Anda di halaman 1dari 10

DIES NATALIS 2008

UNIVERSITAS UDAYANA
TAKI-TAKINING SEWAKA GUNA WIDYA

ARAH DAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN


UNIVERSITAS UDAYANA

I Made Bakta

Rektor Universitas Udayana

PENDAHULUAN
Universitas Udayana (Unud) yang merupakan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tertua di
Bali mempunyai tugas pokok penyelenggaraan pendidikan tinggi. Inti dari tugas PTN
adalah menyelenggarakan tugas akademik yang tercermin dalam Tri Dharma Perguruan
Tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk dapat
melaksanakan tugas ini Unud harus membuat perencanaan yang baik sehingga tujuan
yang telah ditentukan dapat tercapai.
Rencana pengembangan dibuat sesuai dengan tahapan, rencana jangka panjang yang
dikenal sebagai RIP (Rencana Induk Pengembangan), rencana jangka menengah dikenal
sebagai Renstra (Rencana Strategis) dan rencana jangka pendek yang dikeanal sebagai
Rencana Kerja Tahunan (Renja). Oleh karena tugas utama Unud adalah dalam bidang
akademik maka arah pengembangan akademik yang jelas harus tercermin di dalamnya
sehingga menunjukkan benang merah yang jelas, berkesinambungan menunju sasaran
yang telah ditentukan.
Landasan yuridis untuk menyusun rencana pengembangan akademik Universitas
Udayana adalah Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UU No. 14 tahun 2005) ).
Sedangkan landasan operasionalnya adalah Rencana Induk Pengembangan Pendidikan
Nasional, yang khusus untuk pendidikan tinggi dikenal sebagai PJPT/HELTS, serta
Rencana Strategis Pendidikan Nasional (2004 – 2009), serta visi Depdiknas yaitu
menghasilkan insane cerdas dan kompetitif. Di lingkungan Universitas Udayana sendiri,
pengembangan akademik didasarkan pada Statuta Universitas Udayana Tahun 2007,
yang di dalamnya mengandung Visi, Misi, Tujuan Universitas serta Pola Ilmiah Pokok
(PIP) Unud yaitu Kebudayaan. Kemudian juga didasarkan atas Rencana Induk
Pengembangan (RIP) Unud dan Rencana Strategis (Renstra) Unud.Tentu saja hal ini
harus diselaraskan dengan kepentingan daerah dan keunggulan lokal (local genius).
Dalam penyusunan arah kebijakan akademik, yang pertama harus ditentukan adalah
tujuan umum yang ditunjukkan dalam visi, misi dan evaluasi diri yang menunjukkan
kemampuan kita, kelemahan, peluang dan ancaman (kita kenal sebagai analisis SWOT).
Dalam makalah ini oleh karena keterbatasan ruangan tulisan hanya disampaikan pokok-
pokok arah kebijakan pengembangan jangka panjang dan menengah Universitas
Udayana.

VISI DAN MISI UNIVERSITAS UDAYANA


Visi dan Misi Universitas Udayana tercantum dalam Statuta Universitas Udayana sebagai
berikut:
Visi Universitas Udayana
Terwujudnya lembaga pendidikan tinggi yang menghasilkan sumberdaya manusia
unggul, mandiri dan berbudaya.
Misi Universitas Udayana
1. Menyelenggarakan pendidikan yang bermutu dan menghasilkan lulusan yang
memiliki moral dan integritas yang tinggi sesuai dengan tuntutan masyarakat.

