Anda di halaman 1dari 11

DEAM% FILIANTO NUGRO&O F'())'(* FILOSOFI RISET DALAM BIDANG AKUNTANSI KEPERILAKUAN

Pergeseran Arah Riset


Pada tahun 1970-an terjadi pergeseran pendekatan riet dalam riset akuntansi. Pergeseran ini terjadi karena pendekatan normatif tidak dapat menghasilkan teori akuntansi yang siap digunakan dalam praktek sehari-hari. Sehingga muncul anjuran untuk memahami berfungsinya suatu sistem akuntansi secara deskriptif dalam praktik nyata. Selain itu alasan yang mendasari usaha pemahaman akuntansi secara empiris dan mendalam adalah gerakan dari masyarakat peneliti akuntansi yang menitikberatkan pada pendekatan ekonomi dan perilaku.

Filososfi Paradig

a Metodologi Riset

Pendekatan subjektivisme memberikan penekanan bah a pengetahuan bersifat sangat subjektif dan spiritual atau transendental yang didasarkan pada pengalamandan pandangan manusia. Sedangkan pandangan objektivisme menyatakan bah a pengetahuan itu berada dalam bentuk yang tidak ber ujud. !sumsi mengenai sifat manusia merujuk pada hubungan antara manusia dengan lingkungannya.

Di

ensi S!"#e$tif dan O"#e$tif


Pendekatan *ealisme

Pendekatan Subjektivisme "lmu Sosial #bjektivisme "lmu Sosial 'ominalisme #ntologi

!nti Positivisme

$pistemologi

Positivisme

(oluntasime

%akikat &anusia

)eterminisme

"deografik

&etodologi

'omotetik

Paradig

a F!ngsionalis

Paradigma ini merupakan paradigma umum dan sangat dominan dalam riset akuntansi. Secara ontologi pardigma ini sangat dipengaruhi oleh realitas

fisik yang mengaanggap bah a relaitas objektif berada secara bebas dan terpisah diluar diri manusia. Secara epistemologi+ akuntansi utama melihat realitas sebagai realitas materi yang mempunyai seuatu keyakinan bah a ilmu pengetahuan akuntansi dapat dibangun dengan rasio dan dunia empiris. Penliti akuntansi meyakini bah a metode yang dapat membangun ilmu akuntansi adalah metode ilmiah. Penjelasan dikatakn ilmiah jika, 1. &emasukkan satu atau lebih prinsip-prinsip atau hukum umum -. &engandung prakondisi yang pernyataan hasil observasi biasanya di ujudkan dalam bentuk

.. &emiliki satu pernyataan yang menggambarkan sesuatu yang dijelaskan. Pengujian empiris dalam filsafat dinyatakan dengan dua cara, 1. )alam aliran positivis ada teori dan seperangkat pernyataan hasil observasi independen yang digunakan untuk membenarkan atau memverifikasi kebenaran teori. /Pendekatan hypotethic deductive0 -. 1arena hasil observasu merupakan teori yang dependen dan dapat dipalsukan+ maka teori ilmiah tidak dapat dibuktikan kebenarannya+ tetapi memunginkan untuk ditolak. Popperian

Paradig

a Inter+retif ,s!"#e-ti.e intera-tionist/

Pendekatan ini menitikberatkan pada peranan bahasa+ interpretasi+ dan pemahaman dalam ilmu sosial. &enurut 2urrel dan &organ+ paradigma ini menggunakan cara pandang nomalis yang melihat realitas sosial sebagai sesuatu yang hanya merupakan label+ nama+ atau konsep yang digunakan untuk membangun realitas. )engan demikian realitas sosial merupakan sesuatu yang berada dalam diri manusia itu sendiri sehingga bersifat subjektif+ bukan objektif sebagaiman yang dipahami oleh paradigma fungsionalis. Paradigma interpretif memasukkan aliran etnometodologi dan interaksionisme seimbolis fenomologis yang didasarkan pada aliran sosiologis+ hermentis+ dan fenomenologis. 3ujuan pendekatan ini adalah menganalisis realitas sosial dan cara realitas sosial terseut terbentuk. )ua aliran pendekatan interpretif, 1. 3radisional+ yang menekankan pada penggunaan studi kasus+ lapangan+ dan analisis historis. a ancara

-. &etode 4oucauldian+ yang menganut teori sosial dari 4oucalt sebagai pengganti konsep tradisional historis yang disebut 56ahistorical7 atau 5anti8uarian7.

