahan nilai Jumlah 13.138.250 2.733.783.539 123.170.132 1.148.233.751 1.154.073 1.229.805.935 125.313.102 5.374.598.782 2009 115.322.500 2.009.771.039 272.041.637 279.464.539 3.379.574 4.821.438.094 2.173.585.532 9.675.002.915 109.297.456.157 52.689.363.619 18.138.081.271 6.625.076.116 186.749.977.163 2009 94.000.476.922 46.197.925.506 15.113.402.555 1.732.964.171 157.044.769.154

42

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

18. KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Kewajiban jangka panjang terdiri dari: 2010 Hutang bank Perusahaan PT Bank UOB Buana PT Bank OCBC Indonesia PT Bank DBS Indonesia PT Bank Central Asia Tbk. Anak Perusahaan Berli Dynaplast Co., Ltd., Thailand Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Thailand (THB100.000.000) Siam Commercial Bank Public Co., Ltd., Thailand (THB75.000.000 pada tahun 2010 dan THB100.000.000 pada tahun 2009) Bangkok Bank Public Co., Ltd., Thailand (THB25.000.000) PT Sanpak Unggul PT Bank UOB Buana PT Rexplast PT Bank UOB Buana*) PT Bank Central Asia Tbk. Dynaplast Packaging Vietnam Co., Ltd., Vietnam United Overseas Bank Limited, Vietnam ($AS3.656.898 dan VND1.345.275.538 pada tahun 2010; VND748.230.000 dan $AS3.503.256 pada tahun 2009) Hutang sewa pembiayaan (Catatan 11) Jumlah Dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun: Hutang bank Hutang sewa pembiayaan (Catatan 11) Jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun Bagian jangka panjang Hutang bank Hutang sewa pembiayaan (Catatan 11) Jumlah *) 2009

87.141.339.202 75.767.875.333 25.310.731.838 22.600.064.289

67.348.000.000 63.333.333.332 11.250.000.000

29.865.500.000 22.399.125.000 7.400.000.000 12.000.000.000 512.717.349

28.203.000.000 7.050.750.000 10.000.000.000 1.538.152.048

33.143.285.474 1.975.586.789 318.116.225.274

32.434.134.168 3.337.786.753 224.495.156.301

97.643.999.655 1.003.016.781 98.647.016.436 218.496.638.830 972.570.008 219.469.208.838

82.630.658.709 1.781.167.268 84.411.825.977 138.526.710.839 1.556.619.485 140.083.330.324

Pada tahun 2009 sebagai PT Bank UOB Indonesia yang pada tahun 2010 merger ke PT Bank UOB Buana.

43

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

18. KEWAJIBAN JANGKA PANJANG (lanjutan) Hutang Bank Perusahaan Pada tanggal 14 Oktober 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman Amortizing Term Loan dari PT Bank UOB Buana dengan pagu pinjaman sebesar Rp90.000.000.000. Pinjaman ini akan dibayar secara bertahap dalam 60 (enam puluh) kali angsuran bulanan masing-masing sebesar Rp1.000.000.000 untuk tahun pertama, kedua dan ketiga, dan Rp2.500.000.000 untuk tahun keempat dan kelima, dimulai pada bulan November 2010 hingga bulan Oktober 2015. Pinjaman ini dijamin dengan kepemilikan saham pada PT Rexplast yang dimiliki oleh Perusahaan (Catatan 3). Pada tanggal 29 Juli 2009, Perusahaan memperoleh fasilitas Amortizing Term Loan dari PT Bank OCBC Indonesia dengan pagu pinjaman sebesar Rp40.000.000.000. Pinjaman ini akan dibayar secara bertahap dalam 12 (dua belas) kali angsuran triwulanan masing-masing sebesar Rp3.333.333.333 yang dimulai pada bulan Oktober 2010 sampai dengan bulan Juli 2013. Pada tanggal 10 Desember 2009, Perusahaan memperoleh 2 (dua) fasilitas tambahan Amortizing Term Loan dengan pagu pinjaman masing-masing sebesar Rp50.000.000.000. Pinjaman tambahan pertama ini akan dibayar secara bertahap dalam 16 (enam belas) kali angsuran triwulanan masing-masing sebesar Rp3.125.000.000 yang dimulai pada bulan Maret 2010 sampai dengan Desember 2013. Pinjaman tambahan kedua akan dibayar secara bertahap dalam 12 (dua belas) kali angsuran triwulanan masing-masing sebesar Rp2.500.000.000 untuk tahun pertama, Rp3.750.000.000 untuk tahun kedua dan Rp6.250.000.000 untuk tahun ketiga, dimulai pada bulan Maret 2011 hingga Desember 2013. Pinjaman ini dijamin dengan piutang usaha, tanah, bangunan serta mesin dan peralatan pabrik milik Perusahaan (Catatan 6 dan 11). Sisa saldo pinjaman tersebut pada tanggal 31 Desember 2010 adalah masing-masing sejumlah Rp28.604.583.333, Rp37.500.000.000 dan Rp9.663.292.000. Pada tanggal 23 Agustus 2007, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman Amortizing Term Loan dari PT Bank DBS Indonesia dengan pagu pinjaman sebesar Rp100.000.000.000. Pinjaman ini akan dibayar secara bertahap dalam 48 (empat puluh delapan) kali angsuran bulanan masing-masing sebesar Rp500.000.000 untuk tahun pertama, Rp1.500.000.000 untuk tahun kedua dan Rp3.166.666.667 untuk tahun ketiga dan keempat, dimulai pada bulan September 2007 hingga bulan Agustus 2011. Pinjaman ini dijamin dengan tanah, bangunan serta mesin dan peralatan pabrik milik Perusahaan (Catatan 11). Pada tanggal 27 Januari 2005, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk. sebesar Rp45.000.000.000 yang dapat ditarik secara bertahap hingga tanggal 31 Desember 2005. Pinjaman ini akan dibayar dalam 60 (enam puluh) kali angsuran bulanan masingmasing sebesar Rp750.000.000, dimulai pada bulan April 2006 hingga bulan Maret 2011. Pada tanggal 1 Februari 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas tambahan Amortizing Term Loan dengan pagu pinjaman sebesar Rp24.400.000.000. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2010, Perusahaan telah menggunakan fasilitas tersebut sebesar Rp22.000.000.000. Pinjaman tambahan ini akan dibayar secara bertahap dalam 54 (lima puluh empat) kali angsuran bulanan masing-masing sebesar Rp407.407.407 yang dimulai pada bulan September 2010 sampai dengan Februari 2015. Pinjaman ini dijamin dengan mesin, tanah dan bangunan milik Perusahaan (Catatan 11).

