Anda di halaman 1dari 68

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

Dr. Surjamanto, W. MT Aswin Indraprastha, ST, MT, M.Eng, Ph.D

09 02 12

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

Topik Bahasan:

Bahan Kayu dan Konstruksinya-3

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

Highlite: 1. (mengulang/menyempurnakan) Jenis- jenis kayu untuk bahan bangunan 2. (mengulang/menyempurnakan) Syarat umum mutu kayu 3. (mengulang/menyempurnakan) Kelas kayu menurut keawetan, kekuatan, dan pemakaian 4. (mengulang/menyempurnakan) Ukuran kayu yang diproduksi di Indonesia 5. (mengulang/menyempurnakan) Kelemahan kayu: cacat, susut. 6. (mengulang/menyempurnakan) Pengolahan kayu: kayu lapis, papan blok, papan partikel 6. (mengulang/menyempurnakan) Sifat mekanis kayu sehubungan dengan konstruksinya dalam bangunan 7. Prinsip- prinsip utama sistem konstruksi kayu 8. Jenis- jenis sambungan kayu

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

Jenis- jenis Kayu Untuk Bahan Bangunan


Utamanya ada enam jenis kayu yang dipakai sebagai bahan bangunan: 1. Kayu Jati (Tectona Grandis) - Tinggi: sampai sekitar 45m, panjang bebas batang: 15-20m, diameter mencapai 2m - Warna: kayu teras coklat kekuningan, coklat kelabu sampai merah tua

2. Kayu Kamper (Dryobalanops spp) - Tinggi: 35-45m bisa sampai 60m, panjang bebas batang: 25-30m, diameter sampai 1m, batang sangat baik - Warna: kayu teras warna merah coklat, kayu gubal warna coklat kuning muda 3. Kayu Keruing (Dipterocarpus spp) - Tinggi: sampai 50m, panjang bebas batang: 35m, diameter sampai 1.2m, bentuk batang silindris - Warna: kayu teras bervariasi dari merah jambu, sampai merah tua, kayu gubal berwarna putih atau kelabu muda.

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

4. Kayu Meranti Merah (Shorea spp) - Tinggi: sampai 50m, batang bebas cabang hingga 30m, diameter hingga 1m - Warna: bervariasi dari merah jambu sampai merah tua 5. Kayu Mahoni (Swietenia Mahagoni spp) - Tinggi: sampai 35m, bentuk silindris - Warna: coklat muda kemerahan atau kekuningan 6. Kayu Kelapa (Cocos Nucifera) - Tinggi: sampai 20m, bebas cabang, diameter batang hingga 0.35m - Warna: coklat kemerahan, inti batang tidak dapat dimanfaatkan

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

Jati: -termasuk kelas kuat I, II dan kelas awet I, II -tahan jamur, rayap -finishing: natural transparan, melamin terang, melamin gelap, atau cat Kamper: -kelas kuat dan awet II dan III -harga lebih terjangkau -kurang tahan rayap, dan punya serat halus -kecenderungan berubah bentuk -sering dipakai untuk kusen pintu dan jendela Meranti: -kelas kuat II, IV dan awet I -termasuk kayu keras -kurang tahan cuaca sehingga tidak cocok untuk luar ruangan

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

Keruing: -termasuk kelas kuat I, II dan kelas awet III -tidak tahan jamur dan rayap, namun jika diawetkan dapat digunakan di luar ruangan -digunakan untuk panel kayu, tangga,namun juga untuk - mudah menyusut Mahoni: -kelas kuat II, III dan awet II dan III -tekstur halus -kurang tahan rayap, dan punya serat halus -digunakan untuk dekorasi dalam ruangan Kelapa: -tidak ada serat lurus, semuanya fiber -tekstur kasar -digunakan juga untuk rangka atap

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

Syarat umum mutu kayu menurut Peraturan Konstruksi Indonesia 1976

Uraian Mata Kayu Arah serat, serat miring Retak- retak: -arah radial -arah kambium/renggat Lubang penggerek: -< dia.10mm -dia.1 s/d 2mm ->dia. 2mm

