Anda di halaman 1dari 22

PROGRAM

INTERNSIP DOKTER INDONESIA

OLEH :

DRG. KUSHAYATI KW

KEPALA BIDANG PSDK

DINAS KESEHATAN KABUPATEN JEMBER

25 JANUARI 2013

Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI)

2

  • Merupakan tahap pelatihan keprofesian

praregistrasi berbasis kompetensi pelayanan primer guna memahirkan kompetensi yang telah dicapai setelah memperoleh kualifikasi

sebagai dokter melalui pendidikan kedokteran

dasar.

  • Di Indonesia PIDI dilaksanakan oleh Komite

  • 3 Intenrsip Dokter Indonesia (KIDI) yang berada

di tingkat pusat dan provinsi.

  • Waktu pelaksanaan satu tahun di wahana rumah sakit dan puskesmas. Pembiayaan difasilitasi oleh pemerintah atau swasta.

Tujuan Program Internship Umum : Meningkatkan kesempatan dokter baru lulus program studi dokter untuk mengaplikasikan pengetahuan,
Tujuan Program Internship
Umum :
Meningkatkan kesempatan dokter baru lulus program
studi
dokter untuk mengaplikasikan pengetahuan,
keterampilan
dan sikap yang diperoleh selama pendidikan, dalam
pelayanan primer dengan pendekatan kedokteran
keluarga
kepada pasien, dalam rangka penyelarasan antara
hasil
pendidikan dengan praktik di lapangan dalam
kemahiran
melayani pasien secara profesional.
Tujuan Program Internship
Tujuan Program Internship
Tujuan Program Internship Khusus : Memberikan kesempatan kepada dokter baru lulus program studi dokter untuk: Mengintegrasikan

Khusus :

Memberikan kesempatan kepada dokter baru lulus program studi dokter untuk: Mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang
Memberikan kesempatan kepada dokter baru lulus
program studi dokter untuk:
Mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan dan sikap
yang diperoleh selama pendidikan dan
mengaplikasikannya dalam pelayanan primer.
Mengembangkan keterampilan medis-teknis (klinis dan
sosial-preventif), serta pribadi dan profesi yang menjadi
dasar praktik kedokteran.
Memikul tanggung jawab pelayanan pasien sesuai
dengan kewenangan yang diberikan.

LANJUTAN……………………………… ..

6

Meningkatkan kemampuan membuat keputusan profesional dalam pelayanan pasien secara memadai dan pemanfaatan layanan diagnostik dan konsultasi.
Meningkatkan kemampuan membuat keputusan
profesional dalam pelayanan pasien secara
memadai dan pemanfaatan layanan diagnostik
dan konsultasi.
LANJUTAN……………………………… .. 6 Meningkatkan kemampuan membuat keputusan profesional dalam pelayanan pasien secara memadai dan pemanfaatan layanan
Bekerja dalam batas kewenangan hukum dan etika.
Bekerja dalam batas kewenangan hukum dan etika.
LANJUTAN……………………………… .. 6 Meningkatkan kemampuan membuat keputusan profesional dalam pelayanan pasien secara memadai dan pemanfaatan layanan
Berperan aktif dalam tim pelayanan kesehatan multidisiplin
Berperan aktif dalam tim pelayanan kesehatan
multidisiplin
LANJUTAN……………………………… .. 6 Meningkatkan kemampuan membuat keputusan profesional dalam pelayanan pasien secara memadai dan pemanfaatan layanan
Memperoleh pengalaman dan mengembangkan strategi dalam menghadapi tuntutan profesi dan pribadi yang berkaitan dengan fungsinya sebagai
Memperoleh pengalaman dan mengembangkan
strategi dalam menghadapi tuntutan profesi dan
pribadi yang berkaitan dengan fungsinya sebagai
praktisi medis.

Sasaran akhir Program Internsip :

7

Sasaran akhir Program Internsip adalah menerapkan serta memahirkan kompetensi

yang telah diperoleh selama pendidikan, dalam rangka penyelarasan antara hasil

pendidikan dan praktik di lapangan.

