Anda di halaman 1dari 12

PERAWAT SUKSES

Januari 7, 2009
PATOFISIOLOGI ASMA
Filed under: kesehatan,kesehatan umum ayosz @ 5:34 am PATOFISIOLOGI ASMA Definisi Asma adalah suatu penyakit dengan ciri meningkatnya respon trakea dan bronkhus terhadap berbagai rangsangan dengan manifestasi adanya penyempitan alan nafas yang luas dan dera atnya dapat berubah!ubah secara spontan maupun sebagai hasil pengobatan "#oeparman, $%%&'( )enurut #yl*ia Anderson "$%%5 : $4%' asma adalah keadaan klinis yang ditandai oleh masa penyempitan bronkus yang re*ersibel, dipisahkan oleh masa di mana *entilasi alan nafas terhadap berbagai rangsang( Asma adalah suatu inflamasi kronis saluran nafas yang melibatkan sel eosinofil, sel mast, sel netrofil, limfosit dan makrofag yang ditandai dengan +heezing, sesak nafas kumat! kumatan, batuk, dada terasa tertekan dapat pulih kembali dengan atau tanpa pengobatan ",ris #inclair, $%%4' #amsurid al dan -harata .id a a "$%%4' men elaskan asma adalah suatu penyakit peradangan "inflamasi' saluran nafas terhadap rangsangan atau hiper reaksi bronkus( #ifat peradangan pada asma khas yaitu tanda!tanda peradangan saluran nafas disertai infliltrasi sel eosinofil( Asma merupakan suatu keadaan gangguan / kerusakan bronkus yang ditandai dengan spasme bronkus yang re*ersibel "spasme dan kontriksi yang lama pada alan nafas' "0oyce )( -lack,$%%1'( )enurut ,rocket "$%%2' asthma bronkiale didefinisikan sebagai penyakit dari sistem pernafasan yang meliputi peradangan dari alan nafas dengan ge ala bronkospasme yang re*ersibel( K asifi!asi As"a #er$asar!an E%i& &'i As"a #r&n!ia e Ti(e A%&(i! )E!s%rinsi!* Asma timbul karena seseorang yang atopi akibat pemaparan alergen( Alergen yang masuk tubuh melalui saluran pernafasan, kulit, saluran pencernaan dan lain!lain akan ditangkap oleh makrofag yang beker a sebagai antigen presenting cells "A3,'( #etelah alergen diproses dalam sel A3,, kemudian oleh sel tersebut, alergen dipresentasikan ke sel

