Anda di halaman 1dari 62

PRAKTEK KEDOKTERAN KELUARGA I

Hibsah Ridwan Bidang Ilmu Kedokteran Komunitas dan Kedokteran Keluarga (IK2K)

14-11-2011

Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor)

14-11-2011

Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor)

Jumlah dokter yang bukan spesialis tidak kurang dari 65.000 orang setiap tahun meluluskan sekitar 5000-6000 dokter baru kualitas lulusan FK dan pelayanan dokter primer sangat bervariasi PDKI bermaksud meningkatkan kualitas dokter pelayanan primer Indonesia agar setara dengan dokter pelayanan primer di negara-negara lainnya
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 3

Internasional
1923. Dr.Francis Peabody mulai merasakan bahwa kedokteran modern telah terkotak-kotak sehingga membutuhkan adanya dokter generalist 1950an masa jaya spesialistis, sangat sedikit dokter yang mau menjadi generalist 1960an awal, pemuka-pemuka generalist mulai mendengungkan pentingnya generalist sebagai suatu specialist 1966 dipublikasikannya konsep bahwa generalist merupakan suatu spesialisasi baru di tingkat primer 1969 berdiri American Board of Family Practice yang kemudian berubah menjadi American Board of Family Medicine Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Textbook of Family Medicine, Rakel,2nd
Ridwan, FKUMP, editor)

14-11-2011

ed,2007

Reformasi Kesehatan
Perubahan sistem pelayanan kesehatan di Indonesia melalui reformasi kesehatan dengan dicanangkannya Pembangunan Nasional Berwawasan Kesehatan sebagai visi Indonesia sehat 2010. Gerakan ini mengubah paradigma sakit ke paradigma sehat Mindset paradigma sehat adalah adalah menempatkan nilai sehat dan bugar serta upaya memelihara kesehatan jauh diatas nilai sakit dan upaya mengobatinya, baik dilihat secara makro maupun mikro.
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 5

Ada 3 pilar utama yang menompang visi Indonesia sehat :


1. Perilaku Sehat 2. Lingkungan sehat 3. Pelayanam Kesehatan yang bermutu

Diberlakukannya UUPK dan UUSJSN menjadi tonggak penting dalam membangun pilar pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan diwarnai dengan asuransi kesehatan sosial, praktik kedokteran menjadi lebih tertata.
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 6

Sistem Pelayanan Kesehatan Terpadu (SPKT) dapat memberikan pelayanan Kedokteran yang menyeluruh, berjenjang, sinambung, berkeadilan, merata, bermutu, terjangkau dan saling terkait yang merupakan bagian dari pelayanan kesehatan secara keseluruhan Dokter keluarga merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan terpadu. SPKT disebut juga sistem pelayanan primer
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 7

Landasan Hukum
1. UUD 1945.memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. 2. UU No 23 tahun 1992 tentang kesehatan.setiap warga negara berhak memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.. 3. Kepmenkes No. 131/MENKES/SK/II/2004, tentang SKN.penyelenggaraan UKP strata pertama akan diserahkan pada masyarakat dengan menerapkan konsep dokter keluarga, kecuali didaerah terpencil yang masih dipadukan dengan pelayanan Puskesmas
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 8

4. PP RI No. 7 tahun 2005 RPJMN (2004-2009) telah memasukkan pengembangan pelayanan kedokteran keluarga. 5. KepMenkes No. 331/Menkes/SK/V/2006penjabaran PP diatas, dimana pelayanan dokter keluarga harus segera diujicobakan. 6. UU No 29/2004 tentang UUPK..setiap dokter menjalankan praktik kedoktern untuk selalu meningkatkan pengetahuan, menerapkan kendali mutu dan kendali biaya, mengikuti standar pelayanan yan berlaku. 7. UU No 32/ 2006.Pemda bertanggug jawab dalam melaksanakan amanat UUD 45 agar tersedia pelayanan kesehatan bagi rakyatnya.
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 9

Organisasi
1978 perwakilan Indonesia berkunjung ke Philippines setelah disana terbentuk Philippines Board of family physician 1979 terbit bunga rampai dokter keluarga Indonesia oleh Kelompok Studi Dokter Keluarga Indonesia

1983 berdiri Kolegium Dokter Keluarga Indonesia


1997 diubah namanya menjadi Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia 2006 berdiri Kolegium Ilmu Kedokteran Keluarga Indonesia

