Anda di halaman 1dari 30

(Vertikal Horisontal)

Minggu ke 6

Tataguna Lahan Sirkulasi dan Jalur Lintasan Lengkung

Tataguna Lahan, sirkulasi dan jalur lintasan lengkung dalam Perancangan Tapak
1.Tataguna lahan Rencana tataguna lahan menyangkut : Jenis kegiatan Hubungan dan keterkaitan kepadatan

Tataguna Lahan dalam Perancangan Tapak


Jenis kegiatan : Beberapa kegiatan perlu dikelompokkan, sehingga kegiatan2 tersebut dapat berfungsi dalam kaitan satu sama lain Apabila tataguna lahan telah ditetapkan, hubungan diantara berbagai penggunaan perlu dievaluasi,dimana hubungan tersebut meliputi : gerakan orang, barang, sampah, jaringan komunikasi, ataupun sesuatu yang berhubungan dengan kenikmatan pandangan

Tataguna Lahan dalam Perancangan Tapak


Hubungan dan keterkaitan Hubungan antar kegiatan dapat digam barkan dalam diagram hubungan abstrak Penggunaan lahan yang tergambar pada diagram hubungan abstrak harus diper hitungkan terhadap hubungannya dengan perwujudan tapak secara alami Hubungan tersebut tidak boleh diterapkan begitu saja pada tapak, tetapi disesuaikan dengan kondisi tapak secara fisik serta diolah sesuai dengan fungsi2 pada tapak

Tataguna Lahan dalam Perancangan Tapak


Kepadatan Tataguna lahan menyangkut konsep tentang kepadatan atau jumlah jiwa per hektar Dalam suatu rencana pengembangan lingkungan, standar kepadatan perlu disertakan Apabila diagram hubungan (pada 2) digambar sesuai dengan skala tapak yang dimaksud, maka daya tapung pada tapak yang sesungguhnya akan dapat diketahui (menjadi jelas)

2. Sirkulasi

Sirkulasi dalam perancangan Tapak

Sistem sirkulasi adalah prasarana penghubung berbagai kegiatan dan penggunaan diatas lahan/ tapak Sistem sirkulasi menghasilkan salah satu elemen utama pembentuk rencana tataguna lahan Sisem sirkulasi membentuk hirarkie arus lalu lintas serta merubah skala jalan dari utama ke yang lebih kecil, juga menghubungkan dengan jaringan jalan diluar tapak Salah satu yang terpenting adalah membedakan antara sirkulasi pejalan kaki dengan kendaraan, serta menyesuaikan jaringan utilitas pada tapak dengan sistem sirkulasi yang direncanakan

Sirkulasi dalam perancangan Tapak


Pola sirkulasi

a.Sirkulasi pejalan kaki Sirkulasi pejalan kaki/ pedestrian lebih bebas sifatnya, sering mengambil jalan pintas, namun apabila secara visual menarik (pada titik-titik tertentu menghasilkan pemandangan indah), maka jalan yang lebih panjang bukanlah masalah, yang terpenting harus aman dari berbagai kendaraan Diperhatikan juga pengguna yang memakai kursi roda ataupun tongkat tunanetra, sehingga elemen2nya harus disesuaikan dengan penggunanya

Sirkulasi dalam perancangan Tapak


Lebar sirkulasi pedestrian tergantung daya tapung, skala dan hubungan dengan elemen lain, namun dapat berkisar antara 1,50 m, sedangkan bila ada pelebaran karena penggunaan sebagai tempat penurunan dari kendaraan, berkisar antara 2,40 m 3,60 m Pada plaza atau mall yang luas, perkerasan lantai bagi pedestrian bisa diperluas hingga sesuai dengan kebutuhan Yang penting untuk diperhatikan adalah tekstur,pola ataupun warna material yang digunakan untuk perkerasan jalan setapak atau pedestrian way, sehingga dapat memudahkan terjadinya hubungan yang selaras dgn unsur tapak lainnya

Sirkulasi dalam perancangan Tapak


Pada daerah dengan kemiringan tertentu, dapat digunakan tangga atau ramp,dengan jumlah anak tangga yang tidak terlalu banyak, dilengkapi dengan bordes, namun perlu dipertimbangkan jaraknya, sehingga dari jauh sudah dapat terlihat Pegangan tepi ataupun material lainnya dari bahan yang tidak licin, serta awet untuk keperluan ruang luar Penempatan elemen lain diperhitungkan agar tidak mengganggu keleluasaan gerak, serta keamanan dari pejalan kaki

Sirkulasi dalam perancangan Tapak


b.Sirkulasi kendaraan Sistem sirkulasi kendaraan tidak begitu saja terjadi secara kebetulan Sistem sirkulasi dapat diklasifikasikan dalam beberapa katagori : sistem grid, radial, linier, kurvalinier, ataupun kombinasi dari antaranya

Sirkulasi dalam perancangan Tapak


Sistem grid Terjadi karena adanya perpotongan jalan yang saling tegaklurus satu sama lain dengan lebar yabg rata2 sama Biasa digunakan untuk tapak yang datar atau sedikit bergelombang Penerapan sistem ini biasanya bila dalam area yang luas, menghasilkan pemandangan yang membosankan serta monoton

Sistem grid

Sirkulasi dalam perancangan Tapak


Sistem Radial Sistem ini mengarahkan arus yang berkembang dari atau berhenti menuju suatu pusat atau titik bersama Karena pusat itu bersifat tetap dan kaku, serta sukar diubah, maka sistem ini tidak seluwes grid Untuk mengatasi kelemahan, dibeberapa tempat pada bagian luar daerah pusat sering ditambahkan sistem ring, untuk memberi kesempatan jalan keluar dari arus

