Anda di halaman 1dari 6

PERENCANAAN BANGUNAN TAHAN GEMPA PENGERTIAN UMUM GEMPA BUMI GEMPA BUMI merupakan suatu fenomena alam yang

tidak dapat dihindari, tidak dapat diramalkan kapan terjadi dan berapa besarnya, serta akan menimbulkan kerugian baik harta maupun jiwa bagi daerah yang ditimpanya dalam waktu relatif singkat. Menurut Teori Pelat Tektonik, para ahli geologi mengasumsikan bahwa dunia terdiri dari beberapa lempengan yang mengambang, `dimana masing-masing lempengan tersebut bergerak pada arah yang `` berlainan sehingga tabrakan/tumbukan antara dua atau lebih dari lempengan tersebut tidak dapat dihindari, dimana lempeng yang kuat akan melengkung ke atas, itulah peristiwa terjadinya pegunungan, sedangkan lempeng yang lemah akan terdesak ke bawah atau patah, peristiwa terjadi jurang. Pada peristiwa tabrakan/tumbukan tersebut akan terjadinya gesekan antara dua atau lebih lempengan yang mengakibatkan adanya pelepasan energi yang besar sekali, yang berpengaruh pada daerahdaerah yang lemah pada lempengan tersebut. Bila daerah` lemah berada di daerah puncak, akan terjadi letusan gunung api yang diawali dengan adanya gempa vulkanik. Pada daerah di bawah, bila terjadi patahan pada lempengan, akan terjadi peristiwa gempa tektonik. FILOSOFI BANGUNAN TAHAN GEMPA Bila terjadi Gempa Ringan, bangunan tidak boleh mengalami kerusakan baik pada komponen nonstruktural (dinding retak, genting dan langit-langit jatuh, kaca pecah, dsb) maupun pada komponen strukturalnya (kolom dan balok retak, pondasi amblas, dsb). Bila terjadi Gempa Sedang, bangunan boleh mengalami kerusakan pada komponen non-strukturalnya akan tetapi komponen struktural tidak boleh rusak. Bila terjadi Gempa Besar, bangunan boleh mengalami kerusakan baik pada komponen non-struktural maupun komponen strukturalnya, akan tetapi jiwa penghuni bangunan tetap selamat, artinya sebelum bangunan runtuh masih cukup waktu bagi penghuni bangunan untuk keluar/mengungsi ketempat aman. PEMBAGIAN JALUR GEMPA BUMI DIDUNIA Jalur Sirkum Pasific ( Circum Pacific Belt ) Antara lain melalui daerah-daerah Chili, Equador, Caribia, Amerika Tengah, Mexico, California, Columbia, Alaska, Jepang, Taiwan, Philipina, Indonesia (Sulawesi Utara, Irian), Selandia Baru, dan negara-negara Polinesia.

Jalur Trans Asia ( Trans Asiatic Belt ) Antara lain melalui daerah-daerah Azores, Mediterania, Maroko, Portugal, Italia, Rumania, Turki, Irak, Iran, Afganistan, Himalaya, Myanmar, Indonesia (Bukit Barisan, Lepas pantai selatan P. Jawa, Kep. Sunda Kecil, Maluku). Jalur Laut Atlantic ( Mid-Atlantic Oceanic Belt ) Antara lain melalui Splitbergen, Iceland dan Atlantik Selatan. Pembagian Jalur Gempa Bumi di Indonesia Indonesia dibagi menjadi 6 Wilayah Gempa DASAR-DASAR PERENCANAAN BANGUNAN TAHAN GEMPA Denah Bangunan Denah bangunan sebaiknya sederhana, simetris dan tidak terlalu panjang.

Simetris dan sederhana

Simetris tetapi tidak sederhana

Tidak Baik

Tidak Baik

Catatan : Alur pemisah dibuat dari bahan yang mudah diperbaiki Atap sedapat mungkin dibuat yang ringan

Pondasi Sebaiknya tanah dasar pondasi merupakan tanah kering, padat, dan merata kekerasannya. Dasar pondasi sebaiknya lebih dalam dari 45 cm.

Pondasi sebaiknya dibuat menerus keliling bangunan tanpa terputus. Pondasi dinding penyekat juga dibuat menerus. Bila pondasi terdiri dari batukali maka perlu dipasang balok pengikat/sloof sepanjang pondasi tersebut.

Pondasi setempat perlu diikat kuat satu sama lain dengan memakai balok pondasi.

Pondasi Umpak Tiang Kayu

Pondasi Setempat Beton Bertulang