Anda di halaman 1dari 56

KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I TANJUNG PRIOK

KANTOR KESEHATAN PELABUHAN :

MELAKSANAKAN CEGAH TANGKAL PENYAKIT KARANTINA DAN PENYAKIT POTENSIAL


WABAH, UPAYA KESEHATAN PELABUHAN DAN PENGENDALIAN RISIKO LINGKUNGAN

Dr. INDRIYONO TANTORO, MPH


SES.DITJEN. PP & PL – DEPKES RI

Dr. I. NYOMAN KANDUN, MPH


DIRJEN PP & PL - DEPKES RI

Dengan KepMenKes RI No : 265


Thn 2004 Kantor Kesehatan
Pelabuhan Siap Menghadapi
ERA GLOBALISASI

RAISSEKKI,SKM,MM
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan
Kelas I Tanjung Priok

Buletin INFO KESEHATAN PELABUHAN Volume I Tahun 2006 Terbit Triwulan

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – VOLUME 1 TAHUN 2006


KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I TANJUNG PRIOK

Volume 1 Tahun 2006

SAFE
COMMUNITY 11
MENUJU
5 KELUARGA
SIAGA
KANTOR KESEHATAN PELABUHAN
MENYONGSONG ERA GLOBALISASI

ANALISIS KURSUS PENJAMAH


MAKANAN di KKP Kls I TG. PRIOK
21
16 DISINFEKSI ,Merupakan tindak
lanjut upaya pengawasan
kualitas air

DISINSEKSI,
Pembasmian
serangga di kapal

28 DISKUSI TENTANG
MERKURI
KOMUNIKASI PERUBAHAN
ORGANISASI

34 48
2

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – VOLUME 1 TAHUN 2006


INFO KESEHATAN
PELABUHAN Pengantar redaksi

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan ini


merupakan buletin perdana yang diterbitkan oleh
Diterbitkan oleh : Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok.
Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Buletin ini merupakan wahana informasi bagi insan
Tanjung Priok
pelabuhan dalam mengembangkan potensi diri guna
Ditjen PP & PL
DEPARTEMEN KESEHATAN mendukung pelaksanaan program, khususnya bagi
para pegawai Kantor Kesehatan Pelabuhan di
Pelindung / Penasehat: seluruh Indonesia.
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Buletin Info Kesehatan Pelabuhan berisi
Tanjung Priok
informasi hasil pelaksanaan program, kajian
Raissekki, SKM, MM
peningkatan sumber daya manusia melalui pelatihan,

Dewan Redaksi : naskah – naskah ilmiah dan karya – karya seni serta
Ketua, peristiwa – peristiwa terkini lainya.
RBA. Widjonarko, SKM, MKes Redaksi menerima sumbangan artikel,
laporan, reportase, saduran, karikatur, sajak – sajak
Sekretaris : ataupun karyasastra lain dan foto – foto yang
Rosyid Ridho P, SE
berkaitan dengan program kesehatan pelabuhan.

Anggota : Selamat dan sukses KKP.


Rahmat Subekti, SKM, MHM Dewan Redaksi
Agus Syah, SKM
Sugeng Retyono, SKM
Dewi Dyah Palupi, SKM

Editor : Alamat Redaksi :


Nana Mulyana, SKM Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I
Ani Budi Lestari Tanjung Priok
Lussie Soraya Jl. Raya Pelabuhan No. 17 – Tanjung Priok
Jakarta Utara
Tata Usaha / Distribusi : Telp. 021 – 43931045, 4373265
Agus Sudarman, SKM Fax. 021 – 4373265
Sulastyono Wahyudi, SH E-Mail : KKPKelasITPriok@yahoo.com

Redaksi menerima sumbangan naskah,


laporan, saduran, karikatur, sajak – sajak, foto
INFO KESEHATAN PELABUHAN, – foto, dan lain – lain yang berkaitan dengan
program kesehatan pada umumnya maupun
VOLUME 1, TAHUN 2006 program kesehatan pelabuhan khususnya. Isi
bulletin belum tentu mencerminkan
kebijakan, pendapat dan sikap penerbit.

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – VOLUME 1 TAHUN 2006


Kata Pengantar

Alhamdulillah hirobbil alamin kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas terlaksananya
penerbitan perdana buletin INFO KESEHATAN PELABUHAN ini.
Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 265/Menkes/SK/III/2004, Kantor
Kesehatan Pelabuhan merupakan unit pelaksana teknis dilingkungan Departemen Kesehatan yang
mempunyai tugas mencegah masuk dan keluarnya penyakit karantina dan penyekit menular potensial
wabah, kekarantinaan, pelayanan kesehatan terbatas di wilayah kerja pelabuhan, serta pengendalian
dampak kesehatan lingkungan.
Di sisi lain menunjukkan bahwa pada masa pra – globalisasi pasar bebas, wilayah pelabuhan
merupakan obyek bisnis segala bidang ekonomi, secara otomatis perubahan ini juga dapat menyebabkan
terjadinya perubahan dalam jenis, pola penyakit dan masalah-masalah kesehatan lain.
Tugas tersebut tidak mudah dan untuk melaksanakan tugas tersebut, Kantor Kesehatan
Pelabuhan harus dibekali sumberdaya yang memadai. Disamping itu, Kantor Kesehatan Pelabuhan harus
memiliki strategi spesifik dalam mengantisipasi segala kemungkinan munculnya permasalahan local, regional
maupun global. Oleh karena itu jejaring informasi antar Kantor Kesehatan Pelabuhan di seluruh Indonesia
sangat perlu difasilitasi agar tercipta dinamika positif dalam penyelenggaraan peningkatan upaya kesehatan
pelabuhan kearah sinkronisasi program secara menyeluruh dan tuntas.
Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok merasa memiliki peran dalam mengemban
pengembangan jejaring informasi tersebut sehingga pada tahun 2006 ini meluncurkan buletin perdana yang
berjudul “INFO KESEHATAN PELABUHAN”.
Semoga sukses selalu.
Jakarta, Maret 2006

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I


Tanjung Priok

RAISSEKKI, SKM, MM
NIP.140 074 830

PENGAMBILAN SAMPEL AIR


DI Pelabuhan Tanjung Priok

PEMASANGAN PERANGKAP TIKUS


di Pelabuhan Tanjung Priok
4

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – VOLUME 1 TAHUN 2006


KANTOR KESEHATAN PELABUHAN
DALAM MENYONGSONG ERA GLOBALISASI
Oleh :
RAISSEKKI, SKM, MM
Menyambut era globalisasi pasar bebas, wilayah pelabuhan
merupakan obyek bisnis segala bidang ekonomi, secara otomatis
perubahan ini juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan
dalam jenis, pola penyakit dan masalah-masalah kesehatan lain.
Untuk mengantisipasi timbulnya masalah ini maka manajement
program pada Kantor Kesehatan Pelabuhan seluruh Indonesia harus
segera disinkronkan sehingga seluruh kegiatannya dapat
dilaksanakansecara profesional.
Disamping itu, seluruh Kantor Kesehatan Pelabuhan harus dibekali
oleh adanya pemenuhan standarisasi sumberdaya sesuai kelas
kantor secara datail.
Dalam meniti pelaksanaan program dalam mencapai tujuan organisasi, Kantor
Kesehatan Pelabuhan dapat bersandar pada aspek legal adanya pemberlakuan ISPS Code
(International Ship and Port Security) dan IHR (International Health Regulation).
Pada tahun 2006 ini Kantor Kesehatan Pelabuhan seluruh Indonesia berubah wajah
dengan adanya Keputusan Menteri Kesehatan tentang Pakaian Dinas Harian dan Tanda
Pengenal bagi Pegawai Negeri Sipil Kantor Kesehatan Pelabuhan. Oleh karena itu, dengan
penampilan baru maka secara otomatis kinerja seluruh Kantor Kesehatan Pelabuhan juga
harus meningkat dan semakin professional dalam pelaksanaan tugasnya.
Mungkinkah kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan melejit naik keatas apabila
kerangka dan payung programnya masih belum jelas? Merujuk Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia nomor : 265 tahun : 2004, secara otomatis tugas pokok dan
fungsi Kantor Kesehatan Pelabuhan semakin meluas namun pedoman – pedoman ataupun
petunjuk – petunjuk kerangka program untuk penyelenggaraan fungsi tersebut masih belum
tersedia sampai saat ini. Disamping itu, sampai saat ini payung hukum untuk
penyelenggaraan fungsi tersebut, juga masih memakai Undang – Undang Karantina nomor ;
1 dan 2 tahun 1962.

Pembangunan kesehatan di wilayah Dalam menunjang kemajuan ekonomi saat


Pelabuhan merupakan bagian dari ini, kelancaran dan kualitas jasa
pembangunan kesehatan nasional. Pada kepelabuhan telah menjadi tuntutan
saat ini pelabuhan tidak hanya berfungsi utama. Kelancaran jasa kepelabuhan akan
sebagai pintu keluar masuknya barang, menyebabkan adanya mobilisasi penduduk
jasa dan manusia, akan tetapi sudah menjadi tinggi, penyebaran penyakit
berkembang lebih jauh menjadi sentra- semakin cepat dan beragam yang apabila
sentra industri yang menyerap banyak tidak dilakukan pengawasan secara
tenaga kerja, pusat perdagangan, tempat optimal, terencana dan berkelanjutan,
wisata yang mampu mendatangkan turis akan berpotensi menghasilkan dampak
baik domestik maupun luar negeri. yang merugikan bagi pencapaian tujuan
Sejalan dengan upaya dan kondisi pembangunan kesehatan nasional.
tersebut diatas, pembangunan kesehatan Untuk mewujudkan Pelabuhan yang
di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok bebas dari penularan penyakit karantina
diharapkan dapat dilaksanakan secara dan penyakit menular potensial wabah,
bertahap terpadu, menyeluruh dan Kantor Kesehatan Pelabuhan melakukan
berkesinambungan. berbagai upaya di bidang Karantina dan
5

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – VOLUME 1 TAHUN 2006


surveilans, bidang pengendalian resiko secara jelas mengupas tentang tugas pokok
lingkungan, dan bidang upaya kesehatan dan fungsi Kantor Kesehatan Pelabuhan.
pelabuhan. Untuk lebih jelasnya mari kita simak
Perubahan iklim global yang secara
cuplikan Kepmenkes 265 / 2004 mulai pasal
langsung atau tidak akan berpengaruh
terhadap bermunculnya penyakit baru 1 – 22 sebagai berikut:
(emerging diseases) dan/atau penyakit
yang selama ini sudah bukan masalah BAB I Pasal 1 :
kesehatan ( re-emerging diseases), serta KEDUDUKAN KANTOR KESEHATAN
kondisi rawan dalam negeri dan luar PELABUHAN
negeri yang berpotensi menimbulkan
masalah kesehatan. Disamping hal Kantor kesehatan Pelabuhan yang
tersebut muncul pula tuntutan dari selanjutnya dalam keputusan ini disebut
pengguna jasa akan percepatan dan mutu KKP adalah unit Pelaksana Teknis
pelayanan yang sangat tinggi, sehingga dilingkungan Departemen kesehatan yang
menyebabkan tidak optimalnya proses berada di bawah dan bertanggung jawab
pengawasan, yang dikhawatirkan akan kepada Direktur Jenderal Pemberantasan
menyebabkan tidak terditeksinya penyakit Penyakit Menular dan Penyehatan
karantina dan penyakit menular Lingkungan.
berpotensi wabah lainnya. KKP dipimpin oleh seorang kepala.
Berdasarkan gambaran tersebut diatas,
maka Kantor Kesehatan Pelabuhan harus BAB I Pasal 2 :
mampu mengidentifikasi faktor – faktor TUGAS KANTOR KESEHATAN
resiko penyakit di wilayah pelabuhan. PELABUHAN

ASPEK LEGAL KKP mempunyai tugas melaksanakan


Aspek legal pelaksanaan identifikasi pencegahan masuk dan keluarnya
factor resiko penyakit di pelabuhan ini yakni penyakit karantina dan penyakit menular
Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 265 potensial wabah, kekarantinaan,
tahun 2004 tentang Organisasi dan Tata pelayanan kesehatan
Bersambung ke hal 7.......
Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan, yang
!Pertanyaan nomor 2.
PROFESIONALKAH ANDA? Bagaimana caranya memasukkan Gajah
kedalam Kulkas?
Quis berikut terdiri atas 4 pertanyaan untuk
menguji apakah anda qualified menjadi Pertanyaan nomor 3.
Singa Si Raja Hutan menjadi tuan rumah
seorang professional.
Konferensi para binatang. Semua binatang
Untuk mempertahankan konsistensi
bisa hadir dalam konferensi tersebut, tapi
jawaban anda, ambilah sehelai kertas dan siapa yang tidak hadir?
pensil untuk menulis jawaban anda.
Pertanyaan nomor 4.
Pertanyaan 1. Anda harus berenang menyeberangi kali yang
Bagaimanakah caranya memasukkan seekor dihuni oleh buaya. Bagaimana caranya?
Jerapah kedalam Kulkas?
Tulis jawaban anda no 1,2,3 dan 4 pada
kertas yang telah anda siapkan

Bersambung ke hal 27..........

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – VOLUME 1 TAHUN 2006


terbatas di wilayah kerja 12. Pelaksanaan pelatihan teknis bidang
pelabuhan/bandara dan lintas batas, serta kesehatan Pelabuhan/Bandara dan
pengendalian dampak kesehatan Lintas Batas Darat
lingkungan. 13. Pelaksanaan ketatausahaan dan
kerumahtanggaan KKP
BAB I Pasal 3 :
FUNGSI KANTOR KESEHATAN BAB I Pasal 4 :
PELABUHAN KLASIFIKASI KANTOR KESEHATAN
PELABUHAN
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana
dimaksud pada pasal 2, KKP Klasifikasi KKP : KKP Kelas I, KKP Kelas
menyelenggarakan fungsi: II dan KKP Kelas III
1. Pelaksanaan kekarantinaan
2. Pelaksanaan pengamatan penyakit BAB I Pasal 7 :
karantina dan penyakit menular TUGAS BAGIAN TATA USAHA –
potensial wabah KANTOR KESEHATAN PELABUHAN
3. Pelaksanaan sentral/simpul jejaring
surveilans epidemiologi regional, Bagian Tata usaha pada mempunyai tugas
nasional sesuai penyakit yang melaksanakan penyusunan
berkaitan dengan lalulintas program,pengelolaan informasi, evaluasi
internasional. dan laporan, urusan tata usaha, euangan,
4. Pelaksanaan fasilitas dan advokasi kepegawaian, perlengkapan dan
kesiapsiagaan dan penanggulangan rumahtangga.
Kejadian Luar Biasa (KLB) dan
bencana bidang kesehatan, serta
BAB I Pasal 8 :
kesehatan matra termasuk
penyelenggaraan kesehatan haji.
FUNGSI BAGIAN TATA USAHA
5. Pelaksanaan fasilitas dan advokasi KANTOR KESEHATAN PELABUHAN
kesehatan kerja di lingkungan
pelabuhan/bandara dan Lintas batas Dalam melaksanakan tugasnya, Bagian
Darat Tata Usaha menyelenggarakan fungsi :
6. Pelaksanaan pemberian sertifikat 1. Pelaksanaan penyusunan program dan
kesehatan obat,makanan,kosmetika pelaporan
dan alat kesehatan (OMKA) ekspor dan 2. Pelaksanaan urusan keuangan
mengawasi persyaratan dokumen 3. Pelaksanaan urusan kepegawaian dan
kesehatan OMKA impor umum
7. Pelaksanaan pengawasan kesehatan
alat angkut BAB I Pasal 11 :
8. Pelaksanaan pemberian pelayanan TUGAS BIDANG KARSE – KANTOR
kesehatan terbatas di wilayah kerja KESEHATAN PELABUHAN
pelabuhan/bandara dan Lintas Batas
Darat Bidang Karantina dan surveilans
9. Pelaksanaan pengendalian risiko Epidemilogi (KARSE) mempunyai tugas
lingkungan Pelabuhan/Bandara dan melaksanakan perencanaan dan evaluasi
lintas Batas darat di bidang kekarantinaan,surveilans
10. Pelaksanaan jaringan informasi dan epidemiologi penyakit karantina dan
teknologi bidang kesehatan penyakit menular potensil
Pelabuhan/Bandara dan lintas darat. wabah,pengawasan alat angkut, lalu lintas
11. Pelaksanaan jejaring kerja dan OMKA, jejaring kerja, kemitraan, kajian,
kemitraan bidang kesehatan serta pengembangan teknologi,
Pelabuhan/Bandara dan Lintas Batas pendidikan dan latihan bidang
Darat kekarantinaan di wilayah kerja Pelabuhan
/bandara dan lintas batas darat. 7

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – VOLUME 1 TAHUN 2006


BAB I Pasal 12 : 1. pengawasan penyediaan air
FUNGSI BIDANG KARSE – KANTOR bersih,serta pengamanan makanan
KESEHATAN PELABUHAN dan minuman;
2. hygiene dan sanitasi lingkungan
Dalam pelaksaanan tugasnya, bidang gedung/bangunan,perusahaan;
Karantina dan Surveilans Epidemiologi 3. pengawasan pencemaran udara,air
menyelenggarakan fungsi: dan tanah;
1. kekarantinaan, surveilans epidemiologi 4. pemeriksaan dan pengawasan hygiene
penyakit karantina dan potensial dan sanitasi kapal/pesawat di
wabah lingkungan pelabuhan/bandara dan
2. kesiapsiagaan dan penanggulangan lintas batas darat
KLB dan bencana/pasca bencana 5. pemberantasan serangga penular
bidang kesehatan penyakit tikus dan pinjal di lingkungan
3. pengawasan lalu lintas OMKA ekspor pelabuhan/bandara dan lintas batas
dan impor,serta alat angkut darat;
4. kajian dan diseminasi informasi 6. kajian dan pengembangan teknologi di
kekarantinaan di wilayah kerja bidang pengendalian risiko lingkungan
pelabuhan/bandara dan lintas batas pelabuhan/bandara dan lintas batas
darat darat
5. pendidikan dan pelatihan bidang 7. pendidikan dan pelatihan bidang
kekarantinaan pengendalian risiko lingkungan
6. pelaksanaan jejaring kerja dan pelabuhan/bandara dan lintas batas
kemitraan bidang kekarantinaan darat;
7. pelaksanaan pengembangan teknologi 8. pelaksanaan jejaring kerja dan
bidang kekarantinaan di wilayah kerja kemitraan di bidang pengendalian
pelabuhan/bandara dan lintas batas risiko lingkungan di
darat pelabuhan/bandara dan lintas batas
darat;
BAB I Pasal 15 :
TUGAS BIDANG PRL KANTOR BAB I Pasal 19 :
KESEHATAN PELABUHAN TUGAS BIDANG UKP KANTOR
KESEHATAN PELABUHAN
Bidang Pengendalian Risiko Lingkungan
(PRL) mempunyai tugas melaksanakan Bidang Upaya Kesehatan Pelabuhan
perencanaan dan evaluasi di bidang (UKP) mempunyai tugas melaksanakan
pengendalian vektor dan binatang penular perencanaan dan evaluasi di bidang
penyakit, pembinaan sanitasi lingkungan, pelayanan kesehatan terbatas, kesehatan
jejaring kerja,kemitraan,kajian dan haji, kesehatan kerja,kesehatan
pengembangan teknologi serta pendidikan matra,vaksinasi internasional,
dan pelatihan bidang pengendalian resiko pengembangan jejaring kerja, kemitraan,
lingkungan di wilayah kerja kajian dan teknologi,serta pendidikan dan
pelabuhan/bandara dan lintas batas darat. pelatihan bidang upaya kesehatan
pelabuhan di wilayah kerja
BAB I Pasal 16 : pelabuhan/bandara dan lintas batas darat.
FUNGSI BIDANG PRL KANTOR
KESEHATAN PELABUHAN BAB I Pasal 20 :
FUNGSI BIDANG UKP KANTOR
Dalam melaksanakan tugasnya, Bidang KESEHATAN PELABUHAN
Pengendalian Risiko Lingkungan
menyelenggarakan fungsi: Dalam melaksanakan tugasnya, Bidang
Upaya Kesehatan Pelabuhan
menyelenggarakan fungsi :
8

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – VOLUME 1 TAHUN 2006


1. pelayanan kesehatan terbatas, rujukan pelabuhan harus dilaksanakan secara lebih
dan gawat darurat medik di wilayah profesional. Nah . . . agar lebih
kerja pelabuhan/bandara dan lintas profesional, instrumen yang dipakai dalam
batas; identifikasi faktor resiko ini perlu didukung
2. pemeriksaan kesehatan haji, oleh sarana yang memadai, baik berupa
kesehatan kerja,kesehatan matra format isian maupun peralatan yang
diwilayah kerja pelabuhan/bandara canggih. Pada saat ini sudah tersedia
dan lintas batas darat; format isian identifikasi faktor resiko,
3. pengujian kesehatan nahkoda/pilot, namun tampaknya dalam pelaksanaannya
dan anak buah kapal/pesawat udara antar Kantor Kesehatan Pelabuhan
serta penjamah makanan; berbeda. Identifikasi faktor resiko ini
4. vaksinasi dan penerbitan sertifikat merupakan langkah awal suatu tindakan
vaksinasi internasional pencegahan ataupun pemberantasan.
5. pelaksanaan jejaring kerja dan Identifikasi faktor resiko ini dapat
kemitraan di wilayah kerja dikatakan sebagai salah satu komponen
pelabuhan/bandara dan lintas batas dalam sistem pengamatan penyakit secara
darat; runtut yang lazim disebut surveilens.
6. pengawasan pengangkutan orang sakit Dilain pihak, sistem surveilens antar
dan jenazah di wilayah kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan berbeda
pelabuhan/bandara dan lintas batas walaupun sudah berjalan. Kenyataan
darat, serta ketersediaan obat- menunjukkan juga bahwa
obatan/peralatan P3K di kapal/pesawat penyelenggaraan manajement program
udara. dan kegiatan, juga berbeda antar Kantor
7. Kajian dan pengembangan teknologi Kesehatan Pelabuhan. Kita masih boleh
bidang upaya kesehatan pelabuhan berbangga apabila ada keragaman dalam
8. Pendidikan dan pelatihan di bidang mencapai satu tujuan, namun masih
pelayanan kesehatan banyak berbeda dalam arti ada Kantor
pelabuhan/bandara dan lintas batas Kesehatan Pelabuhan yang belum
darat. melaksanakan kegiatan. Salah satu
contoh, adakah Kantor Kesehatan
Dalam penyelenggaraan tugas Pelabuhan yang telah melaksanakan
pokok dan fungsi Kantor Kesehatan kegiatan Inspeksi Sanitasi GBP (Gedung /
Pelabuhan tersebut, payung hukum yang Bangunan dan Perusahaan)? Apabila
dipakai masih menggunakan aturan sudah, bagaimana bentuknya
perundangan ”produk lama” , antara lain instrumennya? Memakai acuan apa?
Undang – Undang nomor 1 dan 2 tahun Oleh karena itu faktor penting yang
1960. Yang lebih memprihatinkan, harus menjadi prioritas penganganan
sampai saat ini juga belum tersedia management program adalah standarisasi
pedoman – pedoman ataupun petunjuk – seluruh sumberdaya pada Kantor
petunjuk pelaksanaan yang dipakai Kesehatan Pelabuhan sesuai dengan kelas
sebagai kerangka penyelenggaraan atau sesuai dengan tugas pokok dan
TUPOKSI tersebut. fungsi yang diemban.
Pemberlakuan ISPS Code Marilah kita lihat bentuk bangunan
(International Ship and Port Security) dan kantor cabang BRI (Bank Rakyat
IHR (International Health Regulation) Indonesia), semuanya tampak sama
hanyalah aspek legal yang mendukung sehingga segala lapisan masyarakat tahu
penyelenggaraan TUPOKSI pada Kantor dan tidak ragu – ragu bahwa bangunan
Kesehatan Pelabuhan tersebut adalah bangunan kantor cabang
BRI. Demikian juga bangunan Kantor
FAKTOR RESIKO Kesehatan Pelabuhan seharusnya sudah
ada standar bangunan menurut kelas
Identifikasi faktor resiko penyakit Kantor Kesehatan Pelabuhan dan jangan
yang kemungkinan muncul di wilayah
9