2007 KIKK bergabung dengan Kolegium Dokter Indonesia menjadi Kolegium Dokter dan Dokter Keluarga Indonesia atas arahan Ketua IDI yang menganjurkan agar profesi di tingkat primer sebaiknya menjadi satu
2008 program konversi dokter praktik umum menjadi dokter keluarga dimulai

14-11-2011

Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor)

10

Pendidikan
1979 FKUI memasukkan materi kedokteran keluarga dalam pendidikan mahasiswa kedokteran 2001 semua FK (38) sepakat bahwa materi kedokteran keluarga harus masuk dalam kurikulum 2003 terdapat 3 FK yang memiliki kegiatan pendidikan kedokteran keluarga dan dalam lokakarya 38 FK menyepakati materi kedokteran keluarga dalam tahap preklinik dan tahap klinik 2004 lokakarya perencanaan kepaniteraan kedokteran keluarga untuk mahasiswa kedokteran 2004 disusun kurikulum berbasis kompetensi untuk seluruh Indonesia yang bertujuan meluluskan dokter primer dengan pendekatan kedokteran keluarga
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 11

14-11-2011

Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor)

12

SISTEM PELAYANAN DOKTER KELUARGA

Diagram SPDK Motto PDKI Karir profesional dokter Perubahan paradigma Istilah dan definisi
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 13

Diagram SPDK
DK Pasien DSp.

PKB
Regula tor
Farmasi
14-11-2011

Askes

Peran masingmasing Tujuan bersama Kerjasama seluruh komponen sistem Good will semua pihak
PKB = Pelayanan Kesehatan Bermutu

Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor)

14

Karir profesional Dokter


Dokter
DPU

Spesialisasi
Konversi CPD (Profesi)

Dokter Spesialis DK MFM

Akademik

?
14-11-2011

Spesialisasi Akademik Profesional


Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor)

Spesialis Famili Medisin SpFM


15

Change Paradigm
Primary Care Doctor Secondary Care Doctor Medical ethics Medical ethics The sky the limit Specialty focused Primary care clinical Secondary care clinical Skills procedures procedures Performance focus 5 levels of prevention Disease elimination Ranah layanan Primer Sekunder It was: a bit of knowledge from a lot of Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah disciplines 14-11-2011 16 Ridwan, FKUMP, editor) Professionalism Attitude Knowledge

Istilah dan Definisi


Dokter Praktik Umum (DPU), Dokter Keluarga (DK), Dokter Layanan Primer (DLP), Spesialis Famili Medisin (SpFM) sebenarnya sama ranah krida pelayanannya yaitu Peleyanan Kesehatan Primer DK dan SpFM
Spesialis pelayanan primer tempat kontak pertama secara personal pasien dengan dokter, untuk menyelesaikan semua masalah kesehatan secara personal, baik yang bersifat fisik maupun psikologis, sedini dan sedapat mungkin, tanpa memandang golongan usia, jenis kelamin, jenis penyakit, sistem organ, maupun status sosial, secara komprehensif, kontinu, koordinatif menggunakan pendekatan holistik sebatas kewenangan layanan primer yang dimiliki.
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 17

Dokter yang baru lulus di Indonesia


Dokter Layanan Primer yang dapat menerapkan pendekatan kedokteran keluarga Dokter Layanan Primer Dasar Ilmu Kedokteran Pelayanan Primer dasar Basic Medical Doctor (WFME) Ilmu dan keterampilan medis dasar

Enam tahun pendidikan dokter tidak memungkinkan seluruh ilmu dan keterampilan pelayanan primer diajarkan, dilatihkan, dan dikuasai
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 18

DPU
Deskripsi tentang cakupan layanan

DK
Deskripsi tentang pendekatan dalam menanganani masalah medis (9 prinsip pelayanan DK)

Dokter Layanan Primer


Deskripsi peringkat kewenangan (sebatas pelayanan primer)
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 19

KOMPETENSI DOKTER KELUARGA

Standar pendidikan Peringkat profesionalisme Dokter Layanan Primer Pelayanan DPU dan DK

14-11-2011

Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor)

20

Standar Pendidikan DK
Paket A
Konsep Kedokteran keluarga

Paket B
Manajemen Klinik DK

Paket C
Keterampilan klinis

Paket D
Keluasan wawasan ilmu dan penerapannya
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 21

