Anda di halaman 1dari 65

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manusia didalam kehidupannya akan selalu berusaha untuk
mendapatkan kemudahan dalam mengatasi setiap masalah yang dihadapinya.
Tiap tahun selalu bermunculan penemuan demi penemuan penting dari para
ahli akan adanya mesin-mesin berteknologi canggih. Apalagi sekarang ini,
saat teknologi mengalami lompatan yang begitu tinggi dibandingkan setengah
abad yang lalu saat industri mulai menunjukkan diri dengan
dikembangkannya mesin mesin yang mampu menangani segala jenis
pekerjaan yang tidak mampu ditangani oleh manusia, dari peralatan yang
membutuhkan ketelitian yang tinggi sampai dengan peralatan dengan
pembebanan yang besar. Keberadaan mesin mesin berteknologi canggih itu
senantiasa meringankan kerja manusia. Contohnya dahulu semua pekerja
menggunakan tenaga manusia, seperti memecah batu menjadi batu kerikil
dahulu menggunakan palu sebagai alat untuk pemecahnya agar dapat
dijadikan batu kerikil, tetapi karena semakin pesatnya teknologi saat ini
dibuatlah Mesin Pemecah atu untuk Krikil!. "ni merupakan bagian dari
alternati# manusia untuk memudahkan mereka dalam bekerja sehingga lebih
cepat mengomset batu kerikil kepada konsumen.
Kini mesin Pemecah batu ini dapat dilakukan dengan teknik kon$eyer
yang dapat menghemat %aktu dan tenaga. Mesin pemecah batu ini secara
otomatis tak terlepas dari peran komponen-komponen elemen mesin seperti
poros, motor listrik,bantalan, poros, pasak, puli dan sabuk-& dan lain-lain.
'imana keuntungan mesin ini adalah(
). Menghemat %aktu dan tenaga bila dibandingkan dengan konvensional
*alat tradisional+ yang akan memakan %aktu lebih lama dan tenaga lebih
banyak.
,. -ebih praktis dan e#isien.
'engan ditunjang perkembangan teknologi komunikasi, maka
penyebaran akan adanya mesin ini dengan begitu cepatnya diketahui banyak
orang sehingga penggunaannya sudah mulai menyebar. .al ini disebabkan
juga karena mesin ini memang benar-benar meringankan kerja manusia.
1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Adapun tujuan umum perencanaan ini adalah(
). Menambah %a%asan mahasis%a mengenai mesin-mesin
produksi yang dapat menunjang perkuliahan.
,. Mengetahui dan memahami cara kerja mesin pemecah batu
(Stone Hammer).
1.2.2 Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus perencanaan ini adalah(
). /ntuk merencanakan transmisi daya dari mesin pemecah batu
sehingga dihasilkan mesin yang dapat bekerja secara e#ekti#
dan e#isien dengan kapasitas dan e#isiensi yang maksimal.
1.3 Manaat
Man#aat yang diharapkan dari tulisan ini adalah(
). Mahasis%a mampu menerapkan dan mnegaplikasikan teori dari mata
kuliah elemen mesin yang telah didapatkan dalam perkuliahan.
,. Mahasis%a mampu merencenakan setiap elemen mesin dan bagian utama
dari mesin.
0. Membuka pola pikir mahasis%a dalam merencanakan suatu mesin yang
mampu membantu pekerjaan menjadi lebih mudah.
1. Menjadikan mahasis%a lebih mandiri, kreati# dan ino$ati#.
1.! Batasan masalah
Adapun atasan masalah dalam perencanaan elemen mesin ini adalah
hanya merencanakan sistem transmisi dari mesin pemecah batu yang terdiri
dari(
). Poros
,. antalan
0. Pasak
1. Puli
2. 3abuk-&

"am#ar 1.1 Mes$n %ene%ung
BAB II
LANDA&AN TE'(I
2.1 P'('&
Poros merupakan salah satu bagian terpenting dari setiap mesin,
karena pada hampir semua mesin, poros memegang peranan utama di dalam
meneruskan tenaga bersama-sama dengan putaran transmisi dalam setiap
mesin.
2.1.1 Ma)am*ma)am %+r+s
Poros untuk meneruskan daya diklasi#ikasikan menurut
pembebanannya sebagai berikut(
1. P+r+s Transm$s$
Poros ini mendapat beban puntir murni atau puntir dan lentur,
disini daya yang ditransmisikan harus melalui kopling, roda gigi,
sabuk dan sproket rantai.
2. &%$n,el
Poros transmisi yang relati# pendek, seperti poros utama mesin
perkakas di mana beban utamanya berupa puntiran.
3. "an,ar
Poros seperti yang dipasang diantara roda roda kereta barang,
dimana tidak mendapat beban puntir bahkan kadang kadang tidak
boleh berputar.
Menurut bentuknya, poros dapat digolongkan atas poros lurus
umum, poros engkol sebagai poros utama dari mesin totak dan lain
lain. Poros lu%es untuk transmisi daya kecil agar terdapat
kebebasan bagi perubahan arah dan lain lain.
2.1.2 Hal*hal -ang %ent$ng ,alam %eren)anaan %+r+s transm$s$
1. Kekuatan %+r+s
3uatu poros transmisi dapat mengalami beban puntir atau lentur
atau gabungan antara puntir dan lentur. 3elain itu ada juga poros
yang mendapat beban tarik atau tekan seperti poros baling-baling
kapal atau turbin. Kelelahan, tumbukan atau pengaruh konsentrasi
tegangan bila diameter poros diperkecil juga perlu diperhatikan.
2. Kekakuan %+r+s
Meskipun sebuah poros mempunyai kekuatan yang cukup, tapi
jika lenturan atau de#leksi puntirnya terlalu besar akan
mengakibatkan ketidak telitian karena untuk mencapai ketelitian
yang maksimum, kekakuan juga perlu diperhatikan. Kekakuan
poros itu sendiri juga ber#ungsi untuk mencegah lenturan atau
de#leksi puntir.
3. Putaran kr$t$s
ila putaran suatu mesin dinaikkan maka pada suatu harga putaran
tertentu dapat terjadi getaran yang luat biasa besarnya, putaran ini
sering disebut dengan putaran kritis. Akibat dari putaran kritis ini
akan dapat mengakibatkan kerusakan pada poros dan bagian
bagian lainnya sehingga dalam perencanaan putaran kerja poros
harus lebih rendah dari putaran kritis.
!. k+r+s$
ahan bahan tahan korosi harus dipilih untuk poros propeller dan
pompa bila terjadi kontak dengan #luida yang korosi#. 3edangkan
untuk poros poros yang terancam korosi dan poros poros mesin
yang sering berhenti lama sampai batas tertentu dapat pula
dilakukan perlindungan terhadap korosi.
.. Bahan %+r+s
Poros untuk mesin biasanya dibuat dari baja batang yang ditarik
dingin dan di#inis, baja karbon konstruksi mesin *ahan 34C+ yang
dihasilkan dari ingot dan di-kill *baja yang dioksidasi dengan
ferosilicon dan dicor, kadar karbon terjamin+. Meskipun demikian,
bahan ini kelurusannya agak kurang tetap dan dapat mengalami
de#ormasi karena tegangan yang kurang seimbang *misalnya diberi
alur pasak, karena ada tegangan sisa didalam terasnya+ tetapi
penarikan dingin membuat permukaan poros menjadi keras dan
kekuatannya bertambah besar. Poros yang dipakai untuk
meneruskan putaran tinggi dan beban berat umumnya dibuat dari
baja paduan dengan pengerasan yang sangat tahan terhadap
keausan.
2.1.3 P+r+s ,engan #e#an %unt$r
5ika diketahui bah%a poros yang direncanakan tidak mendapat
beban lain kecuali torsi, maka diameter poros tersebut dapat lebih kecil
dari yang dibayangkan.
Meskipun demikian, jika diperkirakan akan terjadi
pembebanan berupa lenturan, tarikan, atau tekanan, misalnya jika
sebuah sabuk, rantai atau roda gigi dipasangkan pada poros motor,
maka kemungkinan adanya pembebanan tambahan tersebut perlu
diperhitungkan dalam #aktor keamanan yang diambil. *3ularso hal. 6
tabel ).7+.
Tabel ).7 8aktor #aktor koreksi daya yang akan ditransmisikan, fc.
'aya yang akan ditransmisikan fc
'aya rata rata yang diperlukan
'aya maksimum yang diperlukan
'aya normal
),,-,,9
9,:-),,
),9-),2
5ika P adalah daya nominal output dari motor penggerak, maka
berbagai macam #aktor keamanan biasanya dapat diambil dalam
perencanaan, sehinga koreksi pertama dapat diambil kecil. 5ika #aktor
koreksi adalah f
c
maka daya rencana P
d
*k;+ sebagai patokan adalah(
*3ularso hal. 6+
( ) kW P f Pd
c

....................................................................)
5ika daya diberikan dalam daya kuda *P3+, maka harus
dikalikan dengan 9,602 untuk mendapatkan daya dalam k;.
5ika momen puntir *disebut juga sebagai momen rencana+
adalah( T *kg.mm+
+ . * )9 61 , <
2
mm kg
n
Pd
T
..................................................,
ila momen rencana dibebankan pada suatu diameter poros
*ds+ maka tegangan geser = *kg>mm
,
+ yang terjadi adalah( *3ularso
hal. 6+
( )

,
_


,
0 0
) , 2
)7
mm
kg
ds
T
ds
T

...............................................0
untuk selanjutnya, tegangan geser yang diijinkan *
d
+ dihitung
berdasarkan kekuatan tarik *
B
+ dengan hasil kali antara #aktor koreksi
Sf
1
dan Sf
2
. .arga Sf
1
adalah 2,7 untuk bahan 38 dengan kekuatan yang
dijamin, dan 7,9 untuk bahan 3-C dengan pengaruh masa, dan baja
paduan. .arga Sf
2
adalah ),0 sampai 0,9. .arga ?

dapat dilihat dari
tabel *3ularso hal. 0 tabel ).) dan tabel ).,+
Ta#el 1.1 Baja Kar#+n untuk k+nstruks$ mes$n ,an #aja ,$$n$s
,$ng$n untuk %+r+s.
N+. /en$s Lam#ang Perlakuan
Panas
Kekuatan
Tar$k
Kg0mm
2
Keterangan
). aja
Karbon
konstruksi
mesin
* 5"3 @
129) +
309C Penormalan 1:
-
302C Penormalan 2,
319C Penormalan 22
312C Penormalan 2:
329C Penormalan 7,
322C Penormalan 77
,. atang
baja Aang
di#inis
dingin
302C-' Penormalan 20 'itarik
dingin,
gerinda dan
bubut
312C-' Penormalan 79
322C-' Penormalan 6,
'ari hal hal di atas, maka besarnya
d
dapat dihitung dengan( *3ularso
hal. :+