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – VOLUME 1 TAHUN 2006


sampai ada gedung KKP kelas III yang di pelabuhan yang harus menjadi
lebih mewah dari gedung KKP kelas II. perhatian serius dan detail.
Standar bangunan gedung ini
sangat penting sekali dan patut KONKLUSI DAN HARAPAN
diwujudkan karena penetapan kelas ini Pemikiran – pemikiran tentang
seimbang dengan TUPOKSI yang kondisi diatas merupakan upaya dalam
diembannya. menyambut era globalisasi pasar bebas,
Standar tenaga, dana, instrumen ataupun yang mana wilayah pelabuhan
peralatan pendukungpun harus merupakan obyek bisnis segala bidang
distandarisasi sesuai kelas yang telah ekonomi. Secara otomatis, perubahan
ditetapkan. juga telah terjadi dalam jenis dan pola
Marilah kita tengok sejenak penyakit dan masalah-masalah kesehatan
tentang kenyataan keberadaan Kantor lain. Untuk menyambut era globalisasi
Kesehatan Pelabuhan, adakah Kantor pasar bebas, seluruh Kantor Kesehatan
Kesehatan Pelabuhan Kelas II yang jumlah Pelabuhan berharap adanya pemenuhan
tenaganya lebih banyak dari Kantor standarisasi sumberdaya sesuai kelas
Kesehatan Pelabuhan Kelas I ??? kantor secara datail.
Bahkan bukan hanya berhenti sampai Manajement program pada Kantor
pada jumlah tenaga secara keseluruhan, Kesehatan Pelabuhan seluruh Indonesia
namun harus lebih detail lagi tentang harus segera disinkronkan melalui
jumlah tenaga sesuai spesialisasinya. penyediaan pedoman – pedoman ataupun
Berapakah jumlah dokter yang petunjuk pelaksanaan program sesuai
dibutuhkan pada Kantor Kesehatan TUPOKSI yang baru sehingga seluruh
Pelabuhan Kelas I atau berapakah jumlah kegiatannya dapat dilaksanakansecara
jenis tenaga lain yang dibutuhkan Kantor profesional. Langkah lebih lanjut yang
Kesehatan Pelabuhan sesuai kelasnya? perlu segera disiapkan adalah penyiapan
Berapakah standar alokasi dana isian payung hukum ”produk baru”, antara lain
proyek untuk masing – masing finalisasi penggodogan undang – undang
kelas ??? karantina yang telah memakan waktu
Bagaimanakah standar instrumen bertahun – tahun.
ataupun berbagai jenis peralatan yang Pemberlakuan ISPS Code
dibutuhkan oleh Kantor Kesehatan (International Ship and Port Security) dan
Pelabuhan sesuai kelas??? IHR (International Health Regulation)
Sumber daya (Sarana, tenaga dan dana) merupakan aspek legal yang mendukung
ini merupakan faktor pendukung penyelenggaraan Standarisasi STD
penyelenggaraan identifikasi faktor resiko (Sarana, Tenaga dan Dana) pada Kantor
Kesehatan Pelabuhan.

Daftar pustaka
1. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 265 / MENKES / SK / III / 2004 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan, Jakarta, 2004
2. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 264 / MENKES / SK / III / 2004 tentang
Kriteria Klasifikasi Kantor Kesehatan Pelabuhan, Jakarta, 2004
3. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 1614 / MENKES / SK / XI / 2005 tentang
Pakaian Dinas Harian dan Tanda Pengenal bagi Pegawai Negeri Sipil Kantor Kesehatan Pelabuhan,
Jakarta, 2005

Rattus norvegicus Tinja Rattus norvegicus Xenopsylla cheopis

10

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – VOLUME 1 TAHUN 2006


SAFE COMMUNITY MENUJU KELUARGA SIAGA
(Safe community toward readiness family)

Oleh : RBA. WIDJONARKO

Kondisi aman merupakan hak setiap manusia Indonesia sejak


manusia tersebut berada dalam kandungan sampai menghembuskan
nafasnya yang terakhir. Konsep masyarakat aman pada hakekatnya
merupakan upaya dari, oleh dan untuk masyarakat, sedangkan
pemerintah dan jajarannya bertugas memberikan iklim yang baik
sebagai fasilitator dalam upaya ini. Kenyataan menunjukkan bahwa
komitmen dari semua pihak masih perlu adanya pembenahan yang
sifatnya segera. Kesiapsiagaan menghadapi bencana alam,
kecelakaan, teroris bahkan kesiapsiagaan kemungkinan timbulnya
kerugian keuangan negara, semuanya ini masih belum dikelola
secara professional. Harapan dapat diselenggarakannya
kebersamaan dalam pengelolaan dan pembenahan semua pihak
dalam menciptakan masyarakat aman merupakan harapan kita
bersama. Secara otomatis, membudayanya komunitas aman akan
mendorong terciptanya keluarga yang siaga. Marilah kita bahas
beberapa model komunitas yang tampak dalam kehidupan kita
sehari – hari.

KOMUNITAS PEMAKAI JALAN menghemat waktu, hemat biaya, dll.


RAYA Padahal harga sebuah kecelakaan sangat
mahal bahkan tidak ternilai harganya,
Apabila konsep Safe community ini baik di pihak penumpang, pihak swasta
sudah tertanam dalam kehidupan bangsa pemilik jasa angkutan maupun pihak
Indonesia maka dampak buruk akibat pemerintah.
bencana dapat ditekan serendah mungkin. Contoh nyata : Adanya tempat
Kejadian tahun 2003, kematian siswa seisi duduk tambahan pada mikrolet dapat
bus dalam perjalanan pulang setelah mengakibatkan kecelakaan bagi
menyelesaikan tugas karya wisata penumpang. Apabila penumpang jatuh,
sekolah, sebenarnya tidak perlu terjadi semua pihak akan dirugikan. Kerugian di
apabila setiap bus ataupun kendaraan pihak swasta (pemilik mikrolet) : Waktu
telah dilengkapi peralatan keselamatan, operasi mikrolet tersebut akan terhambat
seperti martil dan pemadam kebakaran karena harus berurusan dengan pihak
ataupun peralatan keamanan lain. kepolisian dan pembiayaan pengobatan
Demikian pula sebaliknya bahwa korban. Pihak kepolisian juga akan rugi
penumpang harus mengurungkan niatnya tenaga, waktu dan kertas untuk urusan
untuk memakai jasa angkutan umum penyidikan peristiwa kecelakaan.
yang tidak memiliki sarana penyelamat Resiko kecelakaan pemakai jasa
walau dengan alasan apapun. Kenyataan angkutan akan dapat ditekan serendah
menunjukkan bahwa banyak masyarakat mungkin apabila konsep masyarakat
kita yang memakai jasa angkutan tanpa aman tertanam pada komponen,
pandang bulu, asal naik kendaraan masyarakat, swasta pemilik usaha jasa
umum, tanpa mempertimbangkan resiko angkutan dan pemerintah. Pihak
kecelakaan. Mereka hanya punya tujuan Pemerintah dan jajarannya bertugas
tiba ditempat tujuan dengan cepat, menyiapkan perangkat berupa peraturan,

11

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


kontrol, sampai pemberian sangsi yang paska bencana? Sudah siapkah kita
tegas terhadap setiap jenis pelanggaran. apabila timbul ”Out – break” demam
Bahkan pemakaian sabuk pengaman yang berdarah atau penyakit lain di Aceh pada
sudah mulai dilaksanakan, harus masa paska bencana? Semoga ”Out –
ditindaklanjuti secara intensif dan tegas. Tidak break” demam berdarah di Jakarta ini
perlu dipungkiri bahwa seringkali pemberian tidak pindah ke Aceh. Kita harus berdoa
sangsi pemakai jalan raya yang melanggar lalu
bersama.
lintas hanyalah digantikan oleh uang receh
yang akhirnya masuk saku petugas pengaman
jalan raya. Tanpa disadari akhirnya para KOMUNITAS SEHAT, HIDUP SEHAT
pelanggar tersebut akan berfikir bahwa TANPA OBAT
pelanggarannya dapat ditebus dengan uang
Rp 50.000,- Sektor yang berwenang dalam ”Out – break” demam berdarah
melaksanakan kontrol kelengkapan alat terjadi di ibukota negara kita, bahkan
keselamatan kendaraan umum harus lebih malaria yang lazim disebut Re – emerging
intensif dan tegas sejak awal kendaraan
disease ternyata sudah lama bercokol di
tersebut menjalani uji (KIR) hingga saat
kendaraan tersebut beroperasi di jalan raya. propinsi Nusa Tenggara Timur, dan juga
masih sering terjadi Out – break diare di
seantero Nusantara ini. Sebenarnya
KOMUNITAS RAWAN TZUNAMI
mudah sekali mencegah terjadinya
penyakit – penyakit ini karena Tukang
Bangsa Indonesia menangis saat Becak sudah pasti tahu cara
terjadinya bencana nasional tzunami di penularannya. Pertanyaan yang harus kita
Aceh yang menelan banyak korban nyawa jawab secara bersama yakni apakah
dan harta benda. Kita telah memiliki konsep ”safe community” terhadap
sekian banyak organisasi kepanitian penyakit tersebut sudah membudaya di
penanganan bencana ataupun tim gerak seluruh lapisan masyarakat kita?
cepat, namun kita juga kecolongan Sudahkah kita membudayakan hidup
bencana yang tidak pernah kita prediksi sehat tanpa obat? Misalnya, dengan
sebelumnya. Kalau saja sudah ada melakukan Pemberantasan Sarang
identifikasi daerah rawan tzunami yang Nyamuk (PSN). Apabila kita kembangkan
akurat dan sekaligus ada lembaga konsep ”Safe Community” yang
pemerintah yang secara akurat mampu sederhana ini niscaya faktor resiko
dan berani mengumumkan prakiraan akan penyakit akan dapat ditekan sehingga
terjadinya bencana tzunami, maka korban masyarakat akan aman.
nyawa dapat ditekan sekecil mungkin. Ledakan kasus penyakit polio yang
Kita telah memiliki sekian banyak meledak tahun lalu sudah mulai
organisasi kepanitian penanganan tenggelam oleh munculnya kasus Avian
bencana ataupun tim gerak cepat atau Influenza. Apakah kasus polio ini sudah
apapun namanya, bahkan memiliki nomor benar – benar hilang dari seantero
telepon khusus emergency (kegawatan) Nusantara ini atau hilang dari
yang sangat banyak, seperti : 113, 110, pemberitaan mass media??? Kita tidak
118, 119, dll. Kepemilikan nomor perlu malu untuk mengakui bahwa
telepon panggilan emergency Indonesia ini belum benar – benar bebas
(kegawatan) yang terlalu banyak ini Polio. Sebenarnya sederhana saja bahwa
dapat menimbulkan miss koordinasi di virus tersebut ditularkan melalui tinja.
lapangan. Kenyataan menunjukkan bahwa Nah… marilah kita tengok sebentar,
masih banyak ketimpangan penanganan tinggal dimanakah sebagian besar
pasca bencana yang harus segera kita penderita polio tersebut?? Apakah mereka
benahi. tinggal di sekitar pinggiran kali yang
Bencana tzunami di Aceh telah sebagian besar penduduknya buang tinja,
terjadi, selanjutnya timbul pertanyaan mandi, dll di kali tersebut?? Apabila
yang harus bisa kita jawab yakni sudah benar, marilah kita budayakan buang tinja
solidkah penanganan korban pada masa di kakus atau WC?? Berfikir sederhana

12

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


menengok faktor resiko, itulah yang harus pendampingan fasilitator yang memadai.
menempati urutan pertama dalam Penjagaan keamanan kampung saat ini
penanggulangan penyakit. seringkali justru menyeramkan dan
Apabila kita kembangkan konsep ”Safe membuat takut sebagian lapisan
Community” yang sederhana ini niscaya masyarakat, bahkan oleh keberhasilan
faktor resiko penyakit akan dapat ditekan mereka menemukan pelaku kejahatan
sehingga masyarakat akan aman. membuat bulu kuduk jadi merinding. Di
Kasus Avian Influenza saat ini wilayah negara kita yang dulu terkenal
semakin meningkat, bahkan kita pernah berbudaya luhur ini, sering kita dengar
menduduki peringkat pertama dunia. kejadian pencuri ayam di pukuli sampai
Langkah tegas harus segera diambil babak belur ataupun mati berlumuran
berdasarkan faktor resiko penyakit darah, bahkan ada yang dibakar hidup –
tersebut. Nah, . . kita semua tahu bahwa hidup. Para penjaga keamanan kampung
reseptor virus tersebut adalah unggas dan yang sedang piket tampak disana sini
babi. Beranikah kita segera bertindak membawa perlengkapan layaknya maju
tegas, misalnya seperti Philipina yang ke medan perang di jaman purbakala,
dengan penuh perhitungan mengambil seperti parang, clurit, panah, pentungan
tindakan depopulasi terhadap reseptor. dan lain – lain benda yang menurut
Marilah kita tengok jaman dahulu kala mereka cocok untuk menjaga keamanan
bahwa kita bisa makan tempe yang kaya kampung. Munculnya peralatan keamanan
akan protein, namun menghasilkan yang mematikan ini justru mengakibatkan
pemimpin bangsa yang hebat seperti kengerian dan ketakutan sebagian lapisan
Soekarno, Soeharto, dan yang lainnya. masyarakat setempat, bahkan merasa
Protein bangsa ini masih banyak terusik oleh ulah para penjaga kampung
substitusinya. tersebut namun mereka tetap membayar
Nah, . . . setelah betul – betul aman, iuran untuk keamanan kampung karena
reseptor Avian Influenza tersebut perlu terpaksa dan tidak berdaya. Keamanan
dikembangbiakkan lagi. Mungkin yang swakarsa ini akan berjalan bagus apabila
perlu dipikirkan adalah ganti rugi atas didukung oleh fasilitator yang memadai.
tindakan depopulasi. Apabila tidak
demikian, kita harus memilih depopulasi KOMUNITAS AMAN KORUPTOR
ataukah Pandemi yang dimulai dari
nusantara tercinta ini. Berita pagi pada media masa RCTI
Selanjutnya, marilah kita budayakan tampak pakar hukum perbankan
lingkungan hidup yang bersih. Kalau mengungkapkan bahwa saat ini
belum, mari kita ciptakan. Sengaja merupakan kesempatan akhir yang
saya mengutip kalimat ”SBY” bahwa merupakan peluang emas bagi Kejaksaan
bersama kita bisa. Agung untuk membangkitkan
Terjadinya contoh kasus penyakit – kepercayaan masyarakat atas kasus
penyakit tersebut diatas, siapa yang mau perbankan dalam tubuh Bank Mandiri,
disalahkan? Kita tidak perlu saling dengan harapan punahnya budaya
menyalahkan, marilah kita benahi Kongkalikong.
bersama dengan semboyan bahwa Tidak perlu kita pungkiri bahwa
bersama kita bisa. kongkalikong ini tumbuh subur di seluruh
jajaran intitusi pemerintah, swasta
KOMUNITAS KAMPUNG AMAN bahkan masyarakat. Bahkan kongkalikong
ini berkembang sejak perencanaan,
Konsep Safe Community tanpa pelaksanaan dan pengawasannya. Bahkan
disadari sudah ada yang diterapkan di banyak dibentuk lembaga pengawasan,
masyarakat, contohnya penjagaan baik pengawasan oleh intern institusi
keamanan kampung yang masih berjalan maupun oleh lembaga pengawasan
di beberapa wilayah. Namun penerapan khusus yang dibentuk oleh pemerintah
konsep ini belum berstruktur dan tanpa
13

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


ataupun masyarakat secara umum dan
independent.
KONSEP
Kongkalikong telah terjadi dimana
– mana bahkan merupakan suatu sistem
SAFE COMMUNITY
yang kuat dan komponen – komponennya Semangat reformasi telah mulai mewarnai
berada di tiap institusi pemerintahan, mental model bangsa kita, dengan
swasta dan masyarakat pada umumnya. tuntutan untuk mewujudkan
Mungkinkah kongkalikong dijalankan oleh kesejahteraan. Pihak masyarakat dan
satu orang? swasta berlaga untuk bersuara, namun
Mungkinkah hanya satu orang yang kedua domain tersebut tidak dapat
dinyatakan sebagai koruptor? terlepas dari penyeleggaraan
Kalau hanya satu orang, disebut koruptor pemerintahan dalam penyediaan public
atau kambing hitam? goods and services. Dalam hal ini
Saat yang lalu berita yang santer dibutuhkan adanya komitmen dari semua
di Televisi yakni kasus korupsi di tubuh pihak, baik pemerintah, swasta maupun
Komisi Pemilihan Umum, tampak juga di masyarakat untuk berinteraksi dan
Televisi Pegawai Negeri Sipil golongan menjalankan fungsinya masing – masing.
tiga memiliki rumah bagus sekali. Pihak swasta berfungsi menciptakan
Mungkinkah itu? Marilah kita jujur, pekerjaan dan pendapatan, pihak
Pegewai Negeri Sipil manakah yang bisa masyarakat berperan positif untuk
memiliki rumah sebagus yang berpartisipasi dalam aktifitas ekonomi,
ditayangkan pada Televisi tersebut? social dan politik, sedangkan pihak
Marilah kita audit kekayaan setiap pemerintah berfungsi menciptakan iklim
Pegewai Negeri Sipil golongan satu politik dan hukum yang kondusif.
sampai empat. Mampukah memiliki Kenyataan menunjukkan bahwa
rumah yang tergolong mewah tanpa komitmen dari semua pihak masih perlu
warisan Orang Tua? Namun kita tidak adanya pembenahan yang sifatnya
perlu berkecil hati karena pemerintahan segera. Kesiapsiagaan menghadapi
manakah yang bersih dari korupsi? bencana alam, kecelakaan, teroris bahkan
Swasta mana yang bersih dari korupsi? kesiapsiagaan kemungkinan timbulnya
Nah, . . . selama ini sudah ada sistem kerugian keuangan negara, semuanya ini
pengawasan melekat yang harus masih belum dikelola secara professional.
dilakukan oleh pimpinan instansi swasta Kondisi tidak menguntungkan yang
ataupun pemerintahan. Sudahkah hal ini berjalan secara terus menerus ini akan
dilaksanakan secara bertanggungjawab?? dianggap sebagai budaya bahkan akan
Sebenarnya mudah saja, tanggungjawab merusak mental model bangsa kita.
institusi berada pada pimpinan. Marilah Na, . . . Siapakah yang mampu
kita budayakan pengawasan melekat yang menyelamatkan masyarakat? Siapakah
sangat sederhana ini namun pasti dapat yang bertanggungjawab? Pemerintah?
diperoleh hasil yang optimal. Masyarakat? LSM yang memiliki suara
Siapa yang harus disalahkan? Kita tidak lantang? Kita tidak perlu mencari
perlu saling menyalahkan, marilah kita kambing hitam. Upaya membentuk
benahi bersama dengan semboyan bahwa mental model bangsa yang bagus
bersama kita bisa. merupakan tanggungjawab semua pihak,
baik pemerintah dan jajarannya maupun
masyarakat itu sendiri.
METODOLOGI Mental model yang bagaimanakah
Penulisan naskah ini menggunakan harapan masyarakat? Yang dangkal
metode pemikiran heuristik yang sajalah, yang penting masyarakat aman.
dituangkan dalam bentuk tulisan umum. Kondisi masyarakat aman dalam
kehidupan sehari – hari, merupakan
impian yang harus kita ciptakan. Siapakah
yang mampu menyelamatkan
masyarakat? Siapakah yang

14
Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006
bertanggungjawab? Tanggungjawab pihak Parameter yang dapat
Pemerintah? Tanggungjawab masyarakat dipergunakan dalam safe community
pada umumnya ? Kita tidak perlu adalah kesiapan masyarakat, pemerintah
mencari kambing hitam. Upaya untuk dan jajarannya dalam mengatasi masalah
mencapai masyarakat aman ini keamanan dalam kehidupan sehari – hari
merupakan tanggungjawab semua pihak, maupun dalam kedaan bencana secara
baik pemerintah dan jajarannya maupun cepat, tepat dan mengutamakan hak –
masyarakat itu sendiri. Namun jangan hak azasi manusia. Kunci utama konsep
terlalu pesimis, mari kita lihat pada siaran Safe Community ini yakni pemberdayaan
– siaran televisi bahwa bencana tzunami dan kemandirian masyarakat, sedang
di Aceh sudah mulai melibatkan semua pihak pemerintah dan jajarannya dituntut
pihak walaupun bayangan menuju sebagai fasilitator yang mampu
masyarakat aman masih jauh dari yang menciptakan iklim yang baik dalam
diharapkan. pemberdayaan kemandirian mereka.

