Anda di halaman 1dari 11

Khasiat Rebung Bambu Kuning

iapa yang tak kenal dengan bambu kuning, tanaman yang dahulu dipakai oleh para

pejuang untuk meraih kemerdekaan itu ternyata mengandung manfaat yang sangat luar buat kesehatan. Diantaranya untuk proses penyembuhan penyakit kuning atau Hepatitis A.Penyakit kuning sendiri atau juga bisa disebut dengan penyakit kuning berhubungan dengan bermasalahnya kesehatan hati seseorang. Untuk bagian yang digunakan yaitu bambu muda atau yang bisa disebut rebung atau bambu muda yang bisanya digunakan oleh oleh ibu-ibu dimasak untuk menjadi sayur yang rasanya sangat enak. Rebung bambu kuning sendiri mengandung para hidroksi bemsaldehid, yaitu suatu fenol yang mirip dengan sebagian gugusan silimarin dan kurkumin. Kedua gugusan ini berkhasiat sebagai anti racun hati. Senyawasilimarin telah lama dipasarkan sebagai obat liver atau obat lever atau sakit hati dengan merek dagang Legalon. Dari penelitian di Jerman, sari rebung bambu bisa memperbaiki kerusakan sel hati binatang percobaan, yang sebelumnya sengaja dirusak dengan racun hati. Rebung banyak mengandung protein yang berfungsi untuk menjaga kesehatan sel-sel di dalam tubuh agar bisa berfungsi dengan baik. Disamping itu kandungan antioksidan dalam rebung bisa menangkal senyawa bebas yang berbahaya bagi manusia. Jenis antioksidan yang terdapat dalam rebung namanya adalah Fitosterol. kandungan ini untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Cara Penggunaan rebung bambu kuning untuk kesehatan adalah dengan cara sebagai berikut : Ambil irisan rebung bambu kuning yang sudah dikeringkan dicampur dengan 10 gels air. Campuran direbus sampai mendidih. Seperempat jam setelah mendidih, pemanas dimatikan. Dalam keadaan masih panas, rebusan disaring dan didinginkan. Setelah dingin bisa lagsung diminum.

http://www.ustadgunturbumi.com/terapi/khasiat-rebung-bambu-kuning/ Rebung atau dalam bahasa Jawa disebut dengan Bung adalah tunas bambu muda yang tumbuh dari akar bambu yang teksturnya masih lembut (belum keras). Rebung paling sering dibuat menjadi sayur, baik dioseng ataupun dengan kuah santan.

Biasanya umur rebung yang masih bisa dikonsumsi atau dimasak adalah rebung yang berusia kurang dari dua bulan, karena kalau usianya sudah lebih dari itu biasanya rebung sudah keras sehingga tidak enak lagi kalau dikonsumsi. Dalam satu cangkir irisan rebung terkandung 14 kalori, sepertiga lemak, 1,2 gram serat (setara dengan setengah porsi nasi merah). Oleh tubuh, serat dibutuhkan sebagai pelancar pencernaan dan mencegah munculnya berbagai penyakit kardiovaskular. Seperti penyumbatan pembuluh darah, hipertensi, penyakit jantung koroner, serta kolesterol berlebih. Selain itu juga terdapat 640 mg kalium, jumlah ini setara dengan 1,5 kali lebih banyak kandungan kalium pada buah pisang. Kalium adalah mineral yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menggerakkan otot, menjaga tekanan darah serta menjaga keseimbangan cairan tubuh. Kekurangan kalium dapat menyebabkan nyeri sendi dan otot. Rebung juga diperkaya dengan kandungan mineral seperti kalsium, kalium, mangan, seng, kromium dan zat besi. Kandungan lainnya yang ada pada rebung adalah vitamin. Seperti vitamin A, B6, dan E. Makanan ini juga mengandung 17 asam amino protein. Karena itu rebung bersifat sebagai antioksidan dan penangkal radikal bebas. Demikian menurut Amelinda Angela, STP, peneliti dari Nutrifood Research Centre. Cara Memasak Rebung Agar Aromanya Jadi Enak Ciri khas aroma rebung adalah bau asam atau pesing, yang biasanya akan semakin terasa lebih tajam saat direbus. Untuk menghilangkan bau asam atau pesing saat merebus rebung, cucilah terlebih dahulu rebung segar hingga bersih. Buang bagian tunas yang keras. Rebus rebung dalam air sampai mendidih. Tiriskan rebung segera. Rebus kembali dengan air kelapa biasa (hingga rebung terendam) sampai rebung lunak. Tiriskan dan simpan dalam wadah tertutup dalam lemari es. Air kelapa selain mengurangi aroma tajam rebung juga memberikan rasa legit renyah yang enak. http://www.manfaatnya.com/manfaat-rebung-untuk-kesehatan/

