Anda di halaman 1dari 3

BAB III HAMBATAN DAN PEMECAHANNYA

A. WAKTU PELAKSANAAN PPL Pada bagian ini, penulis sama sekali tidak menemukan hambatan apapun, karena waktu pelaksanaan PPL dilaksanakan dari Senin - Sabtu dan dimulai dari jam 07.30 WIB 13.45 WIB. Waktu pelaksanaan PPL di SMK Pancasila Surakarta juga tidak mengganggu waktu perkuliahan penulis, sehingga dalam hal ini penulis tidak menemui hambatan sama sekali.

B. KONDISI SISWA Saat penulis melaksanakan PPL di SMK Pancasila Surakarta, penulis tidak menemui hambatan yang besar dalam hal kondisi siswa. Hambatan yang penulis temui pada kondisi siswa bersifat umum yaitu suasana ramai di kelas, penggunaan telepon seluler di kelas, serta sikap siswa yang tidak memperhatikan guru. Hambatan tersebut dapat penulis katakan umum, karena kondisi tersebut dapat penulis temui di setiap kelas yang pernah penulis masuki saat mengajar di kelas dan menunggu kelas yang kosong ketika penulis menjadi guru piket. Cara untuk mengatasi hambatan tersebut, langkah awal yang penulis lakukan adalah dengan cara pendekatan kepada siswa dengan mengajak berbicara atau sekedar sharing dengan para siswa. Lalu, langkah selanjutnya adalah penulis mengingatkan secara halus kepada siswa yang menggunakan telepon seluler tersebut untuk menyimpannya dan meminta perhatiannya untuk mengikuti proses kegiatan belajar mengajar. Hambatan lain terlihat kedisiplinan siswa masih kurang karena masih banyak siswa yang kondisi bajunya masih dikeluarkan dan duduk seenaknya. Siswa pada umumnya kurang memperhatikan hal-hal mengenai kerapian pakaian, posisi duduk, kebersihan lingkungan sekitarnya, peletakan helm yang

sembarangan, dan posisi meja yang tidak rata dengan barisannya.

Cara untuk mengatasi hambatan tersebut yang penulis lakukan adalah dengan cara mengingatkan untuk merapikan baju ketika pelajaran dan ketika penulis melakukan piket 3S (Senyum, salam, dan sapa) sebelum siwa masuk daalm area sekolah.

C. ALAT ATAU MEDIA PEMBELAJARAN

1. Media pembelajaran yaitu buku (LKS). Pemecahan :

D. KEKOMPAKAN KELOMPOK Program pengalaman lapangan di SMK Pancasila Surakarta dilaksanakan oleh 12 mahasiswa yang berasal dari berbagai Program Studi. Karena terdiri atas lintas prodi maka kekompakan menjadi salah satu faktor yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan PPL. Berdasarkan pengamatan di lapangan, kekompakan seluruh mahasiswa praktikan sangat baik / sangat kompak. Kekompakan ini dapat dibuktikan dengan besarnya prosentase kehadiran mahasiswa praktikan dalam setiap kegiatan, baik kegiatan yang bersifat akademik maupun non-akademik. Kegiatan akademik mencakup seluruh proses pembelajaran, piket harian, upacara, kegiatan olahraga pagi, dan lain sebagainya. Sedangkan kegiatan nonakademik berupa kegiatan Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. Kekompakan praktikan juga ditunjukkan dalam keseharian di sekolah dengan melakukan diskusi-diskusi terkait proses mengajar dan permasalahan di kelas sehingga dapat saling bertukar pengalaman untuk mengatasi

permasalahan kelas. Selain itu kekompakan juga ditunjukkan dengan adanya kesadaran untuk saling melengkapi tugas piket ketika teman yang piket ada tugas untuk mengajar. Dengan demikian maka tugas administrasi sekolah tidak terhambat.

E. HAMBATAN DARI SEKOLAH Sekolah merupakan faktor utama penentu keberhasilan Program

Pengalaman Lapangan. Tanpa adanya sekolah beserta seluruh komponennya maka PPL tidak akan dapat dilaksanakan. Demikian halnya jika terdapat hambatan dari sekolah maka akan menghambat proses pelaksanaan PPL. Oleh sebab itu maka di awal proses penyerahan mahasiswa praktikan ke sekolah diadakan kesepakatan terlebih dahulu dengan Koordinator PPL SMK Pancasila Surakarta Selama melaksanakan program pengalaman lapangan di SMK Pancasila Surakarta, penulis dan mahasiswa pratikan lain tidak mendapatkan hambatan dari sekolah mitra. Hal tersebut tidak terlepas dari adanya kebijakan yang telah disosialisasikan kepada mahasiswa praktikan ketika penyerahan sehingga kesepakatan yang dibuat tidak memberatkan mahasiswa praktikan. Salah satu contoh kebijakan dari sekolah adalah apabila terdapat jam kuliah atau kegiatan mahasiswa yang waktunya bersamaan dengan jam mengajar di sekolah, maka dari pihak sekolah mengijinkan mahasiswa tersebut dengan syarat sudah Apabila

mengofirmasikan ke guru pamong dan koordinator guru pamong.

mahasiswa memiliki kegiatan di luar sekolah ( dalam hal ini kegiatan masih berkaitan dengan perkuliahan) serta tidak ada lagi jam mengajar, maka mahasiswa tersebut diperkenankan untuk pulang di atas jam 11 dan tidak sedang tugas piket.