Anda di halaman 1dari 40

Berbagai Abnormalitas Penis dan Testis

K.M. Arsyad Bagian Biologi Kedokteran dan Andrologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

TUJUAN PE BE!AJA"AN
1. Agar mahasiswa memahami berbagai kelainan pada organ genitalia masculina,

2. Agar mahasiswa mampu berpikir secara kritis tentang berbagai kelainan organ genitalia masculina berdasarkan perkembangan normal dan abnormalnya.

TUJUAN PE BE!AJA"AN
3. Memastikan bahwa mahasiswa memahami tentang penatalaksanaan kelainan organ genitalia masculina, 4. Memberikan mahasiswa pengetahuan dan pemahaman tentang pengobatan kelainan organ genitalia masculina 5. Memahami Tuntunan agama slam tentang alat kelamin pria dan abnormalitasnya

STAN#A"# K$ PETENS% #$KTE" KK%

1. 2. 3. 4. 5. 6.

PEN&AK%T PA#A PEN%S ' Hypospadia 3A Epispadia 3A Phimosis 2 Paraphimosis 4 Priapismus 4 Penyakit peironi 4

1.

2. 3.

PEN&AK%T TEST%S Undescended testes cryptorchidis m 3A !etracti"e testes 3A #orsion o$ testis 3A

ATE"% PE BE!AJA"AN'
1. 2. 3. 4.

Pendahu"uan% Ke"ainan pada Penis Ke"ainan pada #estes% Penutup.

1. Pendahuluan
Tahap perkembangan genitalia (Tanner) : 1. G1 infantil prapubertas ( testis 1 3 ml) 2. G2 pubertas ( 11 13 tahun) 3. G3. 4. G4 5. G5 ( 14 16 tahun) ukuran de asa !adar "#rm#n : 1. $" prapubertas % &'( m)*+ml 2. Test#ster#ne ' prapubertas , &'2- &'4. nm#l+$ pubertas , 2'.1 6'24 nm#l+$

1. Pendahuluan

1. 2. 3.

Fungsi $rgan genitalia as(ulina ' !eproduksi% &eksua"% Urinarius.

)* Penda+uluan
'an( pentin( ) Penis% #estes Penis ) reproduksi seksua" Urinarius #estis ) reproduksi &eksua"

1.Pendahuluan

/ungsi Testis 000 Test#ster#ne 1 2perma' $etak Testis , n#rmal dan abn#rmal' Test#ster#ne 00 penis 3 4iri seks sekunder 5enis 0 andr#gen 3 n#n andr#gen dependen4e

$",AN ,EN%TA!%A
1. 2. 3. 4. 5. 6. 2. 4. 5.

AS-U!%NA

PE*+& &,!-#UM #E&#+& EP+.+.'M+& /A& .E0E!E*& /E&+,A &EM+*A1+& 3U13-U!E#H!A1+& P!-&#A# U!E#H!A

.*Kelainan /ada Penis


1. 2. 3. 4. 5. 6. 2.

Ukuran % Muara Urethra% &hort Prenu"um% Pymosis% Peyronie)s diseases 3a"anitis Priapism

2.1. Kelainan Penis ukuran


1.

2.

3. 4. 5.

6.

T#bing (1..-) 361 pederita mi4r#penis usia 566 tahun disuga disebabkn #besitas' 7atubara (1...) mendapatkan 23 kasus di 829: tahun 1..-' ;stherina (1...) 52 kasus di 829:' 5urnamasari (2&&&) 2 kasus di 82:" <asit# 3 "#edi=#n# (1...) 1 mikr#penis disebabkan undes4ended testis' 2iti "ildani Thaib (2&&2) kasus :ikr#penis dan maldes4ent testis pada anak T!

Tabel 1. Ukuran penis anak


No Umur 0T+1 Normal i(ro 0%nd1 i(ro 0Barat1

)* .* 2* 3* 4* 5* 6* 7* 8*

29 3 39 4 49 5 59 6 6: 7 7: 8 8 9 ); ); 9 )) #ewasa

3<5 9 5<3 3<7 : 5<5 4<) 9 5<8 4<. : 6<; 4<. 9 6<. 4<2 9 6<2 4<2 9 6<2 4<2 9 6<4 ).<. 9 )4<3

.<2 .<2 .<2 .<4 .<4 .<4 .<5 .<5

2<2 2<4 2<7 2<8 2<6 2<7 2<7 2<6 8<2

menurut penelitian Tobing NL (1998

.*.* Kelainan Penis : uara Uret+ra

1. 2.