Air "Ajaib" Penyembuh Penyakit pengobatan alternatif yang tergolong unik. Biasanya disebut dengan air Bambu Eul-eul. Namanya memang terdengar asing, namun khasiatnya konon sangat mujarab. Pada spanduk besar di depan kios itu terbentang tulisan yang menyebutkan air "ajaib" itu dapat menyembuhkan segala penyakit, seperti jantung, tifus, rhematik, asam urat, batuk, kanker rahim, darah tinggi, ginjal, stroke, amandel, sakit gigi, tambah stamina, maag, ambeien, kencing manis, keracunan, sakit perut, dan migran. Jamal, yang mewakili sang pemilik, Adang Meman, membenarkan apa yang dituliskan pada spanduk tersebut. Bahkan dia berani mengatakan, apa yang disebutkan bukan semata menarik perhatian lalu lalang orang. Dia menjelaskan, air ajaib ini memang asli berasal dari bambu air atau bernama latin Nastus Elegantissimus. Bambu jenis ini banyak terdapat di Jawa Barat, terutama kawasan yang memiliki ketinggian 1200 meter diatas permukaan laut.Tapi dia menolak memberitahu secara spesifik lokasi habitat asli bambu air in dengan alasan rahasia perusahaan. Lantas apa yang membuat air bambu itu begitu istimewa? Dijelaskan Jamal, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan tahun 2000 lalu mencatat air bambu eul-eul ini mengandung kandungan mineral 5.9 % dan oksigen 18.34%. "Dengan kandungan demikian, secara medis bisa membantu penyembuhan," tutur jamal kepada Republika Online, awal pekan ini. Cara kerja penyembuhannya, cukup sederhana. Layaknya mengonsumsi air setiap hari, air bambu Eul-eul juga demikian. Namun, disarankan untuk mengkonsumsi tiga kali sehari terutama saat sebelum tidur. Menurut Jamal, ketika tidur manusia mengalami regenerasi selsel tubuh yang rusak. Pada saat itulah, air Eul-Eul bekerja membantu melancarkan metabolisme tubuh dan memproduksi sel-sel baru secara alami. Tapi perlu digaris bawahi, konsumsi air eul-eul harus secara rutin dan tidak boleh terputus. Secara karakteristik, bambu air memang sedikit berbeda dengan keluarga bambu lainnya. Dikala bambu jenis lain batangnya mengecil sampai puncak maka bambu air justru terbalik. Puncak bambu cenderung membesar dan akhirnya merunduk. Disitulah, bambu air saatnya dipanen. Untuk satu bambu memang tidak bisa diperkirakan jumlah takaran airnya. Sebagai perbandingan, untuk satu botol kemasan 600 ml bisa menghabiskan 4-6 bambu. Waspada Pemalsuan Tapi Jamal mengingatkan kepada para konsumen untuk memperhatikan keaslian air bambu. Menurut dia, air penyembuh ini bisa berpotensi menipu konsumen. Semisal, bambu yang direndam air sungai dapat menghasilkan air karena proses penyerapan air berlangsung secara

