Anda di halaman 1dari 6

Risky Febrian - 170210110049 (A) Analisis Kebijakan Luar Negeri

Konservatisme Konservatisme merupakan paham politik yang ingin

mempertahankan tradisi dan stabilitas sosial, melestarikan pranata yang sudah ada, menghendaki perkembangan setapak demi setapak, serta menentang perubahan yang radikal1. Definisi lain mengatakan,

konservatisme adalah sebuah filsafat politik yang mendukung nilai-nilai tradisional. Istilah ini berasal dari bahasa Latin, conservre; melestarikan, menjaga, memelihara, mengamalkan"2. Di lain sumber, konservatisme diartikan sebagai ideologi dan filsafat yang menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional3. Samuel Francis mendefinisikan konservatisme yang otentik sebagai bertahannya dan penguatan orang-orang tertentu berikut ungkapan-ungkapan kebudayaannya yang dilembagakan4. Dari beberapa pengertian, dapat disimpulkan bahwa konservatisme merupakan salah satu ideologi politik yang menghendaki tradisi atau budaya tetap dilestarikan, terjaga, dan terpelihara. Inti pemikiran konservatisme secara umum adalah memelihara kondisi yang ada, mempertahankan kestabilan; baik berupa kestabilan yang dinamis maupun statis; tidak jarang pula bahwa pola pemikiran ini dilandasi oleh kenangan manis mengenai kondisi kini dan masa lampau (romantic nostalgia, a earning for the good old time).5 Filsafat dari paham konservatisme sendiri adalah bahwa perubahan tidak selalu berarti kemajuan. Oleh karena itu, perubahan sebaiknya berlangsung tahap demi tahap, tanpa menggoncang suatu struktur politik dalam negara atau masyarakat yang bersangkutan.6 Biasanya, ideologi konservatisme hanyalah diterapkan sebagai dasar dari golongan tertentu; bukanlah sebagai dasar negara. Politik
1 2 3 4 5 6

http://www.artikata.com/arti-336042-konservatisme.html http://id.wikipedia.org/wiki/Konservatisme http://www.kaskus.us/showpost.php?p=285107646&postcount=69 http://eaznotalone.blogspot.com/2009/05/pendahuluan-ideologi-adalah-kumpulan.html Ibid

Drs. Teuku May Rudy, S.H., MIR, M.Sc., Pengantar Ilmu Politik, (Bandung: PT. Refika Aditama, 1993), hlm. 78

Risky Febrian - 170210110049 (A) Analisis Kebijakan Luar Negeri

konservatif dinilai cenderung "kolot" oleh para liberalis karena konservatif selalu menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional tanpa satupun dilewatkan. Akibatnya, banyak ketidakseragaman antara aturan yang ada dengan hukum di zaman sekarang. Bagi kaum konservatif, konservatisme merupakan sebuah bentuk skeptis dari kritik atas pemerintahan7. Ciri-ciri dari ajaran ideologi konservatisme8: 1. 2. Lebih mementingkan lembaga-lembaga kerajaan dan gereja Agama dipandang sebagai kekuatan utama disamping

upaya pelestarian tradisi dan kebiasaan dalam tata kehidupan masyarakat. 3. Lembaga-lembaga yang sudah mapan seperti keluarga,

gereja, dan negara semuanya dianggap suci. 4. Menentang paham radikalisme dan skeptisme

Beberapa tokoh dari paham konservatisme adalah filsuf Inggris, Edmund Burke (1790), serta Rod Preece di Amerika Utara. Dalam konsep konservatisme, tidak ada sistem politik universal yang dapat diterapkan untuk berlangsung sejalan dengan seluruh bangsa. Konservatisme dipercaya lahir sebagai sebuah bentuk reaksi dari liberalisme namun menggunakan struktur feodal. Menurut mereka, liberalisme bersifat terlalu individualistik.9 Beberapa gejala dari munculnya paham konservatisme adalah10: 1. 2. Masyarakat yang terbaik adalah masyarakat yang tertata. Agar masyarakat tertata, maka diperlukan pemerintah yang

memiliki kekuasaan mengikat akan tapi bertanggung jawab 3. Penguasa harus bertanggung jawab membantu yang lemah