RINGKASAN

Masyarakat berkeinginan makan jajan yang sederhana yakni jajan pasar, walaupun
disekelilingnya berkecamuk, hiruk pikuk dan hilir – mudik namun masyarakat hanya
berkeinginan aman

Masyarakat aman dapat tercipta apabila seluruh jajaran pemerintahan, swasta dan
masyarakat secara bersama – sama saling membenahi diri dalam iklim sejuk yang
difasilitasi pemerintah.

Masyarakat aman atau komunitas aman secara otomatis akan membentuk keluarga
siaga, sehingga mereka mampu siaga secara mandiri dalam segala permasalahan
yang akan dan sedang dihadapi.

KEPUSTAKAAN
Mangemba, ”Filsafat dasar”, Ujung Pandang, 1986

ACARA PEMBUKAAN PERTEMUAN PENGELOLA TPM DALAM RANGKA


PENGEMBANGAN KEMITRAAN DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK

15

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


ANALISIS KURSUS PENJAMAH MAKANAN
PADA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I TANJUNG PRIOK

Oleh : Maman Sudirman, ST, MKes

ABSTRAK

Adanya perubahan – perubahan kesibukan bisnis segala bidang ekonomi


yang semakin padat di wilayah, secara otomatis perubahan juga pasti akan
terjadi dalam jenis dan pola penyakit dan masalah-masalah kesehatan lain.
Semakin padatnya manusia yang keluar masuk pelabuhan berdampak
terhadap tingginya kebutuhan makanan dan minuman siap saji di wilayah
pelabuhan. Untuk melindungi masyarakat pelabuhan dari ancaman penyakit
yang dapat ditularkan melalui makanan maka Kantor Kesehatan Pelabuhan
Kelas I Tanjung Priok menyelenggarakan kursus penyehatan bagi para
penjamah makanan yang beroperasi di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok.
Menggunakan uji t test before – after pada alpha 0,05 menunjukan bahwa
pengetahuan dan kemampuan peserta kursus sebanyak 25 orang meningkat
secara signifikan setelah mengikuti kursus tersebut. Penyelenggaraan kursus
pada periode berikutnya sebaiknya juga perlu ditujukan bagi para pengelola
atau pemilik Tempat Pengelolaan Makanan.

LATAR BELAKANG tanpa ijin sehingga sulit diawasi dan


Menyongsong era globalisasi pasar yang pasti menyulitkan instansi yang
bebas, seluruh sektor yang memiliki fungsi pengamanan terhadap
berkepentingan dengan pelabuhan harus makanan minuman.
siap mengantisipasi seluruh kemungkinan Anehnya??? Makanan minuman yang
permasalahan yang akan timbul. mereka sajikan, selalu habis terjual
Tindakan antisipatif tersebut tidak perlu karena harganya yang relatif murah
melebar dan merambah ke segala meriah.
penjuru, namun harus sesuai dengan Melihat perkembangan fakta bahwa
fungsi yang diembannya. situasi kesehatan pelabuhan berada dalam
Pelabuhan pada era globalisasi akan situasi yang rawan maka langkah
menjadi obyek bisnis segala bidang antisipatif perlu segera dilaksanakan.
ekonomi, dan saat inipun kita sudah mulai Apabila tidak segera ditangani, maka
merasakan adanya perubahan – ketahanan daya dukung wilayah ini, tidak
perubahan kesibukan yang semakin padat. akan mampu menerima beban
Secara otomatis, perubahan juga pasti permasalahan yang akan muncul.
akan terjadi dalam jenis dan pola penyakit Langkah antisipatif yang perlu segera
dan masalah-masalah kesehatan lain. dilakukan yakni peningkatan upaya
Kenyataan sederhana yang bisa kita kesehatan di wilayah pelabuhan seiring
lihat bahwa semakin padatnya manusia dengan perkembangan pola penyakit dan
yang keluar masuk pelabuhan akan permasalahan yang muncul.
berdampak terhadap tingginya kebutuhan Masyarakat pelabuhan harus dapat
makanan dan minuman siap saji di terlindungi dari ancaman masuk keluarnya
wilayah pelabuhan. Nah, sejauhmanakah penyakit yang dapat ditularkan melalui
nilai kesehatan makanan dan minuman pelabuhan antar negara dan antar pulau
siap saji yang menjadi santapan mereka dalam negeri. Oleh karena itu, seluruh
untuk melepas lapar dan dahaga? Dan sektor yang yang berkecimpung di
sejauhmanakah tindakan pengawasan pelabuhan harus secara serentak bersama
terhadap makanan siap saji tersebut? – sama berkehendak untuk menciptakan
Tempat penjualan makanan minuman pelabuhan yang dapat memberikan
mulai bermunculan, timbul tenggelam 16

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


kenyamanan dan kesehatan dalam
berbisnis. Pelaksanaan pelatihan secara runtut,
Daratan pelabuhan merupakan obyek diuraikan sebagai berikut :
wilayah yang perlu diprioritaskan 1. Kepanitiaan
peningkatan upaya kesehatan, sedangkan Penyusunan dan penerbitan surat
penyakit diare merupakan obyek penyakit keputusan (SK) kepanitiaan dianjurkan
yang harus ditekan sekecil mungkin 2 (dua) bulan sebelum tanggal
karena kasus diare menduduki urutan pelaksanaan agar panitia dapat
ketiga kasus penyakit terbesar secara bekerja seoptimal mungkin.
nasional. Dengan merampingkan Kepanitiaan terdiri atas pelindung /
permasalahan yang dapat muncul di penasehat serta panitia pengarah dan
pelabuhan maka pengamanan makanan panitia pelaksana dengan susunan
minuman di pelabuhan harus memperoleh ketua, sekretaris dan anggota.
perhatian extra dari seluruh sektor di 2. Kerangka acuan
wilayah pelabuhan, khususnya KKP Kelas I Kerangka acuan pelatihan harus
Tanjung Priok. segera disusun oleh panitia pelatihan
Disamping membenahi manajement setelah SK diterbitkan, dengan garis
program pengamanan makanan dan besar : Latar belakang, Tujuan
memperkuat petugas lapangan, KKP Kelas (umum dan khusus), Peserta, Pelatih
I Tanjung Priok menyelenggarakan kursus / fasilitator / narasumber, Struktur
terhadap para penjamah makanan pada program, Materi (Materi dasar, Materi
Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) yang inti, Materi penunjang), Metode
secara resmi beroperasi di wilayah pembelajaran, Waktu dan tempat
pelabuhan Tanjung Priok. Yang menjadi pelaksanaan, Biaya.
dasar penyelenggaraan kursus ini yakni 3. Garis – garis besar program pelatihan
mereka secara langsung sangat berkaitan GBPP dapat ditulis dalam bentuk
dengan pengolahan sampai penyajian matriks dengan mengandung
makanan, bahkan mereka secara otomatis komponen-komponen : Materi
menjamah makanan minuman tersebut. pembelajaran, Alokasi waktu, Tujuan
Oleh karena itu, mereka harus memiliki pembelajaran, Pokok Bahasan dan
pengetahuan dan kesadaran tentang atau Sub Pokok Bahasan, Metode
pentingnya mentaati azas kesehatan, pembelajaran, media pembelajaran,
kebersihan, dan azas keamanan dalam Alat Bantu pembelajaran serta
menangani makanan. Referensi.
4. Pelaksanaan pelatihan
ACUAN KURSUS Pelaksanaan pelatihan dimulai sejak
Pelaksanaan pelatihan yang pembukaan pelatihan, perkenalan dan
diselenggarakan oleh instansi dibawah harapan, kegiatan dalam sesi, praktek
jajaran sektor kesehatan mengacu pada ataupun pleno sampai penutupan.
petunjukan Pusdiklat kesehatan yang Dalam pelaksanaan pelatihan
selanjutnya telah dijabarkan menjadi dilakukan evaluasi pelatihan, baik
petunjuk operasional pada masing – evaluasi terhadap peserta, materi,
masing instansi penyelenggara sesuai proses pembelajaran, proses
fungsi yang diembannya. Petunjuk penyelenggaraan dan evaluasi
operasional pelatihan pada Kantor terhadap fasilitator.
Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung 5. Evaluasi pasca pelatihan.
Priok telah disusun dan dipedomani sejak Evaluasi paska pelatihan dilaksanakan
tahun 2005. dalam kurun waktu 6 (enam) setelah
Pelaksanaan pelatihan harus pelaksanaan pelatihan. Evaluasi
terstruktur dan runtut sejak tahap tersebut meliputi aspek pengetahuan,
persiapan, pelaksanaan sampai tahap sikap dan praktis peserta dalam
evaluasi, baik evaluasi selama pelatihan melaksanakan tugas pokoknya sesuai
maupun evaluasi pasca pelatihan.
17

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


prinsip – prinsip yang diperoleh selama Penjamah Makanan ini menggunakan
pelatihan. metode Pelatihan yang Berorientasi
6. Kebutuhan pelatihan Pembelajaran.
Pelatihan dibutuhkan oleh suatu
instansi untuk mendukung program GAMBARAN PELAKSANAAN KURSUS
yang akan dilaksanakan oleh instansi
tersebut, namun bertambahnya 1. Jalannya Kursus
program tidak selalu diikuti dengan Kursus penjamah makanan telah dapat
bertambahnya program pelatihan. dilaksanakan dengan baik, lancar, dan
Oleh karena itu, sebelum pelatihan tertib sesuai jadwal waktu yang telah
dilaksanakan perlu adanya kajian ditetapkan yaitu selama 3 hari mulai
tentang kebutuhan pelatihan yang tanggal 28 s/d 30 Desember 2005.
seharusnya diselenggarakan instansi Pembukaan kursus dilaksanakan pada
tersebut untuk mendukung hari Rabu, 28 Desember 2005 jam
pelaksanaan kegiatan pokoknya. 09.30 WIB di Operation Room Kantor
Dengan pengertian bahwa kajian Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung
kebutuhan pelatihan merupakan Priok, sedang penutupan dilaksanakan
kegiatan awal suatu pelatihan yang pada hari Jumat, 30 Desember 2005
harus dilaksanakan oleh suatu instansi. jam 13.30 WIB di Kantor Kesehatan
Disamping itu, suatu program Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok
pelatihan harus dikaji efisiensinya 2. Peserta
terlebih dahulu apakah diperlukan atau Jumlah peserta sebanyak 25 orang
tidak dan program pelatihan yang bekerja pada Tempat
memerlukan dana yang tidak sedikit. Pengelolaan Makanan yang beroperasi
Pengkajian kebutuhan pelatihan di Pelabuhan Tanjung Priok.
berhubungan dengan penyusunan 3. Nara Sumber dan Fasilitator
kurikulum sehingga pelatihan yang Kursus Penjamah Makanan ini
akan dilaksanakan diharapkan dapat didukung oleh nara sumber dan
memecahkan permasalahan yang fasilitator dari : Kantor Kesehatan
dihadapi oleh instansi tersebut. Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok dan
Pengkajian kebutuhan pelatihan ini Sub Dit. HSMM Dit. PAS Ditjen PP & PL
juga merupakan salah satu proses DepKes RI.
pemecahan masalah yang dihadapi 4. Materi pelatihan
organisasi, program yang a. Materi Dasar : Mengenal Tupoksi
diselenggarakan suatu instansi KKP dan Perundang – undangan
ataupun individu dala organisasi Hygiene Sanitasi Makanan dan
sehingga hasil kajian tersebut memiliki Minuman
hasil ganda yakni dapat berupa suatu b. Materi Inti : Prinsip – prinsip
pelatihan atau berupa tindakan Hygiene Sanitasi Makanan dan
operasional lainnya yang diharapkan Minuman, hygiene Perorangan,
dapat mengatasi permasalahan pada Kebersihan peralatan dan bahan,
organisasi, program dan individu Proses hygiene masak – memasak,
tersebut. Tempat penyimpanan,
Pembuangan limbah, Serangga dan
METODOLOGI tikus serta cara – cara
Keberhasilan Kantor Kesehatan pengendaliannya.
Pelabuhan sangat ditentukan oleh sumber c. Materi penunjang : Persyaratan
daya manusia yang profesional. Oleh Kesehatan TPM dan Pencemaran
karena itu harus diselenggarakan makanan
pelatihan untuk menghasilkan dan 5. M e t o d e
meningkatkan sumber daya manusia. Agar Metode yang dipakai dalam kursus ini
peserta latih dan fasilitator dapat berperan yakni ceramah, tanyajawab (diskusi)
aktif, maka metode pelatihan Kursus dan simulasi.
18

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


ANALISIS HASIL KURSUS pembelajaran selama kursus dengan
memakai format evaluasi pada saat akhir
1. Penilaian terhadap Peserta melalui kursus. Hasil evaluasi tersebut
pretest - posttest : menunjukan bahwa:
Nilai Pre Test sebagian besar peserta a. Pengalaman belajar selama kursus
tergolong dalam kategori “Kurang”, uraian ini bermanfaat bagi sebagian besar
kategorinya : baik dengan nilai 71 - 80 peserta dalam pengembangan
sebanyak 7 orang (28%), cukup dengan dalam pelaksanaan pekerjaan. Hal
nilai 61 - 70 sebanyak 5 orang (20%) dan ini berarti peserta kursus merasa
kurang dengan nilai < 60 sebanyak 13 bahwa melalui kursus ini mereka
orang (52%). memperoleh pengalaman belajar
Nilai Post Test sebagian besar peserta yang sangat bermanfaat bagi
tergolong dalam kategori amat baik, pengembangan dalam pelaksanaan
uraian kategorinya : amat baik dengan pekerjaannya sehari – hari karena
nilai lebih dari 80 sebanyak 19 orang isian format pengalaman belajar
(76%), baik dengan nilai 71 - 80 para peserta kursus tergolong
sebanyak 4 orang (16%) dan cukup dalam kategori baik sebanyak 10
dengan nilai 61 - 70 sebanyak 2 orang peserta (40%) dan yang tergolong
(8%). dalam kategori amat baik sebanyak
15 peserta (60%).
Dari hasil pretest dan posttest b. Kepuasan terhadap
tersebut, tampak jelas sekali bahwa penyelenggaraan proses
terjadi peningkatan pada nilai posttest, pembelajaran pada umumnya juga
terutama adanya peningkatan kearah nilai menunjukkan hasil yang sama.
kategori amat baik sebesar 76% yang Yang tergolong pada kategori amat
sebelumnya (pada pretest) tidak ada baik sebesar 60 %, dan yang
peserta yang memperoleh nilai amat baik. tergolong kategori baik sebesar
Guna mendukung pembuktian adanya 40%. Hal ini berarti peserta latih
peningkatan pengetahuan dan merasa puas dengan proses
kemampuan peserta kursus penjamah pembelajaran pelatihan karena
makanan ini, uji analitik yang paling tepat sebagian besar kepuasan peserta
menggunakan uji statistik t Test before – terhadap penyelenggaraan proses
after. Pada alpha = 0,05 dan dF = 24, pembelajaran pada umumnya
diperoleh hitungan t hitung = 13.675, tergolong dalam kategori amat baik.
sedang t tabel sebesar 2,06 yang berarti t
hitung lebih besar dari t tabel yang berarti 3. Penilaian terhadap Penyelenggara
Ho ditolak (perhitungan terlampir). Hal ini an Akomodasi
menunjukkan bahwa ada perbedaan yang Peserta diberikan kesempatan
signifikan antara nilai pretest dan posttest. untuk menilai penyelenggaraan
Berdasarkan kedua pembuktian akomodasii dengan cara mengisi
perbedaan nilai pre – test dan post test format evaluasi pada saat akhir
tersebut diatas maka kesimpulan pelatihan. Hasil evaluasi tersebut
sementara bahwa pengetahuan dan menunjukan bahwa :
kemampuan penjamah makanan a. Yang menyatakan ruang kelas
meningkat semakin setelah memperoleh tergolong dalam kategori amat baik
kursus yang diselenggarakan oleh Kantor sebesar 44%, dan yang tergolong
Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung pada kategori baik sebesar 56 % .
Priok. Hal ini berarti sebagian besar
peserta menyatakan bahwa
2. Penilaian terhadap Proses akomodasi ruang kelas cukup
Pembelajaran menunjang dalam pemahaman
Peserta diberikan kesempatan untuk materi yang diberikan.
menilai dirinya sendiri dalam proses

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


b. Yang menyatakan makanan / 2. Keberhasilan kursus ini didukung oleh
minuman tergolong dalam kategori bagusnya penyelenggaraan proses
amat baik sebesar 52%, dan yang19 pembelajaran dan penyelenggaraan
tergolong pada kategori baik akomodasi yang disiapkan oleh panitia.
sebesar 48 % . Hal ini berarti
sebagian besar peserta SARAN
menyatakan bahwa akomodasi
makanan/minuman cukup 1. Penyelenggaraan pelatihan ataupun
menunjang dalam pelaksanaan kursus yang lain, hendaknya tetap
pelatihan. mengacu pada pedoman yang telah
ditetapkan.
KESIMPULAN 2. Selain para penjamah makanan, yang
perlu memperoleh pelatihan atau kursus
pada periode berikutnya adalah para
1. Kursus penjamah makanan yang pengelola atau pemilik Tempat
dilaksanakan oleh Kantor Kesehatan
Pengelolaan Makanan.
Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok selama 3
3. Penyelengaaraan pelatihan pada
hari pada tanggal 28 – 30 Desember
periode berikutnya perlu diawali oleh
2005 dapat berjalan dengan baik,
penyelenggaraan kajian kebutuhan
lancar dan dapat meningkatkan
pelatihan agar lebih efisien.
pengetahuan dan kemampuan peserta
secara signifikan.

DAFTAR PUSTAKA

1. Hardjana, Agus M, “Training SDM yang Efektif”, Penerbit Kanisius, 2001


2. Hermansyah, SH, “Identifikasi Kebutuhan Diklat”, Bahan Ajar Diklat Kewidyaiswaraan Berjenjang Tingkat Pertama,
Lembaga Administrasi Negara RI, Jakarta, 2002
3. Lembaga Admi9nistrasi Negara RI, “Rencana Tindak Lanjut (Action Plan)” , Bahan Diklat Bagi Pengelola Diklat,
Jakarta, 2003
4. Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Departemen Kesehatan RI, “Buku Pedoman Pengkajian Kebutuhan Pelatihan”,
Jakarta 1996.
5. Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Badan Pengembangan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia, Departemen
Kesehatan RI, “Kumpulan Instrumen Diklat (Pegangan Fasilitator)”, Jakarta, 2002.
6. Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Badan Pengembangan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia, Departemen
Kesehatan RI, “Akreditasi dan Sertifikasi Pelatihan Kesehatan”, Jakarta, 2003.
7. Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Badan Pengembangan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia, Departemen
Kesehatan RI, “Pedoman Penyusunan Kurikulum Modul Pelatihan Berorientasi Pembelajaran”, Jakarta, 2004.

20
Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006
DESINFEKSI
PADA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I TANJUNG PRIOK
Merupakan Tindaklanjut Upaya Pengawasan Kualitas Air
Oleh : Nana Mulyana, SKM

PENGERTIAN
Upaya pengawasan kualitas air merupakan suatu sistem pengawasan
terhadap Sarana Air Bersih yang bertujuan agar kualitas air yang
diproduksi oleh sarana tersebut tetap terawasi sehingga aman dan
sehat. Sedangkan yang dimaksud dengan desinfeksi (disinfection)
adalah penyucihamaan yang memiliki tujuan untuk membunuh bakteri
pathogen yang penyebarannya melalui alat / bahan yang akan di
didesinfeksi.