44

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

18. KEWAJIBAN JANGKA PANJANG (lanjutan) Hutang Bank (lanjutan) Berli Dynaplast Co., Ltd., Thailand Pada tahun 2010, Berli Dynaplast Co., Ltd., memperoleh fasilitas pinjaman jangka panjang dari Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Thailand, sebesar THB100.000.000 yang akan dibayar dalam 6 (enam) kali angsuran tengah tahunan masing-masing sebesar THB16.666.667 dimulai pada 31 Oktober 2011 hingga 30 April 2014. Pinjaman ini dijamin dengan Letter of Awareness dari Berli Jucker Public Co., Ltd. dan Perusahaan. Pada tahun 2009, Berli Dynaplast Co., Ltd., memperoleh fasilitas pinjaman jangka panjang dari Siam Commercial Bank Public Company Limited, Thailand, sebesar THB100.000.000 yang akan dibayar dalam 4 (empat) kali angsuran tengah tahunan masing-masing sebesar THB25.000.000 dimulai pada tanggal 30 Desember 2010 hingga tanggal 29 Juni 2012. Pinjaman ini dijamin dengan Letter of Awareness dari Berli Jucker Public Co., Ltd. dan Perusahaan. Pada tahun 2005, Berli Dynaplast Co., Ltd., memperoleh fasilitas pinjaman jangka panjang dari Bangkok Bank Public Company Limited, Thailand, sebesar THB100.000.000 yang akan dibayar dalam 8 (delapan) kali angsuran setengah tahunan masing-masing sebesar THB12.500.000 dimulai pada tanggal 30 Mei 2007 hingga tanggal 30 November 2010. Pinjaman ini dijamin dengan Letter of Awareness dari Berli Jucker Public Co., Ltd. dan Perusahaan. Pada tahun 2010, pinjaman tersebut telas dilunasi. PT Sanpak Unggul Pada tahun 2010, PT Sanpak Unggul memperoleh fasilitas pinjaman jangka panjang dari PT Bank UOB Buana sebesar Rp7.400.000.000 dengan tingkat suku bunga 10,2% per tahun. Pinjaman jangka panjang ini memiliki jangka waktu sampai dengan 14 Juni 2014 dan dijamin dengan piutang usaha, persediaan mesin, tanah dan bangunan milik PT Sanpak Unggul (Catatan 6, 8 dan 11). Pinjaman ini digunakan untuk menunjang kegiatan operasional PT Sanpak Unggul. PT Rexplast Pada tahun 2008, PT Rexplast memperoleh beberapa fasilitas kredit investasi dari PT Bank UOB Indonesia, sebesar Rp766.666.660 yang jatuh tempo pada berbagai tanggal dengan angsuran terakhir pada Januari 2009. Pada tahun 2009, PT Rexplast telah melunasi pinjaman tersebut. Selanjutnya, pada tahun 2009, PT Rexplast memperoleh fasilitas kredit investasi lain dari PT Bank UOB Indonesia, dengan batas maksimum sebesar Rp17.300.000.000 yang akan jatuh tempo pada berbagai tanggal dengan angsuran terakhir pada November 2013. Pinjaman ini dijamin dengan jaminan yang sama dengan pinjaman jangka pendek (Catatan 15). PT Rexplast memperoleh beberapa fasilitas kredit investasi dari PT Bank Central Asia Tbk. sebesar Rp17.000.000.000 dan Rp4.331.250.000 (setara dengan EUR346.500) yang akan jatuh tempo pada berbagai tanggal dengan angsuran terakhir pada Juni 2011. Pinjaman ini dijamin dengan jaminan yang sama dengan pinjaman jangka pendek (Catatan 15).

45

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

18. KEWAJIBAN JANGKA PANJANG (lanjutan) Hutang Bank (lanjutan) Dynaplast Packaging Vietnam Co., Ltd., Vietnam Dynaplast Packaging Vietnam Co., Ltd. memperoleh fasilitas pinjaman jangka panjang dari United Overseas Bank Limited, Vietnam, (UOB Vietnam) sebesar $AS3.667.000 untuk membiayai pembelian mesin produksi dan pembangunan pabrik. Pinjaman ini memiliki jangka waktu 5 (lima) tahun dan pembayaran cicilan pertama pada dimulai bulan Januari 2009 hingga bulan Januari 2014 serta dijamin dengan Standby Letters of Credit yang dikeluarkan oleh UOB Indonesia atas nama UOB Vietnam, dan mesin yang dibiayai dan hak atas sewa tanah milik Dynaplast Packaging Vietnam Co., Ltd., Vietnam (Catatan 11). Dynaplast Packaging Vietnam Co., Ltd., Vietnam memperoleh tambahan fasilitas pinjaman jangka panjang dari UOB Vietnam sebesar $AS500.000. Pinjaman ini memiliki jangka waktu 4 (empat) tahun dan dibayar dalam 13 (tiga belas) kali angsuran masing-masing sebesar $AS37.000 dengan pembayaran terakhir sebesar $AS56.000 yang dimulai pada bulan Juni 2010 hingga Juni 2013 serta dijaminkan dengan jaminan yang sama dengan fasilitas sebelumnya (Catatan 11). Atas fasilitas-fasilitas pinjaman tersebut, pihak bank menetapkan pembatasan-pembatasan tertentu terhadap Perusahaan dan Anak Perusahaan antara lain: (i) Perusahaan dan Anak Perusahaan tertentu disyaratkan untuk menjaga rasio keuangan sebagai berikut: Rasio lancar diwajibkan melebihi 75% sejak tanggal 3 Juni 2009. Jumlah hutang terhadap jumlah aset bersih tidak lebih dari 120% hingga tanggal 31 Desember 2008, 100% mulai tanggal 1 Januari 2009 dan 120% mulai tanggal 3 Juni 2009. Jumlah aset bersih sekurang-kurangnya sebesar Rp200.000.000.000. - Rasio laba sebelum manfaat (beban) pajak dan penyusutan terhadap beban bunga diwajibkan lebih dari 4 kali. Interest service coverage ratio minimal 200%. Menjaga Debt Service Coverage Ratio tidak kurang dari 120% (ii) Perusahaan wajib mempertahankan persentase kepemilikannya pada Anak Perusahaan tertentu. (iii) Perusahaan wajib membatasi pembagian jumlah dividen pada tahun berjalan. (iv) Tidak menjual, mentransfer atau menghapus aset dengan jumlah yang signifikan tanpa sepengetahuan bank. (v) Tidak melakukan penggabungan usaha dan likuidasi tanpa sepengetahuan bank. (vi) Tidak mengubah status, anggaran dasar dan pemegang saham Perusahaan (kecuali pemegang saham publik) tanpa sepengetahuan bank. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, Perusahaan dan Anak Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan sebagaimana diatur dalam perjanjian-perjanjian kredit di atas, kecuali pemenuhan rasio lancar untuk PT Bank DBS Indonesia (DBS) yang mengharuskan pemenuhan rasio lancar sebesar 80%. Pada tanggal 14 Februari 2011, Perusahaan telah menyampaikan surat kepada DBS untuk memperoleh persetujuan atas pelanggaran rasio tersebut. Sampai dengan tanggal laporan ini, belum diperoleh persetujuan waiver tersebut. Berikut adalah suku bunga per tahun yang dibebankan pada pinjaman-pinjaman tersebut di atas: 2010 Rupiah Baht Thailand Dolar Amerika Serikat Dong Vietnam 8,62% - 14,75% 3,80% - 4,21% 2,66% 2009 8,52% - 15,50% 3,49% - 5,75% 2,66% - 5,05% 12,00%

46

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

19. KEWAJIBAN JANGKA PANJANG - LAIN-LAIN Kewajiban jangka panjang - lain-lain terdiri dari: 2010 Perusahaan JSW Plastics Machinery (S) Pte., Ltd., Singapura (JPY153.173.189 pada tahun 2010 dan JPY152.500.000 pada tahun 2009) Anak Perusahaan PT Sanpak Unggul JSW Plastics Machinery (S) Pte., Ltd., Singapura (JPY31.346.000) PT Rexplast Polytype SA, Swiss (CHF1.395.000) JSW Plastics Machinery (S) Pte., Ltd., Singapura (JPY24.418.500) Jumlah Dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun: Perusahaan Anak Perusahaan Jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun Bagian jangka panjang Perusahaan Anak Perusahaan Jumlah Perusahaan Pada tanggal 2 Juli 2009, Perusahaan membuat perjanjian untuk membeli 8 unit mesin moulding dengan fasilitas kredit tanpa bunga dari JSW Plastics Machinery (S) Pte., Ltd., Singapura dengan jumlah keseluruhan sebesar JPY152.500.000 (setara dengan Rp15.509.905.750) yang akan dilunasi dalam 5 kali cicilan sampai dengan tanggal 20 Maret 2012. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2009, Perusahaan telah menerima seluruh mesin tersebut. Selanjutnya, pada tanggal 30 November 2009, Perusahaan membuat perjanjian untuk membeli 6 unit mesin moulding dengan fasilitas kredit tanpa bunga dari JSW Plastics Machinery (S) Pte., Ltd., Singapura dengan jumlah keseluruhan sebesar JPY53.345.000 (setara dengan Rp5.883.166.661), yang akan dilunasi dalam 5 kali cicilan sampai dengan tanggal 25 Juli 2012. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2010, Perusahaan telah menerima seluruh mesin tersebut. Pada tanggal 31 Desember 2010, sisa saldo hutang Perusahaan atas kedua transaksi di atas adalah sejumlah JPY153.173.189 (setara dengan Rp16.909.572.488) dimana sebesar JPY102.922.500 (setara dengan Rp11.350.833.643) akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari satu tahun. 2009