Penjadwalan Kegiatan Kegiatan dilakukan selama 12 bulan di wahana Internsip yang telah ditentukan berupa kegiatan 8
Penjadwalan Kegiatan
Kegiatan dilakukan selama 12 bulan di wahana Internsip yang telah
ditentukan berupa kegiatan 8 bulan di ruang rawat inap, rawat jalan
(poliklinik) dan UGD Rumah Sakit, serta 4 bulan di Puskesmas.
1.
Rumah Sakit 8 bulan
Rawat Jalan & Rawat Inap
1.
Medik
2.
Bedah
3.
Kejiwaan
4.
UGD
3.
Puskesmas 4 bulan
Rawat Jalan/Inap
1.
Poli umum
2.
Kunjungan rumah
3.
Paliatif
4.
Ceramah kesehatan
5.
Dinas luar
Kegiatan Peserta Lingkup Melakukan layanan primer dengan pendekatan Dokter Keluarga pada pasien secara pofesional yang meliputi
Kegiatan Peserta
Lingkup
Melakukan layanan primer dengan pendekatan Dokter
Keluarga pada pasien secara pofesional yang meliputi kasus
medik dan bedah, kedaruratan dan kejiwaan baik pada anak,
dewasa dan lanjut usia
1.
Melakukan konsultasi dan rujukan
1.
Melakukan kegiatan ilmiah medik
2.
Melakukan kegiatan kesehatan masyarakat
Bentuk
-
Praktik
-
Presentasi
-
Pengisian buku log
Wahana Pelatihan Internship Jenis Sarana Pelayanan Kesehatan Wahana Internship Dokter * Rumah Sakit Kelas C dan

Wahana Pelatihan Internship

  • Jenis Sarana Pelayanan Kesehatan Wahana Internship Dokter

* Rumah Sakit Kelas C dan D, dilakukan pada - Unit yang memberikan pelayanan kedokteran primer
*
Rumah Sakit Kelas C dan D, dilakukan pada
-
Unit yang memberikan pelayanan kedokteran primer
secara komprehensif (4 bulan)
-
Unit Gawat Darurat (4 bulan)
*
Puskesmas dan/atau puskesmas dengan perawatan (4
bulan)
(Klinik Layanan Primer lainnya milik Pemerintah dan
Swasta)
Wahana Pelatihan Internship Jenis Sarana Pelayanan Kesehatan Wahana Internship Dokter * Rumah Sakit Kelas C dan

Organisasi Program Internsip Dokter Indonesia :

11

  • Penyelenggaraan Program Internsip

dilaksanakan oleh Komite Internsip Dokter Indonesia (KIDI), yang terdiri atas KIDI Pusat dan KIDI Provinsi. KIDI Pusat terdiri atas unsur-unsur Kemenkes, KKI, Kolegium Dokter, Institusi Pendidikan Kedokteran, IDI, dan Asosiasi Rumah Sakit.

Organisasi Program Internsip Dokter Indonesia :

  • 12 Struktur organisasi KIDI Pusat

Organisasi Program Internsip Dokter Indonesia : 12 Struktur organisasi KIDI Pusat

Tugas Peserta Program Internsip Dokter Indonesia

13

Kegiatan Peserta Program Internsip Dokter Indonesia al :

  • Melakukan layanan kesehatan primer dengan pendekatan kedokteran keluarga pada pasien secara profesional yang meliputi kasus medik, kasus bedah, kedaruratan, kejiwaan baik pada anak, dewasa dan usia lanjut, pada keluarga maupun pada masyarakat secara holistik, terpadu dan paripurna.

  • Melakukan konsultasi dan rujukan.

  • Melakukan kegiatan ilmiah medis dan non medis

  • Melakukan program-program kesehatan sebagai upaya meningkatkan kesehatan masyarakat

Tugas Pendamping Internsip Dokter Indonesia

14

  • Setiap peserta Internsip didamping oleh seorang dokter pendamping yang uraian tugasnya melakukan supervisi layanan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) khususnya Pelayanan Kesehatan perorangan Primer (PKPP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) khususnya Pelayanan Kesehatan Masyarakat Primer (PKMP) guna meningkatkan pengalaman dan pemahiran Peserta

Pendamping :

15

  • Seorang Pendamping dapat mendampingi

maksimum lima (5) Peserta Internsip pada waktu bersamaan. Pendamping akan memperoleh Sertifikat Pelatihan Pendamping dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur,

Kementerian Kesehatan sebesar 40 JPL yang setara dengan 1 sks,.

