Anda di halaman 1dari 49

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1. PENGERTIAN AIR BERSIH DAN AIR MINUM
1.2.1 Air Bersih
Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari
dan akan menjadi air minum setelah dimasak terlebih dahulu. Sebagai
batasannya air bersih adalah air yang memenuhi persyaratan bagi sistem
penyediaan air minum dimana persyaratan yang dimaksud adalah
persyaratan dari segi kualitas air yang meliputi kualitas !isik kimia
bi"l"gis dan radi"l"gis sehingga apabila dik"nsumsi tidak menimbulkan
e!ek samping. Persyaratan tersebut juga memperhatikan pengamanan
terhadap sistem distribusi air bersih dari instalasi air bersih sampai pada
k"nsumen #Ketentuan Umum Peraturan Pemerintah N".$% Th. %&&' dan
Permenkes N". (')*+enkes*P,-*I.*'//&0.
2.2.1 Air Minum
Air minum adalah air yang melalui pr"ses peng"lahan atau tanpa
pr"ses peng"lahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung
diminum #Kepmenkes -I N" /&1*+,NK,S*SK*2II*%&&%0. Pengertian
standar kualitas air minum adalah batas "perasi"nal dari kriteria kualitas
dengan memasukkan pertimbangan n"n teknis misalnya k"ndisi s"sial-
ek"n"mi target tingkat kualitas pr"duksi tingkat kesehatan yang ada dan
tekn"l"gi yang tersedia. Sedangkan kriteria kualitas air merupakan
putusan ilmiah yang mengekspresikan hubungan d"sis dan resp"n e!ek
yang diperkirakan terjadi kapan dan dimana saja unsur-unsur peng"t"r
men3apai atau melebihi batas maksimum yang ditetapkan dalam 4aktu
tertentu. 5engan demikian maka kriteria kualitas air merupakan re!erensi
dari standar kualitas air. Berdasarkan Permenkes
N".(')*+enkes*Per*I.*'//& PP. N" $% Th. %&&' dan Keputusan +enkes
-I N" /&1*+,NK,S*SK*2II*%&&% yang membedakan antara kualitas air
bersih dan air minum adalah standar kualitas setiap parameter !isik kimia
bi"l"gis dan radi"l"gis maksimum yang diperb"lehkan.
2.2. AIR BAKU
3.2.1 Pengertian an Mutu Air Ba!u
Air baku adalah air yang akan digunakan sebagai sumber*bahan
baku dalam sistem penyediaan air minum. Sumber air tersebut harus
memenuhi kriteria-kriteria tertentu agar bisa di"lah menjadi air minum
yang layak untuk dik"nsumsi.
5alam UU N". $% tahun %&&' air diklasi!ikan menurut mutunya ke
dalam empat kelas yaitu 6
a. Kelas ' air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air baku
air minum dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu
air yang sama dengan kegunaan tersebut.
b. Kelas % air yang peruntukannya dapat digunakan untuk
prasarana*sarana rekreasi air pembudidayaan ikan air ta4ar
peternakan air untuk mengairi pertanaman dan atau peruntukan
lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan
tersebut.
3. Kelas 7 air yang peruntukannya dapat digunakan untuk
pembudidayaan ikan air ta4ar peternakan air untuk mengairi
pertanaman dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan air
yang sama dengan kegunaan tersebut.
d. Kelas ( air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi
pertanaman dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan
mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.
1.2.2 K"asi#i!asi air Permu!aan i In$nesia
K"ntaminan utama terhadap air murni 8%9 adalah :at padat dengan
mineral-mineral yang terikut di dalamnya. Selain itu apabila aliran air
melalui permukaan tanah dengan tingkat "rganik yang tinggi seperti tanah
gambut maka kandungan "rganik akan tinggi pula; demikian juga pada
badan-badan air yang telah ter3emar limbah atau dipakai sebagai media
untuk berkembang biaknya makhluk hidup seperti ikan. Tetapi pada
umumnya panampakan karakteristik air dan met"de peng"lahannya
tergantung dari tingkat kekeruhannya. Karakteristik air baku permukaan
yang ada di Ind"nesia se3ara umum dapat dig"l"ngkan sebagai berikut
#5armasetia4an %&&'0 6
a. Air permukaan dengan tingkat kekeruhan yang tinggi
Air permukaan ini telah mengalir pada permukaan tanah
yang rentan terhadap er"si atau ditutupi dengan <egetasi yang
rendah kerapatannya. ="nt"hnya adalah 6
#'0 Air irigasi dengan tingkat sedimen yang tinggi.
#%0 Bagian hilir aliran air Sungai Brantas dan Benga4an S"l" di Pulau
Ja4a utamanya pada saat banjir atau pada daerah aliran yang
rentan terhadap er"si dengan tingkat kepadatan <egetasi rendah.
#70 Air permukaan seperti Sungai =itarum dan Sungai =isadane di
Ja4a Barat yang umumnya telah mele4ati daerah alu<ial
#endapan gunung api0. K"ndisi ini umumnya terdapat di Pulau
Ja4a tetapi ada pula di 4ilayah lain seperti pada sistem aliran
sungai >alanae di Sula4esi Selatan.
b. Air permukaan dengan tingkat kekeruhan yang rendah sampai
sedang
Air ini umumnya stabil di 4aduk atau di danau yang sedikit
mengandung gulma atau tanaman air. Air ini adalah seperti air pada g"l"ngan
yang pertama hanya telah mengalami pengendapan yang 3ukup lama di suatu
badan air dengan 4aktu tinggal yang 3ukup lama #lebih dari ' minggu0.
="nt"h air ini adalah 6
#'0 Air di >aduk Jati ?uhur
#%0 Air di Kedung 9mb"
#70 Air di 5anau Tempe
#(0 Air di >aduk @ajahmungkur
3. Air permukaan dengan tingkat kekeruhan yang si!atnya
temp"rer
Air yang mengalir di atas permukaan yang tertutup <egetasi yang 3ukup
lebat dan 3uram sehingga pada 4aktu tidak hujan akan menghasilkan air yang
3ukup jernih #tidak keruh0. Tetapi pada 4aktu datang hujan air menjadi keruh
karena terjadi l"njakan tingkat sedimen akibat er"si. Setelah terjadi hujan
debit air meningkat tajam diikuti dengan tingkat kekeruhan yang tinggi.
Kemudian setelah hujan selesai sekitar % - 7 jam air kembali ke aliran dasar
Abase !l"4B dan air kembali jernih.
5engan demikian terjadilah kekeruhan yang temp"rer. Umumnya hal ini
terjadi pada air permukaan di daerah pegunungan dimana pada saat tidak
hujan air akan jernih tetapi pada saat hujan akan keruh sesaat. ="nt"hnya
adalah sungai-sungai di pegunungan daerah Sumatera Sula4esi dan di daerah
hulu atau pedalaman.
d. Air permukaan dengan kandungan 4arna yang sedang sampai tinggi.
Air yang demikian umumnya telah mengalir pada daerah dengan tingkat
humus atau gambut yang tinggi umumnya terdapat di daerah ra4a. Air ini
umumnya mempunyai tingkat 4arna yang tinggi #di atas 7& Pt="0 akibat
terlarutnya :at tanin dari sisa-sisa humus di sekitarnya. Biasanya akibat
pr"ses mikir""rganisme p8 air adalah asam atau antara ( sampai dengan 1.
Pada sungai yang telah mele4ati daerah aliran yang demikian akan
mempunyai kekeruhan yang tinggi dan 4arna yang tinggi pula. ="nt"hnya
adalah 6
#'0 Sungai-sungai di Sumatera di pantai Timur
#%0 Sungai-sungai di Irian Pantai Selatan dan sungai di Kalimantan
e. Air permukaan dengan kesadahan yang tinggi.
Kesadahan pada prinsipnya adalah terk"ntaminasinya air dengan unsur
kati"n seperti Na =a +gdan sebagainya. 5i alam kesadahan yang paling
banyak dijumpai adalah air laut atau air asin. Tetapi pada air permukaan
ta4ar umumnya karena "leh =a dan +g dalam kadar yang tinggi C%&& ppm
=a=9
7.
Sehingga air yang mengalir pada daerah batuan kapur akan
mempunyai tingkat kesadahan yang tinggi.
Kesadahan dapat dikatakan tinggi dan mulai berakibat pada peralatan
rumah tangga adalah di atas '&& mg*? =a=9
7
. Pada kesadahan di atas 7&&
mg*? pada jangka yang panjang akan berpengaruh pada manusia yang
mengk"nsumsinya yaitu pada manusia dengan ginjal yang lemah akan
mengalami gangguan pada ginjalnya.
Kesadahan dapat dig"l"ngkan pada kesadahan sementara dan
kesadahan tetap. Kesadahan sementara akan terendapkan pada saat
pemanasan*pemasakan air atau terendapkan di pipa. Sedangkan kesadahan
tetap akan lebih permanen terdapat di air.
!. Air permukaan dengan kekeruhan sangat rendah.
Air seperti ini dapat dijumpai pada danau-danau yang masih belum
ter3emar atau air yang baru saja keluar dari mata air. 5anau-danau yang
masih belum ter3emar dapat ditemui di daerah-daerah pedalaman Sumatera
Kalimantan dan Irian dimana kadar kekeruhannya sangat rendah dan
kandungan mineralnya rendah. Selama <egetasi pada daerah alirannya dapat
dijaga maka kualitas air di lingkungan badan air ini dapat juga terjaga.
="nt"hnya adalah 6 5anau T"ba 5anau Sentani dan 5anau ?aut di
Takeng"n
2.3 ANA%ISA STANDAR KUA%ITAS AIR MINUM
5alam analisa standar kualitas air minum ini Keputusan +enkes -I N"
/&1*+,NK,S*SK*2II*%&&% dijadikan re!erensi atau a3uan utama #karena
merupakan peraturan yang paling terbaru diterapkan0 di samping peraturan
lainnya yang memuat parameter yang tidak terdapat dalam Kepmenkes N"
/&1*%&&%. Berdasarkan da!tar standar kualitas air minum yang berlaku di
Ind"nesia yaitu Peraturan Pemerintah N" %& Tahun '//& Tanggal ) Juni '//&
Permenkes N".(')*+enkes*Per*I.*'//& Peraturan Pemerintah N" $% tahun
%&&' Tanggal '( 5esember %&&' dan Keputusan +enkes -I N"
/&1*+,NK,S*SK*2II*%&&% ditambah dengan Standar Air di +,, 9!!i3ial
J"urnal "! the ,,= N" = %'(*) s.d '' Tanggal '$ September '/1D dapat
disimpulkan syarat-syarat kualitas air minum yaitu 6
2.3.1 Parameter &isi!
'. >arna
5alam Kepmenkes -I N" /&1 Tahun %&&% kandungan 4arna
maksimum yang diperb"lehkan adalah 'D NTU. >arna berhubungan
dengan :at-:at padat yang terkandung di dalam air. Sehingga
dika4atirkan air tersebut mengandung l"gam-l"gam berat maupun
l"gam-l"gam yang lain dengan d"sis yang melebihi ambang batas
kualitas air minum. Seharusnya air minum tidak ber4arna untuk
alasan estetika dan men3egah kera3unan berbagai :at kimia maupun
mikr""rganisme yang ber4arna.
%. Bau dan -asa
Air minum disyaratkan tidak berbau dan berasa karena berhubungan
dengan estetika dan apabila berbau dan berasa dikha4atirkan air
tersebut mengandung :at-:at yang berbahaya. Bau dan rasa air
disebabkan "leh adanya akti!itas bakteri dalam air atau pembuangan
sampah dan limbah ke dalam air yang menyebabkan naiknya tingkat
kekeruhan sehingga mengakibatkan terhambatnya sinar matahari
masuk ke dasar perairan. 8al ini mengakibatkan terjadinya reaksi
pembusukan "leh mikr""rganisme. Tingkat bau dan rasa yang tinggi
berhubungan dengan sedikit banyaknya B95 dalam air.
7. Temperatur*suhu
+enurut PP N"m"r %& tahun '//& temperatur untuk air g"l"ngan
A #air minum0 adalah E 7&
&
=. Temperatur berhubungan dengan
jumlah "ksigen yang terkandung di dalam air. Jika suhu air tersebut
tinggi maka jumlah "ksigen terlarut dalam air akan berkurang begitu
juga sebaliknya. Kenaikan atau penurunan dari suhu air bisa
disebabkan berbagai !akt"r antar lain karena akti!itas bakteri dalam air
#pr"ses !ermentasi0 pembuangan limbah air panas ke badan air
maupun lingkungan.
(. Kekeruhan
Kekeruhan air berasal dari :at padat yang tersuspensi baik yang
bersi!at "rganik maupun an"rganik. 5alam Kepmenkes N" /&1 Tahun
%&&% kadar maksimum kekeruhan yang diperb"lehkan adalah D NTU.
Tingkat kekeruhan yang tinggi # CD NTU 0 akan menyebabkan
rusaknya !asilitas peng"lah air tersumbatnya pipa karena partikel yang
diba4a air dan dari segi estetika. Kekeruhan yang tinggi dalam air
berasal dari lumpur yang diba4a air se4aktu terjadi kebanjiran
pembuangan sampah dan limbah ke dalam badan air.
D. Jumlah Fat Padat Terlarut #T"tal 5iss"l<ed S"lid - T5S0
Kandungan :at padat terlarut yang diijinkan terdapat dalam air
adalah '&&& mg*?. 8al ini karena jika kandungan :at padat terlarut
dalam air besar maka bagi instalasi peng"lah air minum akan
membutuhkan peng"lahan yang lebih dan biaya yang dikeluarkan
banyak selain itu akibat bagi manusia adalah bah4a air tersebut berasa
dan keruh sehingga tidak aman untuk dik"nsumsi se3ara langsung.
Sumber meningkatnya T5S air berhubungan dengan tingkat kekeruhan
jadi jika kekeruhan tinggi biasanya kandungan :at padat terlarut juga
tinggi.
2.3.2 Parameter Kimia
a. Kimia An"rganik
'. p8
5alam Kepmenkes N" /&1*%&&% batas minimum dan batas
maksimum p8 adalah )D G $D. Jadi menurut ketentuan tersebut maka
p8 air minum adalah netral dengan de<iasi tidak lebih dari '. Karena
dengan p8 terlalu rendah atau kurang dari )D maka air tersebut bersi!at
asam dan bersi!at t"ksik bagi makluk hidup dan bagi instalasi air bersih
menyebabkan k"r"si pada pipa. 8arga p8 air yang lebih dari $D bersi!at
basa yang menyebabkan air mengandung l"gam-l"gam alkali dan
bersi!at sadah.
%. B95 #Bi"l"gi3al 9Higen 5emand0
Kandungan B95 dalam air maksimum adalah berkisar % mg*?. Nilai
B95 dalam air menyatakan banyaknya 9
%
yang dibutuhkan
mikr""rganisme air untuk menguraikan :at-:at yang ada dalam air. Jadi
apabila B95 dalam air tinggi maka air tersebut sudah ter3emar dan
tidak layak untuk dik"nsumsi.
7. =95 #=hemi3al 9Higen 5emand0
=95 dalam air yang diperb"lehkan adalah sebesar '& mg*?. Nilai
=95 dalam air menyatakan banyaknya 9
%
yang dibutuhkan :at kimia
dalam air untuk mengikat :at-:at kimia lain yang ada dalam air. Jadi
apabila =95 dalam air tinggi maka air tersebut sudah ter3emar dan
tidak layak untuk dik"nsumsi.
(. 59 #5iss"l<ed 9Higen0
Kandungan 59 dalam air adalah sebesar ) mg*?. 59 menyatakan
kandungan 9
%
yang ada dalam air. Kandungan 59 sebesar itu
merupakan batas minimum yang harus ada dalam air. 8al ini
berhubungan dengan banyaknya "ksigen yang harus ada dalam air untuk
pr"ses "ksidasi dalam tubuh manusia.
D. I"s!at sebagai P
Kadar maksimum !"s!at sebagai P dalam air minum adalah &.% mg*?
#Standar Air di +,, 9!!i3ial J"urnal "! the ,,= N" = %'(*) s.d ''
Tanggal '$ September '/1D0. Sumber !"s!at adalah dari detergen yang
dibuang ke lingkungan. Akibat yang ditimbulkan dari !"s!at adalah
bersi!at t"ksik bagi makluk hidup jika melebihi ambang batas yang
ditentukan !ungsi hati terganggu kelainan bayi yang lahir gangguan
syara! kanker dan akibat bagi instalasi peng"lah air minum adalah
terjadinya de!l"kulasi terhadap k"l"id merangsang pengapungan :at-:at
padat yang membentuk suatu busa.
). Nitrat sebagai

