Anda di halaman 1dari 13

PEMERIKSAAN TANDA-TANDA VITAL: PERNAPASAN DAN DENYUT NADI

DISUSUN OLEH: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. RANI DWI SULISTIAWATI SARI RATNA AGUSTIANI TAUFIK QURRAHMAN RIZKY TRI YULIANITA MULIANA SARI NI WAYAN PUTU SWENI NOVAN JUWEDI SAPUTRA SRI HARYATI ZULFITRAYADI

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MATARAM PROGRAM DIII KEPERAWATAN TAHUN AJARAN 2012/2013

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah mata kuliah Kebutuhan Dasar Manusia tentang Pemeriksaan Tanda-tanda Vital: Pernapasan dan Denyut Nadi sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Makalah ini disusun berdasarkan hasil data-data dari buku-buku, literature, serta media elektronik berupa internet dan media cetak. Ucapan terima kasih kepada rekan-rekan kelompok yang telah memberikan partisipasinya dalam penyusunan makalah ini. Penyusun berharap makalah ini dapat bermanfaat untuk kita semua dalam menambah pengetahuan atau wawasan mengenai pemeriksaan tanda-tanda vital. Penyusun sadar makalah ini belum sempurna, maka dari itu penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca agar makalah ini menjadi sempurna.

Mataram, 06 November 2012

Penyusun

DAFTAR ISI
COVER .................................................................................................................... KATA PENGANTAR ............................................................................................. DAFTAR ISI............................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1.1 Latar Belakang ................................................................................. 1.2 Rumusan Masalah ............................................................................ 1.3 Tujuan .............................................................................................. i ii iii 1 1 2 2 3 3 6 9 9 9

BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................... 2.1 Pemeriksaan Denyut Nadi ................................................................ 2.2 Pemeriksaan Pernapasan................................................................... BAB III PENUTUP ................................................................................................. 3.1 Kesimpulan ...................................................................................... 3.2 Saran................................................................................................. DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................

BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Pemeriksaan tanda vital merupakan suatu cara untuk mendeteksi adanya perubahan sistem tubuh. Tanda vital meliputi tekanan darah, denyut nadi, suhu tubuh, dan frekuensi pernapasan. Tanda vital mempunyai nilai yang sangat penting bagi fungsi tubuh. Adanya perubahan tanda vital maka mempunyai arti sebagai indikasi adanya kegiatan organ-organ di dalam tubuh. Denyut nadi meningkat maka pasti ada perubahan pada sisitem kardiovaskuler dan seterusnya. Pengkajian/pemeriksaan tanda vital yang dilaksanakan oleh perawat digunakan untuk memantau perkembangan pasien saat dirawat. Tindakan ini bukan hanya sekedar rutinitas perawat tetapi merupakan tindakan pengawasan terhadap perubahan/gangguan sistem tubuh selama dirawat. Pada prinsipnya pemeriksaan tanda vital tidak selalu sama antara pasien satu dengan yang lainnya. Tingkat frekuensi pengukuran akan lebih sering atau lebih ketat pada pasien dengan kegawat-daruratan dibanding dengan pasien yang tidak mengalami kegawatdaruratan/kritis. Petugas kesehatan pada masa kini dituntut untuk menggunakan metode pendekatan pemecahan masalah (problem selving aproach) didalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Metode ini dilaksanakan dengan cara menggunakan proses keperawatan ke semua aspek layanan keperawatan. Untuk dapat menerapkan proses keperawatan maka petugas kesehatan harus mempunyai pengetahuan dan keterampilan mengkaji, merumuskan diagnosa keperawatan, mempormulasikan rencana, melaksanakan tindakan dan membuat evaluasi. Pengkajian, utamanya pengkajian nadi merupakan tahap pertama dalam proses pemeriksaan fisik terhadap nadi. Pengkajian fisik nadi pada dasarnya menggunakan cara yaitu dengan teknik palpasi saja. Tujuan akhir dari pengkajian fisik nadi adalah untuk menentukan penyakit dan penyakit pasien.

