Anda di halaman 1dari 59

Sistematika Mendiagnosis Biopsi Dermatosis

Mahmud Ghaznawie Bagian Patologi FK-Universitas Hasanuddin

Inilah keluhan residen ...


Semua koq kelihatannya sama saja? Infiltratnya limfositik, koq bukan radang kronik? Diagnosisnya sama, koq gambarannya beda? Nggak cocok dengan gambaran klinik?

Kategori dermatosis inflamasi


Pola perubahan jaringan (reaksi jaringan)
Perubahan (reaksi) mayor Reaksi minor

Distribusi sel radang (pola inflamasi)


Superfisial perivaskuler Superfisial dan profunda Folikulitis dan perifolikulitis Panikulitis

Tujuan
mendeskripsi sediaan biopsi secara sistematik
mengkategorikan lesi berdasar pola reaksi jaringan dan pola inflamasi mengapresiasi pentingnya diagnosis berdasar korelasi kliniko-patologik

Perubahan mayor (utama)


Likenoid (interface dermatitis) Psoriasiform Spongiotik Vesiko-bulous Granulomatous Vaskulitik (angiocentric dermatitis)

Perubahan (reaksi) minor


Epidermolitik hiperkeratosis Akantolitik diskeratosis Lamela kornoid Papilomatosis Flame figure Eliminasi transepitelial

Perubahan likenoid=sitoksik
[ditandai oleh kerusakan sel basal]
Tipe kerusakan sel: deg. vakuoler; kematian sel Distribusi sel radang: menyentuh dasar epidermis; mengaburkan batas dermo-epidermis; superfisial & profunda Kebocoran pigmen (pigmentary incontinence) Satellite cell necrosis (aposisi limfosit-sel diskeratotik)

Perubahan (reaksi) likenoid


Lichenoid (kerusakan sel basal) Perhatikan dua Civatte bodies
Apa tipe reaksinya? Apa yang ditunjuk panah hijau?

Contoh lesi yang menunjukkan perubahan (reaksi) likenoid

Perhatikan panah merah, hijau, biru

Liken planus

Reaksi likenoid Infiltrat limfositik bentuk pita Hiperkeratosis Hipergranulosis

Apa tipe reaksinya? Apa yang ditunjuk panah hijau, biru dan hitam?

Liken planus
Reaksi likenoid Colloid bodies Infiltrat menyentuh dasar epidermis

Liken planopilaris
Pola reaksi?
Likenoid, mengenai folikel rambut

Apa yang ditunjuk?


Keratotic plug

Liken nitidus
Reaksi likenoid Infiltrat mengisi papila dermis Rete-ridge merangkul

Deskripsikan yang ditunjuk panah merah, hijau dan biru

Eritema multiforme
Reaksi likenoid Batas dermoepidermis kabur Kerusakan epidermis sampai lapisan atas

Deskripsikan yang ditunjuk panah merah, hijau dan biru

Discoid lupus erythematosus


~ Reaksi likenoid ~ Infiltrat perifolikuler ~ Infiltrat superfisial & profunda ~ Keratotic plug ~ Epidermis menipis
Apa arti panah merah, hijau, biru, hitam, coklat?

Pitiriasis likenoides
Reaksi likenoid Infiltrat limfosit superfisial dan profunda Batas dermoepidermis kabur Parakeratosis
Deskripsikan yang ditunjuk panah merah, hijau, biru dan hitam

Reaksi hiperplasia psoriasiform


[perpanjangan rete ridge secara teratur]
Bisa terjadi sebagai perubahan sekunder Terjadi pada, a.l.:
psoriasis pitiriasis rubra pilaris liken simpleks kronikus

Hiperplasia psoriasiform
Bisa ditarik garis imajiner di dasar epidermis

Contoh lesi yang menunjukkan reaksi psoriasiform

Psoriasis

Hiperplasia psoriasiform Parakeratosis Penipisan suprapapillary plate Clubbing Neutrofil pada gundukan parakeratosis

Deskripsikan yang ditunjuk panah merah, hijau, biru, hitam dan coklat

Pitiriasis rubra pilaris


Hiperplasia psoriasiform Parakeratosis dan hiperkeratosis selang-seling (horisontal dan vertikal)

Liken simpleks kronikus


Hiperplasia psoriasiform Vertikal collagen streaking Hiperkeratosis Hipergranulosis

Reaksi spongiotik
[edema antar sel epidermis]
Paling sulit didiagnosis secara spesifik. Spongiosis eosinofilik
dermatitis kontak alergi, incontinentia pigmenti

Spongiosis akrosiringial
miliaria

Spongiosis folikuler
miliaria apokrin, dermatitis atopik

Bukan salah satu klasifikasi di atas


dermatitis kontak iritan, pitiriasis rosea, dll

Spongiosis
Regangan jembatan interseluler Bandingkan dengan bagian normal (kiri)

Contoh lesi yang menunjukkan reaksi spongiotik

Incontinentia pigmenti

Eosinophilic spongiosis

Miliaria rubra

Spongiosis secara reguler pada muara duktus kelenjar keringat

Follicular spongiosis
Spongiosis folikuler bisa terjadi pada:
infundibulofolikulitis dermatitis atopik miliaria apokrin