7
NO
Kadar nitrat maksimum dalam air adalah D& mg*?. Jika kadar nitrat
dalam air melebihi D& mg*? maka akibat yang ditimbulkan bagi instalasi
peng"lah air adalah meningkatkan pertumbuhan tumbuhan air dan
menimbulkan bau yang tidak sedap juga menyebabkan methem"gl"bine
pada bayi yang mem!"rmulasi susu. Nitrat ini dihasilkan dari
pemupukan tanaman yang berlebihan.
1. Nitrit sebagai

%
NO
Kadar maksimum nitrit dalam air adalah 7 mg*?. Nitrit menyebabkan
air menjadi berbau dan memper3epat pertumbuhan tumbuhan air. Nitrit
merupakan tahap peralihan :at "rganik menuju bentuk yang tetap. Jadi
kalau tidak diantisipasi maka akan berubah menjadi nitrat yang
menyebabkan methahem"gl"binaemia pada bayi.
$. N87 G N
Kandungan am"niak maksimum dalam air adalah sebesar '.D mg*?.
Am"niak dalam air menimbulkan bau yang tidak sedap. Am"niak
dihasilkan "leh pemupukan pembuatan !iber sintetis perusahaan kayu
dsb.
/. Arsen
Kadar Arsen maksimum dalam air yang diperb"lehkan adalah &.&'
mg*? karena jika lebih dari &&' maka Arsen akan bersi!at ra3un e!ek
kr"nis dan karsin"gen jika diminum "leh manusia.
'&. K"balt
+enurut PP N" $% tahun %&&' kadar K"balt adalah sebesar &%
mg*? jika melebihi kadar tersebut maka k"balt bersi!at t"ksik.
''. Barium
Kadar Barium yang diperb"lehkan adalah &1 mg*? maka jika
melebihi kadar tersebut bersi!at t"ksik e!ek hati saluran darah dan
syara!.
'%. B"r"n
Kadar yang diijinkan sebesar &7 mg*? dan jika melebihinya bersi!at
t"ksik
'7. Selenium
Kadar yang diijinkan sebesar &.&' mg*?. Akibat yang ditimbulkan
bagi manusia jika melebihi batas yang ditentukan adalah menyebabkan
kera3unan dan penyebab kanker pada hati ginjal dan limpa.
'(. Kadmium
Kadar kadmium yang diperb"lehkan maksimal &.&&7 mg*? dan jika
melebihi menyebkan kera3unan akut pada manusia dan pada kadar &.'G
'& mg*? terakumulasi di hati dan ginjal pada tikus per3"baan. Kadmium
juga dapat menyebakan kanker.
'D. Khr"mium <alensi )
Kadar maksimum dalam air minum yang diijinkan sebesar &.&D
mg*?. Akibat bagi manusia jika melebihi ambang batasnya adalah
bersi!at karsin"gen #kanker paru-paru0 kumulati! dalam jaringan tikus
pada kadar D mg*? menyebabkan iritasi bisul bernanah pada hidung dan
tengg"r"kan.
'). Tembaga
Kadar maksimum yang diijinkan sebesar % mg*?. Tembaga
dibutuhkan dalam tubuh manusia untuk metab"lisme. Kelebihan
tembaga akan menimbulkan kejang perut muntah-muntah dan diare.
5alam d"sis rendah menimbulkan rasa kesat 4arna dan k"r"si pada
pipa sambungan dan peralatan dapur. Bagi peng"lahan air minum
se3ara k"n<ensi"nal kadar =u ' mg*?.
'1. Besi
Kadar maksimum yang diperb"lehkan sebesar &.7 mg*?. Besi
dibutuhkan tubuh manusia untuk metab"lisme. Keberadaan besi dalam
air bersi!at terlarut amis dan membentuk lapisan seperti minyak. Kadar
' mg*? mengakibatkan !lek rasa dan 4arna dapat membentuk k"l"id
dalam air. Jika peng"lahan air se3ara k"n<ensi"nal maka kadar besi
adalah D mg*?.
'$. Timbal
Timbal dengan kadar melebihi &.&' mg*? maksimal yang diijinkan
menyebabkan kera3unan gangguan "tak kelainan lekas tua berat badan
menurun kelainan pada bayi dalam kandungan. Timbal mempunyai
si!at terakumulasi dan merupakan penghambat reaksi-reaksi en:im.
'/. +angan
Kadar mangan dalam air maksimum sebesar &.' mg*?. +angan
menyebabkan !lek pada benda-benda putih "leh dep"sit +n9% rasa
dan 4arna tidak b"leh ada dalam air minum bersi!at t"sik jika kadarnya
melebihi ambang batas yang ditentukan. Air tanah yang mengandung
mangan tinggi tidak akan mengandung 9% dan k"nsentrasi =9% tinggi.
+angan dibutuhkan pada makanan sebesar '& mg*hari tetapi dengan
kadar yang lebih akan besi!at t"ksik.
%&. Air -aksa
Kadar mer3uri maksimum dalam air sebesar &.&&' mg*?. Air raksa
dengan kadar melebihi d"sis maksimum dalam air dan kuantitasnya
banyak menyebabkan kera3unan mengakibatkan tuli buta lumpuh
terakumulasi dalam tubuh menyebabkan kematian dan 4aktu paruhnya
lama.
%'. Seng
K"nsentrasi seng maksimum dalam air minum sebesar 7 mg*?.
K"nsentrasi seng dalam jumlah ke3il sangat diperlukan "leh tubuh
dalam pr"ses metab"lisme. ?"gam seng tidak terlalu berbahaya tetapi
seng kl"rida bila terkena kulit atau mata dapat menimbulkan gangguan
kesehatan seperti diare. 5alam air minum seng menyebabkan rasa
metalik dan bila dimasak akan menimbulkan endapan seperti pasir.
%%. Kl"rida
Kadar kl"rida maksimum yang diperb"lehkan dalam air minum
adalah sebesar %D& mg*?. Kl"r dalam jumlah banyak dalam air
menyebabkan kera3unan bau rasa dan bersi!at karsin"genik
pneum"nia dan br"n3hitis. T"ksisitasnya tergantung pada gugus
senya4anya. +isalnya Na=l sangat tidak bera3un tetapi karb"nil
khl"rida sangat bera3un. 5i Ind"nesia khl"r digunakan sebagai
desin!ektan dalam penyediaan air minum. Sebagai desin!ektan residu
khl"r di dalam penyediaan air sengaja dipelihara tetapi khl"r ini dapat
terikat pada senya4a "rganik dan membentuk hal"gen-hidr"karb"n #=l-
8=0 yang banyak di antaranya dikenal sebagai senya4a-senya4a
karsin"genik. 9leh karena itu di berbagai negara maju sekarang ini
khl"rinasi sebagai pr"ses desin!eksi tidak lagi digunakan.
%7. Sianida
Kadar maksimum sianida dalam air adalah sebesar &&1 mg*?. 8al ini
disebabkan akibat yang ditimbulkan jika kadarnya berlebihan. Sianida
adalah senya4a sian #=n0 yang sudah lama terkenal sebagai ra3un. 5i
dalam tubuh akan menghambat pernapasan jaringan sehingga terjadi
asphyHia "rang merasa seperti ter3ekik dan 3epat diikuti "leh kematian.
Kera3unan kr"nis menimbulkan malaise dan iritasi. Sianida ini
didapatkan se3ara alami di berbagai tumbuhan. Apabila ada di dalam air
minum maka untuk menghilangkannya memerlukan peng"lahan
khusus.
%(. Ilu"rida
Kadar !lu"rida maksimum dalam air adalah sebesar '.D mg*?. 8al ini
karena jika !lu"rida dalam air tinggi maka akan menimbulkan kerusakan
sistem tulang pada d"sis $ G %& mg*? dan untuk "rang berumur %& tahun
atau lebih akan menyebabkan A3rippling !lu"r"sisB atau gigi yang
mudah rapuh dan patah. Sebaliknya penggunaan single d"sis dari %%D& G
(D&& mg*? adalah mematikan #lethal0.
%D. Sul!at
K"nsentrasi maksimum sul!at dalam air minum adalah sebesar %D&
mg*?. Sul!at menyebabkan rasa dan e!ek laHati<e pada kadar )&& G '&&&
mg*? bila Na dan +g sebagai kati"n. Bagi instalasi peng"lah air minum
sul!at menyebabkan k"r"si pada instalasi terutama bet"n.
%). Belerang sebagai 8
%
S
Kadar hidr"gen sul!ida dalam air minum adalah &.&&D mg*?. Adanya
8
%
S dalam air dapatmerupakan kelanjutan dari terdapatnya S9
(
dalam
air yang direduksi "leh bakteri anaer"bik. Sul!ida ini menyebabkan bau
yang tidak sedap pada air sebagai akibat pr"ses pembusukan dalam air.
Sul!ida menyebabkan berkaratnya l"gam dan kerusakan bet"n.
%1. Aluminium
Kadar aluminium maksimal dalam air adalah &.% mg*?. Aluminium
bersi!at t"ksik dalam jumlah yang banyak jika masuk ke dalam tubuh.
Sumber alamiah Al terutama adalah bauHit dan 3ry"lit. Industri
pengilangan minyak peleburan metal dan industri pengguna Al
merupakan sumber buatan. 5alam d"sis tinggi Al dapat menimbulkan
luka pada usus. Aluminium yang berbentuk debu akan terakumulasi
dalam paru-paru. Aluminium juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit
selaput lendir dan saluran pernapasan.
%$. Kesadahan
Kadar maksimum kesadahan dalam air adalah D&& mg*?. Kesadahan
air berbanding lurus dengan k"nsentrasi =a dan +g yang terkandung di
dalam air tersebut. Kesadahan dibedakan atas 6
a. Kesadahan t"tal; merupakan jumlah t"tal =a dan +g.
b. Kesadahan tetap; diukur setelah pendidihan. Pendidihan yang
dilakukan adalah untuk mengusir =9
%
dan mengendapkan =a=9
7
dari garam-garam bikarb"nat.
3. Kesadahan sementara; kesadahan t"tal dikurangi kesadahan tetap
yang merupakan angka kesadahan yang disebabkan "leh =a#8=9
7
0
%.
Kesadahan yang tinggi akan membentuk kerak pada dinding alat dan
kemudian memperlambat panas. Kesadahan menyebabkan pemb"r"san
penggunaan sabun untuk men3u3i. Pr"ses penghilangan dapat dilakukan
dengan pr"ses pelunakan atau pelembutan.
b. Kimia 9rganik
'. +inyak dan ?emak
Kandungan minyak maksimum dalam air minum #PP $% tahun %&&'0
sebesar ' mg*?. Jika kandungan minyak dalam air minum tinggi akan
menyebabkan pr"ses aerasi terganggu karena lapisan air tertutup minyak
terganggunya pr"ses k"agulasi pemb"r"san penggunaan detergen untuk
men3u3i dan dapat menimbulkan bau anyir.
%. 5etergen sebagai +BAS # +ethylene Blue A3ti<e Substan3e 0
Kandungan detergen maksimum dalam air minum adalah sebesar D&
g*?. Akibat yang ditimbulkan detergen jika k"nsentrasi dalam air tinggi
adalah dapat mengadakan emulsi terhadap lemak; de!l"kulasi terhadap
k"l"id merangsang pengapungan :at-:at padat yang membentuk busa
bersi!at ra3un pada manusia dan terakumulasi dalam tubuh serta n"n-
bi"degradable.
7. Senya4a Ien"l
Kadar phen"l dalam air minum maksimum ' g*? #PP $% tahun %&&'0.
Ien"l berasal dari batubara atau sintetik dan mempunyai si!at membunuh
bakteri. 8asil reaksi senya4a !en"lat dengan 3hl"r dapat menyebabkan rasa
dan bau yang mengganggu.
(. B8=
B8= merupakan bahan hidr"karb"n yang terdapat dalam air. Jika
kandungan B8= dalam air tinggi maka akan mengakibatkan timbulnya
kanker #bersi!at karsin"genik0.
D. Aldrin*5ieldrin
Kadar maksimum aldrin*dieldrin dalam air &&7 g*?. Aldrin digunakan
sebagai insektisida dimana dapat menimbulkan kera3unan yang akut atau
kr"nis juga merupakan iritan dapat menyebabkan depresi dan merusak
hati dalam ' G ( jam. Bila dipanaskan akan terurai dan mngeluarkan !"sgen
dan 8=l yang bersi!at t"ksis. Sedangkan eldrin juga digunakan sebagai
insektisida namun t"ksisitasnya belum diketahui dengan jelas. 5apat
terakumulasi pada susunan syara! pusat dan terjadi am"reHia k"n<ulasi
dan 3"ma.
). 55T =hl"rdane 8epta3hl"r dan 8epta3hl"r ep"Hide ?indane Ben:ene
8eHa3hl"r"ben:ene Pestisida T"tal T"Haphan ,ndrin Ben:"a#J0pyrene