Paradig

a Str!$t!ralis

e Radi$al

!liran ini mengasumsikan bah a sitem sosial mempunyai keberadaan ontologis yang konkret dan nyata. Pendekatn ini berfokus pada konflik mendasar

sebagai dasar dari produk hubungan kelas dan struktur pengendalian+ serta memperlakukan dunia sosial sebagai objek eksternal dan memiliki hubungan terpisah dari manusia tertentu. *iset yang diklasifikasikan dalam paradigma struturalisme radikal adlah riset yang didasarkan pada teori &ar9isme tradisional.

Paradig

a &!

anis Radi$al

Paradigma ini didsarkan pada teori kritis 4rankfurt Schools dan %abermas. %abermas meilhat objek studi sebagai suatu interaksi sosial yang disebut 5dunia kehidupan7 yang berarti interaksi berdasarkan pada kepentingan kebutuhan yang melekat dalam diri manusia dan membantu untuk pencapaian yang saling memahami. "nteraksi sosial dalam dunia kehidupan dapat dibagi menjadi dua kelompok, 1. "nteraksi yang mengikuti kebutuhan sosial alami -. "nteraksi yang dipengaruhi oleh mekanisme sistem.

Paradig

a Pos

odernis

Paradigma ini merupakan oposisi dari paradima modern yang menyajikan suatu acana sosial yang sedang muncul yang meletakkan dirinya di luar paradigma modern.

Paradig

a A$!ntansi Kritis

3eori paradigma ini tidak berkaitan dengan penyelasian masalah ketersaingan+ melainkan dengan proses penilaian+ dimana penilaian didefinisikan sebgai nilai objektif yang didasarkan pada konsep ekonomi marginalis. /&attesich+ 199:0. &attesich menginginkan akuntansi untuk dipadukan ke dalam ilmu manajemen yang meliputi metode ekonomi dan analitis administrasi dan manajemen entitas. 3eori mattesich mencerminkan seestem sosioeonomi yang ada sehingga menjadi saran untuk mengulangi kesadaran yang salah dalam menyatakan bah a tidak ada perspektif lain selain yang didominasi oleh kapitalis. Pel!ang Riset A$!ntansi Ke+erila$!an +ada Ling$!ngan A$!ntansi )engan menelaah riset akuntansi keperilakuan sebelumnya secara khusus+ dapat diperoleh suatu kerangka analisis dan diskusi yang dibatasi pada peluang+ terutama pada hasil potensi subbidang dan implikasinya untuk subbidang akuntansi yang lain. A!dit *iset akuntansi keperilakuan pada tahun 1990-1991 menunjukkan penekanan pada kekuatan pembuatan keputusan. Penjelasan daru bagian ini berorientasi pada pembuatan keputusan dalam audit+ dan telah memfokuskan riset terakhir pada penilaian dan pembuatan keputusan auditor+ seperti perbedaan penggunaan laporan audit dan meningkatnya perkembangan