,
_

,
, )
mm
kg
sf sf
B
d

..........................................................1
Kemudian, keadaan momen puntir itu sendiri juga harus
ditinjau, #aktor koreksi K
t
dipilih sebesar ),9 jika beban dikenakan
secara halus, ),9-),2 jika terjadi sedikit kejutan atau tumbukan, dan
),2-0,9 jika beban dikenakan dengan kejutan atau tumbukan besar
*3ularso hal. :+.
'ari persamaan untuk mencari tegangan geser diperoleh rumus
untuk menghitung diameter poros *d
s
+ sebagai berikut( *3ularso hal. :+
( ) mm T ! Kt ds
d
0
)
. .
) , 2
1
]
1

........................................................
.2
harga #aktor koreksi ! B ),, 4 ,,0, jika diperkirakan akan terjadi
pemakaian dengan beban lentur. *jika diperkirakan tidak akan terjadi
pembebanan lentur maka
!
diambil ),9+( *3ularso hal. :+.
'alam pengujian perhitungan, apakah sudah aman atau tidak
yang berpengaruh disini adalah harga #aktor konsentrasi tegangan
dengan alur pasak *C+ dan poros bertangga *D+. .arga " diperoleh dari
gambar )., *3ularso hal. < gambar ).,+
"am#ar 1.2 akt+r k+nsentras$ tegangan

Terlebih dahulu kita menentukan besarnya


ds
r
*mm+ *3ularso
hal ))+. 'imana r disini adalah harga jari jari untuk ukuran alur pasak.
3elanjutnya ukuran pasak dan alur pasak dapat ditentukan dari tabel
).: *3ularso hal. )9+.
Ta#el 1.1 ukuran %asak

'engan ukuran alur pasak dimana r sudah diketahui, maka kita
dapat mencari # dari gambar ).0( *3ularso hal.)) gambar ).0+
"am#ar 1.3 2akt+r k+nsentras$ tegangan

3ebelumnya digunakan rumus


ds
$
dan
ds
r
*mm+. 'imana '
adalah diameter bagian yang menjadi tempat bantalan, dan r disini
adalah harga dari jari- jari #illet dengan rumus( *3ularso hal. ))+
5ari jari #illet *r+ B
,
s
d $
........................................................7
'alam pengujian perhitungan, apakah sudah aman atau tidak
maka digunakan ketentuan sebagai berikut( *3ularso hal. ),+
syarat aman B

,
sf
d
3 Kt !
.......................................6
dimana 0
) , 2
s
d
T

...................................................................:
2.2 PA&AK
2.2.1 Ma)am*ma)am Pasak
Pasak adalah suatu elemen mesin yang dipakai untuk
menetapkan bagian bagian mesin seperti roda gigi, sproket, puli,
kopling dan lain lain pada poros. Momen diteeruskan dari poros ke na#
atau dari na# ke poros.
Pasak pada umumnya pasak dapat digolongkan atas beberapa
macam sebagai berikut (
Menurut letaknya pada poros dapat dibedakan antara pasak
pelana, pasak rata, pasak benam, dan pasak singgung, yang umumnya
persegi empat. 'alam arah memanjang dapat berbentuk prismatis atau
berbentuk tirus. Pasak benam prismatis ada yang khusus dipakai
sebagai pasak luncur. 'i samping macam di atas ada pula pasak
tembereng dan pasak jarum.
Pasak luncur memungkinkan pergeseran aksial roda gigi, dan
lain lain pada porosnya, seperti pada seplain. Aang paling umum
dipakai adalah pasak benam yang dapat meneruskan momen yang
besar. /ntuk momen dengan tumbukan, dapat dipakai pasak singgung.
2.2.2 Hal*hal %ent$ng ,an tata )ara %eren)anaan %asak
Pasak benam mempunyai bentuk penampang segi empat di
mana terdapat bentuk prismatis dan tirus yang kadang kadang diberi
kepala untuk memudahkan pencabutannya. Kemiringan pada pasak
tirus umumnya sebesar )>)99, dan pengerjaannya harus hati hati agar
na# tidak menjadi eksentrik. Pada pasak yang rata, sisi sampingnya
harus pas dengan alur pasak agar pasak tidak menjadi goyah dan
rusak. /ntuk pasak, umumnya dipilih bahan yang mempunyai
kekuatan tarik lebih dari 79 *kg>mm
,
+, lebih kuat dari porosnya.
Kadang kadang sengaja dipilih bahan yang lebih lemah untuk pasak,
sehingga pasak akan lebih dahulu rusak dari pada poros atau na#nya.
"ni disebabkan harga pasak yang murah serta mudah menggantinya.
5ika momen rencana dari poros adalah T *kg.mm+, dan
diameter poros adalah d
s
*mm+, maka gaya tangensial % *kg+ pada
permukaan poros adalah( *3ularso hal. ,2+
,
s
d
T
%
.................................................................................<
Menurut lambang pasak yang diperlihatkan dalam gambar
*3ularso hal. ,2 gambar ).2+, gaya geser bekerja pada penampang
mendatar ! & l *mm
,
+ oleh gaya % *kg+.
"am#ar 1.11 "a-a "esek Pa,a Pasak
'engan demikian tegangan geser
k
*kg>mm
,
+ yang
ditimbulkan adalah( *3ularso hal. ,2+
!l
%
k

......................................................................)9
'ari tegangan geser yang diijinkan
ka
*kg>mm
,
+, panjang pasak
l
1
*mm+ yang diperlukan dapat diperoleh( *3ularso hal. ,2+
)
l !
%
ka


................................................................))
.arga
ka
adalah harga yang diperoleh dengan membagi
kekuatan tarik
B
dengan #aktor keamanan Sf
k1
& Sf
k2
. .arga Sf
k1
umumnya diambil 7, dan Sf
k2
dipilih antara )-),2 jika beban dikenakan
secara perlahan lahan, antara ),2-0 jika dikenakan dengan tumbukan
ringan, dan antara ,-2 jika dikenakan secara tiba tiba dan dengan
tumbukan berat.
@aya keliling % *kg+ yang sama seperti tersebut di atas
dikenakan pada luas permukaan samping pasak. Kedalaman alur pasak
pada poros dinyatakan dengan t
1
, dan kedalaman alur pasak pada na#
dengan t
2
. Abaikan pengurangan luas permukaan oleh pembulatan
sudut pasak. 'alam hal ini tekanan permukaan ' *kg>mm
,
+ adalah(
*3ularso hal. ,6+
( )
, )
ata(t t l
%
'

....................................................................),
dari harga tekanan permukaan yang diijinkan '
a
*kg>mm
,
+,
panjang pasak yang diperlukan dapat dihitung dari( *3ularso hal. ,6+
( )
, )
ata(t t l
%
'
a

..................................................................)0
.arga '
a
adalah sebesar : *kg>mm
,
+ untuk poros berdiameter
kecil, )9 *kg>mm
,
+ untuk poros berdiameter besar, dan setengah dari
harga harga di atas untuk poros berputaran tinggi.
Perlu diperhatikan bah%a lebar pasak sebaiknya ,2-02E dari
diameter poros, dan panjang pasak * l
k
+ jangan terlalu panjang
dibandingkan dengan diameter poros *antara 9,62 sampai ),2 d
s
+.
Karena lebar dan tinggi pasak sudah distandarkan, maka beban yang
ditimbulkan oleh gaya % yang besar hendaknya diatasi dengan
menyesuaikan panjang pasak.
'alam pengujian perhitungan, apakah sudah aman atau tidak
maka digunakan ketentuan sebagai berikut( *3ularso hal. ,7+
( )
( ) 2 , ) 62 , 9
02 , 9 ,2 , 9


s
k
s
d
l
d
!
....................................................................)
1
1. &ABUK
5arak yang jauh antara kedua poros sering tidak
memungkinkan trasmisi langsung dengan roda gigi. 'alam hal
demikian, cara transmisi putaran atau daya yang lain dapat
diterapkan, dimana sebuaah sabuk lu%es atau rantai dibelitkan
sekeliling puli atau sproket pada poras.
Transmisi dengan elemen mesin yang lu%es dapat
digolongkan atas transmisi sabuk, trasmisi rantai, dan transmisi
kabel atau tali. 'ari macam-macam transmisi dibagi atas tiga
kelompok. 'alam kelompok pertama, sabuk rata dipasang pada
puli silinder dan meneruskan momen antara dua poros yang
jaraknya dapat sampai )9 *m+ dengan perbandingan putaran antara
)>) sampai 6>). Kelompok terakhir terdiri dari atas sabuk dengan
gigi yang digerakkan dengan sproket pada jarak pusat sampai
mencapai , *m+, dan meneruskan putaran secara tepat dengan
perbandingan antara )>) sampai 7>). sabuk rata yang banyak ditulis
dalam buku-buku lama belakangan ini pemakainnya tidak seberapa
luas lagi.
3ebagian besar transmisi sabuk menggunakan sabuk-&
karena mudah penanganannya dan harganyapun murah. Kecepatan
sabuk direncanakan untuk )9 sampai ,9 *m>s+ pada umumnya, dan
maksimum sampai ,2 *m>s+.
2.3.1 Transm$s$ &a#uk*4
3abuk-& terbuat dari karet dan mempunyai penampang
trapesium. Tenunan tetoron atau semacamnya dipergunakan sebagai
inti sabuk. agian sabuk yang sedang membelit pada puli ini
mengalami lengkungan sehingga lebar bagian dalamnya akan
bertambah besar. @aya gesekan juga akan bertambah karena pengaruh
bentuk baji, yang akan menghasilkan transmisi daya yang besar pada
tegangan yang relati# rendah. .al ini merupakan salah satu keunggulan
sabuk-& dibandingkan dengan sabuk rata. 'alam gambar.... diberikan
berbagai proporsi penampang sabuk-& yang umum dipakai.
Transmisi sabuk-& hanya dapat menghubungkan poros -poros
yang sejajar dengan arah putaran yang sama. 'ibandingkan dalam
transmisi roda gigi atau rantai, sabuk-& bekerja lebih halus dan tidah
bersuara. /ntuk mempertinggi daya yang ditransmisikan dapat dipakai
beberapa sabuk-& dipasang sebelah-menyebelah. 5arak sumbu poros
harus sebesar ).2 sampai , kali diameter pully besar. Fomor nominal
sabuk-& dinyatakan panjang kelilingnya dalam inci.
"am#ar ..3 D$agram %em$l$han sa#uk*4
"am#ar ..!. Pr+$l alur sa#uk*4
Atas dasar daya rencana dan putaran poros penggerak,
penampang sabuk-& yang sesuai dapat diperoleh dari gambar *3ularso
hal. )7: gambar 2.0 *b++. 'aya rencana dihitung dengan mengalikan
daya yang akan diteruskan dengan #aktor koreksi dalam tabel *3ularso
hal. )72 tabel 2.)+.
5arak sumbu poros harus sebesar ),2 sampai , kali diameter
puli besar. 'i dalam perdagangan terdapat berbagai pnjang sabuk-&.
Fomor nominal sabuk dinyatakan dalam panjang kelilingnya dalam
inch. 'iameter puli yang terlalu kecil akan memperpendek umur
sabuk. 'alam tabel *3ularso hal. )7< tabel 2.1+ diberikan diameter puli
minimum yang diijinkan dan dianjurkan menurut jenis sabuk yang
bersangkutan.
Karena sabuk-& biasanya digunakan untuk menurunkan
putaran, maka perbandingan yang umum dipakai ialah perbandingan
reduksi i *i G )+, dimana( *3ularso hal. )77+
,
)
n
n
i
......................................................................................)2
Kecepatan linier sabuk-& *m>s+ adalah( *3ularso hal. )77+
)999 79
)

n d
v
'

