Anda di halaman 1dari 3

Ibrahim Achmad 030.09.

117 FK Trisakti

A. Refluks laringo Faring(RFL) Manisfestasi PRGE(Penyakit Reflux Gastro esofagus) di luar esofagus didefinisikan sebagai Refluks Ektra Esofagus(REE). Istilah refluks laringo faring adalah REE yang bermanifestasi pada penyaki-penyakit oral, faring, laring, dan paru 1. Patofisiologi RFL memiliki patofisiologi dari PRGE dimana 90% karena gangguan fungsional, dan hanya 10% karena gangguan struktural. Refluks dari asam lambung tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada mukosa, dan bilang berlangsung lama dapat menyebabkan/ menjadi faktor penyebab laringitis kronis akibat trauma asam Patogenesis: Perubahan anatomi dari sawar refluks(krura diagfragma, ligament frenoesofagus,dll) Perbedaan tekanan abdomino thorakal Faktor oesofagus Faktor lambung: volume as.lambung, pengosongan lambung,dll Faktor makanan, obesitas, kehamilan dan lain-lain Relaksasi sementara sfingter esofagus bawah: berhungan dengan pengosongan lambung, apabila teralambat dapat menyebabkan RFL SEA( sfinger eosofagus atas); merupakan sawar terakir sebelum kelambung 2 mekanime dari RFL; pertama: refluks langsung asam lambung ke laring,faring, dan sekitarnya. Kedua : pajanan asam eosoffagus distal akan menyebabkan rangsang refleks vagal yang menyebabkan terjadi nya spasme bronkus, batuk, sering meludah, menyebabkan perubahan inflamasi pada laring dan faring.

2. Manisfestasi Gejala tipikal pada orang dewasa(PRGE): Heart burn/ rasa pada pada dada, dan menjalar sampai kemulut Regurgitasi isi lambung secara spontan ke mulut dan oesofagus *untuk gejala dari laring tidak spesifik, karena hal tersebut merupakan suatu kesatuan gejala. Bilamana khusunya pada faring dan laring, asam lambung tersebut merupakn trauma kimia pada mukosa, yang perupakan faktor resiko terjadi faringitis kronis, laringitis, serta keganasaan. 3. Komplikasi(ektra Eosofagus) Sinusitis Otalgia Erosi gigi Faringitis dan laringitis

4. Diagnosis Pada penyebab, atau PRGE diagnosis dengan anamnesis, pemeriksaan fisik,dll. Tetapi untuk manifestasi pada laring dan sekitar nya, dan dilakuan pemeriksaan, seperti laringoscope, laringoskopi flexible fiberoptik, serta 24 hour pH monitoring. 5. Penalaksanaan 1. Modifikasi gaya hidup(diet, tidak makan 2 jam belum tidur, meninggikan kepala, dll) 2. Tatalaksana empirik, dengan PPI, antacid, dan atau H2 antagonis

B. Tanda-tanda kronisitas pada Waktu > 12 minggu Gejala tidak sebanyak akut, nyeri lebih ringan Tidak ada tanda radang akut; (Mukosa hiperemis,sekret purulen) Sekret mukoid(kental)

Sedikit kering karena proses kronik, menyebabkan jaringan parut dan atau granulasi, kerusakan pada kelenjar-kelenjar mukosa.

PA: menebalan mukosa dan lamina propia PMN