Anda di halaman 1dari 21

Asuhan Ibu Masa Nifas Normal Makalah ini diajukan sebagai salah satu syarat kelulusan mata kuliah

Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas (ASKEB III) yang dibina oleh Ibu Hanny, SST

Disusun Oleh: 1. Indri Andena 2. Igna Febrianti 3. Jasmine Fauzia Marzen 4. Marthina P. Baddu 5. Meilianissa Tazkia 6. Nova P. Pertiwi

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN POLITEKNIK KESEHATAN TNI-AU CIUMBULEUIT BANDUNG 2013

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kita panjatkan kepada Allah Subhanahuwataala. Salawat dan salam kita kirimkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Sallallahualaihiwasallam, karena atas hidayah-Nyalah makalah ini dapat diselesaikan. Makalah ini penulis sampaikan kepada pembina mata kuliah Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas, Ibu Hanny, SST. sebagai salah satu syarat kelulusan mata kuliah tersebut. Tidak lupa Penulis ucapkan terima kasih kepada Ibu yang telah berjasa mencurahkan ilmu kepada penulis mengajar mata kuliah Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas.

Penulis memohon kepada Ibu dosen khususnya, umumnya para pembaca apabila menemukan kesalahan atau kekurangan dalam makalah ini, baik dari segi bahasanya maupun isinya, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun kepada semua pembaca demi lebih baiknya makalah-makalah yang akan datang.

Bandung, 19 Oktober 2013

Penulis

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masa nifas (puerpurium) adalah waktu yang dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir kira-kira 6 minggu. Akan tetapi seluruh alat kandungan kembali seperti semula (sebelum hamil)dalam waktu kurang lebih 3 bulan. di mulai dengan kehamilan, persalinan dan di lanjutkan dengan masa nifas merupakan masa yang kritis bagi ibu dan bayinya. Kemungkinan timbul masalah dan penyulit selama masa nifas. Apabila tidak segera ditangani secara efektif akan membahayakan kesehatan, bahkan bisa menyebabkan kematian dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama. untuk itu pemberian asuhan kebidanan kepada ibu dalam masa nifas sangat perlu dilakukan yang bertujuan untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi, melaksanakan deteksi dini adanya komplikasi dan infeksi, memberikan pendidikan pada ibu serta memberikan pelayanan kesehatan pada ibu dan bayi. Selama masa nifas ibu akan mengalami berbagai perubahan. pelayanan atau asuhan merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu nifas normal dan mengetahui secara dini bila ada penyimpangan yang ditemukan dengan tujuan agar ibu dapat melalui masa nifasnya dengan selamat dan bayi sehat. Menurut Varney (1997), penatalaksanaan menajemen kebidanan sebagai proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode mengorganisasikan fikiran dan tindakan melibatkan teori ilmiah, penemuan-penemuan, ketrampilan dalam rangkaian atau tahapan logis untuk pengambilan suatu keputusan yang berfokus pada klien.

B. Rumusan Masalah a. b. c. d. e. f. apa yang dimaksud dengan masa nifas ? apa tujuan dari asuhan masa nifas ? bagaimana cara mengkaji data fisik psikososial ? apa saja yang dikaji dalam riwayat kesehatan ibu ? bagaimana cara pemeriksaan fisiknya ? Bagaimana cara mengkaji Psikologis dan Pengetahuan Ibu ?

C. Tujuan a. b. c. d. e. f. Mengetahui pengertian masa nifas. Mengetahui tujuan dari asuhan masa nifas. Mengetahui cara mengkaji data fisik psikososial. Mengetahui apa saja yang dikaji dalam riwayat kesehatan ibu. Mengetahui cara pemeriksaan fisiknya. Mengetahui cara mengkaji Psikologis dan Pengetahuan Ibu.

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Masa nifas dimulai setelah lahir dan berakhir ketika alat alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil dan berlangsung kira-kira 6 minggu (APN, 2002). Masa Nifas adalah dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika organ-organ reproduksi kembali seperti semula dan berlangsung kira-kira 6 minggu (Saifuddin, 2002)

B.