Sistem radial

Sirkulasi dalam perancangan Tapak


Sistem Linier Pola garis/ jalan lurus yang menghubungkan 2 titik penting atau dapat menjadi unsur pemben tuk utama untuk satu dereta ruang2 Jalan dapat berbentuk melengkung atau patah, atau dapat membentuk loop, dimana suatu jalan melambung keluar dari jalur, kemudian kembali ke jalur berikutnya

Sistem linier

Sirkulasi dalam perancangan Tapak


Sistem Kurvalinier Merupakan gabungan pola garis lurus dan garis lengkung, yang memanfaatkan topografi dgn mengikuti bentuk lahan Pada sistem ini jalan tembus lebih sedikit dibanding pada grid Jalan buntu cul de sac sering digunakan (cul de sac mempunyai panjang maksimum 150 meter) Suasana jalan menjadi lebih menarik, karena variasi pemandangan yang dihasilkan serta mudah menyesuaikan dengan topo

Sistem curve linier

Sirkulasi dalam perancangan Tapak


Unsur-unsur Sirkulasi Pencapaian ke bangunan Jalan masuk ke bangunan Konfigurasi bentuk jalan Hubungan ruang dan jalan (lorong2 ) Bentuk dari ruang sirkulasi (dapat dibaca dalam: Arsitektur, bentuk ruang dan susunannya Francis DK Ching, terjemahan Ir. Paulus H, 1985)

Jalur Lintasan Lengkung Vertikal dan Horisontal


3.Jalur Lintasan Lintasan jalan kendaraan, maupun jalan kaki mempunyai 2 bidang : horisontal dan vertikal yang memungkinkan jalan tersebut mempunyai bentuk melengkung Lengkung lintasan jalan memberi kesempatan perencana tapak untuk mengatur sesuai dengan keadaan topografi, serta memanfaatkan bentuk-bentuk alam, menjaga pelaksanaan secara ekonomis dapat dipertanggung jawabkan

Jalur Lintasan Lengkung Vertikal dan Horisontal


Jalur lintasan (lanjutan) Rancangan yang baik, memperlihatkan keseim bangan antara lengkungan dan kemiringan jalan, shg dapat menjamin kelancaran arus lalu lintas, serta tidak menyesatkan pengemudi sbg akibat dari perubahan lintasan yg tiba-tiba As jalan digunakan sbg pedoman utk merancang lintasan jalan dan menghubungkan lintasan horisontal dan vertikal Setiap jarak 10 atau 25 meter pada as jalan ditentukan titik-titik yang disebut titik tetap atau stasiun

Jalur Lintasan Lengkung Vertikal dan Horisontal


Lengkung Horisontal Ada 3 tipe lengkung horisontal : Busur Lingkaran : lengkung sederhana, lengkung gabungan, lengkung S, lengkung punggung Busur Lengkung spiral : merupakan lengkungan yang mempunyai berbagai jari-jari berdasarkan parabola kubus Busur parabolik : pada umumnya digunakan utk lengkung vertikal dan untuk semua perubahan lintasan vertikal

Gambar lengkung Busur Lingkaran


Lengkung sederhana

Lengkung gabungan

Lengkung s

Lengkung punggung

Berbagai Bentuk Lintasan


Bergelung-gelung Menyimpang Melingkar Berliku Hyperbolis Sentrifugal Sentripetal Berbelok ke kiri ke ka nan Melayang keatas Mendaki Busur Langsung

Langsung Berpencar

Kembali

Berliku Dengan selaan

Manusia dan pergerakan


Faktor yang merangsang manusia untuk bergerak
Suatu pandangangan yg menyenangkan Ada benda yang diingin kan Sedikit halangan Ada petunjuk yang jelas dan mengarahkan Ada sesuatu yang cocok Ada sesuatu yang mempu nyai daya tarik Menuju jalan masuk Ada sesuatu yang berbe da Mencapai suatu tujuan Ada suatu yang menakjubkan Menuju suatu titik yang mem punyai warna dan tekstur kuat Ada ruang yang menyenang kan Ada rasa petualang Ada suatu yang indah Menuju ruang yang cocok dgn hati dan kebutuhan

Manusia dan pergerakan


Faktor yang merangsang manusia untuk menolak bergerak
Ada rintangan Ada suatu yang tidak menyenangkan Ada suatu diluar per hatian Ada suatu penolakan Ada permukaan yang curam Suatu yang membo sankan Suatu yang tak diingin kan Ada bahaya Ada suatu larangan Ada suatu yang tak serasi

Manusia dan pergerakan


Faktor yang membimbing manusia dalam pengarahan gerakan
Adanya gubahan dari bentuk-bentuk alam Adanya pembagi ruang-ruang Adanya tanda atau simbol Adanya dinding pengarah Adanya pola sirkulasi Tersedianya jalur-jalur Adanya bentukan ruang-ruang

Manusia dan pergerakan


Faktor yang merangsang manusia untuk beristirahat Suasana kenikmatan, kesenangan Kesempatan untuk menangkap view atau obyek serta detail yang jelas, indah Kesempatan untuk berkonsentrasi atau pribadi Adanya gubahan yang menyenangkan dalam bentuk dan ruang

Jenis Pergerakan dan Pengaruhnya bagi Manusia


1. Pergerakan horisontal : pergerakan lebih mudah, bebas, dan efisien, perubahan arah lebih mudah, aman, lebih mudah dikontrol, stabil, seimbang, 2. Pergerakan menurun atau ke bawah : tenaga berkurang, harus berhati-hati thd sudut miring, ada perasaan tersembunyi, perlindungan 3. Pergerakan mendaki atau ke atas : menggem birakan, membutuhkan tenaga tambahan, kuat, menakjubkan, dramatis, dekat dengan mata hari

Anda mungkin juga menyukai