Sembilan prinsip dasar pelayanan Dokter Keluarga


1 Pelayanan yang holistik dan komprehensif 2 Pelayanan yang kontinu 3 Pelayanan yang mengutamakan pencegahan 4 Pelayanan yang koordinatif dan kolaboratif

5 Penanganan personal bagi setiap pasien sebagai bagian integral dari keluarganya 6 Pelayanan yang mempertimbangkan keluarga, lingkungan kerja, dan lingkungan tempat tinggalnya 7 Pelayanan yang menjunjung tinggi etika dan hukum
8 Pelayanan yang dapat diaudit dan dapat dipertangungjawabkan 9 Pelayanan yang sadar biaya dan sadar mutu
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah 22 Standar Kompetensi Dokter Keluarga, PDKI, 2007 Ridwan, FKUMP, editor)

Definition of Primary Care:


The setting within a health care system, usually in the patients own community in which the first contact with the health professional occurs

The European Definition of General Practitioners/Family Medicine, WONCA Europe, 2002


14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 23

Kompetensi DK
Kompetensi Dokter Keluarga Kompetensi dokter lulusan FK Kompetensi Dokter Keluarga Konsultan Intensifikasi Intensifikasi

14-11-2011

Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor)

24

Jalur Pendidikan & Pelatihan DK


Tahapan dalam pendidikan kedokteran
PhD/ Doctoral Master/magister
2,5-3 years 1-2 years 2-5 years

Sub Specialist
2-5 years

Family physician consultant


2-5 years

Specialist
3-5 years

Family physician

MD
Profession 1,5 year + internship 1 year

Medical graduate
3,5 years

High school
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 25

Pendidikan Dokter Keluarga di Indonesia bukanlah pendidikan yang melalui program pendidikan spesialisasi, namun merupakan pendidikan dalam praktik di komunitas yang dipadukan dengan program P2KB.
Rencana penyelenggaraan pendidikan Dokter Keluarga di Indonesia adalah: Terjangkau, dalam pembiayaan dan tempat oleh sebagian besar dokter praktek umum di Indonesia Berkualitas, sesuai dengan kualitas dokter keluarga internasional Dapat dimonitor oleh PDKI dan organisasi lain yang berwenang Terakreditasi oleh institusi akreditasi yang dapat dipercaya Dapat diterima oleh semua pihak yang terkait Membantu pengefisienan pelayanan dan pembiayaan kesehatan di Indonesia

Membantu meningkatkan derajat kesehatan di Indonesia


14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 26

Langkah konkrit untuk memfasilitasi program Pendidikan Dokter Keluarga untuk dapat dilaksanakan di seluruh Indonesia. 1. Menyusun dan menetapkan Kurikulum Pendidikan Dokter Keluarga Indonesia
2. Menyusun dan menetapkan Standar Akreditasi Penyelenggara Pendidikan & Pelatihan Dokter Keluarga Indonesia 3. Membentuk Pusat-Pusat Pelatih dan Assesor Dokter Keluarga pada institusi-institusi pendidikan dokter yang telah mengembangkan Ilmu Kedokteran Keluarga 4. Membentuk Sistim Informasi Pelatihan Dokter Keluarga yang terhubung dengan seluruh penyelenggara pendidikan dan pelatihan yang telah terakreditasi di seluruh Indonesia 5. Memberdayakan PDKI dan cabang-cabangnya untuk menjaga mutu penyelenggaraan pendidikan dokter keluarga dan pelayanan dokter keluarga di wilayahnya 6. Memfasilitasi peningkatan kolaborasi antara organisasi profesi - institusi pendididikan dokter - departemen kesehatan (tripartite) dalam hal penyelenggaraan pendidikan dokter 7. dll

14-11-2011

Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor)

27

Pengembangan Pelayanan Primer


Pelayanan Primer harus berubah disebabkan :
1. 2. 3. 4. Kendali mutu dan kendali biaya tidak terkontrol Besarnya masalah kesehatan Kelemahan sistem nasional Komitment politik yang tidak mendukung

14-11-2011

Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor)

28

Rakel (2006)
The most cost-effective health care system depend on a strong primary care base. The United States has the most expensive health care system in the world but ranks among the worst in over all quality of care because of its weak primary care base.
(Sistem pelayanan kesehatan yang paling costeffective bergantung pada dasar pelayanan primer yang kuat. Amerika mempunyai sistem pelayanan kesehatan yang termahal di dunia tetapi peringkat kualitasnya secara umum tergolong yang paling buruk karena dasar pelayanan primernya yang lemah)
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 29

Why develop FD?