.........................................................................)
7
5arak sumbu poros dan panjang keliling sabuk berturut turut
adalah *mm+ dan ) *mm+ ( *3ularso hal. )69+
( )
( )

d $
d $ )
' '
' '
1 ,
,
,

+ + +

.........................................)6
( )
:
:
, ,
' '
d $ ! !

......................................................):
'imana(
( )
' '
d $ ) ! + ,
................................................................)<
/ntuk menghitung diameter lingkaran jarak bagi puli
digunakan rumus sebagai berikut( *3ularso hal. )66+
d
'
B diameter minimum puli yang dianjurkan dalam tabel.
$
'
B i & d
'
.................................................................................,9
'iameter luar puli dapat dihitung dengan menggunakan rumus
sebagai berikut( *3ularso hal. )66+
d
k
B d
'
H *K
t
I K+.....................................................................,)
'
k
B '
p
H *K
t
I K+....................................................................,,
dimana( K adalah #aktor koreksi yang dapat dilihat dalam tabel
*3ularso hal. )77 tabel 2.,+.
/ntuk perbandingan reduksi yang besar dan sudut kontak lebih
kecil dari ):9J menurut perhitungan dengan rumus ,0, kapasitas daya
yang diperoleh harus dikalikan dengan #aktor koreksi yang
bersangkutan K
*
seperti diperlihatkan dalam tabel *3ularso hal. )61
tabel 2.6+. esarnya sudut kontak diberikan oleh( *3ularso hal. )60+
( )

d $
' '


26
):9

.........................................................,0
/ntuk dapat memelihara tegangan yang cukup dan sesuai pada
sabuk, jarak poros puli harus dapat disetel ke dalam maupun ke luar
*3ularso hal. )61 gambar 2.)9+.
'aerah penyetelan untuk masing masing penampang sabuk
diberikan dalam tabel *3ularso hal. )61 tabel 2.:+.
Pembatasan ukuran puli sering dikenakan pada panjang
susunan puli atau lebar puli. Panjang maksimum susunan puli )
ma&
adalah perlu untuk memenuhi persamaan berikut ini( *3ularso hal.
)66+.
( )
( ) 9
,
)
,
)
maI
> +
+
k k
' '
$ d
$ d )
............................................................,1
5ika d
!
dan $
!
berturut turut adalah diameter na# puli kecil dan
puli besar, d
s1
dan d
s2
berturut turut adalah diameter poros penggerak
dan yang yang digerakkan, maka *3ularso hal. )66+
( )
( ) mm d $
mm d d
s B
s B
)9
0
2
)9
0
2
,
)
+
+
...............................................................,2
'alam pengujian perhitungan, apakah sudah aman atau tidak
maka digunakan ketentuan sebagai berikut( *3ularso hal. )67+
v K 09 m>s...............................................................................,7
,
k k
$ d

+
> ...........................................................................,6
@aya gesekan yang akan bertambah karena pengaruh bantuan
baji, yang akan menghasilkan transmisi daya yang besar pada
tegangan yang relati$e rendah. .al ini merupakan salah satu
keunggulan sabuk-& dibandingkan dengan sabuk rata.
.al-hal penting dalam perencanaan sabuk-&
). Perbandingan reduksi *i+
Karena sabuk-& biasanya dipakai untuk menurunkan putaran,
maka perbandingan yang umum dipakai ialah perbandingan
reduksi i *i G )+ dimana(
+ d
$
i
n
n
'
'
)
,
)

L / B
i
)
*S(larso, -al 1..+
'imana ( n
)
B putaran poros penggerak *rpm+
.n
,
B putaran poros yang digerakkan *rpm+
.d
p
B diameter puli penggerak *mm+
'
p
B diameter puli yang digerakkan *mm+
/ B perbandingan putaran
,. Pemilihan penampang sabuk 4 &
Atas daya rencana dan putaran poros penggerak, penampang
sabuk 4 & yang sesuai dapat diperoleh dari @b.2.0 *S(larso,
-al 1./+
@b.2.0 'iagram pemilihan sabuk 4 &
0. 'iameter minimum puli yang dianjurkan *mm+
'iameter minimum puli yang dianjurkan dapat diperoleh dari
table 2.1 *3ularso, hal )7<+ sesuai dengan penampang sabuk 4
$
Tabel 2.1 'iameter puli yang diiMinkan dan dianjurkan *mm+
1. 'iameter puli Penggerak *d
p
+
'iameter puli penggerak dapat diperoleh dari tabel 2.,
*S(larso, -al 1..+ sesuai dengan penampang sabuk 4&
Tabel 2., /kuran puli sabuk 4 &
2. 'iameter puli yang digerakkan *'
p
+
'iameter puli yang digerakkan *'
p
+ dapat diperoleh dengan
rumus (
'
p
B i . d
p
*S(larso, -al 1..+
7. 'iameter luar puli penggerak *d
k
+
'apat diperoleh dengan rumus (
d
k
B '
p
H , . k *S(larso, -al 100+
'imana nilai k dapat diperoleh dari tabel 2., *sularso, hal )77+
sesuai dengan penampang sabuk 4 &
6. 'iameter luar puli yang digerakkan *'
k
+
'
k
B '
p
H ,k * S(larso, -al 100+
:. 'iameter bos atau na# puli penggerak *d

+
'

N 2>0 ds
)
H )9 *mm+ *S(larso, -al 100+
<. 'iameter bos atau na# puli yang digerakkan *'

+
'

N 2>0 ds
,
H )9 *mm+ *S(larso, -al 100+
)9. Kecepatan keliling sabuk 4 & *$+
.$ B
)999 . 79
. .
)
n d
'

*m>s+ *S(larso, -al 1..+


'engan syarat aman / O 09 m>s *S(larso, -al 10.+
)). 5arak sumbu poros *C +
5arak sumbu poros harus sebesar ),2 sampai , kali diameter
puli yang digerakkan *'
p
+ *S(larso, -al 1..+
),. Cek konstruksi sabuk 4 &
konstruksi belt dinyatakan baik bila memenuhi syarat sebagai
berikut(
C 4 P *d
k
H '
k
+ G 9 *S(larso, -al 100+
)0. Panjang sabuk *-+
- B ,C H
( ) ( )
,
1
)
,
' ' ' '
d $