osmosis. "Tapi jangan salah, dari segi rasa air bambu buatan bisa tercium apek. Sedangkan air bambu asli tidak berbau justru segar. Kalau terlihat airnya keruh maka bambu yang digunakan tergolong masih muda. Jadi, harap berhati-hati," tegasnya. Memang benar, air yang dirasakan dari bambu begitu segar. Mungkin jauh lebih segar bila langsung diminum saat bambu dipotong. Namun,serat-serat bambu memang cukup mengganggu saat meminumnya. Tapi Jamal meyakini serat-serat bambu bukan merupakan masalah melainkan bagian dari sifat alamiah air bambu sebagai penyembuh. Untuk menikmati air bambu Eul-Eul dengan ukuran botol air minum kemasan 600 ml, konsumen harus merogoh kocek 50 ribu rupiah. "Kebanyakan yang sudah mencoba, merasakan khasiat air ini. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun sudah pernah mencoba minum air bambu eul-eul dan hingga kini pun tetap disediakan bila dipesan," kata Jamal. Ari, warga kebon sirih, yang kebetulan sedang melihat-lihat pameran flona tiba-tiba begitu tertarik mengunjungi boot air bambu Eul-Eul yang berada dipojok Lapangan Banteng Ini. "Saya penasaran mas, kayaknya patut dicoba saat melihat spanduk dan tampilannya yang unik," ujarnya. Ketika puas bertanya tentang khasiat air bambu Eul-Eul, Ari pun lantas segera mencicipi. Menurutnya, air bambu memang tak jauh beda seperti air putih biasa namun lebih segar. Dia lantas berpendapat, air mineral seperti air bambu eul-eul memang harusnya bisa meyembuhkan."Bagaimana tidak, air kemasan biasa saja harganya Rp 3 ribu, inikan RP 50 ribu. Ya, harusnya bedalah," tegasnya. Meski mencoba karena alasan ingin tahu, Ari menyayangkan air bambu begitu mahal terlebih saat mengetahui kalau konsumsi air bambu Eul-eul tidak berlanjut maka percuma saja. "Tapi memang benar, pada dasarnya kesehatan manusia ditentukan kualitas metabolisme tubuh. Keberadaan air dalam tubuh turut membantu melancarkan metabolisme. Bisa dibayangkan, jika metabolisme kacau maka tubuh penuh potensi mengalami suatu penyakit," ujarnya. http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat MANFAAT BAMBU EUL-EUL UNTUK MENGATASI BERBAGAI PENYAKIT DARI sekian banyak pengobatan alternatif yang hadir di Tanah Air, fenomena air bambu euleul memiliki keunikan sendiri karena meski terlihat biasa saja, ternyata air ini berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Air yang dihasilkan dari bambu eul-eul (Nastus clegantissimus) melalui proses osmosis di dalam bambu sehingga mengandung mineral dan oksigen berkadar tinggi. Adapun bambu eul-eul adalah salah satu jenis tumbuhan bambu yang biasa tumbuh di daerah tropis. Bambu bul-eul berbeda dengan jenis bambu lain karena mengandung air mineral di dalam ruas-

ruasnya dan hanya tumbuh di daerah tertentu. Seperti di hutan Jawa Barat dengan ketinggian 1.200 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut. Bambu Eul-eul adalah salah satu jenis tumbuhan bambu yang biasa tumbuh di daerah tropis. Perbedaan antara Bambu Eul-eul dengan jenis bambu lain diantaranya : Bambu Eul-eul mengandung air mineral mineral di dalam ruas-ruasnya, Bambu EUl-eul tumbuh tidak berumpun atau hanya tumbuh beberapa batang diantara puluhan bahkan ratusan tumbuhan bambu yang lain, Bambu Eul-eul hanya tumbuh di daerah tertentu misalnya di Indonesia, Makin ke atas batangnya makin besar dan ruas-ruasnya makin panjang, Bambu Eul-eul akan akan makin condong atau merunduk ke bawah seiring bertambahnya usia tumbuhan tersebut karena ruasnya berisi air mineral. Seperti halnya tanaman padi Makin tua makin merunduk. Selama ini, bambu yang hanya diketahui sebagai bahan dasar furnitur, mebel, pertukangan, kerajinan, rumah, pagar, atau sebagai tanaman hias di halaman rumah, ternyata memiliki khasiat istimewa bagi kesehatan tubuh. Air mineralnya dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif alami dan sebagai penambah stamina.

