Anda di halaman 1dari 18

Obat intravaginal dan obat luar

Oleh : Ahmad teguh Ika hariyati

Obat
Dalam penggunaannya, obat mempunyai berbagai macam bentuk. Semua bentuk obat mempunyai karakteristik dan tujuan tersendiri. Ada zat yang tidak stabil jika berada dalam sediaan tablet sehingga harus dalam bentuk kapsul atau ada pula obat yang dimaksudkan larut dalam usus bukan dalam lambung.

Pemberian obat intravaginal

pengertian
Pemberian Obat per Vagina, Merupakan cara memberikan obat dengan memasukkan obat melalui vagina, yang bertujuan untuk mendapatkan efek terapi obat dan mengobati saluran vagina atau serviks. Obat ini tersedia dalam bentuk krim dan suppositoria yang digunakan untuk mengobati infeksi lokal.

Cara pemberian

a. Cuci tangan b. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan c. Gunakan sarung tangan d. Siapkan suplai e. Periksa identifikasi klien dan menanyakan nama klien f. Infeksi kondisi genetalia eksterna dan saluran vagina g. Kaji kemampuan klien menggunakan aplikator atau supositoria dan mengambil posisi saat obat dimasukkan h. Alur suplai di sisi tempat tidur i. Tutup gorden atau pintu kamar

j. Bantu klien berbaring dalam posisi dorsal recumben k. Jaga abdomen dan ekstremitas bawah tetap tertutup l. Pastikan orifisium vagina disinari dengan baik oleh lampu kamar/lampu leher angsa (gcoseneck) m. Masukkan supositoria dengan tangan terbungkus sarung tangan (lihat gambar) n. Beri krim/sabun sesuai dengan petunjuk pada kemasan obat (lihat gambar) o. Lepas sarung tangan dengan menarik bagian dalam sarung tangan keluar dan buang ke dalam wadah yang tepat, cuci tangan

p. Instruksikan klien untuk tetap berbaring terlentang selama sekurang-kurangnya 10 menit q. Apabila aplkator digunakan, cuci dengan sabun dan air hangat, bilas dan simpan untuk penggunaan selanjutnya r. Tawarkan klien pembalut perineum ketika ia mulai bergerak s. Inspeksi kondisi saluran vagina dan genetalia eksterna di antara pemberian obat t. Catat nama obat, dosis, cara pemberian dan waktu pemberian obat pada catatan obat.

Perawat tidak boleh melakukan pemeriksaan vagina pada keadaan : a. Menstruasi b. Khusus pada pasien spartus antara lain - Perdarahan - Ketuban pecah dini

Saran
Pemberian obat melalui vagina sangat berbeda dan berat dalam mengaplikasikannya dibandingkan dengan cara pemberian obat lainnya karena berkaitan dengan bagian yang paling sensitive dari wanita oleh karena itu harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan harus selalu berusaha menjaga privasi klien.

Obat luar

Pengertian
Menurut kamus besar bahasa indonesia, obat luar adalah obat yg dioleskan atau diteteskan untuk menyembuhkan penyakit luar (spt kudis, panu) dan bukan untuk diminum atau ditelan.

Obat luar ada yang berbentuk : 1. Obat berbentuk Larutan Obat jenis ini berupa larutan yang dapat larut dalam air, pemakaian obat jenis ini ada yang diminum dan ada juga untuk obat luar (seperti obat kulit)

2. Obat berbentuk Salep Obat ini adalah jenis obat luar, bentuknya berupa semi padat. Bahan obat jenis salep ini harus larut dan terdispersi pada bahan dasar salep.

Cara pemberiannya jelas tergantung dari jenis obatnya. Kalau untuk : 1. Salep : pemakaiannya di oles kepada kulit / selaput yang bermasalah. Misalnya terkena jamur atau terkena luka.

Sedangkan untuk obat luar yang jenisnya larutan, Cara pemakaiannya : dengan meneteskan larutan dari botol obat, ke kulit yang luka atau mengalami gangguan.