Anda di halaman 1dari 5

PANDUAN RELAKTASI

Alasan
Sebelum memutuskan untuk melakukan relaktasi, sebaiknya bertanyalah
kepada diri Anda sendiri, apa sesungguhnya yang mendorong Anda untuk melakukan
hal ini? Jujur pada diri sendiri mengenai motivasi untuk melakukan relaktasi, ikut
berperan besar dalam menentukan keberhasilan upaya yang akan Anda lakukan
untuk menyusui kembali bayi Anda.

Persiapan Mental
Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menjadi bahan pertimbangan
Anda sebelum memutuskan untuk melakukan relaktasi. Sebaiknya, diskusikan
terlebih dahulu alasan-alasan yang telah Anda kemukakan diatas, dan ajaklah
keluarga Anda, terutama suami, untuk membantu Anda dalam melakukan persiapan
mental:
ƒ Bersiap-siaplah untuk menghadapi stres yang mungkin akan Anda alami
selama minggu-minggu pertama dimulainya masa relaktasi. Ada
kemungkinan bayi akan menolak menyusu langsung dari payudara Anda,
atau bayi akan lebih banyak menangis karena merasa frustasi dengan
sedikitnya ASI yang mulai keluar.
ƒ Mintalah dukungan mental dari orang-orang terdekat di sekitar Anda,
selain suami dan keluarga. Misalnya, dokter, konsultan laktasi ataupun
teman Anda yang pernah berhasil melakukan kegiatan relaktasi.
ƒ Mengatur mind set Anda. Sama halnya dengan ketika pertama kali mulai
menyusui setelah melahirkan bayi Anda, CONFIDENCE dan COMMITMENT
adalah kunci utama keberhasilan program relaktasi. Percaya bahwa Anda
akan mampu untuk memberikan yang terbaik untuk bayi Anda, dan
walaupun awalnya terasa sangat sulit, namun Anda yakin bahwa
perjuangan Anda akan membuahkan hasil yang manis, yaitu Air Susu Ibu.

SUPPORT BREASTFEEDING 1
Persiapan Awal
Jika Anda dan pasangan Anda telah dengan mantap memutuskan untuk
melakukan relaktasi, berikut adalah persiapan awal yang dapat Anda lakukan:
• Pastikan Anda cukup makan dan minum. Mulai meningkatkan
konsumsi protein dan cairan ke dalam menu makan Anda sehari-hari
untuk membantu mempercepat tubuh dalam memproduksi ASI.
• Mintalah kepada dokter Anda obat yang dapat membantu tubuh dalam
memproduksi ASI (misalnya moloco), atau mulai mengkonsumsi jamu
ataupun jenis makanan lainnya yang dipercaya dapat meningkatkan
produksi ASI.
• BAnyak beristirahat. Mulailah mendelegasikan pekerjaan-pekerjaan
rumah yang sekiranya bisa Anda delegasikan, karena Anda akan
menghabiskan hampir seluruh waktu Anda bersama bayi Anda selama
minggu-minggu pertama program relaktasi.
• Kurangi jadwal kegiatan Anda diluar rumah, dalam minggu-minggu
pertama masa relaktasi sedapat mungkin Anda menghabiskan waktu
24 jam dalam sehari bersama bayi Anda.
• Tingkatkan skin to skin contact dengan bayi Anda. Tidurlah
bersamanya baik pada malam maupun siang hari, dekaplah dan
gendonglah buah hati Anda sesering mungkin. Katakan kepadanya
bahwa Anda sangat mencintainya, dan Anda ingin memberikan yang
terbaik untuk bayi Anda, yaitu ASI Anda.
• Sebisanya mungkin seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan bayi
Anda dikerjakan oleh Anda sendiri. Memandikan, menggantikan
popok, menidurkan dan mengajaknya bermain.
• Berlatih memposisikan bayi pada payudara Anda. Cobalah dengan
berbagai cara untuk menemukan kembali posisi yang paling nyaman
ketika Anda mulai menyusui.