4h( #el A3, melalui penglepasan interleukin 5 "55!$' mengaktifkan sel 4h( )elalui penglepasan 5nterleukin 6 "55!6' oleh sel 4h yang diaktifkan, kepada sel - diberikan signal untuk berproliferasi men adi sel plasthma dan membentuk 5g7( 5g7 yang terbentuk akan segera diikat oleh mastosit yang ada dalam aringan dan basofil yang ada dalam sirkulasi( 8al ini dimungkinkan oleh karena kedua sel tersebut pada permukaannya memiliki reseptor untuk 5g7( #el eosinofil, makrofag dan trombosit uga memiliki reseptor untuk 5g7 tetapi dengan afinitas yang lemah( 9rang yang sudah memiliki sel!sel mastosit dan basofil dengan 5g7 pada permukaan tersebut belumlah menun ukkan ge ala( 9rang tersebut sudah dianggap desentisisasi atau baru men adi rentan -ila orang yang sudah rentan itu terpapar kedua kali atau lebih dengan alergen yang sama, alergen yang masuk tubuh akan diikat oleh 5g7 yang sudah ada pada permukaan mastofit dan basofil( 5katan tersebut akan menimbulkan influk ,a:: ke dalam sel dan ter adi perubahan dalam sel yang menurunkan kadar cA)3( ;adar cA)3 yang menurun itu akan menimbulkan degranulasi sel( <alam proses degranulasi sel ini yang pertama kali dikeluarkan adalah mediator yang sudah terkandung dalam granul!granul "preformed' di dalam sitoplasma yang mempunyai sifat biologik, yaitu histamin, 7osinophil ,hemotactic Factor!A "7,F!A', =eutrophil ,hemotactic Factor "=,F', trypase dan kinin( 7fek yang segera terlihat oleh mediator tersebut ialah obstruksi oleh histamin( 8iperreaktifitas bronkus yaitu bronkus yang mudah sekali mengkerut "konstriksi' bila terpapar dengan bahan / faktor dengan kadar yang rendah yang pada kebanyakan orang tidak menimbulkan reaksi apa!apa, misalnya alergen "inhalan, kontaktan', polusi, asap rokok / dapur, bau!bauan yang ta am dan lainnya baik yang berupa iritan maupun yang bukan iritan( <e+asa ini telah diketahui bah+a hiper rektifitas bronkus disebabkan oleh inflamasi bronkus yang kronik( #el!sel inflamasi terutama eosinofil ditemukan dalam umlah besar dalam cairan bilas bronkus pasien asthma bronkiale sebagai bronkhitis kronik eosinofilik( 8iper reaktifitas berhubungan dengan dera ad berat penyakit( <i klinik adanya hiperreaktifitas bronkhus dapat dibuktikan dengan u i pro*okasi yang menggunakan metakolin atau histamin( -erdasarkan hal!hal tersebut di atas saat ini penyakit asthma dianggap secara klinik sebagai penyakit bronkhospasme yang re*ersibel, secara patofisiologik sebagai suatu hiper reaksi bronkus dan secara patologik sebagai suatu peradangan saluran nafas( -ronkus pada pasien asma oedema di mukosa dan dindingnya, infiltrasi sel radang terutama eosinofil serta terlepasnya sel silia yang menyebabkan getaran silia dan mukus di atasnya sehingga salah satu daya pertahanan saluran nafas men adi tidak berfungsi lagi(

<itemukan pula pada pasien asthma bronkiale adanya penyumbatan saluran nafas oleh mukus terutama pada cabang!cabang bronkhus (Akibat dari bronkhospasme, oedema mukosa dan dinding bronkhus serta hipersekresi mukus maka ter adi penyempitan bronkhus dan percabangannya sehingga akan menimbulkan rasa sesak, nafas berbunyi "+heezing' dan batuk yang produktif( Adanya stressor baik fisik maupun psikologis akan menyebabkan suatu keadaan stress yang akan merangsang 83A a>is( 83A a>is yang terangsang akan meningkatkan adeno corticotropic hormon "A,48' dan kadar kortisol dalam darah( 3eningkatan kortisol dalam darah akan mensupresi immunoglobin A "5gA'( 3enurunan 5gA menyebabkan kemampuan untuk melisis sel radang menurun yang direspon oleh tubuh sebagai suatu bentuk inflamasi pada bronkhus sehingga menimbulkan asma bronkiale( As"a #r&n!ia e Ti(e +&n A%&(i! )In%rinsi!* Asma non alergenik "asma intrinsik' ter adi bukan karena pemaparan alergen tetapi ter adi akibat beberapa faktor pencetus seperti infeksi saluran nafas atas, olah raga atau kegiatan asmani yang berat, serta tekanan i+a atau stress psikologik( #erangan asma ter adi akibat gangguan saraf otonom terutama gangguan saraf simpatis yaitu blokade adrenergik beta dan hiperreaktifitas adrenergik alfa( <alam keadaan normal aktifitas adrenergik beta lebih dominan daripada adrenergik alfa( 3ada sebagian penderita asma aktifitas adrenergik alfa diduga meningkat yang mengakibatkan bronkhokonstriksi sehingga menimbulkan sesak nafas( ?eseptor adrenergik beta diperkirakan terdapat pada enzim yang berada dalam membran sel yang dikenal dengan adenyl!cyclase dan disebut uga messengner kedua( -ila reseptor ini dirangsang, maka enzim adenyl!cyclase tersebut diaktifkan dan akan mengkatalisasi A43 dalam sel men adi 3@5@ cyclic A)3( cA)3 ini kemudian akan menimbulkan dilatasi otot!otot polos bronkus, menghambat pelepasan mediator dari mastosit / basofil dan menghambat sekresi kelen ar mukus( Akibat blokade reseptor adrenergik beta maka fungsi reseptor adrenergik alfa lebih dominan akibatnya ter adi bronkhus sehingga menimbulkan sesak nafas( 8al ini dikenal dengan teori blokade adrenergik beta( "barata+id a a, $%%&'( As"a #r&n!ia e ,a"(uran )Mi-e$* 3ada tipe ini keluhan diperberat baik oleh faktor!faktor intrinsik maupun ekstrinsik( Fa!%&r .an' "e"(en'aru/i %i"0u n.a "asa a/

