Anda di halaman 1dari 3

RESENSI FILM : GIE Sutradara : Produser Pemeran : : Riri Riza Mira Lesmana Nicholas saputra Wulan Guritno Indra

Wibowo Lukman Sardi Sita Nursanti Thomas Nawilis

Gie kecil merupakan pribadi yang kritis, mempunyai semangat juang yang tinggi dan setia kawan dan membangun dirinya menjadi pribadi yang seorang yang tidak toleran terhadap ketidak adilan yang ada. Kecintaannya terhadap alam sudah terlihat dari sejak kecil, dia sering kali mengajak teman kecilnya Tan Tjin Han untuk mendaki gunung bersamanya selain itu kecintaan Gie terhadap buku dan filsafat mengembangkan minatnya terhadap faham-faham idealis orang-orang Intelek tingkat dunia. Masa Remaja minat Gie terhadap sastra makin mendalam, dan sekaligus dia mulai tertarik pada Ilmu sejarah. Kesadarannya terhadap ilmu politik merupakan awal dia menulis catatan berisi tulisan tajam dan penuh kritik. Tentang anggapannya tentang para Diktator bersembunyi dibawah kedok Demokrasi, tentang pandangannya bahwa seharusnya kita selaku generasi baru ditugaskan untuk memberantas generasi tua yang mengacau, para pejuang yang sudah mengingkari apa yang mereka perjuangkan, bahwa kita sebagai generasi baru akan menghakimi atas mereka yang dituduh koruptor-koruptor tua dan bahwa kita adalah generasi yang akan memakmurkan Indoneia. Gie kuliah di Universitas Indonesia, selain dikenal sebagai aktivis kemahasiswaan yang berpengaruh besar terhadap lengsernya sukarno, Ditengah Konflik hebat antara PKI dan kemiliteran dia bersikeras bahwa dia tidak akan memihak pada golongan manapun. Gie menghormati Soekarno akan tetapi membenci pemerintahan di bawah Soekarno yang diktator yang menyebabkan banyak hak hak orang kecil yang terinjak-injak. Dan kebenciannya terhadap aktivis aktivis mahasiswa yang dengan gigih memperjuangkan keadilan malah menjilat ludah mereka sendiri yang membawanya dengan tegas menulis kritik kritik tajam di media. Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan Soe Hoek Gie. Merupakan salah satu gambaran dalam film ini. Film yang berlatarkan pada masa Orde Lama ini menggambarkan tentang pemerintahan diktator pada masa itu, dimana Hak Asasi Manusia

masih dipertanyakan. Di film ini kita juga dapat melihat bahwa banyak isu isu politik yang di sembunyikan kebenarannya dari media, dimana hak kebebasan untuk berpendapat masih menjadi suatu hal yang tabu untuk diutarakan dan bagaimana perjuangan seorang aktivis mahasiswa yang dengan gigih terus memperjuangkan hak asasi dan mengabarkan kebenaran tentang keadilan ke media. Setelah kemunduran dunia perfilman akhir-akhir ini, Gie merupakan angin segar bagi dunia perfilman di Indonesia, dibintangi oleh Nicholas Saputra yang dapat membawa dan membangkitkan lagi sosok Gie ke layar lebar serta cerita sepak terjang kehidupan Gie dalam memperjuangkan keadilan di negeri ini sukses membuat kita bertanya, konstribusi apakah yang sudah kita lakukan untuk memperjuangkan keadilan di negeri ini? Sudahkah kita sebagai generasi baru, kritis dalam menyikapi isu politik yang terjadi saat ini? Terlepas dari kurang tepatnya fakta tentang kematian Gie di film ini, Gie merupakan sosok panutan bagi kita semua agar kita tetap bersikap kritis dan berani menyampaikan pendapat perihal kebenaran tentang keadilan.

Seperti yang telah diberitakan tribun, DPW Partai Nasdem Sulawesi Selatan telah menerima kabar tentang adanya penangkapan calon legislator DPR RI dari Partai Nasdem, M Zachibidin Jis Habie. Zachibidin yang bertarung melalui daerah pemulihan Suksel 1 itu ditangkap tengah mengkonsumsi narkoba jenis sabu di kantornya sekaligus dirumah saudara kandungnya. Dengan mengelak bahwa pada tes narkoba yang telah dilaksanakan di Jakarta dan hasilnya negatif, partai yang mengaku sangat selektif dalam memilih calon anggota legislatifnya ini toh akhirnya kecolongan juga. Sebuah kondisi yang memperihatinkan datang dari sebuah partai baru yang sedang membangun pundi pundinya di masyarakat. Para tetinggi partai yang sering mengumbar kritik krtitk pedas di media dan media yang dibinanya kini juga diam belum bersua mengeluarkan pendapatnya Orang bilang sekarang sudah zaman baru, era reformasi tapi Pemerintahan dipegang anak anak jaman orde baru yang didik dengan sistem lama juga akan menghasilkan pemerintahan yang sama seperti sebelumnya. Bisa di bayangkan kasus seperti ini saja masih kecolongan bukankah itu akan membuat spekulasi baru bahwa masih banyak kasus kasus lain dan perbuatan perbuatan tidak terhormat lain yang dilakukan para tetinggi pemerintahan yang masih belum diketahui masa.