16.909.572.488

15.509.905.750

3.457.012.418 13.392.000.000 2.686.035.000 36.444.619.906

15.509.905.750

11.350.833.643 17.220.767.888 28.571.601.531 5.558.738.845 2.314.279.530 7.873.018.375

4.652.971.725 4.652.971.725 10.856.934.025 10.856.934.025

47

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

19. KEWAJIBAN JANGKA PANJANG - LAIN-LAIN (lanjutan) PT Sanpak Unggul Pada tahun 2010, PT Sanpak Unggul membuat perjanjian untuk membeli 2 unit mesin dengan fasilitas tanpa bunga dari JSW Electric Machinery Pte., Ltd., Singapura dengan jumlah keseluruhan sebesar JPY40.180.000 (setara dengan Rp4.196.344.794) yang akan dilunasi dalam 5 kali cicilan sampai dengan tanggal 12 Juli 2012. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2010, PT Sanpak Unggul telah menerima seluruh mesin tersebut. Pada tanggal 31 Desember 2010, sisa saldo hutang PT Sanpak Unggul atas transaksi di atas adalah sejumlah JPY31.346.000 (setara dengan Rp3.457.012.418) dimana sebesar JPY18.480.000 (setara dengan Rp2.038.077.888) akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari satu tahun. PT Rexplast Pada tahun 2010, PT Rexplast membuat perjanjian untuk membeli 3 unit mesin dengan fasilitas tanpa bunga dari JSW Electric Machinery Pte., Ltd., Singapura dengan jumlah keseluruhan sebesar JPY 32.558.000 (setara dengan Rp3.432.700.764) yang akan dilunasi dalam 5 kali cicilan sampai dengan bulan Juni 2011. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2010, PT Rexplast telah menerima seluruh mesin tersebut. Selain itu, PT Rexplast juga membuat perjanjian untuk membeli 1 unit mesin dengan fasilitas tanpa bunga dari Polytype SA, Swiss sebesar CHF1.550.000 (setara dengan Rp13.314.500.000) yang akan dilunasi dalam 3 kali cicilan. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2010, PT Rexplast telah menerima mesin tersebut. Pada tanggal 31 Desember 2010, sisa saldo hutang PT Rexplast atas kedua transaksi di atas adalah sejumlah JPY21.418.500 dan CHF1.395.000 (secara total setara dengan Rp16.078.035.000) dimana sebesar JPY21.418.500 dan CHF1.301.717 (secara total setara dengan Rp15.182.690.000) akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari satu tahun. 20. MODAL SAHAM Susunan pemegang saham dan kepemilikan saham pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 berdasarkan laporan dari PT Sirca Datapro Perdana selaku Biro Administrasi Efek adalah sebagai berikut:
2010 Jumlah Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh 126.167.170 83.902.477 27.410.000 77.225.793 314.705.440 Persentase Kepemilikan 40,09 26,66 8,71 24,54 100,00

Pemegang Saham PT Hambali Dina Mitra Dynapack Asia Pte., Ltd., Singapura UOB Kay Hian Pte., Ltd., Singapura Lain-lain (masing-masing di bawah 5%) Jumlah

Jumlah 63.083.585.000 41.951.238.500 13.705.000.000 38.612.896.500 157.352.720.000

48

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

20. MODAL SAHAM (lanjutan) Susunan pemegang saham dan kepemilikan saham pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 berdasarkan laporan dari PT Sirca Datapro Perdana selaku Biro Administrasi Efek adalah sebagai berikut: (lanjutan)
2009 Jumlah Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh 86.213.170 80.942.527 36.000.000 20.000.000 10.900.220 2.163.480 78.486.043 314.705.440 Persentase Kepemilikan 27,39 25,72 11,44 6,36 3,46 0,69 24,94 100,00

Pemegang Saham PT Panca Graha Sentosa PT Ciptadana Securities *) UOB Kay Hian Pte., Ltd., Singapura Dupenner Limited PT Hambali Dinamika Tirtadjaja Hambali (Direktur) Lain-lain (masing-masing di bawah 5%) Jumlah

Jumlah 43.106.585.000 40.471.263.500 18.000.000.000 10.000.000.000 5.450.110.000 1.081.740.000 39.243.021.500 157.352.720.000

*) Sebagai Kustodian 21. TAMBAHAN MODAL DISETOR Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, rincian akun ini adalah sebagai berikut: Agio saham dari penawaran perdana Agio saham dari penawaran umum terbatas I Agio saham dari penawaran umum terbatas II Agio saham dari penerbitan dividen saham Laba atas penjualan saham yang diperoleh kembali Agio saham dari penerbitan saham sehubungan dengan pelaksanaan opsi kepemilikan saham karyawan Pembagian saham bonus yang berasal dari agio saham Tambahan modal disetor 22. DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diaktakan dalam Akta Notaris Ny. S.P. Henny Singgih, S.H. No. 3 tanggal 3 Juni 2010, para pemegang saham Perusahaan menyetujui sebagai berikut: a. Pembagian dividen kas final atas laba tahun buku 2009 sebesar Rp50 (lima puluh rupiah) per saham sehingga jumlah keseluruhan dividen yang dibagikan atas laba tahun buku 2009 adalah sebesar Rp100 (seratus rupiah) (termasuk dividen interim sebesar Rp50 (lima puluh rupiah) per saham) atau sejumlah Rp31.470.544.000. b. Pembentukan cadangan umum sebesar Rp31.500.000.000 dari laba bersih tahun 2009. Pembayaran atas dividen kas interim dan final telah dilakukan masing-masing pada tanggal 7 Desember 2009 dan 3 Agustus 2010. 11.500.000.000 40.722.750.000 13.031.280.000 1.797.000.000 5.179.406.287 8.754.599.436 (62.984.520.000) 18.000.515.723

49

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

23. PENJUALAN BERSIH Rincian penjualan bersih adalah sebagai berikut: 2010 Kemasan plastik Komponen plastik Lain-lain Jumlah Potongan penjualan dan retur penjualan Penjualan bersih 1.381.135.831.868 168.683.406.249 77.313.755.815 1.627.132.993.932 (13.444.220.498) 1.613.688.773.434 2009 1.253.758.832.539 159.515.298.689 92.701.677.063 1.505.975.808.291 (13.909.757.314) 1.492.066.050.977

