Anda di halaman 1dari 11

Pengukuran Listrik

Frekuensi Meter

OLEH: MARIA EMANUELA E. D D411 12 958 (RESO) TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN 2013

Frekuensimeter yaitu suatu alat ukur yang digunakan untuk mengukur frekuensi sinyal/gelombang listrik. Pengertian frekuensi sendiri yaitu banyak/jumlah gelombang dalam satu detik (satuan : Hz). Dimana dikatakan satu gelombang jika terdiri dari satu lembah dan satu bukit.

Rumus :

f = 1/ T

Sinyal Frekuensi terhadap periodenya .

Tujuan alat ini adalah untuk mengetahui banyanknya geratan listrik dengan kesatuan Hertz dari sumber pembangkit tenaga listrik

Ada dua jenis frekuensi meter yaitu 1. Frekuensimeter analog , 2. Frekuensimeter digital.

Frekuensi meter Analog

Frekuensi meter Digital

Frekuensimeter analog berdasarkan typenya dibedakan atas:

a. Frekuensi Meter Lidah Bergetar

Bentuk Frekuensi Meter Lidah Bergetar

Sistem kerja suatu frekuensimeter jenis lidah getar

b. Frekuensi Meter Type Rasio

Alat Ukur frekuensi Type rasio

c. Frekuensimeter type besi putar

Alat Ukur frekuensi type besi putar

Rangkaian Dasar Frekuensi Meter digital

Sinyal diperkuat sebelum masuk Schmitt Trigger. Dalam Schmitt Trigger sinyal diubah menjadi gelombang kotak (kotak) dengan pulsa, satu pulsa untuk setiap siklus sinyal. Pulsa keluaran Schmitt Trigger masuk ke gerbang start-stop. Bila gerbang terbuka (start), pulsa input melalui gerbang ini dan mulai dihitung oleh counter elektronik. Bila pintu tertutup (stop), pulsa input pada counter berhenti dan counter berhenti menghitung.

Cara penyambungannya :
P

Frekuensimeter digunakan untuk mengetahui frekuensi atau gelombang sinusoidal arus bolak balik yg merupakan jumlah siklus gelombang sinusoidal tersebut perdetiknya ( cycle / second )

Sumber daya

Hz

beban

Sumber daya

beban

Hz

Frekuensimeter mempunyai peranan cukup penting untuk mensinkronisasikan ( paralelkan ) 2 unit mesin pembangkit dan stabilnya frekuensi merupakan petunjuk kestabilan mesin pembangkit.

Prinsip Kerja dari alat Ukur


Masing masing kumparan tetapnya dibuat suatu rangkaian resonansi seri R, L, C. Rangkaian pertama mempunyai frekuensi resonansi dibawah suatu harga frekuensi tertentu dan rangkaian lain beresonansi pada frekuensi di atas frekuensi yang ditetapkan tersebut. Misalnya untuk frekuensi 50 Hz, rangkaian I beresonansi pada frekuensi 50 Hz dan rangkaian II beresonansi pada 60 Hz. Pada frekuensi antara 40-50 Hz, kumparan medan yang pertama dengan rangkaiannya bekerja lebih dominan sehingga menghasilkan torsi yang arahnya berlawanan dengan jarum jam. Pada frekuensi antara 5060Hz, kumparan medan kedua dengan rangkaiannya bekerja lebih dominan sehingga menghasilkan torsi yang searah jarum jam. Frekuensimeter elektrodinamis mempunyai dua kumparan tetap.

SEKIAN & TERIMA KASIH