SUPPORT BREASTFEEDING 2
Cara Melakukan Relaktasi
Relaktasi hanya bisa dilakukan dengan satu cara, yaitu : membiarkan bayi
Anda menyusu sesering mungkin pada payudara Anda. Frekuensi menyusui ini
setidaknya adalah 10 kali dalam 24 jam, atau lebih jika memang bayi Anda
menginginkannya. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda tempu untuk
meningkatkan frekuensi menyusui bayi Anda:
ƒ Cobalah untuk menyusui bayi Anda setiap 2 jam sekali.
ƒ Biarkan bayi Anda menyusu kapan pun, setiap kali ia terlihat berminat.
ƒ Anda harus membiarkan bayi Anda mengisap payudara sekitar 30 menit
setiap kali ia menyusu, jika dimungkinkan. Atau secara bertahap dapat
ditingkatkan durasi menghisapnya tersebut, dimulai dari sekurangnya 15
menit pada saat menyusu.
ƒ Cobalah untuk selalu bersama bayi Anda - terutama pada malam hari
ketika hormon prolaktin (penghasil ASI) sedang banyak-banyaknya
dihasilkan - sehingga dapat setiap saat menyusui bayi Anda.
Pastikan bahwa ketika menyusui, posisi badan Anda, posisi badan dan posisi
pelekatan bayi Anda sudah benar, nyaman dan tepat.
Secara perlahan, kurangi dan hentikan pemberian makanan (susu formula)
lewat botol yang menggunakan dot bayi. Gantilah dengan metode pemberian melalui
cangkir, sendok, pipet ataupun dengan jari tangan. Sebaiknya Anda tidak
memberikan empeng pada bayi Anda. Gantilah kebiasaan comfort sucking bayi Anda
pada empeng dengan comfort sucking pada payudara Anda.
Jika bayi Anda menolak mengisap payudara yang ’kosong’, Anda dapat
memberikan susu (formula atau Asper) pada saat bayi Anda sedang mengisap
payudara Anda melalui cara berikut ini:

• Gunakan suplementer menyusui sebagaimana yang telah ditunjukan oleh


Konsultan Laktasi Anda. Sebagai permulaan, Anda harus memberikan

SUPPORT BREASTFEEDING 3
seporsi penuh susu (formula atau Asper) sesuai dengan berat badan bayi
Anda, atau dalam jumlah yang sama seperti yang dikonsumsi sebelumnya.

• Segera setelah ASI Anda mulai keluar sedikit, porsi susu (formula atau
Asper) tersebut dapat dikurangi sebanyak 30-60ml dalam sehari, sampai
habis.
Selama masa relaktasi ini, periksalah secara teratur hal-hal sebagai berikut
untuk memastikan bahwa bayi Anda tidak kekurangan makanan: (a) kenaikan berat
badannya, yaitu sekurangnya 500gr dalam sebulan, dan (2) frekuensi harian BAK (5-
6 kali) dan BAB (minimal 1 kali) bayi Anda.

Jangka Waktu Relaktasi


Jangka waktu yang dibutuhkan agar pasokan ASI seorang wanita meningkat
sangat bervariasi. Akan sangat membantu jiga Anda sangat termotivasi dan bayi
Anda sering menyusu sesuai dengan frekuensi yang telah disarankan. Namun,
sebaiknya Anda tidak perlu cemas apabila waktu yang diperlukan oleh Anda untuk
menghasilkan ASI kembali lebih lama dari yang diperkirakan.
Hal-hal berikut ini dapat dijadikan tolak ukur jangka waktu relaktasi, namun
sekali lagi ditegaskan bahwa setiap wanita membutuhkan durasi yang berbeda-beda
untuk meningkatkan atau menghasilkan pasokan ASI.

SUPPORT BREASTFEEDING 4
ƒ Jika bayi kadang-kadang masih menyusu, pasokan ASI dapat meningkat
dalam beberapa hari. Jika bayi sudah berhenti menyusu, mungkin
diperlukan beberapa minggu untuk menghasilkan kembali pasokan ASI.
ƒ Lamanya Anda berhenti menyusui dapat dijadikan tolak ukur kasar
mengenai jangka waktu relatasi. Misalnya, jika Anda baru berhenti
menyusui 2 hari, maka Anda akan membutuhkan 2 hari untuk
menghasilkan kembali pasokan ASI Anda. Namun, jika Anda telah berhenti
menyusui selama 1 bulan, mungkin akan dibutuhkan 1 bulan pula untuk
menghasilkan ASI kembali.
ƒ Relaktasi lebih mudah jika bayi sangat muda (kurang dari 3 bulan),
daripada jika bayi berumur lebih dari 6 bulan. Namun, relaktasi
dimungkinkan pada usia berapa saja.
ƒ Relaktasi lebih mudah jika bayi baru saja berhenti menyusu dibandingkan
dengan bayi yang sudah lebih lama berhenti menyusu. Namun, relaktasi
dimungkinkan kapan saja.

Kenyataan dan Harapan


Yang terpenting bagi Anda adalah hindari segala perasaan negatif, terutama
perasaan kecewa, jika ternyata setelah berakhirnya masa relaktasi pasokan ASI Anda
tidak sebanyak sebelum Anda berhenti menyusui. Memberikan bayi Anda ASI,
berapapun jumlah, sangat jauh lebih bermanfaat daripada tidak memberikan ASI
sama sekali. Jadi, walaupun pada akhirnya Anda tetap harus memberikan susu
formula bersamaan dengan ASI Anda, Anda dan bayi Anda dapat bersama-sama
menikmati kembali kedekatan fisik dan batin, serta masa-masa hangat kegiatan
breastfeeding.
Fokuskan segala perasaan positif Anda pada bayi Anda, dan bukan pada
seberapa banyak ASI yang dapt Anda hasilkan. Selamat mencoba.

SUPPORT BREASTFEEDING 5