Setelah dilakukan uji klinis, ternyata bukan hanya air yang ada di dalam ruasnya yang berkhasiat sebagai obat alternatif, melainkan batang hingga ujung akarnya juga mempunyai manfaat tertentu. Bambu eul-eul yang tumbuh di semak belukar, meski satu rumpun, kadangkadang air yang ada di dalam ruasnya mempunyai aroma dan warna yang berbeda dan rasanya tetap tawar. Perbedaan aroma dan warna tersebut sama sekali tidak mengurangi khasiat dari air mineral bambu eul-eul itu. Dalam mengonsumsi air eul-el, sebenarnya tidak ada dosis atau aturan bakunya. Karena, semakin banyak meminum air mineral bambu eul-eul, khasiatnya pun semakin baik. Beberapa pasien yang telah mengonsumsi air eul-eul dapat sembuh dengan cepat padahal penyakit yang dideritanya cukup parah. Ada pula yang mempunyai penyakit ringan, tapi waktu yang diperlukan untuk sembuh relatif lebih lama. Karena itu, tidak ada dosis atau aturan baku dalam meminum air eul-eul sebagai obat alternatif alami. Khasiat Air Mineral Bambu Eul-eul Selama ini masyarakat mungkin hanya tahu bahwa bambu biasa digunakan untuk keperluan furniture, meubel, pertukangan, kerajinan, rumah, pagar, atau paling banter juga dijadikan tanaman hias di halaman rumah. Keisitimewaan Bambu Eul-eul ini, air mineralnya dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif alami dan sebagai penambah stamina. Berdasarkan testimoni para konsumen, Air Mineral Bambu Eul-eul ini dapat mengobati (mengurangi keluhan) diantaranya : 1. Jantung 2. Tipes 3. Rheumatik 4. Sesak napas

5. Amandel 6. Asam urat 7. Ginjal 8. Stroke 9. Batuk/asma 10. Sakit Pinggang 11. Ambeyen 12. Kencing manis 13. Kanker Rahim 14. Keputihan 15. Prostat 16. Darah Tinggi 17. Alergi 18. Usus buntu 19. Susah tidur 20. Menguatkan napas dan stamina 21. Menambah nafsu seksual 22. Menambah daya tahan tubuh

23. Sakit Gigi 24. Polip 25. Maag/asam lambung 26. Tidak bersuara/peura 27. Menghilangkan lemak/kolestrol 28. TBC, Usus 29. Batu empedu 30. Sel darah putih rendah 31. Keracunan 32. Impotensi 33. Sakit semasa haid 34. Susah BAB & kencing 35. Sakit pinggang 36. Migrain sakit kepala 37. Sakit perut 38. Lukakecelakaan

Bambu Eul-eul yang tumbuh diantara semak belukar walaupun satu rumpun tetapi kadangkadang air yang ada di dalam ruasnya mempunyai aroma dan warna yang berbeda tetapi rasanya tetap tawar. Perbedaan aroma dan warna tersebut sama sekali tidak mengurangi khasiat dari air mineral Bambu Eul-eul itu sendiri. (Sumber: Media Indonesia&id.shvoong) Ekstrak Daun Bambu Sehatkan Jantung Masih banyak orang yang belum tahu, daun bambu termasuk herbal potensial. Kandungan flavonoidnya cukup tinggi. Di Cina, ekstrak daun ini dimanfaatkan untuk melindungi jantung.Selama ini, bagian tanaman bambu yang disering dimanfaatkan adalah batangnya. Daun dan bagian lainnya cuma jadi limbah. Berbeda dengan yang berlaku di Cina. Di Negeri Tirai Bambu, daun bambu justru memiliki sejarah pengobatan dan pangan yang panjang.Manfaat daun bambu pertama kali diungkap dalam kitab Ming Yi Bie Lu (Catatan Dokter Ternama), yakni untuk meluruhkan dahak serta meredakan batuk dan susah napas. Khasiat lain di antaranya adalah menetralkan racun dalam tubuh.

Kamus Besar Herbal Cina juga menuliskan bahwa daun bambu berfungsi mengeluarkan panas, ampuh mengembalikan cairan, dan bersifat diuretik (melancarkan air seni). Tahun 1998, daun bambu dikategorikan oleh Badan Kesehatan Cina dalam daftar herbal alami untuk obat dan pangan. Sejuk dan Harum Jenis tanaman bernama Latin Phyllostachys nigra ini tumbuh di daerah