Senya4a-senya4a tersebut di atas merupakan satu g"l"ngan yaitu
g"l"ngan pestisida. Kadar maksimum dalam air dari 55T =hl"rdane
8epta3hl"r dan 8epta3hl"r ep"Hide ?indane Ben:ene
8eHa3hl"r"ben:ene dan Ben:"a#J0pyrene masing-masing yaitu % Kg*?; &%
Kg*?; &&7 Kg*? % Kg*? '& Kg*? ' Kg*? &1 Kg*?. Akibat yang
ditimbulkan pada manusia jika terdapat dalam air minum antara lain
pening na!su makan berkurang !ungsi hati terganggu "rang menjadi
terlalu giat "t"t bergetar h"rm"n estr"gen berkurang karsin"genik
genetika berubah dan kemungkinan kematian.
3. Fat "rganik #K+n9
(
0
Kadar maksimum :at "rganik dalam air menurut Permenkes (')*'//&
adalah '& mg*?. Fat "rganik #Kmn9
(
0 yang terdapat dalam air dapat berasal
dari alam #minyak tumbuh-tumbuhan serat-serat lemak he4an alk"h"l
selul"sa gula pati dan lain-lain0 sintesa #berbagai persenya4aan dan buah-
buahan yang dihasilkan pr"ses-pr"ses pabrik0 !ermentasi #alk"h"l aset"n
antibi"tik asam-asam dan sejenisnya yang berasal dari kegiatan mikr"ba
terhadap bahan-bahan "rganik. Fat "rganik dapat menimbulkan gangguana
perut.
'. =hl"r"!"rm
=hl"r"!"rm menyebabkan kera3unan bersi!at karsin"genik dan penyebab
rasa air. +enurut PP N" %& tahun '//& kadar maksimum 3hl"r"!"rm dalam
air adalah &.&7 mg*?. Kandungan dalam air sebesar &.% saja sudah merupakan
kandungan yang buruk bagi kesehatan.
%. '% 5i3hl"r"ethane; ''' Tri3hl"r"ethane; %()
Tri3hl"r"phen"l Penta3hl"r"pen"l +eth"Hy3hl"r. Kadar maksimum '%
5i3hl"r"ethane; ''' Tri3hl"r"ethane; %() Tri3hl"r"phen"l
Penta3hl"r"pen"l +eth"Hy3hl"r dalam air yaitu 7& Kg*? %&&& Kg*? %-7&&
Kg*? / Kg*? dan %& Kg*?.
Semua senya4a tersebut merupakan satu g"l"ngan herbisida yaitu :at
pembasmi tumbuhan pengganggu tanaman. Akibat yang ditimbulkan pada
manusia yaitu mengakibatkan tetra !"geni3 dan karsin"genik.
2.3.2 Parameter Bi$"$gis
'. K"li!"rm Tinja
Jumlah K"li!"rm tinja dalam air minum harus & #n"l0 atau tidak ada sama
sekali dalam air minum. Akibat yang ditimbulkan bagi manusia adalah sakit
perut #diare0. K"li!"rm banyak terdapat pada sumber air permukaan yang
dihasilkan "leh k"t"ran manusia. Bakteri k"li ini mempunyai si!at-si!at
aer"bik merupakan bakteri gram negati! tidak membentuk sp"ra mempunyai
bentuk l"nj"ng dan dapat mengadakan !ermentasi dengan lakt"sa dalam
4aktu ($ jam pada temperatur 7D
"
=.
%. T"tal K"li!"rm
T"tal k"li!"rm dalam air diisyaratkan tidak b"leh ada per '&& ml
sampelnya.
3 Parameter Rai$a!ti'itas
'. Akti<itas Alpha #@r"ss A0
Kadar maksimum yang diperb"lehkan adalah sebesar &.' BL*?. 9leh
karena unsur ini akan mempengaruhi pr"ses-pr"ses !isi"l"gis dimana
bahan ini akan ditimbun dalam tulang manusia leukimia kanker tulang
gangguan pada genetika sehingga unsur ini disebut AB""n SeekerB. Unsur
akti!itas alpha dihasilkan "leh
%%)
-a dan
/&
Sr. Selain itu unsur radi"akti!
akan bertahan lama di alam #4aktu paruh lama0 dan dihasilkan "leh pusat-
pusat tenaga at"m buangan radi"akti! dari industri serta per3"baan senjata
nuklir.
%. Akti<itas Beta #@r"ss B0
Kadar beta maksimum dalam air sebesar ' BL*?. Sinar beta mempunyai
daya tembus yang besar dan dapat mengi"nisasi jaringan kulit sehingga
kehadirannya harus sesedikit mungkin dalam air minum. Akibat yang
ditimbulkan hampir mirip dengan akti<itas alpha.
2.( IN)ENTARISASI UNIT *PERASI DAN UNIT PR*SES DA%AM
PENG*%AHAN AIR MINUM
Peng"lahan air merupakan suatu usaha untuk mengurangi k"nsentrasi
masingGmasing p"lutan dalam air di lingkungan. Pr"ses peng"lahan air pada
hakekatnya dilaksananakan berdasarkan si!atGsi!at perubahan kualitas yang
biasanya berlangsung se3ara alamiah. 9leh karena itu mekanisme pr"ses tersebut
dapat berlangsung se3ara !isik kimia dan bi"l"gis.
2.(.1 Unit *+erasi Peng$"ahan Air Minum
A. Inta!e
Intake atau bangunan penyadap air dimaksudkan untuk menyuplai air
dari sumber menuju instalasi peng"lahan air. 9leh sebab itu bangunan penyadap
air harus diletakkan pada tempat yang mudah untuk mengalirkan air dan didesain
untuk mudah menyuplai air yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan
#Ka4amura '//'0.
Sebelum air baku mengalami pr"ses peng"lahan air dikumpulkan dalam
suatu bangunan yang disebut intake. Peletakan intake mempertimbangkan hal-hal
antara lain 6
- Ketinggian tanah yang merupakan !akt"r utama artinya
sehubungan dengan sistem pengaliran air baku.
- 5ekatnya dengan daerah pelayanan
- Intake dibangun pada tempat yang aman arus aliran tidak
terlalu besar pada daerah sungai yang landai dan lurus sehingga !akt"r
keamanan bangunan intake terjamin dan sungai dapat dijaga kesinambungannya
- Intake harus dibuat dengan mempertimbangkan
peningkatan debit di masa yang akan datang.
Jika !luktuasi permukaan air sungai 3ukup besar maka intake
harus diren3anakan sesuai dengan <ariasi muka air. Jika sungai mempunyai muka
air yang dangkal agar intake dapat mengambil air se3ara terus menerus maka
intake harus dilengkapi dengan bangunan peninggi air.
Kapasitas bangunan penyadap air seharusnya dapat mengantisipasi
kebutuhan maksimum per hari untuk jangka 4aktu D& tahun ke depan. Iakt"r-
!akt"r yang esensial pada pembanguan bangunan penyadap air #intake0 adalah
#Ka4amura '//'0 6
'. reliable
%. aman
7. minimal dalam hal biaya "perasi dan pera4atan
Intake dapat dil"kasikan pada sungai danau atau di reser<"ir atau
didesain untuk air tanah atau mata air. Sebelum mel"kasikan intake beberapa
studi yangharus diperhatikan 6 kebutuhan air kualitas sumber air k"ndisi iklim
dan !luktuasi dari sumber.
Jenis-jenis intake yaitu 6
a. Intake t"4er merupakan intake berbentuk menara yang dibangun di
tengah sumber air baku dan pengaliran air bakunya menggunakan pipa yang
dibangun di atas sungai.
b. Sh"re intake #pantai0 merupakan intake yang dibangun di tepi sungai
berupa rumah p"mpa dengan intake di ba4ah permukaan air minum.
3. Siph"n 4ell intake
@ambar %.' Siph"n 4ell Intake
#Sumber6 Ka4amura '//' hal 7$&0
d. Intake 3rib merupakan intake yang dibangun di dasar
sungai*sumber air baku yang dilengkapi pipa dengan s3reening dan pipa untuk
mengalirkan air ke instalasi peng"lahan.
@ambar %.% Intake =rib
#Sumber6 Ka4amura '//' hal 7$'0
e. In!iltrati"n gallery
!. Intake >eir merupakan bangunan yang diren3anakan untuk
membantu mengambil air dengan jumlah tetap dengan 3ara menjaga tinggi
ren3ana permukaan air yang dinaikkan "leh 4eir pada sungai.
g. Intake @ate merupakan bangunan yang peng"perasiannya
menggunakan saringan kasar #bar s3reen0 pinti air dan bak pengendap pasir.
B. S,reening
S3reening merupakan a4al pr"ses !isik peng"lahan air. Penyaringan
dimaksudkan untuk menyisihkan sampahGsampah besar serta materiGmateri yang
lebih ke3il. Ukuran saringan ini ber<ariasi tergantung pada besarnya materi yang
ingin yang dipisahkan. Sesuai dengan tujuannya saringan dibagi dua yaitu 6
a. Saringan kasar
Bertujuan untuk memisahkan sampah besar yang mengambang dan
terapung misalnya batang-batang dan 3abang-3abang kayu yang mungkin ada di
tempat penyadapan terutama di sungai-sungai. Terdiri dari batang-batang yang
berjarak kira-kira &1D hingga % in3hi. Saringan ini bisa dibersihkan se3ara
manual dan mekanikal. Analisa yang diperlukan dalam peren3anaan saringan
kasar yaitu menentukan kehilangan tinggi #head l"ss0 selama air mele4ati kisi
saringan. Kris3h"er merumuskannya sebagai berikut 6
H
1
- . . /0123
(13
.h' .sin 45
dimana 6
8
'
M head l"ss #m0
4 M lebar kisi #m0
b M jarak antar kisi #m0
h< M tinggi ke3epatan 2%*%g
N M kemiringan kisi #O0
P M !akt"r bentuk
Ta2e" 2.1 &a!t$r Bentu!
Sumber 6 -an3angan Instalasi Peng"lahan Air +inum K"ta =iamis
b. Saringan mikr"
Bertujuan untuk menyaring partikel-partikel halus. Saringan ini dibuat dalam
bentuk drum yang ditutup dengan saringan jala halus yang ditunjang "leh suatu
jala kasar sebagai penguat. ?ubang-lubang saringan ber<ariasi antara kira-kira %7
hingga )D mikr"n. Air yang berisi bahan-bahan halus disalurkan ke bagian dalam
drum tersebut kemudian air yang telah tersaring dikumpulkan dari luarnya.
Karena penyumbatan saluran terjadi dengan 3epat maka jala harus di3u3i se3ara
terus menerus dengan sempr"tan air bertekanan tinggi.
5ibuat dalam bentuk 6
Bentuk kisi
Iakt"r
Bentuk
Persegi panjang dengan sudut tajam
Persegi panjang dengan pembulatan di depan
Persegi panjang dengan pembulatan di depan dan
belakang
?ingkaran
%.(%
'.$7
'.)1
'.1/
%.D 3m terbuat dari besi
tahan karat
6. K$agu"asi /mi7ing3
Unit ini bertujuan untuk men3ampur bahan-bahan kimia dengan
air. Sesudah pembubuhan bahanGbahan kimia #k"agulan0 kemudian
dilakukan pengadukan #miHing0. 8al ini biasa dikerjakan dengan 3ara
mekanis yaitu memutar dengan 3epat dayung-dayung di dalam k"lam
pen3ampuran yang telah diren3anakan. Pengadukan dilakukan se3ara 3epat
#k"agulasi0 selama kurang lebih satu menit yang diikuti dengan pengadukan
lambat #!l"kulasi0 kurang lebih 7& G )& menit. Tipe G tipe bak k"agulasi
adalah6
a. Pengaduk mekanis dalam men3ampurkan k"agulan dengan air alat ini
menggunakan paddle yang digerakkan "leh m"t"r pengerak.
b. 5e!lekt"r Plate +iHer alat ini bekerja dengan menggunakan pan3aran air
yang keluar dari de!le3t"r. Air masuk melalui inlet kemudian
dipan3arkan "leh de!le3t"r dimana di dekat de!le3t"r dibubuhkan
k"agulan.
3. Penggerak pneumati3 dan Ba!!le basins
Ke3epatan benturan partikel harus sebanding dengan per3epatan
karena itu gradien ke3epatan harus 3ukup memberikan ke3epatan untuk
benturan antar partikel per3epatan juga berhubungan dengan gaya geser
dalam air. Per3epatan besar akan menghasilkan gaya geser yang besar dan
men3egah susunan !l"k yang diinginkan. Jumlah t"tal partikel yang
berbenturan sama dengan perkalian gradien ke3epatan #@0 dan 4aktu detensi
#T0.
Persamaan per3epatan pada putaran se3ara mekanikal maupun
pneumati3 yaitu #-eyn"lds '/$% hal 7%06
V
P W
G
.

