Anda di halaman 1dari 17

Ulkus Peptikum

By: Ach. Hisyam Siti Zulaikhah

DEFINISI
Ulkus Peptikum adalah luka berbentuk
bulat atau oval yang terjadi karena lapisan lambung atau usus dua belas jari (duodenum) telah termakan oleh asam lambung dan getah pencernaan.

PENYEBAB
bakteri (misalnya Helicobacter pylori) Obat-obat tertentu (terutama aspirin,
ibuprofen dan obat anti peradangan nonsteroid lainnya),

GEJALA
Nyeri Pirosis(nyeri uluhati) Muntah Konstipasi dan perdarahan

PATOFISIOLOGI
Sekresi lambung terjadi pada 3 fase yang
serupa: 1.Sefalik 2.Fase lambung 3.Fase usus

PENCEGAHAN
Jika penyebabnya adalah NSAIDs, sebaiknya
hindari pemakaian NSAIDs, termasuk setiap obat yang mengandung ibuprofen maupun aspirin Jika tidak ada makanan tertentu yang diduga menjadi penyebab maupun pemicu terjadinya ulkus, biasanya tidak dianjurkan untuk membatasi pemberian makanan kepada anak-anak yang menderita ulkus. Makanan yang bergizi dengan berbagai variasi makanan adalah penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

Cont...
Alkohol dan merokok dapat memicu
terbentuknya ulkus. Selain itu, kopi, teh, soda dan makanan yang mengandung kafein dapat merangsang pelepasan asam lambung dan memicu terbentuknya ulkus, jadi sebaiknya makanan tersebut tidak diberikan kepada anak-anak yang menderita ulkus.

PENGOBATAN
ANTASID. Antagonis H2. Omeprazole dan Iansoprazole. Antibiotik.

Diagnosa Keperawatan Ulkus Peptikum :


1. Kurang pengetahuan mengenai pencegahan
gejala dan penatalaksanaan kondisi berhubungan dengan informasi yang tidak adekuat.

tujuan :
Klien mendapatkan pengetahuan tentang
pencegahan dan penatalaksanaan.

i/Kaji tingkat pengetahuan dan kesiapan untuk


belajar dari klien. R/ : Keinginan untuk belajar tergantung pada kondisi fisik klien, tingkat ansietas dan kesiapan mental. i/Ajarkan informasi yang diperlukan : Gunakan kata-kata yang sesuai dengan tingkat pengetahuan klien. Pilih waktu kapan klien paling nyaman dan berminat. Batasi sesi penyuluhan sampai 30 menit atau kurang. R/ : Individualisasi penyuluhan meningkatkan pembelajaran.

i/Yakinkan klien bahwa penyakitnya dapat


diatasi. R/ : Memberikan keyakinan dapat memberikan pengaruh positif pada perubahan perilaku

2. Ansietas berhubungan dengan sifat penyakit dan penatalaksanaan jangka panjang. Tujuan : Penurunan ansietas. I/Dorong klien untuk mengekspresikan masalah
dan rasa takut dan ajukan pertanyaan sesuai kebutuhan. R/ : Komunikasi terbuka membantu klien mengembangkan hubungan saling percaya yang membantu mengurangi ansietas dan stress

I/Jelaskan alasan untuk mentaati jadwal


pemngobatan yang direncanakan, misal : farmakoterapi, Pembatasan diet, Modifikasi tingkat aktifitas, Mengurangi atau menghentikan rokok R/ : Pengetahuan mengurangi ansietas yang tampak sebagai rasa takut akibat ketidaktahuan. Pengetahuan dapat mempunyai pengaruh positif pada perubahan perilaku.

I/Bantu klien untuk mengidentifikasi situasi


yang menimbulkan ansietas. R/ : Stresor perlu diidentifikasi sebelum dapat diatasi. I/Ajarkan strategi penatalaksanaan stress : misalnya obat-obatan, distraksi dan imajinasi. R/ : Penurunan ansietas menurunkan sekresi asam hidroklorida.

3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan nyeri yang berkaitan dengan makanan. Tujuan : Mendapatkan nutrisi yang optimal.

I/Anjurkan makan makanan dan


minuman yang tidak mengiritasi. R/ : Makanan dan minuman yang tidak mengiritasi dapat membantu mengurangi nyeri epigastrik.

I/Anjurkan makan dengan jadwal yang teratur,


hindari kudapan sebelum waktu tidur. R/ : Makan teratur membantu menetralisasi sekresi asam lambung; kudapan sebelum tidur meningkatkan sekresi asam lambung. I/ Anjurkan makan makanan pada lingkungan yang rileks R/ : Lingkungan yang rileks kurang menimbulkan ansietas. Menurunnya ansietas membantu menurunkan sekresi asam hidroklorida.