Pertemuan ilmiah, 3 - 6 September 2008 1


DIES NATALIS 2008
UNIVERSITAS UDAYANA
TAKI-TAKINING SEWAKA GUNA WIDYA

2. Mengembangkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan bangsa; dan


3. Memberdayakan Unud sebagai perguruan tinggi yang berlandaskan
pengembangan Iptek dan nilai budaya.

Tujuan Universitas Udayana


1. Menghasilkan lulusan bermutu yang memiliki kompetensi tinggi dalam
penguasaan Iptek
2. Meningkatkan jumlah dan mutu penelitian sesuai dengan perkenbangan Ipteks
dan kepentingan masyarakat dan bangsa.
3. Mewujudkan kehidupan masyarakat akademis yang kondusif, berkualitas dan
mandiri melalui sistem manajemen pendidikan yang bermutu, transparan,
demokratis, dan berjiwa kewirausahaan.
4. Menjalin kerjasama di berbagai bidang untuk meninggalkan mutu Tri Dharma
Perguruan Tinggi.
5. Menumbuhkan lembaga – lembaga fungsional dan profesional yang berdaya saing
dan berkelanjutan untuk mengoptimalkan eksistensi Unud.

Pola Ilmiah Pokok (PIP) Univesitas Udayana adalah Kebudayaan. PIP harus menjiwai
seluruh kegiatan akademik serta luaran yang dihasilkan oleh Universitas Udayana.
Istilah unggul, mandiri dan berbudaya harus didefinisikan dengan jelas, ditentukan
parameternya sehingga dapat diukur dengan tepat.
Jika dilihat visi, misi, tujuan dan PIP Unud, secara tersirat akan dilihat sebagai sebuah
perguruan tinggi yang maju, modern dan unggul, yang seharusnya disetarakan sebagai
“world class university”. Perguruan Tinggi yang maju ini tidak boleh tercerabut dari
akarnya yaitu kebudayaan.
World class university ini merupakan cita-cita yang harus kita tuju meskipun nun jauh
disana. Ingatlah Bung Karno berkata: “gantungkan cita-citamu setinggi langit” Tentu hal ini
merupakan sesuatu hal yang tidak mudah dicapai, memerlukan perjuangan dan kerja
keras. Bagaimanapun juga merupakan suatu titik jauh di depan, ke arah mana kita
menuju. Diharapkan dengan ditetapkan sasaran ini akan memberikan suatu petunjuk arah
yang akan menumbuhkan inspirasi dan motivasi kepada seluruh keluarga besar
Universitas Udayana. Untuk merealisir tujuan ini harus disusun arah pengembangan
(road map) yang jelas dan dilaksanakan secara bertahap. Jika tidak, maka cita-cita
tersebut akan tetap hanya merupakan sebuah mimpi.

ARAH PENGEMBANGAN UNIVERSITAS UDAYANA


Arah pengembangan Universitas Udayana pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua
bagian besar:
1. Konsolidasi internal untuk meningkatkan kapasitas (capacity building)
2. Terobosan-terobosan untuk mengembangkan keunggulan.

Tujuan dari butir 1 (capacity building) adalah:


1. Pembentukan kapasitas, proses dan mutu akademik yang memenuhi standar
nasional dan kemudian internasional.
2. Mengurangi kesenjangan mutu antar fakultas atau program studi
3. Meningkatkan mutu dan peran pendidikan pascasarjana.

Pertemuan ilmiah, 3 - 6 September 2008 2


DIES NATALIS 2008
UNIVERSITAS UDAYANA
TAKI-TAKINING SEWAKA GUNA WIDYA

Tujuan dari butir 2 (program unggulan) adalah:


Mengembangkan program-program unggulan yang bertaraf internasional untuk mengejar
kesenjangan dengan perguruan tinggi yang sudah mapan dan menuju 100 besar Asia.
Kedua bagian pengembangan ini tidaklah terpisahkan, tetapi harus dijalankan secara
simultan. Tetapi capacity building pada fase awal harus mendapat perhatian lebih besar
sebagai dasar pengembangan program keunggulan. Sebagai acuan sementara bahwa
capacity building harus sudah mencapai bentuknya pada tahun 2012 (dies natalis ke-50),
sedangkan program keunggulan harus sudah mencapai tingkatan jelas pada tahun 2015.

