Anda di halaman 1dari 19

INFERTILITAS

Oleh kelompok 4: Bella Silvia Weni Fitri Amelia Hardini Syarwatika Indra wahyudi Sukma Ayu Ningsih

Defenisi
Infertilitas di defenisikan sebagai ketidak mampuan pasangan untuk mencapai kehamilan setelah 1 tahun hubungan seksual tanpa pelindung (Keperawatan Medikal Bedah) Infertilitas (pasangan mandul) adalah pasangan suami istri yang telah menikah selama satu tahun dan sudah melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi, tetapi belum memiliki anak. (Sarwono, 2000).

Cont..

Infertilitas adalah pasangan yang telah kawin dan hidup harmonis serta berusaha selama satu tahun tetapi belum hamil. (Manuaba, 1998). Infertilitas adalah ketidakmampuan untuk hamil dalam waktu satu tahun. Infertilitas primer bila pasutri tidak pernah hamil dan infertilitas sekunder bila istri pernah hamil. (Siswandi, 2006). Pasangan infertil adalah suatu kesatuan hasil interaksi biologik yang tidak menghasilkan kehamilan dan kelahiran bayi hidup.

Etiologi
Penyebab Infertilitas pada perempuan (Istri): a. Faktor penyakit
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Endometriosis Infeksi Panggul Mioma Uteri Polip Kista Saluran telur yang tersumbat Sel telur

b. Faktor fungsional 1. Gangguan system hormonal wanita dan dapat di sertai kelainan bawaan (immunologis) 2. Gangguan pada pelepasan sel telur (ovulasi) 3. Gangguan pada leher rahim, uterus (rahim) dan Tuba fallopi (saluran telur) 4. Gangguan implantasi hasil konsepsi dalam rahim.

Penyebab infertilitas pada pria (suami): a. Kelainan pada alat kelamin 1. Hipospadia yaitu muara saluran kencing letaknya abnormal, antara lain pada permukaan testis 2. Ejakulasi retrograd yaitu ejakulasi dimana air mani masuk kedalam kandung kemih 3. Varikokel yaitu suatu keadaan dimana pembuluh darah menuju bauh zakar terlalu besar, sehingga jumlah dan kemampuan gerak spermatozoa berkurang yang berarti mengurangi kemampuannya untuk menimbulkan kehamilan 4. Testis tidak turun dapat terjadi karena testis atrofi sehingga tidak turun

b. Kegagalan fungsional 1. Kemampuan ereksi kurang 2. Kelainan pembentukan spermatozoa 3. Gangguan pada sperma c. Gangguan di daerah sebelum testis (pretesticular) d. Gangguan di daerah testis (testicular) e. Gangguan di daerah setelah testis (posttesticular) f. Tidak adanya semen g. Kurangnya hormon terstosteron

Penyebab pada suami dan istri a. Gangguan pada hubungan seksual. Kesalahan teknik sanggama dapat menyebabkan penetrasi tak sempurna ke vagina, impotensi, ejakulasi prekoks, vaginismus, kegagalan ejakulasi, dan kelainan anatomik seperti hipospadia, epispadia, penyakit Peyronie. b. Faktor psikologis antara kedua pasangan (suami dan istri) 1. Masalah tertekan karena sosial ekonomi belum stabil 2. Masalah dalam pendidikan 3. Emosi karena didahului orang lain hamil

Manifestasi Klinis
1. a) b) c)

d)
e) f) g)

Perempuan Terjadi kelainan system endokrin Hipomenore dan amenore Diikuti dengan perkembangan seks sekunder yang tidak adekuat menunjukkan masalah pada aksis ovarium hipotalamus hipofisis atau aberasi genetik Wanita dengan sindrom turner biasanya pendek, memiliki payudara yang tidak berkembang,dan gonatnya abnormal Wanita infertil dapat memiliki uterus Motilitas tuba dan ujung fimbrienya dapat menurun atau hilang akibat infeksi, adhesi, atau tumor Traktus reproduksi internal yang abnormal

b. Laki-laki 1. Riwayat terpajan benda-benda mutan yang membahayakan reproduksi (panas, radiasi, rokok, narkotik, alkohol, infeksi) 2. Status gizi dan nutrisi terutama kekurangan protein dan vitamin tertentu 3. Riwayat infeksi genitorurinaria 4. Hipertiroidisme dan hipotiroid 5. Tumor hipofisis atau prolactinoma 6. Disfungsi ereksi berat 7. Ejakulasi retrograt

8. Hypo/epispadia 9. Mikropenis 10. Andesensus testis (testis masih dalam perut/dalam liat paha 11. Gangguan spermatogenesis (kelainan jumla, bentuk dan motilitas sperma) 12. Hernia scrotalis (hernia berat sampai ke kantong testis) 13. Varikhokel (varises pembuluh balik darah testis) 14. Abnormalitas cairan semen

Dampak Infertilitas
1. Efek emosional pada pasangan Perempuan Kaum wanita mungkin menjadi salah satu pihak yang paling rentan mengalami masalah emosional. Bagi mereka, hanya kehadiran seorang anaklah yang dapat memberikan segala kebahagiaan. Depresi pada wanita yang menderita infertilitas setara dengan depresi pada pasien yang menderita kanker atau penyakit jantung.