d $ + +

*S(larso, -al 101+


2.! BANTALAN
antalan adalah elemen mesin yang menumpu poros berbeban,
sehingga putaran atau gerakan bolak baliknya dapat berlangsung dengan
halus, aman dan panjang umur. antalan harus cukup kokoh untuk
memungkinkan poros serta elemen mesin lainnya bekerja dengan baik. 5ika
bantalan tidak ber#ungsi dengan baik maka prestasi seluruh sistem akan
menurun atau tak dapat bekerja secara semestinya. 5adi, bantalan dalam
permesinan dapat disamakan peranannya dengan pondasi pada gedung.
2.!.1 Klas$$kas$ Bantalan
antalan dapat diklasi#ikasikan sebagai berikut(
1. Atas Dasar "erakan Bantalan Terha,a% P+r+s
a. antalan luncur.
Pada bantalan ini terjadi gesekan luncur antara poros
dan bantalan karena permukaan poros ditumpu oleh
permukaan bantalan dengan perantaraan lapisan pelumas.
b. antalan gelinding.
Pada bantalan ini terjadi gesekan gelinding antara
bagian yang berputar dengan yang diam melalui elemen
gelinding seperti bola *peluru+, rol atau rol jarum, dan rol
bulat.
2. Atas Dasar Arah Be#an Terha,a% P+r+s
a. antalan radial.
Arah beban yang ditumpu bantalan ini adalah tegak
lurus sumbu poros.
b. antalan aksial.
Arah beban yang ditumpu bantalan ini adalah sejajar
dengan sumbu poros.
c. antalan gelinding khusus.
antalan ini dapat menumpu beban yang arahnya
sejajar dan tegak lurus dengan sumbu poros.
2.!.2 /en$s*jen$s Bantalan "el$n,$ng
"am#ar !.1. Ma)am ma)am #antalan gel$n,$ng
antalan gelinding mempunyai keuntungan dari gesekan
gelinding yang sangat kecil dibandingkan dengan bantalan luncur.
3eperti diperlihatkan dalam gambar *3ularso hal. ),< gambar 1.)2+,
elemen gelinding seperti bola atau rol, dipasang di antara cincin luar
dan cincin dalam. 'engan memutar salah satu cincin tersebut, bola
atau rol akan membuat gerakan gelinding sehingga gesekan di
antaranya akan jauh lebih kecil. /ntuk bola atau rol, ketelitian tinggi
dalam bentuk dan ukuran merupakan keharusan. Karena luas bidang
kontak antara bola atau rol dengan cincinnya sangat kecil maka
besarnya beban per satuan luas atau tekanannya menjadi sangat tinggi.
'engan demikian bahan yang dipakai harus mempunyai ketahanan
dan kekerasan yang tinggi.
antalan gelinding, seperti pada bantalan luncur, dapat
diklasi#ikasikan atas ( bantalan radial, yang terutama memba%a beban
radial dan sedikit beban aksial, dan bantalan aksial yang memba%a
beban yang sejajar sumbu poros. Menurut bentuk elemen
gelindingnya, dapat pula dibagi atas bantalan bola dan bantalan rol.
'emikian pula dapat dibedakan menurut banyaknya baris dan
konstruksi dalamnya. antalan yang cincin dalam dan cincin luarnya
dapat saling dipisahkan disebut macam pisah.
'alam praktek, bantalan gelinding standar dipilih dari katalog
bantalan, seperti yang terlihat pada tabel di atas *3ularso hal )10+.
/kuran utama bantalan gelinding adalah diameter lubang, diameter
luar, lebar, dan lengkungan sudut. Pada umumnya diameter lubang
diambil debagai patokan, dengan mana diameter luar dan lebar
digabungkan. Fomor nominal bantalan gelinding terdiri dari nomor
dasar dan pelengkap. Fomor dasar yang terdapat merupakan lambang
jenis, lambang ukuran *lambang lebar, diameter luar+, nomor diameter
lubang, dan lambang sudut kontak. -ambang lambang pelengkap
mencakup lambang sangkar, lambang sekat *sil+, bentuk cincin,
pemasangan, kelonggaran, dan kelas. 5ika hal hal tersebut tidak
diperinci, maka lambang lambang di atas tidak dituliskan. -ambang
jenis menyatakan jenis bantalan. -ambang ukuran menyatakan lebar
untuk bantalan radial dan tinggi untuk bantalan aksialL dapat juga
menyatakan diameter luar dari bantalan bantalan tersebut. Fomor
diameter lubang dinyatakan dengan dua angka.
Ada dua macam kapasitas nominal, yaitu kapasitas nominal
dinamis spesi#ik dan kapasitas nominal statis spesi#ik. Misalkan
sejumlah bantalan memba%a beban tanpa $ariasi dalam arah yang
tetap. 5ika bantalan tersebut adalah bantalan radial, maka bebannya
adalah radial murni, cincin luar diam dan cincin dalam berputar. 5ika
bantalan tersebut adalah bantalan aksial, maka kondisi bebannya
adalah aksial murni, satu cincin diam dan cincin yang lain berputar.
5umlah putaran adalah ).999.999 *atau 00,0 rpm selama 299 jam+.
3etelah menjalani putaran tersebut, jika <9E dari jumlah bantalan
tersebut tidak menunjukkan kerusakan karena kelelahan oleh beban
gelinding pada cincin atau elemen gelindingnya, maka besarnya beban
tersebut dinamakan kapasitas nominal dinamis spesi#ik *+, dan umur
yang bersangkutan disebut umur nominal. 5ika bantalan memba%a
beban dalam keadaan diam dan pada titik kontak yang menerima
tegangan maksimum besarnya de#ormasi permanen pada elemen
gelinding ditambah besarnya de#ormasi cincin menjadi 9,999) kali
diameter elemen gelinding, maka beban tersebut dinamakan kapasitas
nominal statis spesi#ik *
o
+.
Ta#el !.1! Ukuran luar #antalan gel$n,$ng
N+m+r Bantalan Ukuran Luar 5mm6 Ka%as$tas
N+m$nal
D$nam$s
&%es$$k
7 5 Kg 6
Ka%as$t
as
N+m$nal
&tat$s
&%es$$k
7+
5 Kg 6
/en$s
ter#uka
Dua
&ekat
Dua
sekat
tan%a
k+ntak
D D B r
7999
799)
799,
7990
7991
7992
7997
7996
799:
799<
79)9
799)QQ
799)QQ
799,QQ
7990QQ
7991QQ
7992QQ
7997QQ
7996QQ
799:QQ
799<QQ
79)9QQ
7999&&
799)&&
799,&&
7990&&
7991&&
7992&&
7997&&
7996&&
799:&&
799<&&
79)9&&
)9
),
)2
)6
,9
,2
09
02
19
12
29
,7
,:
0,
02
1,
16
22
7,
7:
62
:9
:
:
<
)9
),
),
)0
)1
)2
)7
)7
9,2
9,2
9,2
9,2
)
)
),2
),2
),2
),2
),2
079
199
119
169
602
6<9
)909
),29
)0)9
)719
)6)9
)<7
,,<
,70
,<7
172
209
619
<)2
)9)9
)0,9
)109
7,99
7,9)
7,9,
7,90
7,91
7,92
7,97
7,96
7,9:
7,9<
7,)9
7,99QQ
7,9)QQ
7,9,QQ
7,90QQ
7,91QQ
7,92QQ
7,97QQ
7,96QQ
7,9:QQ
7,9<QQ
7,)9QQ
7,99&&
7,9)&&
7,9,&&
7,90&&
7,91&&
7,92&&
7,97&&
7,96&&
7,9:&&
7,9<&&
7,)9&&
)9
),
)2
)6
,9
,2
09
02
19
12
29
09
0,
02
19
16
2,
7,
6,
:9
:2
<9
<
)9
))
),
)1
)2
)7
)6
):
)<
,9
)
)
)
)
),2
),2
),2
,
,
,
,
199
202
799
629
)999
))99
)209
,9)9
,0:9
,269
,629
,07
092
079
179
702
609
)929
)109
)729
)::9
,)99
3ebuah bantalan memba%a beban radial %
r
*kg+ dan beban aksial %
a
*kg+, maka beban eki$alen dinamis P
r
*kg+ untuk bantalan radial adalah
sebagai berikut( *3ularso hal. )02+
P
r
2 3.4.%r 5 6.%a..................................................................,:
'imana #aktor-#aktor 3, 4, 6 terdapat dalam tabel( *3ularso hal. )02 tabel
1.<+.
5ika *kg+ menyatakan beban nominal dinamis spesi#ik dan P *kg+
menyatakan beban eki$alen dinamis, maka #aktor kecepatan f
n
adalah(
*3ularso hal. )07+
0
)
0 , 00

,
_

n
f
n
..........................................................................,<
8aktor umur adalah( *3ularso hal. )07+
Pr

f f
n -

.............................................................................09
/mur nominal )
-
adalah( *3ularso hal. )07+
( )
0
299
- -
f ) ...........................................................................0)
BAB III
PEMBAHA&AN
3.1 Peren)anaan P+r+s
1. P+r+s %a,a m+t+r0%+r+s %enggerak
Mesin penggerak yang digunakan adalah .onda jenis @R )79 dengan daya
*P+ yang ditransmisikan sebesar 2,2 PK. /ntuk mengubah PK kedalam bentuk k;,
maka harus dikalikan dengan 9,602. 3ehingga 2,2 I 9,602 B 1,91,2 k;
Putaran motor n
)
B ,999 rpm *diasumsikan+
a. menentukan daya rencana *P
d
+
Karena daya yang tersedia berupa daya maksimum, maka #aktor koreksi
*f
c
+, penulis mengambil ),, dimana inter$alnya *9,: 4 ),,+. Tabel ).7
*3ularso hal 6+, maka daya rencana *P
d
+ adalah
P
d
B f
c
. P
B ),, . 1,91,2
B 1,: k;
b. Menentukan momen rencana
T
)
B <,61 I )9
2

)
n
Pd
T
)
B <,61 I )9
2
,999
: , 1
T
)
B ,00: kg.mm
c. ahan poros yang digunakan adalah baja batang yang di#inis dingin *3 02
C-'+ dengan kekuatan tarik *?

+ B 20 kg7mm
2
untuk #aktor koreksi Sf
1
adalah 7 *untuk bahan 3C+ dan untuk pengaruh konsentrasi tegangan yang
cukup besar, perlu diambil #aktor yang dinyatakan sebagai Sf
2
dengan
harga sebesar *),0 4 0,9+, maka penulis mengambil 0 *3ularso hal :+
d. Tegangan geser yang diiMinkan *=
a)
+
=
a)
B
,
, )
> <1 , ,
0 . 7
20
.
mm kg
Sf Sf
B

e. Menentukan diameter poros *d


s1
+
mm T ! Kt d
a
s
,9 ,00: . , . 2 , ) .
<1 , ,
) , 2
. .
) . 2
0
)
0
)
)
)

1
]
1

1
]
1

'imana (
Kt B 8aktor koreksi karena terjadi sedikit kejutan dan tumbukan *),9 - ),2+
! B 8aktor koreksi karena terjadi sedikit beban lentur *),, - ,,0+
#. Anggaplah diameter bagian yang menjadi tempat bantalan B ,2mm
5ari-jari #ilet *r+ B mm
d $
s
2 , ,
,
,9 ,2
,

Alur pasak B b I - I #ilet *r+


'ari tabel ).: *3ularso hal )9+ didapat alur pasak B 7 I 7 I 9,1
g. Konsentrasi tegangan pada poros bertangga adalah
),2 , 9
,9
2 , ,

s
d
r
,2 , )
,9
,2

s
d
$
/ntuk nilai.# B ),1 @ambar )., *3ularso hal ))+
h. Konsentrasi tegangan pada poros dengan alur pasak adalah
9, , 9
,9
1 , 9

s
d
r
/ntuk nilai " B ),: @ambar ).) *3ularso hal <+
i. Tegangan geser yang terjadi *= +

B
( ) ( )
,
0 0
)
> 2 , )
,9
,00: . ) , 2 . ) , 2
mm kg
d
T
s

,
=
a
.
, ,
> < , 1
: , )
0
<1 , , mm kg
Sf

= . ! Kt B ),2.,.),2 B 1,2kg7mm
2

j. 3uatu poros akan aman digunakan apabila =
a
.

)
Sf
G = . ! Kt *3ularso
hal Karena 1,< G 1,2, maka *A"K+
Kesimpulan (
)+ 'iameter poros *d
s1
+ B ,9mm
,+ ahan poros 3 02 C-'
0+ Perlakuan ( baja batang di#inis dingin
2. P+r+s -ang ,$gerakkan
'iketahui (
'aya *P+ B 1,91,2 kW
Putaran pully *n
,
+ B ):99 rpm
a. menentukan daya rencana *P
d
+
Karena daya yang tersedia berupa daya maksimum, maka #aktor koreksi
*f
c
+, penulis mengambil ),, dimana inter$alnya *9,: 4 ),,+. Tabel ).7
*3ularso hal 6+, maka daya rencana *P
d
+ adalah
P
d
2 f
c
. P
B ),, . 1,91,2
B 1,: k;
b. Menentukan momen rencana
T
2
B <,61 I )9
2

,
n
Pd
T
2
B <,61 I )9
2
):99
: , 1
T
2
B ,2<6kg.mm
c. ahan poros yang digunakan dalam perencanaan adalah baja batang yang
di#inis dingin *3 02 C-'+ dengan kekuatan tarik *?