@ M gradien ke3epatan #se3
-'
0
> M tenaga per unit k"lam #!t-lb*se3-!t70
P M tenaga #!t-lb*se30
2 M <"lume k"lam #!t70
K M kekentalan abs"lut #%.17 H '&-7 lb-se3*!t%0
Sedangkan pada bu!!le basins dirumuskan dengan #-eyn"lds
'/$% hal 7%06
T
h
G
L
.
.

Q M density air #)%.( lb*!t70


h? M kehilangan tinggi karena gesekan turbulensi dll
T M 4aktu detensi #se30
Tabel %.% >aktu 5etensi dan @radien Ke3epatan
T
d #se30
@#se3
-'
0
&
7
&
&
C
D&
'&&&
/&&
1/&
1&&
Sumber 6 -eyn"lds '/$% tabel %.' hal 7(
Tenaga yang diberikan ke dalam larutan dengan berbagai impeller
dirumuskan "leh -usht"n #-eyn"lds '/$%06
Aliran turbulen N
-,
C'&.&&&
g
D n k
P
T
7 7
. . .

P M tenaga yang diperlukan #!t-lb*s0


K M k"nstanta impeller pada aliran turbulen
Q M density larutan #lb*!t70
g M gra!itasi #7%.'1!t*se370
5 M diameter impeller #!t0
n M putaran per sek"n #rps0
Aliran laminar N
-,
R'&-%&
g
D n k
P
L
7 %
. . . .

K M kekentalan abs"lut pada liLuid


N-, M bilangan -eyn"ld

. .
%
n D
N
RE

#-eyn"lds '/$% hal 7$0
Pneumatik meman!aatkan tanki dan alat aerasi. 2ariasi aliran bisa
di3apai melalui <ariasi debit udara.2"lume k"lam bisa ditentukan dari
besarnya debit dan 4aktu detensi. 5ebit udara untuk memberikan tenaga ke
dalam air ditentukan dengan persamaan sebagai berikut #-eyn"lds '/$% hal
(&06
( )
7(
7(
. D . $'
+

h
Log Go P
P M tenaga #!t-lb*se30
@" M debit udara saat temperatur dan tekanan "perasi #3!m0
h M kedalaman di!!user #!t0
Pengadukan 3epat juga dapat dilakukan dengan % 3ara 6
Terjunan
Pengadukan dengan terjunan adalah pengadukan yang umum
dipakai pada instalasi air minum dengan kapasitas yang besar C D& ? * dt.
Pembubuhan dilakukan sesaat sebelum air diterjunkan dengan demikian air
yang terjun sudah mengandung k"agulan atau :at kimia yang siap untuk
diaduk namun ada juga yang diaduk setelah terjunan.
Pengadukan dilakukan setelah air terjun dengan energi #daya0
pengadukan sama dengan tinggi terjunan. Tinggi terjunan untuk suatu
pengadukan adalah typikal untuk semua debit karena debit tidak perlu
dilibatkan dalam perhitungan.
% * '
1
]
1

d
T v
h g
G
dari persamaan di atas dapat diturunkan kebutuhan ketinggian
terjun untuk masing-masing tingkat gradien pengadukan #@0 #5armasetia4an
%&&'0.
Pengadukan dalam pipa
Pengadukan dalam pipa juga mengikuti prinsip di atas dimana h di
sini adalah kehilangan tekanan yang terjadi pada saat pengadukan pipa
sedangkan T
d
adalah panjang pipa dibagi dengan ke3epatan aliran
#5armasetia4an %&&'0.
v
L
T
d

maka panjang pipa dengan pengadukan dalam pipa dihitung
dengan rumus #5armasetia4an %&&'06
%
G v
v h g
L

