Anda di halaman 1dari 3

Nama Budi Kurnia Ading Muslihudin

NIM 1201136 1201182

Kelas Pendas IPS Pendas IPS

PEMBELAJARAN TEMATIK-INTEGRATIF Upaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan terus dilakukan / restrukturisasi pendidikan, baik dalam sektor kurikulum, pemerintah, hubungan dengan masyarakat atau lingkungan, bahkan kualitas guru juga terus ditingkatkan. Karena guru memiliki peranan yang sangat penting dalam proses belajar mengajar. Terlebih guru juga dituntut untuk lebih kaya dalam menguasai metode pembelajaran. Diantara metode-metode tersebut adalah metode pembelajaran tematik. Pemerintah tahun 2013 telah mengeluarkan kebijakan tentang kurikulum 2013. Kebijakan ini antara lain memberi ruang gerak yang luas kepada lembaga pendidikan khususnya sekolah dasar dalam mengelola sumber daya yang ada, dengan cara mengalokasikan seluruh potensi dan prioritas sehingga mampu melakukan terobosan-terobosan sistem pembelajaran yang lebih inovatif dan kreatif. Salah satu upaya kreatif dalam melaksanakan pembelajaran yang menggunakan kurikulum berbasis kompetensi di sekolah dasar adalah melakukan pembelajaran tematik integratif. Pembelajaran model ini akan lebih menarik dan bermakna bagi anak karena model pembelajaran ini menyajikan tema-tema pembelajaran yang lebih aktual dan kontekstual dalam kehidupan sehari-hari. Dalam mengawali pembahasan tentang pembelajaran tematik, di makalah ini terlebih dahulu akan disuguhkan tentang pengertian dari pokok pembahasan untuk menghindari kesalah pahaman dan juga untuk mempermudah fokus pendiskusian. Pembelajaran tematik juga biasa disebut dengan pembelajaran terpadu, karena konsep ini telah menggabungkan dari beberapa bidang studi atau mata pelajaran dalam satu tema dengan tujuan pembelajaran akan menjadi lebih menarik dan kaya pengetahuan. Tema merupakan alat atau waduh untuk mengenalkan berbagai konsep kepada anak didik secara utuh. Dalam pembelajaran tema diberikan dengan maksud menyatukan isi

kurikulum. Dalam satu kesatuan yang utuh, memperkaya perbendaharaan bahasa anak didik dan membuat pembelajaran lebih bermakna. Argumentasi yang dibangun dalam pembelajaran yang menggunakan tema, dimaksudkan agar anak didik mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas. Pembelajaran tematik merupakan suatu strategi pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakana kepada siswa atau dengan bahasa yang singkat pembelajaran tematik ini merupakan pembelajaran yang memadukan beberapa mata pelajaran atau bidang studi dalam satu tema. Keterpaduan tersebut dapat dilihat dari aspek proses atau waktu, kurikulum, dan aspek belajar mengajar. Jadi dari berbagai penjelasan di atas yang dimaksud dengan pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema sebagai pemerasatu materi dalam beberapa mata pelajaran sekaligus dalam satu kali tatap muka. Pembelajaan tematik adalah pembelajaran tepadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta, 1983 dalam Depdiknas, 2006). Sebagai suatu model pembelajaran di sekolah dasar, pembelajaran tematik memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut (Depdiknas, 2006): 1. Berpusat pada siswa Pembelajaran tematik berpusat pada siswa (student centered), hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek belajar sedangkan guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator yaitu memberikan kemudahan-kemudahan kepada siswa untuk melakukan aktivitas belajar. 2. Memberikan pengalaman langsung Pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa (direct experiences). Dengan pengalaman langsung ini, siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkrit) sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang lebih abstrak. 3. Pemisahan matapelajaran tidak begitu jelas Dalam pembelajaran tematik pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan siswa. 4. Menyajikan konsep dari berbagai matapelajaran

Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. Dengan demikian, Siswa mampu memahami konsep-konsep tersebut secara utuh. Hal ini diperlukan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. 5. Bersifat fleksibel Pembelajaran tematik bersifat luwes (fleksibel) dimana guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya, bahkan mengaitkannya dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan dimana sekolah dan siswa berada. 6. Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa Siswa diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan minat dan kebutuhannya. 7. Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan Rambu-rambu pembelajaran tematik sebagai berikut (Depdiknas, 2006): 1. Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan 2. Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester 3. Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan, jangan dipaksakan untuk dipadukan. Kompetensi dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan secara tersendiri. 4. Kompetensi dasar yang tidak tercakup pada tema tertentu harus tetap diajarkan baik melalui tema lain maupun disajikan secara tersendiri. 5. Kegiatan pembelajaran ditekankan