Tujuan Asuhan Masa Nifas 1. 2. Menjaga kesehatan ibu dan bayi, baik fisik maupun psikologi. Melaksanakan skriningg yang komprehensif mendekati masalah,

mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun pada bayinya. 3. 4. Memberikan pelayanan keluarga berencana. Mencegah atau mendeteksi atau menetalaksanakan komplikasi yang timbul pada waktu Pasca persalinan, baik medis, bedah atau obstetric. 5. Dukungan pada ibu dan keluarganya pada peralihan kesuasana keluarga baru. 6. Promosi dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu dan bainya dengan cara memberikan pengetahuan tentang tanda-tanda bahaya, gizi, istirahat, tidur dan kesehatan diri serta memberikan micro nutrusi, jika perlu. 7. 8. 9. Konseling asuhan bayi baru lahir. Dukungan ASI Konseling dan pelayanan KB termasuk nasehat hubungan seksual

10. Imunisasi ibu terhadap tetanus. Bersama ibu dan keluarganya mempersiapkan seandainya terjadi

komplikasi (MNH, 2002)

C.

Asuhan Ibu Masa Nifas Normal 1. Pengkajian data fisik dan psikososial Pengkajian atau pengumpulan data dasar yang dapat berupa data fisik dan data psikososial adalah pengumpulan data untuk mengevaluasi keadaan klien. Merupakan langkah pertama untuk mengumpulkan semua informasi yang akurat dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien. Pengkajian pada ibu postpartum berfokus pada masalah fisiologis dan psikologis serta psikososial ibu, tingkat kenyamanan, kurangnya

pengetahuan terkait dengan kesiapan untuk belajar, serta penyesuaian terhadap transisi yang diperlukan untuk menjadi ibu.Selain ibu, bayi juga perlu dikaji mengenai penyesuaian fisiologisnya terhadap lingkungan diluar rahim, kenormalan fisik, serta kemampuan orang tua dalam memenuhi kebutuhan bayi.

2. Pengkajian Data Fisik Pengkajian data fisik terdiri dari pemeriksaan yang akan menilai : Data Subyektif: Biodata yang mencakup identitas klien. a. Nama Nama jelas dan lengkap, bila perlu panggilan sehari-hari agar tidakkeliru dalam memberikan penanganan. b. Umur Dicatat dalam tahun untuk mengetahui adanya resiko seperti kurangdari 20 tahun, alatalat reproduksi belum matang, mental danpsikisnya belum siap. Sedangkan umur lebih dari 35 tahun rentansekali untuk terjadi perdarahan dalam masa nifas.

c. Agama Untuk mengetahui keyakinan klien tersebut untuk membimbingatau mengarahkan klien dalam berdoa. d. Pendidikan Berpengaruh dalam tindakan kebidanan dan untuk mengetahuisejauh-mana ringkat intelektualnya, sehingga bidan dapat memberikan konseling sesuai dengan pendidikannya. e. Suku/bangsa Berpengaruh pada adat istiadat atau kebiasaan sehari hari. f. Pekerjaan Gunanya untuk mengetahui dan mengukur tingkat sosial ekonominya,karena ini juga mempengaruhi dalam gizi klien tersebut. g. Alamat Ditanyakan untuk mempermudah kunjungan rumah bila diperlukan. Data Obyektif : Dalam menghadapi masa nifas dari seorang klien , seorang bidan harus mengumpulkan data untuk memastikan bahwa keadaan klien dalam keadaan stabil. a. Keadaan umum klien Mengetahui keadaan klien secara umum, untuk menentukan tindakan yang harus dilakukan pada klien. b. Kesadaran klien Compos Mentis Keadaan dimana klien mengalami kesadaran penuh dengan memberikan respon yang cukup. Apatis Klien bersikap acuh tak acuh dengan keadaan sekitarnya.