+ B 20 kg7mm
2
untuk
#aktor koreksi Sf
1
adalah 7 *untuk bahan 3C+ dan untuk pengaruh
konsentrasi tegangan yang cukup besar, perlu diambil #aktor yang
dinyatakan sebagai Sf
2
dengan harga sebesar *),0 4 0,9+, maka penulis
mengambil 0 *3ularso hal :+
d. Tegangan geser yang diiMinkan *=
a,
+
=
a,
B
,
, )
> <1 , ,
0 . 7
20
.
mm kg
Sf Sf
B

e. Menentukan diameter poros *d


s2
+
. mm mm T ! Kt d
a
s
,1 : , ,0 ,2<< . , . 2 , ) .
<1 , ,
) , 2
. . .
) . 2
0
)
0
)
,
,

1
]
1

1
]
1

'imana (
Kt B 8aktor koreksi karena terjadi sedikit kejutan dan tumbukan *),9 4
),2+
! B8aktor koreksi karena terjadi sedikit beban lentur *),,-,,0+
#. Anggaplah diameter bagian yang menjadi tempat bantalan B 09mm
5ari-jari #ilet *r+ B mm
d $
s
0
,
,1 09
,


Alur pasak B ! I - I #ilet *r+
'ari tabel ).: *3ularso hal )9+ didapat alur pasak B 6 I 6 I 9,1
g. Konsentrasi tegangan pada poros bertangga adalah
),2 , 9
,1
0

s
d
r
,2 , )
,1
09

s
d
$
/ntuk nilai # B ),1 @ambar )., *3ularso hal ))+
h. Konsentrasi tegangan pada poros dengan alur pasak adalah
9)7 , 9
,1
1 , 9

s
d
r
/ntuk nilai " B ,,: @ambar ).) *3ularso hal <+
i. Tegangan geser *= +
( ) ( )
,
0 0
,
> <2 , 9
,1
,2<6 . ) , 2 . ) , 2
mm Kg
d
T
s

=
a
.
, ,
> )2 , 0
: , ,
0
<1 , , mm kg
Sf

. !.Kt B 9,<2.,.),2 B ,,:2kg7mm


2

j. 3uatu poros akan aman digunakan apabila .=
a
.

)
Sf
G . ! Kt *3ularso
hal Karena 0,)2 G ,,:2, maka *A"K+
Kesimpulan (
)+ 'iameter poros *d
s2
+ B ,1mm
,+ ahan poros 3 02 C-'
0+ Perlakuan ( baja batang
3.2 Peren)anaan Pasak
1. Pasak %a,a %+r+s %enggerak
'aya *P+ B 1,91,2 kW
8aktor koreksi *f
c
+ diambil ),, dimana inter$alnya *9,:-),,+. Tabel ).7
*3ularso hal 6+
Putaran poros *n
)
+ B ,999 rpm
'aya rencana *'
d
+ B 1,: kW T
1
2 ,00:kg.mm
'iameter poros *d
s1
+ B ,9mm
ahan poros *3 02 C-'+ dengan ?

B 20 kg7mm
2
, Sf
1
B 7, Sf
2
B 0
=
a
B ,,<1kg7mm
2
Kt B ),2 L ! B ,
a. @aya tangensial % *kg+
% B
kg
d
T
s
: , ,00
,
,9
,00:
,
)

,
_

,
_

b. Penampang pasak ( ! I - B 7 I 7
Kedalaman alur pasak pada poros t
1
B 0,2mm
Kedalaman alur pasak pada na# t
2
B ,,:mm
'idapat dari tabel ).: *3ularso hal )9+
c. ahan pasak 3 12 C dicelup dingin dan dilunakkan, dengan
B
B
2:kg7mm
2
Tabel ).) *3ularso hal 0+
Sf
k1
B 7 L Sf
k2
B 0 *3ularso hal ,2+
d. Tegangan geser yang diiMinkan
,
, )
> , , 0
0 . 7
2:
.
mm kg
Sf Sf
k k
B
ka

e. Tekanan permukaan yang diiMinkan *P


a
+ B :kg7mm
2
, untuk poros
berdiameter kecil *3ularso hal ,6+
#. Panjang pasak *l+
)
.l !
%
ka

B
, , 0
. 7
: , ,00
)

l
mm l ),
)

'itinjau dari tekanan permukaan *P
a
+
( )
, ) ,
. ata(t t l
%
P
a

L diambil t
2
B
:
: , , .
: , ,00
,

l
mm l 1 , )9
,

g. l 2)9,1mm
h. l
k
B )6mm
i.
0 , 9
,9
7
)

s
d
!
Penampang pasak dapat dikatakan baik, apabila 9,,2 O
) s
d
!
O 9,02
*3ularso hal ,:+. Karena 9,,2 O 9,0 O 9,02 maka *A"K+
j.
:2 , 9
,9
)6
)

s
k
d
l
Panjang pasak dianggap sesuai, apabila 9,62 O
) s
k
d
l
O ),2 *3ularso hal
,:+.
Karena 9,62 O 9,:2 O ),2 maka *A"K+
Kesimpulan (
)+ /kuran pasak ( b I h B 7 I 7
,+ Panjang pasak B )6mm
0+ bahan pasak ( 312C, dicelupdingin, dan dilunakkan.
2. Pasak %a,a %+r+s -ang ,$gerakkan
'aya *P+ B 1,91,2 kW
8aktor koreksi *f
c
+ B ),,
Putaran pully *n
2
+ B ):99 rpm
'aya rencana *P
d
+ B 1,: kW
T B ,2<6 kg.mm
2
'imeter poros *d
s2
+ B ,1mm
ahan poros *3 02 C-'+ dengan ?

B 20 kg7mm
2
, Sf
1
B 7, Sf
2
B 0
=
a
B ,,<1kg7mm
2
Kt B ),2 L ! B ,
a. @aya tangensial % *kg+

kg
d
T
%
s
1 , ,)7
,
,1
,2<6
,
,

,
_

,
_

b. Penampang pasak B ! I - B 6 I 6
Kedalaman alur pasak pada poros t
1
B 1,9 mm
Kedalaman alur pasak pada na# t
2
B 0,2 mm
'idapat dari tabel ).: *3ularso hal )9+
c. ahan pasak 3 12 C dicelup dingin dan dilunakkan, dengan
B
B
2:kg7mm
2
Tabel ).) *3ularso hal 0+
Sf
k1
B 7 L Sf
k2
B 0 *3ularso hal ,2+
d. Tegangan geser yang diiMinkan

kg
Sfk Sfk
B
ka
, , 0
0 . 7
2:
.
, )

7mm
2
e. Tekanan permukaan yang diiMinkan *P
a
+ B :kg7mm
2
, untuk poros
berdiameter kecil *3ularso hal ,6+
#. Panjag pasak *l+
)
.l !
%
ka


, , 0
. :
1 , ,)7
)

l
mm l 1 , )9)
)

'itinjau dari tekanan permukaan *P
a
+
( )
, ) ,
. ata(t t l
%
'
a

L diambil t
2

:
0 , 0 .
,2<6
,

l
mm l <0
,

g. l B <0mm
h. l
k
B ,9mm
i.
9,,<
,2
6
,

s
d
!
Penampang pasak dapat dkatakan baik, apabila 9,,2 O
, s
d
!
O 9,02
*3ularso hal ,:+.
Karena 9,,2 O 9,,< O 9,02 maka *A"K+
j.
:0 , 9
,1
,9
,

s
k
d
l
Panjang pasak dianggap sesuai, apabila 9,62 O
, s
k
d
l
O ),2 *3ularso hal ,:+
Karena 9,62 O 9,:0 O ),2 maka *A"K+
Kesimpulan (
)+ /kuran pasak B ! I - B 6 I 6
,+ Panjang pasak B ,9mm
0+ ahan pasak ( 312C, dicelup dingin, dan dilunakkan.
3.3 Peren)anaan Pull- ,an 4*#elt
). P B 2,2 PK B 1,91,2 kW
.n
)
,999 rpm , n
,
B ):99 rpm
) , )
):99
,999
,
)

n
n
i
.i adalah #aktor reduksi, dimana i G ) *3ularso hal 77+
,. karna mesin bekerja selama 7 4 : jam, maka diambil #aktor koreksi *f
c
+ B
),,
0. P
d
2 f
c
. P
B ),, . 1,91,2
B 1,: kW
1. T
)
B ,00:kg.mm
T
,
B ,2<6kg.mm
2. ahan poros 3 02 C-', dengan kekuatan tarik *
B
+ B 20kg7mm
2

Sf
1
B 7, Sf
2
B 0 *dengan alur pasak+
.
a
B ,,<1kg7mm
2

7. 'iameter poros penggerak *ds1+ B ,9mm
'iameter poros yang digerakkan *d
s2
+ B ,1mm
Kt B ),2 untuk beban tumbukan
! B , untuk beban lenturan
6. Pemilihan penampang sabuk 4&
'ari gambar 2.0 diagram pemilihan sabuk-& *3ularso hal )71+. /ntuk
daya rencan *'
d
+ B 1,: kW dan putaran poros penggerak *n
1
+ B ,999 rpm,
maka didapat jenis sabuk type A dengan tebal *t+ B <mm. @ambar 2.,
*3ularso hal )71+
:. /ntuk penampang sabuk tipe A, diameter minimum puli yang diiMinkan
*d
min
+ B 72mm, dimeter minimum puli yang dianjurkan B <2mm. Tabel 2.1
*3ularso hal )7<+.
<. 'iameter nominal puli penggerak *d
'
+ untuk penampang sabuk 4& tipe A
diambil )99mm. Tabel 2., *3ularso hal )77+
'iameter nominal puli yang digerakkan *$
'
+
'
'
d
$
n
n
i
,
)
$
'
2 i . d
'
B ),) . )99
B ))9mm
'iameter luar puli penggerak *d
k
+
.d
k
2 d
'
H , k
'imana k B 1,2 untuk &-belt tipe A, tabel 2., *3ularso hal )77+ sehingga (
.d
k
2 d
'
H , . k
B )99 H , . 1,2
B )9<mm
'iameter luar puli yang digerakkan *$
k
+
$
k
B $
'
H , . k
B))9 H , . 1,2
B))<mm
'iameter bos atau na# puli penggerak *d
B
+
)9
0
2
)
+
s B
d d
)9 ,9
0
2
+
B
d
d

N 10,0mm
'iameter bos atau na# puli yang digerakkan *$
B
+
)9
0
2
,
+
s B
d $
)9 ,1
0
2
+
B
$
$
B
N 29mm
)9. Kecepatan keliling sabuk 4& *v+
s m
n d
v > 2 , )9
79999
,999 . )99 .
)999 . 79
. .
)


Kecepatan keliling sabuk bisa dikatakan sesuai, apabila v O 09 m7s
Karena )9 m7s O 09 m7s maka *A"K+
)). Pengecekan jarak sumbu poros
5arak sumbu poros harus sebesar ),2 sampai , kali diameter puly yang
digerakkan *$
'
+, penulis mengambil , kali diameter puly yang digerakkan
*3ularso hal )77+
2 , . $
'
2 , . ))9
B ,,9mm
/ntuk mengetahui apakah konstruksi belt sudah sesuai dengan persyaratan
( ) 9
,
)
> +
k k
$ d
( )
9
,
))< )9<
,,9 >
+

B )97mm L karna )97mm G 9 *A"K+


),. Kapasitas daya yang ditransmisikan *P
o
+
P
o
B 1,:kW
)0. Panjang keliling sabuk *)+
( ) ( )
,
1
)
,
,
' ' ' '
d $

d $ ) + + +

( ) ( )
,
)99 ))9
,,9 . 1
)
)99 ))9
,
)1 , 0
,,9 . , + + + + )

mm mm 669 : , 67<
)1. Fomor nominal sabuk
erdasarkan panjang keliling sabuk *)+, maka pada tabel 2.0 *3ularso hal
)7:+ panjang sabuk-& standar didapat Fo 09 dengan panjang *)+ B
669mm
)2. 5arak sumbu poros
( )
:
:
, ,
' '
d $ ! !