MUTU A maksimum 1/6 lebar balok atau 3.5cm kemiringan serat maksimum 1:10 maksimum 1:4 tebal kayu maksimum 1:5 tebal kayu maks 16 lubang per 100cm2 maks. 2 lubang per 100cm2

MUTU B Maksimum 1/4 lebar balok kemiringan serat maksimum 1:7 maksimum 1:3 tebal kayu maksimum 1:4 tebal kayu maks. 32 lubang per 100cm2 maks. 4 lubang per 100cm2

retak berlawanan serat,

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

Sambungan Kayu
Karena keterbatasan panjangnya, seringkali untuk konstruksi kayu tersebut disambung. Panjang kayu maksimal sekitar 4m-4.5m Disamping itu, sambungan kayu digunakan untuk mencapai kondisi kaku pada sistem struktur rangka. Sebuah sambungan pada suatu konstruksi bangunan, baik itu beton, baja,maupun kayu, adalah merupakan titik terlemah pada konstruksi tersebut. Oleh karena itu dalam melakukan penyambungan harus memperhatikan syarat-syarat ukuran sambungan dan gaya-gaya yang bekerja padasambungan tersebut

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

Gaya- gaya yang bekerja pada sambungan kayu


Gaya tarik Bila yang bekerja gaya tarik, maka samungan kedua batang kayutersebut harus saling mengait agar tidak mudah lepas (misalnya pakai sambungan bibir miring berkait atau ekor burung) Gaya desak Bila yang bekerja gaya desak, maka diusahakan agar permukaan batang yang disambung saling menempel rapat (misalnya pakai sambungan lurus tekan) Gaya punter (torsi) Bila ada gaya puntir, maka sambungan kedua batang harus salingmencengkram agar tidak mudah terjungkit lepas (misalnya pakai sambungan takikan lurus rangkap untuk tiang, sambungan purus danlubang untuk sambungan sudut). Gaya lintang dan momen Gaya lintang akan menyebabkan sambungan akan saling bergeser,momen akan menyebabkan suatu lenturan, maka sambungan haruskuat dan kaku (misalnya

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

pakai sambungan pengunci).

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

Prinsip- prinsip sambungan kayu


1. Kayu yang akan disambung harus merupakan pasangan yang pas,artinya tidak boleh terlalu longgar, karena akan mudah lepas ataubergeser, dan tidak boleh terlalu kencang karena kalau dipaksakanakan ada bagian yang rusak atau pecah.b. 2. Cara mengerjakan sambungan kayu tidak boleh sampai merusak kayu,misalnya tidak boleh dipukul langsung tapi harus diberi bantalan pelindung, salah bor akan terjadi lubang yang sia-sia dan lubang inidapat merupakan awal pelapukan dan mengurangi kekuatan kayu,salah gergaji akan mengurangi luas penampang kayu. 3. Sebelum kedua kayu yang akan disambung disatukan, lebih dahulu bidangbidang sambungannya diberi cairan pengawet agar tidak mudah lapuk, karena biasanya daerah sambungan mudah dimasuki air dan air yang tertinggal akan menyebabkan pelapukan. 4. Sambungan kayu diusahakan agar terlihat dari luar, untuk memudahkan control dan perbaikan

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

Macam- macam sambungan kayu


1. Sambungan ke arah panjang Sambungan ini untuk memperoleh panjang kayu yang dibutuhkan,dapat dua batang atau lebih. 2. Sambungan menyudut Sambungan ini terdiri dari beberapa batang kayu yang posisinya tidak dalam satu garis lurus, misalnya untuk membentuk konstruksi rangka batang. 3. Sambungan ke arah lebar Sambungan ini banyak dipakai untuk menyambung papan-papan padaarah lebarnya, untuk memperoleh bidang permukaan yang luas,misalnya untuk papan lantai atau dinding penyekat. 4. Sambungan bersusun Sambungan ini terdiri dari beberapa batang kayu yang disusun menjadisatu