2. Efek psikologis pada pasangan pria

Sebagian besar pria lebih mampu menjaga dan menyimpan emosi dan gagal untuk mengekspresikan kesedihan mereka. Pria berpikir bahwa mereka harus menjadi pribadi yang kuat dalam keluarga dan karenanya mereka tidak pernah menunjukkan tanda-tanda kelemahan. Mereka datang untuk mendukung dan menghibur pasangan wanita mereka meskipun ia sebetulnya sama-sama merasa hancur. Namun, masalah biasanya akan muncul ketika pria tersebut mengetahui bahwa dirinya memiliki masalah infertilitas. Sebagai pria, mereka merasa terluka dan cenderung berubah jadi liar. Hal ini terkadang mempengaruhi hubungan suami-istri dalam keluarga.

3. Efek pada pasangan dan orang lain Infertilitas memiliki dampak psikologis yang besar pada hubungan pasangan suami-istri. Mereka merasa bertanggung jawab untuk setiap kesusahan orang lain atau pasangan. Ketika mereka tidak bisa menyalahkan satu sama lain, pertengkaran akan pecah pada halhal konyol dan segalanya menjadi lebih buruk. Tapi hal yang berlawanan juga bisa terjadi. Permasalahan ini mungkin akan membuat pasangan menjadi lebih dekat dan memperkuat hubungan mereka karena samasama merasakan kesedihan.

4. Efek pada keluarga Efek emosional dari infertilitas pada keluarga secara keseluruhan tidak dapat dikesampingkan begitu saja. Kebanyakan pasangan biasanya gagal untuk memahami apa masalah yang sebenarnya terjadi dan mulai menyalahkan pihak wanita. Hindari untuk saling menyalahkan. Baik pasangan atau keluarga seharusnya mendukung satu sama lain, karena tidak ada seorang pun yang ingin mengalami hal ini.

Cara Pengobatan
1. Pemberian antibiotik Pemberian antibiotik diberikan pada pria yang memiliki gangguan infeksi traktus genitalis yang menyumbat vas deferens atau merusak jaringan testis. 2. Pembedahan Tindakan pembedahan dapat dilakukan pada pasien mioma dan tuba yang tersumbat. Tindakan pembedahan ini akan meninggalkan parut yang dapat meyumbat atau menekuk tuba sehingga akhirnya memerlukan pembedahan untuk mengatasinya. 3. Terapi Terapi dapat dilakukan pada penderita endometriosis. Terapi endometriosis terdiri dari menunggu sampai terjadi kehamila sendiri, pengobatan hormonal,atau pembedahan konservatif.

4. Tindakan pembedahan /operasi Varikokel. Tindakan yang saat ini dianggap paling tepat adalah dengan operasi berupa pengikatan pembuluh darah yang melebar (varikokel) tersebut. Suatu penelitian dengan pembanding menunjukkan keberhasilan tindakan pada 66 % penderita berupa peningkatan jumlah sperma dan kehamilan, dibandingkan dengan hanya 10 % pada kelompok yang tidak dioperasi. 5. Memberikan suplemen vitamin Infertilitas yang tidak diketahui penyebabnya merupakan masalah bermakna karena meliputi 20 % penderita. Penanggulangannya berupa pemberian beberapa macam obat, yang dari pengalaman berhasil menaikkan jumlah dan kualitas sperma. Usaha menemukan penyebab di tingkat kromosom dan keberhasilan manipulasi genetik tampaknya menjadi titik harapan di masa datang.

6. Tindakan operasi pada penyumbatan di saluran sperma Bila sumbatan tidak begitu parah, dengan bantuan mikroskop dapat diusahakan koreksinya. Pada operasi yang sama, dapat juga dipastikan ada atau tidaknya produksi sperma di buah zakar. 7. Menghentikan obat-obatan yang diduga menyebabkan gangguan sperma. 8. Menjalani teknik reproduksi bantuan Dalam hal ini adalah inseminasi intra uterin dan program bayi tabung. Tindakan inseminasi dilakukan apabila ada masalah jumlah sperma yang sangat sedikit atau akibat masalah antobodi di mulut rahim. Pria dengan jumlah sperma hanya 5-10 juta/cc (dari normal 20 juta) dapat mencoba inseminasi buatan.

THANKS