Jumlah penjualan kepada pihak hubungan istimewa masing-masing sebesar Rp8.395.576.202 dan Rp6.364.463.525 pada tahun 2010 dan 2009. Penjualan kepada pihak yang melebihi 10% dari jumlah penjualan konsolidasi dilakukan dengan PT Unilever Indonesia Tbk. masing-masing sebesar Rp307.079.395.929 dan Rp237.627.284.476 pada tahun 2010 dan 2009. 24. BEBAN POKOK PENJUALAN Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut: 2010 Bahan baku yang digunakan Upah langsung Beban pabrikasi Bahan pembantu dan pembungkus Penyusutan (Catatan 11) Listrik dan air Gaji dan upah tidak langsung Perbaikan dan pemeliharaan Pengangkutan Suku cadang Sewa Perlengkapan Operasi kendaraan Asuransi Perjalanan dinas Bahan bakar dan pelumas Penyisihan atas persediaan usang (Catatan 8) Lain-lain Jumlah beban pabrikasi Jumlah Beban Produksi Persediaan barang dalam proses Awal tahun Akhir tahun Beban Pokok Produksi 656.162.222.697 103.083.721.817 108.639.908.225 85.019.338.873 81.254.197.248 62.266.845.746 39.735.002.238 15.822.226.069 9.959.281.646 3.623.448.676 1.977.034.992 1.692.219.040 1.159.023.098 1.053.698.604 861.805.075 13.726.894 2.121.686.016 415.199.442.440 1.174.445.386.954 22.552.298.777 (8.479.693.752) 1.188.517.991.979 2009 584.283.841.362 84.240.220.368 114.076.518.061 96.018.444.374 81.654.960.716 58.893.007.670 38.241.654.426 13.810.510.318 10.523.813.150 1.948.466.811 1.666.245.164 2.283.290.411 1.422.745.819 796.087.906 420.213.581 1.290.896.945 1.882.158.380 424.929.013.732 1.093.453.075.462 26.150.474.131 (22.552.298.777) 1.097.051.250.816

50

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

24. BEBAN POKOK PENJUALAN (lanjutan) Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut: (lanjutan) 2010 Persediaan barang jadi Awal tahun Pembelian selama tahun berjalan Akhir tahun Beban Pokok Penjualan 57.749.837.052 101.127.890.685 (56.297.831.733) 1.291.097.887.983 2009 62.288.971.092 119.723.300.106 (57.749.837.052) 1.221.313.684.962

Pada tahun 2010 dan 2009, tidak terdapat pembelian dari pihak yang melebihi 10% dari jumlah penjualan konsolidasi. 25. BEBAN USAHA Rincian beban usaha adalah sebagai berikut: 2010 Umum dan Administrasi Gaji, upah dan tunjangan (Catatan 26) Operasi kendaraan Honorarium tenaga ahli Sewa Penyusutan (Catatan 11) Perbaikan dan pemeliharaan Amortisasi biaya ditangguhkan Pos, telepon dan teleks Perjalanan Biaya bank Representasi dan jamuan Pelatihan Listrik dan air Administrasi Lain-lain Jumlah Beban Umum dan Administrasi Penjualan Pengangkutan Gaji, upah dan tunjangan Operasi kendaraan Representasi dan jamuan Lain-lain Jumlah Beban Penjualan Jumlah Beban Usaha 67.732.168.547 15.828.940.378 4.082.918.080 5.614.222.196 5.401.859.281 3.786.716.046 3.617.285.661 3.075.612.845 2.897.249.992 2.370.895.486 2.330.182.921 1.601.535.348 1.347.881.687 1.313.124.901 10.753.454.337 131.754.047.706 6.292.554.440 5.829.116.351 1.425.341.531 853.975.325 2.147.838.547 16.548.826.194 148.302.873.900 2009 62.812.010.204 12.342.507.242 2.716.896.737 2.892.748.251 4.880.719.787 3.978.260.568 4.216.163.917 2.828.684.928 1.134.972.539 2.168.548.030 1.343.579.130 1.777.106.627 1.026.688.117 244.384.203 7.666.629.046 112.029.899.326 5.886.549.976 6.470.458.591 1.215.850.411 1.039.466.676 4.826.366.581 19.438.692.235 131.468.591.561

51

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

26. KEWAJIBAN DIESTIMASI ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN Perusahaan dan Anak Perusahaan di Indonesia mengakui kewajiban diestimasi atas imbalan kerja karyawan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing sebesar Rp36.017.265.860 dan Rp27.928.814.860 dan disajikan dalam akun Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Kerja Karyawan dalam neraca konsolidasi. Beban kesejahteraan karyawan masing-masing sebesar Rp8.789.889.000 dan Rp5.612.791.000 pada tahun 2010 dan 2009, disajikan sebagai bagian dari akun Beban Usaha Umum dan Administrasi - Gaji, Upah dan Tunjangan (Catatan 25). Kewajiban diestimasi atas imbalan kerja karyawan tersebut adalah berdasarkan perhitungan aktuaria yang dilakukan oleh PT Eldridge Gunaprima Solution, aktuaris independen, dalam laporannya masing-masing tertanggal 18 Januari 2011 untuk tahun 2010, dan tertanggal 15 Februari 2010 dan 3 Maret 2010 untuk tahun 2009. Pada tanggal 8 April 2010 dan 25 Mei 2009, salah satu Anak Perusahaan melalui program pensiun dengan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia telah membayar kontribusi masing-masing sejumlah Rp465.412.000 dan Rp4.000.000.000 untuk mendanai sebagian kewajiban imbalan kerjanya. Kewajiban diestimasi atas imbalan kerja karyawan tersebut dihitung dengan menggunakan metode Projected Unit Credit dan asumsi-asumsi sebagai berikut: 2010 Tingkat bunga Tingkat kenaikan gaji Usia pensiun Tingkat kematian Metode penilaian aktuaria 2009

9,0% per tahun 10,5% per tahun 7,0% per tahun 8,0% per tahun 55 tahun 55 tahun TMI II TMI II Projected Unit Credit Projected Unit Credit

Beban yang diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi adalah sebagai berikut: 2010 Beban jasa kini Beban bunga Ekspektasi pengembalian aset program Amortisasi atas beban jasa lalu yang belum menjadi hak dan kerugian aktuaria Pengakuan segera atas beban jasa lalu telah menjadi hak Jumlah Kewajiban diestimasi atas imbalan kerja karyawan terdiri dari: 2010 Nilai kini kewajiban imbalan kerja karyawan Kerugian aktuarial yang belum diakui Nilai wajar aset program Biaya jasa lalu yang belum menjadi hak Jumlah 48.418.712.000 (6.582.654.140) (4.730.524.000) (1.088.268.000) 36.017.265.860 2009 38.365.966.860 (5.116.440.000) (4.086.188.000) (1.234.524.000) 27.928.814.860 4.257.177.000 4.128.971.000 (423.480.000) (79.622.000) 906.843.000 8.789.889.000 2009 3.368.383.000 3.307.894.000 (113.750.000) (949.736.000) 5.612.791.000

52

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

26. KEWAJIBAN DIESTIMASI ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) Perubahan kewajiban diestimasi atas imbalan kerja karyawan untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut: 2010 Saldo awal tahun Penyesuaian saldo awal tahun Penambahan tahun berjalan Pembayaran kepada karyawan selama tahun berjalan Pembayaran kontribusi ke perusahaan asuransi Saldo akhir tahun 27.928.814.860 1.497.329.000 8.789.889.000 (1.733.355.000) (465.412.000) 36.017.265.860 2009 22.886.523.860 6.146.101.000 5.612.791.000 (2.716.601.000) (4.000.000.000) 27.928.814.860

27. PAJAK PENGHASILAN Beban pajak penghasilan Perusahaan dan Anak Perusahaan terdiri dari: 2010 Beban pajak penghasilan - tahun berjalan Perusahaan Anak Perusahaan Beban pajak penghasilan - tahun berjalan konsolidasi Manfaat (beban) pajak penghasilan - tangguhan Perusahaan Anak Perusahaan Beban pajak penghasilan - tangguhan konsolidasi Beban pajak penghasilan Perusahaan Anak Perusahaan Beban pajak penghasilan konsolidasi (12.693.322.641) (16.234.282.500) (28.927.605.141) (167.629.881) (850.219.344) (1.017.849.225) (12.860.952.522) (17.084.501.844) (29.945.454.366) 2009 (1.466.598.000) (15.368.842.913) (16.835.440.913) (12.100.652.057) 651.245.785 (11.449.406.272) (13.567.250.057) (14.717.597.128) (28.284.847.185)