Epispadia Hypospadia

.*.* Kelainan Penis : uara Uret+ra

2.!. Kelainan Penis "#$%&T '&(NULU)

Song, et al. Journal Of Reproduction & Contraception(2006;17(1) !1"!#

TEKNIK BEDAH PEMANJANGAN SHORT FRENULUM

Song, et al. Journal Of Reproduction & Contraception(2006;17(1) !1"!#

.*3*Kelainan Penis : P+imosis

Phimosis 0=>:m?@sAs< =A:1< asal kata ,reek phimos 0BCDEF 0GmuHHleG11< adala+ kondisi dimana< =renulum 0male =oreskin1 tidak da/at ditarik /enu+ dari glans /enis* %stila+ ini digunakan juga /ada wanita c"itora" phimosis < dimana (litoral +ood tidak da/at ditarik< se+ingga glans (litoridis tidak tam/ak

2.*. Kelainan Penis - Pe+ronie,s disease

Pe+ronie,s -isease atau G%nduratio /enis /lasti(aIdan 0-%TA1 -+roni( %n=lammation o= Tuni(a Albuginea< adala+ kelainan /ada jaringan ikat yang menyebabkan terbentuknya =ibrous /laJues /ada so=t tissue /enis engenai ):3K /ria* /roses =ibrosis terjadi /ada tuni(a albuginea< yang membungkus (or/ora (avernosa /enis se+ingga terbentuk lengkungan abnormal /enis*

.*5*Kelainan Penis : Balanitis

.alanitis adala+ /eradangan /ada glans /enis 0asal kata ,reek' LMNOPQF 6a"anos Ga(ornG1* Bila /re/u(e juga kena disebut 6a"anoposthitis* Balanitis /ada anak laki. mesti dibedakan dengan kemera+an akibat ammoniaca" dermatitis.

.*5* Kelainan Penis : .alanitis /eroti0a obliterans

.alanitis /eroti0a obliterans 0BR$1 adala+ keadaan kulit yang berdam/ak /ada genitalia mas(ulina* Pertama kali ditemukan ole+ Stu+mer t+ )8.7< BR$ umumnya terjadi /ada /re/u(ium dan glans /enis* Ber(ak atro=i /uti+ /ada daera+ yang terkena< dan umumnya berbentuk (in(in /uti+ jaringan yang mengeras dekat /inggir glans dan meng+alangi retraksi /re/u(ium

.*6*Kelainan Penis : Pria/ism

Priapism 0An(ient ,reek'STUVOTVWDEF1< disebut juga Xulseyism< adala+ kondisi medis yangmengganggu dan nyeri /ada saat /enis ereksi atau (litoris yang tidak kembali lemas 0=la((id state1<tan/a stimulasi =isik dan /sikologis dalam waktu 3 jam* Ada . ti/e /ria/ism' low:=low dan +ig+:=low* Pengobatan berbeda untuk tia/ ti/e* Pria/ism meru/akan kegawatan medik< yang +arus segera ditangani ole+ dokter yang kom/eten* akin (e/at /engobatan makin baik /emuli+an =ungsinya* Nama ini berasal dari nama dewa &unani Pria/us< yang /enisnya besar dan ereksi

2* Kelainan /ada Testis


1. 2. 3.

1etak Ukuran #orsi #estis

!.1. Kelainan Letak Tesis


Undes(ended Testis' )* True .* E(to/i(

)121) UN-(#2(N-(T(#T(#

)* True Undes(ended testes terdiri dari ' 1.1. A6domina" 1.2. +n(uina" 1.3. &upra &crota"

.* E(to/i( terdiri dari ' 2.1. Prepeni"e 2.2. &uper$icia" 2.3. #rans7erse 2.4. 0emora" 2.5. Perinea"

!.1. Kelainan Letak Tesis


K!AS%F%KAS% A!#ES-ENT TEST%S 0Nies(+lag<.;;;1 )* -"&PT$"-X%#%S < intra abdominal< retro/eritoneal< .* %N,U%NA! TEST%S< di dalam (analis inguinalis< 2* "ET"A-T%!E TEST%S< diori=i(ium eYtenum (analis inguinalis< 3* TEST%-U!A" E-T$P& diluar jalur turunnya < /a+a< /antat

!.1. Kelainan Letak Testis


1.

2.

3. 4. 5.

Sim/tom undes(ended testes terdiri dari ' scrotum koson( pada 6a(ian yan( terkena. kadan( kadan( kedua sisi scrotum 8u(a koson(. keadaan ini tanpa disertai rasa sakit. perkemihan tidak ter(an((u ku"it scrotum ke"ihatan "icin% "e6ih keci"% "e6ih datar pada 6a(ian yan( men(a"ami undescended testis.

Kelainan Letak Tesis

1. 2.

