Anda di halaman 1dari 2

Tingkat-tingkat pencegahan Empat tingkat pencegahan yang disesuaikan dengan fase-fase yang berbeda dari perkembangan penyakit dapat

diidentifikasi sebagai berikut : Tabel 1. Tingkat-tingkat pencegahan Tingkat pencegahan Primordial Primer Fese penyakit Kondisi-kondisi yang mengarah ke penyebab Faktor-faktor penyebab spesifik Sasaran Populasi total dan kelompokkelompok yang terseleksi Populasi total, kelompokkelompok yang terseleksi dan individu-individu yang sehat Penyakit dalam tahap dini Penderita-penderita Penyakit dalam tahap akhir Penderita-penderita (pengobatan, rehabilitasi)

Sekunder Tersier

Pencegahan primordial Tujuan pencegahan primordial adalah untuk menghindari kemunculan dan kemapanan di bidang sosial, ekonomi, dan pola kehidupan yang diketahui kontribusi untuk meningkatkan resiko penyakit. Mortalitas yang terjadi akibat penyakit-penyakit infeksi kini sedang mengalami penurunan di negara-negara yang sedang berkembang dan umur harapan hidup kini sedang mengalami peningkatan. Sebagai akibatnya, maka penyakit-penyakit yang tidak dapat ditularkan, terutamaterutama rudapaksa karena kecelakaan, kanker, dan penyakit jantung koroner akhirnya menjadi relatif lebih tinggi bagi masalah-masalah keehatan masyarakat, meskipun sebelumnya penyakit-penyakit infeksi dan parasitik telah sepenuhnya dapat dikendalikan. Pencegahan primordial itu diperlukan dalam kaitannya dengan efek-efek global dari polusi udara (efek rumah kaca, penurunan lapisan ozon) dan efek kabut dari perkotaan terhadao kesehatan (terhadap terjadinya penyakit paru, penyakit jantung). Sebagai contoh, konsentrasi SO2 (sulfurdioksida) di atmosfer di beberapa kota yang berada dia atas nilai ambang batas yang direkomendasikan oleh WHO. Kebijaksanaan-kebijaksanaan masyarakat untuk mencegah timbulnya pengembangan bahaya-bahaya yang muncul di hampir semua negara, yaitu kebiksanaa untuk melindungi kesehatan semakin dibutuhkan. Dengan sangat disesalkan, pentingnya peranan pencegahan primordial itu acapkali terlalu lambat untuk disadari. Di berbagai negara, penyebab-penyebab dasar dari penyakit yang spesifik itu sudah diketahui, meskipun wabah-wabah penyakit tetap saja bermunculan dimana-mana. Contoh pencegahan primordial, untuk penyakit jantung koroner itu seyogyanya adalah meliputi hal-hal berikut ini: ditentukannya kebijakan-kebijakan nasional dan program-program tentang gizi yang melibatkan sektor pertanian, industri makanan dan sektor ekspor/impor makanan; kebijakan-kebijakan terpadu untuk mengurangi jumlah perokok; program-program pencegahan hipertensi; dan program-program untuk mempromosikan latihan fisik secara teratur (olahraga secara rutin). Namun, dilapangan pencegahan primordial yang efektif itu memerlukan adanya peraturan yang keras dan ketentuan tentang fiskal agar dapat menghentikan promosi penjualan rokok serta menurunkan lama waktu menghisap rokok.

Pencegahan primer Tujuan dari pencegahan primer adalah untuk mengurangi insidensi penyakit dengan cara mengendalikan penyebab-penyebab penyakit dan faktor resikonya. Contoh, pencegahan primer yang ditujukan pada keseluruhan populasi adalah pengurangan polusi udara di perkotaan, yaitu dengan pengukuran sulfurdioksida dan emisi-emisi lainnya yang berasal dari mobil, industri dan pemanasan domestik. Sebuah rangkaian petunjuk tentang kualitas udara telah pernah dibuat (WHO, 1987d), yang dapat mengarah kepada dilakukannya pencegahan primer, yaitu bila hal itu diberlakukan. Contoh lain dari pencegahan primer adalah penggunaan kondom untuk mencegah infeksi HIV, dan pengembangan dari sistem-sistem pertukaran jarum bagi para pemakai obat intravena, yaitu guna mencegah penularan penyakit hepatitis B dan infeksi HIV. Progra-progran pendidikan yang ditujukan agar orang-orang berhati-hati tentang bagaimanakah HIV itu ditularkan dna apakah yang dapat dilakukan manusia untuk mencegah penyebarannya adalah merupakan bagian esensial dari pencegahan primer tentang penyakit ini. Pencegahan primer itu meliputi dua buah strategi yang acapkali bersifat saling melengkapi dan mencerminkan adanya dua buah pandangan terhadap etiologi. Hal itu dapat difokuskan kepada populasi secara keseluruhan dengan tujuan mengurangi resiko rerata (strategi populasi) atau pada orang-orang yang mempunyai resiko tinggi sebagai akibat adanya paparan tertentu (strategi pada individu yang memiliki resiko tinggi). Penelitian-penelitian epidemiologis telah memperlihatkan bahwa meskipun strategi individual untuk orang yang mempunyai resiko tinggi, yang ditujukan untuk melindungi individu-individu yang rentan, ternyata paling efisien pada orang-orang yang mempunyai resiko terbesaruntuk megidap sebuah penyakit, orang orang tersebut mungkin hanya memberikan kontribusi yang sedikit saj terhadap penangana penyakit yang ada didalam populasi secara keseluruhan. Dalam kesempatan ini, maka strategi tentang kependudukan atau kombinasi yang merupakan gabungan dati kedua strategi itu seyogyanya diterapkan. Tabel 2. Keuntungan dan kerugian dari strategi-strategi pencegahan primer Keuntungan Kerugian Strategi populasi - Radikal - Memberikan sedikit ke-untungan pada - Amat potensial untuk individu-individu seluruh populasi - Subyek dengan motivasi yang buruk - Tepat berdasarkan - Dokter dengan motivasi yang buruk populasi - Keuntungan terhadap rasio resiko mungkin rendah Strategi untuk individu - Tepat untuk individu- - Kesulitan-kesulitan dalam mengidentifikasi yang punya resiko tinggi individu individu-individu yang mempunyai resiko - Motivasi subyek tinggi - Motivasi dokter - Efek temporal - Menghendaki adanya - Efek terbatas keuntungan- Secara perilaku adalah tidak tepat keuntungan
Diadaptasi dari Rose, 1985.