BEBERAPA CONTOH PELAKSANAAN b. Jumlah mikro organisme yang besar akan


DISINFEKSI memerlukan dosis desinfektan yang
lebih besar pula.
A. DESINFEKSI AIR c. Umur
Umur mikro organisme akan
mempengaruhi pula efektifitas
Desinfeksi air bertujuan untuk
desinfektan.
membunuh bakteri pathogen yang
penyebarannya melalui air seperti penyakit
Waktu Kontak desinfeksi air :
tipus, kolera dan disentri. Faktor – faktor
Konsentrtasi desinfektan erat kaitannya
yang harus di pertimbangkan dalam
dengan waktu kontak. Agar dapat
menentukan cara untuk mendesinfeksi air :
berfungsi dengan optimal, desinfektan
- Daya / kekuatan dalam membunuh harus mempunyai waktu kontak yang
mikro organisme pathogen, yang cukup dengan air yang diproses. Efektifitas
berjenis bakteri, virus protozoa dan desinfektan dapat ditunjukkan dengan
cacing. suatu konstanta yang merupakan hasil kali
- Tingkat kemudahan dalam memantau konsentrasi dengan waktu kontak.
konsentrasinya di dalam air
- Kemampuan dalam memproduksi Konstanta = konsentrasi x waktu kontak
residu yang akan berfungsi sebagai
Makin rendah konsentrasi desinfektan makin
pelindung kualitas air pada sistem
tinggi efektifitasnya.
distribusi.
- Teknologi pengadaan dan
Faktor Lingkungan
penggunaan yang tersedia
a. Suhu
- Faktor ekonomi / anggaran yang
Makin tinggi suhu air, makin tinggi pula
tersedia.
efektifitas desinfektan.
b. PH
Aspek desinfeksi air : Pada desinfektan Chlor daya basminya
Kecepatan dan keampuhan desinfektan berkurang apabila PH naik.
sangat tergantung beberapa faktor : c. Kualitas air
a. Jenis Air yang mengandung zat organik
Jenis mikro organisme, yaitu : bakteri, diperlukan konsentrasi Chlorin yang
virus dan protozoa mempunyai makin tinggi.
kepekaan tertentu terhadap
desinfektan yang berlainan. Resistensi Cara mendesinfeksi air
protozoa > enterovirus > enteric Beberapa cara untuk mendesinfeksi
bacteria. bakteri pathogen :

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


a. Cara kimia menit sampai diperoleh sisa chlor
Desinfeksi secara kimia dapat dilakukan konstan.
dengan menambahkan bahan kimia
21
seperti unsur halogen (Cl2 / senyawa Chlor, Perhitungan kebutuhan kaporit
B2I, ozon). Misal dari hasil pengamatan diperoleh :
Bahan kimia yang paling banyak Sisa chlor segera = 0,6 mg/l
digunakan untuk desinfeksi adalah 10 menit I = 0,5 mg/l
senyawa Chlor yang disebut Chlorinasi, di 10 menit II = 0,4 mg/l
Indonesia kebanyakan digunakan kaporit 10 menit III = 0,35 mg/l
(Ca (OCl)2) karena murah, mudah didapat 10 menit IV = 0,3 mg/l
dan mudah penangananya. 10 menit V = 0,3 mg/l
Kaporit yang dimasukan kedalam air 10 menit VI = 0,3 mg/l
mula-mula akan bereaksi dengan Daya sergap chlor = sisa chlor segera –
unsur/senyawa pereduksi yang terkandung sisa chlor tetap = 0,6 mg/l – 0,3 mg/l
didalam air selanjutnya akan efektif untuk = 0,3 mg/l
membunuh kuman, hal ini disebut daya Angka keamanan
sergap chlor. Jadi daya sergap chlor = ½ x (daya sergap chlor + sisa chlor tetap)
adalah selisih antara jumlah Cl2 yang = 0,3 mg/l
diberikan kedalam air dengan sisa chlor
bebas pada waktu akhir kontak. Waktu Kebutuhan chlor
kontak biasanya 30 – 60 menit. Syarat = daya sergap chlor + angka keamanan
untuk keamanan air minum harus ada sisa = 0,6 mg/l
chlor dalam air minum 0,2 – 0,5 ppm.
Selain kaporit dipakai juga bahan lain Jika bahan kimia yang digunakan adalah
yang mengandung chlor seperti NaDCC kaporit 60 %, maka banyaknya kaporit =
(Natrium Dichloro-Chlorine), dengan kadar 100/60 x 0,6 mg/l = 1,0 mg/l.
chlor aktif lebih kurang 60 %. Dalam
perdagangan NaDCC ini dikemas dalam b. Cara fisika
bentuk tablet. Keuntungan dari tablet Cara fisika yakni pemanasan air dan
NaDCC ini adalah masa kontak dengan sinar ultraviolet.
kuman hanya 10 menit. Desinfeksi secara fisika dapat dilakukan
dengan pemanasan/perebusan air sampai
Cara menentukan daya serap chlor mendidih, sedangkan dengan sinar ultra
* Peralatan : violet sementara ini masih belum banyak
- Botol coklat volume 1 liter digunakan.
- Komparator
- Pipet chlor
c. Cara mekanis
* Bahan :
- Larutan aporit 0,2% Yakni pengendapan / sedimentasi
- Indikator orthotolidin (bakteri berkurang 23 % – 75 %), saringan
* Cara Kerja : pasir lambat (bakteri berkurang 90 % - 99%).
- Siapkan botol dengan volume 1 liter
* Sedimentasi
- Diisi air sampel yang akan diperiksa
Sedimentasi adalah proses
sebanyak 1 liter
pengendapan partikel – partikel yang
- Ditambah larutan kaporit 1- 4 ml
tersuspensi dalam cairan/zat karena
- Dicampur dengan direbus sampai
pengaruh gravitasi
merata
Sedimentasi dapat berlangsung
- Segera diambil secukupnya untuk
sempurna pada danau yang airnya
periksa sisa chlornya (sisa chlor
tenang atau suatu wadah yang dibuat
segera)
sehingga air didalamnya dalam keadaan
- 10 menit kemudian diperiksa lagi sisa
tenang. Biaya pengolahan air dengan
chlornya dan seterusnya setiap 10
proses sedimentasi relatir murah karena

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


tidak membutuhkan peralatan mekanik mengalir secara gravitasi kedalam bak
maupun penambahan bahan kimia. penampungan. Untuk menghindari
Namun demikian membutuhkan waktu kontaminasi bak – bak tersebut ditutup,
paling sedikit 24 jam. tetapi diberi lubang agar kontak dengan
Manfaat sedimentasi : untuk udara luar.
mereduksi bahan – bahan tersuspensi
(kekeruhan) dari dalam air dan dapat22
juga mereduksi kandungan B. DESINFEKSI TANGKI AIR
mikroorganisme.
Bila tangki air minum maupun
Proses sedimentasi : Partikel – partikel sistemnya atau bagian-bagian suku
padat akan mengendap bila gaya gravitasi cadang dalam penggunaan, diperbaiki
lebih besar dari pada kekentalan dan gaya atau diganti, atau telah terkontaminasi,
kelembaban (enersia) dalam cairan. Proses hendaknya dibersihkan, didesinfeksi, dan
sedimentasi dibedakan menjadi 2 , yaitu: dibilas sebelum dikembalikan dalam
- Sedimentasi alamiah pengoperasian. Bila penyuling air munum
Partikel padat tersuspensi mengendap atau sistemnya, pipa dan perlengkapan
karena gaya beratnya sendiri dan tanpa antara penyuling dan tangki air layak
penambahan bahan kimia. Sedimen ini minum atau sistemnya hendaknya
dapat terjadi didanau, waduk dan sungai didesinfeksi.
yang kecepatan alirannya lambat sekali. Perawatan hendaknya cukup efektif
- Sedimentasi non alamiah untuik menghancurkan kista Entamuba dan
Partikel padat tersuspensi akan Virus Hepatitis. Pada tingkat desinfeksi
mengendap setelah peambahan bahan, tersebut segala jenis organisme penyebab
karena penambahan tersebut partikel penyakit kemungkinan besar turut hancur,
menjadi lebih besar, lebih berat dan lebih pendidihan sebuah cara efektif desinfeksi,
stabil sehingga pengendapan lebih tidak biasa digunakan dikapal, kecuali
cepat. untuk sebagian kecil air untuk keperluan air
minum, memasak atau pengobatan yang
* Saringan pasir lambat memerlukan penanganan segera.Cara lain
Melalui proses absorbsi bakteria dapat desifeksi, selain cara khlorinasi,
dihilangkan dari air dan ditahan pada membutuhkan peralatan yang pada saat
permukaan butiran pasir, proses ini akan ini terlalu besar untuk dipasang dan
menghasilkan air yang memenuhi syarat digunakan di kapal.
bakteriologis karena tidak mengandung Campuran Khlorin yang digunakan
Escherichia coli, Entamoeba histolytica untuk desinfeksi hendaknya memiliki
dan cacing seperti Ascaris lumbricoides. kekuatan tidak kurang dari campuran 50
Cara pembuatan : ppm (50 mg/liter). Waktu hubung tidak
Prinsip kerjanya yaitu dengan melewatkan boleh kurang dari 24 jam, kecuali bila ada
air baku melalui lapisan sebagai media keperluan mendesak dapat dikurangi 1
penyaringnya secara gravitasi. jam, konsentrasi kh;lorine yang hendaknya
Bahan : disediakan pada saat tersebut adalah 100
- Pasir : dengan ketebalan 70–100cm ppm (100 mg/liter). Air yang merupakan
- Kerikil : dengan ketebalan 25–30cm campuran khlorin pekat hendaknya
- Tinggi air baku diatas saringan: 100–120 disingkirkan dan system dibilas dengan air
cm layak minum sebelum digunakan
- Bak penampung air yang terolah, kembali.Khlorin sebaiknya digunakan dalam
tinggi 25-40 cm bentuk campuran Hipokhlorit,
- Bak penampung air baku tinggi 3 m. menggunakan Hypokhlorinator komersial
Proses : yang didesain khusus untuk keperluan
Masukkan air baku keruangan paling tersebut. Hala yang penting untuk
atas, kemudian air mengalir sendiri melalui menggunakan khlorin sesuai dengan
saringan, air yang telah tersaring akan

23
Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006
keperluanair yang akan dirawat. Oleh Untuk bubuk
karena itu, sebuah alat otomatis,
Hypochlorinator yang dapat diatur sesuai = 70 x dosis 70% dalam kolom
dengan keperluan hendaknya digunakan. Persentase khlorin dalam campuran
Kapasitas hendaknya dapat ditentukan
untuk lingkup maksimum rata-rata air dan
perawatan diperlukan untuk menghasilkan
residu khlorin yang baik (tidak kurang dari Untuk cair
0,2 ppm (0,2 mg/liter) dari khlorin murni
atau 1,0 ppm (1mg/liter) khloriamine. Bila air = 5 x dosis 5% dalam kolom
dirawat dengan teratur dengan cara Persentase khlorin dalam cairan
khlorinasi, ketentuan mengenai tangki
penyimpanan sementara yang Jumlah Chlor Yang Diperlukan Untuk
berkapasitas culup bagi keperluan periode Memperoleh Kadar 50 mg/liter
kontak air dan khlorin. Waktu kontak ini
berakhir pada saat sejumlah air dikirim ke Jumlah Chlor Yang Diperlukan
unit perawatan berikutnya , dihitung Chlorinated High- Cairan
berdasarkan rata-rata maximum aliran Lime 25 % testCalcium Sodium
melalui tangki kontak. Bila digunakan dosis Hypokhlorit hypokhlorit
normal khlorin, waktu kontak tidak bolah 70 % 5% 10 %
lebih dari 20 menbit dengan residu khlorin Kg Kg Liter Liter
0,2 ppm (0,2 mg/liter). Bila superkhlorinasi 0,75 0,3 3,8 1,9
dilakukan, sangat baik apabila waktu 1,5 0,6 7,5 3,8
kontak dipersingkat.Penggunaan khlorin 3,75 1,5 19,0 9,5
cair yang menimbulkan resiko keluarnya 7,5 3,0 38,0 19,0
gas dan ruangan yang dibutuhkan
keperluan pemasanga dan penggunaan
peralatan dan penyimpanan silinder c. Siapkan larutan khlorin
cadangan hendaknya menjadi perhatian. Tempatkan jumlah yang cukup
campuran khlorin dalam tempat yang
Prosedur desinfeksi dengan khlorin :l bersih dan kering. Tambahkan sedikit air
dan campur menjadi pasta kental. Cairkan
Campuran chlorine yang dapat digunakan pasta tersebut dengan mencampur air
untuk mendisenfeksii sistem air adalah kapor perlahan-lahan dan aduk secara konstan
khlorin, hipokhlorit atau cairan sodium menjadi satu atau dua US gallon (4-8 liter)
hipokhlorit. Kapur khlorin dan cairan sodium cairan didapat (air hangat lebih baik dari
khlorin bersifat mudah menguap, maka air dingin untuk tujuan ini). Biarkan cairan
setelah digunakan hendaknya ditutup selama 30 menit, sehingga partikel-partikel
rapat kembali. Semua produk tersebut yang tidak terlarut akan turun kebawah.
hendaknya disimpan dalam tempat yang Tuangkan cairan bersih (larutan khlorin) dan
kering gelap dan sejuk. jika perlu, sering dengan menggunakan
kain kasa atau kain katun tipis.
Urutan kerja :
d. Masukkan cairan khlorin ke dalam tangki
a. sikat tangki-tangki penyimpanan air dan air layak pakai.
bilas dengan air minum. e. Dengan cepat, setelah memasukkan
cairan khlorin, tangki hendaknya sudah
b. Tentukan volume kebutuhan air untuk diisi dengan air minum.
mengisi tangki kemudian tentukan dosis f. Air yang telah tercampur dengan khlorin
kebutuhan desinfektan sesuai rumus didiamkan selama 4 jam. Apabila waktu
dan table dibawah ini : dipersingkat 1 jam maka dosis khlorin
dinaikkan menjadi 100 mg/l.

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


g. Setelah periode kontak, tangki
penampungan air dibilas dengan air
minum sampai bau khlorin hilang sama
sekali.
h. Isi tangki penampungan dengan air
minum.
Tabel Zat Desinfektan, Konsentrasi dan
C. DESINFEKSI ALAT KEDOKTERAN 24 Tingkat Aktivitasnya

Untuk mencegah terjadinya infeksi


Aktifitas
nosokomial karena penggunaan alat Metode Konsentrasi
Desinfektan
medis yang tidak steril maka peralatan a. Panas basah 75 – 1000 C Tingkat tinggi
yang akan digunakan harus dilakukan b. Cairan
1.Glutaraldehida variabel Tinggi - menengah
desinfeksi. Proses desinfeksi harus
2.Hidrogen peroksida 3–6% Tinggi - menengah
didahului dengan proses pencucian 3. Formaldehida 1–8% Tinggi - rendah
yang memadai, karena proses itu akan 4. Chlorinodiok variabel Tinggi
sida
menghilangkan sebagian besar kuman 5. Asam peracetic variabel Tinggi
yang terdapat pada permukaan benda 6. Senyawa Chlorin 500–5.000mg/l Menengah
7. Alkohol 70 % menengah
dan sisa kuman yang sedikit akan lebih 8. Senyawa phenol 0,5 – 3 % Menengah-rendah
mudah dibunuh dengan bahan 9. Senyawa 30 – 50 mg/l Menengah-rendah
yodium
10. Senyawa amonium 0,1 – 0,2 % Rendah
Proses desinfeksi dibagi menjadi
Alat kedokteran yang dibutuhkan pasien
tiga tingkat aktivitas :
dibagi menjadi :
a. Desinfeksi tingkat tinggi
d. Alat – alat yang sifatnya kritis
Adalah proses desinfeksi yang mampu
Adalah alat kedokteran yang
membunuh spora, kuman
dimasukkan kedalam tubuh manusia
Mycobacterium tuberculosis varian
yang sifatnya steril, misalnya : alat
bovis, bakteri, jamur, virus non lipid, virus
laparoskope (untuk meneropong
kecil, virus lipid dan virus ukuran sedang.
rongga tubuh manusia), arthroskope
(alat untuk meneropong rongga
b. Desinfeksi tingkat menengah
sendi), haemodialisis (alat untuk
Adalah proses desinfeksi yang tidak
mencuci darah).
perlu membunuh spora, tetapi mamu
membunuh Mycobacterium tuberculosis
e. Alat – alat yang sifatnya semi kritis
varian bovis yang lebih resisten
Adalah alat kedokteran yang dalam
terhadap zat desinfektan dibanding
penggunaanya akan menempel
kuman – kuman yang lain, bakteri, jaur,
pada membran mukosa tubuh
virus non lip
manusia tetapi tidak sampai
menembus pembuluh darah.
c. Desinfeksi tingkat rendah
Contohnya : spekulum vagina, alat
Adalah proses desinfeksi yang hanya
pernapasan buatan pada anastesia,
mampu membunuh bakteri saja. Bahan
alat kedokteran gigi dan termometer.
– bahan yang termasuk zat desinfektan,
konsentrasi dan tingkat aktivitas
f. Alat – alat yang sifatnya tidak kritis
desinfeksi yang dicapai dapat dilihat
Adalah alat kedokteran yang hanya
pada tabel berikut.
berhubungan dengan kulit manusia.
Contohnya : alat pengukur tekanan
Cara memilih tingkat desinfeksi yang
darah.
dibutuhkan Pemilihan tingkat desinfeksi
umumnya ditentukan oleh fungsi alat
D. DESINFEKSI ALAT KESEHATAN DAN
kedokteran dan permukaan benda yang
didesinfeksi. LABORATORIUM

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


Desinfeksi alat kesehatan dan  Dapat digunakan pada benda
laboratorium adalah proses perlakuan yang tahan panas tetapi tidak
terhadap barang atau bahan tahan pemijaran
kesehatan dan laboratorium sehingga Suhu yang dan waktu yang digunakan
pada akhir proses tidak ditemukan adanya25 - 1500C : 60 – 150 menit
Dimasak degan
- 160 C0
air mendidih
: 45 – 120 menit
mikroorganisme hidup pada bahan atau
Caranya
- 170 0
C : : 20 – 60 menit
barang tersebut.
- Alat
180 0
C dan
: 20 – bahan dimasukkan kedalam
30 menit
Desinfeksi dapat dilakukan dengan cara
wadah yang berisi air, kemudian didihkan.
panas basah, panas kering, bahan kimia,
Waktu dihitung setelah temperatur yang
penyinaran dan penyaringan berikut
diinginkan tercapai/mendidih. Hasil proses
uraiannya :
ini kurang memuaskan karena sesudah
mendidih 2 sampai 4 jam spora belum
a. Desinfeksi dengan pemanasan
mati.
Efektifitas kematian mikroorganisme
karena panas dipengaruhi oleh derajat
panas, waktu pemanasan dan kadar e. Menggunakan uap air pada suhu 1000C
uap air. Proses kematian Dilakukan dengan menggunakan alat
mikroorganisme disebabkan oleh yang bentuknya seperti dandang.
karena terjadinya koagulasi dan oksidasi Caranya :
dari protein mikroorganisme. Alat dan bahan dimasukkan kedalam
Koagulasidapat terjadi pada suhu tempat desinfeksi pada saat suhu air
tertentu dengan adanya ua air. 1000C
Sedangkan oksidasi akan terjadi Cara ini mempunyai beberapa
apabila uap air sedikit atau tidak ada keuntungan :
sama sekali. - Uap air mempunyai daya bakterisida
lebih kuat dibandingkan dengan udara
b. Pemijaran kering. Sehingga waktunya lebih singkat.
Alat yang digunakan : - Uap air dapat menempati seluruh
- Api bunsen ruangan alat dengan merata sehingga
- Api spiritus diperoleh pemanasan yang merata.
Syarat :
- Seluruh permukaan benda f. Menggunakan uap air jenuh pada
berhubungan langsung dengan api. tekanan tinggi
- Lama pemijaran tidak kurang dari 2 Cara ini memberikan jaminan desinfeksi
detik. yang paling baik, karena dapat
Keuntungan : mencapai sterilitas bahan dengan baik.
- Pelaksanaan cepat dan sederhana. Disini pemusnahan mikroorganisme
-Hasil yang diperoleh terjamin berdasarkan penggumpalan zat putih
sterilitasnya. telurnya (protein). Alat ini dilengkapi
dengan alat penghisap uap air yang
Kerugian : bekerja pada waktu proses sudah selesai.
 Hanya dapat diguakan pada Dengan demikian alat dan bahan
benda berbahan logam dan menjadi kering.
porselin. g. Desinfeksi dengan penyinaran
 Benda yang telah steril harus segera Pada cara penyinaran kemampuan
digunakan. membunuh dari sinar ultra violet, sinar
c. Menggunakan udara kering gama, sinar beta dan ultra vibrasi
Alat yang digunakan : OVEN disebakan oleh karena adanya pengaruh
Keuntungan sinar terhadap mikroorganisme.
 Hasil yang diperoleh kering. - Sinar Ultra Violet
Sinar UV dengan panjang gelombang

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


200 A – 296 A dapat melalui penyaringan dengan saringan26
membunuh mikroorganisme patogen, yang mempunyai diameter lubang
spora, virus dan jamur. berukuran lebih kecil dari pada
- Sinar gama diameter mikrorganisme.
Isotop radioaktif yang digunakan Bahan yang digunakan antara lain :
adlah Cobalt-60 - Polimer selulosa (MF Milipore, Poli
- Sinar X dan Sinar katoda hidrokarbon Teflon)
Sinar X dan elektron-elektron dengan Cara ini diguakan untuk bahan,
intensitas tinggi mempunyai sifat larutan yang tidak tahan panas dan
mematikan mikroba. tidak tahan bahan kimia.

h. Desinfeksi dengan penyaringan - High efficiency particular air (Hepa)


Mikroorganisme tidak hanya dapat Udara untuk ruangan aseptic juga
dibunuh tetapi dapat dipisahkan yaitu didesinfeksi dengan cara ini.

Daftar Pustaka
1. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 265 / MENKES / SK / III / 2004 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan, Jakarta, 2004
2. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 264 / MENKES / SK / III / 2004 tentang
Kriteria Klasifikasi Kantor Kesehatan Pelabuhan, Jakarta, 2004
3. Dirjen PPM dan PL – Departemen Kesehatan RI, “Materi Pelatihan Penyehatan Air” , Jakarta, 1995

Lanjutan dari hal 6…………….. untuk membuktikan kemampuan anda.