100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0

Denmark
Sweden

14-11-2011

Patient Satisfaction

USA Japan

Health care cost per capita


(OECD Data, 2002)
Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 30

Masalah kesehatan yang sangat berat:


Agenda yang belum terselesaikan (infeksi, MMR, IMR, malnutrisi, dsb) Muncul dan mewabahnya penyaikit baru (DHF, AIDS, Flu Burung, dsb) Muncul dan mewabahnya penyakit lama (TBC, Malaria, dsb)

Kelemahan Sistem Kesehatan Nasional


Pelayanan kesehatan: ketersediaan, keterjangkauan, dan kualitas Keterbatasan dana kesehatan SDM kesehatan yang kurang mamadai dalam hal pemanfaatan, pendayagunaan, dan sistem remunerasi

Komitmen politik yang tidak mendukung


Prioritas pembangunan di bidang kesehatan Dukungan dana APBN untuk kesehatan yang kurang memadai
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 31

Profesionalisme
Pernahkah diajarkan dalam pendidikan dokter?

Empat pilar profesionalisme


Perilaku Ilmu Keterampilan Kinerja

Dijabarkan menjadi:
7 area kompetensi Dokter

Diterapkan dalam bentuk:


9 prinsip pelayanan Dokter Keluarga

Untuk menjadi Dokter 5 bintang


Wujud pelayanan kesehatan bermutu
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 32

7 area kompetensi
1. Keterampilan Komunikasi efektif 2. Keterampilan klinik dasar 3. Keterampilan menerapkan dasar-dasar lmu biomedik, ilmu klinik, ilmu perilaku dan epidemiologi dalam praktek kedokteran keluarga 4. Keterampilan mengelola masalah kesehatan pada individu, keluarga ataupun masyarakat secara komprehensif, holistik, bersinambung, terkoordinir dan bekerja sama dalam konteks Pelayanan Kesehatan Primer 5. Mampu memanfaatkan, menilai secara kritis dan mengelola informasi 6. Mampu mawas diri dan belajar sepanjang hayat 7. Sadar etika, moral, dan profesionalisme dalam praktik
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 33

9 Prinsip Pelayanan DK
1. 2. 3. 4. 5. 6. Komprehensif dan holistik Kontinu Mengutamakan pencegahan Koordinatif dan kolaboratif Personal sebagai bagian integral dari keluarganya Mempertimbangkan keluarga, lingkungan kerja, dan lingkungan 7. Menjunjung tinggi etika, moral dan hukum 8. Sadar biaya dan sadar mutu 9. Dapat diaudit dan dipertangungjawabkan
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 34

Dokter 5 bintang
1. 2. 3. 4. 5. Care provider Decision maker Communicator Community leader Manager

14-11-2011

Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor)

35

Care provider
Penyelengara pelayanan kesehatan
Yang mempertimbangkan pasien secara holistik sebagai seorang individu dan sebagai bagian integral (tak terpisahkan) dari keluarga, komunitas, lingkungannya, dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi, komprehensif, kontinu, dan personal dalam jangka waktu panjang dalam wujud hubungan profesional dokter-pasien yang saling menghargai dan mempercayai. Pelayanan komprehensif yang manusiawi namun tetap dapat dapat diaudit dan dipertangungjawabkan
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 36

Decision maker
Pembuat keputusan
Yang melakukan pemeriksaan pasien, pengobatan, dan pemanfaatan teknologi kedokteran berdasarkan kaidah ilmiah yang mapan dengan mempertimbangkan harapan pasien, nilai etika, cost effectiveness untuk kepentingan pasien sepenuhnya. Membuat keputusan klinis yang ilmiah dan empatik
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 37

Communicator
Penghubung/penyampai pesan
Yang mampu memperkenalkan pola hidup sehat melalui penjelasan yang efektif sehingga memberdayakan pasien dan keluarganya untuk meningkatkan dan memelihara kesehatannya sendiri. Memicu perubahan cara berpikir menuju sehat dan mandiri kepada pasien dan komunitasnya

14-11-2011

Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor)

38

Community leader
Pemimpin masyarakat
Yang memperoleh kepercayaan dari komunitas pasien yang dilayaninya, menyearahkan kebutuhan kesehatan individu dan komunitasnya, memberikan nasihat kepada kelompok penduduk dan melakukan kegaiatan atas nama masyarakat. Menjadi panutan masyarakat

14-11-2011

Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor)

39

Manager of healthcare resources


Manajer SDM pelayanan kesehatan
Yang dapat berkerja secara harmonis dengan individu dan organisasi di dalam maupun di luar sistem kesehatan agar dapat memenuhi kebutuhan pasien dan komunitasnya berdasarkan data kesehatan yang ada. Menjadi dokter yang cakap memimpin klinik, sehat, sejahtera, dan bijaksana.