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

kesatuan, untuk memperoleh tinggi (h) dan kekakuan yang besar. Sebaiknya sambungan bersusun tidak lebih dari tiga batang kayu,sambungan ini biasanya menggunakan pasak dan baut. Pasak untuk melawan gaya geser agar susunan batang tidak bergeser, baut untuk menyatukan susuan batang agar tidak lepas. 5. Sambungan dengan pengunci Sambungan dengan pengunci dibuat apabila pada satu titik sambungan ada lebih dari dua batang kayu. Sambungan dengan pengunci juga dimaksudkan untuk memperoleh kekuatan dan kekakuan yang besar, untuk melawan gaya lintang dan momen. Sambungan dengan pengunci membutuhkan alat sambung,umumnya yang dipakai adalah mur dan baut.

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

Sambungan dengan pengunci juga dimaksudkan untuk memperoleh kekuatan dan kekakuan yang besar, untuk melawan gaya lintang dan momen. Sambungan dengan pengunci membutuhkan alat sambung,umumnya yang dipakai adalah mur dan baut. Sambungan pengunci dapat dilaksanakan sebagai berikut : 1. Pengunci di atas Apabila menghendaki sisi bawah rata atau ada batang lain datangdari arah atas. 2. Pengunci di bawah Apabila menghendaki sisi atas rata atau ada batang lain yang datang dari arah bawah. 3.Pengunci di atas dan di bawah Apabila menghendaki sambungan mempunyai kekuatan dan kekakuan yang besar. Batang pengunci yang terletak di atas atau dibawah harus mempunyai ukuran penampang yang sama denganukuran penampang kayu yang akan disambung.

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

4. Pengunci di samping Bila pengunci di samping, maka batang pengunci harus teridiri daridua batang yang diletakkan di kanan kiri batang yang akan disambung. Ukuran penampang batang pengunci boleh tidak samad engan ukuran batang kayu yang akan disambung.

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

Sambungan Biasa Tampak luar akan terlihat berupa garis memotong bagian kayu di sudut yang lain. Detail penyambung bagian dalam bisa berupa pen & lubang tersembunyi atau dowel kayu. Dari sisi estetika, terutama produk indoor jenis, sambungan ini kurang diminati.

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

Sambungan Verstex Dari luar hanya kelihatan garis potong yang membagi dua kayu pada sudut yang sama. Sangat tepat dan baik untuk konstruksi bidang persegi atau bujursangkar yang mengutamakan estetika tampak luar. Sering digunakan pada frame, pintu atau top table.

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

Sambungan Ekor Burung Sangat tepat untuk konstruksi dengan resiko beban searah dengan serat kayu. Konstruksi ini dari segi estetika juga tergolong baik apabila dibuat dengan sangat hati-hati dan teliti.

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

Sambungan Pen dan Lubang Dalam istilah bahasa Inggris disebut Tenon & Mortise. Konstruksi ini paling sering diterapkan dalam berbagai konstruksi sambungan kayu terutama kursi dan meja kayu solid.

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

Sambungan Pen dan Lubang Terbuka Jenis sambungan ini lebih diper-untukkan menambah daya tahan terhadap tarikan dan putaran ke arah sisi lebar. Untuk memperluas bidang pengeleman.

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

Sambungan Takikan Lurus Takikan dibuat dengan membagi dua tebal kayu. Untuk perkuatan diberi paku dan lem.

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

Sambungan Melebar Alur dan Lidah Dibutuhkan kayu lebih lebar untuk membuat 'lidah' konstruksi. Keuntungannya adalah sambungan lebih kuat karena bidang lem lebih luas dan apabila terjadi penyusutan tidak akan terjadi 'lubang tembus' pada garis penyambungan. Walaupun sambungan meregang, kondisi papan akan tetap tertutup.

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

Sambungan perpanjangan arah memanjang untuk balok

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

Sambungan bibir lurus

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

Sambungan bibir miring

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

Sambungan perpanjangan arah memanjang untuk kolom

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

Sambungan sudut

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

Sambungan pertemuan siku

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

Konstruksi sambungan kayu lainnya

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D

AR-2221 STRUKTUR, KONSTRUKSI, DAN BAHAN 2

aswin indraprastha, Ph.D