Anda di halaman 1dari 3

DWI-NATUR YESUS

Bagian-1: Keilahian Dan Kemanusiaan Yesus


GPPS Ebenhaezer, Tulungagung 18-20 Agustus 2004. Yakub Tri Handoko, M. Th.

Kredo Chalcedon (Chalcedonian Creed, abad 5M). Inti pengajaran: 1. Yesus pada saat yang sama adalah sempurna dalam keilahian dan sempurna dalam kemanusiaan. Yesus sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia. 2. Dua hakekat/natur Yesus: tanpa percampuran, tanpa perubahan, tanpa perpecahan, tanpa perpisahan, karakteristik dari setiap natur tetap dipertahankan dan bersama-sama membentuk satu pribadi. Catatan penting tentang pernyataan Kredo Chalcedon: 1) Meskipun keilahian dan kemanusiaan Yesus adalah tanpa perpecahan dan tanpa perpisahan, tetapi dua hakekat tersebut tetap bisa dibedakan. 2) Masing-masing hakekat tetap memiliki sifat-sifatnya sendiri. 3) Hakekat ilahi Yesus tidak berubah menjadi hakekat manusiawi Yesus selama di dunia Yesus tetap Allah sejati. 4) Hakekat manusiawi Yesus tidak berubah menjadi hakekat ilahi Yesus setelah kenaikan ke surga, Yesus tetap manusia sejati. 5) Dua hakekat Yesus tidak bercampur membentuk pribadi ketiga. 6) Yesus: dua hakekat tetapi satu pribadi (Logos), cf. Tritunggal: satu hakekat tetapi tiga pribadi.

Keilahian Yesus. Bukti-bukti keilahian Yesus: 1. Pernyataan Alkitab secara eksplisit (Yes 9:5; Yoh 1:1; Rom 9:5; Fil 2:5b-7; Tit 2:13; Ibr 1:8; 2Pet 1:1; 1Yoh 5:20). Isu khusus: Saksi Yehowah menerjemahkan Yoh 1:1c The Word was a god, karena dalam bahasa Yunani kata god (theos) tidak memiliki definite article. Jawaban: Dalam PB, kata theos tanpa definite article yang merujuk pada Allah Bapa muncul sebanyak 282 kali (e.g., Yoh 1:6, 12, 13, 18; 3:2, 21; 9:16). Dalam konteks monotheisme Yahudi, kata theos sudah pasti merujuk pada satu Allah, sehingga penggunaan definite article tidak bersifat mutlak. Dalam pengakuan Thomas di Yoh 20:28, kata theos memakai definite article. Struktur kalimat Yoh 1:1c disebut Predicate Nominative. Dalam susunan seperti ini, definite article pada subjek (ho logos = Firman itu) juga membawahi kata benda yang lain.

1/3

Seandainya kata theos memakai definite article, frase ini berkontradiksi dengan Yoh 1:1b Firman itu bersama-sama dengan Allah (Cat: Allah di sini memakai definite article). Ini adalah ajaran sesat yang mengidentikkan Allah Anak dengan Allah (Bapa). Tujuan Yohanes menulis adalah membuktikan Yesus sebagai Anak Allah (=Allah), lihat Yoh 20:30-31 cf. Yoh 5:8; 10:30. Dalam Tit 2:13 dan 2Pet 1:1 Yesus disebut sebagai Allah (theos) dengan definite article.