7 8

http://www.kaskus.us/showpost.php?p=285107646&postcount=69 http://eaznotalone.blogspot.com/2009/05/pendahuluan-ideologi-adalah-kumpulan.html 9 blog.sunan-ampel.ac.id/alimuhdi/files/2010/10/Bab-2.doc 10 Ibid

Risky Febrian - 170210110049 (A) Analisis Kebijakan Luar Negeri

Dalam sejarahnya11, konservatisme adalah sebuah filsafat politik yang koheren, muncul sebagai respon dari revolusi perancis; sebuah revolusi yang melawan tradisi, ancien rejimekekuasaan yang telah lama mapan. Konservatisme berkembang di berbagai negara terutama yang mengalami revolusi maupun terancam oleh gelombang revolusi seperti di wilayah Eropa Barat yang dialami oleh Jerman, Prancis, dan Inggris. Dalam konservatisme terdapat istilah sayap kanan atau kelompok kanan. Istilah ini mengacu pada segmen spektrum politik yang berhubungan dengan konservatisme, liberalisme, kelompok kanan agama, atau sekedar lawan dari politik sayap kiri. Pada abad ke-20, selain di Amerika Serikat, dimana kapitalisme selalu di dukung oleh politikus dan intelektual, ciri menonjol yang membedakan golongan sayap kiri dan kanan adalah kebijakan ekonomi yang diambil. Pihak kanan cenderung menganjurkan ajaran kapitalisme, sementara pihak kiri condong ke arah sosialisme seringkali sosialisme demokrat atau komunisme. Selain itu, ciri dominan dari sayap kanan adalah keinginan melestarikan nilai-nilai tradisional yang seringkali berkaitan dengan isu agama. Nilai-nilai sentral yang dijaga oleh konservatisme seperti tradisi, otoritas mapan, kebiasaan, dan hirarki abadi sepanjang masa telah lama di sucikan oleh agama serta diterima oleh masyarakat. Konservatisme Reaksioner Prancis

Revolusi Prancis terjadi dalam kondisi masyarakat yang lebih carut-marut. Akibatnya, politik Prancis pada abad ke-19 dan 20 lebih terpolarisasi; tak mengenal kompromi.

Konservatisme Romantik Jerman

Konservatisme di Jerman merupakan sebuah gerakan revolusi intelektual yang berlangsung di berbagai tempat di Eropa; mempengaruhi
11

karya-karya

para

pemikir

populer

terutama

http://echovajrien.blogspot.com/2011/06/konservatisme-dan-sayap-kanan.html

Risky Febrian - 170210110049 (A) Analisis Kebijakan Luar Negeri

seniman dari hampir seluruh aliran. Gerakan ini memiliki pengaruh terhadap sistem politik di Inggris bahkan sampai ke tingkat yang lebih kecil di Prancis. Pengaruh utama yang muncul dari paham romantisme ini adalah cara berpikir yang lebih liberal dan sosialis.

Konservatisme Radikal

Apapun bentuk dari paham konservatisme yang diterapkan, intinya adalah kenangan bernostalgia yang berpandangan ke belakang mengenai kerinduan mendalam akan masa lalu. Akan tetapi, hal ini hanya terjadi pada masa-masa awal abad ke-19, kemudian pada pertengahan hingga akhir, muncul sebuah varian baru dari paham konservatisme yang mengusung visi

tradisionalisme kanan ditambah dengan ide-ide baru.