Nah, . . . .test ini juga menguji apakah anda Jawaban yang benar :
merespon hal yang sederhana dengan Berenang saja.
cara yang kompleks. Karena seluruh buaya sedang pergi ke
Konferensi para binatang.
Jawaban no1 yang benar :
Buka Kulkas dan masukkan Jerapahnya dan Ini menguji apakah anda belajar dari
selanjutnya tutup kembali Kulkasnya. kesalahan anda sebelumnya.
(Bisa atau tidak bisa, yaa terserah, yang
penting masukkan saja) Menurut Anderson Consulting Worldwide,
Jawaban yang salah : sekitar 90% profesional yang mereka test
Buka Kulkas, masukkan Gajah dan tutup memberi jawaban salah atas semua
kembali pintu Kulkasnya. pertanyaan. Namun demikian, anak – anak
Jawaban no : 2 yang benar : pra sekolah (Play Group) menjawab
Buka Kulkas, keluarkan Jerapahnya, pertanyaan dengan benar.
masukkan Gajah dan tutup kembali pintu Menurut Anderson Consulting, hal ini
Kulkasnya. mendukung teori yang menyatakan
Nah, . . . . kan sebelumnya sudah ada kebanyakan profesional mempunyai otak
Jerapah di dalam Kulkas. yang sama dengan otak anak – anak usia 4
Jawaban no : 3 yang benar : (empat) tahun.
Si Gajah (Itupun kalau bisa menjawab pertanyaan –
(Kan Si Gajah masih beada dalam Kulkas. pertanyaan tersebut, kalau tidak . . . yaaaah
Ingat !!!) lebih jelek lagi)
Nah, . . . . ini menguji ingatan anda.
Okey, jika anda menemui kegagalan
dalam 3 (tiga) pertanyaan tersebut diatas, Bejana yang berisi angin lebih
anda masih memiliki 1 (satu) kesempatan baik dari pada diisi air yang
keruh
( Mr Q )
27

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


DISINSEKSI
(PEMBASMIAN SERANGGA) DI KAPAL
Oleh :
Agus Sudarman, SKM

P elaksanaan pengawasan hygiene – rendahnya sehingga faktor resiko


sanitasi kapal, merupakan tugas penularan penyakit dapat terputus.
pokok Kantor Kesehatan Pelabuhan,
Selanjutnya : Jika ditemukan bukti adanya Tujuan
resiko kesehatan umum diatas kendaraan, Membebaskan kapal dari serangga –
pejabat kesehatan pada titik kedatangan serangga yang mungkin menjadi vektor
akan menggangap kendaraan tersebut penyakit – penyakit tertentu serta
sebagai terjangkit dan tindak lanjutnya, mencegah terjadinya penyebaran vector
sebagai berikut : penular.
a. pejabat kesehatan dapat melakukan
disinfeksi, dekontaminasi, membasmi Yang perlu diperhatikan dalam
hama atau serangga pada kendaraan pelaksanaan disinseksi :
yang sesuai atau agar tindakan – 1. Alat yang dipakai :
tindakan tersebut dilaksanakan - Wettable sparayer ( handsprayer)
dibawah petunjuk denqan - Mist sprayer ( machine sprayer)
pengawasannya. - Swingfog sprayer
b. Pejabat kesehatan dapat memutuskan 2. Insektisida, umpan yang dapat
teknik yang harus diterapkan pada tiap- digunakan di kapal terdiri dari golongan
tiap kasus untuk memastikan tingkat organophosphorus dan piretroid.
pengendalian resiko kesehatan umum 3. Penyimpanan insektisida perlakuanya
yang cukup. dengan :
- Disimpan pada ruangan terkunci
Kapal merupakan alat angkut - Diberikan peringatan dengan tulisan
manusia dan bermacam – macam barang ” Racun berbahaya ”
dalam jumlah besar sehingga kondisi ini 4. Pelaksanaan spraying
akan menarik berbagai jenis serangga untuk a. untuk kecoa, kutu, tungau, caplak,
hidup. Beberapa serangga disamping dan lalat, adalah :
menimbulkan kerusakan dan juga - Memakai alat wetable sprayer/mist
merupakan vektor berbagai penyakit. sprayer
Pengendalian dan pemberantasan - Memakai insektisida dari golongan
serangga sangat diperlukan untuk menjaga organosphorus
agar kondisi kapal tetap dalam keadaan - Usahakan tidak menyemprotkan
sehat. lang.sung pada kawat listrik yang
Kecoa, nyamuk, pinjal, lalat, caplak dan berarus
tungau merupakan serangga atau vektor - Semua bahan makanan atau
yang dapat menyebarkan penyakit. makanan harus dikeluarkan
Penyebaran vektor atau serangga kekapal - Semua kipas angin,AC dimatikan
dapat melalui berbagai cara baik lewat - Semua awak kapal harus turun dari
barang, manusia , tikus, maupun terbang kapal minimal untuk selama 2 (dua)
ketika kapal mendarat di pelabuhan. Oleh jam
karena itu nakoda kapal mempunyai - Petugas pelaksanan spraying
kewajiban untuk mengusahakan kapalnya (sprayman) harus :
terbebas dari serangga atau menekan a) Memakai sarung tangan
tingkat kepadatan vektor sampai serendah 28

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


b) Memakai pelindung mata dan - Tidak merangsang (non-irritant)
masker hidung - Tidak menimbulkan bau kurang sedap
c) Memakai topi kerja/helm kerja - Tidak menimbulkan residu yang
d) Tidak makan,minum dan merokok membahayakan
e) Dilarang tangannya memegang - Tidak mudah terbakar
anggota tubuh lainnya - Tidak mengakibatkan keracunan pada
f) Mandi dan mencuci rmbut pemberian yang berulang-ulang.
dengan air sabun yang bersih - Mempunyai ”insecticidal spectrum”
setelah selesai spraying yang luas
g) Setiap 6 (enam) bulan diperiksa - Penyimpanan dan penggunaannya
darahnya mudah
- Mudah menyebar ke seluruh ruangan
b. Untuk pemberantasan nyamuk A.
aegypti di kapal alat yang digunakan Anjuran mengenai insektisidanya :
adalah swingfog machine dengan 1. Formulasi insektisida
memakai insektisida golongan 2. Kaleng aerosol (aerosol dispenser):
organosphosphorus dan piretroid. - jenis, bentuk, isi
- kecepatan penyemprotan ( rate of
Disinseksi pesawat udara discharge from dispenser)
Sesuai dengan anjuran WHO dalam ” - ukuran partikel aerosol yang
Recommendations on the disinsection of berbentuk
aircrafts” maka cara-cara yang dipakai 3. Tidak mudah terbakar
untuk disinseksi pesawat udara ialah : 4. Tidak berpengaruh buruk terhadap
1. ”Blocks away disinsection” sebelum manusia, pesawat udara.
pesawat udara lepas landas. 5. Daya bunuh (acceptable biological
2. Disinsacting on the ground on arrival” performance standard)
segera setelah pesawat mendarat. (Lihat Annex VI IHR 1969).
Kedua cara ini menggunakan insektisida
berbentuk aerosol yang mempunyai knock- Daya bunuh Insektisida yang digunakan
down effect dan dilaksanakan di dalam harus seimbang dengan Standard
ruang tertutup (space spraying). Referance Aerosol yang telah ditetapkan
oleh WHO, formulasi Standard Referance
Tujuan aerosol (SRA) adalah sebagai berikut :
Membebaskan pesawat udara dari % berat
serangga-serangga yang mungkin menjadi - Pyrethrum extract (25% pyrethrin) ………
vektor penyakit – penyakit tertentu dan ……………… 1,6
mencegah terjadinya penyebaran vektor - DDT technical …………..3,0
tanpa menimbulkan kerusakan pada - Xylene …………….……...7,5
pesawat udara, isinya dan tidak - Odourlene petroleum distil..... 2,9
menganggu atau tidak merugikan - Dichloro-fluoro-methane ........42,5
penumpang. - Trichloro-floro-methane ......... 42,5
Indikasi
Disinfeksi dilakukan bila : Biasanya digunakan kaleng earosol (aerosol
 Pesawat udara datang langsung dari dispenser) yang single-use atau multi – use
daerah dimana terdapat Demam non – refillable type dengan kapasitas
kuning. maksimal 490 cc.
 Dalam pesawat terdapat banyak Pada tiap kaleng harus tercantum berat
serangga, khususnya nyamuk. netto dari setiap bahan yang terdapat
 Atas permintaan maskapai dalam formulasi aerosol tersebut.
penerbangan.
Insektisida yang digunakan Aerosol yang berbentuk harus :
Insektisida yang digunakan hendaknya - tidak mudah terbakar
bersifat : - tidak beracun untuk manusia 29

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


- tidak merusak pesawat udara dan - Selama penyemprotan dan setidak-
bagian-bagian/peralatannya. tidaknya 5 menit setelah disemprot,
Dosis yang dipakai : 35 gram/m3 ruangan sistim ventilasi harus dimatikan.
atau 10 gram/1000 cubic feet. - Semua bagian pesawat yang
Contoh : untuk hapus serangga 1 pesawat hanya dapat dicapai dari luar yang
DC-8 dengan volume cabin 8.000 cf mungkin merupakan persembunyian
diperlukan aerosol formulation sebanyak serangga (muatan, tempat roda
8000/1000 x 10 gram = 80 gram. Ruangan pesawat dll) didisinfeksi beberapa
yang disemprot harus dibiarkan tertutup saat sebelum pesawat lepas landas
selama sekurang-kurangnya 5 menit setelah oleh petugas-petugas kesehatan.
penyemprotan selesai.
Tata cara disinseksi pesawat udara 2. Disinsection on the ground on arrival
1. Blocks away disinsection Cara ini dilaksanakan oleh
Cara ini dilakukan setelah semua petugas – petugas Kantor Kesehatan
muatan dinaikkan ke pesawat udara, Pelabuhan setempat segera setelah
pintu pesawat dikunci dan pesawat siap pesawat mendarat dan belum
meninggalkan landasan (penahan roda menurunkan muatan.
pesawat atau ” Blocks” telah - Begitu petugas kesehatan naik ke
disingkirkan). pesawat, pintu segera dikunci
Jadi disinfeksi dilakukan oleh awak kembali. Semua tempat yang
pesawat, tentunya berdasarkan mungkin dihinggapi nyamuk dan
petunjuk-petunjuk dari Kantor Kesehatan seluruh ruangan disemprot.
Pelabuhan setempat. Perhatikanlah tempat dibawah kursi,
Sedangkan cabin dan lain – lain bagian dibelakang peti – peti muatan yang
pesawat (kecuali cockpit) dihapus – sukar dicapai oleh insektisida yang
seranggakan setelah pintu pesawat disemprot.
dikunci. - Makanan dan alat-alat
Aerosol dispenser yang akan makan/minum di pesawat harus
digunakan diberi nomor, nomor tersebut dilindungi dari kemungkinan
oleh petugas Kantor Kesehatan kontaminasi oleh insektisida.
Pelabuhan setempat dicantumkan - Semua pintu pesawat harus tetap
dibagian kesehatan dari Laporan Umum tertutup selama dan sekurang-
pesawat udara (health part of the kurangnya 5 menit setelah
Aircraft General Declaration). penyemprotan selesai. Selama
Kaleng aerosol yang telah terpakai waktu itu sistim ventilasi harus
disimpan oleh awak pesawat, dan dimatikan.
setibanya di pelabuhan udara yang - Setelah muatan diturunkan,
dituju, ditunjukkan kepada petugas periksalah hasil penyemprotan: bila
kesehatan setempat sebagai bukti ditemukan bangkai-bangkai nyamuk
bahwa pesawat itu sebelum take – off atau lain-lain serangga,
telah dihapus seranggakan. Semua kumpulkanlah untuk ditentukan
tempat yang mungkin menjadi tempat speciesnya.
persembunyian nyamuk (rak barang, Disinseksi kapal
bawah tempat duduk, tirai Seperti halnya di pesawat udara maka
dll)disemprot. Makanan dan alat-alat disinseksi dikapal adalah tidak kurang
makan/minum harus dilindungi dari pentingnya. Terlebih lagi bila diingat bahwa
kemungkinan kontaminasi dengan kapal merupakan alat angkut dari berbagai
insektisida. macam barang dalam jumlah besar yang
- Cockpit disemprot beberapa saat mempunyai daya tarik dan merupakan
sebelum pilot dan awak pesawat makanan bagi banyak macam serangga.
yang lain naik. Seperti kita ketahui bahwa binatang –
binatang ini disamping menimbulkan

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


kerusakan, juga terutama merupakan g) setiap 6 (enam) bulan
vektor berbagai penyakit. diperiksa darahnya.
Telah menjadi kewajiban dari tiap nakhoda b. Khusus untuk nyamuk A. aegypti di
untuk mengusahakan kapalnya bebas dari kapal pakailah swingfog machine
serangga ataupun menekannya sampai ke dengan memakai insecticide
jumlah yang dapat diabaikan. Malthion 3 %.
Yang perlu diperhatikan pada saat30
pelaksanan disinpeksi kapal : Pemberantasan lalat
1. Alat yang dipakai : Lalat termasuk golongan serangga
- Wettable sprayer (handsprayer) yang tersebar luas diseluruh dunia. Lalat dari
- Mist sprayer (machine sprayer) genus Musca, Fannia, Phaenicia, Calliphora,
- Swingfog sprayer Phormia dan Stomoxys sering disebut
2. Insectiside, umpamanya yang mudah sebagai lalat-lalat syanthrophic atau
di kapal : domestik karena mereka hidup di dekat
- Malation 3 – 5 % manusia. Yang akan dibahas disini hanya
- Propeksur 3 – 5 % mengenai lalat rumah atau Musca
3. Penyimpanan insectiside domestica yang merupakan vektor mekanis
- Simpan di tempat yang terkunci dari berbagai makanan.
- Berilah peringatan pada lemari Pemberantasan lalat yang paling
termaksud dengan tanda : ” Racun cocok untuk daerah pelabuhan, termasuk
Berbahaya” kapal adalah dengan menggunakan
4. Pelaksanaan spraying. bahan kimia atau chemical control dan
a. Untuk cockroach/semut/kutu- dilakukan pada periode yang singkat
busuk/lalat karena menjadi resisten yang cepat. Dapat
- Pakailah alat wettable digunakan insektisida sebagai larvasida,
sprayer/mist sprayer cara umpan (baits), penyemprotan dengan
- Pakailah insecticide Malation 3 % efek residu (residu sparying) dan
atau pakailah Baygon 5 % pengasapan (space spaying).
- Usahakanlah tidak
menyemprotankan langsung Bionomic lalat
pada kawat listrik atau yang ber Lalat bersarang / berkembang –
“arus”. biak di tempat-tempat dimana terdapat
- Semua Fan dimatikan. zat-zat organik umpamanya sampah
- Semua makanan atau bahan dapur, kotoran manusia / hewan, sisa
makanan harus dikeluarkan. makanan dll. Telur diletakkan pada bahan-
- Semua api di dapur dimatikan bahan organik yang lembab, Lalat betina
- Semua (awak kapal) kapal harus bertelur setelah ia berumur 3 – 23 hari,
turun dari kapal untuk selama 2 tergantung kepada suhu dan makanan
(dua) jam. yang tersedia. Setiap kali bertelur 100 – 150
- Sprayman harus : butir . Semasa hidupnya seekor lalat
a) memakai sarung tangan bertelur 2 – 4 kali.
b) memakai pelindung mata Setelah 8 – 30 jam telur menetas
dan masker hidung menjadi larva (maggot atau made), yang
c) memakai topi akan tumbuh dengan cepat selama 3 – 14
d) tidak merokok,minum,makan hari. Setelah larva cukup besar, mereka
e) berusaha jangan sampai pindah ke tempat – tempat yang kurang
tangannya menjamah lembab dan berubah menjadi kepompong
anggota/alat tubuh lainnya (pupa). Bila sarang sangat lembab / basah,
f) mandi dan mencuci larva akan masuk ke dalam tanah untuk
rambutnya dengan air sabun menjadi pupa, atau kebawah papan, daun
yang bersih setelah selesai – daun / rumput – rumput kering, 3 – 10 hari
spraying kemudian menjadi lalat dewasa yang
segera mencari jalan keluar ke permukaaan

31
Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006
sarangnya. Waktu minimal untuk - Golongan CHCL, misalnya emulsi
penyelesaian metamorphosa ini, dari telur atau suspensi DDT 5%, Methosy
hingga menjadi lalat dewasa, rata-rata 30 chloor 5%, Lindane 0,5% atau
hari. Karena daya kembang – biaknya yang Chlordane 2,5%.
hebat, populasi Musca domestica di suatu - Golongan Organophosphate
daerah dalam waktu yang singkat dapat seperti tertera pada tabel 3.
menjadi sangat banyak.

Pemberantasan lalat dan cara – cara Perhatian :


mengurangi bahaya penularan penyakit selama penyemprotan hindarkanlah
melalui lalat kemungkinan kontaminasi air minum
Pemberantasan dapat dilakukan dan atau makanan.
dengan cara kombinasi antara perbaikan Janganlah menyemprot bila sedang
lingkungan untuk mengurangi potensial ada kegiatan mengolah makanan.
breeding places dan chemical control. Siklus :
1. Mencegah terjadinya sarang-sarang - DDT 2 g/m2 atau dieldrin 0,5
lalat (prevention of breeding) g/m2 efektif untuk 3 – 6 bulan.
- Hindarkan terjadinya tempat – - Persenyawaan – persenyawaan
tempat yang digemari lalat Organophosphate lebih pendek
(potensialfly breeding material) daya tahannya, dapat diulang
- Sampah-sampah ditampung di tiap 2 – 4 minggu.
tempat – tempat sampah yang baik
dan tertutup Tabel 3 : Organophosphorus
- Pengangkutan / pembuangan compounds used as residual
sampah dilakukan tiap-tiap hari traetment in fly control.
dengan cara yang baik.
- Tempat penampungan sampah Toxicant Strength of Dosage
(refuse collection point) diberi alas finished ( g/m2 )
yang kedap air, misalnya disemen. Formulation
2. Chemical control terhadap lalat (%)
dewasa atau larva Diazinon 1–2 0.4 - 0,8
Kegiatan ini merupakan kegiatan Dimethoate 1 – 2,5 0.4 – 1,6
pelengkap dari usaha-usaha sanitasi. Fenthion 1 - 2,5 0.4 – 1,6
Dapat digunakan insektisida sebagai Gardona 1–5 1.0 - 2,0
larvasida, residual spraying,space Malathion 5 1.0 - 2,0
spraying atau poison bait. Naled 1 0,4 - 0,8
Ronnel 1.0 – 5.5 1.0 - 2.0
a. residual treatment
Insektisida disemprotkan pada b. Impregnated cords and strips.
permukaan – permukaan yang Potongan – potongan kertas
menjadi tempat hinggap / istirahat atau tali – tali yang telah diberi
lalat, terutama tempat – tempat lapisan insektisida dapat
hinggap lalat di malam hari hingga digantungkan pada langit –l angit
waktu kontak antara lalat dengan atau pada dinding – dinding
insektisida cukup lama. Untuk ruangan. Umpamanya di rumah –
memberantas lalat di sekitar rumah , rumah, rumah – rumah makan,
maka pintu, jendela, tempat kandang-kandang hewan / unggas
sampah dll harus disemprot. Juga dll.
kandang-kandang binatang jangan Insektisida yang digunakan biasanya
dilupakan. golongan organophosphate, seperti
parathion – diazinon,
Insektisida yang dapat digunakan : dimetilan,fention, mereka efektif
untuk 1 – 6 bulan.

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


Hasilnya memuaskan di tempat – pengolahan makanan, dapat
tempat yang suhunya tidak terlalu digunakan insektisida:
tinggi (dibawah 320 C) dan 1) Golongan CHCL :
kelembaban udaranya lebih dari  DDT 5%
50%.  Chlordane 2%
Dosis : 1 meter tali untuk setiap 1 m2  Lindane 2%
luas lantai. 2) Golongan organo phosphate,
32 misalnya :
c. Umpan (poison baits)  Diazinon 336g/ha
Umpan atau baits dapat  Dichlorvos 336/ha
ditempatkan di luar rumah, sekitar  Dimethoate 224
tempat-tempat pengolahan  Fenthion 448
makanan dll dimana banyak  Malathion 672
terdapat lalat. Dalam bentuk thermal aerosol atau
Diazinon, dichlorvos, malathion, mist.
ronnel, naled. dimethoate, dan e. Larvasida
trichlorfon dapat dipakai sendiri- Setiap bahan organik yang
sendiri atau di campur pada umpan lembab dapat menjadi tempat
kering atau basah. Umpan kering bersarangnya lalat rumah. Insektisida
mengandung toxicant 1 – 2%, dari golongan CHCL dapat
dicampurkan pada bahan umpan digunakan sebagai larvasida lalat
seperti tepung jagung, pasir dll, rumah selama mereka masih belum
kadang – kadang dicampur gula. resisten. Umpamanya DDT, Dieldrin,
Umpan cair mengandung toxicant 0 Lindane atau Endrin dalam
– 0,2 % dan gula 10% dalam air. konsentrasi 0,25% - 2,5% dapat
d. Space treatment (penyemprotan secara langsung di semprotkan ke
ruangan ) tempat – tempat yang menjadi
Digunakan insektisida sarang lalat.
dengan efek ” knock down” di Golongan organophosphate yang
tempat-tempat yang banyak dapat digunakan: Diazinon,
lalatnya. Untuk penyemprotan di Malathion, Roneel, Dimethoate,
dalam ruangan digunakan formula yang paling baik ialah Diazinon.
yang mengandung pyrethrum Penyemprotan : Larutan atau emisi
0,1%,diazinon 0,1%,ronnel 2% atau larvasida rupa hingga membasahi
malathion 5% dengan deodorized seluruh bahan/media (28 – 56 liter /
karosene sebagai bahan perlarut. 100m2).
Untuk penyemprotan di luar rumah Diazinon dapat efektif selama 1 – 2
seperti timbunan-timbunan sampah, minggu, lain – lain insektisida daya
tempat penimbunan barang – residunya kurang lama.
barang, sekitar tempat-tempat
Daftar Pustaka
1. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 265 / MENKES / SK / III / 2004 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan, Jakarta, 2004
2. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 264 / MENKES / SK / III / 2004 tentang
Kriteria Klasifikasi Kantor Kesehatan Pelabuhan, Jakarta, 2004
3. Keputusan Dirjen PPM & PL nomor 423 tahun 1983 tentang “Kewajiban terhadap kapal di
Pelabuhan dalam hal pencegahan infestasi tikus”Jakarta, 1983
4. Keputusan Dirjen PPM & PL nomor 716 tahun 1990 tentang “Bahan kimia yang digunakan untuk
fumigasi kapal dalam rangka penerbitan DC”, Jakarta, 1990
5. Keputusan Dirjen PPM & PL nomor 138 tahun 1992 tentang “Penyelenggaraan hapus tikus di kapal
dalam rangka penerbitan DC” Jakarta, 1992
6. Surat Edaran Kadit Epim nomor 414 – V / EI. 03.03. 03 tahun 1988 tentang ”Penggunaan fumigant /
HCn”, Jakarta, 1988