3ernafasan "respirasi' adalah peristi+a menghirup udara dari luar yang mengandung oksigen kedalam tubuh( #erta menghembuskan udara yang banyak mengandung karbondioksida ",96' sebagai sisa dari oksidasi keluar dari tubuh( 3enghisapan ini disebut inspirasi dan menghembuskan disebut ekspirasi "Aorraine )(+ilson,$%%5'( #ecara garis besar saluran pernafasan dibagi men adi dua zona, zona konduksi yang dimulai dari hidung, faring, laring,trakea, bronkus, bronkiolus segmentalis dan berakir pada bronkiolus terminalis( #edangkan zona respiratoris dimulai dari bronkiolus respiratoris, duktus al*eoli dan berakhir pada sakus al*eulus terminalis "=(A(B(Casmin, $%%5 dan #yaifuddin,$%%2'( #aluran pernafasan mulai dari hidung sampai bronkiolus dilapisi oleh membran mukosa yang bersilia( ;etika udara masuk kerongga hidung, udara tersebut disaring, dihangatkan dan dilembabkan( ;etiga proses ini merupakan fungsi utama dari mukosa respirasi yang terdiri dari epiotel thorak yang bertingkat, bersilia dan bersel goblet(3ermukaan epitel dilapisi oleh lapisan mukus yang sisekresi sel goblet dan kelen ar serosa( 3artikel!partikel debu yang kasar dapat disaring oleh rambut!rambut yang terdapat dalam lubang hidung( #edangkan partikel yang halus akan ter erat dalam lapisan mukus untuk kemudian dibatukkan atau ditelan( Air untuk kelembapan diberikan oleh lapisan mukus, sedangkan panas yang disuplai keudara inspirasi berasal dari aringan diba+ahnya yang kaya dengan pembulu darah, sehingga bila udara mencapai faring hampir bebas debu,bersuhu mendekati suhu tubuh dan kelembapanya mencapai $&&D"Aorraine )( .ilson, $%%5'( Asna dutabdau dengan mengi (wheezing), batuk dan rasa sesak di dada ber ala atau kronis, sebagai akibat adanya bronkokonstriksi( Angka kesakitan dan kematian terus meningkat, dan meskipun telah dilakukan penelitian intensif, dasar penyebabnya masih belum diketahui( =amun terdapat 3 kelainan pada asma : sumbatan alan napas yang sebagian re*ersible, inflamasi alan napasserta hiperrespins alan napas etrhadap berbagai rangsang( Adanya kaitan dengan alergi telah lama diketahui, dan kadar 5g7 plasma seringkali meningkat( 3rotein yang dilepaskan dari eosinofil pada reaksi inflamasi dapat merusak epitel saluran napas dan ikut berperan pada hiperrespons( 7osinofil dan sel mast melepaskan leukotrien yang menyebebakan bronkokonstriksi( 4akikinin yang dilepas dari saraf sensorik pada saluran napas mungkin ikut berperan, dan didapatkan bukti adanya defisiensi E53, suatu bronkodilator( #erangan asma lebih berat saat larut malam dan dini hari, karena seperti telah diuraikan sebelumnya, saat itu merupakan periode konstriksi maksimal irama sirkadian tonun bronkus( Fdara dingin dan latihan fisik, yang keduanya biasanya menyebabkan