2. Nama ilahi yang dikenakan pada Yesus. Yes 9:5 Allah yang perkasa (El Gibor, cf. gelar yang sama untuk Yehowah di Yes 10:21). Nama Yehowah dikenakan pada Yesus, baik di PL (Yer 23:6 dan 33:16 YHWH tsidqenu) maupun di PB (Yoh 1:3; Kol 1:16, cf. Yes 44:24; Yer 10:11). Ibr 1:8, 10 Allah menyebut Yesus dengan sebutan Allah. 3. Yesus mempunyai sifat-sifat ilahi, misalnya kekal (Mi 5:1b; Yoh 1:1; 8:58; 17:5; Wah 1:8; 22:13), mahakuasa (Yoh 5:21; 10:18; 15:24), mahatahu (Mat 9:4; 12:25; Yoh 2:2425; 6:64), mahaada (Mat 18:20; 28:20b), tidak berubah (Ibr 13:8). 4. Yesus melakukan perbuatan-perbuatan ilahi, misalnya penciptaan (Yoh 1:3; Kol 1:16; Ibr 1:2, 10), pengampunan dosa (Mat 9:2-7), pembaruan segala sesuatu (Fil 3:21; Wah 21:5), penghakiman (Mat 25:31-32; Yoh 5:22, 27). 5. Kesetaraan dengan Allah Bapa (Yoh 10:30; 14:7-11). 6. Setan mengakui Yesus sebagai Allah (Mat 8:28-32). 7. Yesus menerima penyembahan (Mat 14:33; 28:9, 17; Yoh 9:38; 20:28, cf. Mat 4:10; Kis 10:25-26; Kis 14:14-18; Wah 19:10; 22:8-9). 8. Secara logis, klaim Yesus sebagai Allah lebih masuk akal, terutama jika dikaitkan dengan corak monotheistik masyarakat Yahudi. Logika: Yesus pendusta, orang tolol, orang gila atau benar-benar Allah? (Josh MacDowell).

Kemanusiaan Yesus Bukti-bukti kemanusiaan Yesus: 1. Yesus datang sebagai manusia (Yoh 1:14; 1Tim 3:16; Fil 2:7-8; Ibr 2:14; 1Yoh 4:2). 2. Yesus memiliki tubuh (Mat 26:26, 28; Luk 24:39; Ibr 2:14) maupun psuche-jiwa/roh (Mat 26:38; 27:50; Luk 23:46; Yoh 11:33; 12:27; 13:21; 1Yoh 3:16). 3. Yesus memiliki pikiran manusia (Mat 24:36; Luk 2:40, 52), perasaan manusia (Mat 8:10; 9:36; 26:37-38; Mar 3:5; 6:6; Luk 7:9; Yoh 11:33, 35; 12:27) dan kehendak manusia (Mat 26:39). 4. Yesus mengalami pertumbuhan/perkembangan (Luk 2:40, 52). 5. Yesus mengalami semua pengalaman manusia, misalnya lahir (Luk 2:7), lapar (Mat 4:2), haus (Yoh 4:7; 19:28), letih (Yoh 4:6), tidur (Mat 8:24), menderita (Ibr 2:10, 18; 5:8) dan mati (Yoh 19:30).

2/3

Pentingnya Dwi-natur Yesus Cur Deus Homo? Pentingnya keilahian Kristus: 1. Supaya Yesus bisa taat sempurna kepada Bapa (tanpa dikuasai dosa asal/natur manusia yang rusak total depravity). 2. Supaya kematian-Nya memiliki nilai penebusan yang tidak terbatas (cf. Mzm 49:8-9 --NIV ..no man can redeem the life of another...). 3. Supaya Allah tetap adil ketika Ia menghukum Yesus sebagai ganti manusia, karena yang dihukum pada dasarnya adalah Allah sendiri. Pentingnya kemanusiaan Kristus: 1. Karena yang berdosa adalah manusia, maka yang menebus juga harus seorang manusia yang dapat mati (Rom 8:3; Ibr 2:14-17). Jika Yesus hanyalah Allah saja, maka Dia tidak bisa mati untuk menanggung dosa kita. 2. Supaya bisa menjadi pengantara antara Allah dan manusia (1Tim 2:5, cf. imam besar di PL). 3. Supaya Yesus dapat bersimpati terhadap manusia yang menderita atau dicobai (Ibr 2:1718; 4:15). 4. Supaya Yesus bisa menjadi teladan bagi manusia (Mat 11:29; Yoh 13:14-15; Fil 2:5-8; Ibr 12:2-4; 1Pet 2:21).

Pertanyaan untuk refleksi: Kalau kepribadian Yesus berasal dari Logos, apakah itu berarti bahwa kepribadian manusia tidak turut ditebus? Mat 27:46. Siapa meninggalkan siapa? BERSAMBUNG ...

3/3