'imana ! (
! B ,) 4 0,)1 *$
'
- d
'
+
B , . 669 4 0,)1 *))9 - )99+
B::9,7mm
Maka (

mm ,,9
:
+ )99 ))9 * : 7 , ::9 7 , ::9
, ,

)7. sudut kontak


8 B
( )

d $
' '
26 ):9
9
8 B
( )
9
9
)66
,,9
)99 ))9 26 ):9


( )
( )
91 , 9
,,9
)99 ))9

d $
' '
erdasarkan harga
( )

d $
' '

didapat sudut kontak puli kecil *8+ B ):9
9
,
dan #aktor koreksi *K
o
+ B ). Tabel 2.6 *3ularso hal )61+
)6. 5umlah sabuk *9+
)
) . : , 1
: , 1
.

o o
d
K P
P
9
9 B ) buah
):. 'aerah penyetelan jarak sumbu poros
'ari tabel 2.: *3ularso hal )61+, utuk sabuk dengan Fo 09 dan panjang *)+
B 669mm didapat (
, ,9mm i
*penyetelan kesebelah dalam dari letak standar+
, ,2mm t
*penyetelan kesebelah luar dari letak standar+
Kesimpulan (
a. 3abuk yang digunakan adalah type A dengan Fo 09 dan panjang
*)+ B 669mm
b. 5umlah sabuk *9+ B ) buah
c. 'iameter puli (
). 'iameter nominal puli penggerak *d
'
+ B )99mm
,. 'imeter nominal puli yang digerakkan *$
'
+ B ))9mm
0. 'iameter luar puli penggerak *d
k
+ B )9<mm
1. 'iameter luar puli yang digerakkan *$
k
+ B ))<mm
2. 'iameter bos atau na# puli penggerak *d
B
+ B 10mm
7. 'iameter bos atau na# puli yang digerakkan *$
B
+ B 29mm
3.! Peren)anaan Bantalan
1. Bantalan %a,a %+r+s %enggerak
a. 'iameter poros *d
s1
+ B ,9mm
b. Putaran poros *n
1
+ B ,999 rpm
c. 'iameter yang menjadi tempat bantalan B ,2mm
erdasarkan bentuk poros yang memerlukan gesekan yang sangat kecil,
maka direncanakan bantalan gelinding bola radial alur dalam baris tunggal.
Tabel 1.)1 *3ularso hal )10+, dangan data (
a. Fomor bantalan ( 7992
b. 'iameter dalam *d+ ( ,2mm
c. 'iameter luar *$+ ( 16mm
d. -ebar *B+ ( ),mm
e. 5ari-jari *r+ ( )mm
#. Kapasitas nominal dinamis spesi#ik *+ B 6<9kg
g. Kapasitas nominal statis spesi#ik *
o
+ B 209kg
/mur bantalan rencana didapat dari tabel 1.)) *3ularso hal )06+, karna
pemakaian yang terus menerus, maka diambil umur bantalan *)-
a
+ B 09999
jam dengan inter$al *,9999 - 09999+
Perhitungan perencanaan bantalan sbb (
a. menentukan #aktor kecepatan *f
n
+
,2 , 9
,999
0 , 00 0 , 00
0
)
0
)
)

1
]
1

1
]
1

n
fn
b. Menentukan beban eki$alen dinamis *P
r
+
P
r
2 3 . 4 . %
r
5 6 . %
a
'imana %
a
adalah beban aksial yang dialami oleh poros dan besarnya
sama dengan nol. %
r
adalah gaya radial yang disebabkan oleh
perputaran poros. 'ari hubungan antara daya yang ditransmisikan P
*kW+, gaya keliling *%
t
+ dan kecepatan keliling *v+ maka gaya radial
dapat dicari dengan persamaan (
kg
v
P
%
t
0 , 0<
2 , )9
91,2 , 1 . )9, . )9,

3ehingga (
%
t
B %
r
tan " L diasumsikan " B ,9
9
, gaya radial %
r
adalah (
kg
%
%
t
r
)9:
,9 tan
0 , 0<
tan
9

/ntuk beban putar pada cincin dalam v B ). 8aktor 3 B ), dan 6 B 9,


*untuk baris tunggal, bila
e
v%
%
r
a

+. Tabel 1.< *3ularso hal )02+


Maka (
P
r
2 3 . 4 . %
r
5 6 . %
a
B ) . ) . )9: H 9
B )9:kg
c. Menentukan #aktor umur *f
-
+
.
:0 , )
)9:
6<9
,2 , 9
r
n -
P

f f
d. Menentukan umur nominal
)
-
B 299 *f
-
+
0
B 299 *),:0+
0
B 0971,, jam

2. Bantalan %a,a %+r+s -ang ,$gerakkan
a. 'iameter poros *d
s2
+ B ,1mm
b. Putaran poros *n
2
+ B ):99 rpm
c. 'iameter yang menjadi tempat bantalan B 09mm
erdasarkan bentuk poros yang memerlukan gesekan yang sangat kecil,
maka direncanakan bantalan gelinding bola radial alur dalam baris tunggal.
Tabel 1.)1 *3ularso hal )10+, dengan data (
a. Fomor bantalan ( 7997
b. 'iameter dalam *d+ ( 09mm
c. 'iameter luar *$+ ( 22mm
d. -ebar *B+ ( )0mm
e. 5ari 4 jari ( ),2mm
#. Kapasitas nominal dinamis spesi#ik *+ B )909kg
g. Kapasitas nominal statis spesi#ik *
o
+ B 619kg
/mur bantalan rencana didapat dari tabel 1.)) *3ularso hal )06+, karna
pemakaian yang terus menerus, maka diambul umur bantalan *)-
a
+ B 09999
jam dengan inter$al *,9999 - 09999+.
Perhitungan perencanaan bantalan sbb (
a. Menentukan #aktor kecepatan *f
n
+
,71 , 9
):99
0 , 00 0 , 00
0
)
0
)
,

1
]
1

1
]
1

n
fn
b. Menentukan beban eki$alen dinamis *P
r
+
P
r
2 3 . 4 . %
r
5 6 . %
a
'imana %
a
adalah beban aksial yang dialami oleh poros dan besarnya
sama dengan nol. %
r
adalah gaya radial yang disebabkan oleh
perputaran poros. 'ari hubungan antara daya yang ditransmisikan P
*kW+, gaya keliling *%
t
+ dan kecepatan keliling *v+, maka gaya radial
dapat dicari dengan persamaan (
kg
v
P
%
t
0 , 0<
2 , )9
91,2 , 1 . )9, . )9,

3ehingga (
%
t
B %
r
tan " L diasumsikan " B ,9
9
, gaya radial %
r
adalah (
kg
%
%
t
r
)9:
,9 tan
0 , 0<
tan
9

/ntuk beban putar pada cincin dalam v B ). 8aktor 3 B ), dan 6 B 9,


*untuk baris tunggal, bila
e
v%
%
r
a

+. Tabel 1.< *3ularso hal )02+


sehingga (
P
r
2 3 . 4 . %
r
5 6 . %
a

B ) .) .)9: H 9
B )9:kg
c. Menentukan #aktor umur *f
-
+
2 , ,
)9:
)909
,7 , 9
r
n -
P

f f
d. Menentukan umur nominal
)
-
B 299 *f
-
+
0
B 299 *,,2+
0
B 6:),,2 jam
'ari hasil perhitungan perencanaan diatas,maka didapatkan data seperti pada tabel
berikut (
1. P'('&
FS FAMA A@"AF A.AF
'"AMTTTU
ds
1
*mm+ ds
2
*mm+
).
,.
Poros penggerak
Poros yang digerakkan
3 02 C-'
3 02 C-'
,9
,1
2. PA&AK
FS FAMA A@"AF A.AF
/K/UAF
PA3AK ! I -
*mm+
PAF5AF@
PA3AK
*mm+
)
,
Pasak pada poros
penggerak
Pasak pada poros yang
digerakkan
3 12 C
3 12 C
7 I 7
6 I 6
)6
,9
3. PULL8
FS FAMA A@"AF A.AF
'"AMTTTU
d
'
*mm+
$
'
*mm+
d
k
*mm+
$
k
*mm+
)
,
Pully penggerk
Pully yang digerakkan
esi tuang
esi tuang
)99
))9
)9<
))<
!. &ABUK
FS FAMA A@"AF A.AF
Type
3abuk
Fo
3abuk
Panjang
3abuk
*mm+
) 3abuk 4 & U. Can$as A 09 669
.. BANTALAN
FS FAMA A@"AF A.AF '"AMTTTU
d *mm+ $ *mm+ B *mm+
)
,
antalan penggerak
antalan yang
digerakkan
Perunggu
Perunggu
,2
09
16
22
),
)0
BAB I4
KE&IMPULAN DAN &A(AN
!.1 Kes$m%ulan
Kesimpulan dari perencanaan mesin penepung diatas adalah (
1. P+r+s %enggerak
erdasarkan daya 1,91,2 kW dan putaran poros *n
1
+ ,999 rpm, serta
menggunakan bahan poros 3 02 C-' maka dapat disimpulkan (
a. 'aya rencana *P
d
+ ( 1,: kW
b. Momen rencana *T+ ( ,00: kg.mm
c. Tegangan geser yang diiMinkan *
a1
+ ( ,,<1 kg7mm
2
d. 'iameter poros *ds
1
+ ( ,9 mm
e. Tegangan geser *+ ( ),2 kg7mm
2
2. P+r+s -ang ,$gerakkan
erdasarkan daya 1,91,2 kW dan putaran poros *n
2
+ ):99 rpm, serta
menggunakan bahan poros 3 02 C-', maka dapat disimpulkan (
a. 'aya rencana *'
d
+ ( 1,: kW
b. Momen rencana *T+ ( ,2<6 kg.mm
c. Tegangan geser yang diiMinkan *
a2
+ ( ,,<1 kg7mm
d. 'iameter poros *ds
2
+ ( ,1 mm
e. Tegangan geser *+ ( 9,<2 kg7mm
2
3. Pasak %a,a %+r+s %enggerak
erdasarkan diameter poros *d
s1
+ ,9 mm,serta menggunakan bahan
pasak 3 12 C, dan dengan mengambil ukuran pasak 7 I 7, maka dapat
disimpulkan (
a. @aya tangensial *%+ ( ,00,: kg
b. Tegangan geser yang diiMinkan
( )
ka