14-11-2011

Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor)

40

DEFINISI

Definisi DK banyak diperikan menggunakan ungkapan yang berbeda namun dasarnya sama yaitu profesionalisme

14-11-2011

Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor)

41

American Board of Family Medicine


Memandang DK sebagai generalis

Menyiapkan seorang generalis yang mumpuni memerlukan pelatihan komprehensif yang luas yang tidak mungkin dicapai dengan pengalaman belajar yang singkat dan tidak berarah (Kimbal and Young 1994) Simposium sporadis tidak banyak manfaatnya Generalist:
Menyelenggarakan pelayanan medis yang kontinu, komprehensif, koordinatif, kepada populasi tanpa memandang jenis kelamin, golongan usia, penyakit, ataupun sistem organ
Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor)

14-11-2011

42

Definisi Eropa 2005


Disiplin dan spesialisasi praktik umum atau kedokteran keluarga adalah:
Sebuah disiplin akademik dan keilmuan, dengan kurikulum khusus, termasuk riset, berbasis bukti, kegiatan klinis, dan spesialisasi klinis yang berorientasi pada pelayanan primer.

14-11-2011

Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor)

43

Karakteristik
Secara normal merupakan tempat kontak medis pertama dalam sebuah sistem pelayanan kesehatan, membuka dan menyelengarakan akses tak terbatas kepada penggunanya, menggarap semua masalah kesehatan, tanpa memandang golongan usia, jenis kelamin, atau karakter individual yang dialayani Memanfaatkan sumber daya secara efisien, melalui sistem pelayanan yang terkoordinasi , kerjasama dengan naramedis lainnya di layanan primer, dan mengatur keperluan akan layanan spesialis dan dibuka peluang untuk advokasi bagi pasien jika diperlukan
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 44

Mengembangkan person-centred approach berorientasi pada individu, keluarganya, dan komunitasnya. Mempunyai cara konsultasi yang unik yang menggambarkan hubungan dokter-pasien sepanjang waktu, melalui komunikasi efektif antara dokter-pasien Menyediakan layanan jangka panjang sesuai dengan kebutuhan pasien. Mempunyai proses pengambilan keputusan yang istimewa mempertimbangkan insidens dan prevalens penyakit di masyarakat.
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 45

Sekaligus menangani masalah kesehatan akut dan kronik setiap individu pasien Menangani penyakit yng masih belum jelas dalam fase diini, yang mungkin memerlukan intervensi segera. Meningkatkan taraf kesehatan dan kesejahteraan melaluin intervensi yang pas dan efektif. Mempunyai tanggung jawab khusus untuk kesehatan masyarakat. Mengelola masalahkesehatan dalam dimensi jasmani, rohani (psikologi) sosial,kultural, dan eksistensial.
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 46

The Specialty of General Practice/Family Medicine


General practitioners/family doctors are specialist physicians trained in the principles of the discipline. They are personal doctors, primarily responsible for the provision of comprehensive and continuing care to every individual seeking medical care irrespective of age, sex and illness. They care for individuals in the context of their family, their community, and their culture, always respecting the autonomy of their patients. They recognize they will also have a professional responsibility to their community. In negotiating management plans with their patients they integrate physical, psychological, social, cultural and existential factors, utilizing the knowledge and trust engendered by repeated contacts. General practitioners/family physicians exercise their professional role by promoting health, preventing disease and providing cure, care, or palliation. This is done either directly or through the services of others according to health needs and the resources available within the community they serve, assisting patients where necessary in accessing these services. They must take the responsibility for developing and maintaining their skills, personal balance and values as a basis for effective and safe patient care.