53

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

27. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan) Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi konsolidasi dengan penghasilan kena pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 untuk Perusahaan adalah sebagai berikut: 2010 Laba sebelum beban pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasi Dikurangi: Laba Anak Perusahaan yang dikonsolidasi sebelum pajak penghasilan Amortisasi goodwill Laba sebelum beban pajak penghasilan Perusahaan menurut metode biaya Beda waktu: Penurunan nilai aset Penyisihan imbalan kerja karyawan Amortisasi biaya ditangguhkan Laba penjualan aset tetap Penyusutan Penyisihan (pemulihan) persediaan usang Sewa pembiayaan Beda tetap: Dividen Anak Perusahaan luar negeri Beban pajak Perizinan dan sumbangan Tunjangan dan kesejahteraan karyawan Beban bunga Rugi (laba) perusahaan asosiasi Pendapatan yang dikenakan pajak penghasilan final Sewa Bunga Penghasilan kena pajak Perusahaan sebelum akumulasi rugi fiskal Akumulasi rugi fiskal awal tahun Koreksi akumulasi rugi fiskal akibat diterimanya Surat Ketetapan Pajak untuk pajak penghasilan badan Penghasilan kena pajak Beban pajak penghasilan - tahun berjalan Perusahaan Anak Perusahaan Beban pajak penghasilan - tahun berjalan konsolidasi 129.354.506.147 (81.488.724.055) 420.012.885 48.285.794.977 6.933.547.989 5.485.280.000 1.513.351.496 742.189.659 (13.603.211.824) (881.848.803) (859.828.041) 7.017.792.583 2.133.994.109 247.309.561 143.881.280 68.339.077 (3.151.160.227) (3.141.423.000) (160.718.272) 50.773.290.564 50.773.290.564 2009 116.812.224.315 (73.175.359.830) 357.709.871 43.994.574.356 3.278.955.167 4.682.944.000 997.861.801 252.782.257 (2.599.870.804) 193.721.794 (117.313.065) 3.073.676.160 751.461.851 137.848.466 1.086.462.051 178.825.923 90.461.551 (3.042.617.400) (161.045.791) 52.798.728.317 (51.919.070.710) 4.358.192.719 5.237.850.326

(12.693.322.641) (16.234.282.500) (28.927.605.141)

(1.466.598.000) (15.368.842.913) (16.835.440.913)

54

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

27. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan) Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi konsolidasi dengan penghasilan kena pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 untuk Perusahaan adalah sebagai berikut: (lanjutan) 2010 Manfaat (beban) pajak penghasilan - pajak tangguhan Perusahaan Penurunan nilai aset Penyisihan imbalan kerja karyawan Amortisasi biaya ditangguhkan Penyusutan Sewa pembiayaan Penyisihan (pemulihan) persediaan usang Penurunan tarif pajak Rugi fiskal Jumlah Anak Perusahaan Beban pajak penghasilan tangguhan konsolidasi Beban pajak penghasilan konsolidasi Tahun berjalan Pajak tangguhan Beban pajak penghasilan konsolidasi 2009

1.733.386.997 1.371.320.000 378.337.874 (3.191.131.979) (239.080.572) (220.462.201) (167.629.881) (850.219.344) (1.017.849.225) (28.927.605.141) (1.017.849.225) (29.945.454.366)

918.107.447 1.311.224.320 279.401.304 (657.184.793) (32.847.658) 54.242.102 563.745.020 (14.537.339.799) (12.100.652.057) 651.245.785 (11.449.406.272) (16.835.440.913) (11.449.406.272) (28.284.847.185)

Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku dari laba sebelum pajak penghasilan dan beban pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut: 2010 Laba sebelum beban pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasi Dikurangi: Laba Anak Perusahaan yang dikonsolidasi sebelum pajak penghasilan Amortisasi goodwill Laba sebelum beban pajak penghasilan Perusahaan menurut metode biaya 129.354.506.147 (81.488.724.055) 420.012.885 48.285.794.977 2009 116.812.224.315 (73.175.359.830) 357.709.871 43.994.574.356

55

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

27. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan) Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku dari laba sebelum pajak penghasilan dan beban pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut: (lanjutan) 2010 Beban pajak penghasilan dengan tarif pajak berlaku Beda tetap: Laba (rugi) perusahaan asosiasi Pendapatan yang dikenakan pajak penghasilan final Sewa Bunga Dividen Anak Perusahaan luar negeri Beban pajak Perizinan dan sumbangan Tunjangan dan kesejahteraan karyawan Beban bunga Pengaruh penurunan tarif pajak Penyesuaian aset pajak tangguhan atas koreksi akumulasi rugi fiskal Beban pajak penghasilan Perusahaan Anak Perusahaan Beban pajak penghasilan konsolidasi (12.071.448.744) 787.790.056 785.355.750 40.179.568 (1.754.448.146) (533.498.527) (61.827.390) (35.970.320) (17.084.769) (12.860.952.522) (17.084.501.844) (29.945.454.366) 2009 (12.318.480.820) (25.329.234) 851.932.872 45.092.821 (860.629.325) (210.409.318) (38.597.479) (304.209.374) (50.071.258) 563.745.020 (1.220.293.962) (13.567.250.057) (14.717.597.128) (28.284.847.185)

Beban pajak penghasilan - tahun berjalan dan perhitungan pajak penghasilan terhutang dan tagihan pajak penghasilan adalah sebagai berikut: 2010 2009 Beban pajak penghasilan - tahun berjalan Perusahaan Anak Perusahaan Beban pajak penghasilan konsolidasi Pembayaran pajak penghasilan di muka Perusahaan Pasal 22 Pasal 23 Pasal 24 Pasal 25 Fiskal Luar Negeri Jumlah (12.693.322.641) (16.234.282.500) (28.927.605.141) (1.466.598.000) (15.368.842.913) (16.835.440.913)

5.014.847.035 328.067.397 151.225.331 6.409.159.950 11.903.299.713

5.458.202.255 397.505.396 2.500.000 5.858.207.651

56

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

27. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan) 2010 Pembayaran pajak penghasilan di muka (lanjutan) Anak Perusahaan Pasal 22 Pasal 23 Pasal 25 Jumlah Pembayaran pajak penghasilan di muka konsolidasi Hutang pajak penghasilan Perusahaan Anak Perusahaan Jumlah Tagihan pajak penghasilan Perusahaan Anak Perusahaan Rincian tagihan pajak penghasilan adalah sebagai berikut: 2010 Perusahaan Tahun 2009 Tahun 2008 Jumlah Anak Perusahaan Tahun 2010 Tahun 2006 Jumlah 4.391.609.651 4.391.609.651 146.046.269 4.537.655.920 2009 4.391.609.651 5.122.547.234 9.514.156.885 3.538.495.233 13.052.652.118 2009

3.439.225.403 40.464.120 12.460.856.239 15.940.545.762 27.843.845.475 (790.022.928) (439.783.007) (1.229.805.935) 146.046.269

2.116.022.904 67.442.768 8.363.939.147 10.547.404.819 16.405.612.470 (4.821.438.094) (4.821.438.094) 4.391.609.651 -

Aset (kewajiban) pajak tangguhan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut: 2010 Perusahaan Kewajiban diestimasi atas imbalan kerja karyawan Aset lain-lain Persediaan Piutang Aset tetap dan sewa pembiayaan Biaya ditangguhkan Properti investasi Bersih Anak Perusahaan Kewajiban pajak tangguhan - bersih Aset pajak tangguhan Anak Perusahaan - bersih 5.950.197.250 2.553.125.789 119.288.797 15.328.377 (32.797.405.076) (866.035.553) (99.128.228) (25.124.628.644) (372.740.678) (25.497.369.322) 136.297.399 2009 4.578.877.250 819.738.792 339.750.998 15.328.377 (29.463.256.302) (1.244.373.427) (3.064.451) (24.956.998.763) (132.585.470) (25.089.584.233) 746.361.535