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


NYAMUK AEDES & JENTIKNYA
33

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


KOMUNIKASI PERUBAHAN ORGANISASI
Oleh : Rahmat Surbakti, SKM, MHM

Diberlakukannya Kepmenkes No. 265 dengan segala apa yang mereka pahami/
/Menkes/SK/III/2004 tentang Organisasi dan mengerti selama ini.
Tata Kerja Organisasi Kantor Kesehatan
Pelabuhan, menggantikan Kepmenkes No. Dapat kita pahami pula bahwa
630/Menkes/SK/XII/ 1985, adalah untuk melakukan perubahan adalah bukan
merupakan bukti nyata akan adanya merupakan sesuatu hal yang mudah,
keinginan dan keharusan perubahan di KKP. sehingga tidak mengherankan bila kita
Perubahan adalah merupakan menemukan adanya upaya perubahan
sesuatu (fenomena) alami yang harus yang berakhir dengan kegagalan. Betapa
diterima oleh semua orang dunia ini, baik itu sulitnya upaya perubahan tersebut,
perubahan yang terjadi dengan cepat mungkin kita bisa bertanya pada para
(revolusi) maupun yang terjadi secara pimpinan di KKP yang telah merasakan
perlahan – lahan (evolusi). Seperti tidak mudahnya untuk memegang dan
diungkapkan oleh orang- orang bijak melaksanakan amanah re-organisasi dan
bahwa “Tidak ada sesuatupun di dunia ini re-vitalisasi KKP.
yang abadi melainkan akan selalu
berubah, adapun yang abadi hanyalah Tulisan ini secara sekilas akan
perubahan itu sendiri”. mencoba menguraikan tentang proses,
Bila kita melihat ke belakang saat tehnik dan beberapa hal yang bisa menjadi
mulai diberlakukannya Kepmenkes No. 265 penyebab kegagalan komunikasi pada
tahun 2004 tersebut diatas, banyak hal yang suatu organisasi yang sedang berubah.
telah kita saksikan bersama. Berbagai
pendapat dan rumor berkembang baik Komunikasi Dalam Perubahan Organisasi
tentang esensi Banyak upaya perubahan dalam
Kepmenkes itu sendiri, maupun tentang suatu organisasi berakhir dengan kegagal
bentuk dan cara kerja organisasi KKP di atau kesia- siaan. Bila kita perhatikan lebih
kemudian hari, mulai dari yang sangat dalam, kadang kala kita temukan bahwa
setuju dan mendukung, sampai yang yang menjadi penyebab kegagalan
merasa bahwa hal tersebut adalah tersebut adalah merupakan sesuatu hal
merupakan suatu ancaman, serta tidak yang selama ini dianggap sepele (kecil)
sedikit pula yang apatis menunggu dengan saja.
harap harap- harap cemas
pemberlakuannya. Apa yang kemudian Salah satu kunci keberhasilan
terjadi di KKP setelah berjalan 2 (dua) tahun perubahan oraganisai dan merupakan
berjalan pemberlakuan Kepmenkes tahap yang harus dilewati adalah
tersebut, adalah apa yang kita lihat bagaimana agar upaya tersebut dapat
sekarang ini. dipahami dan diterima oleh semua orang
(staf) dalam organisasi tersebut. Maka tidak
Munculnya berbagai sikap dan berlebihan bila untuk itu diperlukan upaya
pendapat tersebut diatas adalah suatu hal pengkomunikasian perubahan.
yang wajar, karena sebagai lazimnya suatu
perubahan akan selalu mendatangkan Bagaimana pentingnya upaya
pertentangan antara yang setuju dan tidak komunikasi perubahan dalam organisasi.
setuju. Hal tersebut adalah merupakan Diunkapkan oleh Larry Semeltzer (1991)
nature (sunatullah) manusia secara umum, yang berdasar atas penelitiannya tentang
yaitu secara alami manusia selalu takut bila perubahan pada 43 Organisasi, ia
menghadapi suatu perubahan dan menggaris bawahi pentingnya komunikasi
umumnya mereka merasa nyaman dengan dan kerjasama. Ia juga menemukan salah
kondisi dan kebiasaan- kebiasaan, serta satu alasan yang paling sering menjadi
penyebab kegagalan perubahan organisasi34

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


adalah adanya rumors negatif (dan tidak (tertarik) untuk melakukan komunikasi
benar), yang bila disimak lebih lanjut tentang perubahan tersebut dengan
ternyata yang menjadi alasan/ penyebab masyarakat (publik) atau stakeholder di
langsung dari adanya rumors tersebut lingkungannya dibanding dengan stafnya
adalah karena adanya ketidak mampuan sendiri. Alasan lain yang menjadi penyebab
manajemen (pimpinan) untuk menyediakan kegagalan adalah bila manajemen lebih
informasi yang benar, akurat dan tepat menyukai untuk melakukan pendekatan
waktu bagi para stafnya. secara formal dengan stafnya, antara lain
berupa komunikasi dengan menggunakan
Dalam praktek organisasi sehari –hari surat menyurat (memo) dibanding dengan
yang selama ini kita saksikan, bahwa pada melakukan pertemuan langsung (face to
saat suatu organisasi melakukan face) untuk mengkomunikasikan perubahan
perubahan, manajemen organisasi akan tersebut.
melakukan kegiatan sosialisasi kepada
lingkungan atau para stake holdernya dan Disamping dengan komunikasi yang
biasanya dilakukan melalui pelaksanaan intens serta tekhnik non-formal dan lebih
kegiatan seremonial tertentu seperti personal, manajemen juga dituntut untuk
peresmian, lokakarya dlsb. Hal ini pun terjadi kosisten, tidak putus – putus (istikomah)
saat diberlakukannya Kepmenkes no 265, mengupayakan hal tersebut. Seperti
dimana hampir seluruh KKP di Indonesia diungkap oleh Gleen H. Hinner (1994)
melakukan “koor” kegiatan sosialisasi bahwa kunci untuk melakukan suatu
tersebut dengan berbagai ukuran acara perubahan dalam suatu perusahaan
(dari yang hanya alakadarnya sampai adalah “konsisten, persisten dan repetitive
yang meriah, besar –besaran dengan komunikasi”. Hal ini juga menunjukan
menghadirkan banyak undangan) dan bahwa kita tidak boleh berdiam diri
tentu saja dengan mengerahkan sumber melainkan harus proaktif untuk
daya (resources) yang tidak sedikit. menyampaikan hal tersebut secara
berulang kali. Glenn H. Hinner (1994)
Pelaksanaan sosialisasi tersebut menegaskan bila hal tersebut telah
diatas tentu saja bukan hal yang salah dilakukan, berarti manajemen telah
(keliru), namun bila kita mencoba untuk melakukan setengah dari perubahan
melihat alasan- alasan kegagal perubahan tersebut.
organisasi yang dikemukakan oleh para ahli,
nampaknya kita harus berpikir dua kali (atau Dengan komunikasi yang lebih
mungkin lebih) untuk menempatkan personal, diharapkan manajemen dapat
kegiatan sosialisasi tersebut sebagai urutan melakukan dialog, membahas dan
prioritas. Nampak bahwa dibandingkan mendiskusikan secara lebih mendalam
dengan dengan sosialisai kepada tentang arti perubahan organisasi dengan
lingkungan dan stakeholder yang stafnya sehingga diharapkan akan timbul
merupakan bagian extern organisasi, pemahaman yang mendalam dari staf
sosialisasi intern kepada para staf melalui tentang hal tersebut. Hal ini juga berarti
komunikasi personal yang intens lebih manajemen telah mencegah salah satu
mempunyai nilai bagi keberhasilan alasan terbesar terjadinya kegagalan
perubahan organisasi. perubahan seperti diungkapkan para
peneliti, yaitu karena para staf menerima
L. Semeltzer (1991) menemukan informasi tentang perubahan tersebut dari
bahwa alasan terbesar terjadinya orang di luar (outsider) organisasinya. Hal ini
kegagalan perubahan dalam suatu dapat juga berarti bahwa manajemen
organisasi, adalah karena para staf telah berupaya untuk melakukan
(anggota organisasi) menerima informasi hubungan, meminimalisir barrier dan
(belajar) tentang perubahan tersebut dari membangun kerjasama dengan staf yang
orang di luar (outsider) organisasinya, notebene merupakan teamnya.
sedangkan pihak manajemen lebih suka 35

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


Seperti telah diungkapkan di atas, yaitu bahwa secara umum selalu saja ada
secara alami manusia merasa takut (tidak ambigu (arti ganda), keraguan,
aman) bila menghadapi perubahan kekhawatiran dan ketakutan berkaitan
apapun bentuknya, atau dengan kata lain dengan hal tersebut.
“Apa yang tidak kita pahami selalu lebih
menakutkan dari pada yang kita pahami”. Keterlibatan Seluruh Staf.
Manusia umumnya akan merasa nyaman
dengan segala kebiasaan dan apa yang Untuk mengimplementasikan
telah mereka pahami (ketahui) selama ini. perubahan, ada suatu prinsif sederhana
yang cukup penting, yaitu “Tell your people
Berkaitan dengan hal tersebut bila first” dan anggota organisasi (staf) akan
seseorang mengalami masa-masa sulit belajar dan mencoba untuk memahami
pada saat melewati fase perubahan, maka perubahan tersebut. Seperti telah diuraikan
ia akan tertarik untuk kembali kepada cara- di atas, bahwa alasan terbesar terjadinya
cara lama. Bila hal ini terjadi maka akan sulit kegagalan adalah dikarenakan staf belajar
untuk dicegah dan ia batal (gagal) tentang perubahan tersebut dari orang luar
melewati perubahan tersebut. Kondisi ini (outsider). Berdasarkan hal tersebut, jelas
tidak tergantung pada kondisi sebelum sekali bahwa yang terpenting dalam
perubahan, hal ini dapat terjadi walaupun melakukan suatu perubahan adalah
kondisi saat itu (sebelum perubahan) bukan terdapat pada apa yang kita lakukan, yaitu
merupakan kondisi yang menyenangkan bagai mana membuat staf (yang
atau bahkan mungkin sangat sulit. merupakan komponen organisasi) tahu
dan terlibat didalamnya.
Dalam kondisi seperti ini, pimpinan
(manajemen) harus mengambil peranan Keterbukaan Informasi dalam suatu
sesuai dengan tanggung jawabnya untuk organisasi kepada stafnya berbeda- beda
meyakinkan para bawahan (staf) untuk (tergantung sifat organisasi), ada yang
lebih percaya diri, bahwa apa yang mereka merahasiahkan dengan rapat dan ada
alami adalah sesuatu hal yang wajar, aman pula yang lebih terbuka. Berkaitan dengan
dan akan lebih mempunyai harapan untuk perubahan organisasi adalah merupakan
perbaikan dimasa yang akan datang baik hal yang tepat dan bijak untuk
bagi dirinya maupun bagi organisasi secara menciptakan kondisi dimana setiap
keseluruhan. seperti diungkapkan oleh anggotanya dapat terinformasikan dengan
Gonring (1991) bahwa manager harus baik, dapat mengetahui setiap jenis dan
bertanggung jawab, tidak hanya menjaga arah perubahan yang terjadi, sehingga
agar staf terinformasikan, akan tetapi mereka dapat mengantisipasi, sehingga
secara formal aktivitasnya juga dijaga dan dapat diharapkan peran dan keikut
dijamin kelangsungannya dan ia juga sertaanya. Adapun informasi yang
mengingatkan bahwa jangan pernah diperlukan oleh staf antara lain yang
berpendapat bahwa staf secara otomatis berkaitan dengan pengetahuan,
akan memahami kenapa suatu perubahan ketrampilan dan kemampuan (kompetensi)
perlu dilakukan. apa yang dibutuhkan untuk menghadapi
Perubahan organisasi dapat terjadi perubahan tersebut (Ackerman, 1991).
dalam beragam bentuk, salah satunya
adalah yang telah kita hadapi dan jalani Berkaitan dengan informasi yang
bersama re-organisasi dan re-vitalisasi KKP. perlu diketahui oleh staf, dalam organisasi
Adapun bentuk perubahan lainnya antara perlu ditetapkan siapa yang bertanggung
lain restrukturisasi, keterlibatan staf (staf jawab untuk mempersiapkan informasi
involvenment), merger, akuisisi, modifikasi tersebut kepada staf. Berdasarkan pada
budaya organisasi, atau kombinasi dari efektivitas komunikasi, umumnya staf akan
beberapa jenis perubahan tersebut. Dari lebih lebih menyukai menerima informasi
berbagai jenis perubahan tersebut, ada tersebut dari atasan langsung (supervisor)
satu hal yang perlu kita pahami bersama yang paling dekat dengan dirinya, bila36

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


kondis ini dapat diketahui oleh manajemen organisasi. Dalam hal ini perencanaan dan
(pimpinan) maka segera tentukan media anggaran (budget) organisasi harus
yang paling baik untuk menyampaikan menggambarkan adanya perubahan
pesan tersebut. Untuk itu penting sekali bagi tersebut secara konsisten, persisten dan
manajemen untuk melatih para repetitif. Disamping itu adalah penting
supervisornya agar mengetahui apa yang untuk disampaikan seperti apakah
harus mereka lakukan dan bagai mana perubahan yang diharapkan organisasi
menangani feedback sebelum mereka (bagai mana, seperti apa hasilnya).
menyampaikan pesan perubahan tersebut
kepada stafnya. Untuk keberhasilan perubahan
diperlukan lebih banyak upaya komunikasi
Atasan yang secara langsung tatap muka (face-to-face communication).
membawahi staf (supervisor) adalah Staf harus mempunyai rasa percaya diri,
merupakan penghubung, dimana staf akan aman dan mempunyai harapan yang lebih
menerima informasi perubahan, untuk itu baik terhadap perubahan. Kondisi ini hanya
manajemen juga dapat meminta para dapat terjadi bila budaya organisasi juga
supervisor untuk melakukan lebih banyak berubah, sehingga untuk itu perlu dibuat
komunikasi interpersonal secara face-to- model perilaku yang lebih baik dan
face. Perlu pula diwaspadai pula tentang berkualitas, pembetukan team, adanya
adanya perilaku yang bisa merupakan titik kecepatan komunikasi, karena umumnya
kritis program perubahan organisasi, seperti staf akan lebih percaya pada apa yang
komunikasi yang terbuka (berbagi mereka lihat dan bukan pada apa yang
perhatian, mendengarkan, tidak egois dan mereka dengar.
saling memahami) dan kerjasama (team
work) adalah merupakan hal yang sangat Apa yang telah diuraian di atas
berpengaruh terhadap keberhasilan. adalah merupakan upaya yang dapat
dilakukan untuk melakukan komunikasi
Yang terpenting dan perlu diingat perubahan yang efektif. Mengingat
adalah bahwa komunikasi yang nyata peranan dan keterlibatan serta tanggung
adalah datang dari perbuatan yang nyata jawabnya dalam mengatur dan
pula dan bukan dari pesannya, organisasi mengembangan sumber daya manusia,
harus memperlihatkan perubahan tersebut bagian yang menangani kepegawaian
dan bukan hanya dengan menyatakan (sumber daya manusia) mempunyai
atau menjelaskannya saja. Dalam hal ini relevansi yang besar dalam pelaksanaan
nampaknya berlaku idiom “ Kami perlu bukti upaya komunikasi tersebut.
dan bukan janji “.
Disamping itu bagian kepegawaian
juga dapat mempunyai peran dan
Kesimpulan dan Implikasi tanggung jawab dalam meyakinkan Top
Komunikasi adalah merupakan hal management terhadap hal- hal berikut :
yang penting dalam perubahan organisasi
dan komunikasi yang nyata adalah berupa 1. Pentingnya dukungan dari seluruh Top
perbuatan yang nyata pula, bukan dari management akan adanya perubahan,
pesannya. Salah satu bentuk komunikasi dimana hal harus diperlihatkan secara
tersebut adalah berupa adanya perilaku nyata.
dari Top Manajemen yang menunjukan
2. Memberikan informasi sebanyak dan
dukungan nyata untuk keberhasikan
secepat mungkin.
perubahan tersebut.
3. Melakukan upaya komunikasi secara
Untuk perubahan organisasi yang berkesinambungan selama dan sesudah
dalami KKP dimana perubahan tersebut terjadinya perubahan, bukan hanya
diharapkan permanent, upaya perubahan pada awal perubahan saja.
ini harus melibatkan seluruh aspek 37

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


4. Menggunakan sebanyak mungkin adanya keterbukaan dan pertemuan
saluran dan media komunikasi, lebih group.
sering tatap muka atau cara interaktif 7. Libatkan staf dalam proses dan dalam
lain. pembuatan kegiatan yang berkaitan
5. Gunakan atasan lanngsung (supervisor) dengan perubahan sebanyak mungkin.
atau manajer menengah sebagai kunci 8. Gunakan komunikas formal untuk
penghubung komunikasi. Berikan menciptakan base line strategi
pendidikan dan pelatihan yang komunikasi.
memadai, serta jaga agar staf
9. Pastikan bahwa apa yang terjadi, telah
terinformasikan
sesuai dengan apa yang selama ini
6. Kenali dan lakukan pendekatan nyatakan oleh pimpinan, dalam hal ini
terhadap isu-isu (emosional/ rasional) perlu disadari bahwa komunikasi simbolis
yang berkembang. Buat persiapan dan prilaku manajemen adalah lebih
untuk melakukan pendekatan terhadap penting dibandingkan dengan retorika.
berbagai kekhawatiran, ketakutan,
ketidak jelasan serta ketidak percayaan Sudahkah kita komunikasikan perubahan
yang muncul, untuk itu diperlukan yang kita inginkan !??

Pojok SAJAK

SEBAIT MAKNA SEBUTIR PADI

Dari dusun kami pergi kekota berduyun duyun meraih cita


Dari kota tertatih tatih menjajaki menyelami ilmu dengan perih
T’lah diraih ditangan sebuah tanda ilmu itu tidaklah murah
Namun kenapa tuk wujudkan semuanya kami harus kehutan belantara
Menapak mengais dan merintih tapi hanya bisa dalam hati yang terdalam
Bukan takut dan bukan pula kecut hanya ehmmm......
apakah kami diminta dalam kubur ?
Kini semuanya telah sirna hilang bagai kapas ditiup angin dikala siang nan terik
Kami bisa bernaung melepas kebimbangan selama ini, terasa tenang
Yang lupa dan dilupakan kini datang tanpa dipaksa
Kami tenggok kebelakang adakah sang kapas telah basah ?
Waktu itu hujan lebat, petir pun bersorak dengan angin seolah tak mau ketinggalan
Ternyata tidak semua kapas waktu itu tertiup angin masih banyak tertumpuk diujung lorong

Kami t’lah sadar dari ujung mata keujung hati


Dimana tanah dipijak tidaklah sama merahnya walau dari jauh tercium harum
Kami renung Kami pikir dan Kami timbang smuanya jika kehati tiada guna
Lebih baik kini sumbangkan rasa, karsa, cipta dan karya
Agar tidak menjadi sia sia di DUNIA FANA, semoga
@ MGC

Tajamkan mata batinmu dengan melihat yang Harta yang berguna adalah bekerja dengan
baik, makanlah barang yang halal dan berbuat sunguh-sunguh tanpa keluh kesah dan suatu
amal (Mr Q) bukti yang nyata (Mr Q)
38

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


INFORMASI BAGIAN TATA USAHA Bagi kawan-kawan yang telah
menjalankan masa purna bakti, Kepala
PADA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN Kantor beserta staf mengucapkan selamat
KELAS I TANJUNG PRIOK atas keberhasilannya dalam menjalankan
tugas selama masa bakti di KKP Kelas I
Tanjung Priok, dan bagi kawan-kawan yang
I. Acara Pelepasan Pegawai Yang
mendapat promosi diucapkan selamat
Memasuki Masa Purna Bakti Dan Yang
bertugas di tempat yang baru, semoga
Mendapatkan Promosi.
sukses dalam mengemban amanah yang
Tanggal 1 Maret 2006 bertempat di
dipercayakan oleh negara dan bangsa.
Aula Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I
Amin
Tanjung Priok telah diadakan acara
pelepasan para purna bakti yang telah
II. Sosialisasi Jabatan Fungsional
memasuki masa pensiun sejak tahun 2005
Sejak inpassing 1 April 2002 sebanyak
serta pelepasan staf KKP Kelas I Tanjung
60 orang tenaga Kantor Kesehatan
Priok yang mendapat promosi ke jabatan
Pelabuhan Tanjung Priok diangkat ke
yang baru.
dalam jabatan fungsional yang terdiri dari
42 orang sebagai epidemiologi kesehatan ,
Nama-nama pegawai yang telah
9 orang sanitarian, dan 5 orang entomologi
memasuki masa pensiun adalah sebagai
kesehatan. Dari 60 orang tersebut saat ini
berikut :
yang masih menjabat jabatan fungsioanl
1. Rochmah, pensiun tanggal 1 Juni
sebanyak 50 orang, yang lainnya pindah ke
2005.
jabatan struktural, pensiun/meninggal dunia
2. Suparno Sandi, pensiun tanggal 1
dan mengundurkan diri. Sejak bulan April
Oktober 2005.
2004 tenaga fungsional tersebut telah
3. M. Syafri Katutu, pensiun tanggal 1
menerima tunjangan jabatan fungsional.
Januari 2006.
4. Drg. FX. Sugijanto, pensiun tanggal 1
Permasalahan yang muncul saat ini
Januari 2006.
adalah beberapa dari tenaga fungsional
5. Jasmin Barantian Pimpin, pensiun
tersebut mengajukan kenaikan pangkat
tanggal 1 Februari 2006.
berdasarkan usulan kenaikan pangkat
6. H. Namat Saputra, pensiun tanggal 1
reguler. Hal ini tidak mungkin dilakukan
Maret 2006.
karena sebagai tenaga fungsional,
kenaikan pangkat berdasarkan jumlah
Nama-nama pegawai yang
angka kredit yang dikumpulkan.
mendapatkan promosi jabatan adalah
Pengumpulan angka kredit merupakan
sebagai berikut :
momok bagi tenaga fungsional ini, pada
1. Sabar Sinmanjuntak, dipromosikan
umumnya mereka belum mengetahui cara
menjadi Kepala Seksi UKP, Kantor
pengumpulan angka kredit.
Kesehatan Pelabuhan kelas II,
Tanjung Balai Karimun.
Berdasarkan ini kami mengundang
2. Priagung Adhi Bawono, SKM,
narasumber dari Bagian Umum dan
M.MedSc (PH), dipromosikan
Kepegawaian, Ditjen PP&PL pada hari
menjadi Kepala Seksi Standarisasi
Kamis, tanggal 9 Maret 2006, dalam hal ini
Subdit Karantina Kesehatan, Ditjen
diwakili oleh Sdr. Drs. Yulikarmen, M.Kes dan
PP&PL.
Sdri Riri untuk memberikan penjelasan
3. Rahmat Subakti, SKM, MHM,
tentang :
dipromosikan menjadi Kepala
1. Arti sebagai pejabat fungsional
Subbidang Hubungan Pers dan
2. Memberikan petunjuk cara
Media Masa, Pusat Komunikasi
pengumpulan angka kredit
Publik.
3. Pemecahan masalah yang dihadapi
selama sejak diangkat menjadi
pejabat fungsional. 39

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


Pada saat penjelasan pejabat lapangan di pelabuhan. Kantor Kesehatan
fungsional yang hadir sebanyak 40 orang. Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok mendapat
Acara dilakukan mulai jam 10.00 sampai kehormatan sebagai tempat
sore harinya. Cukup banyak masukan yang penyelenggaraan praktek lapangan
diperoleh. Mudah-mudahan dapat menjadi tersebut.
pedoman bagi para pejabat fungsional Pada hari Minggu, tanggal 12 Maret
untuk mulai mengumpulkan angka kredit. 2006 para peserta pelatihan melakukan
praktek lapangan dengan melakukan gladi
Sebagai pejabat fungsional memang penanganan terhadap terjadinya kasus
harus bertanggungjawab terhadap diri penyakit menular di atas kapal. Dalam
sendiri. Semua yang menjadi nilai untuk simulasi diceritakan adanya informasi
mendapatkan angka kredit tergantung dari bahwa salah seorang Crew kapal yang
kemauan masing-masing. Tenaga berasal dari Negara terjangkit menderita
fungsional merupakan tenaga yang mandiri sakit. Peserta pelatihan dibagi dalam 3 Tim
dan profesional. yang terdiri dari :
1. Tim A bertindak sebagai crew kapal
Dengan adanya penjelasan dari pusat dan penumpang.
dan sebelumnya pada pertengahan tahun 2. Tim B bertindak sebagai tenaga
2005 juga telah melakukan sosialisasi oleh medis yang ke kapal.
Bagian TU, KKP Kelas I Tanjung Priok, 3. Tim C bertindak sebagai tenaga
diharapkan para pejabat fungsional dapat medis yang menunggu di darat.
tergugah untuk memulai mengumpulkan Praktek lapangan dilepas secara resmi
angka kredit. Bapak Dr. Indriono T, MPH, Sekretaris Ditjen
PP & PL. Dalam kesempatan ini juga hadir
Jika hal ini tidak dilakukan, maka akan ada menyaksikan lintas sektor dari Pelindo II,
sanksi bagi Saudara sebagai berikut : Karantina Hewan, Bea Cukai, KPPP dan
1. Tahun 2006 para pejabat fungsional instansi lainnya, termasuk Tim SAR
sudah menjabat selama 4 tahun, Pelabuhan yang mendampingi peserta ke
akan diberikan peringatan. kapal.
2. Tahun 2007, akan dibebaskan Praktek lapangan dimulai jam 08.00 pagi
sementara dari jabatan fungsional dan berakhir jam 12.00. Setelah makan
dan tunjangan langsung siang, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi.
diberhentikan. Pelatihan Karantina Laut ditutup secara
3. Satu tahun kemudian (tahun 2008), resmi oleh Bapak Dr. I Nyoman Kandun,
diberi kesempatan untuk MPH, Direktur Jenderal PP & PL. Acara
mengumpulkan angka kredit. Jika penutupan dilakukan di ruang rapat Kantor
tidak akan diberhentikan sebagai Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok
pejabat fungsional. pada pukul 15.30.