Sungai Yangtze, tepatnya di Cina bagian selatan. Pakar kedokteran Cina kuno mendeskripsikan fungsi obat dan pangan daun bambu dalam kitab Yao Pin Hua Yi atau kitab penggalian arti herbal-herbal, yakni bersifat sejuk, harum, dapat masuk ke meridian jantung, rasanya pahit dan sejuk, chi-nya juga sejuk. Penelitian menunjukkan, daun bambu mengandung banyak zat aktif, yakni flavonoid, polisakarida, klorofil, asam amino, vitamin, mikroelemen, dan sebagainya, sehingga baik untuk menurunkan lemak darah dan kolesterol. Juga bisa menurunkan oksidasi antioksidan atau radikal bebas, sebagai bahan antipenuaan, serta mampu menjaga stamina dan mencegah penyakit kardiovaskular. Muliadi Lim OMD-oriental medical doctor dari Shanghai TC University mengungkapkan, kandungan flavonoid daun bambu memiliki efek positif pada kemoterapi terhadap sumsum tulang dan imunitas tubuh, bisa memperbaiki aliran mikrovaskular bagi penderita jantung, fungsi trombosit, dan peredaran darah di otot jantung.

Mirip Hemoglobin Pakar kesehatan dari Jepang meyakini susunan flavonoid daun bambu mirip susunan hemoglobin. Karena itu, daun bambu bisa langsung disuntikkan ke dalam vena dan dapat meningkatkan efisiensinya. Flavonoid daun bambu juga aman, tak beracun. Uniknya, flavonoid daun bambu merupakan sumber daya domestik flavonoid pertama yang ditemukan di negeri Cina dan telah dipatenkan secara resmi. Badan Kesehatan di Provinsi Zhe Jiang-Cina, melalui tes toksiologi, melakukan uji oral ekstrak daun bambu pada tikus dengan dosis LD50, yang lebih besar dari 10g/kg berat badan tikus. Hasilnya daun bambu bebas racun.

Benarkah kandungan flavonoid daun bambu mampu menyehatkan jantung? Sebuah penelitian secara khusus dilakukan guna mengungkapkan manfaat flavonoid daun bambu terhadap pembuluh darah dan aliran darah pembuluh koroner. Variasi penelitian dengan dosis tinggi, menengah, dan rendah, flavonoid daun bambu terbukti dapat memperlancar aliran darah koroner dari jantung Cavia cobaya (sejenis tikus) yang terpisah dengan badannya. Perhitungan terhadap grup dan masing-masing anggota grup mempunyai perbedaan yang signifikan, bertambah seiring dengan besarnya dosis. Dosis tinggi, menengah, dan rendah flavonoid daun bambu dapat menambah daya kontraksi otot jantung dan perhitungan terhadap grup juga mempunyai perbedaan yang jelas. Efek dari grup dosis kecil (2,5 mg/ml) menerangkan hasil positif bagi fungsi fisiologi normal arteri koroner dan berpotensi mencegah terjadinya gangguan jantung.

Sejak tahun 1998, ahli di Cina telah banyak melakukan penelitian terhadap fungsi flavonoid daun bambu untuk menghambat oksidasi lemak. Contohnya, campuran segelas minuman cokelat dengan 1 persen ekstrak daun bambu secara signifikan meningkatkan antiradikal bebas sekaligus melindungi aktivitas vitamin A dan E. Di pasar dalam negeri produk ekstrak daun bambu relatif belum banyak. Biasanya dalam bentuk tablet maupun sejenis makanan ringan yang dapat dikonsumsi, layaknya jajanan.

Karena dalam bentuk ekstrak, tentu diperlukan sikap hati-hati dalam mengonsumsinya. Cara terbaik untuk mengurangi risiko, perhatikan legalitas produk seperti ada tidaknya sertifikasi dari Badan POM.