D. &"$!u"asi
Il"kulasi dilakukan setelah pr"ses k"agulasi. Il"kulasi bertujuan
untuk mendukung pr"ses tumbukan partikel-partikel ke3il sehingga akan
diper"leh partikel yang lebih besar yang memiliki kemampuan untuk
mengendap. Il"kulasi dapat dilakukan dengan berbagai 3ara dengan
pengaduk mekanis atau dengan pengaliran melalui k"lam-k"lam pengaduk.
Ke3epatan aliran diatur pada 'D - 7& 3m*dt hal ini untuk menjaga agar supaya
tidak terjadi pengendapan ataupun tidak terjadi kerusakan pada !l"k-!l"k yang
telah terbentuk.
Tipe !l"kulasi 6
- Pengaduk mekanis
- Bak tersekat #Ba!!le Type Basins0
5alam pengaduk ini air mengalir berubah G ubah arah <ertikal ke
atas ke ba4ah atau h"ri:"ntal ke kanan ke kiri mele4ati ba!!le G ba!!le.
Ba!!le G ba!!le diletakkan pada jarak antara )& G '&& 3m dengan ke3epatan
aliran air diren3anakan dapat melaluinya pada harga antara 'D G 7& 3m*det
peri"de detensi antara %&-D& menit.
Pemisahan !l"k-!l"k yang telah terbentuk diendapkan pada "perasi
berikutnya. Pada saat ini umumnya unit k"agulat"r !l"kulat"r dan
sedimentasi dik"mbinasikan dalam satu unit yang disebut a33esalat"r.
Il"kulasi bertujuan untuk mendukung pr"ses tumbukan partikel- partikel
ke3il sehingga akan diper"leh partikel yang lebih besar yang memiliki
kemampuan untuk mengendap. Il"kulasi dapat dilakukan dengan berbagai
3ara termasuk pemutaran gayung-gayung dengan lambat atau pengaliran
melalui k"lam-k"lam pengaduk.
Pemakaian tipi3al pada !l"kulat"r menggunakan paddle 4heel pada
sha!t h"ri:"ntal ada dua ma3am yaitu 6
@ambar %.D Il"kulasi 8idr"lis
#Sumber6 Ka4amura '//' hal '&&0
Pemakaian khusus pada !l"kulat"r menggunakan paddle 4heel pada
sha!t h"ri:"ntal ada dua ma3am yaitu 6
- P"la 3r"ss-!l"4 paddle 4heel sha!t tegak lurus arah aliran.
- P"la aHial-!l"4 paddle 4heel sha!t searah aliran air.
@radien ke3epatan bisa diestimasi dengan menggunakan head l"ss
#h0 6
gh A Q % . ) . &
#S dalam 3!s A dalam !t
%
dan h dalam !t.0
Ke3epatan dan 4aktu melalui lubang #T0 dapat dihitung sedangkan
gradien ke3epatan ditentukan melalui persamaan
% * '
0
.
.
#
T
h
G
L

5 dimana h
?
adalah h tiap lubang #"ri!i3e0.
Tenaga yang diberikan ke air "leh peddle 4heel dapat ditentukan
menggunakan hukum Ne4t"n pada drag !"r3e diusahakan "bjek terendap air.
5rag !"r3e pada paddle 4heel blade adalah 6
%
. .
%
V
A C F
D D

#-eyn"lds '/$% hal (10
I
5
M drag !"r3e pada peddle #lb0
=
5
M 3"e!isien drag
A M luas paddle blade #!t%0
T M masa jenis air
2 M ke3epatan relati<e paddle blade #!t*s0
P"4er dirumuskan seperti diba4ah ini 6
7
7
7
/1 . &
( . )(
( . )%
%
.
Av C P
v A C
v
A C v F P
D
D D D

,
_


#-eyn"lds '/$% hal (10
P M p"4er #!t-lb*se30
E. &i"trasi
Iiltrasi bertujuan menyaring air yang masih mengandung partikel halus
yang tidak tersisihkan pada pr"ses sebelumnya. Pr"ses ini bertujuan untuk
menyempurnakan penurunan kadar-kadar k"ntaminan seperti bakteria 4arna
rasa bau dan Ie sehingga diper"leh air yang bersih memenuhi standar
kualitas air minum. Iilter yang digunakan dibedakan menjadi dua ma3am
yaitu saringan pasir 3epat dan saringan pasir lambat. Saringan pasir lambat
dikembangkan pada tahun '$%/ "leh James Simps"n pada perusahaan air
minum Inggris. Saringan pasir 3epat dikembangkan di USA selama peri"de
tahun '/&&-'/'&. Saringan pasir 3epat lebih banyak diman!aatkan dalam
system peng"lahan air minum. Iilter juga dapat diklasi!ikasikan berdasarkan
3ara pengalirannya yaitu gra<ity !ilter dan pressure !ilter.
+edia yang digunakan biasanya terdiri dari lapisan pasir dan kerikil
sebagai penahan. Se3ara berkala !ilter perlu di3u3i untuk menghilangkan
k"t"ran-k"t"ran yang menyumbat p"ri-p"ri diantara media. Pen3u3ian ini
dapat dilakukan dengan pr"ses ba3k4ash.
Prinsip Iilter
5alam pr"ses !iltrasi dapat dihilangkan bakteri 4arna bau rasa serta Ie. Pr"ses
yang dapat terjadi pada !ilter adalah 6
'. Penyaringan mekanis
Pr"ses ini dapat terjadi pada !ilter 3epat maupun lambat. +edia yang
dipergunakan dalam !iltrasi adalah pasir yang mempunyai p"ri-p"ri yang
3ukup ke3il. 5engan demikian partikel-pertikel yang mempunyai ukuran butir
lebih besar dari p"ri-p"ri media dapat tertahan.
%. Pengendapan
Pr"ses ini hanya dapat terjadi pada !ilter lambat. -uang antar butir pasir
ber!ungsi sebagai bak pengendap ke3il. Partikel-partikel yang mempunyai
ukuran ke3il sekalipun serta k"l"idal dan beberapa ma3am bakteri akan
mengendap dalam ruang antar butir dan melekat pada butir pasir e!ek !isika
#ads"rpsi0.
7. Bi"l"gi3al A3ti"n
Pr"ses ini hanya dapat terjadi pada !ilter saringan lambat. Suspensi-
suspensi yang terdapat di dalam air mengandung "rganisme-"rganisme seperti
alga dan plankt"n yang merupakan bahan makanan bagi jenis-jenis
mikr""rganisme tertentu. 9rganisme-"rgansme tersebut membentuk lapisan di
atas media !ilter yang disebut dengan lapisan lendir #smudt de3ke0 !ilter.
5engan adanya lapisan lendir ini m"kr""rganisme yang terdapat di dalam air
akan tertinggal di situ sehingga air !iltrat tidak mengandung mikr""rganisme*
bakteri lagi.
Jenis Iiltrasi
'. Saringan Pasir ?ambat
Pada saringan pasir lambat air baku dari bak sedimentasi masuk ke saringan
pasir melalui inlet kemudian didistribusikan se3ara merata ke permukaan
media penyaring tanpa menimbulkan gangguan. Apabila !ilter telah men3apai
kehilangan tekanan maksimum maka "perasi !ilter dihentikan untuk
selanjutnya !ilter di3u3i. Pen3u3ian dilakukan dengan 3ara mengambil media
!ilter bagian paling atas setebal 7-D 3m untuk di3u3i diluar !ilter. Tujuan p"k"k
penyaringan ini adalah menghilangkan bakteri dan partikel suspensi yang
terba4a dalam air. ,!isiensi saringan pasir lambat 3ukup besar kurang lebih
/$U-//U bakteri dapat tertahan sedangkan partikel-partikel suspensi hampir
'&&U. Saringan ini juga menghilangkan e!ek bau rasa dan 4arna dalam air.
Namun untuk bakteri pat"gen tidak dapat tertahan dalam !ilter lambat karena
itu masih diperlukan pr"ses desin!eksi. Sehubungan dengan ke3epatan !iltrasi
yang lambat maka dimensi !ilter ini juga relati! memerlukan areal yang 3ukup
luas.
%. Saringan Pasir =epat #-apid Sand Iilter0
Pen3u3ian !ilter pasir 3epat dilakukan dengan 3ara ba3k4ash. Pertama-tama
aliran inlet ditutup dan air dalam !ilter dibuang sampai beberapa sentimeter
diba4ah lapisan pasir teratas. Kemudian selama kurang lebih %-7 menit !ilter
ditiup dengan udara untuk melepaskan k"t"ran yang menempel pada pasir
kemudian dilakukan pembersihan dengan ba3k 4ash k"t"ran ataupun
endapan tersuspensi yang tertinggal pada !ilter akan ikut terekspansi dan
bersama air pen3u3i dikeluarkan melalui gutter.
Pen3u3ian biasanya dilakukan tiap %( jam pr"ses pen3u3ian selama '&
menit* Selama pen3u3ian pasir yang terekspansi kurang lebih D&U. Umtuk
menghemat pemakaian air maka pen3u3ian !ilter dapat dik"mbinasikan
dengan pen3u3ian permukaan !ilter dengan menggunakan n"::le. Ke3epatan
penyempr"tan sekitar %1& l*m
%
*menitsedangkan tekanannya antara &1 G ''
kg*3m
%
.
Bagian dari Iilter
'. Pasir Iilter
Pasir yang digunakan untuk !ilter harus terbebas dari ?umpur kapur dan
unsur-unsur "rganik. Pasir harus keras jika dimasukkan ke dalam asam kl"rida
selama %( jam tidak akan kehilangan berat lebih dari DU.Ukuran butir pasir
harus diseleksi terlebih dahulu.
%. +edia Penahan Pasir
Pasir yang dipergunakan dalam !ilter ditahan "leh media penahan !ilter yang
umumnya dibuat dari lapisan kerikil. +edia ini ber!ungsi untuk menahan pasir
dan menyebarkan aliran !iltrat ke dalam sistem drainase serta aliran air pen3u3i
pasir. Kerikil tersebut harus bersih keras tahan lama dan bulat-bulat.
7. Sistem 5rainase
Pada dasar alat !iltrasi diletakkan suaru system drainase yang ber!ungsi
untuk mengumpulkan !iltrat serta meratakan aliran pen3u3i selama ba3k 4ash.
Sistem drainase yang biasa digunakan adalah sebagai berikut 6 2itri!ied Tile
Bl"3ks #?e"p"ld Bl"3k0. Sistem ini terdiri dari seperangkat bl"k-bl"k yang
berlubang dimana air !iltrat masuk melaluinya. Bl"k-bl"k tersebut diletaakkan
pada dasar !ilter diba4ah lapisan kerikil.
Tabel %.7 Perbandingan Sl"4 dan -apid Sand Iilter
Parameter SSI -SI
Area !ilter
Ukuran pasir
Air baku
Ke3epatan !iltrasi
5istribusi pasir
Peri"de
pen3u3ian
+et"de
pen3u3ian
Kehilangan
tekanan
Sangat luas
&.%-&.( mm
Tidak perlu peng"lahan
pendahuluan
'&&-'$& l*m
%
*jam
Ter3ampur
'-7 bulan
Pengerukan lap. atas 7-D
3m
'D-1D 3m
-elati! ke3il
&.7)-&.) mm
Perlu peng"lahan
pendahuluan
(&&&-D&&&
l*m
%
*jam
Ke3il ke besar
%(-($ jam
Ba3k 4ashing
%-( 3m
Sumber 6 -an3angan Instalasi Peng"lahan Air +inum K"ta =iamis

