Anda di halaman 1dari 8

HUBUNGAN ANTARA FAKTOR RISIKO DAN DERAJAT HIPERTENSI DENGAN JENIS KOMPLIKASI HIPERTENSI

Regi Fauzan1, Titiek Respati drg2, Purwitasari dr3


2

Fakultas Kedokteran Unisba Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat FK Unisba 3 Kepala Puskesmas Dayeuhkolot

ABSTRAK Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat. Berdasarkan strata PHBS di sekolah dapat dibagi menjadi strata pratama,madya, dan utama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran PHBS di Sekolah yang berada di wilayah kerja Puskesmas Dayeuhkolot pada periode 1 September sampai 30 September 2013. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif observasional dengan metode cross sectional, yang dilakukan pada 1 September sampai 28 September 2013 dengan menggunakan data kuesioner. Hasil penelitian yang dilakukan pada 31 Sekolah yang terdiri dari 4 Taman Kanak-kanak, 23 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidiyah (SD/MI), 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 2 Sekolah Menengah Atas (SMA). Dari jumlah tersebut, sekolah yang sudah menerapkan PHBS mencapai 100% TK, 100% SD/MI, 100% SMP dan 100% SMA. Berdasarkan tingkatan strata PHBS sekolah ditemukan sebanyak 100% strata Madya pada TK,95,65% strata Madya dan 4,35% strata Utama pada SD/MI, 50% strata Madya dan 50 % strata Utama pada SMP dan 50% strata Madya dan 50 % strata Utama pada SMA. Kesimpulan : Hampir semua sekolah sudah melakukan PHBS dan untuk strata secara keseluruhan masih berada di strata Madya dan sebagian kecil berada di strata Utama.

Kata kunci : PHBS di sekolah, strata PHBS di sekolah

Koresponden : Regi Fauzan, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung, Jl. Hariangbanga No.2, Bandung. E-mail : new3ozan@gmail.com

ABSTRACT

PENDAHULUAN Sesuai dengan reformasi pembangunan dimana sektor kesehatan mengalami perubahan yang sangat mendasar yaitu mengajak dan memotivasi masyarakat pada umumnya dan penyelenggara pelayanan khususnya untuk mengubah pola pikir dari sudut pandang sakit menjadi sudut pandang sehat yang lebih dikenal dengan istilah Paradigma Sehat. Salah satu perwujudan paradigma sehat adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang merupakan budaya hidup perorangan, keluarga dan masyarakat yang berorientasi sehat, bertujuan untuk meningkatkan, memelihara dan melindungi kesehatannya baik fisik, mental, spiritual maupun sosial. Harapan tersebut dapat terwujud apabila masyarakat diberdayakan sepenuhnya dengan segala daya yang dimiliki untuk dapat menerapkan PHBS dalam kehidupannya sehari-hari. Pemberdayaan masyarakat harus dimulai sejak usia dini dan dapat dilakukan di sekolah-sekolah. Anak sekolah merupakan generasi penerus bangsa yang perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya. Jumlah anak diperkirakan 30% dari total penduduk Indonesia dati total penduduk Indonesia, atau sekitar 73 juta orang,sedangkan di Jawa Barat 12,6 juta orang.Usia sekolah merupakan masa keemasan untuk menanamkan nilai-nilai PHBS, baik di lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. PHBS adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekkanatas dasar keasadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan individu/kelompok dapat menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat. Menurut data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, pada tahun 2007 ddi Jawa Barat terdapat 4.544 Taman Kanak-kanak (TK/RA), 19.287 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidayiah (SD/MI), 3.278 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), 1.775 Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah kejuruan/Madrasah Aliyah), 3.130 Pondok Pesantren (Pontren) serta 51 Sekolah Luar Biasa (SLB). Dari jumlah tersebut, sekolah yang sudah menerapkan PHBS di sekolah melalui kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) baru mencapai 2.599 (57,20%)TK/RA, 16.671 (86,44%), SD/MI 2.053 (62,63%), SMP/MTs 1.413 (79,6%) SMA/MK/MA 450 (14,4%) . Sekolah selain berfungsi sebagai