Manfaat Bambu dari Zaman ke Zaman Berbagai kitab herbal, kitab obat klasik, dan farmakop Cina mencatat khasiat bambu dalam menyembuhkan penyakit. Di antaranya: - Bie Lu. Daun bambu bersifat dingin, tidak beracun, untuk mengobati rasa panas di dada dan batuk. - Sheng Hui Fang. Bubur daun bambu bisa menyembuhkan jantung panas pada anak kecil atau tidak sadarkan diri. Ramuannya: daun bambu 60 g, beras secukupnya, dan 15 g yin chen (wormwood/Artemisiae scopariae) dibuat bubur. - Kitab Terapi Herbal. Daun bambu mampu menyembuhkan batuk, haus, dahak, radang tenggorokan, dan menghilangkan rasa panas. Ben Cao Qiu Zhen. Daun bambu bisa menyegarkan hati, menghangatkan limpa, menghilangkan riak dan dahaga, angin jahat, batuk, sesak, muntah darah, stroke ringan, dan lain lain. - Yao Pin Hua Yi. Kitab yang dikenal sebagai Kitab Definisi Obat ini mencatat, daun bambu menyegarkan, agak pahit, mampu menetralkan semua chi dingin dan panas. Jing Yue (Kitab Herbal Klasik). Daun bambu, dengan aromanya yang ringan, bisa menetralkan rasa panas, terutama chi di jantung. Merupakan obat yang baik, terutama untuk mengobati dahaga karena hari panas, membersihkan sputum/riak di dada, meredakan rasa dingin dan lemah, batuk, dan asma. Hanya daun bambu yang bisa memasuki kandung empedu dan membawa chi netral ke dalam paru-paru untuk mengeluarkan panas. - Ben Jing Feng Yuan. Dalam Kitab Herbal Klasik Shennong ini tertulis daun bambu menyembuhkan salah urat, luka, dan membunuh parasit. - Kamus Besar Obat Cina. Daun bambu meredakan rasa cemas dan panas, serta melancarkan buang air kecil.@ Lalang Ken Handita sumber : KOMPAS.com

Khasiat Daun Bambu untuk Atasi Asam Urat


.Asam urat sebetulnya diperlukan tubuh untuk membentuk inti-inti sel. Namun, yang diperlukan tubuh hanya sedikit. Sisanya dikeluarkan melalui usus (30%) dan ginjal (70%). Tingginya kadar asam urat dalam darah disebabkan sintesis asam urat berlebih, sedangkan ekskresi di ginjal sedikit. Asam urat berlebih itu berpadu dengan natrium membentuk kristal natrium urat pada jaringan lunak persendian. Terbentuklah endapan yang disebut topus. Akibatnya terjadi peradangan-biasa disebut arthritis gout-akut yang ditandai rasa nyeri di persendian seperti pada lutut, jari tangan, jari kaki, dan pergelangan

tangan. Gaya hidup Kadar asam urat tinggi berawal dari kebiasaan buruk Hobby mengkonsumsi makanan berlemak. Masakan khas Padang yang sarat lemak tak pernah luput disantap. Belum lagi kebiasaan mengkonsumsi kudapan kacang tanah setiap kali menonton televisi. Setengah kilo kacang tanah bisa habis dalam 3 hari, kata pengusaha percetakan itu. Kegemaran itu berlangsung sejak remaja. Meskipun kacang tanah berkadar purin rendah yaitu kurang dari 100 mg/100 g takaran saji, tapi bila dikonsumsi terus-menerus jumlahnya menumpuk di dalam darah. Gaya hidup yang kurang sehat di perkotaan membuat prevalensi penyakit gout lebih tinggi ketimbang pedesaan. Menurut dr Setyo Purwono MKes SpPD, dokter spesialis penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, prevalensi gout di pedesaan hanya 1,7%, sedangkan di perkotaan mencapai 4,8%. Agar terbebas dari gout, pasien biasanya dianjurkan mengkonsumsi obat pereda sakit, antipembengkakan, dan penurun kadar asam urat darah. Untuk mengurangi sakit dan bengkak, pasien diberi obat berbahan aktif kolkisin, indometasin, fenilbutason, dan kortikosteroid. Pengobatan untuk menurunkan kadar asam urat ditempuh dengan 2 cara: mencegah pembentukan atau mempercepat ekskresi asam urat. Obat pencegah terbentuknya asam urat biasanya golongan alopurinol. Sedangkan golongan probenesid, sulfonipirazon, azapropazon, dan benebronaron berperan mempercepat ekskresi asam urat. Obat-obatan itu biasanya diberikan dalam jangka waktu lama. Hal itu tentu saja menjadi beban bagi pasien. Obat penurun kadar asam urat biasanya cukup mahal, ujar Setyo. Karena itu Hobby lebih memilih mengkonsumsi tablet ekstrak daun bambu Phyllostachis glauca asal daerah Anji, Zhejiang, China. Sejak 2008, ia rutin mengkonsumsi suplemen buatan China yang ditawarkan koleganya 2 kali sehari masing-masing 4 tablet. Diuretik Sebulan mengkonsumsi, rasa sakit di persendian pergelangan tangan mulai reda. Hobby pun tak lagi merintih saat kedua tangannya menggendong sang cucu. Untuk memastikan kesembuhannya, pria kelahiran Bagan Siapi-api itu memeriksakan darah sebulan silam. Hasil pemeriksaan kadar asam urat turun menjadi 7 mg/dl. Jumlah itu memang masih melebihi ambang normal, tapi cenderung menurun. Saya akan terus mengkonsumsi ekstrak daun bambu hingga kadar asam urat kembali normal, katanya. Menurut Sinse Mochammad Yusuf, ahli pengobatan China di Sukabumi, Jawa Barat, daun bambu yang ada di Indonesia juga dapat digunakan untuk meredakan

