Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN KASUS ENDOFTALMITIS

Oleh: Nurlestari 07.06.001

DALAM RAN!KA MEN!IKUTI KEPANITERAAN KLINIK MAD"A #A!IAN $ SMF ILMU PEN"AKIT MATA RUMA% SAKIT UMUM PRO&INSI NT# FAKULTAS KEDOKTERAN UNI&ERSITAS ISLAM AL'A(%AR )01

#A# I PENDA%ULUAN Endoftalmitis merupakan peradangan berat dalam bola mata, biasanya akibat infeksi setelah trauma atau bedah, atau endogen akibat sepsis. Berbentuk radang supuratif di dalam rongga mata dan struktur di dalamnya. Penyebab endoftalmitis supuratif adalah kuman dan jamur yang masuk bersama trauma tembus (eksogen) atau sistemik melalui peredaran darah (endogen). Endoftalmitis jarang terjadi, namun merupakan komplikasi yang membahayakan yaitu dapat menyebabkan kebutaan. meskipun endoftalmitis bukan 5 besar penyebab kebutaan, tetapi endoftalmitis termasuk kegawatdaruratan dibidang oftalmology.

#A# II LAPORAN KASUS 1. I*e+titas Pasie+ ). Nama %mur (enis )elamin ,gama ,lamat Pekerjaan #uku !"n. #$ &' tahun *aki+laki -slam #umbawa Barat, Bale+berak .ekanikal #amawa

"anggal pemeriksaan #enin, /5 (uli 01/'

A+a,+esis A. Keluha+ Uta,a: Nyeri yang berat pada mata kanan #. Ri-a.at Pe+.a/it Se/ara+0: Pasien konsulan dari salah satu 2umah #akit swasta di .ataram, datang ke poli mata 2#%P N"B dengan keluhan nyeri yang berat pada mata kanan pasien sejak / bulan yang lalu (/5 (uni 01/'). #ebelumnya pasien mengatakan bahwa pada mata kanan terlihat merah tanpa diketahui penyebabnya, & hari kemudian (/3 (uni 01/') pasien merasakan gatal+ gatal, sakit dan keluar sedikit kotoran berwarna kekuningan pada mata kanannya. #elain itu, pasien mengeluh penglihatan menurun pada mata kanannya sejak 0 minggu yang lalu (/ (uli 01/'), hal ini dirasakan se4ara tiba+tiba. #ejak / minggu yang lalu (5 juli 01/') pasien mengeluh sering keluar air pada mata kanannya dan pasien merasakan nyeri semakin memberat. Pasien tidak mengeluhkan demam, menggigil maupun mual dan muntah. Pada tanggal /3 (uni 01/', pasien berobat ke praktik 6okter spesialis mata di #umbawa dan mendapatkan obat tetes mata dan salep,

namun pasien lupa nama obatnya. #etelah ' hari pemakaian obat tersebut, pasien mengaku tidak ada perubahan. Pada tanggal / (uli 01/', pasien datang berobat ke salah satu 2umah #akit swasta di .ataram, kemudian di beri obat tablet, namun pasien lupa nama obatnya. Pada tanggal 5 (uli 01/' pasien kontrol lagi ke 2umah #akit swasta tersebut, karena tidak ada perubahan dan kemudian di konsulkan ke 2umah #akit %mum Pro7insi N"B untuk mendapatkan terapi lebih lanjut. 1. Ri-a.at Pe+.a/it Dahulu 2iwayat sakit mata (+), riwayat operasi mata (+), riwayat trauma (+), riwayat 6. (+), riwayat penyakit infeksi (+) D. Ri-a.at Pe+.a/it Keluar0a "idak ada keluarga pasien yang mengalami keluhan yang sama. E. Ri-a.at Aler0i 2iwayat alergi makanan (+) dan alergi obat+obatan (+), 4ua4a dingin debu dan lainya disangkal oleh pasien. F. Ri-a.at s2sial 3 e/2+2,i Pasien merupakan seorang mekanikal pada sebuah tambak udang di #umbawa, pekerjaan yang dilakukan yaitu mengelas dan menyalakan mesin. #aat melakukan pekerjaan mengelas, pasien kadang+kadang tidak menggunakan ka4a mata pelindung. !. Ri-a.at Pe+024ata+ 2iwayat pengobatan diakui oleh pasien, Pada tanggal /3 (uni 01/', pasien berobat ke praktik 6okter spesialis mata di #umbawa, 2umah #akit swasta di .ataram. . Pe,eri/saa+ Fisi/ A. Status !e+eralis )eadaan %mum Baik Pada tanggal / (uli 01/' dan 5 (uli 01/', pasien datang berobat ke salah satu

)esadaran89:# Nadi =rekuensi Napas #uhu 1. Status L2/alis N2 1. &isus

:ompos mentis 8 E&;5.< 51 kali8menit reguler kuat angkat /5 kali8menit '<, 5 > :

#. Pe,eri/saa+ Ta+*a &ital

Pe,eri/saa+

Mata Ka+a+ light preseption (?) dengan proyeksi buruk

Mata Kiri <8< s4

). .