  • Selama pendampingan, peserta internsip bertanggung jawab penuh atas tindakan keprofesian yang dilakukannya.

16

MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA

Kriteria Pencapaian Kinerja Mengelola kasus dengan jumlah dan jenis yang cukup, dengan sebaran imbang Dalam masa
Kriteria Pencapaian Kinerja
Mengelola kasus dengan jumlah dan jenis yang cukup, dengan sebaran
imbang
Dalam masa satu tahun, secara keseluruhan telah menangani sekurang-
kurangnya 400 pasien.
Berdasarkan umur:
Bayi – anak
Dewasa (15-60 th)
Tua (>60 th)
25-40%
40-60%
15-25%
Berdasarkan jenis kelamin:
Kasus laki-laki dan perempuan
50% + 10%
Berdasarkan kelompok:
Medik
50-60%
Bedah
40-50%
Kegawat-daruratan
5-
20%
Kejiwaan
1-
5%

Dicatat dalam lo book

sedikit setia

3 bulan dila orkan ke

PENILAIAN PESERTA INTERNSIP * Penilaian peserta dilakukan oleh pendamping * Secara informal pendamping memperoleh masukan dari

PENILAIAN PESERTA INTERNSIP

* Penilaian peserta dilakukan oleh pendamping * Secara informal pendamping memperoleh masukan dari pemangku kepentingan terkait,
*
Penilaian peserta dilakukan oleh pendamping
*
Secara informal pendamping memperoleh masukan dari
pemangku kepentingan terkait, antara lain sejawat lain, tenaga
kesehatan lain, masyarakat dan pasien
*
Penilaian kinerja didapat dari ;
-
observasi oleh pendamping dan pemangku kepentingan
terkait pada kinerja peserta terhadap
-
perilaku
-
kompetensi medik
-
komunikasi
-
kepribadian
-
pofesionalisme
-
penilaian buku log, laporan kasus dan portofolio.
Penerbitan Surat Tanda Registrasi • Pada akhir penugasan, Pendamping melakukan penilaian untuk memastikan pencapaian tujuan program

Penerbitan Surat Tanda Registrasi

• Pada akhir penugasan, Pendamping melakukan penilaian untuk memastikan pencapaian tujuan program internsip. • Peserta yang
Pada akhir penugasan, Pendamping melakukan penilaian
untuk memastikan pencapaian tujuan program internsip.
Peserta yang telah menyelesaikan seluruh internsip akan
mendapatkan Surat Laporan Pelaksanaan Internsip yang:
-
ditandatangani oleh Pendamping dan Koordinator Wahana
-
ditujukan kepada KIDI Pusat yang akan menerbitkan Surat
Tanda Selesai Internsip (STSI)
Komite Internsip Dokter Pusat mengirimkan STSI ke KKI
dengan tembusan ke Kolegium Dokter Indonesia.
Berdasarkan STSI dan Sertifikat Kompetensi yang telah
diterbitkan Kolegium Dokter Indonesia, Konsil Kedokteran
Indonesia akan menerbitkan Surat Tanda Registrasi.

SANKSI

Apabila terjadi pelanggaran etik dan disiplin selama

  • 20 mengikuti Internsip, Peserta akan diberi sanksi sesuai dengan norma etik profesi dan disiplin. Sanksi etik dan disiplin dapat berupa:

1.Sanksi

administratif

yang

diberikan

oleh

koordinator

wahana kepada peserta yang melakukan pelanggaran ketentuan atau peraturan wahana

2. Sanksi etik sebagai dokter mengacu kepada Kode Etik Kedokteran Indonesia.

Lanjutan………….Sanksi

3.Sanksi disiplin sebagai dokter mengacu kepada Buku

  • 21 Penerapan Disiplin dari MKDKI. Sanksi disiplin sebagai peserta internsip mengacu pada Buku Pedoman Peserta Program Internsip Dokter Indonesia Bab III Tata Tertib Peserta Sub Bagian Klasifikasi pelanggaran tata tertib, Pembinaan dan Pemberian sanksi

4.Sanksi Pelanggaran hukum mengacu pada prosedur dan

keputusan hukum. Selama proses penyidikan, maka

Peserta Internsip ditunda pelaksanaannya sampai mempunyai kekuatan hukum yang tetap.

Terima-kasih