Anda di halaman 1dari 3

X1 = penyelenggaraan mata pelajaran elektronika di SMP N 2 Karanganyar.

X2 = pengaruh gender dalam memilih jurusan Elektronika Y= banyaknya lulusan yang memiih jurusan elektronika di jenjang sekolah selanjutnya.

BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sistem Pendidikan Nasional dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 pada Bab IV pasal 11 menyatakan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi. Departemen Pendidikan Nasional berwenang menetapkan Standar Kompetensi, standar kompetensi lulusan untuk setiap jenjang mata pelajaran. Pengembangan Perangkat Pembelajaran, seperti silabus dan sistem penilaian merupakan kewenangan Pemerintah Daerah ( Dinas Pendidikan Propinsi dan Kabupaten/Kota ) dan sekolah. Berdasarkan pernyataan dalam pasal tersebut maka Pengembangan Kurikulum pada setiap sekolah terutama Sekolah Menengah Pertama (SMP) harus selalu mengacu pada tuntutan perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan dan keterampilan. Oleh karena itu, bukan hanya kajian ilmu pengetahuan saja yang perlu dikuasai, tetapi juga kompetensi di bidang keterampilan dan teknologi, sehingga di dalam era globalisasi nanti siswa dapat memiliki kemampuan pengembangan potensi yang akan digunakan sepanjang hidupnya. Salah satu bidang yang menunjang kompetensi tersebut adalah Pendidikan Keterampilan Elektronika yang diberikan secara praktis, terprogram, dan

berkesinambungan, sehingga pada akhirnya akan memberikan bekal kompetensi baik di bidang ilmu pengetahuan maupun keterampilannya. SMP Negeri 2 Karanganyar merupakan satu-satunya sekolah menengah pertama di kabupaten Karanganyar yang menyelenggarakan pembelajaran elektronika bagi para siswanya. Sebagai salah satu mata pelajaran tambahan sampai tahun 2005, mata pelajaran ini dirasa memberikan kontribusi besat terhadap minat siswa-siswinya terhadap bidang elektronika. Mulai tahun pelajaran 2005/2006 mata pelajaran ini berubah status menjadi mata pelajaran pilihan.

Penyelenggaraan mata pelajaran elektronika di jenjang sekolah menengah pertama mulai tahun ajaran 2005/2006 berubah status menjadi mata pelajaran pilihan sejajar dengan mata pelajaran PKK dan Jasa Akuntansi. Dengan berubahnya status ini menjadikan siswa menjadi lebih fokus dan lebih mendalam untuk mempelajari materi dari salah satu mata pelajaran pilihan tersebut. Sebelum mata pelajaran ini menjadi mata pelajaran pilihan, siswa hanya mempelajarinya selama satu tahun. Yakni kelas VII memperoleh mata pelajaran Jasa Akuntansi, kelas IIX memperoleh PKK, dan kelas IX memperoleh pelajaran Elektronika. Dengan berubahnya status 3 mata pelajaran tambahan menjadi mata pelajaran pilihan menjadikan siswa dapat mempelajari salah satu dar mata pelajaran piliha tersebut selama 3 tahun. Sehingga diharap siswa menjadi lebih memiliki kemampuan di bidang tersebut. Terlepas dari berapa lama siswa memiliki kesempatan untuk mempelajarinya, mata pelajaran elektronika ini ternyata juga dipengaruhi oleh gender. Setelah berubah status menjadi mata pelajaran pilihan. Mata pelajaran ini dirasa menjadi pelarian oleh para siswa putra. Mata pelajaran PKK dan Jasa Akuntansi yang dipandang sebagai bidangnya para siswa putri berakibat pada banyaknya siswa putra yang memilih mengikuti mata pelajaran elektronika. Dengan banyaknya siswa yang mengikuti mata pelajaran ini tentu secara logika akan banyak siswa yang meneruskan pendidikannya ke bidang elektronika di jenjang pendidikan selanjutnya. akan tetapi logika ini seakan tak berlaku disini. berawal dari beberapa hal diatas maka peneliti memandang perlu diadakan penelitian mengenai penyelenggaraan mata pelajaran elektronika di SMP N 2 Karanganyar ini. Faktor lain yang mendorong peneliti untuk memilih melakukan penelitian di SMP N 2 Karanganyar ini karena memang sebelumnya peneliti mengikuti pendidikan disini.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka dapat diidentifikasi beberapa masalah berikut : 1. Dengan diselenggarakannya mata pelajaran elektronika di SMP N 2 Karanganyar apakah mampu menarik minat para siswanya untuk mendalami bidang elektronika di jengjang [endidikan selanjutnya?

2. Dengan adanya upaya kesetaraan gender saat ini apakah membuat peminat mata pelajaran eektronika menjadi meningkat? 3.

C. Tujuan Penelitian D. Kegunaan Penelitian BAB II : TINJAUAN PUSTAKA A. Teori dan Konsep (yang mendukung variabel Penelitian) 1. ........................... 2. .......................... 3. ......................... B. Definisi Konsepsional C. Operasionalisasi Variabel D. Hipotesis BAB III : METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian B. Tempat dan Waktu Penelitian C. Populasi dan Sampel D. Teknik Pengumpulan Data E. Alat Pengukur Data F. Teknik Analisis Data