Jika dilihat dari aspek sejarah12, aliran konservatisme didukung oleh para intelektual seperti Edmund Burke di Eropa Barat dan Kong Fu Tze di Asia. Mereka menekankan betapa masyarakat perlu

mempertahankan amalan yang diwarisi dari nenek moyang kerana pembaharuan pada anggapan mereka tidaklah semestinya membawa kepada kebaikan. Hal ini ditafsirkan oleh Burke melalui bukunya Reflections on the Revolution in France yang ditulis pada tahun 1790. Selain itu, Kong Fu Tze juga menekankan agar masyarakat kembali megamalkan konsep-konsep yang diilhamkannya melalui manifestasi zaman silam; Xiao (menghormati orang tua), Yi (bersopan santun), Jen (berkasih sayang), dan Li (beradat resam). Berkat empat prinsip tersebut, ia berhasil mengembalikan kegemilangan yang lama dimimpikan oleh bangsa Cina.

12

Ibid

Risky Febrian - 170210110049 (A) Analisis Kebijakan Luar Negeri

Neokonservatisme Neokonservatisme seringkali diidentifikasi sebagai sebuah paham politik untuk menunjukkan kecenderungan Amerika Serikat dalam menerapkan kebijakan luar negeri yang hawkish dan keras. Sifat tersebut menggambarkan tanggung jawab pemerintah federal Amerika Serikat dalam menyebar visi mengenai kebebasan individual dan melindungi rakyatnya dari ancaman eksternal (Zachary Selden, 2004)13. Para neokonservatif dikenal amat mendukung ide-ide menciptakan perubahan rezim (regime change) untuk kemudian membuat pemimpinpemimpin yang dipandang sebagai otoriter menjadi lebih demokratis. Gagasan inilah yang sepertinya dijadikan Amerika Serikat sebagai justifikasi terhadap invasi mereka terhadap Irak14. Kelompok neokonservatif meyakini ancaman terorisme

kontemporer lahir karena minimnya demokrasi di dunia Islam (lack of democracy in the muslim world) sehingga satu-satunya cara yang mungkin ditempuh untuk menghilangkan ancaman terorisme ini adalah dengan membuatnya menjadi lebih demokratis. Meskipun untuk mencapai tujuan itu Amerika Serikat harus mengerahkan kekuatan militer15. Irving Kristol, yang dijuluki the godfather dari neokonservatisme, malah menolak menyebut neokonservatisme sebagai sebuah gerakan, melainkan hanya sebatas keyakinan16. Menurutnya, kelompok progresif yang berani menatap realitas tak bisa tidak memilih paham

neokonservatisme ini. Para penganut neokonservatisme sendiri dikenal begitu yakin akan keunggulan ideologi ini17. Bagi Kristol, neokonservatisme adalah campuran pemikiran antara kekuasaan klasik dan idealisme. AS adalah negara luar biasa yang begitu
13 14

http://alwaysthink.multiply.com/journal/item/15/Retorika_Baru_Neokonservatisme_ Ibid 15 Ibid 16 http://www.detiknews.com/read/2009/09/19/232010/1207113/10/godfather-neokonservatis me-meninggal-dunia?991102605 17 Ibid

Risky Febrian - 170210110049 (A) Analisis Kebijakan Luar Negeri

superior secara militer dibandingkan dengan negara-negara lain (Kristol, The Neoconservative Persuasion, 2003). Oleh sebab itu, AS wajib mempertahankan demokrasi di mana pun di dunia18. Ia memandang bahwa kekuasaan melahirkan tanggung jawab baik dalam masalahmasalah internasional dan dalam negeri maupun pribadi (Kristol, New York Times Magazine, 12/5/1968)19. Kristol juga mengakui bahwa dalam neokonservatisme, yang haus pasar bebas, oportunisme bukanlah hal haram. Demokrasi tidak menjamin kesamaan kondisi melainkan hanya menjamin kesamaan peluang20. Meskipun begitu, gagasan-gagasan neokonservatisme yang dipraktikan dengan taat oleh George W. Bush berakhir dengan katastropik di periode kedua kekuasaannya21.

18 19 20 21

Ibid Ibid Ibid Ibid