Samnolen Klien memiliki kesadaran yang lebih rendah , Sopor Klien memberikan sedikit respon terhadap rangsangan yang kuat. Hal tersebut bisa ditandai dengan adanya reflex pupil terhadap cahaya yang masih positif. Koma Klien tidak dapat bereaksi yerhadap stimulus atau rangsangan apapun. Refleks pupil terhadap cahaya sudah tidak ada.

c. Tanda-tanda Vital Suhu Peningkatan suhu badan mencapai pada 24 jam pertama masa nifas pada umumnya disebabkan oleh dehidrasi, yang disebabkan oleh keluarnya cairan pada waktu melahirkan, selain itu bisa juga disebabkan karena isirahat dan tidur yang diperpanjang selama awal persalinan. Tetapi pada umumnya setelah 12 jam post partum suhu tubuh kembali normal.Kenaikan suhu yang mencapai > 38 C adalah mengarah ketanda tanda infeksi. Nadi Nadi berkisar antara 60 80x/menit. Denyut nadi di atas 100 x/menit pada masa nifas adalah mengindikasikan adanya suatu infeksi, hal ini salah satunya bisa diakibatkan oleh proses persalinan sulit atau karena kehilangan darah yang berlebihan .Jika takikardi tidak disertai panas kemungkinan disebabkan karena adanya vitium kordis.Beberapa ibu postpartum kadang kadang mengalami bradikardi puerperal, yang denyut nadinya mencapai

serendah rendahnya 40 sampai 50x/menit, beberapa alasan telah diberikan sebagai penyebab yang mungkin, tetapi belum ada penelitian yang membuktikan bahwa hal itu adalah suatu kelainan. Pernapasan Pernafasan harus berada dalam rentang yang normal, yaitu sekitar 20 30x/menit. Tekanan darah Pada beberapa kasus ditemukan keadaan hipertensi

postpartum, tetapi keadaan ini akan menghilang dengan sendirinya apabila tidak ada penyakit penyakit lain yang menyertainya dalam 2 bulan pengobatan. d. Pemeriksaan obstetri Inspeksi Inspeksi adalah pemeriksaan dengan menggunakan indera penglihatan, pendengaran dan penciuman. Inspeksi umum dilakukan saat pertama kali bertemu pasien. Suatu gambaran atau kesan umum mengenai keadaan kesehatan yang di bentuk. Pemeriksaan kemudian maju ke suatu inspeksi local yang berfokus pada suatu system tunggal atau bagian dan biasanya menggunakan alat khusus seperti optalomoskop, otoskop, speculum dan lain-lain. (Laura A.Talbot dan Mary Meyers, 1997). Perlu dilakukan untuk mengetahui pengeluaran pervaginam apakah sesuai dengan masa nifasnya serta pengeluaran ASI. Palpasi Palpasi adalah pemeriksaan dengan menggunakan indera peraba dengan meletakkan tangan pada bagian tubuh yang dapat di jangkau tangan. Laura A.Talbot dan Mary Meyers, 1997).

Untuk mengetahui involusi uteri seperti : TFU, kontraksinya dan lochea serta keadaan payudara apakah terdapat benjolan, pembesaran kelenjar atau abses, serta bagaimana keadaan putting. Perkusi Perkusi adalah pemeriksaan yang meliputi pengetukan permukaan tubuh unutk menghasilkan bunyi yang akan membantu dalam membantu penentuan densitas, lokasi, dan posisi struktur di bawahnya (Laura A.Talbot dan Mary Meyers, 1997). Bagaimana keadaan reflex patella. e. Pemeriksaan Head to Toe Pemeriksaan fisik dari ujung rambut sampai ujung kaki. Menjelaskan pemeriksaan fisik yang dilakukan.: Muka : konjungtiva merah muda, sklera putih, oedema tidak ada, mulutbersih, gigi tidak karies. Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe, tidak ada bendungan vena jugularis, tidak ada pembengkakan kelenjar tiroid. Keadaan buah dada dan puting susuSimetris/ tidakKonsistensi, ada pembengkakan/ tidak,Puting menonjol/tidak,lecet/tidak Keadaan abdomen Uterus: Normal: Berkontraksi baik Tidak berada di atas ketinggian fundal saat masa nifas segera Abnormal: Di atas ketinggian fundal saat masa post partum segera Kandung kemih : bisa buang air/ tak bisa buang air Keadaan genitalia