brokokonstriksi, uga memicu serangan asma, dan pengaruh keduanya dicegah oleh penghambat sintesis atau ker a leukotrien( ?septpr adrenergik! memperantarai

bronkodilatasi, dan pengobatan dengan inhalasi agonis adrenergik! merupaka terapi standar ams( ?eseptor muskarinik memperantarai bronkokonstriksi, dan obat penghambat muskarinik kolinergik uga digunakan untuk pengobatan asma( 9bat tambahan lain yang lazim digunakan adalah kromolin, yang menghamat pelepasan produk sel mast, dan glukokortikoid, yang menghambat respons inflamasi( Fdara mengalir dari hidung kefaring yang merupakan tempat persimpangan antara alan pernafasan dan alan makanan( Faring dapat dibagi men adi tiga bagian yaitu : nasofaring, orofaring dan laringofaring( <iba+ah selaput lendir terdapat aringan ikat, uga dibeberapa tempat terdapat follikel getah bening yang dinamakan adenoid( <isebelahnya terdapat dua buah tonsil kiri dan kanan dari tekak, "#yaifuddin,$%%2'( Aaring merupakan saluran udara dan bertindak sebagai pembentukan suara terletak didepan bagian faring sampai ketinggian *ertebra ser*ikalis dan masuk ke trakea di ba+ahnya "#yaifuddin,$%%2'( Aaring merupakan rangkaian cincin tulang ra+an yang dihubungkan oleh otot dan mengandung pita suara( <iantara pita suara terdapat glotis yang merupakan pemisah saluran pernafasan bagian atas dan ba+ah( 3ada saat menelan, gerakan laring keatas, penutupan dan fungsi seperti pintu pada aditus laring dari epiglotis yang berbentuk daun berperan untuk mengarahkan makanan ke esofagus, tapi ika benda asing masih bisa melampaui glotis, maka laring mempunyai fungsi batuk yang akan membantu merngeluarkan benda dan sekret keluar dari saluran pernafasan bagian ba+ah, "Aarroin )(., $%%5'( 4rakea dibentuk $1 sampai dengan 6& cincin tulang ra+an, yang berbentuk seperti kuku kuda dengan pan ang kurang lebih 5 inci "%!$$ cm', lebar 6,5 cm, dan diantara kartilago satu dengan yang lain dihubaungkan oleh aringan fibrosa, sebelah dalam diliputi oleh selaput lendir yang berbulu getar"sel bersilia' yang hanya bergerak keluar( #el!sel bersilia ini berguna untuk mengeluarkan benda!benda asing yang masuk bersama udara pernafasan, dan dibelakang terdiri dari aringan ikat yang dilapisi oleh otot polos dan lapisan mukusa, "#yaifuddin,$%%2'( -ronkus merupakan lan utan dari trakea ada dua buah yamg terdapat pada ketinggian *ertebra torakalis ke 5E dan E( #edangkan tempat dimana trakea bercabang men adi bronkus utama kanan dan kiri disebut karina( ;arina memiliki banyak syaraf dan dapat menyebabkan bronkospasme dan batuk yang kuat ika batuk dirangsang ( -ronkus