Pemeriksaan nadi sangat penting dilakukan agar petugas kesehatan yang melakukan pemerikasaan nadi dapat mengetahui keadaan nadi (frekuensi, irama, dan kuat lemah nadi). Agar pemeriksaan nadi hasilnya akurat, maka petugas kesehatan yang memeriksa denyut nadi harus paham akan prosedur kerja dalam pemeriksaan. Sedangkan pemeriksaan pernapasan dilakukan untuk mengetahui frekuensi, irama dan kedalaman pernapasan serta menilai kemampuan fungsi pernapasan pada pasien.

1.2 RUMUSAN MASALAH 1. Apa yang dimaksud dengan pemeriksaan tanda-tanda vital? 2. Apa saja contoh pemeriksaan tanda-tanda vital? 3. Apa yang dimaksud dengan pemeriksaan denyut nadi? 4. Bagaimana prosedur pelaksanaan pemeriksaan denyut nadi? 5. Apa saja tujuan dari pemeriksaan pernapasan? 6. Bagaimana prosedur kerja pemeriksaan pernapasan?

1.3 TUJUAN 1. Untuk memahami apa yang dimaksud dengan pemeriksaan tanda-tanda vital serta prosedur pelaksanaan pemeriksaan tanda-tanda vital yang meliputi tekanan darah, suhu tubuh, denyut nadi dan pemeriksaan pernapasan. 2. Mampu melaksanakan tindakan keperawatan pemeriksaan tanda-tanda vital sesuai dengan prosedur pelaksanaan.

BAB II PEMBAHASAN
2.1 PEMERIKSAAN DENYUT NADI

Denyut nadi merupakan denyutan atau dorongan yang dirasakan dari proses pemompaan jantung. Denyut nadi (pulse) adalah getaran/ denyut darah di dalam pembuluh darah arteri akibat kontraksi ventrikel kiri jantung.

Nilai denyut nadi merupakan indikator untuk menilai sistem kardiovaskular. Denyut nadi dapat diperiksa dengan mudah menggunakan jari tangan (palpasi) atau dapat juga dilakukan dengan alat elektronik yang sederhana maupun canggih. Pemeriksaan denyut nadi dapat dilakukan pada daerah arteri radialis pada pergelangan tangan, arteri brakialis pada siku bagian dalam, arteri karotis pada leher, arteri temporalis, arteri femoralis, arteri dorsalis pedis dan arteri frontalis pada bayi.

Waktu yang tepat untuk mengecek denyut nadi adalah saat bangun pagi dan sebelum melakukan aktivitas apapun. Pada saat itu tubuh merasa relaks dan terbebas dari zat-zat pengganggu seperti nikotin dan kafein. Denyut nadi pada orang yang sedang beristirahat adalah: 60 80 kali permenit untuk orang dewasa, 80 100 kali permenit untuk anak-anak, 100 140 kali permenit pada bayi.

Semakin bugar seseorang maka denyut nadi sewaktu istirahat akan makin menurun, kuat dan lebih teratur. Namun denyut nadi bisa lebih cepat jika seseorang dalam keadaan ketakutan, habis berolah raga, atau demam. Umumnya denyut nadi akan meningkat sekitar 20 kali permenit untuk setiap satu derajat celcius penderita demam. Nilai normal nadi adalah : 60-80 x/menit

Faktor yang mempengaruhi perubahan nadi : cemas dan stress penyakit terutama penyakit kardiovaskular suhu aktivitas dan olah raga makanan dan minuman umur dan jenis kelamin.