( 0,, kg7mm
2

c. Tekanan permukaan yang diiMinkan *Pa+ ( : kg7mm
2
d. Panjang pasak ( )6
!. Pasak %a,a %+r+s -ang ,$gerakkan
erdasarkan diameter poros *d
s2
+ ,1 mm, serta menggunakan bahan
pasak 3 12 C, dan dengan mengambil ukuran pasak 6 I 6, maka dapat
disimpulkan (
a. @aya tangensial *%+ ( ,)7,1 kg
b. Tegangan geser yang diiMinkan
( )
ka

( 0,, kg7mm
2
c. Tekanan permukaan yang diiMinkan *Pa+ ( : kg7mm
2
d. Panjang pasak yang akti# ( ,9 mm
.. Bantalan %enggerak
erdasarkan putaran poros *n
1
+, dan diameter poros *d
s1
+ ,9 mm, maka
dapat disimpulkan (
a. Fomor bantalan ( 7992
b. 'iameter dalam *d+ ( ,2 mm
c. 'iameter luar *$+ ( 16 mm
d. -ebar bantalan *B+ ( ), mm
e. 5ari-jari *r+ ( ) mm
#. ahan bantalan ( perunggu
9. Bantalan -ang ,$gerakkan
erdasarkan putaran poros *n
2
+, dan diameter poros *d
s2
) ,1 mm, maka
dapat disimpulkan (
a. Fomor bantalan ( 7997
b. 'iameter dalam *d+ ( 09 mm
c. 'iameter luar *$+ ( 22 mm
d. -ebar bantalan *B+ ( )0 mm
e. 5ari-jari *r+ ( ),2 mm
#. ahan bantalan ( perunggu
:. Pull- ,an 4 ; Belt
erdasarkan daya 1,91,2 kW, dan putaran antar kedua poros *n
1
+ ,999
rpm, *n
2
+ ):99 rpm, serta mengambil nomor sabuk 09 dengan type-A,
maka dapat disimpulkan (
a. 'iameter puly penggerak *d
'
+ ( )99 mm
b. 'iameter luar puly penggerak *d
k
+ ( )9< mm
c. 'iameter puly yang digerakkan *$
'
+ ( ))9 mm
d. 'iameter luar puly yang digerakkan *$
k
+ ( ))< mm
e. Kecepatan keliling sabuk *v+ ( )9,2 m7s
#. Panjang sabuk *)+ ( 669 mm
!.2 &aran
3ebagai mata kuliah yang bersi#at aplikasi, maka kuliah perencanaan mesin akan
sangat membantu para mahasis%a untuk lebih memahami mata kuliah yang
menjadi persyaratan serta memberikan kesempatan bagi para mahasis%a untuk
ber#ikir kreati# dalam memikirkan hal-hal yang perlu direncanakan pada suatu
mesin. Mengingat pentingan mata kuliah ini maka, kami mengharapkan semua
pihak yang berkepentingan dalam mata kuliah ini agar bisa mengoptimalkan
semua aspek dalam mata kuliah ini sehingga dapat berman#aat bagi semua pihak
sesuai dengan yang diharapkan.
DA2TA( PU&TAKA
"r. Shan 5uhana, M. 3uratman, 3.pd, :enggam!ar Teknik :esin, Pustaka
@ra#ika
3ularso, Kiyokatsu 3uga, )<<), $asar Perencanaan $an Pemili-an ;lemen
:esin, PT Pradnya Paramita, 5akarta
LAMPI(AN ; LAMPI(AN
'A8TAU -AMP"UAF
LAMPI(AN UNTUK P'('& DAN PA&AK
-AMP"UAF ) TAT- ).7 8AKTSU KSUTK3"................................................ 22
-AMP"UAF , TAT- ).)A5A KSF3TU/K3" MT3"F.................................. 22
-AMP"UAF 0 @AMAU ).) 8AKTSU KSF3TFTUA3"

............................ 27
-AMP"UAF 1 @AMAU )., 8AKTSU KSF3TFTUA3"

............................
27
-AMP"UAF 2 TAT- ).: /K/UAF PA3AK................................................... 26
LAMPI(AN UNTUK &ABUK DAN PUL8
-AMP"UAF 7 TAT- 2., /K/UAF P/-A...................................................... 2:
-AMP"UAF 6 TAT- 2.0 *b+ PAF5AF@ 3A/K............................................ 2<
-AMP"UAF : TAT- 2.1 '"AMTTTU P/-A................................................... 79
-AMP"UAF < TAT- 2.6 8AKTSU KSUTK3"................................................. 79
LAMPI(AN UNTUK BANTALAN
-AMP"UAF )9 TAT- 1.< 8AKTSU 4, 3, 6..................................................... 7)
-AMP"UAF )) TAT- 1.)) /M/U AFTA-AF............................................. 7)
-AMP"UAF ), TAT- 1.)1 /K/UAF AFTA-AF........................................ 7,

LAMPI(AN UNTUK P'('& DAN PA&AK
Lam%$ran 1
Ta#el 1.9 2akt+r*akt+r k+reks$ ,a-a -ang akan ,$transm$s$kan
5&ulars+ hal :6
Da-a -ang akan ,$transm$s$kan f
c
'aya rata-rata yang diperlukan
'aya maksimum yang diperlukan
'aya normal
)., 4 ,.9
9.: 4 ).,
).9 4 ).2
Lam%$ran 2
Ta#el 1.1 Baja kar#+n untuk k+nstruks$ mes$n ,an #aja #atang -ang ,$$n$s
,$ng$n untuk %+r+s 5&ulars+ hal 36
3tandar dan
macam
-ambang Perlakuan panas
Kekuatan tarik
*kg>mm
,
+
Keterangan
aja karbon
konstruksi
mesin
*5"3 @ 129)+
309C
302C
319C
312C
329C
322C
Penormalan
Penormalan
Penormalan
Penormalan
Penormalan
Penormalan
1:
2,
22
2:
7,
77
atang baja
yang di#inis
dingin
302C-'
312C-'
322C-'
-
-
-
20
79
6,
'itarik dingin,
digerinda,
dibubut, atau
gabungan antara
hal-hal tersebut.
Lam%$ran 3
Lam%$ran !
Lam%$ran .
Ta#le 1.1 ukuran %asak
"#r. 1.1 akt+r k+nsentras$ tegangan
untuk %em#e#anan %unt$r stat$s
,ar$ suatu %+r+s #ulat ,engan
alur %asak %erseg$ -ang ,$#er$
$let 5&ulars+ hal <6
"#r. 1.2 akt+r k+nsentras$ tegangan
untuk %em#e#anan %unter stat$s
,ar$ suatu %+r+s #ulat ,engan
%enge)$lan ,$ameter -ang ,$#er$
$let 5&ulars+ hal 116
5&ulars+ hal 1=6
/kuran
nominal
pasak
b I h
/kuran
standar
b, b), b,
/kuran standar h
C "
V
/kuran
3tandar
t)
/kuran standar t,
U)
dan
r,
Ue#erensi
Pasak
prismatis
Pasak
luncur
Pasak
tirus
Pasak
prismati
s
Pasak
luncur
Pasak
tirus
'iameter poros
yang dapat
dipakai d
VV
, I ,
0 I 0
1 I 1
2 I 2
7 I 7
,
0
1
2
7
,
0
1
2
7
9.)7-
9.,2
7-,9
7-07
:-12
)9-27
)1-69
).,
).:
,.2
0.9
0.2
).9
).1
).:
,.0
,.:
9.2
9.<
).,
).6
,.,
9.9:-
9.)7
-ebih dari
-
-
-
-
7-:
:-)9
)9-),
),-)6
)6-,,
9.,2-
9.19
9.)7-
9.,2
*6 I 6+
: I 6
)9 I :
), I :
)1 I <
6
:
)9
),
)1
6 6., )7-:9
):-<9
,,-))9
,:-)19
07-)79
1.9
1.9
2.9
2.9
2.2
0.9 0.2 0.9
,.1
,.1
,.1
,.<
-
-
-
-
-
,9-,2
,,-09
09-0:
0:-11
11-29
6
:
:
<
0.0
0.0
0.0
0.:
9.19-
9.79
9.,2-
9.19
*)2 I )9+
)7 I )9
): I ))
,9 I ),
,, I )1
)2
)7
):
,9
,9
)9 )9.,
19-):9
12-):9
29-,99
27-,,9
70-,29
2.9
7.9
6.9
6.2
<.9
2.9 2.2
2.9
0.1
0.1
0.<
1.1
-
-
-
-
-
29-22
29-2:
2:-72
72-62
62-:2
)9
))
),
)1
1.0
1.1
1.<
2.1
9.79-
9.:9
9.19-
9.79
*,1 I )7+
,2 I )1
,: I )7
0, I ):
,1
,2
,:
0,
)7 )7.,
69-,:9
69-,:9
:9-0,9
<9-079
:.9
<.9
)9.9
)).9
:.9 :.2
:.9
1.1
2.1
7.1
-
-
-
-
:9-<9
:2-<2
<2-))9
))9-
)09
)1
)7
):
2.1
7.1
6.1
V> harus dipilih dari angka-angka berikut sesuai dengan daerah yang bersangkutan dalam tabel. 7, :,
)9, ),, )1, )7, ):, ,9, ,,, ,2, ,:, 0,, 07, 19, 12, 29, 27, 70, 69, :9, <9, )99, ))9, ),2, )19, )79,
):9, ,99, ,,9, ,29, ,:9, 0,9, 079, 199.
*3umber ( 3ularso,)<6<
LAMPI(AN UNTUK &ABUK DAN PULL8
Lam%$ran 9
Ta#el ..2 Ukuran %ul-* 4
5&ulars+ hal 1996
Penampang
sabuk &
'iameter
nominal
* 'iameter
lingkaran
jarak bagi,
dp+
C
o
;V -o K Ko T #
A
6) 4 )99
)9)) 4
),2
G),7
01
07
0:
)),<2
),,),
),,09
<,, 1,2 :,9 )2,9 )9,9
B
),2 4 )79
)7) 4 ,99
G,9)
01
07
0:
)2,:7
)7,96
)7,,<
),,2 2,2 <,2 )<,9 ),,2
7
,99 4 ,29
,2) 4 0)2
G0)7
01
07
0:
,),):
,),12
,),6,
)7,< 6,9 ),,9 ,2,2 )6,9
D
022 4 129
G12)
01
07
09,66
0),)1 ,1,7 <,2 )2,2 06,9 ,1,9
E
299 4 709
G 70)
01
07
07,<2
06,12 ,:,6 ),,6 )<,0 11,2 ,<,9
Lam%$ran :
Ta#el ..3 5#6 Panjang &a#uk 4 &tan,ar
5&ulars+ hal 1916
N+m+r N+m$nal N+m+r N+m$nal N+m+r N+m$nal N+m+r N+m$nal
In)h mm In)h mm In)h mm In)h mm
)9
))
),
)0
)1
)2
)7
)6
):
)<
,9
,)
,,
,0
,1
,2
,7
,6
,:
,<
09
0)
0,
00
01
02
07
06
0:
0<
19
1)
1,
10
11
,21
,6<
092
009
027
0:)
197
10,
126
1:0
29:
200
22<
2:1
7)9
702
779
7:7
6))
606
67,
6:6
:)0
:0:
:71
::<
<)1
<19
<72
<<)
)9)7
)91)
)976
)9<,
))):
12
17
16
1:
1<
29
2)
2,
20
21
22
27
26
2:
2<
79
7)
7,
70
71
72
77
76
7:
7<
69
6)
6,
60
61
62
67
66
6:
6<
))10
))7:
))<1
),)<
),12
),69
),<2
)0,)
)017
)06,
)0<6
)1,,
)11:
)160
)1<<
)2,1
)21<
)262
)799
)7,7
)72)
)767
)69,
)6,6
)620
)66:
):90
):,<
):21
)::9
)<92
)<09
)<27
)<:)
,996
:9
:)
:,
:0
:1
:2
:7
:6
::
:<
<9
<)
<,
<0
<1
<2
<7
<6
<:
<<
)99
)9)
)9,
)90
)91
)92
)97
)96
)9:
)9<
))9
)))
)),
))0
))1
,90,
,926
,9:0
,)9:
,)01
,)2<
,):1
,,)9
,,02
,,7)
,,:7
,0))
,006
,07,
,0::
,1)0
,10:
,171
,1:<
,2)2
,219
,272
,2<)
,7)7
,71,
,776
,7<,
,6):
,610
,67<
,6<1
,:)<
,:12
,:69
,:<7
))2
))7
))6
)):
))<
),9
),)
),,
),0
),1
),2
),7
),6
),:
),<
)09
)0)
)0,
)00
)01
)02
)07
)06
)0:
)0<
)19
)1)
)1,
)10
)11
)12
)17
)16
)1:
)1<
,<,)
,<17
,<6,
,<<6
09,0
091:
0960
09<<
0),1
0)29
0)62
0,99
0,,7
0,2)
0,66
009,
00,6
0020
006:
0191
01,<
0121
01:9
0292
020)
0227
02:)
0796
070,
072:
07:0
069:
0601
062<
06:2
Lam%$ran 1
Ta#el ..! D$ameter m$n$mum %ul$ -ang ,$$j$nkan ,an ,$anjurkan ,alam 5mm6.
5&ulars+ hal 19<6
Penam%ang A B 7 D E
'iameter yang diijinkan 72 ))2 )62 099 129
'iameter yang dianjurkan <2 )12 ,,2 029 229
Lam%$ran <
Ta#el ..: 2akt+r k+reks$