berorientasi kognitif. Pencerminan dari riset terakhir dan riset mendatang merupakan fokus terhadap, 1. 1arakteristik pengethuan yang dihubungkan dengan pengalaman -. Pengujian atas bagaimana pengetahuan berinteraksi dengan variabel organisasional atau lingkungan .. Pengujian pengaruh kinerja terhadap pengetahuan yang berbeda. Pengalamn berperan dalam orientasi kognitif riset akuntansi keperilakuan. !da dua alasan, 1. Pengalaman merupakan ekspektasi yang berhubungan dengan keahlian kinerja -. &anipulasi sebgai suatu variabel independen telah menjadi efektif dalam mengidentifikasikan domain karakteristik dari pengetahuan spesifik. *iset ini menyarankan bah a terdapat suatu peuang yang berhubungan dengan pemahaman dan evaluasi hasil keputusan audit. Salah satu kesulitannya adalah kurangnya kriteria variabel yang dapat diamati terhadapa penilaian kinerja auditor sehingga peneliti sering melakukan studi atau konsensu penilaian dan konsistensi. A$!ntansi Ke!angan Pentingnya riset akuntansi keunagan yang berbasis pasar modal dibandingkan dengan audit menunjukkan kurang kuatnya permintaan eksternal terhadap riset akuntansi keperilakuan dibidang keuangan. 'amun juga teradapat beberapa alasan kenapa risen akuntansi keperilakuan dibidang keuangan akan memberikan konstribusi yang besar di masa mendatang, 1. *iset pasar modal saat ini adalah konsisten dengan beberapa komponen pasar modal dengan ekspektasi naif -. &emberikan kontribusi yang lebih besar berhubungan dengan keuntungan dari riset akuntansi keperilakuan dalam bidang audit. A$!ntansi Mana#e en

*iset akuntansi keperilakuan di bidang akuntansi manajemen hanya merupakan subidang akuntansi yang telah memperluas pengujian dari pengaruh fungsi akuntansi terhadap perilaku. *iset ini menguji fungsi akuntansi terhadap perilaku seperti anggatan dan standar motivasi+ umpan balik+ dan kinerja. *iset akuntansi di bidiang akuntansi manajemen cenderung fokus pada variabel lingkungan dan organisasional yang mengandalkan teori agensism seperti insentid dan variabel asemetri informasi. Sedangakn di bidang audit lebih fokus pada variabel psikologi+ khususnya kesadaran. Siste Infor asi A$!ntansi

1eterbatasan riset akuntasi perilaku dibidang sistem informasi adalah keslitan membuat generalisasi meskipun berdasarkan pada studi sistem akuntansi yang lebih a al sekalipun. *iset akuntansi keperilakuan dibidang S"! akan lebh berhasil jika difokuskan pada domain spesifik dari variabel yang unik dalam sistem akuntansi dan konteks keputusan akuntansi+ sperti standar profesi dan analisis pengecualian. Per+a#a$an *iset akuntansi keperilakuan di bidang pajak memfokuskan diri apda kepatuhan dengan melakukan pengujian variabel psikologi dan lingkungan. (ariabel-variabel yang sering diuji dengan hasil campuran meyarankan bah a perilaku kepatuhan pajak adalah kompleks. Pert! "!han Riset Perila$! A$!ntansi

Secara substansial+ persentase penulis artikel lebih besar daripada persentase yang berhubngan dengan staf pengajar sebagai calon perilaku. 3iga faktor utama, 1. Peneliti yang menggunakan paradigma perilaku menghasilkan lebih banyak artikel yang diterbitkan oleh kedua jurnal yaitu Journal of Accounting Research dan The Accounting Review. -. 2eberapa artikel yang ditulis oleh para penliti yang sementara dilakukan dalam bidang ini+ belum ada calonnya. .. &inat pembaca pada bidang ini telah meningkat.

Per$e

"angan Tera$hir

;a asan dalam riset akuntansi keperilakuan saat ini bisa diperoleh dengan dua cara , 1. Survei publikasi utama dari riset akuntasi keperilakuan -. 1lasifikasi topik artikel yang dipublikasikan dan pemetaan publikasi terhadap model perilau individu. Pada periode sekarang audit meruoakan bidang riset keperilakuan yang paling banyak diterbitkan dalam Behavioral Research in Accounting . )an secara umum bidang audit juga paling banyak dipersentasikan dalam artikel secara umum dari setengah penerbitan 2*"!.

