Anda di halaman 1dari 2

Jelaskan mekanisme penglihatan dalam hal adaptasi dari terang ke gelap!

Jawab: Adaptasi Gelap dan Terang Bila seseorang berada di tempat yang sangat terang untuk waktu yang lama, banyak sekali fotokimiawi yang terdapat di dalam sel batang dan kerucut menjadi berkurang karena diubah menjadi retinal dan opsin. Selanjutnya, sebagian besar retinal dalam sel batang dan kerucut akan diubah menjadi vitamin A. Oleh karena kedua efek ini, konsentrasi bahan kimiawi fotosensitif yang menetap dalam sel batang dan kerucut akan banyak sekali berkurang, akibatnya sensitivitas mata terhadap cahaya juga turut berkurang. Keadaan ini disebut adaptasi terang. Sebaliknya, bila orang tersebut berada di tempat gelap untuk waktu yang lebih lama, retinal dan opsin yang ada di dalam sel batang dan kerucut diubah kembali menjadi pigmen yang peka terhadap cahaya. Selanjutnya, vitamin A diubah kembali menjadi retinal untuk terus menyediakan lebih banyak pigmen peka cahaya; batas akhirnya ditentukan oleh jumlah opsin yang ada di dalam sel batang dan kerucut untuk bergabung dengan retinal. Keadaan ini disebut adaptasi gelap. Selain proses adaptasi yang disebabkan oleh perubahan konsentrasi rodopsin atau fotokimiawi warna, mata mempunyai dua mekanisme lain untuk adaptasi terang dan gelap, yaitu: 1. Perubahan adanya ukuran pupil Perubahan adanya ukuran pupil dapat menyebabkan timbulnya tingkat adaptasi sekitar 30 kali lipat dalam waktu sepersekian detik, karena adanya perubahan pada jumlah cahaya yang masuk melalui pelebaran pupil tersebut. 2. Adaptasi saraf Adaptasi saraf melibatkan sel saraf bekerja pada rangkaian tahap penglihatan di dalam retina dan otak. Jadi, bila mula-mula intensitas cahaya meningkat, sinyal yang dijalarkan oleh sel-sel bipolar, sel horizontal, sel amakrin, dan sel ganglion tersebut sangat besar. Namun, sebagian besar sinyal ini akan berkurang sangat cepat pada berbagai tingkat penjalaran dalam lingkaran saraf. Besarnya adaptasi ini hanya

beberapa kali lipat dibandingkan dengan ribuan kali lipat yang terjadi selama adaptasi sistem fotokimia. Adaptasi saraf hanya terjadi dalam sepersekian detik, berbeda dengan adaptasi penuh oleh fotokimiawi yang membutuhkan waktu bermenit-menit hingga berjam-jam.

Makna Adaptasi Terang dan Gelap bagi Penglihatan Antara batas adaptasi gelap maksimal dan adaptasi terang maksimal, mata dapat mengubah sensitivitasnya terhadap cahaya sebesar 500.000-1.000.000 kali. Sensitivitas ini secara otomatis berubah sesuai perubahan iluminasi. Karena pencatatan bayangan oleh retina membutuhkan pengenalan titik gelap dan titik terang dari bayangan tersebut, sensitivitas retina perlu selalu diatur, sehingga reseptornya dapat merespon area, tetapi tidak merespon area yang lebih gelap. Contoh adaptasi retina yang salah adalah bila seseorang baru meninggalkan gedung bioskop dan keluar ke arah dimana cahaya matahari lebih terang. Titik gelap dalam bayanganpun menjadi terlihat sangat terang. Akibatnya, seluruh bayangan visual tersebut akan memutih, sehingga hanya sedikit kontras di antara bagian-bagiannya. Ini adalah penglihatan yang buruk dan akan tetap buruk sampai retina telah cukup beradaptasi, sehingga daerah gelap pada bayangan tidak lagi merangsang reseptor secara berlebihan. Sebaliknya, bila seseorang mula-mula memasuki tempat yang lebih gelap, sensitivitas retina biasanya menjadi sangat rendah, sehingga bahkan titik terang dalam bayanganpun tidak dapat merangsang retina. Setelah adaptasi gelap, titik terang mulai akan terekam. Contoh adaptasi terang dan gelap yang ekstrem adalah intensitas cahaya matahari kirakira 10 milyar kali daripada intensitas cahaya bintang. Namun, mata dapat berfungsi dengan baik pada cahaya matahari yang terang sesudah adaptasi terang dan pada cahaya bintang sesudah adaptasi gelap.