Untuk teman-teman yang menduduki Terima kasih kami ucapkan kepada


jabatan fungsional, janganlah sampai kita semua pihak yang telah ikut menyukseskan
mendapatkan sanksi tersebut. Marilah mulai praktek lapangan pelatihan tersebut, dan
saat ini mencoba untuk memulai sekaligus mohon maaf jika didalam
mengumpulkan angka kredit. Kami hanya penyelenggaraannya terdapat kekurangan
bisa menfasilitasi dan semua terpulang atau yang tidak berkenan dihati.
kembali kemauan Saudara. Selamat ( Nandipinta, SKM,Mepid)
menjalankan tugas.......

III. Praktek Lapangan Pelatihan


Karantina Laut
Dalam kurikulum Pelatihan Karantina
Laut yang diadakan oleh Direktorat EPIM
KESMA selain teori juga dilakukan praktek 40

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


INFORMASI BIDANG KARANTINA & SE atas kapal melalui tali temali (tambang)
pengikat tambat kapal saat kapal sandar di
PADA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN pelabuhan, atau sebaliknya. Bila ternyata,
KELAS I TANJUNG PRIOK tikus yang masuk ke pelabuhan dari atas
kapal merupakan tikus yang terinfestasi
1. Pengawasan lalu lintas komoditi OMKA pinjal yang terinfeksi baksil pes (Pasteurela
Kegiatan Pengawasan OMKA (Obat, pestis), maka akan merupakan ancaman
Makanan dan Alat Kesehatan) meliputi bagi suatu pelabuhan untuk tertular /
pemeriksaan dan sertifikasi terhadap menjadi sumber penularan penyakit pes.
komoditi OMKA eksport dan import. Untuk mencegah turun/naiknya tikus dari/ke
Kegiatan pengawasan OMKA pada tahun atas kapal adalah dengan pemasangan rat
2005 mengalami fluktuasi dengan frekwensi guard.
kegiatan tertinggi pada bulan juni 2005 Berdasarkan hasil data sepanjang tahun
dengan prosentasi sebesar 12,21%, 2005, maka tampak kelalaian yang cukup
sedangkan yang terendah di bulan februari besar (> 50%) dari nahkoda atau petugas
tahun 2005 sebesar 4,62%. Untuk komoditi kapal (kapal dalam negeri maupun kapal
terbesar export adalah mentos 51,33%, dari luar negeri) yang tidak melakukan
dengan tujuan negara export tertinggi pemasangan rat guard. Hanya sedikit
adalah Turkey sebesar 60 pengiriman jumlah kapal yang melakukan
(21,78%). pemasangan, bahkan ada yang telah
memasang, akan tetapi pemasangannya
2. Pengawasan Tindakan karantina tidak benar atau hanya pada beberapa tali
Terhadap kapal tambat saja, sehingga fungsi dari rat guard
Pes dikenal sebagai salah satu penyakit tersebut menjadi hilang. Saran ataupun
karantina yang telah menimbulkan informasi yang jelas diberikan petugas
kepanikan dunia dengan wabah yang pengawas terhadap nahkoda atau
ditimbulkannya dan dikenal sebagai "Black petugas kapal, sebagai salah satu
Death" pada abad ke 18an yang menyebar kewaspadaan dini terhadap penyebaran
ke seluruh dunia melalui kapal laut, masih penyakit karantina.
tetap diwaspadai. Karena itu, bidang
karantina dan surveilans epidemiologi tetap 4. Pengawasan Kapal di Off Shore
melakukan pengawasan terhadap Selain KKP induk dan 5 wilayah kerja
penyebaran penyakit pes, dengan (Sunda kelapa, Muara Baru, Kali Baru,
melakukan hapus tikus (fumigasi) pada Muara Angke, dan Marunda), Kantor
kapal yang ditemukan terinfestasi/diduga. Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok
Pengawasan karantina terhadap hapus mempunyai Pos Pelayanan yang terdapat
tikus pembawa penyakit pes dapat dilihat di lepas pantai (Offshore) laut jawa yang
dari diterbitkannya Derratting Certificate terdiri dari 3 (tiga) lokasi yakni : Arco Arjuna,
(DC). Cinta Natomas dan Maxus Terminal. Kapal-
Jika dilihat hasil kegiatan pengawasan kapal yang melakukan kegiatan dilokasi ini
hapus tikus yang telah dilakukan, maka adalah kapal-kapal Tangker yang
tampak kegiatan hapus tikus tertinggi mengambil minyak dan kapal-kapal suplay.
adalah bulan maret, juni dan oktober yaitu Pada data di tahun 2005, tampak
masing – masing sebesar 24 kegiatan fluktuasi lebih besar terjadi pada kapal
(11.60%) sedangkan terendah terjadi di dalam negeri dibandingkan kapal dari luar
bulan november sebesar 6 kegiatan (2,90%). negri. Dari seluruh kapal di lepas pantai,
Untuk hapus tikus mayoritas adalah kapal baik dalam maupun luar negeri tampak
yang berkebangsaan indonesia dengan jumlah pengawasan kapal terbesar di bulan
jumlah ukuran kapal yang bervariasi. april sebesar 17 kapal (13,08%), sedangkan
3. Pengawasan pemasangan rat guard jumlah terkecil di bulan Mei sebesar 5 kapal
Salah satu cara penyebaran hospes (6,15%).
perantara penyakit pes (tikus) adalah
masuknya tikus ke daratan pelabuhan dari
41

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


5. Pengawasan Penerbitan Dokumen yang beroprasi, sehingga jumlah
Kesehatan dokumentasi kapal yang diawasi juga
Yang dimaksud dengan dokumen mengalami penurunan. Sedangkan
kesehatan kapal adalah Deratting sebaliknya terjadi pada kapal asal luar
Exemption Certificate (DEC), Deratting negeri. Jumlah kapal yang beroprasi
Certificate (DC), Free Pratique, Port Health mengalami peningkatan di bulan
Certificate (PHC), serta Buku kesehatan November tahun 2005.
kapal.
DEC/DC adalah sertifikat yang
6. Surveilans Kedatangan Kapal dan Kapal
diterbitkan atas dasar terbebasnya kapal Penumpang
dari tikus. Free Pratique adalah pemberian Pengamatan kesehatan kapal
izin terhadap kapal yang akan masuk ke merupakan salah satu kegiatan
pelabuhan. Free Pratique diberikan kepada kewaspadaan dini terhadap penyakit
kapal yang berasal dari luar negeri, baik karantina dan penyakit potensial wabah
dari negara sehat maupun dari negara yang menjadi perhatian dunia internasional.
terjangkit. Pengawasan terhadap potensial wabah
PHC adalah pemberian izin terhadap dilakukan secara terus-menerus oleh
kapal yang akan keluar dari pelabuhan. petugas Karantina & Surveilans epidemiologi
PHC diberikan terhadap seluruh kapal, baik terhadap kapal dari negara terjangkit
luar negeri maupun dalam negeri. penyakit-penyakit yang umum dijadikan
Penerbitan Buku kesehatan diberikan objek pengamatan (penyakit pes, cholera,
kepada kapal-kapal berbendera Indonesia yellow fever, sars dan avian flu).
dan kapal-kapal yang berlayar antar pulau Dengan melihat hasil pengamatan
di Indonesia. Buku kesehatan ini bisa sepanjang tahun 2005, maka jumlah
digunakan sebagai alat komunikasi antar tertinggi adanya kapal dari daerah
Kantor Kesehatan Pelabuhan di seluruh terjangkit terjadi dibulan april sebesar 29
Indonesia. kapal (11,84%) sedangkan terendah terjadi
PENGAWASAN PENERBITAN DOKUMEN KESEHATAN
DI KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS 1 TANJUNG PRIOK,
dibulan november sebesar 13 kapal
TAHUN 2005 (5,3%).Dari seluruh kedatangan kapal dari
2200
2000
negara terjangkit, sebagian besar datang
1800
1600 dari negara china, yang menurut World
Health Organization (WHO) negara tersebut
1400
JUMLAH

1200
1000
800
600 terjangkit penyakit cholera.
400
200
0
JANUA FEBRU
MARET APRIL MEI JUNI JULI
AGUST SEPTE OKTOB NOVEM DESEM Fluktuasi juga terjadi pada kedatangan
RI

341
ARI

346 357 365 389 356 458


US

381
MBER

344
ER

365
BER BER

418 378
jumlah ABK dari negara terjangkit. Yang
FREE PRATIQUE
PHC 1812 1736 2005 1734 1919 2040 1872 2086 1958 1798 963 1296 tertinggi terjadi di bulan desember sebesar
DEC
DC
215
12
234
15
250
24
230
20
276
18
273
24
295
10
301
20
241
18
249
24
79
6
105
16
637 (12,24%) dan yang terendah terjadi
Health Book 105 74 70 83 112 97 155 124 136 127 66 79 dibulan november sebesar 279 (5,36%).
Sailing Permit 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Berdasarkan Maritime Decleration of Health
(MDH) yang disertakan oleh setiap kapal
BULAN

Dari tabel diatas dapat diketahui yang melakukan izin karantina, serta
bahwa fluktuasi terjadi disetiap penerbitan serangkaian pemeriksaan yang telah
dokumen. Di bulan November hampir dilakukan oleh petugas bidang karantina
seluruh Penerbitan Dokumen Kesehatan dan surveilans epidemiologi; dinyatakan
mengalami penurunan, kecuali free bahwa seluruh Anak Buah Kapal (ABK) dari
pratique yang mengalami peningkatan. Hal negara terjangkit yang tiba di pelabuhan
ini mungkin terjadi dikarenakan adanya tanjung priok dalam keadaan sehat. Tidak
kebijakan pemerintah untuk menaikan ditemukan adanya suspect atau carier
Bahan Bakar minyak (BBM) per 1 oktober di penyakit karantina di tubuh mereka. Untuk
tahun 2005. Kenaikan ini menimbulkan kedatangan kapal dari pelabuhan-
dampak terjadinya penurunan jumlah kapal pelabuhan dalam negeri terjadi penurunan
jumlah kapal yang cukup signifikan di bulan

42

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


November, kenaikan BBM per 1 oktober
tahun 2005 disinyalir mempunyai imbas POJOK SAJAK
yang tidak langsung terhadap jumlah
Bunga di Mata – KU
penumpang yang datang ataupun keluar
dari pelabuhan Tanjung Priok. Jam digit menunjuk pukul 20.30 namun rasa
kantuk tidak pernah tiba
PENGAWASAN KEDATANGAN KAPAL DALAM NEGERI (IC) PENUMPANG & ABK
DI KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS 1 TANJUNG PRIOK
jenggot pun telah tercukur habis bahkan
TAHUN 2005 elusan tangan di dagu kian melemah
40000 kosong, rasa telah tiada dan logika telah sirna
35000 aku terlelap oleh angan – angan
30000 tiba – tiba mataku terbelalak
25000 yang kulihat pertama sekali, paling pertama
JUMLAH

20000
sekali
15000
adalah sehelai daun kering yang terlihat di
10000
5000
depan mataku
0 kuraih daun itu
SEPTEMBE NOVEMBE DESEMBE
JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS
R
OKTOBER
R R aku masih memiliki daun ini
P.Turun 28986 22891 9970 29091 18713 15443 36713 19796 20185 23663 23043 11775 kudekap dalam – dalam
P. Naik 7194 7575 2616 7194 5528 5842 8571 6199 4343 11816 3662 6290 tidak lama kemudian, daun itu hancur
P. Lanjut 14606 16663 8516 14733 11540 14868 30058 14856 16923 18798 18649 17395
ABK 17698 17877 18210 17903 17867 16927 20069 18926 18970 19816 14803 19766
berantakan
BULAN aku mulai berjalan perlahan dan sedikit lemah
aku memandang ke bawah
yang kulihat pertama sekali, paling
Jumlah kedatangan penumpang
pertama sekali
(penumpang turun, penumpang lanjut, adalah bunga di semak belukar tersenyum
penumpang naik) dan ABK dari pelabuhan- melihat tingkahku
pelabuhan dalam negeri cukup bervariasi. aku terpaku, aku sadar, aku masih punya bunga
bunga yang pernah kulihat di Milikapiti, di berlin,
Dapat dilihat puncak kedatangan dan
di amsterdam, dan di ujung pulau timor (@
puncak keberangkatan penumpang di RBA)
tahun 2005 terjadi di bulan Juli, Jumlah ini
dapat disebabkan karena pada bulan juli
Luka Yang INDAH
bertepatan dengan waktu liburan sekolah,
sehingga banyak keluarga yang melakukan Waktu kecil aku menyukai sebuah gitar
perjalanan lintas pulau dengan Karna ia mengeluarkan suara yang tenang &
menggunakan transportasi laut. indah, menyejukan hati..

Untuk penanggulangan Kejadian Luar Lalu aku belajar memainkannya


Biasa (KLB) / wabah, kegiatan investigasi Namun, senarnya membuat tanganku terluka..
wabah oleh bidang karantina dan Kemudian aku terus saja bermain dengannya,
surveilans epidemiologi tidak dilakukan, hingga
mengingat disepanjang tahun 2005 tidak bertambah luka dan kapalan…
ada kejadian KLB diwilayah pelabuhan Aku tidak peduli..
Tanjung priok.
Yang ku tahu ketenangan & keindahannya
(SH. Siregar, SKM) membuatku terkagum dan melupakan luka
yang dibuat olehnya

Sampai kini ku terus mencoba bermain


dengannnya
Meski itu membuat tanganku terus menerus
terluka… @LS

PENGAMBILAN SAMPEL AIR


PANTAI DI TG. PRIOK
43

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


INFORMASI BIDANG PENGAMANAN & TINDAKAN KESEHATAN
UPAYA KESEHATAN PELABUHAN (UKP) SITUASI KHUSUS TAHUN 2005
70000

PADA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN 60000

KELAS I TANJUNG PRIOK 50000

40000
penumpang
1.
Pelayanan Kesehatan Penumpang, ABK 30000 sakit
Dan Masyarakat Pelabuhan
20000
Pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh
KKP Kelas I Tanjung Priok adalah pelayanan 10000

kesehatan terbatas yang mencakup perimeter 0

area dan Wilayah Kerja. Pelayanan kesehatan ri t april mei juni juli
janu a pebruari mare us er r mber
agust ptember okto b nopembede
yang dilakukan selama tahun 2005 terhadap se se

penderita penyakit tidak menular rata-rata


perbulan mencapai 3030 penderita dan
3. Pelayanan Vaksinasi
terhadap penderita penyakit tidak menular
sebesar 256 penderita atau sekitar 8,4% dari Pelayanan Vaksinasi ditujukan kepada
penderita penyakit tidak menular. masyarakat pelabuhan, ABK, penumpang
kapal dan penjamah makanan yang
PELAYANAN KESEHATAN membutuhkan. Adapun pelayanan
KKP KELAS I TANJUNG PRIOK vaksinasi yang diberikan adalah Yellow
TAHUN 2005 Fever, Typhoid, Cholera dan Meningitis.
Tahun 2005 KKP Kelas I Tanjung Priok
4500
4000 memberikan pelayanan vaksin yellow fever
3500 kepada 1956 orang atau 21,8 %, typhoid
3000
2500 5126 orang atau 57,2 %, Cholera 1876 orang
2000
1500
atau 20,9 % dan meningitis sebanyak 9
1000 orang atau 0,1 %.
500
0
PELAYANAN VAKSINASI
April Mei Juni Juli
TAHUN 2005
ri
Janua Pebruari Maret s ber
Agustu September Okto NopemberDesember
700

peny.menular peny. Takmenular 600

500

400

2. Pengamanan Dan Tindakan 300

Kesehatan Pada Situasi Khusus 200

Pengamanan kesehatan pada situasi 100

khusus dilaksanakan pada hari besar (hari 0

april mei juni juli


raya dan tahun baru) dan hari libur. Dalam
ari t
janu a ri mare us r ber r
mbe sembe
r
pebru agust mbe okto
septe no pe de

tahun 2005 kegiatan ini di perluas dengan yellow fever typhoid cholera meningitis

penanganan TKI illegal dari Negara


Malaysia yang transit di Pelabuhan Tanjung
4. Promosi Kesehatan
Priok. Dari 69512 orang yang transit di
Promosi kesehatan dilakukan untuk
Pelabuhan Tanjung Priok + 2,1 % mengalami
menyebarluaskan informasi kesehatan dan
sakit dan + 1,4 % dirujuk.
pelayanan kesehatan yang ada di KKP
Kelas I Tanjung priok. Selain itu dengan
adanya promosi kesehatan ini diharapkan
masyarakat pelabuhan dan sekitarnya
mengerti dan memahami bagaimana
melakukan pencegahan dan pertolongan
pertama jika terjadi kasus kesakitan, baik
yang disebabkan oleh kecelakaan akibat
44

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


kerja, akibat hubungan kerja maupun PEMERIKSAAN ABK/PENGAWASAN OBAT P3K
wabah penyakit. Promosi kesehatan yang KAPAL –TAHUN 2005
dilakukan oleh KKP Kelas I Tanjung Priok 160

tahun 2005 meliputi : 140

A. Promosi Kesehatan Kerja 120

Tahun 2005 Promosi kesehatan kerja


100

80

dilakukan di 2 lokasi yaitu di Wilayah Kerja 60

Muara Baru dan Wilayah Kerja Marunda. 40

Kegiatan berupa Penyuluhan (dengan 20

sasaran Perusahaan swasta, masyarakat 0

april mei juni juli


januari pebrua
ri maret s
agustu september
r
oktobe nopember desember
sekitar pelabuhan, rumah makan dan
instansi terkait), pembagian kaos (diberikan Asing Asing lengkap asing tak lengkap RI RI lengkap RI tak lengkap

kepada petugas – petugas yang


berkecimpung dalam kesehatan kerja) dan Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan 100 %
pemasangan spanduk kesehatan kerja. kapal asing menyediakan obat P3K kapal
B. Promosi Kesehatan Matra dan Lintas dengan lengkap sedang untuk kapal RI dari
Batas 1467 kapal yang diperiksa 17,1 % kapal
Tahun 2005 Promosi kesehatan matra dengan obat P3K tidak lengkap. Hal ini
dan lintas batas di 4 lokasi yaitu Wilayah menunjukan bahwa tingkat kesadaran
Kerja Muara Angke, Muara Baru, Sunda masyarakat kita khususnya pelaut tentang
Kelapa dan Marunda. Kegiatannya meliputi pentingnya obat P3K kapal saat berlayar
Screening Kesehatan, Penyuluhan. masih minim.
(A. Rizal, SKM, MEpid)
5. Pengujian Kesehatan PELATIHAN KESEHATAN KERJA
Pengujian kesehatan yang dilakukan KKP 22 S/D 24 MARET 2006
Kelas I Tanjung Priok tahun 2005
dilaksanakan dengan pihak ke tiga untuk
pengujian yang sifatnya lebih khusus.Tahun
2005 pengujian kesehatan dilakukan
terhadap 4 orang pelaut, 136 penjamah
makanan, 108 masyarakat umum dan 5
orang pekerja lepas pantai (off Shore).