10

Lochea: Normal: Merah hitam (lochia rubra) Bau biasa Tidak ada bekuan darah atau butir-butir darah beku(ukuran kecil) Jumlah perdarahan yang ringan atau sedikit (hanya perlumengganti pembalut setiap 3-5 jam) Abnormal: Merah terang Bau busuk Mengeluarkan darah beku Perdarahan berat (memerlukan penggantian pembalutsetiap 0-2 jam). Keadaan perineum : Oedema, hematoma, bekas luka episiotomy / robekan, hectinge. Keadaan anus: hemorrhoid /tidak. Keadaan ekstremitas Varices Oedema Refleks patella f. Pemeriksaan Laboratorium o Darah Hemoglobin dan Hematokrit 12-24 jam post partum (jika Hb < 1g% dibutuhkan suplemen FE), eritrosit, leukosit, Trombosit. o Klien dengan Dower Kateter diperlukan culture urine. g. Pengkajian Data Psikososial Untuk mengatahui respon ibu dan keluarga terhadap bayinya. Wanita mengalami banyak perubahan emosi / psikologis selama masa nifas sementara ia menyesuaikan diri menjadi seorang ibu. Cukup

11

sering ibu menunjukan depresi ringan beberapa hari setelah kelahiran. Postpartum Depression dan Postpartum Blues merupakan dua jenis gangguan mood pasca persalinan. Postpartum Depression merupakan depresi yang dialami wanita selama kehamilan, single parent, konsumsi rokok atau obat-obatan terlarang selama masa kehamilan, menderita suatu Ipenyakit selama kehamilan ,kelainan psikologis ,serta adanya riwayat postpartum depression sebelumnya.Gejalanya berupa depresi, sering menangis, muntah, insomnia, gangguan nafsu makan, kecenderungsn bunuh diri, dan sering berpikir tentang kematian.Gejala ini muncul sepanjang hari, dimulai saat minggu ke-4 pasca persalinan atau 3 bulan setelah persalinan yang berlangsung selama minimal 2 minggu. Postpartum blues merupakan suatu gangguan psikologis sementara yang ditandai dengan memuncaknya emosi pada minggu pertama postpartum.Gejala yang dapat muncul antara lain insomnia , sering menangis, cemas consentrasi menurun dan mudah

marah.Postpartum blues sebagian besar merupakan perwujudan fenomena psikologis yang dialami oleh wanita yang terpisah dari keluarga dan bayinya. Hal ini sering terjadi sering diakibatkan oleh sejumlah faktor. Penyebab yang paling menonjol adalah : a. Kekecewaan emosional yang mengikuti rasa puas dan takut yang dialami kebanyakan wanita selama kehamilan dan persalinan. b. c. Rasa sakit masa nifas awal. Kelelahan karena kurang tidur selama persalinan dan postpartum pada kebanyakan Rumah sakit. Di Rumah Sakit biasanya diakibatkan oleh kebijakan kunjungan yang kaku, kebijakan perawatan yang tidak fleksibel dan tidak ada ketetapan untuk berada di Ruang.

12

d.

Kecemasan pada kemampuannya untuk merawat bayinya setelah meninggalkan rumah sakit.

e.

