Anda di halaman 1dari 3

Campak atau morbili adalah suatu infeksi virus akut yang memiliki 3 stadium yaitu (1)Stadium inkubasi yang

berkisar antara 10 sampai 12 hari setelah pajanan pertama terhadap virus dan dapat disertai gejala minimal maupun tidak bergejala, (2)Stadium prodromal yang menunjukkan gejala demam, konjungtivitis, pilek, dan batuk yang meningkat serta ditemukannya enantem pada mukosa (ber ak !oplik), dan (3)Stadium erupsi yang ditandai dengan keluarnya ruam makulopapular yang didahului dengan meningkatnya suhu badan ("hillips, 1#$3) %ngka kejadian ampak di &ndonesia sejak tahun 1##0 sampai 2002 masih tinggi sekitar 3000'(000 per tahun demikian pula frekuensi terjadinya kejadian luar biasa tampak meningkat dari 23 kali per tahun menjadi 1)(* +amun case fatality rate telah dapat diturunkan dari ,,,- menjadi 1,2-* .mur terbanyak menderita ampak adalah /120 1ransmisi ampak terjadi melalui udara, kontak langsung maupun melalui droplet dari

penderita saat gejala yang ada minimal bahkan tidak bergejala* "enderita masih dapat menularkan penyakitnya mulai hari ke') setelah terpajan hingga , hari setelah ruam mun ul* 2iasanya seseorang akan mendapat kekebalan seumur hidup bila telah sekali terinfeksi oleh ampak (3ampengan, 1##))*

Etiologi
4irus ampak merupakan virus 3+% famili paramyxoviridae dengan genus Morbili virus* Sampai saat ini hanya diketahui 1 tipe antigenik yang mirip dengan virus "arainfluen5a dan 6umps* 4irus bisa ditemukan pada sekret nasofaring, darah dan urin paling tidak selama masa prodromal hingga beberapa saat setelah ruam mun ul* 4irus ampak adalah organisme yang tidak memiliki daya tahan tinggi apabila berada di luar tubuh manusia* "ada temperatur kamar selama 3', hari virus kehilangan 70- sifat infektifitasnya* 4irus tetap aktif minimal 3( jam pada temperatur kamar, 1, minggu di dalam penga8etan beku, minimal ( minggu dalam temperatur 3,9C, beberapa hari pada suhu 09C, dan tidak aktif pada p: rendah (Soegeng Soegijanto, 2002)*

Patologi
;esi pada ampak terutama terdapat pada kulit*, membran mukosa nasofaring, bronkus, saluran pen ernaan, dan konjungtiva* <i sekitar kapiler terdapat eksudat serosa dan

proliferasi dari sel mononuklear dan beberapa sel polimorfonuklear* !arakteristik patologi dari Campak ialah terdapatnya distribusi yang luas dari sel raksasa berinti banyak yang merupakan hasil dari penggabungan sel* <ua tipe utama dari sel raksasa yang mun ul adalah (1) sel =arthin'>indkeley yang ditemukan pada sistem retikuloendotel (adenoid, tonsil, appendiks, limpa dan timus) dan (2) sel epitel raksasa yang mun ul terutama pada epitel saluran nafas* ;esi di daerah kulit terutama terdapat di sekitar kelenjar sebasea dan folikel rambut* 1erdapat reaksi radang umum pada daerah bukal dan mukosa faring yang meluas hingga ke jaringan limfoid dan membran mukosa trakeibronkial* "neumonitis intersisial karena virus ampak menyebabkan terbentuknya sel raksasa dari :e ht* 2ronkopneumonia yang terjadi mungkin disebabkan infeksi sekunder oleh bakteri (Cherry, 200()* "ada kasus en efalomyelitis terdapat demyelinisasi vaskuler dari area di otak dan medula spinalis* 1erdapat degenerasi dari korteks dan subsdtansia alba dengan inclusion body intranuklear dan intrasitoplasmik pada subacute sclerosing panencephalitis ("hillips, 1#$3)*

Patogenesis
Campak merupakan infeksi virus yang sangat menular, dengan sedikit virus yang infeksius sudah dapat menimbulkan infeksi pada seseorang* ;okasi utama infeksi virus ampak adalah epitel saluran nafas nasofaring* &nfeksi virus pertama pada saluran nafas sangat minimal* !ejadian yang lebih penting adalah penyebaran pertama virus ampak ke jaringan limfatik regional yang menyebabkan terjadinya viremia primer* Setelah viremia primer, terjadi multiplikasi ekstensif dari virus ampak yang terjadi pada jaringan limfatik regional maupun jaringan limfatik yang lebih jauh* 6ultiplikasi virus ampak juga terjadi di lokasi pertama infeksi* Selama lima hingga tujuh hari infeksi terjadi viremia sekunder yang ekstensif dan menyebabkan terjadinya infeksi ampak se ara umum* !ulit, konjungtiva, dan saluran nafas adalah tempat yang jelas terkena infeksi, tetapi organ lainnya dapat terinfeksi pula* <ari hari ke'11 hingga 1( infeksi, kandungan virus dalam darah, saluran nafas, dan organ lain men apai pun aknya dan kemudian jumlahnya menurun se ara epat dalam 8aktu 2 hingga 3 hari* Selama infeksi virus ampak akan bereplikasi di dalam sel endotel, sel epitel, monosit, dan makrofag (Cherry, 200()*

<aerah epitel yang nekrotik di nasofaring dan saluran pernafasan memberikan kesempatan serangan infeksi bakteri sekunder berupa bronkopneumonia, otitis media, dan lainnya* <alam keadaan tertentu, adenovirus dan herpes virus pneumonia dapat terjadi pada kasus ampak (Soedarmo dkk*, 2002)*