PENGEMBANGAN KAPASITAS (CAPACITY BUILDING)


Seperti telah disebutkan di depan pengembangan kapasitas difokuskan kepada usaha
untuk meningkatkan mutu tridharma ke arah standar nasional dan akhirnya standar
internasional. Maka pengembangan ini dibagi menjadi:
1. Pengembangan sarana, proses dan luaran mutu akademik
2. Pengembangan sarana penunjang akademik
3. Pengembangan tatakelola / manajemen yang baik (good governance)

A. Pengembangan institusi
Pengembangan program studi difokuskan pada pengembangan program akademik dan
profesional tingkat sarjana dan pascasarjana. Program Studi yang dikembangkan adalah
PS yang: (a) dibutuhkan dalam pengembangan dasar-dasar keilmuan; (b) yang
dibutuhkan oleh pasar; dan (c) program studi yang khas yang menunjang pengembangan
khususnya daerah Bali.
Program diploma dan vokasi lainnya harus dikelola secara terpisah dan terintegrasi untuk
meningkatkan efektivitas dan mengurangi beban universitas.
Lembaga pendukung seperti Lembaga Penelitian, Lembaga Pengabdian kepada
Masyarakat, Badan Penjaminan Mutu, Pusat Penelitian dan Pengkajian, Pusat
Pengembangan Karier, Kantor Hubungan Internasional, serta lembaga lainnya
dikembangkan dengan tugas yang jelas, efisien dan saling menunjang.
Disadari sepenuhnya terdapat heterogenitas yang besar antar fakultas dan antar program
studi. Oleh karena itu pengembangan institusi harus tetap mendorong fakultas/PS yang
maju menjadi lebih maju lagi, tidak boleh terhambat, dibalik itu harus diberikan perhatian
yang lebih khusus untuk fakultas/PS yang masih tertinggal. Potensi keunggulan harus
dikembangkan menjadi kenyataan.

B. Bidang Pendidikan

a. Pengembangan Kurikulum
Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) menjadi suatu keharusan dan
harus dilaksanakan oleh semua PS. Penetapan Standar Komtensi Lulusan merupakan
tahap awal yang harus segera diselesaikan. Penyusunan KBK dan implementasinya
harus sudah dilaksanakan oleh seluruh PS pada tahun 2012. Pengembangan KBK,
monitor dan evaluasi (monev) harus terus menerus dikerjakan, pelaksanaannya
diserahkan kepada Badan Penjaminan Mutu Universitas Udayana (BPMU)

b. Perbaikan Sistem Seleksi Calon Mahasiswa

Perbaikan sistem seleksi calon mahasiiswa harus dilakukan untuk meningktkan mutu
calon mahasiswa serta memberikan akses kepada calon mahasiswa berprestasi dan

Pertemuan ilmiah, 3 - 6 September 2008 3


DIES NATALIS 2008
UNIVERSITAS UDAYANA
TAKI-TAKINING SEWAKA GUNA WIDYA

calon mahasisawa kurang mampu. Pengintegrasian sistem seleksi di tingkat fakultas


dan program pascasarjana harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas seleksi dan
penjaminan mutu yang lebih baik.

c. Peningkatan Mutu Dosen


Peningkatan mutu dosen dilakukan dengan:
a. Peningkatan jenjang pendidikan dosen, menuju S2 dan S3, baik di dalam negeri
dan juga di luar negeri. Program ini didukung dengan program insentif bagi
dosen yang menempuh S2 dan S3, beasiswa Udayana bagi dosen yang
menempuh pendidikan S2 dan S3. Beasiswa luar negeri dari Depdiknas harus
dimanfaatkan semaksimal mungkin dimana kendala utama Bahasa Inggris harus
diatasi dengan kursus Bahasa Inggris bagi dosen ditingkatkan.
b. Program pertukaran dosen dengan universitas luar negeri ditingkatkan
c. Pelatihan dosen baik dalam pemahaman kurikulum maupun ketrampilan proses
belajar mengajar
d. Penyusunan penilaian kinerja dosen.

d. Peningkatan Kualitas Proses Belajar Mengajar


Peningkatan Mutu Proses Belajar Mengajar (PBM) dilakukan dengan:
1. Peningkatan secara terus menerus ketrampilan PBM dari dosen.
2. Menyediakan fasilitas PBM yang memenuhi standar seperti: laptop dan LCD
3. Monitoring dan evaluasi kauntitas (kehadiran) dan kualitas (persiapan dan
pelaksanaan) PBM oleh terus menerus.
4. Melaksanakan secara terus menerus survei kepuasan mahasiswa terhadap PBM.
5. Memberikan penghargaan dan insentif bagi dosen yang berprestasi dalam proses
PBM.