Rasa takut menjadi tidak menarik lagi bagi suaminya. Adapun data lain yang terkait dengan data psikososial antara

lain : a. b. c. d. e. 2. Ibu merasa senang atas kelahiran bayinya Ibu dapat beradaptasi dengan kondisi yang dialami Harapan ibu semoga cepat sembuh dan cepat pulang kerumah Hubungan dengan suami baik Hubungan dengan lingkungan baik

Riwayat kesehatan ibu a. Riwayat kesehatan yang lalu Data ini diperlukan untuk mengetahui kemungkinan adanya riwayat atau penyakit akut, kronis seperti : Jantung, DM, Hipertensi, Asma yang dapat mempengaruhi pada masa nifas ini. b. Riwayat kesehatan sekarang Data-data ini diperlukan untuk mengetahui kemungkinan adanya penyakit yang diderita pada saat ini yang ada hubungannya dengan masa nifas dan bayinya. c. Riwayat kesehatan keluarga Data ini diperlukan untuk mengetahui kemungkinan adanya pengaruh penyakit keluarga terhadap gangguan kesehatan klien dan bayinya, yaitu apabila ada penyakit keluarga yang menyertainya. d. Riwayat KB Untuk mengetahui apakah klien pernah ikut KB dengan kontrasepsi jenis apa, berapa lama, adakah keluhan selama menggunakan kontrasepsi serta rencana KB setelah masa nifas ini dan beralih ke kontrasepsi apa. e. Pola Pemenuhan Kebutuhan Sehari-hari

13

Nutrisi Menggambarkan tentang pola makan dan minum, frekuensi, banyaknya, jenis makanan, makanan pantangan. Eliminasi Menggambarkan pola fungsi sekresi yaitu kebiasaan buang air besar meliputi frekuensi, jumlah, konsistensi dan bau serta kebiasaan buang air kecil meliputi frekuensi, warna, jumlah. Istirahat Menggambarkan pola istirahat dan tidur klien, berapa jam klien tidur, kebiasaan sebelum tidur misalnya membaca, mendengarkan musik, kebiasaan mengkonsumsi obat tidur, kebiasaan tidur siang, penggunaan waktu luang. Istirahat sangat penting bagi ibu masa nifas karena dengan istirahat yang cukup dapat mempercepat penyembuhan. Personal hygiene Dikaji untuk mengetahui apakah ibu selalu menjaga kebersihan tubuh terutama pada daerah genetalia, karena pada masa nifas masih mengeluarkan lochea. Aktivitas Menggambarkan pola aktivitas klien sehari-hari. Pada pola ini perlu dikaji pengaruh aktivitas terhadap kesehatannya. Mobilisasi sedini mungkin dapat mempercepat proses pengembalian alat alat reproduksi. 3. Pemeriksaan fisik a. Tanda-Tanda Vital Tekanan darah Pada beberapa kasus ditemukan keadaan hipertensi postpartum, tetapi keadaan ini akan menghilang dengan sendirinya apabila tidak ada penyakit penyakit lain yang menyertainya dalam 2 bulan pengobatan.

14

Suhu Peningkatan suhu badan mencapai pada 24 jam pertama masa nifas pada umumnya disebabkan oleh dehidrasi, yang disebabkan oleh keluarnya cairan pada waktu melahirkan, selain itu bisa juga disebabkan karena isirahat dan tidur yang diperpanjang selama awal persalinan.Tetapi pada umumnya setelah 12 jam post partum suhu tubuh kembali normal.Kenaikan suhu yang mencapai > 38 C adalah mengarah ketanda tanda infeksi.

Nadi Nadi berkisar antara 60 80x/menit. Denyut nadi di atas 100 x/menit pada masa nifas adalah mengindikasikan adanya suatu infeksi, hal ini salah satunya bisa diakibatkan oleh proses persalinan sulit atau karena kehilangan darah yang berlebihan .Jika takikardi tidak disertai panas kemungkinan disebabkan karena adanya vitium kordis.Beberapa ibu postpartum kadang kadang mengalami bradikardi puerperal, yang denyut nadinya mencapai serendah rendahnya 40 sampai 50x/menit, beberapa alasan telah diberikan sebagai penyebab yang mungkin, tetapi belum ada penelitian yang membuktikan bahwa hal itu adalah suatu kelainan.