57

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

27. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan) Pada bulan Juni 2010, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) atas pajak penghasilan pasal 23 dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta Surat Tagihan Pajak (STP) atas PPN untuk tahun pajak 2008 dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp965.407.791. Selain itu, Perusahaan juga menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) Pajak Penghasilan Badan untuk tahun pajak 2008 sebesar Rp4.898.974.041, atas tagihan pajak Perusahaan tahun 2008 sejumlah Rp5.122.547.234. Koreksi atas tagihan pajak tahun 2008 dan kekurangan pembayaran di atas dibebankan sebagai bagian dalam akun Penghasilan (Beban) Lain-lain - Lain-lain - Bersih dalam laporan laba rugi konsolidasi tahun 2010. Pada bulan April 2009, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) atas pajak penghasilan pasal 23 dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta Surat Tagihan Pajak (STP) atas PPN untuk tahun pajak 2007 dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp751.461.851. Selain itu, Perusahaan juga menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) Pajak Penghasilan Badan untuk tahun pajak 2007 sebesar Rp2.883.654.043, dimana tagihan pajak Perusahaan tahun 2007 disetujui seluruhnya. Kekurangan pembayaran tersebut di atas dibebankan sebagai bagian dalam akun Penghasilan (Beban) Lain-lain - Lain-lain - Bersih dalam laporan laba rugi konsolidasi tahun 2009. Taksiran pajak penghasilan kena pajak Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 telah sesuai dengan Surat Pemberitahuan Tahunan yang disampaikan ke Kantor Pajak. Pada bulan September 2008, Undang-undang No. 7 Tahun 1983 mengenai Pajak Penghasilan diubah untuk keempat kalinya dengan Undang-undang No. 36 Tahun 2008. Perubahan tersebut juga mencakup perubahan tarif pajak penghasilan badan dari sebelumnya menggunakan tarif pajak progresif menjadi tarif tunggal yaitu 28% untuk tahun fiskal 2009 dan 25% untuk tahun fiskal 2010 dan seterusnya. Perusahaan mencatat tambahan manfaat pajak atas dampak penurunan tarif pajak tersebut sebesar Rp563.745.020 sebagai bagian dari akun Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Tangguhan pada laporan laba rugi konsolidasi untuk tahun 2009. 28. PERJANJIAN SIGNIFIKAN Pada tanggal 15 Oktober 2010, PT Rexplast, Anak Perusahaan, mengadakan perjanjian lisensi dengan Rex Holdings Pte., Ltd., pihak ketiga, dimana PT Rexplast setuju untuk membayar royalti sebesar SGD1.200.000 atas penggunaan merk dagang Rex dan nama Rexplast dalam aktivitas bisnisnya. Penggunaan merk dagang Rex akan berlaku selama 3 tahun. Sedangkan untuk penggunaan nama Rexplast akan berlaku selama 5 tahun. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2010, telah dibayar sejumlah SGD300.000. Pada tahun 2010, biaya yang dibebankan sebesar Rp454.666.667 dicatat sebagai bagian dari akun Beban Umum dan Administrasi dalam laporan laba rugi konsolidasi tahun 2010. 29. HAK MINORITAS Hak minoritas atas aset bersih Anak Perusahaan yang dikonsolidasi adalah sebagai berikut: 2010 Berli Dynaplast Co., Ltd., Thailand PT Sanpak Unggul PT Rexplast Jumlah 76.807.499.216 57.702.899 76.865.202.115 2009 70.705.194.795 47.517.533 54.936.548.810 125.689.261.138

58

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

29. HAK MINORITAS (lanjutan) Hak minoritas atas laba bersih Anak Perusahaan yang dikonsolidasi adalah sebagai berikut: 2010 PT Rexplast Berli Dynaplast Co., Ltd., Thailand PT Sanpak Unggul Jumlah 9.667.772.062 8.599.388.015 28.935.366 18.296.095.443 2009 8.726.108.610 14.189.863.653 23.382.120 22.939.354.383

30. ASET DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing untuk Perusahaan dan Anak Perusahaan (kecuali akun moneter mata uang asing untuk Anak Perusahaan di luar negeri) adalah sebagai berikut:
Mata Uang Asing $AS Aset Kas dan setara kas Piutang usaha Piutang lain-lain Lain-lain Kewajiban Hutang usaha Hutang lain-lain Hutang pembelian mesin Hutang bank jangka pendek Kewajiban - bersih 415.961 2.481.478 306.666 118.458 (10.602.818) (351.824) (3.810.000) (11.442.079) EUR 20.583 42.350 58.389 (199.197) (257.122) (334.997) SGD 564.679 38.563 (234.103 ) (1.001.524 ) (632.385 ) JPY (9.798.286) (50.053.032) (24.418.500) (663.984.000) (748.253.818) THB 2.975 (265 ) (2.325.000 ) (2.322.290 ) CHF 291 (17.868) (1.395.000) (1.412.577) AUD GBP (179 ) (179 ) Jumlah Setara Rupiah 7.931.522.442 22.953.061.554 3.724.511.847 1.065.055.878 (100.624.253.523) (18.749.439.318) (16.779.561.577) (107.483.351.436) (207.962.454.133)

________________

5 14.850 (2.620 ) (73 ) -

________________

12.162

Tabel berikut ini menampilkan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap mata uang asing berdasarkan kurs tengah mata uang asing yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia: 16 Februari 2011 1 Pound Sterling Inggris 1 Euro Eropa 1 Franc Swiss 1 Dolar Amerika Serikat 1 Dolar Australia 1 Dolar Singapura 1 Baht Thailand 1 Yen Jepang 14.371,51 12.024,85 9.216,92 8.904,00 8.880,40 6.951,37 290,08 106,30

Jika posisi aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2010 dijabarkan dengan kurs tengah tanggal 16 Februari 2011, kewajiban moneter bersih Perusahaan akan mengalami penurunan sebesar Rp4.527.898.231.

59

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

31. TUJUAN DAN KEBIJAKAN RISIKO MANAJEMEN KEUANGAN Instrumen keuangan pokok Perusahaan dan Anak Perusahaan terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lancar lain-lain, pinjaman karyawan, aset tidak lancar lain-lain - security deposits, hutang bank jangka pendek, hutang usaha, hutang lancar lain-lain, biaya yang masih harus dibayar, hutang pihak hubungan istimewa, hutang bank jangka panjang dan hutang lain-lain jangka panjang. Perusahaan dan Anak Perusahaan terpengaruh terhadap risiko pasar, risiko kredit dan risiko likuiditas. Manajemen senior Perusahaan dan Anak Perusahaan mengawasi manajemen risiko atas risiko-risiko tersebut. Direksi menelaah dan menyetujui kebijakan pengelolaan risiko sebagaimana dirangkum di bawah ini: Risiko pasar Risiko pasar adalah risiko nilai wajar arus kas masa depan suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan harga pasar. Harga pasar mengandung dua tipe risiko: risiko tingkat suku bunga dan risiko nilai tukar mata uang asing. Instrumen keuangan yang terpengaruh oleh risiko pasar termasuk kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lancar lain-lain, pinjaman karyawan, aset tidak lancar lain-lain - security deposits, hutang bank jangka pendek, hutang usaha, hutang lancar lainlain, biaya yang masih harus dibayar, hutang - pihak hubungan istimewa, hutang bank jangka panjang dan hutang lain-lain jangka panjang. Risiko tingkat suku bunga Risiko tingkat suku bunga adalah risiko di mana nilai wajar arus kas di masa depan akan berfluktuasi karena perubahan tingkat suku bunga pasar. Perusahaan dan Anak Perusahaan terpengaruh risiko perubahan suku bunga pasar terutama terkait dengan hutang bank jangka pendek dan hutang bank jangka panjang dengan suku bunga mengambang yang dimiliki Perusahaan dan Anak Perusahaan. Perusahaan dan Anak perusahaan mengelola risiko ini dengan melakukan pinjaman dalam beberapa mata uang asing dengan tujuan untuk mendapatkan tingkat suku bunga yang lebih rendah. Tabel berikut ini menunjukan sensitivitas kemungkinan perubahan tingkat suku bunga pinjaman. Dengan asumsi variabel lain konstan, laba sebelum beban pajak konsolidasian dipengaruhi oleh tingkat suku bunga mengambang sebagai berikut:
Kenaikan/ penurunan dalam satuan poin 31 Desember 2010 Rupiah Baht Thailand Dolar Amerika Serikat Yen Jepang Dong Vietnam Rupiah Baht Thailand Dolar Amerika Serikat Yen Jepang Dong Vietnam +100 + 50 + 50 + 10 +100 -100 - 50 - 50 - 10 -100 Dampak terhadap laba sebelum beban pajak 2.869.269.114 625.620.958 172.952.176 69.175.264 25.386.557 (2.869.269.114) (625.620.958) (172.952.176) (69.175.264) (25.386.557)