e. Aturan dan standar akademik


Standar akademik di tingkat universitas dan tingkat fakultas harus dibuat,
disosialisasikan dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, termasuk buku panduan di
tingkat fakultas, program pascasarjana dan program studi. Dilakukan evaluasi terus
menerus dan standar akademik paling sedikit direvisi setiap 3 tahun.

f. Peningkatan link and match


Pemantauan terhadap penyerapan lulusan oleh stakeholder eksternal dilaksanakan
secara berkesinambungan sehingga dari hasilnya dapat dilakukan penyesuaian yang
diperlukan.
1. Pelaksanaan tracer study terus menerus serta tindak lanjut dari hasilnya
2. Kerjasama dengan dunia usaha dan industri
3. Mengefektifkan Pusat Pengembangan Karier (Career Development Centre) dan
bursa kerja.

C. Bidang Penelitian
Pengembangan bidang penelitian harus mampu meningkatkan kapasitas penelitian oleh
karena pengembangan bidang penelitian terkait erat dengan pendidikan dan pengabdian
masyarakat. Hasil penelitian harus mampu memberi kontribusi pada pengembangan
keilmuan, mampu menunjang PBM sehingga bahan ajar terkait dengan kebutuhan
masyarakat, dan hasil penelitian harus mampu menunjang pengabdian kepada
masyarakat.

Pertemuan ilmiah, 3 - 6 September 2008 4


DIES NATALIS 2008
UNIVERSITAS UDAYANA
TAKI-TAKINING SEWAKA GUNA WIDYA

Oleh karena terbatasnya sumber pendanaan maka pengembangan bidang penelitian


harus mempunyai fokus yang jelas sehingga lebih efektif dan efisien. Kebijakan
pengembangan dalam bidang penelitian meliputi:
1. Penentuan arah pengembangan (road map) penelitian Unud yang jelas,
berkesinambungan dan realistis.
2. Menetapkan penelitian unggulan bagi Unud.
3. Peningkatan kemampuan penelitian para peneliti muda
4. Meningkatkan sumber pembiayaan penelitian, baik yang berasal dari dana
universitas sendiri, pemerintah pusat, dana hibah bersaing maupun kerjasama
dengan pihak ketiga.
5. Meningkatkan iklim penelitian dengan pemberian penghargaan pada peneliti
6. Meningkatkan diseminasi hasil penelitian dengan meningkatkan jumlah hasil
penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, terutama jurnal luar negeri.
7. Meningkatkan perolehan paten, HAKI lainnya serta produk unggulan.
8. Meningkatkan jumlah hasil penelitian yang dapat diaplikasikan dalam pengabdian
masyarakat.

D. Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat


Arah pengembangan pengabdian kepada masyarakat ditujukan untuk:
a. Meningkatkan jumlah dan kualitas pengabdian kepada masyarakat
b. Mengembangkan desa binaan sebagai model pengabdian masyarakat.
c. Meningkatkan keterkaitan penelitian dengan pengabdian kepada masyarakat
dengan meningkatkan jumlah hasil penelitian yang dapat diaplikasikan sebagai
pengabdian kepada masyarakat.
d. Revitalisasi KKN untuk meningkatkan pendidikan soft skill.

E. Peningkatan Budaya Penjaminan Mutu


Budaya Penjaminan Mutu merupakan keharusan dalam tata kelola perguruan tinngi
modern. Penjaminan mutu bersifat internal maupun eskternal. Pengembangan
penjaminan mutu internal meliputi:
a. Pengoptimalan fungsi Badan Penjaminan Mutu di tingkat universitas.
b. Penguatan struktur dan penguatan fungsi Unit Penjaminan Mutu di tingkat fakultas
dan PPs Unud dan program studi.
c. Meningkatkan budaya dan komitmen penjaminan mutu dari pimpinan universitas,
fakultas, pascasarjana dan program studi.
Penjaminan mutu eksternal dilakukan melalui proses akreditisasi. Target 2009 tidak
ada PS berakreditisasi C, sampai dengan tahun 2012 jumlah PS berakreditisasi A
harus lebih dari 50%.

