Anda di halaman 1dari 4

Pelayanan Air Bersih Dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat, perlu ditentukan batasan-batasan yang menjadi pedoman

sehingga jelas wilayah atau daerah yang di layani. Adapun kriteria pelayanannya ditentukan oleh : A. Sumber air baku yang tersedia Hal ini perlu, karena berdasarkankuantitas dan kualitas air baku, dapat ditentukan: Jumlah / kapasitas air yang tersedia Sistem pengolahannya Sistem pelayanannya B. Jumlah penduduk Untuk mengetahui kriteria daerah/kota tersebut. C. Kondisi sosial ekonomi dan budaya Hal ini akan menunjukan kepada kebutuhan air bersih makin tinggi kondisi sosial ekonomi kebutuhan makin besar, juga makin sadar akan pentingnya air bersih, akan semakin dituntut untuk selalu menggunakan air bersih dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kebutuhan semakin meningkat. D. Kebutuhan air bersih masyarakat Hal ini dihubungkan dengan macam-macam peruntukan atau pemanfaatan air bersih, tentu daya didaerah yang banyak terdapat industri, sarana niaga, transportasi akan mengunakan air bersih lebih banyak. Namun fungsi sosial pun sangat diperhatikan, sehingga ketersediaan air bersih bagi kebutuhan ini juga mendapat prioritas antara lain bagi kebutuhan pendidikan, gedung perkantoran pemerintah, rumah ibadah dan sarana sosial lainnya. E. Daerah pelayanan Penentuan daerah pelayanan dengan tujuan agar sistem pembagian air bersih untuk wilayah pelayanan menjadi jelas teratur dan merata. Adapun penentuan daerah pelayanan ini berdasarkan : Kepadatan/ kerapatan penduduk (jiwa/Ha) Batas administrasi wilayah Perencanaan kota (RUTRK,dll) Sistem/cara pelayanan

Khususnya untuk sistem/cara pelayanan untuk menentukan daerah konsumen yang menggunakan sambungan rumah (SR) Hidran Umum (HU) maupun Terminal Air (TA). F. Pendanaan Tentu saja selain digunakan investasi awal untuk membangun sistem penyediaan air bersih berdasarkan kualitas sumber air beku sisitem jaringan perpipaan serta pelayanannya/kebutuhan, juga dalam rangka oprasi dan pemeliharaan perlu mendapat perhatian khusus agar biaya tidak menyebabkan sisitem tidak berfungsi secara optimal. Perhitungan pendanaan ini, juga menyangkut tarip pengunaan air bersih oleh konsumen dimana tidak memberatkan masyarakatnya tapi juga tidak menganggu pendanaan bagi oprasi dan pemeliharaan. Pengaturan tarif menyangkut fungsi sosial dan komersial agar pengelola tidak merugi.

G. Pengelolaan Pengelolaan air bersih memegang peran yang sangat penting. Walaupun sistem penyediaan air bersih sudah baik, tetapi jika pengelolaan tidak benar, maka akan menyebabkan : Sistem pelayanan menjadi kacau dan tidak benar. Perusahaan merugi. Mempercepat proses perusakan terhadap instalasi maupun jaringan perpiaan dan sebagainya. Kondisi kapasitas air yang dihasilkan dengan yang di konsumsi oleh masyarakat umumnya berbeda. Kapasitas di konsumen lebih kecil dari kapasitas yang dihasilkan. Hal ini disebabkan kebocoran yang terjadi. Umumnya kebocoran ini sekitar 20% dari hasil produksi. Kebocoran tersebut bisa disebabkan oleh : Kebocoran teknis : pada pipa, instalasi, dll. Kebocoran administrasi : kesalahan pencatatan meter. Perhitungan Kebutuhan Air 1. Kebutuhan Domestik Merupakan kebutuhan akan air bersih dari tiap-tiap rumah tangga, yang meliputi kebutuhan untuk masak, minum, mandi, cuci, kakus, dan sebagainya yang digunakan dalam rumah tangga. Kebutuhan akan air bersih tiap orang (liter/orang/hari) tergantung dari daerah pelayanan berdasarkan kategori wilayah, apakah di kota metropolitan, kota besar,dsb. Perhitungan kebutuhan air domestik, dipengaruhi pula oleh tingkat pertabahan penduduk, apakah secara aritmatik, atau geometric atau lainnya, yang tentu saja

2.