Lokasi pemeriksaan nadi: 1. Arteri radialis, terletak sepanjang tulang radialis, lebih mudah teraba diatas pergelangan tangan pada sisi ibu jari. Relatif mudah dan sering dipakai secara rutin. 2. Arteri brakialis, terletak di dalam otot biceps dari lengan atau medial di lipatan siku (fossa antekubital). Digunakan untuk mengukur tekanan darah dan kasus cardiac arrest pada infant. 3. Arteri carotid, terletak di leher di bawah lobus telinga, di mana terdapat arteri karotid berjalan diantara trakea dan otot sternokleidomastoideus. Sering digunakan untuk bayi, kasus cardiac arrest dan untuk memantau sirkulasi darah ke otak. 4. Arteri poplitea, terletak pada belakang lutut. 5. Arteri dorsalis pedis atau arteri tibialis posterior pada kaki. 6. Arteri femoralis, terletak pada lipatan paha.

Alat yang digunakan untuk memeriksa nadi: Stethoscope (auskultasi) Jari-jari tangan (palpasi)

Tujuan: 1. Mengetahui denyut nadi (irama, frekuensi, dan kekuatan pulsasi) 2. Menilai kemampuan fungsi kardiovaskular

Ceklist Pemeriksaan Denyut Nadi

NO. 1.

LANGKAH PERSIAPAN ALAT: 1. Arloji (jam/stopwatch) 2. Buku catatan nadi 3. Pena

YA

TIDAK

2.

PERSIAPAN PASIEN: 1. Menjelaskan maksud dan tujuan tindakan 2. Menjelaskan prosedur tindakan

3.

PERSIAPAN LINGKUNGAN: Jaga privasi klien

4.

PROSEDUR PELAKSANAAN: 1. Cuci tangan. 2. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan. 3. Atur posisi pasien. 4. Letakkan kedua lengan telentang di sisi tubuh. 5. Tentukan letak arteri (denyut nadi yang akan dihitung). 6. Periksa denyut nadi (arteri) dengan menggunakan ujung jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis. Tentukan frekuensinya per menit dan keteraturan irama, dan kekuatan denyutan. Hitung nadi selama 1 menit: bila perhitungan selama 15 detik maka dikalikan 4 (empat) bila perhitungan selama 30 detik maka dikalikan 2 (dua) perhitungan perkalian hanya dilakukan pada frekuensi nadi yang teratur 7. Catat hasil. 8. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.

5.

Dokumentasikan tindakan

2.2 PEMERIKSAAN PERNAPASAN

Seseorang dikatakan bernapas bila menghirup oksigen (O2) dan mengeluarkan karbon dioksida (CO2) melalui sistem pernapasan. Bernapas dapat dalam dan dapat pula dangkal. Pernapasan yang dalam akan mempunyai volume udara yang besar, baik pada waktu tarik napas/ inspirasi/ inhalasi atau pada waktu mengeluarkan napas/ ekspirasi/ekshalasi. Sedangkan pada pernapasan dangkal maka volume udara akan mengecil.

Pengertian: 1. Pernapasan adalah suatu proses keluar dan masuknya udara dalam paru-paru yang disertai dengan suatu keadaan pertukaran gas O2 dengan CO2. 2. Pernapasan luar adalah proses penyerapan O2 dan pengeluaran CO2 dari tubuh secara keseluruhan. 3. Pernapasan dalam adalah proses pertukaran gas antara sel jaringn dengan cairan sekitarnya.

Nilai pemeriksaan pernapasan merupakan salah satu indikator untuk mengetahui fungsi sistem pernapasan yang terdiri dari mempertahankan pertukaran oksigen dan karbondioksida dalam paru dan pengaturan keseimbangan asam-basa.

Tujuan: 1. Mengetahui frekuensi, irama dan kedalaman pernapasan. 2. Menilai kemampuan fungsi pernapasan.

Metode perhitungan : Satu pernapasan adalah satu kali menghirup napas dan satu kali mengeluarkan napas (satu kali gerakan naik turun). Pernapasan dihitung selama 30 detik lalu dikalikan 2 untuk mendapatkan frekuensi pernapasan tiap menit, pada keadaan normal mungkin pernapasan hanya dihitung selama 15 detik lalu hasilnya dikalikan 4.