F. Mengurangi kesenjangan antar fakultas atau program studi


Beberapa langkah untuk mengurangi kesenjangan antar fakultas/PS adalah:
a. Merger PS yang sepi peminat sehingga mencapai break even point jumlah
mahasiswa.
b. Promosi kepada siswa SMA/SMK dan masyarakat lebih ditingkatkan.
c. Penyesuaian kurikulum sehingga lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.
d. Lebih mengefktifkan subsidi silang terstruktur bagi PS yang membutuhkan.
e. Pemberian beasiswa mahasiswa pada PS sepi peminat.

Pertemuan ilmiah, 3 - 6 September 2008 5


DIES NATALIS 2008
UNIVERSITAS UDAYANA
TAKI-TAKINING SEWAKA GUNA WIDYA

G. Meningkatkan mutu dan peran program pascasarjana


Program pascasarjana mempunyai fungsi ganda dalam menyediakan tenaga dosen dan
tenaga peneliti yang handal. Suatu perguruan tinggi yang ingin menuju universitas riset
harus meningkatkan jumlah mahasiswa pascasarjana dan mutu pascasarjana. Maka arah
pengembangan meliputi:
a. Pembentukan sekurang-kurangya satu program magister pada setiap fakultas.
b. Pembentukan program doktor pada cabang besar bidang ilmu atau cabang ilmu
yang mempunyai kekhasan.
c. Meningkatkan rasio graduate / undergraduate menuju rasio ideal (mendekati 1:1)
d. Meningkatkan mutu dengan perbaikan kurikulum, PBM dan dosen pada PPs Unud
e. Meningkatkan mutu luaran dalam bentuk hasil penelitian dan publikasi bertaraf
internasional.
f. Meningkatkan international outlook dengan meningkatkan kerjasama double
degree serta membangun jejaring kemitraan dengan PPs luar negeri.

Peningkatan Sarana Penunjang Pendidikan


Sarana penunjang dalam melaksanakan proses akademik merupakan hal yang diperlukan
menuju peningkatan mutu akademik. Pengembangan sarana penunjang akademik
berupa:
a. Sarana penunjang umum
b. Sarana penunjang khusus
c. Sarana administrasi akademik

a. Sarana penunjang umum


Penyiapan ruangan merupakan sarana dasar untuk dapat melaksanakan proses
akademik dengan baik dan nyaman. Penyediaan ruangan menuju standar nasional
yaitu:
- Ruang kuliah: 2 m2/mahasiswa
- Ruang laboratorium : 2 m2/mahasiswa
- Ruang kerja dosen: 4 m2/dosen
- Ruang komputer: 1 m2/mahasiswa

Disamping luas maka kualitas ruangan harus terus menerus mendapat perhatian,
sehingga ruangan yang bersih, rapi dan nyaman.

b. Sarana penunjang khusus


Sarana khusus yang harus dikembangkan dalam rangka menunjang proses akademik
adalah:
1. Sarana perpustakaan
2. Sarana laboratorium
3. Sarana teknologi informasi
4. Sarana pembelajaran bahasa Inggris

1. Sarana perpustakaan
Perpustakaan merupakan jantungnya universitas. Maka pengembangan perpustakaan
mendapat perhatian utama. Pengembangan Perpustakaan Pusat harus menuju
Perpustakaan berstandar internasional dalam waktu 5 tahun:
- Ruangan yang cukup luas dan baik kualitasnya

Pertemuan ilmiah, 3 - 6 September 2008 6


DIES NATALIS 2008
UNIVERSITAS UDAYANA
TAKI-TAKINING SEWAKA GUNA WIDYA

- Jumlah buku/majalah/koleksi lainnya yang cukup


- Pengembangan akses internet dan e-library
- Kompilasi elektronik dari tesis, disertasi dan hasil penelitian di lingkungan Unud
sehingga bisa diakses oleh dunia luar.
- Peningkatan administrasi dan pelayanan perpustakaan