tempat pembelajaran, juga dapat menjadi tempat dengan potensi ancaman penularan penyakit, jika tidak dikelola dengan baik. Disamping itu usia sekolah merupakan masa rawan terserang berbagai penyakit. Munculnya berbagai penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah (usia 6-10 tahun), ternyata umumnya berkaitan dengan PHBS. Oleh karena itu menanamkan nilai-nilai PHBS di sekolah merupakan nilai-nilai PHBS disekolah merupakan kebutuhan mutlak untuk mejaga, meningkatkan dan melindungi anak sekolah serta dapat dilakukan melalui pendekatan UKS. Penerapan PHBS disekolah merupakan salah satu upaya strategis untuk menggerakkan dan memberdayakan sekolah dan lingkungannya untuk hidup bersih dan sehat. Sekolah yang ber-PHBS akan membentuk anak yang sehat dan cerdas. Anak yang sehat dan cerdas merupakan aset dan modal pembangunan kesehatan di masa depan. PHBS si sekolah diarahkan untuk memberdayakan setiap siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah agar tahu, mau dan mampu menolong diri sendiri di bidang kesehatan dengan menerapkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat.Pembinaan PHBS di sekolah bertujuan untuk mempercepat terwujudnya sekolah ber-PHBS untuk menjadi sekolah sehat. Berdasarkan hal tersebut diatas dan agar pelaksanaan PHBS di sekolah dapat berjalan dengan baik, maka disusun pedoman pelaksanaan PHBS di sekolah. Sebagai pelaksanaan PHBS di sekolah, dibagi dalam tiga tahapan, yaitu : PHBS sekolah strata pertama, strata madya, san strata utama. Program ini merupakan program antara Dinas Pendidikan , Dinas Kesehatan dan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Jawa Barat, yang mempunyai perhatian bersama agar wajib belajar pendidikan dasar (Wajar Dikdas) 12 tahun tidak saja mampu menghasilkan anak-anak yang pintar tetapi juga mampu menghasilkan anak-anak yang sehat dan mempunyai ketaqwaan, keimanan kepada Alllah SWT. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sekolah ber-PHBS di wilayah kerja Puskesmas Dayeuhkolot pada periode 1 September sampai 30 September 2013. Manfaat penelitian ini adalah memberikan informasi dan hasanah pengetahuan mengenai kegiatan PHBS di Sekolah yang belum diketahui oleh masyarakat, sehingga masyarakat dapat mengikuti program dan kegiatan tersebut. Bagi Puskesmas hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan dalam peningkatan kinerja Program Kerja PHBS di Sekolah yang telah berjalan dan mendapat rekomendasi solusi untuk kendala yang dihadapi di lapangan. METODE Penelitian ini menggunakan metode berupa studi deskriptif observasional dengan melihat data hasil kuesioner 1 September sampai dengan 30 September 2013 dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua sekolah yang berada di wilayah kerja puskesmas Dayeuhkolot periode 1 September sampai dengan 30 September 2013. Lokasi penelitian dilaksanakan di Puskesmas Dayeuhkolot.

Data dikelompokkan berdasarkan tingkatan sekolah. Selanjutnya data dihitung persentase yang ber-PHBS serta dipisahkan menurut strata PHBS di sekolah.

HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Penelitian ini menggunakan data hasil kuesioner sekolah yang berada di wilayah kerja Puskesmas Dayeuhkolot sejumlah 31 sekolah yang didapatkan pada periode 1 September sampai dengan 30 September 2013.

Tabel 1.

Karakteristik sekolah yang berada di wilayah kerja Puskesmas Dayeuhkolot


No 1. Karakteristik Sekolah ber PHBS Total SD/MI Total SMP Total SMA Total Total keseluruhan 2 Sekolah TK Strata Pratama Madya Utama SD/MI Pratama Madya Utama SMP Pratama Madya Utama SMA Pratama Madya Utama Total keseluruhan 1 1 31 50 50 1 1 50 50 22 1 95,65 4,35 4 100 Kategori TK n 4 4 23 23 2 2 2 2 31 % 100 100 100 100 100 100 100 100 100