14-11-2011

Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor)

47

Definisi DK (PDKI)
Dokter Keluarga adalah tenaga kesehatan tempat kontak pertama pasien (di fasilitas/sistem pelayanan kesehatan) untuk menyelesaikan semua masalah kesehatan yang dihadapi tanpa memandang jenis penyakit, organologi, golongan usia, dan jenis kelamin sedini dan sedapat mungkin, secara paripurna, dengan pendekatan holistik, bersinambung, dan dalam koordinasi serta kolaborasi dengan profesional kesehatan lainnya, dengan mennerapkan prinsip pelayanan yang efektif dan efisien yang mengutamakan pencegahan serta menjunjung tinggi tanggung jawab profesional, hukum, etika dan moral. Layanan yang diselenggarakannya (wewenang) sebatas kompetensi dasar kedokteran yang diperolehnya selama pendidikan kedokteran dasar ditambah dengan kompetensi dokter layanan primer yang diperoleh melalui CME/CPD terstruktur atau program spesialisasi kedokteran keluarga.

14-11-2011

Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor)

48

Secara lebih singkat Dokter (Basic Medical Doctor) adalah


Dokter Praktik Umum Penyelenggara Pelayanan Primer Dasar dengan pendekatan kedokteran keluarga. Oleh karena itu mereka dapat berpraktik sebagai Dokter Keluarga sekalipun belum berpredikat DK di belakang namanya masing-masing.

Kompetensi sebagai dokter layanan primer sebatas yang diperoleh selama pendidikan, terbatas pada kedokteran dasar (basic medical knowledge and skills) artinya belum seluruh cakupan ilmu dan keterampilan Dokter Layanan Primer dikuasai dan dimahiri. Gelar profesional yang dapat digunakan adalah Dokter sesuai dengan peringkat kompetensi, kewenangan, dan cakupan layanannya.
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 49

Penjelasan
Secara lebih sederhana Dokter Keluarga dapat didefinisikan sebagai
Dokter Praktik Umum penyelenggara Pelayanan Primer Paripurna dengan pendekatan Kedokteran Keluarga.

Gelar DK adalah gelar profesi sementara gelar SpFM adalah gelar akademik professional karena untuk memperolehnya harus melakukan riset dan menyusun tesis selain peningkatan keterampilan klinis pelayanan primer
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 50

Proses Sertifikasi Pendidikan Dasar FK/PSPD

Kompetensi Dokter (Basic Medical Doctor)

Wewenang Praktisi pelayanan Primer Dasar, riset

Gelar -

Program Konversi

Dokter Keluarga

Praktisi pelayanan DK primer paripurna, Riset Praktisi pelayanan DK primer paripurna , Riset Praktisi pelayanan primer paripurna , Pengajar, Riset SpFM

Program CME/CPD Dokter Keluarga Program Spesialisasi KK/FM Dokter Keluarga, Pengampu , Pengajar, Riset, Dokter Keluarga Pengampu bidang Khusus FM , Riset Pengajar FM Pengampu FM , Riset, Pengajar FM

Konsultan FM

Praktisi pelayanan primer paripurna, Riset, SpFM(K) Konsultan, Pengajar Konsultan, Pangajar, Pengampu FM, Riset Pengajar FM MFM Doktor FM
51

Program Magister KK/FM


14-11-2011

Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor)

KEDOKTERAN KELUARGA:
Cabang Kedokteran Komunitas yang memberi perhatian khusus kepada kesehatan keluarga sebagai sebuah unit. Kedokteran Keluarga: Ilmu yang menekankan pentingnya pemberian pelayanan kesehatan yang personal, primer, komprehensif dan berkelanjutan (continuing) kepada individu dalam hubungannya dengan keluarga, komunitas, dan lingkungannya. (National University of Singapore, 2004) Istilah Lain: Primary Care Medicine, General Practice, Family Medicine Kedokteran Keluarga menekankan: keluarga sebagai unit sosial yang memberikan dukungan kepada individu. Masalah kesehatan pasien sering disebabkan oleh masalah pada keluarga Masalah kesehatan pasien dapat menyebabkan masalah kesehatan keluarga. Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah
Ridwan, FKUMP, editor)

14-11-2011

52

Beberapa nilai utama yang dianut dalam kedokteran keluarga (NUS, 2004):
Pelayanan berpusat pada pasien (patient centered care) dan perhatian khusus kepada hubungan dokter pasien Pendekatan Holistik: masalah penyakit pasien tidak hanya disebabkan dimensi fisik tetapi juga dari segi psikologi dan sosial (biopsiko-sosial) dari pasien, keluarga dan komunitasnya. Pendekatan holistik sangat penting pada zaman sekarang ketika teknologi tinggi kedokteran telah menyebabkan dehumanisasi pasien dan fragmentasi pelayanan kesehatan. Kedokteran Pencegahan: memberikan dampak kepada status kesehatan yang lebih panjang daripada kedokteran kuratif Mencakup semua usia (Life cycle): melayani pasien segala usia, sehingga disebut specialist in breadth Tempat pelayanan: Klinik, di rumah pasien, setting pelayana lainnya
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 53