2. Sarana laboratorium
Sarana laboratorium meliputi sarana laboratorium pendidikan dan sarana laboratorium
untuk penelitian.
Laboratorium pendidikan:
- Dilakukan inventarisasi kebutuhan laboratorium pendidikan masing-masing PS
sehingga memenuhi standar kompetensi lulusan.
- Menyediakan secara bertahap peralatan laboratorium yang diperlukan
- Menyediakan biaya operasional dan pemeliharaan yang memadai.

Laboratorium penelitian
- Pengelolaan laboratorium penelitian dilakukan secara terintegrasi oleh rektorat
- Pengelolaan akan disatukan di bawah suatu holding company: UPT Lab Terpadu.
- Pengembangan dilakukan sesuai dengan pengembangan penelitian unggulan
- Meningkatkan kualitas laboratorium penelitian yang sudah ada: Lab analitik, Lab
biomedik, Lab forensik genetik, Lab biologi kelautan dan Lab CRESOS
- Membangun gedung laboratorium terpadu di Kampus Bukit.
- Melakukan networking dengan laboratorium penelitian yang ada di fakultas/PS,
serta laboratorium di tingkat nasional atau internasional.

Dengan demikian dikurangi tumpang tindih penyediaan alat, pengembangan alat yang
saling komplementer antar lab dan efisiensi penggunaan lab dapat ditingkatkan, serta
peningkatan jangkauan pemeriksaan laboratorium.

3. Pengembangan Sarana Teknologi Informasi


Penyediaan sarana teknologi informasi merupakan prasyarat mutlak dalam
pengembangan perguruan tinggi modern. Pengembangan dan penyediaan layanan
teknologi informasi ditujukan pada:
a. Penguatan dan pengembangan jaringan sehingga dapat menghubungkan semua
unit (intranet) dan dengan dunia luar (internet)
b. Pengembangan software yang digunakan dalam administrasi akademik,
administrasi umum dan pelayanan kepada mahasiswa
c. Mengefektifkan semua Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang telah disiapkan.
d. Meningkatkan band width sehingga menuju kebutuhan standar 1 kbps/mahasiswa
(16 mbps secara keseluruhan).
e. Meningkatkan kualitas e-journal
f. Meningkatkan pengembangan e-learning
g. Meningkatkan kualitas web: unud.ac.id
h. Pencapaian target untuk masuk dalam 500 besar webometric.

4. Pengembangan Sarana Pembelajaran Bahasa Inggris


Pengembangan universitas menuju universitas berkelas dunia memerlukan
peningkatan penguasaan bahasa Inggris oleh dosen dan mahasiswa.

Pertemuan ilmiah, 3 - 6 September 2008 7


DIES NATALIS 2008
UNIVERSITAS UDAYANA
TAKI-TAKINING SEWAKA GUNA WIDYA

Pengembangan bahasa Inggris untuk dosen akan dibebankan kepada UPT Lab.
Bahasa dengan target dalam 5 tahun nilai TOEFL dosen minimal 500. Sedangkan
pengembangan kemampuan berbahasa Inggris bagi mahasiswa akan dibebankan
kepada masing-masing fakultas dengan mengembangkan laboratorium bahasa di
masing-masing fakultas dengan berkoordinasi dengan UPT Lab. Bahasa dan
Jurusan/PS Bahasa Inggris Fakultas Sastra. Target dalam 5 tahun perolehan TOEFL
minimal untuk mahasiswa adalah 475

Penguatan Tata-kelola yang baik (good governance)