utama kanan lebih pendek , lebih besar dan lebih *ertikal dari yang kiri( 4erdiri dari 1!G cincin, mempunyai tiga cabang( -ronkus utama kiri lebih pan ang,dan lebih kecil, terdiri dari %!$6 cicin serta mempunyai dua cabang,"#yaifuddin,$%%2'( -ronkiolus terminalis merupakan saluran udara kecil yang tidak mengandung al*eoli "kantung udara' dan memiliki garis $ mm( -ronkiolus tidak diperkuat oleh cincin tulang ra+an, tapi dikelilingi oleh otot polos sehingga ukuranya dapat berubah( #eluruh saluran uadara ,mulai dari hidung sampai bronkiolus terminalis ini disebut saluran penghantar udara atau zona konduksi( -ronkiolus ini mengandung kolumnar epitellium yang mengandung lebih banyak sel goblet dan otot polos, diantaranya strecch reseptor yang dilan utkan oleh ner*us *agus,"Aorraine )( .ilson,$%%5'( #etelah bronkiolus terminalis terdapat asinus yang merupakan unit fungsional paru , yaitu tempat pertukaran gas( Asinus terdiri dari : -ronkiolus respiratoris, duktus al*eolaris dan sakus al*eolaris terminalis yang merupakan struktur akhir dari paru( "Aorraine )(.ilson,$%%5 '( #ecara garis besar fungsi pernafasan dapat dibagi men adi dua yaitu pertukaran gas dan keseimbangan asam basa( Fungsi pertukaran gas ada tiga proses yang ter adi( 3ertama *entilasi, merupakan proses pergerakan keluar masuknya udara melalui cabang!cabang trakeo bronkial sehingga oksigen sampai pada al*eoli dan karbondioksida dibuang( 3ergerakan ini ter adi karena adanya perbedaan tekanan( Fdara akan mengalir dari tekanan yang tianggi ke tekanan yang rendah( #elama inspirasi *olume thorak bertambah besar karena diafragma turun dan iga terangkat( 3eningkatan *olume ini menyebabkan menurunan tekanan intra pleura dari H4 mm8g "relatif terhadap tekanan atmosfir' men adi sekita HGmm8g( 3ada saat yang sama tekanan pada intra pulmunal menurun H6 mm8g "relatif terhadap tekanan atmosfir'( #elisih tekanan antara saluran udara dan atmosfir menyebabkan udara mengalir kedalam paru sampai tekanan saluran udara sama dengan tekanan atmosfir( 3ada ekspirasi tekanan intra pulmunal bisa meningkat $!6 mm8g akibat *olume torak yang mengecil sehingga udara mengalir keluar paru,"Aorraine )( .ilson,$%%5'( 3roses kedua adalah difusi yaitu masuknya oksigen dari al*eoli ke kapiler melalui membran al*eoli!kapiler( 3roses ini ter adi karena gas mengalir dari tempat yang tinggai tekanan parsialnya ketempat yang lebih rendah tekanan partialnya( 9ksigen dalam al*eoli mempunyai tekanan partial yang lebih tinggi dari oksigen yang berada didalam darah( ;arbondioksida darah lebih tinggi tekanan partialnya dari pada karbondioksida dial*eoli( Akibatnya karbondioksida mengalir dari darah ke al*eoli,"0ohn Bibson,$%%5'(