60

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

31. TUJUAN DAN KEBIJAKAN RISIKO MANAJEMEN KEUANGAN (lanjutan) Risiko mata uang asing Risiko mata uang asing adalah risiko nilai wajar arus kas di masa depan yang berfluktuasi karena perubahan kurs pertukaran mata uang asing. Perusahaan dan Anak Perusahaan terpengaruh resiko perubahan mata uang asing terutama berkaitan dengan piutang usaha, hutang bank jangka pendek, hutang usaha dalam mata uang Dolar Amerika Serikat, Baht Thailand dan Yen Jepang. Perusahaan dan Anak perusahaan mengelola risiko ini dengan melakukan pinjaman dalam beberapa mata uang asing dengan tujuan untuk mendapatkan tingkat suku bunga yang lebih rendah, sehingga resiko fluktuasi mata uang asing dapat dikompensasikan dengan biaya bunga yang lebih rendah dari pinjaman dalam beberapa mata uang asing yang diperoleh. Tabel berikut ini menunjukan sensitivitas kemungkinan perubahan tingkat pertukaran Rupiah terhadap mata uang asing, dengan asumsi variabel lain konstan, dampak terhadap laba sebelum beban pajak penghasilan konsolidasian sebagai berikut:
Perubahan Tingkat Rp 31 Desember 2010 Baht Thailand Dolar Amerika Serikat Yen Jepang Baht Thailand Dolar Amerika Serikat Yen Jepang + + + 2% 2% 3% 2% 2% 3% Dampak terhadap laba sebelum beban pajak 5.818.487.458 4.350.993.893 3.243.986.060 (5.818.487.458) (4.350.993.893) (3.243.986.060)

Risiko kredit Risiko kredit adalah risiko dimana lawan transaksi tidak akan memenuhi kewajibannya berdasarkan instrumen keuangan atau kontrak pelanggan, yang menyebabkan kerugian keuangan. Perusahaan dan Anak Perusahaan hanya terkena risiko kredit dari kegiatan operasi yang berhubungan dengan penjualan. Risiko kredit pelanggan dikelola oleh Direksi sesuai dengan kebijakan Perusahaan dan Anak Perusahaan, prosedur dan pengendalian yang telah ditetapkan yang berkaitan dengan manajemen risiko kredit pelanggan. Posisi piutang pelanggan dipantau secara teratur. Persyaratan untuk penurunan nilai dianalisis setiap tanggal pelaporan dan dinilai berdasarkan penelaahan kolektibilitas saldo setiap akhir periode. Risiko likuiditas Manajemen risiko likuiditas yang hati-hati berarti mempertahankan kas dan setara kas yang memadai untuk mendukung kegiatan bisnis secara tepat waktu. Perusahaan dan Anak Perusahaan menjaga keseimbangan antara kesinambungan penagihan piutang serta melalui fleksibilitas penggunaan hutang bank untuk mengelola risiko likuiditas.

61

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

31. TUJUAN DAN KEBIJAKAN RISIKO MANAJEMEN KEUANGAN (lanjutan) Risiko likuiditas (lanjutan) Tabel berikut ini menunjukan profil jangka waktu pembayaran kewajiban Perusahaan dan Anak Perusahaan berdasarkan pembayaran dalam kontrak.
< 1 tahun Hutang bank jangka pendek Hutang usaha Pihak ketiga Pihak hubungan istimewa Biaya yang masih harus dibayar Bagian hutang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun Bank Sewa pembiayaan Lain-lain Hutang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun Bank Sewa pembiayaan Lain-lain Jumlah 250.380.941.704 185.350.873.694 1.399.103.469 55.405.805.040 1 - 2 tahun 2 - 3 tahum > 3 tahun Jumlah 250.380.941.704 185.350.873.694 1.399.103.469 55.405.805.040

97.643.999.655 1.003.016.781 28.571.601.531

97.643.999.655 1.003.016.781 28.571.601.531

619.755.341.874

74.712.181.545 596.398.402 7.873.018.375 83.181.598.322

70.285.125.074 376.171.606 70.661.296.680

73.499.332.211 73.499.332.211

218.496.638.830 972.570.008 7.873.018.375 847.097.569.087

32. INSTRUMEN KEUANGAN Tabel berikut menyajikan nilai tercatat dan estimasi nilai wajar dari instrumen keuangan Perusahaan dan anak perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010.
Nilai Tercatat Aset Keuangan Pinjaman yang diberikan dan piutang Kas dan setara kas Piutang usaha Pihak ketiga Pihak hubungan istimewa Piutang lancar lain-lain - pihak ketiga Pinjaman karyawan Aset tidak lancar lain-lain - security deposits Jumlah Kewajiban Keuangan Kewajiban keuangan pada biaya perolehan diamortisasi Hutang bank jangka pendek Hutang usaha Pihak ketiga Pihak hubungan istimewa Hutang lancar lain-lain - pihak ketiga Biaya yang masih harus dibayar Hutang - pihak hubungan istimewa Hutang bank jangka panjang Hutang lain-lain jangka panjang Jumlah Nilai Wajar

31.876.309.162 267.020.266.911 6.112.849.531 10.968.617.810 4.309.032.102 1.790.780.106 322.077.855.622

31.876.309.162 267.020.266.911 6.112.849.531 10.968.617.810 4.309.032.102 1.790.780.106 322.077.855.622

250.380.941.704 185.350.873.694 1.399.103.469 40.730.768.754 55.405.805.040 1.126.398.328 316.140.638.485 36.444.619.906 886.979.149.380

250.380.941.704 185.350.873.694 1.399.103.469 40.730.768.754 55.405.805.040 1.126.398.328 316.140.638.485 36.444.619.906 886.979.149.380

62

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

32. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) Nilai wajar didefinisikan sebagai jumlah dimana instrumen tersebut dapat dipertukarkan di dalam transaksi jangka pendek antara pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan yang memadai melalui suatu transaksi yang wajar, selain di dalam penjualan terpaksa atau penjualan likuidasi. Nilai wajar didapatkan dari kuotasi harga pasar, model arus kas diskonto dan model penentuan harga opsi yang sewajarnya. Instrumen keuangan yang disajikan di dalam neraca konsolidasi dicatat sebesar nilai wajar, atau sebaliknya, disajikan dalam jumlah tercatat apabila jumlah tersebut mendekati nilai wajarnya atau nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal. Metode-metode dan asumsi-asumsi di bawah ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk masing-masing kelas instrumen keuangan: a. Instrumen keuangan yang dicatat sebesar nilai wajar atau biaya perolehan diamortisasi Pinjaman karyawan, aset tidak lancar lain-lain - security deposits, hutang - pihak hubungan istimewa, hutang bank jangka pendek, hutang bank jangka panjang dan hutang lain-lain jangka panjang dicatat sebesar biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif dan tingkat diskonto yang digunakan adalah suku bunga pinjaman tambahan pada pasar saat ini untuk jenis pinjaman yang sama. b. Instrumen keuangan dengan jumlah tercatat yang mendekati nilai wajarnya Nilai wajar untuk kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lancar lain-lain, hutang usaha dan hutang lancar lain-lain dan biaya yang masih harus dibayar mendekati nilai tercatatnya karena bersifat jangka pendek. 33. INFORMASI SEGMEN Tabel berikut ini menampilkan informasi segmen usaha menurut jenis produk (primer) dan menurut lokasi penjualan (sekunder) pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009:
2010 Segmen Usaha (Primer) Penjualan bersih Beban pokok penjualan Laba kotor Laba usaha - tidak dapat dialokasikan Aset segmen Aset - tidak dapat dialokasikan Pengeluaran modal - tidak dapat dialokasikan Penyusutan - tidak dapat dialokasikan 51.849.436.918 3.834.806.880 613.587.935 1.369.112.555.428 1.088.591.135.742 280.521.419.686 167.291.503.301 138.681.807.362 28.609.695.939 77.284.714.705 63.824.944.879 13.459.769.826 1.613.688.773.434 1.291.097.887.983 322.590.885.451 174.288.011.551 56.297.831.733 1.495.987.934.200 256.747.315.274 90.421.198.154 Kemasan Plastik Komponen Plastik Lain-Lain Jumlah