Pengembangan good governance meliputi:
1. Meningkatan budaya perencanaan dengan pembuatan Renja dan RAPBU yang
baik dan tepat waktu, serta melakukan revisi Renstra dan RIP Unud. Tim
perencanaan yang lebih terpadu dengan teamwork yang lebih baik harus
dikembangkan.
2. Meningkatkan sistem pelaporan (LAKIP), laporan tahunan, serta monev.
3. Meningkatkan tata kelola akademik dengan pelaksanaan secara ketat SIMAK
4. Meningkatkan tata kelola administrasi umum, termasuk keuangan dan asset.
5. Peningkatan disiplin seluruh civitas akademika dengan menerapkan merit system,
serta meningkatkan sense of belonging.
6. Meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan dengan melaksanakan secara
penuh prinsip PNBP dan one gate policy.
7. Mengaktifkan Satuan Pengawasan Internal (SPI) dan Divisi Audit.
8. Mengurangi seminimal mungkin temuan Irjen dan BPK, serta menuntaskan tindak
lanjut tuntas dari temuan tersebut.
9. Mengembangkan Pusat Arsip Universitas dan Pangkalan Data
10. Melaksanakan BLU tahun 2010 dan persiapan menuju BHP

Dengan usaha-usaha yang terarah seperti yang telah ditetapkan di atas maka diharapkan
dalam tahun 2012 capacity building telah mencapai stndar minimal dan tahun 2015 telah
dapat dicapai standar nasional untuk seluruh program studi. Dari modal dasar ini maka
usaha mempercepat terobosan menuju tingkat internasional akan dapat dicapai. Mulai
tahun ini juga usaha internasionalisasi (international outlook) harus sudah dikerjakan
secara berencana.

TEROBOSAN MENUJU PROGRAM UNGGULAN


Dalam era global dengan kompetisi yang sangat ketat, maka setiap PT memacu dirinya
semaksimal mungkin supaya tidak ditinggal oleh yang lainnya. Maka pengembangan
konvensional saja tidak akan cukup, karena akan menyebabkan makin tertinggalnya PT
tersebut dari PT yang maju. Oleh karena itu harus dilakukan terobosan untuk mencapai
keunggulan.
Dalam melakukan pilihan terhadap program unggulan sebagai terobosan maka beberapa
hal menjadi pertimbangan:
1. Dalam tahap awal harus dipilih unggulan lokal (local genius) yang diangkat
menjadi topik unggulan berskala internasional, sehingga kompetitor di tempat lain
tidak terlalu kuat dan lebih mudah diterobos.
2. Tersedia sumber daya manusia yang mempunyai komitmen kuat untuk
mengembangkan program unggulan tersebut.
3. Program unggulan tersebut jika berhasil memberi manfaat besar bagi daerah atau
bangsa secara keseluruhan
4. Pada tahap berikutnya semua unit harus dikembangkan ke taraf internasional.

Pertemuan ilmiah, 3 - 6 September 2008 8


DIES NATALIS 2008
UNIVERSITAS UDAYANA
TAKI-TAKINING SEWAKA GUNA WIDYA

Program Unggulan di Bidang Pendidikan


Strategi dalam mengembangkan unggulan dalam bidang pendidikan meliputi:
a. Mengembangkan kurikulum bertaraf internasional yang match dengan mitra
universitas di luar negeri.
b. Mendorong lebih banyak program studi yang menyelenggarakan kelas berbahasa
Inggris sebagai tahap awal menuju kelas internasional.
c. Mengembangkan kelas berstandar internasional
d. Mengembangkan double degree dan sister university dengan PT luar negeri yang
ternama.

Untuk mencapai keunggulan di bidang pendidikan ini maka disamping menyediakan


dosen dan fasilitas penunjang yang bermutu serta kemampuan berbahasa Inggris
maka sangat diperlukan pembentukan jejaring kemitraan (networking) secara nasional
maupun internasional.