Batasan/Definisi:

1. Pelayanan Dokter Keluarga 2. Dokter Keluarga/Family Practitioner 3. Ilmu Kedokteran Keluarga

14-11-2011

Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor)

54

Pelayanan Dokter Keluarga:


1. Pelayanan kedokteran yang menyeluruh/komprehensif yang memusatkan pelayanannya kepada keluarga sebagai suatu unit dimana tanggungjawab dokter terhadap pelayanan kesehatan tidak dibatasi oleh golongan umur atau jenis kelamin pasien, juga tidak oleh organ tubuh atau jenis penyakit tertentu saja (The American Academy of Family Physician, 1969) 2. Merupakan pelayanan spesialis yang luas yang bertitik tolak dari suatu pokok ilmu yang dikembangkan dari berbagai disiplin ilmu lainnya terutama ilmu penyakit dalam, ilmu kesehatan anak, ilmu kebidanan dan penyakit kandungan, ilmu bedah, ilmu kedokteran jiwa yang membentuk kesatuan yang terpadu, diperkaya dengan ilmu perilaku, biomedik dan klinik sehingga mampu mempersiapkan dokter untuk mempunyai peran unik dalam menyelenggarakan penatalaksanaan pasien, penyelesaian masalah, pelayanan konseling serta bertindak sebagai dokter pribadi yang mengkoordinasikan seluruh pelayanan kesehatan (The American Academy of Family Physician, 1969)
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 55

Rumusan pertama menunjuk pada karakteristik pelayanan, ditujukan untuk kepentingan penyelenggaraan pelayanan Rumusan kedua menunjuk pada penerapan disiplin ilmu, ditujukan untuk kepentingan pendidikan dan pelatihan

14-11-2011

Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor)

56

DOKTER KELUARGA/Family Physician/Family Doctor


1. Dokter yang dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berorientasi komunitas dengan titik berat kepada keluarga, ia tidak hanya memandang penderita sebagai individu yang sakit, tetapi sebagai bagian dari unit keluarga dan tidak hanya menanti secara pasif, tetapi bila perlu aktif mengunjungi penderita atau keluarganya (IDI, 1982) 2. Dokter yang memiliki tanggungjawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama serta pelayanan kesehatan yang menyeluruh/komprehensif yang dibutuhkan oleh semua anggota keluarga dan bila berhadapan dengan masalah kesehatan khusus yang tidak mampu ditanggulangi, meminta bantuan konsultasi dari dokter ahli yang sesuai (The American Board of Family Practice, 1969)

14-11-2011

Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor)

57

3. Dokter yang melayani masyarakat sebagai kontak pertama yang


merupakan pintu masuk ke sistem pelayanan kesehatan, menilai kebutuhan kesehatan total pasien dan menyelenggarakan pelayanan kedokteran perseorangan dalam satu atau beberapa cabang ilmu kedokteran serta merujuk pasien ke tempat pelayanan lain yang tersedia sementara tetap menjaga kesinambungan pelayanan, mengembangkan tanggungjawab untuk pelayanan kesehatan menyeluruh dan berkesinambungan serta bertindak sebagai koordinator pelayanan kesehatan, menerima tanggungjawab untuk perawatan total pasien termasuk konsultasi sesuai dengan keadaan lingkungan pasien yakni keluarga serta masyarakat ( The American Academic of General Practice, 1947) 4. Dokter yang menyelenggarakan pelyanan kesehatan personal, tingkat pertama, menyeluruh/comprehensive dan berkesinambungan kepada pasiennya yang terkait dengan keluarga, komunitas serta lingkungan di mana pasien tersebut berada (Singapore College of General Practitioners, 1987)
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 58