#iagnosis undes(ended testes ditegakkan berdasarkan +asil pemeriksaan 0isik dan 6antuan U&9.

!.1. Kelainan Letak Testis

Pemeriksaan =isik dilakukan /ada /osisi berdiri '


1. 2.

3.

4.

5.

6.

Ada tidaknya testis) di"ihat dan dira6a ada tidaknya testis di da"am skrotum 6a(ian kiri dan kanan% Posisinya ) norma"% tin((i dekat muara cana"is in(uina"is% mudah terdoron( ke da"am cana"is +n(uina"is atau tidak. :ika tidak di8umpai di da"am scrotum maka pemeriksaan di"akukan pada "ipat paha% paha 6a(ian da"am% pan(ka" penis dan daerah perineum. :ika kedua testes tidak di8umpai maka per"u di"akukan pemeriksaan penun8an( 6erupa pemeriksaan U"trasono(ra$i. Pemeriksaan U&9 ini untuk mem6edakan A6domina" Undescended #estes dan anorchia. Pada pemeriksaan $isik didaerah in(uina" "ipat paha di"akukan den(an "u6rikasi a(ar tidak nyeri.

!.1. Kelainan Letak Tesis


1. 2. 3.

PEN,$BATAN Ada 2 /ili+an /engobatan< hormon% den(an tindakan 6edah atau kom6inasi keduanya.. Pengobatan dengan tindakan beda+ dilakukan/ada True Undes(ended Testis yang gagal dengan /engobatan +ormon dan E(to/i( testis*

2*.* Torsi Testis

Testi(ular torsion biasanya trejadi se(ara mendadak disetain rasa sakit yang merata /ada testis dan mengereras kurang dari 5 jam* Sering tan/a atau menurunnya (remasteri( re=leY* Kebanyakan sym/tom dari Torsi testis seru/a dengan in=eksi e/ididymitis*

!.!. Kelainan Testis - 3olume

KEGAGALAN PERKEMBANGAN

NEOPLASM
6

INFEKSI
2

KELAINAN VOLUME TESTIS


5

ATHROPH

PERUBAHAN VASCULAR

GANGGUAN HORMONAL

!.!.Kelainan Testis - 3olume


UROLOGIST

BEDAH

PEMBESARAN TESTIS N ERI TESTIS

ONCOLOGIST

ANDROLOGIST

G.P.

2*2*)*

U PS $"-X%T%S

2*2*)* S& PT$


1. 2. 3. 4. 5. 6.

$"-X%T%S

#esticu"ar en"ar(ement +nduration o$ the testis #enderness Erythematous scrota" skin Edematous scrota" skin En"ar(ed epididymis associated ;ith epididymo<orchitis

$"B%#%TASZ

$"TA!%TAS $"-X%T%S

um/s or(+itis saat ini jarang dijum/ai /ada anak usia kurang dari ); ta+un* $r(+itis adala+ kom/likasi /aling sering dari mum/s /ada /ria /ost:/ubertal< engenai sekitar .;K:2;K dari kasus um/s');K:2;K adala+ bilateral* $r(+itis biasanya terjadi ):. minggu setela+ /arotitis* #a/at terjadi atro=i Testis setela+ or(+itis< beru/a testis yang ke(il dan lembut< dalam waktu ) 9 . bulan* Unilateral testi(ular atro/+y terjadi /ada 5;K /asien dengan or(+itis* Jarang menjadi steril /ada kasus unilateral

2;K:4; K testis yang terkena menunjukkan adanya atro/+y testis* #alam bebera/a +ari /ertama dari in=eksi virus menyerang testis menimbulkan /eradangan /aren(+ymal< se/arasi tubuli semini=eri dan in=iltrasi /erivas(ular interstitial lym/+o(yte* tuni(a albugenia membentuk barrier mena+an oedema< dan mengakibatkan naiknya tekanan intratesti(ular menimbulkan atro/+y testis*

um/s or(+itis JA"AN, EN% BU!KAN sterilitas ta/i da/at menyebabkan sub=ertilitas* Xasil analisis semen oligos/ermia< aHoos/ermia< dan ast+enos/ermia* Penyakit unilateral or(+itis ini se(ara bermakna da/at< teta/i +anya sementara< menurunkan jumla+< motilitas< dan mor=ologi s/erma*

TESTIS ATROPH

1. ATHEROSCLEROTIC !. TAHAP AKHIR ORCHITIS ". CR PTORCHIDISM #. H POPITUTARISM $. MALNUTRISI %. OBSTRUKSI &. IRRADIASI '. PEMAKAIAN LAMA HORMON SEKS (ANITA ). E*HAUSTION+

ATROPH