P2sisi #2la Mata !era/a+ 42la ,ata

>rtoforia Baik ke segala arah

>rtoforia Baik ke segala arah

5.

Pal6e4ra Su6eri2r

Edema @iperemi Pseudoptosis Entropion Ektropion

(?) (7 ) (?) (+) (+) (+) (+) (+) (+) ? 5 mm #ulit die7aluasi #ulit die7aluasi

(+) (') (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) ? /1 mm (') (+) (+)

8.

Pal6e4ra I+9eri2r

Edema @iperemi Entropion Ektropion

6. 7.

Fissura 6al6e4ra K2+:u+0ti;a Pal6e4ra Su6eri2r @iperemi #ikatrik Papil raksasa

folikel <. K2+:u+0ti;a Pal6e4ra I+9eri2r @iperemi #ikatrik Papil raksasa =olikel =. K2+:u+0ti;a #ul4i -njeksi )onjungti7a -njeksi #iliar .assa Edema #ub4onjun4ti7al bleeding 10. K2r+ea Bentuk )ejernihan Permukaan #ikatrik Benda ,sing 11. #ili/ Mata De6a+ 1). Iris 1 . Pu6il )edalaman @ifema Aarna Bentuk Bentuk 2efleks 4ahaya langsung 2efleks 4ahaya tidak langsung 15. Le+sa 18. TIO )ejernihan -ris #hadow Palpasi

#ulit die7aluasi (7 ) (+) (+) (+) (7 ) (?) (+) (+) (+) :embung "idak jernih "idak *i4in (+) (+) #ulit die7aluasi (+) #ulit die7aluasi #ulit die7aluasi #ulit die7aluasi #ulit die7aluasi #ulit die7aluasi #ulit die7aluasi #ulit die7aluasi )esan normal

(+) (') (+) (+) (+) (') (+) (+) (+) >'? :embung (ernih *i4in (+) (+) )esan dalam (+) :oklat Bulat dan regular Bulat (?) (?) (ernih (+) )esan normal

5.

F2t2 Mata Pasie+

!a,4ar : tampak edema, hiperemi, lakrimasi dan pada oculus dextra (>6).

!a,4ar : "ampak -njeksi konjngti7a, -njeksi #iliar, kornea keruh pada >6

#A# III IDENTIFIKASI MASALA% DAN ANALISA KASUS 1. I*e+ti9i/asi Masalah Berdasarkan SU#@E1TI&E a. .ata kanan merah b. .ata kanan terasa nyeri yang berat dan keluar air terus menerus 4. .ata kanan terasa gatal+gatal, sakit dan keluar sedikit kotoran berwarna kekuningan pada mata kanannya. d. Penglihatan menurun data medis pasien diatas, ditemukan beberapa

permasalahan. ,dapun permasalahan medis yang terdapat pada pasien adalah

O#@E1TI&E Pemeriksaan status lokalis pada mata didapatkan ). ;isus >6 light preseption (?) dengan proyeksi buruk , ># <8< Palpebra superior >6 edema (?), hiperemi (?), pseudoptosis (?) )onjungti7a Palpebra -nferior >6 @iperemi (7) )onjungti7a Bulbi >6 -njeksi )onjungti7a (7), -njeksi #iliar (?) )ornea "idak *i4in, "idak jernih (keruh)

A+alisa Kasus Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan mata merah dengan penurunan 7isus antara lain

E+*29tal,itis a. De9i+isi Endoftalmitis merupakan radang purulen pada seluruh jaringan intraokuler, disertai dengan terbentuknya abses di dalam badan ka4a. Bila terjadi peradangan lanjut yang mengenai ketiga dinding bola mata, maka keadaan ini disebut panoftalmitis. 4. Eti2l20i + + endogen akibat sepsis, selulitis orbita, dan penyakit sistemik lainnya eksogen, yang sering terjadi akibat trauma tembus, tukak perforasi, dan penyulit infeksi pada pembedahan. )uman penyebab biasanya disebabkan oleh Staphylococcus albus, Staphylococcus aureus, proteus dan pseudomonas dengan masa inkubasi 0&+B0 jam. Bila endoftalmitis terjadi dalam 0 minggu setelah trauma, maka keadaan ini mungkin disebabkan karena infeksi bakteri, sedangkan bila gejala terlambat mungkin infeksi disebabkan oleh jamur.

Endophthalmitis bakteri biasanya menimbulkan nyeri yang akut, kemerahan, pembengkakan, dan penurunan 7isus. (uga, beberapa bakteri (misalnya, Propionibacterium acnes) dapat menyebabkan radang kronis dengan gejala ringan. >rganisme ini adalah flora kulit yang khas dan biasanya masuk pada saat operasi intraokular.

