Anda di halaman 1dari 2

PENGURUS PUSAT GERAKAN MAHASISWA PEMBEBASAN

Jl. Utan Kayu Raya no. 109 C Utan Kayu Jakarta Timur 13120, Tlp: 085711387009 PERNYATAAN SIKAP GERAKAN MAHASISWA PEMBEBASAN Tolak Sumpah Pemuda & Ilusi Nasionalisme Raih Kebangkitan Hakiki dengan Ideologi Islam 28 Oktober 1928 yang dijadikan momentum oleh Pemerintah sebagai Hari Sumpah Pemuda, pada faktanya adalah sesuatu yang perlu dikaji ulang, bahkan digugat. Secara jelas dan gamblang, Sumpah Pemuda adalah bagian dari upaya pengikatan rakyat Indonesia atas landasan nasionalisme. Sumpah Pemuda sebagai sebuah bentuk nasionalisme, menjadi salah satu pegalih perhatian rakyat dari penjajahan ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang dialami oleh Indonesia. Sumpah Pemuda bersama nasionalisme dijadikan sebagai sebuah janji manis yang kosong akan solusi terhadap berbagai penderitaan yang dialami oleh rakyat Indonesia. Dan yang lebih menyedihkan, Sumpah Pemuda atas nama nasionalisme menyekat mayoritas rakyat Indonesia yang notabene adalah umat Islam dalam satuan yang berbeda dari saudarasaudaranya umat Islam di negeri-negeri lain. Faktanya dapat dilihat jelas. Semakin lama Sumpah Pemuda diperingati, maka kebobrokan yang melanda Indonesia semakin nyata pula. Dapat disaksikan kasus korupsi yang melanda seluruh lini pemerintahan menunjukkan kacaunya tata kelola politik di Indonesia. Demikian pula halnya dengan bidang ekonomi, manakala ketidaksejahteraan dan kesenjagan semakin melebar di negeri ini. Apalagi halnya dengan moral generasi muda, yang semakin mudah untuk dicekoki ide-ide setan yang berasal dari negara kafir penjajah. Maka sumpah pemuda sejatinya merupakan wacana persatuan dalam bingkai kebangsaan yang berbasis pluralisme. Persatuan yang dibangun dengan ikatan rapuh yang tidak memiliki kejelasan visi. Sumpah yang dilatarbelakangi oleh kondisi negeri yang terjajah tanpa memahami konsep Islam mengatur kenegaraan. Sumpah Pemuda adalah bagian dari nasionalisme yang merupakan racun imperialis kufur barat untuk membuat sekat-sekat perbedaan dan dinding diantara umat Islam. Nasionalisme juga merupakan salah satu perwujudan dari fanatisme golongan atau ashobiyah. Padahal Rasulullah Muhammad SAW, telah memperingatkan kepada kita, siapa saja yang berperang di bawah panji kesesatan, dendam karena Ashobiyah, mengajak kepada ashobiyah, menolong karena ashobiyah, kemudian dia terbunuh, maka matinya adalah mati jahiliyah (HR. Muslim). Berkenaan dengan hal tersebut, maka Gerakan Mahasiswa Pembebasan menyatakan: 1. Menolak Sumpah Pemuda sebagai pengikat yang diserukan di tengah-tengah rakyat Indonesia, khususnya para pemuda Islam. Pemuda dan umat Islam Indonesia adalah bagian dari umat Islam sedunia, maka haram disekat oleh ikatan-ikatan dalam bentuk apapun. 2. Sumpah Pemuda dan nasionalisme adalah ilusi yang dibangun oleh para penjajah kafir beserta penguasa antek di Indonesia untuk mengalihkan perhatian umat dari permasalahan dan solusi kebangkitan yang hakiki. 3. Kebangkitan pemuda dan solusi atas carut-marutnya permasalahan di Indonesia bukanlah dengan pepesan kosong rutinitas Hari Sumpah Pemuda ataupun nasionalisme. Kebangkitan pemuda dan solusi atas permasalahan sistemik di Indonesia justru dapat ditemukan dalam ikatan Islam yang menjadikan aqidah sebagai landasannya. Solusi-solusi yang terpancar dari ikatan aqidah yang benar inilah, yang sejatinya mampu menuntaskan permasalahan-permasalahan di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Ikatan ini akan betul-betul terwujud ketika terbentuk dalam Daulah Khilafah Islamiyah. Senin, 21 Oktober 2013

Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Pembebasan

Firmansyah Mahiwa 085711387009