PENGUJIAN KESEHATAN (KEURING)


TAHUN 2005

50

45

40

35

30

25

20

15

10

i ap ril mei juni juli


januar pe brua ri maret s ber r
ag ustu september okto nopembe desember

Pelaut penjamah makanan umum off shore

6. Pemeriksaan ABK / Pengawasan


Obat P3k Kapal
Pemeriksaan ABK/pengawasan obat
P3K Kapal ditujukan untuk semua kapal baik
46ocal (RI) maupun international (asing). 45

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


INFORMASI BIDANG PENGENDALIAN Memakai kurva regresi, kecenderungan
RESIKO LINGKUNGAN House iIdex (Index jentik Aedes) pada tahun
2001 – 2005 menunjukkan penurunan yang
PADA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN
bermakna (P = 0.05), lihat gambar berikut
KELAS I TANJUNG PRIOK ini :
Memakai kurva regresi, index pinjal (Flea
KECENDERUNGAN HOUSE INDEX HASIL
Index) pada tahun 2005 menurut bulan di
Pelabuhan Tanjung Priok menunjukkan
SURVEI TK KEPADATAN JENTIK
kecenderungan menurun walaupun PADA KKP KELAS I TANJUNG PRIOK
penurunannya tidak bermakna (P = 0.885), TAHUN 2001 - 2005
lihat gambar berikut ini : HINDEX
2.0

KECENDERUNGAN INDEX PINJAL (FLEA 1.5

INDEX) PADA KKP KELAS I TANJUNG


PRIOK TAHUN 2005 1.0

.5
FLEAINDX
.6 Observed

0.0 Linear
1990 2000 2010 2020
.5
TAHUN

.4
P = 0,05 95% Confidence interval : 681.890 – -0,3400

.3

Observed Pemberantasan nyamuk (melalui fogging)


Kegiatan pemberantasan nyamuk
.2 Linear
0 2 4 6 8 10 12 14

BULAN memakai cara pengasapan atau fogging


p = 0,885 95% Confidence interval : 0,3521 – -0,0012 dilaksanakan pada bulan Juli dan Oktober
Sedangkan index pinjal (Flea Index) pada 2005, dengan obyek seluas 100 Ha, yakni
tahun 2001 – 2005 di Pelabuhan Tanjung daerah perimeter 66,5 HA dan daerah
Priok menunjukkan kecenderungan buffer 33,5 Ha. Gambar berikut,
menurun secara signifikan (memakai kurva menunjukkan bahwa setelah diadakan
regresi, P = 0.006), lihat gambar berikut : fogging atau pengasapan ternyata House
Index menurun yang selanjutnya meningkat
KECENDERUNGAN INDEX PINJAL (FLEA lagi.
INDEX) PADA KKP KELAS I TANJUNG
PRIOK TAHUN 2001 – 2005 HUBUNGAN HOUSE INDEX DGN
FLEAINDX KEGIATAN FOGGING
PADA KKP KELAS I TANJUNG PRIOK
1.0

.9

.8
TAHUN 2005
.7

.6

.5

.4
Observed

.3 Linear
1990 2000 2010 2020

TAHUN
P
= 0,006 95%

Confidence interval : 323.153 – -0,1610


0.8 Identifikasi sumber pencemar
0.62
Identifikasi sumber pencemar ini
0.6 0.60
0.50 0.50 0.50 dilakukan dengan cara pengambilan dan
0.4 0.40 0.43 pemeriksaan sampel air permukaan /
0.33 0.33
House Index

0.2 0.20 0.25 0.25 pantai di kolam Pelabuhan Tanjung Priok.


0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah sampel air pantai sebanyak 10
0 sampel, dengan parameter pemeriksaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 BOD, COD, DO, zat padat terlarut serta
minyak dan lemak.
Bulan
Hasil identifikasi tersebut, dipresentasikan
Perimeter Buffer Fogging terhadap seluruh stakeholder pelabuhan
atas undangan dan permintaan
46 Administrator Pelabuhan Tanjung Priok.
Pemberantasan jentik (melalui abatisasi) Setelah menyimak presentasi tersebut,
Kegiatan pemberantasan jentik pada seluruh stakeholder memberikan dukungan
tahun 2005, juga memakai cara abatisasi positif dan membuahkan rekomendasi
dilakukan setiap bulan pada saat rapat : “Agar segera dibentuk Tim
pelaksanaan pengukuran House Index Pemantau Lingkungan” yang bertujuan
menghabiskan insektisida sejumlah 55,08 Kg. untuk mengidentifikasi masalah lingkungan
Interval jumlah insektisida yang terpakai di pelabuhan Tanjung Priok.
setiap bulannya berkisar antara 2,9 – 6,7 Kg. Langkah awal yang telah diambil yakni
telah terbentuknya Tim yang
Pemberantasan nyamuk (melalui PSN) ditandatangani oleh Administrator
Kegiatan pemberantasan nyamuk Pelabuhan Tanjung Priok, dengan harapan
melalui PSN (pemberantasan sarang agar Tim dapat segera bekerja. Kajian
nyamuk) dilaksanakan oleh para pengelola terhadap sumber pencemar secara detail
bangunan melalui pembinaan yang merupakan langkah berikut untuk mencari
dilakukan oleh petugas pelaksana pilihan tindakan untuk mengantisipasi
lapangan. Secara praktis, luas wilayah yang dampak negatif akibat sumber pencemar
dilaksanakan PSN pada tahun 2005 seluas tersebut.
174 Ha yang terinci atas daerah perimeter Dibawah ini disajikan data hasil
128,95 Ha dan daerah buffer 45,05 Ha. pemeriksaan sampel air pantai.

HASIL PEMERIKSAAN SAMPEL AIR PERMUKAAN / AIR PANTAI


PADA KKP KELAS I TANJUNG PRIOK – TAHUN 2005

BOD COD DO Zat Minyak


Padat &
No Lokasi
Terlarut Lemak
( < 45 ) ( < 80 ) >4 ( < 80 ) (<5)
1 Pelabuhan 24.05 74 0.1 520 0.374
Nusantara
2 Pelabuhan 14.05 74 0.7 662 0.377
Perahu
3 Kade 100 10.55 68 4.2 654 0.141
4 Kade 103 12.55 74 2.7 630 0.771
5 Kade 105 13.55 74 2.8 738 0.199
6 Kade 200 9.55 62.16 4.5 616 0.47
7 Kade 113 14.05 74 1.7 594 0.521
8 Kade 203 12.55 44.4 3.3 748 0.808
9 Kade 300 10.55 68.08 4.2 618 0.448
10 Kade 305 9.55 68.08 4.7 664 0.69

Untuk melaksanakan tugas tersebut secara lebih profesional, sudahkah KKP Kelas I Tanjung
Priok memiliki peralatan laboratorium lapangan yang canggih untuk mengidentifikasi sumber
– sumber pencemar secara cepat dan akurat?
(RBA. Widjonarko,SKM,MKes)
47
DISKUSI TENTANG MERCURY
Oleh :
Sugeng Retyono, SKM

Mendengar kata “mercury” tanpa menjadi obyek bisnis perorangan.


didahului oleh kalimat penjelasan, kita akan Keluhan masyarakat tentang
bertanya – tanya nama makanan apakah adanya pencemaran lingkungan tidak
itu? Atau nama salah satu bintang dilangit cukup hanya dijawab dengan
sedang disebut – sebut atau jenis lampu penyampaian hasil pengukuran yang
jalanan yang akan dipasang saat malam menunjukkan bahwa semua parameter
tahun baru, bahkan nama gadis cantik pada media yang dicurigai masih dalam
yang manakah yang disebutkan itu? batas yang diperkenankan. Terlepas dari
Bukan ! Bukan nama makanan, bukan benar atau tidaknya persepsi masyarakat,
nama bintang, bukan jenis lampu jalanan namun kita harus mempertimbangkan
dan bukan nama seorang gadis cantik besarnya resiko kesakitan penduduk akibat
namun nama jenis logam berat yang lazim lamanya keterpaparan bahan pencemar
disebut ”air raksa”, dengan rumus kimianya tersebut. Bisa saja keadaan belum
Hg yang dapat membuat otak menjadi tercemar saat ini sebenarnya sudah
rusak. Penulisan persoalan ini diambil dari tercemar karena baku mutu yang
berbagai sumber informasi dan berbagai ditetapkan terlalu tinggi atau sangat
pustaka. longgar sehingga kurang sensitif. Nah . . .
Tahun lalu kita mendengar tentang apakah baku mutu tersebut sudah dihitung
issue Teluk Buyat yang menghebohkan dan berdasarkan toksisitas dan antropometri
sekaligus membuat merinding . . . . . yang benar ? Merupakan estimasi minimal
pencemaran mercury !!! Benarkah ? Tidak risk berdasarkan pengamatan efek pada
perlu kita perbincangkan disini, toh . . . manusia sesuai referensi yang diterbitkan
sudah ada institusi yang berwenang oleh Direktorat Jenderal Pemberantasan
menyelesaikannya. Terpampang wajah – Penyakit Menular dan Penyehatan
wajah kasus kesakitan akibat dampak Lingkungan pada Departemen Kesehatan
pencemaran pada media masa Koran Republik Indonesia tahun 2001 tentang
ataupun televisi, tampak sangat Bahan – bahan berbahaya dan
mengenaskan. Mendengar kasus dampaknya terhadap kesehatan manusia
pencemaran mercury saja kita sudah adalah sebesar 0,000032 ppm. Namun
merinding oleh kasus dahulu kala di teluk yang perlu kita ketahui yakni baku mutu
Minamata – Jepang, yang terkenal dengan yang ditetapkan oleh institusi yang
nama “Minamata Disease”, apalagi melihat berwenang dimaksudkan untuk mencegah
wajah – wajah yang terpampang pada dampak negative bahan pencemar
media massa. Yang jelas bahwa kasus Teluk terhadap manusia dan lingkungan.
Buyat mempunyai dua persoalan utama, Baku mutu air minum ditetapkan
yaitu pencemaran lingkungan disekitar melalui Keputusan Menteri Kesehatan
pertambangan dan gangguan kesehatan Republik Indonesia nomor : 907 / MENKES /
penduduk disekitarnya. Berkaitan dengan SK / VII / 2002 tanggal 29 Juli 2002 tentang
kasus tersebut, patut disayangkan karena persyaratan kualitas air minum. Dalam
opini publik hanya terarah pada ketentuan tersebut, mercury merupakan
mercurynya saja padahal masih banyak salah satu parameter bahan anorganik
senyawa – senyawa lain yang sama dalam air minum yang harus diperiksa dan
bahayanya terhadap tubuh manusia. kadar maksimum yang diperbolehkan
Masalah mercury di Teluk Buyat saat ini sebesar 0,001 miligram per liter.
telah menjadi public concern bahka bisa Untuk menentukan baku mutu air minum
48

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


Perlu mempertimbangkan contribute dalam tubuh manusia, mercury dapat
variable resiko efek masuknya mercury ke tersimpan sampai beberapa bulan dan
dalam tubuh manusia. Contribute variable akan mempengaruhi organ tubuh manusia,
tersebut, antara lain adalah berat badan, sebelum dikeluarkan melalui kencing atau
laju inhalasi, konsumsi air minum, konsumsi tinja.
berbagai jenis makanan dan pola aktivitas
yang mengakibatkan variasi waktu, Dampak mercury terhadap kesehatan
frekuensi dan durasi pajanan untuk manusia
berbagai kelompok umur serta nilai, norma Inhalasi akut mercury yang tinggi
dan adat istiadat yang berlaku di menyebabkan ginjal terganggu, mulai dari
masyarakat. proteinuria ringan sampai gagal ginjal.
Nah, . . . sudahkah sampai sedalam itu ? Gangguan pernafasan seperti nyeri dada,
Keterpaparan dalam jangka dispnea, batuk, penurunan fungsi paru dan
panjang oleh mercury dapat pneumonitis interstisial juga tercatat sebagai
mengakibatkan kelainan permanen pada efek akut logam mercury yang terhirup. Efek
otak, ginjal dan pertumbuhan janin. Cara akut oral senyawaan mercury anorganik
masuknya mercury melalui pencernaan juga cukup beragam, mulai dari mulut
lebih berbahaya dibandingkan melalui terasa berlogam, mual, muntah, sampai
inhalasi, terutama pada ibu hamil karena nyeri perut yang parah
akan mengakibatkan kelainan pada Efek kronik mercury yakni eretisma,
pertumbuhan janin. Oleh karena itu, kita iritabilitas, rasa malu berlebihan, insomnia,
harus hati – hati terhadap makanan yang air liur berlebihan, gingivitis dan tremor,
kita makan, terutama ikan yang telah kanker termasuk kerusakan ginjal yang
terkontaminasi oleh mercury karena berkembang menjadi proteinuria. Pada
methylmercury dapat dibentuk oleh ikan. anak-anak, efek kronik logam mercury yang
Mercury di alam paling terkenal adalah akrodinia, dengan
Mercury dengan rumus kimia Hg karakteristik yang khas berupa kejang
yang lazim disebut air raksa ini dapat tungkai yang parah, iritabilitas, kulit
berada di lingkungan, baik di air, di tanah mengering, jemari merah muda , nyeri kulit
maupun di udara. Mercury dapat berada di tangan dan kaki serta hidung terkelupas.
lingkungan dalam waktu lama dan dapat Menurut referensi yang diterbitkan
berubah dari bentuk organik menjadi oleh Direktorat Jenderal Pemberantasan
bentuk inorganik atau sebaliknya. Secara Penyakit Menular dan Penyehatan
perlahan – lahan mercury dalam tanah Lingkungan pada Departemen Kesehatan
atau air dapat berubah oleh reaksi bahan - Republik Indonesia tahun 2001 tentang
bahan yang diproduksi mocroorganisme Bahan – bahan berbahaya dan
dan berbagai reaksi kimia lainnya. Mercury dampaknya terhadap kesehatan manusia,
banyak ditemukan di sekitar daerah maka dampak mercury dalam tubuh
pertambangan yang pengolahan bahan manusia adalah sebagai berikut :
buangannya tidak sempurna. Sedangkan 1. Efek mercury pada manusia sebagai
Mercury di udara, banyak ditemukan di akibat inhalasi Metalik mercury
sekitar daerah penambangan atau - Kadar mercury di udara 0,13 ppm
penyulingan mercury dalam bentuk dengan pemajanan Selma 3 jam
anorganik dapat menimbulkan efek Nyeri
Cara masuk mercury dalam tubuh manusia dada; napas pendek; batuk
Mercury mudah masuk ke tubuh - Kadar mercury di udara 5,4 ppm
melalui inhalasi uapnya atau termakan dengan pemajanan Selma 8 jam
melalui ikan yang tercemar mercury dalam dapat menimbulkan efek Iritabel
bentuk anorganik atau makanan dan yang persisten; kurang berambisi;
minuman lain yang terkontaminasi oleh nafsu seks menurun
mercury. Mercury dalam berbagai bentuk - Kadar mercury di udara 0,0032 ppm
juga dapat masuk ke dalam tubuh manusia dengan pemajanan Selma 15 jam
melalui kulit. Setelah mercury masuk ke dapat menimbulkan efek shakiness 49

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


2. Efek pada manusia sebagai akibat mereka? Yang jelas, apabila timbul kasus
inhalasi organik mercury kesakitan penduduk akibat pencemaran
Pemajanan jangka pendek dan jangka lingkungan, terutama pastilah telah terjadi
panjang atau lebih dan kurang dari 14 pemajanan bahan pencemar dalam waktu
hari, efek yang ditimbulkan masih belum yang lama. Apabila telah terdeteksi bahwa
bisa diketahui sampai dengan saat ini. terjadi pencemaran mercury dari
3. Efek pada manusia sebagai akibat pertambangan emas yang mengakibatkan
makan atau minum Inorganik mercury timbulnya kesakitan pada penduduk,
Pemajanan jangka pendek dan jangka pastilah ada bahan – bahan pencemar lain
panjang atau lebih dan kurang dari 14 yang memiliki efek negatif terhadap
hari, efek yang ditimbulkan juga masih kesehatan manusia. Oleh karena itu
belum bisa diketahui sampai dengan diharapkan berbagai institusi yang memiliki
saat ini. tugas pokok dan fungsi dalam
4. Efek pada manusia sebagai akibat pengendalian lingkungan tergugah untuk
makan atau minum organik mercury lebih peka dengan masalah ini sebagai
Demikian juga pemajanan jangka langkah dini dalam mengantisipasi
pendek dan jangka panjang atau lebih kemungkinan terjadinya akibat buruk yang
dan kurang dari 14 hari, efek yang dapat menimpa masyarakat.
ditimbulkan juga masih belum bisa Diskusi
diketahui sampai dengan saat ini Akumulasi mercury di dalam
Hubungan pajanan zat toksik atau spesimen biologis seperti tulang, rambut,
bahan berbahaya dengan gangguan kuku, air seni dan darah, dapat dipakai
kesehatan tidaklah mudah dan sederhana sebagai justifikasi untuk menyatakan
karena toksisitas bukanlah besaran fisis gangguan kesehatan yang disebabkan
seperti titik didih yang nilainya tetap di oleh pajanan mercury. Namun
mana pun, kapan pun dan sebanyak apa pemeriksaan terhadap specimen tersebut
pun jumlahnya. Toksisitas bahan berbahaya, masih terlalu dangkal dan hanya mengkaji
termasuk mercury bergantung pada dosis, pada permukaannya saja untuk
lama pajanan dan sensitivitas reseptor menyatakan adanya gangguan kesehatan
sasaran. Kajian toksisitas yang dipakai oleh lingkungan atau oleh air yang kita
selama ini, sebagian besar berasal dari uji minum.
hayati, di samping dari studi-studi klinis, Mari kita rinci efek mercury dalam tubuh
epidemiologis dan dalam jumlah yang manusia yang sangat mengerikan ini :
terbatas. Secara praktis, kasus pencemaran • Efek akut mercury :
mercury di teluk buyat baru mencuat - Ginjal terganggu, mulai dari
dipermukaan pada tahun lalu dan proteinuria ringan sampai gagal
kemunculannya dikuti oleh berita jatuhnya ginjal.
banyak kurban pencemaran mercury yang - Gangguan pernafasan seperti nyeri
mengenaskan. Kenapa baru dada, dispnea, batuk, penurunan
teridentifikasi??? Padahal pelayanan fungsi paru dan pneumonitis
kesehatan setempat sudah ada. interstisial juga tercatat sebagai efek
Apakah mereka tidak dapat mendiagnosa akut logam mercury yang terhirup.
kesakitan yang terjadi pada masyarakat di - Gangguan saluran pencernaan,
sekitarnya? Ataukah mereka sudah tahu mulai dari mulut terasa berlogam,
dan melaporkan kasus kesakitan akibat mual, muntah, sampai nyeri perut
pencemaran mercury namun tidak pernah yang parah
mendapat tanggapan dari institusi • Efek kronik mercury, yakni eretisma,
diatasnya? Sejauh manakah pelaksanaan iritabilitas, rasa malu berlebihan,
surveylens faktor resiko kesakitan di daerah? insomnia, air liur berlebihan, gingivitis,
Di lain sisi, lembaga – lembaga atau badan dan tremor, kanker termasuk kerusakan
– badan atau institusi yang memiliki tugas ginjal yang berkembang menjadi
dan fungsi pengendalian lingkungan sudah proteinuria. Pada anak-anak, efek kronik
semakin banyak. Sejauh manakah kinerja 50

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


logam mercury yang paling terkenal diketahui lebih awal. Selanjutnya deteksi dini
adalah akrodinia, dengan karakteristik terhadap adanya pencemaran di
yang khas berupa kejang tungkai yang lapangan harus tersedia walau peralatan
parah, iritabilitas, kulit mengering, jemari tersebut bersifat sederhana yang hanya
merah muda , nyeri kulit tangan dan mampu mendeteksi secara kualitatif.
kaki serta hidung terkelupas.
Nah, . . . . mengerikan, bukan?! Daftar pustaka
Sebagai bangsa besar yang terdiri 1. Undang – Undang nomor 23 tahun 1992 tentang
dari banyak suku dengan budaya yang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor.
100, Tambahan Lembaran Tahun 1992 Nomor :
sangat beragam, setiap suku bangsa di
3495)
tanah air mempunyai karakteristik yang 2. Undang – Undang nomor 24 tahun 1992 tentang
khas. Oleh karena itu, penyusunan baku Pengelolaan Lingkungan Hidup
mutu mercury dalam air minum ataupun 3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor
standar media yang lain perlu 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan
mempertimbangkan antropometri lokal 4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor
ataupun yang bersifat nasional. Disamping 19 Tahun 1999 tanggal 27 Februari 1999 tentang
itu, contribute variable yang tidak kalah Pengendalian pencemaran dan / atau perusakan
pentingnya adalah berat badan, laju laut.
5. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
inhalasi, konsumsi air minum, konsumsi nomor : 907 / MENKES / SK / VII / 2002 tanggal 29
berbagai jenis makanan dan pola aktivitas Juli 2002 tentang persyaratan kualitas air minum,
yang mengakibatkan variasi waktu, Jakarta, 2002
frekuensi dan durasi pajanan untuk 6. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup
berbagai kelompok umur serta nilai, norma nomor : KEP – 51 / MENLH / 10 / 1995 tanggal 23
Oktober 1995 tentang baku mutu limbah cair bagi
dan adat istiadat yang berlaku di
kegiatan industri
masyarakat kita. 7. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup RI
Kita tidak boleh mengabaikan Nomor : KEP-42/MenLH/11/1994, tentang Pedoman
keluhan masyarakat karena mereka yang Umum Pelaksanaan Audit Lingkungan
justru secara fisual mengetahui kondisi 8. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup RI
Nomor : KEP-54/MenLH/11/1995, tentang
lingkungannya dan sekaligus merasakan Pembentukan Komisi Analisis Mengenai Dampak
dampak negative sebagai akibat terjadinya Lingkungan terpadu/Multisektor dan Regonal.
pencemaran bahan berbahaya, khususnya 9. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup RI
mercury yang sedang kita bahas ini. Nomor : KEP-57/MenLH/12/1995, tentang Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan Usaha dan
Keluhan masyarakat tentang adanya Kegiatan Terpadu Multisektor
pencemaran lingkungan tidak cukup hanya 10. Departemen Kesehatan Republik Indonesia,
dijawab dengan penyampaian hasil Kerjasama WHO – Direktorat Jenderal PPM & PL,
pengukuran yang menunjukkan bahwa “Materi teknis langkah – langkah operasional
analisis dampak kesehatan lingkungan”, Jakarta,
semua parameter pada media yang 2001
dicurigai masih dalam batas yang 11. Direktorat Jenderal PPM & PL, Departemen
diperkenankan. Terlepas dari benar atau Kesehatan Republik Indonesia, : Analisis risiko
tidaknya persepsi masyarakat, namun kita kuantitatif”, Jakarta, 1997
harus mempertimbangkan besarnya resiko
kesakitan penduduk akibat lamanya
keterpaparan bahan pencemar tersebut.
Persoalan lain yang perlu
memperoleh perhatian yakni kemampuan
analisis laboratorium yang tersedia sehingga
kualitas air minum di lapangan bisa
dimonitor. Sektor kesehatan harus
melakukan surveilans, khususnya untuk
parameter-paramater kualitas air ataupun
lingkungan. Dengan demikian, kasus – kasus
gangguan kesehatan yang berindikasi
bahan berbahaya terutama mercury dapat

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006


51

Bulletin Info Kesehatan Pelabuhan – EDISI 1 TAHUN 2006