@ambar %.$ Saringan Pasir ?ambat dan Saringan Pasir =epat
#Sumber 6 Iair V @eyer '/$) hal %1 - %0
&. Reser'$ir
Bangunan reser<"ar umumnya diletakkan di dekat jaringan distribusi pada
ketinggian yang 3ukup untuk mengalirkan air se3ara baik dan merata ke
seluruh daerah k"nsumen. -eser<"ar dapat digunakan untuk 6
- +enyimpan air pada 4aktu kebutuhan lebih ke3il dari kebutuhan rata-rata
- +enyalurkan air pada 4aktu kebutuhan lebih besar dari kebutuhan rata-
rata
- +emberikan 4aktu k"ntak desin!ektan yang 3ukup bila diperlukan
-eser<"ar dapat dibedakan berdasarkan p"sisi penempatannya yaitu 6
'. @r"und -eser<"ar
Waitu reser<"ar yang penempatannya pada permukaan tanah
%. ,le<ated -eser<"ar
-eser<"ar yang penempatannya di atas menara
E. Unit Pr$ses Peng$"ahan air Minum
1. 6hemi,a" Presi+itati$n /Pengena+an Kimia0i3
Partikel dengan ukuran butir sangat ke3il tidak dapat diendapkan dalam
unit sedimentasi. Partikel dengan diameter &.&) mm membutuhkan 4aktu '& jam
untuk mengendap dalam bak sedimentasi yang mempunyai kedalaman 7 m
sedangkan partikel yang berdiameter &.&&% mm membutuhkan 4aktu mengendap
selama ( hari. 5etenti"n time selama ini tidak dapat dipraktekkan dalam
peren3anaan. Selain partikel-partikel yang halus di dalam air juga terdapat
k"l"id-k"l"id yang bermuatan listrik yang selalu bergerak dan tidak dapat
diendapkan se3ara gra<itasi. 9leh sebab itu digunakan suatu pr"ses yang dapat
mempermudah partikel-partikel halus*k"l"id tersebut mengendap yaitu
k"agulasi.
Pengendapan kimia4i dalam peng"lahan air minum dilakukan dengan
penambahan :at-:at kimia #k"agulan0 untuk mengubah bentuk !isik dari padatan
terlarut atau padatan tersuspensi dan untuk memudahkan penyisihannya dengan
sedimentasi. Akibat sampingan dari penambahan :at kimia adalah peningkatan
jumlah :at terlarut di dalam air #+et3al! V ,ddy '//'0.
Suatu :at kimia tertentu yang disebut k"agulan tidak dapat larut dalam air
bahkan dapat membentuk !l"k-!l"k presipitat. Presipitat-presipitat dapat
menyerap atau mengikat suspensi halus dan k"l"id-k"l"id yang terdapat dalam
air pr"ses ini dapat berjalan dalam 4aktu yang relati! 3epat. Pr"ses k"agulasi ini
dapat menurunkan derajat 4arna bau dan rasa. Partikel suspensi maupun
k"l"idal yang telah berbentuk !l"k hasil pr"ses k"agulan dapat dipisahkan dari air
melalui pr"ses sedimentasi.
Selama bertahun-tahun telah banyak substansi kimia yang digunakan
sebagai k"agulan. Tingkat kejernihan yang diper"leh tergantung pada jumlah
bahan kimia yang digunakan. Pengendapan bisa menghasilkan e!luen yang
jernih bebas dari substansi dalam bentuk suspensi maupun k"l"id. Sekitar $&-/&
U t"tal padatan terlarut (&-1& U B95D 7&-)& U =95 dan $&-/& U bakteri
dapat disisihkan dengan pengendapan kimia4i. Sebagai perbandingan jika hanya
melakukan pengendapan biasa tanpa tambahan :at kimia hanya D&-1& U dari
t"tal padatan tersuspensi dan 7&-(& U bahan "rganik yang dapat terendapkan
#+et3al! V ,ddy '//'0.
K"agulan yang umum dipakai yaitu 6
a0 Alumunium Sul!at #Alum0 XAl
%
#S9
(
0
7
.'$8
%
9Y(
K"agulan yang paling terkenal adalah alum XAl
%
#S9
(
0
7
.'$8
%
9Y ber4arna
abu-abu k"t"r berbentuk padat dengan kadar kurang lebih '1 U alumunium
sul!at. Alum didalam air dapat bereaksi dengan alkalinitas di dalam air untuk
membentuk suatu kumpulan alumunium hidr"ksida sesuai dengan persamaan
sbb6
A"
2
/S*
(
3
3
.18H
2
* 9 36a/H6*
3
3
2
36aS*
(
9 2A"/*H3
3
9 :6*
2
9 18
H
2
*
Bila air tidak mengandung alkalinitas yang diperlukan maka mungkin
diperlukan tambahan kapur #=a90 atau abu s"da #Na=9
7
0 disamping alum untuk
memper"leh !l"kulasi yang tepat #netralisasi0. K"agulasi dengan alum akan
berjalan dengan baik pada p8 antara )D G $D.
b0 Natrium Aluminat
Na
%
Al
%
9
(
jarang digunakan karena harganya yang relati! mahal. 5i
samping sebagai k"agulan natrium aluminat juga dapat menghilangkan
k"r"si!itas air.
30 K"agulan besi
Umumnya yang digunakan adalah garam !erri Ie=l
7
Ie
%
#S9
(
0
7
atau
3ampuran dari kedua garam tersebut. Umumnya k"agulan ini digunakan pada
peng"lahan air buangan.
Ierr"us sul!at #IeS9
(
0 dan !erri3 3hl"rida #Ie=l
7
0 dipergunakan sebagai
k"agulan dan membentuk endapan hidr"ksida besi. @aram !err"us membutuhkan
kapur sebagai bahan kimia pelengkap kalau tidak garam !err"us harus diubah ke
dalam bentuk !erri3 dengan menambah kl"rin. Ierri3 merupakan k"agulan
"ksidat"r yang sangat baik yang juga dapat menghilangkan gas 8
%
S rasa dan
bau.
5"sis k"agulan yang diperlukan untuk peng"lahan air tergantung dari 6
Jenis k"agulan
Kekeruhan air
>arna air
p8 air
Temperatur
>aktu pen3ampuran
Tabel %.( 5"sis K"agulan
K"agulan
p8
"ptimum
5"sis
#mg*l0
Alumunium sul!at
Natrium aluminat
Ierri sul!at
Ierri kl"rida
Ierr" sul!at
D.D-$.&
-
D.D-''
D.D-''
$.D-''
D.'D-$.D
7.(-7(
$.D-D'
$.D-D'
D.'-D'
Penentuan d"sis "ptimum umumnya ditentukan melalui per3"baan Jar
Test. Biasanya jar test dilakukan se3ara berkala atau bila kualitas air baku
berubah sehingga dapat ditentukan d"sis "ptimum peng"lahan air baku.
Pen3ampuran
Sesudah pembubuhan k"agulan "perasi berikutnya yaitu
men3ampur*mengaduk k"agulan tersebut. Pengadukan dilakukan se3ara 3epat
selama kurang lebih satu menit yang diikuti dengan pengadukan lambat kurang
lebih 7&-)& menit.
Tipe bak k"agulasi yaitu 6
'. Pengaduk mekanis
Pengaduk ini menggunakan pedel yang digerakkan "leh m"t"r penggerak.
%. 5e!lekt"r Plate +iHer
Alat ini bekerja dengan menggunakan pan3aran air yang keluar dari
de!le3t"r. Air masuk melalui inlet kemudian dipan3arkan "leh de!le3t"r dimana
didekat de!le3t"r dibubuhkan k"agulan. 5engan demikian pen3ampuran dapat
berlangsung.
-eaksi-reaksi kimia pada k"agulasi 6
#'0 Al
%
#S9
(
0
7
.'$8
%
9 Z )8=9
7
[ %Al#980
7
Z )=9
%
Z '$8
%
9 Z S9
(
%
[
#%0 Al%#S9(07.'$8%9 Z )98[ %Al#9807 Z '$8%9 Z 7S9(%[
Untuk p8 C $&
Al#9807 Z 98[ Al9%[ Z %8%9
Untuk p8R).D
Al#9807 Z 78Z Al7Z Z 78%9
2. As$r2si
5alam peng"lahan air ads"rpsi sering diman!aatkan untuk menghilangkan
bau rasa dan 4arna. Ke3uali itu juga diman!aatkan untuk menyisihkan materi
"rgani3 dan materi t"ksik.
Senya4a "rganik yang tidak dapat dipisahkan se3ara k"n<ensi"nal seperti
yang telah dikemukakan di atas dapat dihilangkan melalui pr"ses ads"rpsi
menggunakan karb"n akti!. Karb"n akti! diper"leh dengan 3ara membakar kayu
lignit batu bara tulang residu minyak tanah atau kulit ka3ang agar diper"leh
suatu bahan residu yang permukaannya luas.
Karb"n yang diakti!kan dapat berupa tepung yang biasanya di3ampurkan
sebelum !iltrasi atau dalam bentuk butiran dalam lapisan !ilter. Karb"n ini harus
mengalami regenerasi dengan pemanasan hingga kira-kira '&&& "=. Untuk
memper"leh hasil "ptimum kandungan bahan padat terapung residual di dalam
aliran air masuk haruslah rendah. 9leh sebab itu ads"rpsi karb"n akti! biasa
dilakukan setelah !iltrasi.
-umus empiris keseimbangan ads"rbsi dalam k"nsentrasi larutan yaitu6
'. Ireundli3h
n
e
KC X
m
x
* '

#-eyn"lds '/$% hal '$$0
H M masa larutan ads"rbed
m M masa ads"rbent
=e M k"nsentrasi keseimbangan larutan #masa*<"lume0
Kn M k"nstanta per3"baan
%. ?angmuir
e
e
KC
aKC
X
m
x
+

'
#-eyn"lds '/$% hal '$/0
a M masa ads"rbed hingga di3apai abs"rbent jenuh.
3. I$n E7,hange /Pertu!aran I$n3
Pr"ses i"n eH3hange biasanya diterapkan untuk pelembutan air #seperti
keterangan diatas0 demineralisasi desalting pemisahan am"niak peng"lahan
l"gam beratdan peng"lahan beberapa sampah radi"akti! #-eyn"lds '/$% hal
%')0.
Penukaran i"n adalah unit pr"ses yang di dalamnya terjadi
perpindahan*pertukaran tempat antara i"n bermuatan tertentu pada material
penukar yang tidak larut dengan i"n bermuatan lain pada larutan. 9perasi"nal
pr"ses ini dapat dilakukan dalam m"del bat3h maupun k"ntinu. 5alam pr"ses
bat3h resin yang di3ampurkan dengan air di"lah dalam reakt"r hingga reaksi
selesai sempurna. -esin yang telah digunakan disisihkan dengan pengendapan
dan sesekali diregenerasi dan digunakan kembali. 5alam pr"ses k"ntinu material
penukar ditempatkan dalam bidang atau k"l"m dan air yang di"lah dialirkan
melaluinya.
Untuk k"ntr"l nitr"gen i"n yang khususnya dipisahkan dari air limbah adalah
am"nium N8
(
Z
. I"n yang menukar am"nium ber<ariasi tergantung si!at larutan
yang digunakan untuk regenerasi media.
>alaupun resin penukar i"n yang alami dan sintetis tersedia resin sintetis
lebih banyak digunakan karena usia pemakaiannya. Beberapa resin alami #:e"lit0
telah diaplikasikan dalam penyisihan am"nia dari air limbah. Untuk penyisihan
i"n am"nium :e"lit yang digunakan adalah 3lin"ptil"lite yang merupakan salah
satu resin alami terbaik. Ketika sudah jenuh :e"lit diregenerasi dengan kapur
=a#980
%
dan i"n am"nium yang disisihkan dari :e"lit diubah menjadi amm"nia.
Agar peng"lahan air menggunakan penukar i"n lebih ek"n"mis lebih baik
memakai :at pembaru dan pengikat yang dapat menyisihkan i"n an"rganik dan
juga material "rganik dari resin yang telah digunakan. Fat kimia dan !isika yang
berhasil menyisihkan material "rganik dari resin antara lain s"dium hydr"Hide
hydr"3hl"ri3 a3id methan"l dan bent"nite.
Se3ara umum reaksi penukaran i"n "leh resin seperti ada di ba4ah ini
#-eyn"lds '/$% hal %'$0 6
M
1
9
9 Re.M
2
M
2
9
9 Re.M
1
5alam pr"ses demineralisasi pertama kali air dile4atkan pada resin
penukar kati"n seperti reaksi di ba4ah ini #-eyn"lds '/$% hal %'106
M
97
9 7H. Re M. Re
7
9 7H
91
+
ZH
merupakan kati"n mineral
Kemudian air dile4atkan pada resin penukar ani"n seperti reaksi di ba4ah ini 6
A
;<
9 <Re. *H Re
<
. A 9 <*H
;1
A
G:
merupakan ani"n mineral
Setelah resin penukar kati"n jenuh dilakukan pr"ses regenerasi
menggunakan mineral asam kuat seperti asam sul!at atau asam hidr"kl"rik
sedangkan resin penukar ani"n diregenerasi menggunakan basa kuat seperti
s"dium hidr"ksida.
(. Desin#e!si
5isin!eksi diperlukan untuk membunuh bakteri pat"gen dalam air. Ada
berbagai 3ara untuk pr"ses disin!eksi antara lain se3ara k"n<ensi"nal
pemanasan ":"nisasi pembubuhan bahan kimia iradiasi ultra<i"let iradiasi
gamma dan 3ahaya berkas elektr"n.
a0 5isin!eksi Se3ara K"n<ensial
- Senya4a yang bersi!at "ksidat"r. Wang termasuk senya4a "ksidat"r
adalah hal"gen kalium permanganat hidr"gen per"ksida dan
kl"rdi"ksida.
- I"n l"gam.
- Alkali dan asam. Bakteri pat"gen tidak dapat hidup di dalam air yang
sanagt asam maupun absa yaitu pada p8 C '' atau p8 R 7
- Senya4a kimia akti! permukaan. Sur!aktan dapat digunakan sebagai
disin!ektan.
5iantara hal G hal tersebut senya4a kl"rinl yang paling sering digunakan.
Senya4a kl"rin tersebut antaar lain asam hip"kl"rit #89=?0 i"n hip"kl"rit
#9=?0 dan m"lekul kl"rin. 5iantara senya4a kl"rin tersebut asam hip"kl"ritlah
yang paling e!ekti! karena mampu menembus dinding mikr""rganisme. 5i dalam
air asam hip"kl"rit akan berdis"siasi membentuk i"n hip"kl"rit.
89=? 9=l
-
Z 8
Z
-eaksi ini merupakan reaksi kesetimbangan. Jika didalam air sangat asam
#p8 rendah 0 maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri sehingga k"nsentrasi
89=? didalam larutan tinggi dan sebaliknya. Kenaikan p8 menyebabkan
persentasi asam hip"kl"rit dalam air menurun dan persentasi i"n hip"kl"rit di
dalam air meningkat. Penurunan p8 dari 1) ke p8 )D mampu menaikkan daya
inakti<asi sampai 'D& U.
Air yang didisin!eksi dengan kl"r sebaiknya bebas dari senya4a
amm"nia. 8al ini karena adanya amm"nia menyebabkan terjadinya senya4a
nitr"gen trikl"rida #N=l
7
0 atau dikl"ramin #N8=l
%
0