Teori Ke+erila$!an Tentang Per!sahaan


3eori modern perusahaan terkait dengan arah tujuan perilaku yang dipastikan berkaitan dengan tujuan+ motivasi+ dan karakteristik dalam menyelesaikan masalah anggotanya. 3ujuan organisasi akan dipandang, 1. %asil pengaruh dari permulaan proses antar peserta organisasi

-. Penentu batas pengambilan keputusan perusaahan dan penyelesaian masalah aktiitas .. Perannya di dalam sistem penga asan internal adalah untuk memotivasi peserta+ dimana derajat tingkat kepuasan kerja anggotny diuraikan dalam kaitannya dengan tujuan peribadi mereka yang saling tunpang tindih dengan tujuan organisasi. !khirnya dalam pengambilan keputusan dalam perusahaandiuraikan sebgai fungsi oeserta yang menyelesaikan masalah perilaku yang ditandai oleh pembatasan kapasitas mereka secara rasional. <ang perlu diperhatikan adalah perusahaan dipandang sebagai suatu keseimbangan dalam mencari sistem pengambilan keputusan.

METODE RISET AKUNTANSI KEPERILAKUAN


*iset merupakan penyelidikan yang sistematis+ terkontrol+ empiris dan kritis tentang fenomena-fenomena alami dengan oleh teori dan hipotesishipotesis mengenai hubungan yang dianggap terdapat diantara fenomenfenomena.

Moti.asi dan T!#!an Riset


&otivasi seseorang dalam melakukan riset boleh jadi merupakan keinginan yang timbul dari dalam dirinya untuk memecahkan berbagai masalah maupun persoalan yang ada. !dapun tujuan umum seseorang melakukan riset adalah untuk mengetahui ja aban dan masalah atau persoalah tersebut. &otivasi dan tujuan riset pada umumnya sama yaitu riset ditimbulkan oleh dua sisi yang saling terkait.

Manfaat dan Pentingn0a Riset


)alam riset akuntansi keperilakuan terdapat beberapa pernyataaan tentang manfaat dan pentingnya riset , 1. &emberikan gambaran terkini /state of the art0 terhadapa minat khusus dalam bidang baru yang harus diperkenalkan -. &embantu mendefiniskan kesenjangan /gap0 riset .. =ntuk meninjau dan membandingkan dan membedakan kegiatan riset melalui subbidang akuntansi.

Me

aha

i Re+li$asi

*eplikasi adalah pengulangan suatu studi atau riset yang dilakukan secara sengaja yang pada umumnya dilakukan dengan menggunakan prosedur-

prosedur yang sama dengan riset terdahulu tetapi menggunakan subjek yang berbeda. *iset-riset penting biasanya selalu direplikasi menemukan temuan ilmiah yang diterima masyarakat. Meng!#i Te !an U ! Riset sebelum mereka

*iset biasanya menghasilkan temuan dan bukti yang baru+ atau temuan riset berbeda dengan riset sebelumnya atau bertentangan dengan teoru yang berterima umum sehingga diperlukan pengujian terhadap temuan tersebut. Meng!#i 1aliditas Te !an Riset dengan Po+!lasi Ber"eda

*epikasi memberikan alat yang sangat bernilai kepada peneliti untuk menentukan derajat tingkat temuan riset yang dapat digeneralisasi dengan populasi yang berbeda. Meng!#i Ke-ender!ngan ata! Per!"ahan 2a$t! 3emuan riset -0 tahun lalu mungkin sudah tidak valid untuk di aplikasikan sekarang oleh karena itu diperlukan pengujian terhadapa perubahan aktu. Meng!#i Te Ber"eda !an3te !an Penting Mengg!na$an Metodologi 0ang

*eplikasi memebrikan banyak dasar untuk menilai validitas dari temuantemuan riset meskipun hanya satu riset yang tersedia. 3erdapat beberapa kecenderungan ditahuntahun belakangan ini untuk menghailkan lebih banyak replikasi di bidang riset keperilakuan.