63

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

33. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) Tabel berikut ini menampilkan informasi segmen usaha menurut jenis produk (primer) dan menurut lokasi penjualan (sekunder) pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009: (lanjutan)
2010 (lanjutan) Segmen Geografis (Sekunder) Penjualan bersih Dalam negeri Luar negeri Jumlah Beban pokok penjualan Dalam negeri Luar negeri Jumlah Laba kotor Dalam negeri Luar negeri Jumlah Laba usaha Dalam negeri - tidak dapat dialokasikan Luar negeri Jumlah Aset segmen Dalam negeri Luar negeri Jumlah Aset Dalam negeri - tidak dapat dialokasikan Luar negeri Jumlah Pengeluaran modal Dalam negeri - tidak dapat dialokasikan Luar negeri Jumlah Penyusutan Dalam negeri - tidak dapat dialokasikan Luar negeri Jumlah 953.267.851.493 415.844.703.935 1.369.112.555.428 730.091.167.953 358.499.967.789 1.088.591.135.742 167.291.503.301 167.291.503.301 138.681.807.362 138.681.807.362 77.284.714.705 77.284.714.705 63.824.944.879 63.824.944.879 1.197.844.069.499 415.844.703.935 1.613.688.773.434 932.597.920.194 358.499.967.789 1.291.097.887.983 Kemasan Plastik Komponen Plastik Lain-Lain Jumlah

223.176.683.540 57.344.736.145 280.521.419.685

28.609.695.939 28.609.695.939

13.459.769.827 13.459.769.827

265.246.149.306 57.344.736.145 322.590.885.451

15.503.801.387 15.503.801.387 37.942.137.497 13.907.299.421 51.849.436.918

3.834.806.880 3.834.806.880

613.587.935 613.587.935

158.784.210.164 15.503.801.387 174.288.011.551 42.390.532.312 13.907.299.421 56.297.831.733

436.887.690.097 436.887.690.097

1.059.100.244.103 436.887.690.097 1.495.987.934.200

80.500.701.360 80.500.701.360

176.246.613.914 80.500.701.360 256.747.315.274

25.096.306.749 25.096.306.749

65.324.891.405 25.096.306.749 90.421.198.154

64

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

33. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) Tabel berikut ini menampilkan informasi segmen usaha menurut jenis produk (primer) dan menurut lokasi penjualan (sekunder) pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009: (lanjutan)
2009 Segmen Usaha (Primer) Penjualan bersih Beban pokok penjualan Laba kotor Laba usaha - tidak dapat dialokasikan Aset segmen Aset - tidak dapat dialokasikan Pengeluaran modal - tidak dapat dialokasikan Penyusutan - tidak dapat dialokasikan Segmen Geografis (Sekunder) Penjualan bersih Dalam negeri Luar negeri Jumlah Beban pokok penjualan Dalam negeri Luar negeri Jumlah Laba kotor Dalam negeri Luar negeri Jumlah Laba usaha Dalam negeri - tidak dapat dialokasikan Luar negeri Jumlah Aset segmen Dalam negeri Luar negeri Jumlah Aset Dalam negeri - tidak dapat dialokasikan Luar negeri Jumlah 861.348.204.916 379.713.218.289 1.241.061.423.205 697.663.453.084 317.189.406.057 1.014.852.859.141 158.356.486.989 158.356.486.989 132.171.625.309 132.171.625.309 92.648.140.783 92.648.140.783 74.289.200.512 74.289.200.512 1.112.352.832.688 379.713.218.289 1.492.066.050.977 904.124.278.905 317.189.406.057 1.221.313.684.962 51.830.176.151 4.456.761.788 1.462.899.113 1.241.061.423.205 1.014.852.859.141 226.208.564.064 158.356.486.989 132.171.625.309 26.184.861.680 92.648.140.783 74.289.200.512 18.358.940.271 1.492.066.050.977 1.221.313.684.962 270.752.366.015 139.283.774.454 57.749.837.052 1.232.841.112.085 160.617.389.605 100.899.164.161 Kemasan Plastik Komponen Plastik Lain-Lain Jumlah

163.684.751.832 62.523.812.232 226.208.564.064

26.184.861.680 26.184.861.680

18.358.940.271 18.358.940.271

208.228.553.783 62.523.812.232 270.752.366.015

26.268.856.079 26.268.856.079 41.450.298.384 10.379.877.767 51.830.176.151

4.456.761.788 4.456.761.788

1.462.899.113 1.462.899.113

113.014.918.375 26.268.856.079 139.283.774.454 47.369.959.285 10.379.877.767 57.749.837.052

337.378.344.037 337.378.344.037

895.462.768.048 337.378.344.037 1.232.841.112.085

65

PT DYNAPLAST Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

33. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) Tabel berikut ini menampilkan informasi segmen usaha menurut jenis produk (primer) dan menurut lokasi penjualan (sekunder) pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009: (lanjutan)
2009 (lanjutan) Segmen Geografis (Sekunder) (lanjutan) Pengeluaran modal Dalam negeri - tidak dapat dialokasikan Luar negeri Jumlah Penyusutan Dalam negeri - tidak dapat dialokasikan Luar negeri Jumlah Kemasan Plastik Komponen Plastik Lain-Lain Jumlah

31.353.384.807 31.353.384.807

129.264.004.798 31.353.384.807 160.617.389.605

25.347.859.881 25.347.859.881

75.551.304.280 25.347.859.881 100.899.164.161

34. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA Berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli yang diaktakan dengan Akta Notaris Arie Soesanto, S.H., No. 13 tanggal 18 Januari 2011, Perusahaan sepakat untuk menjual 3 (tiga) bidang tanah dan 2 bangunan (properti investasi) dengan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) seluas 9.127 m , berlokasi di Jl. Semanan Raya No. 22, Jakarta Barat, kepada pihak ketiga dengan harga sebesar Rp15.800.000.000. Pada tanggal 18 Januari 2011, Perusahaan telah menerima pembayaran uang muka sebesar Rp800.000.000, sedangkan sisanya akan diterima paling lambat pada tanggal 20 Maret 2011. 35. REKLASIFIKASI AKUN Beberapa akun dalam laporan keuangan konsolidasi tahun 2009 telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian laporan keuangan konsolidasi tahun 2010. 2009 Dilaporkan Sebelumnya Uang muka, pajak dibayar di muka dan biaya dibayar di muka Biaya dibayar di muka dan uang muka Pajak pertambahan nilai 36. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Manajemen Perusahaan bertanggung jawab dalam mempersiapkan laporan keuangan konsolidasi yang telah diselesaikan pada tanggal 16 Februari 2011. 25.123.772.962 2009 Disajikan Kembali 20.677.747.932 4.446.025.030

66