1. Karakteristik Berdasarkan Tingkatan Sekolah yang ber-PHBS di Wilayah Kerja Puskesmas Dayeuhkolot Karakteristik seluruh subjek berdasarkan tingkatan sekolah yang ber-PHBS di wilayah kerja Puskesmas Dayeuhkolot dijelaskan pada tabel 1. Menunjukkan bahwa dari 4 Taman Kanak-kanak, 23 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidiyah (SD/MI), 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 2 Sekolah Menengah Atas (SMA). Dari jumlah tersebut, sekolah yang sudah menerapkan PHBS secara keseluruhan sudah mencapai 100%. 2. Karakteristik Berdasarkan Tingkatan Strata PHBS di Wilayah Kerja Puskesmas Dayeuhkolot Karakteristik seluruh subjek berdasarkan tingkatan strata phbs di wilayah kerja Puskesmas Dayeuhkolot yang dijelaskan pada tabel 1, Menunjukkan bahwa strata PHBS untuk TK sebanyak 100% strata Madya, sebanyak 95,65% strata Madya dan 4,35% strata Utama pada SD/MI, sebanyak 50% strata Madya dan 50 % strata Utama pada SMP, untuk SMA sebanyak 50% strata Madya dan 50 % strata Utama. KESIMPULAN Berdasarkan penilitian yang telah dilakukan didapat kesimpulan bahwa gambaran sekolah yang ber-PHBS di wilayah kerja Puskesmas Dayeuhkolot adalah sebagai berikut : 1. Gambaran sekolah yang ber-PHBS di wilayah kerja Puskesmas Dayeuhkolot yang terdiri dari 4 Taman Kanak-kanak, 23 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidiyah (SD/MI), 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 2 Sekolah Menengah Atas (SMA). Dari jumlah tersebut, sekolah yang sudah menerapkan PHBS secara keseluruhan mencapai 100%. 2. Gambaran berdasarkan tingkatan strata phbs di wilayah kerja Puskesmas Dayeuhkolot seluruhnya sebagian besar merupakan strata Madya sebanyak 91,33% sedangkan sebagian kecil merupakan strata Utama sebanyak 9,87%.

UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada yang terhormat Prof. Hj. Dr. Ieva B. Akbar, dr., AIF sebagai Dekan FK Unisba, Ibu Titiek drg. M.,Kes dan ibu Purwitasari drg sebagai Pembimbing I dan II, yang telah banyak membantu dan memberikan waktu, tenaga, bimbingan serta dorongan dalam penyusunan skripsi ini. Teramat sangat terima kasih kepada Ayahanda Tito Irianto dan Ibunda Ella Suswati yang telah banyak memberikan dukungan, kasih sayang dan dorongan, baik materil maupun imateril, serta saudara-saudara kandung penulis yaitu kakak Adhitya Agung Pratama dr. dan adik Rizal Nurmaulana tidak ketinggalan penulis ingin sampaikan banyak terima

kasih kepada teman-teman seperjuangan angkatan 2008 FK Unisba yang selalu mengingatkan, mendorong serta memberikan dukungan sampai penulis dapat menyelesaikan penelitian ini. Terimakasih kepada Puskesmas Dayeuhkolot yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian. PERTIMBANGAN MASALAH ETIK Penelitian ini telah mendapatkan izin dari Puskesmas Dayeuhkolot Kabupaten Bandung.

DAFTAR PUSTAKA 1. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Perlu Kesadaran Bersama Warga Dunia Untuk Tangani Masalah Penyakit Tidak Menular. http://www.depkes.co.id [ Diakses tanggal 6 maret 2012 ]. 2. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Hipertensi Faktor Resiko Utama Penyakit Kardiovaskular. http://www.depkes.co.id [ Diakses tanggal 2 maret 2012 ]. 3. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Risiko Utama Penyakit Tidak Menular Disebabkan rokok. http://www.depkes.co.id [ Diakses tanggal 6 maret 2012 ]. 4. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Penyakit Tidak Menular Penyebab Kematian Terbanyak Di Indonesia. http://www.depkes.co.id [ Diakses tanggal 2 Maret 2012 ]. 5. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Menkes Buka Pertemuan WHO Asia Tenggara Bahas Penanggulangan Penyakit Tidak Menular. http://www.depkes.co.id [ Diakses tanggal 2 maret 2012 ].

RIWAYAT HIDUP Nama Lengkap Jenis Kelamin Status Tempat, tanggal lahir Agama Kewarganegaraan Alamat E-mail : Regi Fauzan : Laki-laki : Lajang : Kuningan, 3 Agustus 1990 : Islam : Indonesia : Jl. Jendral Sudirman. No : 124 Kuningan : New3ozan@gmail.com

Riwayat Pendidikan Formal 1995 - 1996 1996 - 2002 2002 - 2005 2005 - 2008 2008 - 2012 : Taman Kanak-kanak Dewi Sartika Kuningan : Sekolah Dasar Negeri 2 Kuningan : Sekolah Menengah Pertama 2 Kuningan : Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Kuningan : Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UNISBA