yang sangat berbau jika
d"sisnya tidak tepat dan belum men3apai titik balik #break p"int0 kl"rinasi.
-eaksi yang terjadi6
N8
(
Z
Z 89=l N8
%
=l Z 8
%
9 Z 8
Z
N8
%
=l Z 89=l N8=l
%
Z 8
%
9
N8=l
%
Z 89=l N=l
7
Z 8
%
9
%N8=l
%
Z 89=l N
%
Z 78=? Z 8
%
9
Kl"r sisa setelah ter3apai break p"int itulah yang sering digunakan dalam
air untuk pr"ses disin!eksi. 5engan demikian maka d"sis kl"r menjadi terlalu
tinggi. Penggunaan kl"r yang terlalu tinggi dapat menyebabkan terbentuknya
senya4a Tehal"metan #merupakan hasil kl"rinasi dari sisa material humat0 dan
"rgan"kl"rin dan senya4a G senya4a ini bersi!at karsin"genik.
b0 5isin!eksi Air dengan 9:"n
9:"n adalah peng"ksidasi kuat sehingga mampu melakukan pengrusakan
bakteri antara )&& sampai 7&&& kali lebih kuat dari pada kl"rin. 5isamping itu
penggunaan ":"n untuk disin!eksi tidak dipengaruhi "leh p8 air sedangkan
kl"rin sangat tergantung pada p8 air. Prinsip mekanisme pr"duksi ":"n adalah
eksitasi dan per3epatan elektr"n yang tidak beraturan dalam medan listrik tinggi.
9
%
yang mele4ati medan listrik yang tinggi berupa arus b"lak-balik akan
menghasilkan l"mpatan elektr"n yang bergerak dari elektr"da yang satu ke
elektr"da yang lain. Jika elektr"n men3apai ke3epatan yang 3ukup maka elektr"n
ini dapat menyebabkan m"lekul "ksigen spliting ke bentuk at"m "ksigen radikal
bebas. At"m-at"m ini kemudian bergabung dengan m"lekul 9
%
membentuk 9
7
#":"n0.
9
%
%9
\
%9
\
Z '*%9 9
7
9
7
Z 8
%
9 89
Z
%
Z 98
-
Z 8
Z
30 5isin!eksi Air dengan Ultra<i"let
5apat berlangsung melalui % 3ara yaitu 3ara langsung dan interaksi tidak
langsung. Pada interaksi langsung sinar u< berperan sebagai disin!ektan.daerah
yang berperan penting dalam e!ek germi3ial adalah pada u<-a3 yaitu pada %$&-
%%& nm. Sinar U2 dalam area ini merupakan area yang mampu mematikan
semua mikr""rganisme.
Pr"ses disin!eksi dengan meman!aatkan iradiasi u< melalui interaksi tidak
langsung yaitu dengan digunakannya :at peng"ksidasi 8
%
9
%
atau semik"ndukt"r
#Ti9
%
0. Interaksinya sebagai berikut 6

h<
8
%
9
%
98
-
Z 98 Z 89
%
Z 8
Z
%D( nm
Sinar u< mengeksitasi :at peng"ksidasi menghasilkan radikal bhidr"ksil
#980 dan super hidr"ksil #89%0. Interaksi radiasi denagn semik"ndukt"r akan
menyebabkan elektr"n dari pita <alensi l"mpat ke pita k"nduksi. Akibat
perpindahan ini akan berbentuk lubang p"siti! #h
Z
0 dan elektr"n pada pita
k"nduksi #e
-
0.
h<
Ti9
%
Ti9
%
#e
-
0 Z Ti9
%
#h
Z
0
d0 5isin!eksi Air dengan +enggunakan Iradiasi @amma dan Berkas ,lektr"n
Wang termasuk radiasi pengi"n disini adalah sinar gamma dan partikel
beta atau elektr"n bertenaga tinggi. Sinar gamma dihasilkan "leh is"t"p ="balt-
)& dimana is"t"p ini meluruh menghasilkan is"t"p stabil Nikel-)&
)&
="
)&
Ni Z
Temperatur senya4a "rganik dan p8 berpengaruh terhadap pr"ses
kl"rinasi. Peningkatan suhu akan menghasilkan pembunuhan bakteri yang lebih
3epat. Jika senya4a "rganik terdapat dalam air disin!ektan akan bereaksi dengan
senya4a "rganik ini dan kemuadian akan mengurangi k"nsentrasi disin!ektan
yang e!ekti!. Pada p8 tinggi direk"mendasikan memakai ":"n dan u< .
e0 5esin!eksi dengan Pemanasan
Air dipanaskan * dididihkan selama 'D-%& menit. 5engan pendidihan ini
bakteri pat"gen akan mati. +et"da ini umumnya diterapkan se3ara indi<idual.
!0 5esin!eksi dengan Pembubuhan Bahan Kimia
Pr"ses desin!eksi dengan met"de ini adalah dengan men3ampurkan suatu
:at kimia #desin!ektan0 ke dalam air kemudian membiarkan dalam 4aktu yang
3ukup untuk memberikan kesempatan kepada :at kimia tersebut untuk berk"ntak
dengan bakteri.
5isin!eksi air minum yang sering dilakukan yaitu dengan meman!aatkan
kl"rin. -eaksi yang terjadi pada pembubuhan kl"rin yaitu 6
6"
2
9 H
2
* H*6" 9 6"
;
9 H
9
H*6" *6"
;
9 H
9
Iakt"r yang mempengaruhi e!isiensi desin!eksi adalah #+"ntg"mery
'/$D hal %)706
- >aktu k"ntak
- K"nsentrasi desin!ektan
- Jumlah mikr""rganisme
- Temperatur air
- P8
- Adanya senya4a lain di dalam air.
g0 5esin!ektan
Syarat-syarat desin!ektan yaitu 6
- 5apat mematikan semua jenis "rganisme pat"gen dalam air
- 5apat membunuh kuman yang dimaksud dalam 4aktu singkat
- ,k"n"mis dan dapat dilaksanakan dengan mudah dalam "perasinya.
- Air tidak b"leh menjadi t"ksik setelah didesin!eksi.
- 5"sis diperhitungkan agar mempunyai residu atau 3adangan untuk
mengatasi adanya k"ntaminasi di dalam air.
Bahan kimia yang dapat digunakan untuk desin!eksi antara lain 6
- Fat peng"ksidir seperti kl"r br"m i"d kalium permanganat dsb.
- +etal i"n seperti i"n perak dan i"n tembaga
- @aram-garam alkali asam seperti s"da.
h0 Kl"rinasi
Senya4a kl"r dapat mematikan mikr""rganisme dalam air karena "ksigen
yang terbebaskan dari senya4a asam hyp"3hl"r"us meng"ksidasi beberapa
bagian yang penting dari sel-sel bakteri sehingga rusak.
Te"ri lain menyatakan bah4a pr"ses pembunuhan bakteri "leh senya4a
3hl"r selain "leh "ksigen bebas juga disebabkan "leh pengaruh langsung
senya4a 3hl"r yang bereaksi dengan pr"t"plasma. Beberapa per3"baan
menyebutkan bah4a kematian mikr""rganisme disebabkan reaksi kimia antara
asam hip"3l"r"us dengan en:im pada sel bakteri sehingga metab"lismenya
terganggu. Senya4a kl"r yang sering digunakan sebagai desin!ektan adalah
hip"3l"rit dari kalsium dan natrium kl"r"amin kl"r di"ksida dan senya4a
k"mplek dari kl"r.
Tabel %.D Senya4a 5esin!ektan Kl"r
Senya4a +"l eLui<alen kl"r Persen berat kl"r
=l
%
=a=l9=l
=a#9=l0
%
N8
%
=l
N8=l
%
89=l
Na9=l
=l
%
=l
%
%=l
%
=l
%
%=l
%
=l
%
=l
%
'&&
D)
//.%
'7$
')D
'7D.(
/D.(
Sumber 6 -an3angan Instalasi Peng"lahan Air +inum K"ta =iamis
Senya4a kl"r dalam air akan bereaksi dengan senya4a "rganik maupun
an"rganik tertentu membentuk senya4a baru. Beberapa bagian kl"r akan tersisa
yang disebut sisa kl"r. Pada mulanya sisa kl"r merupakan kl"r terikat
selanjutnya jika d"sis kl"r ditambah maka sisa kl"r terikat akan semakin besar
dan pada suatu ketika ter3apai k"ndisi Abreak p"int 3hl"rinati"nB. Penambahan
d"sis kl"r setelah titik ini akan memberi sisa kl"r yang sebanding dengan
penambahan kl"r.Keuntungan di3apainya break p"int yaitu 6
- Senya4a am"nium ter"ksidir sempurna
- +ematikan bakteri pat"gen se3ara sempurna
- +en3egah pertumbuhan lumut
Pr"ses kl"rinasi dapat terjadi sebagai berikut 6
'. Penambahan kl"r pada air yang mengandung senya4a nitr"gen akan
membentuk senya4a kl"ramine yang disebut kl"r terikat. Pembentukan kl"r
terikat ini bergantung pada p8. Pada p8 n"rmal kl"r terikat #N=l
7
0 tidak akan
terbentuk ke3uali jika break p"int telah terlampaui.
NH
3
9 H*6" NH
2
6" 9 H
2
*
NH
2
6" 9 H*6" NH6"
2
9 H
2
*
NH6"
2
9 H*6" N6"
2
9 H
2
*
%. Pada air yang bebas senya4a "rganik akan terbentuk kl"r bebas yaitu asam
hip"kl"rus #89=l0 dan i"n hip"kl"rit #9=l]0 yang ber!ungsi dalam pr"ses
desin!eksi.
6"
2
9 H
2
* H*6" 9 H
9
9 6"=
H*6" H
9
9 *6"=
K"ndisi "ptimum untuk pr"ses desin!eksi adalah jika hanya terdapat
89=l. Adanya 9=l] akan kurang menguntungkan. K"ndisi "ptimum ini dapat
ter3apai pada p8 R D.
Kl"rinasi dipraktekkan dalam berbagai 3ara tergantung dari mutu air baku
dan k"ndisi lainnya. Kl"rinasi akhir yaitu pemakaian kl"rin setelah peng"lahan
sedangkan kl"rinasi a4al yaitu pemakaian kl"rin sebelum peng"lahan akan
menyempurnakan k"agulasi mengurangi beban !ilter dan men3egah tumbuhnya
ganggang. Kl"rinasi a4al dan akhir sering digunakan bersama-sama sehingga
terkadang terjadi superkl"rinasi. Superkl"rinasi diatasi dengan dekl"rinasi yang
biasanya berupa peng"lahan dengan sul!ur di"ksida atau dengan mele4atkan air
pada suatu !ilter butiran karb"n yang diakti!kan.
%. S$#tening /Pe"una!an Air3
Pr"ses ini bertujuan untuk menghilangkan kesadahan air. 5ua met"de
dasar yang digunakan yaitu pr"ses kapur s"da dan pr"ses pertukaran i"n.
a. Pr"ses kapur s"da
Pada pr"ses kapur s"da kapur X=a#98
%
0Y dan abu s"da #Na=9
7
0
ditambahkan ke air akan bereaksi dengan garam kalsium dan magnesium untuk
membentuk endapan kalsium karb"nat #=a=9
7
0 dan magnesium hidr"ksida
X+g#980
%
Y reaksi kimia4i yang umum adalah 6
6a/H6*
3
3
2
9 6a/*H3
2
26a6*
3
9 2H
2
*
Mg/H6*
3
3
2
9 26a/*H3
2
26a6*
3
9 Mg/*H3
2
9 2H
2
*
MgS*
(
9 6a/*H3
2
Mg/*H3
2
9 6aS*
(
6aS*
(
9 Na6*
3
6a6*
3
9 Na
2
S*
(
b. Pr"ses pertukaran i"n #i"n eH3hange0
Suatu perangkat pertukaran i"n mirip dengan suatu !ilter pasir yang
medium !ilternya berupa suatu getah pertukaran i"n - yang dapat bersi!at
alamiah #:e"lit0 atau sintesis. Bila air sadah melalui !ilter penukar i"n tersebut
maka akan terjadi suatu pertukaran kati"n 6 kalsium dan magnesium di dalam air
dipertukarkan dengan s"dium didalam getah tersebut.
]
] ]
% %
0 #
% %
%
( (
% 7
%
7
%
Cl R Na NaCl R
R Na R Na
Ca
g
Ca
g
Ca
g
!CO
Cl
!CO
Cl
Ca
g
"O "O
+ +
+