3roses ketiga adalah perfusi yaitu proses penghantaran oksigen dari kapiler ke aringan melalui transpor aliran darah( 9ksigen dapat masik ke aringan melalui dua alan : pertama secara fisik larut dalam plasma dan secara kimia+i berikata dengan hemoglobin sebagai oksihemoglobin, sedangkan karbondioksida ditransportasi dalam darah sebagai bikarbonat, natrium bikarbonat dalam plasma dan kalium bikarbonat dalam sel!sel darah merah( #atu gram hemoglobin dapat mengika $,34 ml oksigen( ;arena konsentrasi hemoglobin rata!rata dalam darah orang de+asa sebesar $5 gram, maka 6&,$ ml oksigen bila darah enuh total " #a 96 I $&&D ',bila darah teroksigenasi mencapai aringan ( 9ksigen mengalir dari darah masuk ke cairan aringan karena tekanan partial oksigen dalam darah lebih besar dari pada tekanan dalam cairan aringan( <ari dalam cairan aringan oksigen mengalir kedalan sel!sel sesuai kebutuhan masing!masing( #edangkan karbondioksida yang dihasilkan dalam sel mengalir kedalam cairan aringan( 4ekanan partial karbondioksida dalam aringan lebih besar dari pada tekanan dalam darah maka karbondioksida mengalir dari cairan aringan kedalam darah "Aorraine )(.ilson, $%%5'( Fungsi sebagain pengaturan keseimbangan asam basa : p8 darah yang normal berkisar 2,35 H 2,45( #edangkan manusia dapat hidup dalam rentang p8 2,& H 2,45( 3ada peninggian ,96 baik karena kegagalan fungsi maupun tambahnya produksi ,96 aringan yang tidak dikompensasi oleh paru menyebabkan perubahan p8 darah( Asidosis respiratoris adalah keadaan ter adinya retensi ,96 atau ,96 yang diproduksi oleh aringan lebih banyak dibandingkan yang dibebaskan oleh paru( #edangkan alkalosis respiratorius adalah suatu keadaan 3a ,96 turun akibat hiper *entilasi, "8udak dan Ballo,$%%2 '( Pa%&fisi& &'i #uatu serangan asthma timbul karena seorang yang atopi terpapar dengan alergen yang ada dalam lingkungan sehari!hari dan membentuk imunoglobulin 7 " 5g7 '( Faktor atopi itu diturunkan( Alergen yang masuk kedalam tubuh melalui saluran nafas, kulit, dan lain!lain akan ditangkap makrofag yang beker a sebagai antigen presenting cell "A3,'( #etelah alergen diproses dalan sel A3,, alergen tersebut dipresentasikan ke sel 4h( #el 4h memberikan signal kepada sel - dengan dilepaskanya interleukin 6 " 5A!6 ' untuk berpoliferasi men adi sel plasma dan membentuk imunoglobulin 7 "5g7'( 5g7 yang terbentuk akan diikat oleh mastosit yang ada dalam aringan dan basofil yang ada dalan sirkulasi( -ila proses ini ter adai pada seseorang, maka orang itu sudah disensitisasi atau baru men adi rentan( -ila orang yang sudah rentan itu terpapar kedua kali atau lebih dengan alergen yang sama, alergen tersebut akan diikat oleh 5g 7 yang sudah ada dalam

permukaan mastoit dan basofil( 5katan ini akan menimbulkan influk ,a:: kedalam sel dan perubahan didalam sel yang menurunkan kadar cA)3( 3enurunan pada kadar cA)3 menimbulkan degranulasi sel( <egranulasi sel ini akan menyebabkan dilepaskanya mediator!mediator kimia yang meliputi : histamin, slo+ releasing suptance of anaphylaksis " #?#!A', eosinophilic chomotetik faktor of anaphylacsis "7,F!A' dan lain!lain( 8al ini akanmenyebabakan timbulnya tiga reaksi utama yaitu : kontraksi otot! otot polos baik saluran nafas yang besar ataupun yang kecil yang akan menimbulkan bronkospasme, peningkatan permeabilitas kapiler yang berperan dalam ter adinya edema mukosa yang menambah semakin menyempitnya saluran nafas , peningkatansekresi kelen ar mukosa dan peningkatan produksi mukus( 4iga reaksi tersebut menimbulkan gangguan *entilasi, distribusi *entilasi yang tidak merata dengan sirkulasi darah paru dan gangguan difusi gas ditingkat al*eoli, akibatnya akan ter adi hipoksemia, hiperkapnea dan asidosis pada tahap yangsangat lan ut, "-arbara ,(A,$%%1, ;arnen -( $%%4, .illiam ?(#( $%%5 ' -erdasarkan etiologinya, asthma dapat dikelompokkan men adi dua enis yaitu asthma intrinsik dan asthma ektrinsik( Asthma ektrinsik "atopi' ditandai dengan reaksi alergik terhadap pencetus!pencetus spesifik yang dapat diidentifikasi seperti : tepung sari amur, debu, bulu binatang, susu telor ikan obat!obatan serta bahan!bahan alergen yang lain( #edangkan asthma intrinsik " non atopi ' ditandai dengan mekanisme non alergik yang bereaksi terhadap pencetus yang tidak spesifik seperti : Fdara dingin, zat kimia,yang bersifat sebagai iritan seperti : ozon ,eter, nitrogen, perubahan musim dan cuaca, aktifitas fisik yang berlebih , ketegangan mental serta faktor!faktor intrinsik lain( " Antoni ,, $%%2 dan 4 en <aniel, $%%$ '( #erangan asthma mendadak secara klinis dapat dibagi men adi tiga stadium( #tadium pertama ditandai dengan batuk!batuk berkala dan kering( -atuk ini ter adi karena iritasi mukosa yang kental dan mengumpul( 3ada stadium ini ter adi edema dan pembengkakan bronkus( #tadiun kedua ditandai dengan batuk disertai mukus yang ernih dan berbusa( ;lien merasa sesak nafas, berusaha untuk bernafas dalam, ekspirasi meman ang diikuti bunyi mengi "+heezing '( ;lien lebih suka duduk dengan tangan diletakkan pada pinggir tempat tidur, penberita tampak pucat, gelisah, dan +arna kulit sekitar mulai membiru( #edangkan stadiun ketiga ditandai hampir tidak terdengarnya suara nafas karena aliran udara kecil, tidak ada batuk,pernafasan men adi dangkal dan tidak teratur, irama pernafasan tinggi karena asfiksia, " 4 en daniel,$%%$ '( Fa!%&r Pen1e%us Seran'an As%/"a #r&n!ia e

