Anda di halaman 1dari 9

ADIKSI/KETERGANTUNGAN merupakan suatu keadaan fisik

maupun psikologis (kejiwaan) seseorang yang mengakibatkan badan dan jiwanya selalu memerlukan obat tersebut untuk dapat berfungsi normal. Bentuk ketergantungan dapat berupa : 1. Ketergantungan fisik, yang ditunjukkan melalui 2 faktor, yaitu: Toleransi Yaitu menurunnya khasiat obat setelah pemakaian yang berulang-ulang, sehingga selanjutnya ia membutuhkan dosis yang lebih besar untuk memberi khasiat yang sama Pemantangan Dikenal juga dengan istilah putus obat. Yaitu gejala-gejala sakit pada saat pemakaian obat dihentikan, antara lain sembelit, muntah-muntah, kejang-kejang, dan badan mengigil, seolah-olah tubuhnya tidak bisa lepas lagi dari obat itu. 2. Ketergantungan psikologis Suatu keinginan yang tak tertahankan (kompulsif) untuk terus memakainya ada mengigit jari, dan berperilaku seperti orang gila. Keadaaan ini sering juga disebut sakau, bahkan sampai over dosis yang dapat menyebabkan kematian.

Alkohol Ada 3 golongan minuman beralkohol berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 1997, yaitu : Golongan A : kadar etanol 1-5%, (bir) Golongan B : kadar etanol 5-20%, (berbagai jenis minuman anggur) Golongan C : kadar etanol 20-45 %, (Whiskey, Vodka, TKW, Manson House, Johny Walker, Kamput) Rokok Yang merupakan Tembakau mengandung suatu senyawa proaktif yang disebut nikotin yang bersifat adiktif Solatif/Inhalasi Meliputi berbagai senyawa organic yang berupa gas atau pelarut yang mudah menguap digunakan dengan cara dihirup, banyak terdapat pada barang-barang keperluan rumah tangga contohnya :
Lem/perekat Khloroform Freon Aseton dan bensin

Kafein Kafein adalah zat psikoaktif yang terdapat dalam tanaman kopi, daun teh dan coklat. Zat kafein terbanyak terdapat pada kopi.

Karena sifat adiktif alkohol itu, orang yang meminumnya lama-kelamaan

tanpa sadar akan menambah takaran sampai pada dosis keracunan atau mabuk. Jika alkohol yang berada dalam darah yang dibawa ke hati terlalu tinggi, hati tidak akan mampu untuk menetralisir seluruh alkohol. Sisa alkohol yang tidak dapat ternetralisir oleh hati akan tetap berada dalam darah dan beredar ke seluruh tubuh sehingga menimbulkan efek bagi tubuh Mereka yang telah minum dalam jangka waktu yang lama biasanya mengalami perubahan perilaku, seperti misalnya cepat marah dan ingin berkelahi, tidak mampu membedakan realita, dan tidak mampu berkomunikasi dengan baik. Perubahan fisiologis juga terjadi, seperti cara berjalan yang lunglai, muka merah, atau mata juling. Hal ini jelas mengancam moralitas generasi bangsa dan mengganggu ketertiban umum di kehidupan bermasyarakat. Bentrokan dan perselisihan, pelecehan seks sering dikarenakan karena pelakunya berada di bawah pengaruh minuman keras.

Rokok mengandung ribuan zat dimana 50 persen diantaranya telah

diklasifikasikan sebagai zat yang memiliki dampak buruk bagi kesehatan manusia. Bahan-bahan tersebut diantaranya adalah radioaktif Polonium-201, Acetone (bahan dalam cat), Amonia (pembersih toilet), naphthalene, DDT (pestisida) dan racun arsenik lainnya. Ketika dibakar, rokok mengeluarkan gas hidrogen sianida yang sering digunakan dalam kamar gas untuk hukuman mati. Belum lagi jika pembakaran tidak sempurna dapat menghasilkan gas karbon monoksida (CO) yang membuat darah sulit mengambil oksigen dari paru-paru. Zat-zat lain yang berbahaya dan sering disebut antara lain adalah Tar dan Nikotin. Tar adalah satu kesatuan dari empat puluh tiga bahan yang menyebabkan kanker. Sedangkan Nikotin adalah zat yang dapat merangsang saraf dan otak sehingga menimbulkan efek kecanduan. Hal inilah yang membuat seorang perokok seringkali sulit melepaskan diri dari jeratan rokok. Merokok terbukti menyebabkan berbagai penyakit seperti kanker paru-paru, kanker mulut, penyakit jantung koroner, dan pengerasan pembuluh nadi (arteriosklerosis) dll Selain bagi perokok pasif yang dalam keadaan normal, asap rokok lebih berbahaya bagi ibu hamil dan janin yang dikandungnya.

Salah satu contohnya lem Aica Aibon yang banyak dipakai anak dan

remaja karena harganya murah dan memabukkan. Efeknya dapat

menjadi nikmat yang luar biasa, sangat tenang dan mendorong


perasaan nyaman.Sering kali ada perubahan pada persepsi, pada penglihatan, suara, penciuman, perasaan, dan tempat.
ketika mengisap aromanya zat kimia yang bisa merusak sel-sel otak,

sistem saraf dan membuat kita menjadi tidak normal, sakit bahkan bisa meninggal. penyebab kematian mendadak bila mengisap lem ini karena disebabkan spasme atau keram di otot pernapasan. Uap lem bersifat iritan, maksudnya mengiriitasi mukosa saluran napas, hingga melukai saluran pernapasan

Seseorang akan bisa menjadi ketagihan walaupun

jumlah kafein relatif kecil tapi dengan jumlah teratur. Minuman yang mengandung kafein mempunyai efek samping kecanduan, tremor, gelisah, khawatir, insomnia, keletihan kronis, kurang energi, iritasi lambung, muntah, mengganggu penerapan kalsium dan zat besi dan memperburuk tukak lambung.

Setiap orang dewasa pasti akan melalui satu

tahapan penting dalam kehidupannya yaitu masa remaja. Masa ini sering di sebut juga dengan masa peralihan/transisi dari dunia anak menuju dunia orang dewasa. Dan sebagian orang juga menyebut masa ini sebagai masa pencarian jati diri. Semua rantai perilaku negatif ini pada dasarnya bermuara dari satu titik awal yang dipandang awalnya tidak berbahaya

1. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah 2. Jangan pernah mencoba atau mencicipi zat adiktif 3. Meningkatkan komunikasi dan menjaga hubungan yang harmonis dalam keluarga 4. Melakukan kegiatan positif, misalnya aktif di organisasi remaja baik di lingkungan rumah maupun sekolah 5. Jika anda pecandu maka Secara perlahan kurangi jumlah kafein 6. Berolahraga secara teratur dan makan makanan bergizi 7. Pandai-pandailah memilih teman bergaul
Seseorang itu menurut agama teman dekatnya, maka hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927 Permisalan teman duduk yang shalih dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi...(HR. Bukhari No. 2101, Muslim No. 2628)