K
5&ulars+ hal 1:! 6
D% ; ,%
7
&u,ut k+ntak %ul$ ke)$l > 2akt+r k+reks$ K
>
9,99
9,)9
9,,9
9,09
9,19
9,29
9,79
9,69
9,:9
9,<9
),99
),)9
),,9
),09
),19
),29
):9
)61
)7<
)70
)26
)2)
)12
)0<
)00
),6
),9
))0
)97
<<
<)
:0
),99
9,<<
9,<6
9,<7
9,<1
9,<0
9,<)
9,:<
9,:6
9,:2
9,:,
9,:9
9,66
9,60
9,69
9,72
LAMPI(AN UNTUK BANTALAN
Lam%$ran 1=
Ta#el !.< 2akt+r*akt+r V, X, Y, dan X
0
, Y
0

5&ulars+ hal 13.6
5enis antalan
eban
putar
pada
cicin
dalam
eban
putar
pada
cicin
luar
aris tunggal aris ganda
e
aris
tunggal
aris
ganda 8a>&8rGe 8a>&8rOe 8a>&8rGe
& R A R A R A R9 A9 R9 A9
antalan
bola alur
dalam
8a>C9 B 9,9)1
B 9,9,:
B 9,927
B 9,9:1
B 9,))
B 9,)6
B 9,,:
B 9,1,
B 9,27
) ),, 9,27
,,09
),<<
),6)
),22
),12
),0)
),)2
),91
),99
) 9 9,27
,,09
),<9
),6)
),22
),12
),0)
),)2
),91
),99
9,)<
9,,,
9,,7
9,,:
9,09
9,01
9,0:
9,1,
9,11
9,7 9,2 9,7 9,2
antala
n bola
sudut
B ,9
9
B ,2
9
B 09
9
B 02
9
B 19
9
) ),,
9,10
9,1)
9,0<
9,06
9,02
),99
9,:6
9,67
9,77
9,26
)
),9<
9,<,
9,6:
9,77
9,22
9,69
9,76
9,70
9,79
9,26
),70
),1)
),,1
),96
9,<0
9,26
9,7:
9,:9
9,<2
),)1
9,2
9,1,
9,0:
9,00
9,,<
9,,7
)
9,:1
9,67
9,77
9,2:
9,2,
Lam%$ran 11
Ta#el !.11 Bantalan untuk %ermes$nan serta umurn-a
5&ulars+ hal 13:6
/mur -h
8aktor beban #%
,999 - 1999
*jam+
2999 - )2999
*jam+
,9999 - 09999
*jam+
19999 - 79999
*jam+
Pemakaian
jarang
Pemakaian
sebentar-
sebentar
*tidak terus
menerus+
Pemakaian
terus-menerus
Pemakaian terus
menerus dengan
keandalan
Tinggi
)-),) Kerja halus
tanpa
tumbukan
Alat listrik
rumah
tangga,
sepeda
Kon$eyor,
mesin
pengangkat,
li#t,tangga
jalan
Pompa, poros
transmisi,
separator,
pengayak,mesin
perkakas, pres
putar, aeparator
sentri#ugal,
sentri#uspemurni
gula,motorlistrik
Poros transmisi
utama yang
memegang
perananpenting,
motor-motor
listrik yang
penting
).)-
).0
Kerja biasa Mesin
pertanian
gerinda
tangan
Stomobi,
mesin jahit
Motor kecil,
roda meja,
pemegang
pinyon, roda
gigi reduksi,
kereta rel
Pompa
penguras,mesin
pabrik kertas,
rol kalender,
kipasangin,kran,
penggilingbola,
motor utama
kereta rel listrik
).,-
).2
Kerja dengan
getaran atau
tumbukan
Alat-alat
besar, unit
roda gigi
denan getaran
besar, rolling
mill
Penggerak,
penghancur
Lam%$ran 12
Ta#el !.1! ukuran #antalan gel$n,$ng
5&ulars+ hal 1!36
Fomor bantalan /kuran luar *mm+ Kapasitas
nominal
dinamis
spesi#ikC*kg
+
Kapasitas
nominal
statis
3pesi#ikCa
*kg+
5enis
terbuka
'ua
sekat
'ua sekat
tanpa
kontak
d ' r
7999
799)
799,
7990
7991
7992
7997
7996
799:
799<
79)9
799)QQ
9,QQ
7990QQ
91QQ
92QQ
7997QQ
96QQ
9:QQ
799<QQ
)9QQ
799)&&
9,&&
7990&&
91&&
92&&
7997&&
96&&
9:&&
799<&&
)9&&
)9
),
)2
)6
,9
,2
09
02
19
12
29
,7
,:
0,
02
1,
16
22
7,
7:
62
:9
:
:
<
)9
),
),
)0
)1
)2
)7
)7
9.
2
9.
2
9.
2
9.
2
)
)
).
2
).
2
).
2
).
2
).
2
079
199
119
169
602
6<9
)909
),29
)0)9
)719
)6)9
)<7
,,<
,70
,<7
172
209
619
<)2
)9)9
)0,9
)109
7,99 7,99QQ 7,99&& )9 09 < ) 199 ,07
7,9)
7,9,
7,90
7,91
7,92
7,97
7,96
,79:
,79<
7,)9
9)QQ
9,QQ
7,90QQ
91QQ
92QQ
7,97QQ
96QQ
9:QQ
7,9<QQ
)9QQ
9)&&
9,&&
7,90&&
91&&
92&&
7,97&&
96&&
9:&&
7,9<&&
)9&&
),
)2
)6
,9
,2
09
02
19
12
29
0,
02
19
16
2,
7,
6,
:9
:2
<9
)9
))
),
)1
)2
)7
)6
):
)<
,9
)
)
)
).
2
).
2
).
2
,
,
,
,
202
799
629
)999
))99
)209
,9)9
,0:9
,269
,629
092
079
179
702
609
)929
)109
)729
)::9
,)99
7099
709)
709,
7090
7091
7092
7097
7096
709:
709<
70)9
7099QQ
9)QQ
9,QQ
7090QQ
91QQ
92QQ
7097QQ
96QQ
9:QQ
709<QQ
)9QQ
7099&&
9)&&
9,&&
7090&&
91&&
92&&
7097&&
96&&
9:&&
709<&&
)9&&
)9
),
)2
)6
,9
,2
09
02
19
12
29
02
06
1,
16
2,
7,
6,
:9
<9
)99
))9
))
),
)0
)1
)2
)6
)<
,9
,0
,2
,6
)
).
2
).
2
).
2
,
,
,
,.
2
,.
2
,.
2
0
702
679
:<2
)969
),29
)7)9
,9<9
,7,9
0,99
1)29
1:29
072
129
212
779
6:2
)9:9
)119
):19
,099
0)99
0729