Mengenali Masalah
Suatu masalah dapat dinyatakan sebagai masalah ketika pertanyaan berikut terja ab, 1. !pakah masalah tersebut dapat dija ba secara efektif melalui proses riset> !pakah dapat dikumpulkan data relevan yang diperlukan untuk menja ab masalah riset tersebut> -. !pakah nilai temuan dari masalah tersebut cukup berarti> !pakah terkandung nilai penting dalam masalah tersebut> .. !pakah masalah tersebut merupakan masalah baru> !pakah masalah tersebut pernah diteliti sebelumnya> :. !pakah masalah tersebut memungkinkan untuk diteliti> )alam hal ini termasuk kesesuaian masalah itu senditi dengan latar belakang si peneliti.

4enis Masalah

2erikut berbagai jenis membutuhkan penyelesaian,

masalah

riset

akuntansi

keperilakuan

yang

1. &asalah yang ada saat ini di berbagai subbidang akuntansi keperilakuan yang memerlukan penyelesaian -. !rea-area tertentu dalam subbidang akuntansi memerlukan pembenahan atau perbaikan keperilakuan yang

.. Persoalan teoritis yang memerlukan riset untuk menjelaskan fenomena :. Pertanyaan riset yang memerlukan ja aban empiris

S!

"er Pene

!an Masalah

Sumber penemuan masalah dalam riset akuntansi keperilakuan dapat ditelusuri dari berbagai aspek yang dikelompokkan dalam dua faktor , 1. )ihasilkan dari pengalaman pribadi si peneliti atai disebut pendekatan empiris -. 3injauan terhadap literatur riset. <ang dimana literatur disini deibagi menjadi dua kelompok kembali , a. ?iteratur yang dipublikasian @ Aurnal dan 2uku b. ?iteratur yang belum terpublikasi @ skripsi+ tesis+ disertasi dan makalah-makalah seminar.

Kesalahan U

dala

Pene

!an Masalah

1. Periset mengumpulkan data tanpa rencan atau tujuan riset yang jelas -. Periset memperolej sejumlah dat dan berusaha merumuskan masalah riset sesuai dengan data yang tersedia .. Periset merumuskan masalah riset dalam bentuk yang terlalu umum dan ambigu :. Periset menemukan masalah tanpa terlebih dahulu menelaah hasilhasil riset sebelumnya dengan topik sejenis B. Periset memilih masalah riset yang hasilnya kurang memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori atau pemecahan masalah praktis

Me

aha

i Teori

3eori memeberikan manfaat dalam beberapa hal berikut, 1. &ebatasi cakupan fakta yang harus dipelajari -. &enghendaki riset yang memungkinkan hasil yang lebih besar

.. &enyarankan suatu sistem bagi peneliti untuk menggunakan data dalam rangka menklasifikasikan dengan cara yang berarti :. &erangkum pengetahuan tentang suatu ibjek keseragaman yang berada di luar pengamatan dan menyatakan

B. )apat digunakan untuk memprediksi fakta-fakta lebih lanjut yang harus ditemukan. Konse+ 3 &engungkapkan abstraksi yang terbebtuk oleh generalisasi dari halhal khusus. Konstr!$si 5 merupakan suatu konsep+ tetapi dengan pengertian tambahan.

1aria"el Riset
(ariabel merupakan suatu sifat yang dapat dimiliki berbagai macam nilai. <ang biasanya diekspresikan dengan simbol 9 dan y yang padanya dilekatkan bilangan atau nilai. 1aria"el inde+enden 5 variabel bebas yang dipandang sebagai penyebab munculnya variabel dependen yang diduga sebagai akibat 1aria"el de+enden 5 jenis variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi variabel independen 1aria"el oderasi 5 variabel independen kedua yang dipercaya mempunyai kontribusi yang signifikan mempunyai pengaruh ketidakpastian terhadap keaslian hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. 1aria"el inter.ensi 5 suatu mekanisme konseptual di mana independen dan variabel moderasi mepengaruhi variabel dependen. variabel