Dermatitis kontak iritan

Vesikel spongiotik berisi infiltrat neutrofil Edema papila dermis

Dermatitis kontak alergika

spongiosis dan infiltrat eosinofil

Dermatitis seboroika
Kombinasi reaksi spongiotik dan psoriasiform Parakeratosis dan infiltrasi neutrofil

Reaksi vesiko-bulous
Perhatikan 3 unsur berikut:
level anatomik split mekanisme terjadinya vasikel/bula jenis infiltrat (t.u. pada bula subepidermal)

Level anatomik split:


subkorneal, stratum malpighi, suprabasal, subepidermal

Mekanisme:
edema interseluler, intraseluler, akantolisis, junctional separation

Vesikobulous subkorneal
Subcorneal pustular dermatosis Pemfigus foliaseus SSSS Impetigo

Vesikobulous intraepidermal
Epidermolisis bulosa (Weber-Cockayne) Palmo-plantar pustolosis Infeksi virus herpes

Vesikobulous suprabasal
Pemfigus vulgaris Penyakit Hailey-Hailey Penyakit Darier

Vesikobulous subepidermal
Sel radang sedikit
Epidermolisis bulosa Porfiria kutanea tarda TEN

Sel radang t.u. limfosit


EM (tipe bulous) Polymorphous light eruption

Sel radang banyak neutrofil


DH Linear IgA dermatosis

Sel radang mengandung eosinofil


Pemfigoid bulosa, herpes gestasiones Sengatan serangga

Contoh lesi yang menunjukkan reaksi vesikobulous

Subcorneal pustular dermatosis


Vesikel subkorneal (tanpa spongiosis) Depresi permukaan epidermis lantai vesikel Neutrofil dalam vesikel Infiltrat campuran di dermis

Pemfigus foliaseus
Vesikel/bula subkorneal Akantolisis Hiperkeratosis dan parakeratosis fokal (lesi lama) [Pada prekursor lesi sering tampak infiltrat eosinofil]

Pemfigus vulgaris
Bula suprabasal Akantolisis Infiltrat neutrofil & eosinofil

Toxic epidermal necrolysis (TEN)


Bula subepidermis Nekrosis epidermis Hiperkeratosis (biasa tanpa parakeratosis) Infiltrat minimal

Pemfigoid bulosa
Bula subepidermal Infiltrat eosinofil

Dermatitis herpetiformis

Vesikel/bula subepidermal Papillary microabscess

Reaksi granulomatous
Granuloma sarkoidal
Sarkoidosis

Granuloma tuberkuloid
Lepra, TBC kulit, Leishmaniasis

Granuloma nekrobiotik
GA, NLD, rheumatoid nodule

Granuloma supurativa
Sporotrikosis, blastomikosis

Granuloma benda asing


Kaca, pigmen, kayu, dll

Sarkoidosis

Granuloma sarkoidal (naked) Asteroid bodies

Lepra
Granuloma tuberkuloid (diselimuti limfosit) Granuloma oval/memanjang mengikuti saraf

Granuloma anulare
Granuloma nekrobiotik (degenerasi kolagen) Pallisading granuloma
[Sering sukar dibedakan dari NLD (necrobiosis lipoidica)]

Sporotrikosis

Granuloma supurativa Hiperplasia epidermis Sporothrix asteroid

Granuloma benda asing


Bahan asing bisa endogen atau eksogen Sel datia benda asing

Reaksi vaskulitik
Vaskulitis akut (neutrofilik)
Vaskulitis alergik Eritema elevatum diutinum Granuloma fasiale Poliarteritis nodosa

Vaskulitis kronis (limfositik)


Pigmented purpuric dermatosis Pitiriasis likenoides Eritema giratum

Vaskulitis dengan granulomatosis


Limfomatoid granulomatosis Arteritis temporalis

Vaskulitis akut

Fragmen inti (nuclear debris) Infiltrat neutrofil pada dinding vasa Massa fibrin pada dinding vasa

Sindrom Sweet

Infiltrat neutrofil dan nuclear debris Tanpa vaskulitis atau penimbunan massa fibrin Edema subepidermis

Pola reaksi minor


Epidermolitik hiperkeratosis Akantolitik diskeratosis Lamela kornoid Papilomatosis Flame figure Eliminasi transepitelial

Lamela kornoid
Kolom parakeratosis Stratum granulosum di dasarnya hilang Dijumpai pada

porokeratosis

Flame figures
Massa eosinofilik, amorf atau granuler Terjadi akibat degenerasi kolagen, kemungkinan akibat granula sel eosinofil

Eliminasi transepidermal
Epidermis menjorok ke bawah dan menjadi saluran pembuangan serabut elastik yang degeneratif

Panikulitis
[Inflamasi jaringan lemak bawah kulit] Dibagi dalam 3 kategori
Panikulitis septal
Eritema nodosum

Panikulitis lobuler
Eritema induratum, panikultis traumatik, panikulitis pankreatik

Panikulitis dengan vaskulitis


Poliarteritis nodosa, tromboflebitis

Eritema nodosum
Panikulitis septal Infiltrat t.a. limfosit, sel datia, dan eosinofil

Panikulitis lobuler
Panikulitis lobuler yang meluas ke septa Nekrosis fokal pembuluh darah

Sistematik mendiagnosis:
Tentukan pola reaksi jaringannya, Kemudian distribusi sel radang (superfisial, superfisial dan dalam, perivaskuler, dll), Kemudian lihat jenis sel radang. BUKAN sekedar mendiskripsi dari atas ke bawah