asam urat. Sebaiknya gunakan daun muda, katanya. Daun bambu yang baru dipetik dijemur hingga kering agar getahnya hilang. Sebelum direbus, gesekgesekkan antar daun bambu untuk menghilangkan bulu-bulu halus yang gatal. Kemudian rebus segenggam daun bambu atau setara 9-15 g dalam 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Setelah dingin, minum air rebusan daun bambu 2 kali sehari masing-masing 1 gelas. Yusuf menuturkan daun bambu berefek diuretik sehingga mempercepat ekskresi asam urat dari ginjal. Kaya flavon Menurut dr Handoyo, dokter umum di Jakarta, kadar asam turun lantaran daun bambu kaya flavon. Flavon salah satu kelas dari flavonoid. Selain sebagai salah satu sumber antioksidan, flavon juga berperan menghambat oksidasi xantin menjadi asam urat. Cara kerja daun bambu menurunkan kadar asam urat mirip kemangi Ocimum basilicum var. anisatum. Tanaman yang kerap dijadikan lalapan itu biasanya dihindari penderita gout lantaran memicu naiknya kadar asam urat. Padahal, hasil riset secara in vivo yang dilakukan dr Setyo Purwono MKes SpPD, kemangi justru ampuh menurunkan kadar asam urat. Penelitian dilakukan terhadap 50 tikus putih jantan dari galur yang sama secara acak. Tikus-tikus itu kemudian dibagi ke dalam 5 kelompok berdasarkan perlakuan. Kelompok I dijadikan kontrol dan hanya diberi 4 ml air. Kelompok II diberi perlakuan alopurinol berdosis 42,85 mg/kg bobot tubuh.Alopurinol golongan senyawa aktif yang berperan memcegah terbentuknya asam urat yang beredar di pasaran. Pada kelompok II-V tikus diberi sari air daun kemangi dengan dosis masing-masing 51,36 g/kg BB, 102,72 g/kg BB, dan 205,44 g/kg BB. Sebelum diberi perlakuan tiap hewan coba diambil darahnya melalui ekor sebanyak 2 ml untuk mengetahui kadar asam urat awal. Setelah itu diberi perlakuan sehari sekali selama 7 hari. Pengamatan kadar asam urat darah dilakukan pada hari ke-1, 3, 5, dan 7 setelah perlakuan. Menurun Hasil penelitian menunjukkan pemberian sari air daun kemangi berdosis 51,36 g/kg BB dan 102,72 g/kg BB menurunkan kadar asam urat tikus mulai hari ke- 3-7. Sedangkan pada dosis 205,44 g/kg BB mampu menurunkan kadar asam urat sejak hari pertama perlakuan. Namun, kemampuan kemangi menurunkan kadar asam urat masih kalah kuat dengan alopurinol. Menurut Setyo belum diketahui secara pasti senyawa yang berperan menurunkan asam urat. Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kandungan senyawa

aktif, kata alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada itu. Ia menduga cara kerja kemangi mirip alopurinol yakni menghambatoksidase xantin menjadi asam urat. Dengan begitu nyeri akibat radang sendi perlahan sirna.
http://cintaherbal.wordpress.com/2009/12/10/khasiat-daun-bambu-untuk-atasi-asam-urat/