Pengg!naan Pro+osisi dan &i+otesis


Proposisi didefinisikan sebagai suatu pernyataan tentang konsep-konsep yang dapat dipertimbangkan. Proposisi dapat dapat menjadi benar atau salah apabila mengacu pada fenomena yang diobservasi dimana proposisi diformulasikan untuk diuji secara empiris sebagai hipotesis. %ipotesis merupakan ja aban sementara terhadap permasalahan yang dipertanyakan. 1riteria hipotesis, 1. 2erupa pertnyaan yang mengaruh pada tujuan riset -. 2erupa pertanyaan yang dirumuskan dengan maksud untuk dapat diuji secara empiris .. 2erupa pertanyaan yang dikembangkan berdasarkan teori @teori yang lebih kuat dibandingkan dengan hipotesis saingan

*umusan hipotesis dapat dinyakan dalam berbgai bentuk yaitu jika maka atau proposisi+ hipotesis nol+ hiptesis alternatif.

Pe

ilihan Data dan Sa


Aenis jenis data ,

+el Riset

1. )ata Subjek @ berupa opini+ sikap pengalaman atau karakter dari orang
atau kelompok yang menjadi subjek riset.

-. )ata 4isiki @ jenis data riset yang berupa objek atau benda-benda fisik .. )ata )okumenter @ jneis data riset yang berupa faktur+ penjualan suratsurat+ notulen memo atau dalam bentuk laporan program Sumber )ata , 1. )ata Primer @ data yang berasal langsung dari seumber asli -. )ata Sekunder @ data yang diperoleh secara ridak langsung melalui perantara

1aliditas dan Keandalan


(aliditas mengacu pada cara peneliti menggambarkn dimensi-dimensi dan konsep atau masalah yang ingin diukur+ yang berkaitan dengan tingkat ukuran yang diberikan untuk menutupi rentang setiap pertanyaan yang diajukan. (aliditas prediktif @ berkaitan dengan keakuratan suatu penguian dalam meprediksi perilaku (aliditas 1onkruen @ hubungan antara alat ukur dan kriteria sekarang atau masa lalu (aliditas 1onstruksi @ validitas yang didasarkan pada suatu pertimbangan tentang kesesuaian hasil pengukuran tersebut dengan teori. 1eandalan merupakan akurasi dari instrumen pengukuran

Metode Peng!

+!lan Data

S!r.ei 5 data dikumpulkan dengan mengirimkan surat elektronik /e-mail0+ menelepon+ atau memberikan serangakaian pertanyaan sehingga tidak ada interaksi langsung antara peneliti dengan responden. O"ser.asi 5 Proses pencatatan pola perilaku manusia+ sesuatu hal+ atau kejadian yang sistematis tanpa ada pertanyaan maupun komunikasi dengan individu individu yang diteliti. ?angkah a al dalam memilih rsponden adalah menetukan populasi yang kemudian menetukan suatu sensus atau suatu sampel. Sensus akan tepat ketika ,

1. Populasinya kecil dan biata pengumpulan data tidak melebihi biaya pengambilan sampel secara signifikan -. Penting untuk mengetahui setiap unsur dalam populasi .. *isiko dalam perbaikan secara keseluruhan sangat besar

Instr!

en Riset

Pencarian instrumen merupakan langkah penting dalam proses riset. 1usioner harus sesuai dengan responden da didesain secara menarik sehingga responden tertarik untuk menja ab kusioner tersebut

Men#a

in Ker#asa

a Res+onden

1usioner yang baik sangat berperan jika responden tidak kooperatif. *endahnya kerja sama membuat peneliti mengalami kesulitan dalam mengeneralisasikan sampel terhadap populasi.

Men#a

in 1aliditas dan Keandalan 4a6a"an

Peneliti seharusnya menentukan dasar dari kenginan informasi dan memilih suatu format pertanyaan yang akan menyediakan informasi dengan sedikit pembatasan terhadap responden.

Analisis data dan Persia+an La+oran


!nalitis data dilakukan setelah peneliti mengumpulkan semua dat yang diperlukan dalam riset. Secara umum laporan riset berisi tentang hal-hal yang terkait dengan kegiatan peneliti sejak tahap persiapan hingga interpretasi dan penyimpulan hasil analitis.