Faktor!faktor yang dapat menimbulkan serangan asthma bronkiale atau sering disebut sebagai faktor pencetus adalah : "$' Alergen Alergen adalah sat!zat tertentu bila dihisap atau di makan dapat menimbulkan serangan asthma, misalnya debu rumah, tungau debu rumah "<ermatophagoides pteronissynus' spora amur, serpih kulit kucing, bulu binatang, beberapa makanan laut dan sebagainya( "6' 5nfeksi saluran nafas 5nfeksi saluran nafas terutama oleh *irus seperti influenza merupakan salah satu faktor pencetus yang paling sering menimbulkan asthma bronkiale( <iperkirakan dua pertiga penderita asthma de+asa serangan asthmanya ditimbulkan oleh infeksi saluran nafas "#undaru, $%%$'( "3' 4ekanan i+a 4ekanan i+a bukan sebagai penyebab asthma tetapi sebagai pencetus asthma, karena banyak orang yang mendapat tekanan i+a tetapi tidak men adi penderita asthma bronkiale( Faktor ini berperan mencetuskan serangan asthma terutama pada orang yang agak labil kepribadiannya( 8al ini lebih menon ol pada +anita dan anak!anak "Cunus, $%%4'( "4' 9lah raga / kegiatan asmani yang berat #ebagian penderita asthma bronkiale akan mendapatkan serangan asthma bila melakukan olah raga atau aktifitas fisik yang berlebihan( Aari cepat dan bersepeda paling mudah menimbulkan serangan asthma( #erangan asthma karena kegiatan asmani "Exercise induced asthma /EIA' ter adi setelah olah raga atau aktifitas fisik yang cukup berat dan arang serangan timbul beberapa am setelah olah raga( "5' 9bat!obatan -eberapa pasien asthma bronkiale sensitif atau alergi terhadap obat tertentu seperti penicillin, salisilat, beta blocker, kodein dan sebagainya( "1' 3olusi udara 3asien asthma sangat peka terhadap udara berdebu, asap pabrik / kendaraan, asap rokok, asap yang mengandung hasil pembakaran dan oksida fotokemikal, serta bau yang ta am( "2' Aingkungan ker a <iperkirakan 6 H $5D pasien asthma bronkiale pencetusnya adalah lingkunagn ker a "#undaru, $%%$'(