Frekuensi napas normal: Usia baru lahir Anak-anak Usia 2-12 tahun Dewasa Takhipnea Bradipnea Apnea : 35 50 x / menit : 15 30 x / menit : 18 26 x / menit : 16 20 x / menit : bila pada dewasa pernapasan lebih dari 24 x / menit : bila kurang dari 10 x / menit : bila tidak bernapas.

10

Ceklist Pemeriksaan Pernapasan

NO. LANGKAH 1. PERSIAPAN ALAT: 1) Arloji (jam) 2) Buku catatan 3) Pena 2. PERSIAPAN PASIEN: 3. Menjelaskan maksud dan tujuan tindakan 4. Menjelaskan prosedur tindakan 3. PERSIAPAN LINGKUNGAN: Jaga privasi pasien 4. PERSIAPAN PERAWAT: 1. Mencuci tangan 2. Menilai keadaan umum pasien 3. Mengukur tanda-tanda vital 4. Kemampuan mobilisasi 5. PROSEDUR PELAKSANAAN: 1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan. 2. Cuci tangan. 3. Atur posisi pasien. 4. Hitung frekuensi dan irama pernapasan. 5. Catat hasil. 6. Cuci tangan setelah selesai pemeriksaan. 6. Dokumentasikan tindakan

YA

TIDAK

11

BAB III KESIMPULAN


3.1 KESIMPULAN

Pemeriksaan tanda vital merupakan suatu cara untuk mendeteksi adanya perubahan sistem tubuh. Tanda vital meliputi tekanan darah, denyut nadi, suhu tubuh, dan frekuensi pernapasan. Pengkajian/pemeriksaan tanda vital yang dilaksanakan oleh perawat digunakan untuk memantau perkembangan pasien saat dirawat. Denyut nadi dapat diperiksa dengan mudah menggunakan jari tangan (palpasi) atau dapat juga dilakukan dengan alat elektronik yang sederhana maupun canggih. Pemeriksaan pernapasan merupakan salah satu indikator untuk mengetahui fungsi sistem pernapasan yang terdiri dari mempertahankan pertukaran oksigen dan karbondioksida dalam paru-paru dan pengaturan keseimbangan asam-basa.

3.2 SARAN 1. Diharapkan agar petugas kesehatan dalam melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital selalu memperhatikan prosedur pelaksanaan. 2. Diharapkan agar petugas kesehatan melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital yang meliputi tekanan darah, denyut nadi, suhu tubuh, dan frekuensi pernapasan secara rutin dan terjadwal. 3. Diharapkan dengan dilakukannya pemeriksaan tanda-tanda vital secara teratur petugas kesehatan dapat memantau keadaan pasien.

12

DAFTAR PUSTAKA
Hidayat, Aziz Alimul. 2004. Buku Saku Pemeriksaan Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: EGC. Indriana. 2004. Asuhan Keperawatan dengan Gangguan Mata, edisi I. Jakarta: EGC. Potter and Perry. (2004). Fundamental of Nursing: Concepts, Process and Practice. Fourth Edition. St. Louse, Missouri: Mosby-year Book, Inc. Pery, Anne Griffin, Potter, patricia A. 1999. Fundamental Keperawatan Konsep Proses dan praktek. Jakarta: EGC. Pery, Anne Griffin, Potter, patricia A., Yasmin, Asih (editor). 1999. Buku Saku Keterampilan dan Prosedur Dasar. Jakarta: EGC. Robert, Priraharjo. 1996. Pengkajian Fisik Keperawatan ,cetakan II. Jakarta: EGC. Taylor, C., Lilis, C., and LeMone, P. 1998. Fundamental of Nursing: The Art and Science of Nursing Care Lippincott.

Sumber lain: http://anikindriono.blogspot.com/2011/04/mengukur-tanda-tanda-vital-vital-sign.html

13