+
Kelemahan dari met"de penghilangan kesadahan ini adalah menghasilkan
k"nsentrasi s"dium yang mungkin berbahaya bagi "rang yang sakit jantung.
3. *!siasi
5alam peng"lahan air "ksidasi dipergunakan untuk merubah jenis-jenis
bahan kimia yang tidak diinginkan menjadi jenis-jenis yang tidak atau kurang
berbahaya.
="nt"h reaksi "ksidasi 6
2&e
99
9 6"
2
&e
39
9 26"
>
6N
>
9 *
3
6N*
>
9 *
2
(. Netra"isasi
Netralisasi merupakan suatu pr"ses untuk menaikkan p8 menurunkan
kadar =9
%
serta menghasilkan kadar alkalinitas. Fat kimia yang sering digunakan
yaitu kapur. Pembubuhan kapur ini bertujuan untuk menaikkan*mengembalikan
p8 pada range p8 yang diinginkan setelah mengalami penurunan p8 akibat
pembubuhan alum.
&. Unit Peng$"ahan Khusus
1. Penghi"angan Rasa an Bau
-asa dan bau disebabkan "leh 6
-@as-gas terlarut misalnya hydr"gen sul!ida.
-Fat-:at "rganik hidup misalnya ganggang.
-Fat-:at "rganik yang membusuk.
-?imbah industri.
-Kl"rin baik sebagai residu atau dalam gabungan dengan !en"l atau
bahan-bahan "rganik yang membusuk.
Aerasi ads"rbsi dan "ksidasi adalah beberapa met"de yang banyak
digunakan untuk menghilangkan rasa dan bau.
2. Penghi"angan Besi an Mangan
+et"de yang sering digunakan untuk menghilangkan besi dan mangan
yaitu 6
- "ksidasi dan presipitasi
- penambahan bahan-bahan kimia dan pengendapan serta !iltrasi
- pertukaran i"n
5iantara reaksi tersebut yang sering digunakan yaitu reaksi "ksidasi6
(&e /H6*
3
3
2
9 *
2
9 2H
2
* (&e/*H3
3
9 86*
2
Besi dalam bentuk !err"us #Z%0 di"ksidasi menjadi !erri3 hidr"ksida
terlarut yang dapat dihilangkan melalui presipitasi.
3. Penghi"angan Garam
Banyak persediaan air ta4ar yang bersi!at payau dan terlalu asin untuk
dik"nsumsi. Beberapa pr"ses untuk menghilangkan garam yaitu 6
a. 5istilasi
b. Pembekuan
Pada pr"ses pembekuan suhu air laut diturunkan perlahan-lahan
hingga terbentuk kristal-kristal es. Kristal ini bebas dari garam dan dapat
dipisahkan dari batu garamnya.
3. 5emineralisasi
@aram dipisahkan melalui alat penukar i"n yang serupa dengan
alat untuk menghilangkan kesadahan. Pada demineralisasi digunakan dua
getah penukar i"n satu untuk menukar kati"n dan yang lain untuk
menukar ani"n. ="3"k untuk air yang kandungan garamnya kurang dari
'&&& mg*l.
d. ,lektr"dialisis
5engan met"de ini i"n-i"n dihamburkan "leh kerja suatu p"tensi
listrik melalui membran-membran yang se3ara selekti! dapat ditembus
berbagai i"n.
e. 9sm"sis terbalik #re<erse "sm"sis0
Pr"ses ini menggunakan membran yang dapat ditembus "leh air
tetapi tidak dapat ditembus "leh garam. 5engan memberikan tekanan
sebesar 'D&& psi #'&&&& kN*m
%
0 air did"r"ng melalui membran sambil
meninggalkan garam dibelakangnya.
(. Peng$"ahan Kesaahan
Kesadahan disebabkan "leh i"n-i"n l"gam ber<alensi Z% terutama i"n
3al3ium dan magnesium. I"n 3al3ium dan magnesium terlarut dari batuan kapur
d"l"mite dan mineral-mineral lainnya. ,!ek dari kesadahan meningkatkan
pemakian sabun tertutupnya p"ri kulit merubah 4arna p"r3elin.
Jenis-jenis kesadahan ada kesadahan tetap dan kesadahan sementara.
Kesadahan tetap disebabkan sul!at kl"rida nitrat silikat kalsium dan
magnesium sedangkan kesadahan sementara disebabkan "leh karb"nat dan
bikarb"nat.
+et"de peng"lahan kesadahan 6
'. +et"de presipitasi.
Pr"sesnya menggunakan kapur-s"da untuk pelunakan air.
%. +et"de pertukaran i"n.
Pr"ses pertukaran antara i"n yang terdapat dalam :at padat
dengan i"n yang terdapat dalam :at 3air atau sebaliknya
sehingga disebut pertukaran b"lak-balik. Ada beberapa pr"ses
yang termasuk pertukaran i"n 6
Kati"n eH3hange 6 pertukaran antara i"n p"siti!.
Ani"n eH3hange 6 pertukaran antara i"n negati!.
Fe"lite 6 pertukaran i"n s"dium ber<alensi
satu dengan gr"up i"n alkali am"nia dan beberapa i"n
l"gam ber<alensi dua.
G. A%TERNATI& PENG*%AHAN AIR BAKU
Se3ara umum peng"lahan air minum berped"man pada kualitas air baku
yang akan di"lah sebagai air minum karena itu dalam peren3anaannya ada
beberapa alternati! peng"lahan. Alternati! peng"lahan air yang dapat diterapkan
untuk perbaikan kualitas masing-masing parameter dari air minum adalah 6
Tabel %.) Alternati! Peng"lahan sesuai dengan Parameter
N$ Parameter A"ternati# Peng$"ahan
' Temperatur Aerasi
% >arna
K"agulasi dan Il"kulasi
Sedimentasi
Iiltrasi
Ads"rbsi Karb"n akti! #@A= PA=
V resin sintetik0
9ksidasi dengan 3hl"rine
permanganat dan 3hl"rine di"Hide
7 Bau dan -asa Prekl"rinasi
Ads"rbsi Karb"n akti! #@A= PA=
V resin sintetik0
Aerasi
9:"nisasi
Sl"4 Sand Iilter
9ksidasi dengan 3hl"rine
permanganat dan 3hl"rine di"Hide
Prasedimentasi #air dengan
kekeruhan tinggi0
( Kekeruhan
K"agulasi dan Il"kulasi
Sedimentasi
Iiltrasi
Netralisasi
Prasedimentasi #air dengan
kekeruhan tinggi0
D p8
Prasedimentasi #air dengan
kekeruhan tinggi0
Netralisasi
)
Fat Padat
Tersuspensi
#TSS0
Sedimentasi
Iiltrasi
K"agulasi dan Il"kulasi
Prasedimentasi #air dengan
kekeruhan tinggi0
1 Fat 9rganik
Sedimentasi
Iiltrasi
Aerasi
Ads"rbsi Karb"n
5esin!eksi
-e<erse 9sm"sis
I"n ,H3hange
Air Stripping
9ksidasi
Penambahan Kapur
$
=9% agresi! Aerasi
Penambahan Kapur
/
Kesadahan ?ime dan S"da
I"n ,H3hange
Sementara Iiltrasi
Tetap Sedimentasi
Prekl"rinasi
'&
Besi dan
+angan
Aerasi
-apid Sand Iilter
Penambahan Kapur
9ksidasi
=hemi3al Pre3ipitati"n
I"n ,H3hange
''
Tembaga Penambahan Kapur #Kalium
8idr"ksida0
I"n ,H3hange
'% Seng #Fn0 I"n ,H3hange
'7
Kl"rida #=l0 Aerasi dan Karb"n Akti!
I"n ,H3hage
'(
Sul!at I"n ,H3hange #dengan resin kuat0
S"!tening
'D
Sul!ida Aerasi
Penambahan kapur*alum
9ksidasi dengan Kl"rinasi
')
Ilu"rida Ads"rbsi
I"n eH3hange dengan a3ti<ated
alumina
Pelunakan kapur
K"agulasi alum
'1
Am"niak Kl"rinasi
Ads"rbsi
Air Stripping
'$
Arsen dan
selenium
K"agulasi dengan garam besi atau
alumunium
I"n eH3hange dengan a3ti<ated
alumina
I"n eH3hange dengan resin basa kuat
'/
Nitrat Kl"rinasi
Sl"4 Sand Iilter
K"agulasi
Pelunakan kapur
-eduksi kimia
5enitri!ikasi se3ara bi"l"gis
I"n eH3hange
-e<erse "sm"sis
%& Nitrit Sl"4 Sand Iilter