Pernapasan Pernafasan harus berada dalam rentang yang normal, yaitu sekitar 20 30x/menit.

b. Dada dan Payudara Meliputi pemeriksaan kesimetrisan antara payudara kiri dan kanan, puting susu, hiperpigmentasi pada areola mammae, ada atau tidaknya kolostrum pada saat putting susu dipencet.

15

c. Abdomen dan Uterus Memperhatikan apakah uterus berkontraksi dengan baik atau tidak. Evaluasi abdomen terhadap involusi uterus, diatesis recti dan kandung kemih. Untuk involusi uterus periksa kontraksi uterus, posisi dan tinggi fundus uteri. Involusi uterus merupakan suatu proses dimana uterus kembali ke kondisi sebelum hamil dengan bobot atau beratnya hanya 60 gram.

Tabel Proses involusi uteri:


Involusi Plasenta lahir 7 hari (1 minggu) 14 hari (2 minggu) 42 hari (6 minggu) 56 hari (minggu) Tinggi fundus Sepusat Pertengehan pusat dan simfisis Tak teraba Sebesar hamil 2 minggu (normal) normal Berat uterus 1.000 gr 500gr 350gr 50gr 30gr

d.

Kandung Kemih Kandung kemih pada peurperium mempunyai kapasitas yang meningkat secara relative. Oleh karena itu, disten si yang berlebihan, urine residual yang berlebihan, dan pengosongan yang tidak sempurna, harus diwaspadai dengan seksama,. Ureter dan pelvis renalis yang mengalami distensi akan kembali normal pada dua sampai delapan minggu setelah persalinan. Edema dan efek konduksi anastesi menyebabkan keinginan untuk berkemih menurun selain itu rasa nyeri pada panggul yang timbul akibat dorongan saat melahirkan , laserasi vagina atau episotomi juga menurunkan refleks bekemih pada masa pasca partum tahap lanjut distensi berlebihan dapat mengakibatkan kandung kemih lebih peka terhadap infeksi sehingga menganggu proses berkemih normal.

16

e.

Genetalia Vulva dan vagina mengalami penekanan serta perenggangan yang sangat besar selama proses melahirkan bayi, dan dalam beberapa hari pertama sesudah proses tersebut kedua organ ini tetap berada dalam keadaan kendur. Setelah 3 minggu vulva dan vagina kembali kepada keadaan tidak hamil dan tugae dalam vagina secara berangsur-angsur akan muncul kembali sementara labia menjadi lebih menonjol. Memperhatikan kebersihan vulva, ada tidaknya edema dan varises, jahitan perineum, dan pengeluaran lokia. Vagina yang semula sangat teregang akan kembali secara bertahap ke ukuran sebelum hamil sampai 6-8 minggu setelah bayi lahir. Rugae akan kembali terlihat pada minggu ke empat.

f.

Perineum Segera setelah melahirkan, perenium menjadi kendur karena sebelumnya teregang oleh tekanan kepala bayi yang bergerak maju. Pada post natal hari ke-5, perenium sudah mendapatkan kembali sebagaian besar tonusnya sekalipun tetap lebih kendur pada keadaan sebelum melahirkan. Memperhatkan jahitan pada perineum jika ada, ada tidaknya edema dan varises.Tanda-tanda infeksi (nyeri, merah, panas, bengkak atau rabas). Atau tepian insisi tidak saling mendekat bisa terjadi. Penyembuhan harus berlangsung dalam 2-3 minggu.

g.

Ekstremitas Bawah Lakukan pemeriksaan pada ekstremitas bawah dengan melihat apakah ada oedema atau tidak, adanya varices atau tidak serta memeriksa refleks patella dan nyeri tekan atau panas pada betis adanya tanda human. Tanda homan didapatkan dengan meletakkan satu tangan

17

pada lutut ibu, dan lakukan tekanan ringan untuk menjaga tungkai tetap lurus. Dorsifleksi kai tersebut jika terdapat nyeri pada betis maka tanda homan positif

4.