Ilmu Kedokteran Keluarga/Family Medicine


1. Ilmu yang mencakup seluruh spektrum ilmu kedokteran yang orientasinya adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang berkesinambungan dan menyeluruh kepada satu nkesatuan individu, keluarga dan masyarakat dengan memperhatikan faktor-faktor lingkungan, ekonomi dan sosial budaya (IDI, 1983) 2. IKK merujuk pada body of knowledge dari pelayanan dokter keluarga yang merupakan disiplin baru dari ilmu kedokteran yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan kesehatan khalayak secara lebih responsif dan bertanggungjawab (Charmichael, 1973) 3. Salah satu cabang dari ilmu kedokteran yang ditandai dengan terdapatnya suatu kelompok pengetahuan kedokteran yang bersifat khusus (WONCA, Manila, 1979)
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 59

4. Merupakan body of knowledge tentang fenomena yang dihadapi serta teknik yang dipergunakan oleh para dokter yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perseorangan pada tingkat pertama dan berkelanjutan (Whinney, 1969) 5. Sebuah pendekatan multidisipliner yang terpadu menuju pelayanan kesehatan yang menyeluruh dari unit keluarga (Sargent, 1967)

14-11-2011

Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor)

60

Daftar Pustaka 1. Al-Islam kemuhammadiyahan. Palembang: Universitas Muhammadiyah Palembang. 2. Azwar Azrul. 1996. Pengantar Pelayanan Dokter Keluarga. Jakarta : Yayasan Penerbitan Ikatan Dokter Indonesia. 3. Azwar Azrul, Gan Goh Lee, Wonodirekso Sugito. 2004. A Primer on Family Medicine Practice. Singapore : Singapore International Foundation. 4. Brown, D. 1976. Prescription for Primary Health Care : Community Guidebook. The Primary Care Development Project. Cornell University, Ithaca : New York. 5. Departemen Kesehatan RI (2000). Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 331/Menkes/SK/V/2000 tentang Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia Sehat 2010. DepKes RI : Jakarta. 6. Departemen Kesehatan RI (2004). Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 131/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional. DepKes RI : Jakarta. 7. Departemen Kesehatan RI (2004). Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 128/Menkes/SK/II/2004 tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat. DepKes RI : Jakarta. 8. Departemen Kesehatan RI (2006). Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 331/Menkes/SK/V/2006 tentang Rencana Strategis Departemen Kesehatan RI. DepKes RI : Jakarta. 9. Du Bois,G.C. 1990. The Bussiness of Medical Practice : A Canadian handbook. Ontario : Copp Clark Pitman. 10. Frohlich N, et al. 2006. Profiling Primary Care Physician Practice in Manitoba. Manitoba Center for Health Policy, Winnipeg.
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 61

11. Henry J, Lynan K.B. 2000. Managed care issues, dalam Financial Management for Medical Groups : A Resource for New and Experienced Managers, Second edition. MGMA Center for Research, Englewood. 12. Konsil Kedokteran Indonesia. 2006. Standar Pendidikan Profesi Dokter Indonesia. Jakarta. 13. MacStravic RE. 1978. Determining Health Needs. Health Administration Press, Ann Arbor Michigan. 14. Medical Economics. 1985. Ideal Physician-population Ratio dalam Encyclopedia of Practice and Financial Management. Alexandria. 15. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia. 2006. Materi Muktamar IDI XXVI Semarang 29 November 2 Desember 2006. Jakarta. 16. Pointer D.D, Alexande J.A. 1998. Loosening the Gordian Knot of Govermance in Integrated Health Care Delivery Systems, dalam Integrated Delivery Systems : Creations, Management, and Govermenc. Chicago : Health Administration Press 17. Pritchart P, Low K, Whalen M. 1984. Management in General Practice. London : Oxford University Press 18. Rios Mazure J. 1976. Regional planning of health facilities, dalam Approaches to Planning and Design of Health Care Facilities in Developing Areas. Geneva : World Health Organization. 19. Sekretariat Negara RI (2005). Peraturan Presiden RI Nomor 7 tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. 20. Soetono Gatot,dkk. 2000. Membangun Praktik Dokter Keluarga Mandiri. Jakarta : Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia. 21. Trisna D.V. 2006. Standar Pelayanan Dokter Keluarga dalam Laporan Pengembangan Dokter Keluarga Proyek HWS. Sekretariat HWS-IDI. Jakarta. 22. Undang-undang Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. 23. Undang-undang Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. 24. Wonodirekso S. 2006. Standar Profesi Dokter Keluarga dalam Laporan Pengembangan Dokter Keluarga Proyek HWS. Sekretariat HWS-IDI. Jakarta.
14-11-2011 Praktek Kedokteran Keluarga I (Hibsah Ridwan, FKUMP, editor) 62