Program Unggulan di Bidang Penelitian


Oleh karena terbatasnya sumber daya manusia dan sumber pendanaan penelitian maka
pengembangan penelitian harus diarahkan pada program – program unggulan dengan
kriteria seperti yang sudah disebutkan di atas.
Menetukan arah kebijakan penelitian (road map penelitian) serta menentukan topik-topik
unggulan tidaklah mudah. Seluruh komponen Universitas Udayana, terutama pakar-pakar
yang mempunyai komitmen tinggi terhadap penelitian dan pengembangan harus duduk
bersama untuk menetapkan topik-topik unggulan tersebut.
Beberapa topik-topik unggulan yang mungkin dikembangkan adalah:
a. Kajian tentang Bali (Bali Studies), terutama kebudayaan Bali termasuk hukum adat
Bali, dan desa pekraman
b. Kajian tentang Pariwisata, khususnya Pariwisata Budaya
c. Kajian tentang Arsitektur Bali
d. Kajian tentang Ketahanan Pangan, termasuk kajian tentang sapi Bali dan
pertanian yang menunjang pariwisata.
e. Kajian tentang Ekonomi Kerakyatan dan Ekonomi yang berkaitan dengan
Pariwisata.
f. Kajian tentang spirituality in Economics and Management.
g. Kajian tentang Kedokteran Tropik dan Kedokteran Tradisional

Unggulan dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat


Unggulan dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat meliputi:
a. Desa binaan yang lebih komprehensif sebagai contoh pengembangan pedesaan
di Bali.
b. Meningkatkan produk penelitian unggulan yang dapat dikembangkan untuk
pengabdian masyarakat.

Setelah topik-topik unggulan disepakati bersama maka fokus pengembangan harus betul-
betul ditunjang oleh sumber daya manusia dan pendanaan yang memadai. Dari topik-
topik unggulan tersebut harus dikembangkan Pusat Kajian yang bertaraf Internasional
yang harus menghasilkan luaran yang bertaraf internasional pula. Untuk mencapai hal
tersebut maka pengembangan jejaring kemitraan (networking) internasional sangat
dibutuhkan.

Pertemuan ilmiah, 3 - 6 September 2008 9


DIES NATALIS 2008
UNIVERSITAS UDAYANA
TAKI-TAKINING SEWAKA GUNA WIDYA

PRASYARAT UNTUK MENCAPAI PERGURUAN TINGGI BERKELAS DUNIA


Dalam era global dengan kompetisi yang sangat ketat ini usaha untuk mencapai
perguruan tinggi berkelas dunia bukanlah suatu usaha yang mudah. Diperlukan prasyarat-
prasyarat, antara lain:
1. Terdapat pimpinan universitas dan fakultas yang kuat yang mempunyai visi serta
komitmen yang jelas.
2. Komitmen dan kerja keras dari seluruh komponen Universitas Udayana (internal
stakeholder): dosen, mahasiswa dan tenaga administrasi.
3. Komitmen dari external stakeholder, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah,
dan dunia usaha untuk menunjang usaha pengembangan ini.
4. Terdapat perencanaan dengan arah yang jelas yang dimengerti dan dihayati oleh
seluruh stakeholder. Dilakukan monitoring dan evaluasi terus menerus sehingga
dapat diketahui target yang telah dicapai, kemudian dapat dilakukan revisi dari
program yang telah disusun.
5. Terbentuk jejaring kemitraan (networking) dalam skala nasional maupun
internasional.

RINGKASAN
Bahwa untuk mewujudkan visi, misi dan pola ilmiah pokok Universitas Udayana yang
tiada lain adalah perguruan tinggi berkelas dunia (worldclass university) yang
berwawasan budaya maka haruslah disusun suatu perencanaan dengan arah yang jelas.
Kebijakan ini meliputi konsolidasi internal untuk membangun kapasitas (capacity building)
yang dipakai sebagai landasan untuk mengembangkan terobosan berupa program-
program unggulan. Peningkatan kapasitas serta pengembangan program unggulan yang
meliputi perbaikan dalam hal masukan, proses dan luaran akademik yang berkelas
nasional dan pada akhirnya berkelas internasional.
Untuk mencapai target perguruan tinggi berkelas dunia diperlukan komitmen, kerja keras
dari stakeholder baik internal maupun eksternal serta pembentukan jejaring kemitraan
(networking) nasional dan internasional. Semoga cita-cita mulia ini dapat terwujud dan
Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sanghyang Widdhi Wasa memberkati kita semua.

Pertemuan ilmiah, 3 - 6 September 2008 10