Endophthalmitis jamur akan menimbulkan gejala selama beberapa hari sampai minggu. 9ejala sering penglihatan kabur, rasa nyeri, dan penurunan 7isus. 2iwayat trauma tembus dengan tanaman atau benda asing yang terkontaminasi dengan tanah mungkin sering diperoleh. -ndi7idu dengan infeksi :andida akan timbul demam tinggi, disusul beberapa hari kemudian dengan gejala okular. 6emam persistent yang tidak diketahui (=%>) dapat dikaitkan dengan infeksi jamur. 2iwayat operasi mata, trauma mata, atau bekerja dalam industri sering ditemukan.

6alam kasus endophthalmitis pas4aoperasi, infeksi paling sering terjadi setelah pembedahan (misalnya, pada minggu pertama), tetapi mungkin terjadi bulan atau tahun kemudian seperti dalam kasus P acnes.

A. !e:ala *a+ Ta+*a


o

gejala 7isual dalam setiap pasien rawat inap atau pasien memakai terapi imunosupresif )ehilangan penglihatan 2asa nyeri pada mata dan iritasi #akit kepala =otofobia >4ular dis4harge Peradangan okular dan periokular yang hebat -njeksi pada mata )elopak mata bengkak dan eritema -njeksi konjungti7a dan s4lera @ypopyon (lapisan sel+sel inflamasi dan eksudat CnanahD di ruang anterior) ;itreitis :hemosis Berkurang atau tidak ada merah refleks

o o o o o o o o o o

o o o

10

o o o o o o o o

Proptosis (temuan terlambat panophthalmitis) Papillitis :otton+wool spots )ornea edema dan infeksi Putih lesi pada koroid dan retina ;itreal mass dan debris #e4ret purulen 6emam !:ells and flare$ di ruang anterior pada pemeriksaan lampu 4elah

D. Assess,e+t 6ari hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik, tanda dan gejala yang terdapat pada pasien mengarahkan pada endoftalmitis okuli dekstra

E. Pla++i+0 A. Usula+ Pe,eri/saa+ La+:uta+ a. Pemeriksaan %#9 mata b. Pemeriksaan *aboratorium 4. Pewarnaan gram

#. Tatala/sa+a Tatala/sa+a Me*is : /. ,ntibiotik yang sesuai dengan organisme penyebab se4ara topikal dan sistemik

11

0. #teroid se4ara topikal untuk antiinflamasi '. #ikloplegia tetes dapat diberikan untuk mengurangi rasa nyeri, stabilisasi aliran darah pada mata dan men4egah terjadinya sinekia Tatala/sa+a O6erati9 : "indakan 7iterektomi

F. Pr20+2sis Prognosis pada pasien ini, meliputi Pr20+2sis 6e+0elihata+ >ad functionam? Prognosis pengelihatan pasien dubia ad malam. Pr20+2sis +.a-a >ad vitam? Prognosis nyawa pasien dubia ad bonam

12

#A# I& RIN!KASAN AK%IR Pasien seorang laki+laki, usia &' tahun, Pasien datang ke poliklinik .ata 2#%P N"B dengan keluhan nyeri yang berat pada mata kanan pasien B terlihat merah tanpa diketahui penyebabnyaB gatal+gatal, sakit dan keluar sedikit kotoran berwarna kekuningan dan keluar 4airan pada mata kanannya. #elain itu, pasien mengeluh penglihatan menurun. Pemeriksaan status lokalis pada mata didapatkan ;isus >6 light preseption (?) dengan proyeksi buruk , ># <8<, Palpebra superior >6 edema (?), hiperemi (?), pseudoptosis (?), )onjungti7a Palpebra -nferior >6 @iperemi (?), )onjungti7a Bulbi >6 -njeksi )onjungti7a (?), -njeksi #iliar (?) dan )ornea "idak *i4in, "idak jernih (keruh). 6ari hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik, tanda dan gejala yang terdapat pada pasien mengarahkan pada endoftalmitis okuli dekstra, %sulan Pemeriksaan lanjutan adalah pemeriksaan %#9 mata , pemeriksaan laboratorium dan pewarnaan gram, penatalaksanaan yaitu dengan pemberian antibiotik yang sesuai dengan organisme penyebab se4ara topikal dan sistemik, #teroid se4ara topikal untuk antiinflamasi dan #ikloplegia tetes serta pro "indakan 7iterektomi.

13

DAFTAR PUSTAKA
1. :hristoper. Prevention of Postoperative Endophtalmitis. #tanford %ni7ersity

#4hool of .edi4ine. http 88www.google.4om diakses /5 (uli 01/'. 0. ,nonimous. National endophthalmitis sur7ey. Indian J. Ophtalmol, 011'. 5/ //B+//5 '. -lyas #. 6alam Penuntun Ilmu Penyakit ata. (akarta, =)%- /335E 5

&. ;aughan 6, ,sbury ". )orpus ;itreum 6alam . Oftalmolo!i "mum #$eneral Opthalmolo!y). Edisi /&. (akarta, Aidya .edika /33&E /35 F 3< 5. Aijana N. Ilmu Penyakit /&5 F </ ata. Edisi <. (akarta, Binarupa ,ksara /33<E

14

Anda mungkin juga menyukai