3.

4.

5.

akan mempengaruhi terhadap proyeksi pertumbuhan penduduk yang berkaitan dengan perencanaan system penyediaan air bersih daerah tersebut. Kebutuhan Non Domestik Merupakan kebutuhan akan air bersih bagi masyarakat diluar kebutuhan untuk rumah tangga, yang meliputi kebutuhan untuk sosial, ibadah, industri, rekreasi, pelabuhan, niaga, dll. Kebutuhan akan air bersih tiap orang (liter/orang/hari) bergantung dari berbagai macam kegiatan yang dilakukan, misal kebutuhan untuk dirumah sakit akan berbeda dengan di sekolah atau diumah ibadah. Begitu juga di tempat rekreasi dengan di industri atau pertokoan. Perhitungan kebutuhan air non domestik, dapat di perkirakan secara prosentase dari kebutuhan domestik (misal 25% atau 30%), tetapi untuk memperoleh hasil yang lebih tepat, lebih baik diperhitungkan secara ditail berdasarkan data hasil survey dan pengolahan data yang dilakukan. Sebagai pedoman untuk menghitung kebutuhan tersebut, dapat digunakan data-data dari hasil penelitian para ahli, yang telah menetapkan kebutuhan tiap orang (liter/hari) pada tiap-tiap kegiatan, apakah untuk sosial, industri, niaga, dll Kebutuhan Instalasi Merupakan kebutuhan air bersih yang digunakan bagi kepentingan instalasi, seperti untuk kebersihan kebersihan, backwash, pencampuran dengan bahan kimia, pencucian unit pengolahan, dsb. Perhitungan kebutuhan air bersih untuk instalasi dapat di perkirakan dengan prosentase dari kebutuhan produksi (air yang diolah di instalasi). Biasanya perhitungan untuk kebutuhan instalasi sudah dimasukan kedalam bagian dari kehilangan air. Kehilangan Air Merupakan air bersih hasil pengiolahan/ produksi yang tidak dapat digunakan bagi kebutuhan konsumen/masyarakat karena terbuang baik secara teknis, maupun administrasi yang disebabkan oleh pemanfaatannya untuk kebakaran, adanya kebocoran pada jaringan perpipaan distribusi, adanya pencurian air melalui pipa pelayanan, adanya salah pencatatan,dsb. Perhitungan akan kehilangan air biasanya berdasarkan prosentase dari total kebutuhan air (domestik dn non domestik), dan perhitunan dalam disain atau perancangan system penyediaan air bersihsebesar maksimal 20% dari total kebutuhan/ produksi. Perhitungan Kebutuhan Air Perhitungan kebutuhan air didasarkan atas kebutuhan domestik, kebutuhan non domestik, dan kehilangan air (sudah termasuk kebutuhan instalasi. Kebutuhan domestik, berdasarkan jumlah penduduk yang dilayani, kategori daerah pelayanan, tingkat pelayanan (prosentase konsumen SR dan HU)

Kebutuhan non domestik, dilihat dari kompleksitas daerah tersebut, apakah kehidupan daerahnya terdapat banyak kegiatan industri,dll, yang merupakan pusat perkembangan (daerah industri) atau hanya daerah permukiman tanpa kegiatan industri yang berarti. Untuk daerah yang ramai/kompleks kegiatannya, biasanya perhitungan kebutuhan air non domestik dihitung secara ditail setiap kegiatan-kegiatan yang dianggap turut mempengaruhi perhitungan jumlah kebutuhan air bersih, sedangkan bagi daerah yang statis hanya dihitung berdasarkan prosentase saja.