Da"(a! .an' Di%i"0u !an O e/ As%/"a #r&n!ia e <ampak yang ditimbulkan oleh asma -ronkhiale adalah : #istem 3ernafasan $ 6( 3eningkatan frekuensi pernafasan, susah bernafas, perpendekan periode inspirasi, peman angan ekspirasi 3enggunaan otot!otot aksesori pernafasan "retraksi sternum, pengangkatan bahu +aktu bernafas'( a( c( 3ernafasan cuping hidung( -atuk keras, kering dan akhirnya batuk produktif( b( Adanya mengi yang terdengar tanpa stetoskop( d( Faal paru terdapat penurunan F7E$( #istem ;ardio*askuler $( 4akikardia 6( 4ensi meningkat 3( 3ulsus paradoksus "penurunan tekanan darah' $& mm8g pada +aktu inspirasi'( 4( #ianosis 5( <iaforesis 1( <ehidrasi 3sikologis $ 6 3 #osial $ 6 3 4 8ematologi $ 6 3 7osinofil meningkat J 65& / mm3 3enurunan limfosit dan komponen sel darah putih yang lain( 3enurunan 5mmunoglobulin A "5gA' ;etakutan berinteraksi dengan orang lain( Bangguan berkomunikasi 5nappropiate dress 8ostility to+ard others 3eningkatan ansietas "kecemasan' : takut mati, takut menderita, panik, gelisah( 7kspresi marah, sedih, tidak percaya dengan orang lain, tidak perhatian( 7kspresi tidak punya harapan, helplessness(

Pena%a a!sanaan

3engobatan asthma secara garis besar dibagi dalam pengobatan non farmakologik dan pengobatan farmakologik( $( 3enobatan non farmakologik a' 3enyuluhan 3enyuluhan ini ditu ukan pada peningkatan pengetahuan klien tentang penyakit asthma sehinggan klien secara sadar menghindari faktor!faktor pencetus, serta menggunakan obat secara benar dan berkonsoltasi pada tim kesehatan( b' )enghindari faktor pencetus ;lien perlu dibantu mengidentifikasi pencetus serangan asthma yang ada pada lingkungannya, serta dia arkan cara menghindari dan mengurangi faktor pencetus, termasuk pemasukan cairan yang cukup bagi klien( c' Fisioterapi Fisioterpi dapat digunakan untuk mempermudah pengeluaran mukus( 5ni dapat dilakukan dengan drainage postural, perkusi dan fibrasi dada( 6( 3engobatan farmakologik a' Agonis beta -entuk aerosol beker a sangat cepat diberika 3!4 kali semprot dan arak antara semprotan pertama dan kedua adalan $& menit( Cang termasuk obat ini adalah metaproterenol " Alupent, metrapel '( b' )etil Kantin Bolongan metil >antin adalan aminophilin dan teopilin, obat ini diberikan bila golongan beta agonis tidak memberikan hasil yang memuaskan( 3ada orang de+asa diberikan $65!6&& mg empatkali sehari( c' ;ortikosteroid 0ika agonis beta dan metil >antin tidak memberikan respon yang baik, harus diberikan kortikosteroid( #teroid dalam bentuk aerosol " beclometason dipropinate ' dengan disis G&& empat kali semprot tiap hari( ;arena pemberian steroid yang lama mempunyai efek samping maka yang mendapat steroid angka lama harus dia+asi dengan ketat( d' ;romolin ;romolin merupakan obat pencegah asthma, khususnya anak!anak ( <osisnya berkisar $!6 kapsul empat kali sehari( e' ;etotifen

7fek ker a sama dengan kromolin dengan dosis 6 > $ mg perhari( ;euntunganya dapat diberikan secara oral( f' 5prutropioum bromide "Atro*en' Atro*en adalah antikolenergik, diberikan dalam bentuk aerosol dan bersifat bronkodilator( "7*elin dan oyce A( kee, $%%4 L ;arnen barata+i a a, $%%4 ' 3( 3engobatan selama serangan status asthmatikus a' 5nfus ?A : <5 I 3 : $ tiap 64 am b' 3emberian oksigen 4 liter/menit melalui nasal kanul c' Aminophilin bolus 5 mg / kg bb diberikan pelan!pelan selama 6& menit dilan utka drip ?latau <5 mentenence "6& tetes/menit' dengan dosis 6& mg/kg bb/64 am( d' 4erbutalin &,65 mg/1 am secara sub kutan( e' <e>amatason $&!6& mg/1 am secara intra *ena( f' Antibiotik spektrum luas( "3edoman penatalaksanaan status asthmatikus F3F paru ?#F< <r #oetomo #urabaya '(