Pengkajian Psikologis dan Pengetahuan Ibu a. Pengkajian Psikologis Mengetahui keadaan psikologis ibu postpartum,bagaimana respon ibu terhadap kelahiran anaknya, dapatkah ibu segera beradaptasi terhadap peran barunya , bagaimana komunikasi dan interaksi ibu dengan suami dan anggota keluarga, adakah gangguan yang terjadi pada psikologinya, misalnya stress, insomnia dan beberapa tanda atau gejala yang akan menjurus kearah postpartum blues atau bahkan depression postpartum. b. Pengkajian Pengetahuan Ibu Untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan ibu tentang perawatan terhadap dirinya sendiri serta bayinya setelah melahirkan sehingga akan menguntungkan selama masa nifas. Mengkaji pengetahuan ibu tentang tanda-tanda bahaya selama masa nifas ,misalnya perdarahan pada masa nifas, tanda dan gejala infeksi, kemungkinan adanya reaksi terhadap pengobatan yang diberikan, gangguan perasaan (Baby Blues dan Depression Postpartum). Mengkaji pengetahuan ibu tentang perawatan payudara serta pemberian ASI Ekslusif dan cara menyusui bayi yang benar, gizi yang diperlukan selama masa nifas, kapan boleh dilakukannya hubungan seksual. Membekali ibu cara perawatan bayinya , terutama perawatan tali pusat Dan juga membekali ibu cara perawatan bayinya sehari-hari. Apabila dalam pengkajian tersebut masih ditemukan

kekurangan,maka bidan harus memberikan KIE lagi untuk ibu tersebut agar dapat mengerti betul tentang perawatan terhadap dirinya sendiri serta

18

banyinya dan beberapa hal-hal penting lainnya yang sangat penting untuk diketahui ibu pada masa nifas.Hal tersebut untuk sedikit membantu mencegah kegawatan yang mungkin akan terjadi pada ibu nifas dan bayinya.

19

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan Asuhan masa nifas normal merupakan wewenang dan tanggungjawab bidan. Langkah awal yang dilakukan bidan dalam memberikan asuhan masa nifas adalah melakukan pengkajian data. Data yang dikaji meliputi data subyektif dan data obyektif. Data subyektif didapat langsung dari pasien, meliputi : identitas istri dan suami, keluhan utama, riwayat kesehatan ibu, pemenuhan kebutuhan dasar ibu nifas, data pengetahuan ibu, data psikososial, ekonomi dan spiritual, serta data tambahan bila diperlukan. Data obyektif didapatkan dari hasil pemeriksaan terhadap ibu nifas, meliputi pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.

B. Saran Saran yang dapat diberikan bahwa dengan memahami langkah-langkah asuhan kebidanan ibu masa nifas normal, bidan dapat melaksanakan wewenang dan tanggungjawabnya dengan baik. Sehingga memberikan rasa aman dan nyaman kepada ibu masa nifas. Seorang bidan harus bersikap ramah, tanggap dan sabar dalam upaya memberikan pelayanan yang baik kepada kliennya. Memahami kebutuhan ibu masa nifas juga penting dalam proses pemberian asuhan ibu masa nifas normal, sehingga ibu merasa dihargai dan diperhatikan.

20

DAFTAR PUSTAKA

Cunningham, dkk. 1995. Obstetri Williams Edisi 18. Jakarta : EGC. Varney, H dkk. 2008. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Edisi 4 volume 2. Jakarta : EGC. Widyasih SST, Hesty dkk. 2009. Perawatan Masa Nifas. Yogjakarta : Fitramaya. Cunningham, dkk. (1995), Obstetri Williams. Ed. 18 ECG, Jakarta. Mochtar, R. (1998). Sinopsis Obstetri. Ed. 1 & 2 ECG. Jakarta. Saifuddin, BA. (2007). Acuan Nasional Pelayanan kesehatan Maternal & Neonatal. YBP SP. Jakarta Saifuddin, BA. (2002). Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal & Neontal. YBP SP . Jakarta Wiknjosastro, H. (2007). Ilmu Kebidanan. YBP SP

21