Anda di halaman 1dari 47

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2012 TENTANG MANAJEMEN PENYIDIKAN TINDAK PIDANA DENGAN

RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan alat negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban, menegakkan hukum, memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka memelihara keamanan dalam negeri; bahwa dalam melaksanakan tugas penegakan hukum, penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia mempunyai tugas, fungsi, dan wewenang di bidang penyidikan tindak pidana, yang dilaksanakan secara profesional, transparan, dan akuntabel terhadap setiap perkara pidana guna terwu udnya supremasi hukum yang mencerminkan rasa keadilan; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan !eraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia tentang Mane emen !enyidikan "indak !idana; $ndang%$ndang Nomor & "ahun #'&# tentang (ukum )cara !idana *+embaran Negara Republik Indonesia "ahun #'&# Nomor ,-, "ambahan +embaran Negara Republik Indonesia Nomor ./0'1; $ndang%$ndang Nomor / "ahun /00/ tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia *+embaran Negara Republik Indonesia "ahun /00/ Nomor /, "ambahan +embaran Negara Republik Indonesia Nomor 2#-&1; !eraturan !residen Nomor 3/ "ahun /0#0 tentang 4usunan 5rganisasi dan "ata Ker a Kepolisian Negara Republik Indonesia; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA INDONESIA TENTANG PIDANA. KEPOLISIAN MANAJEMEN NEGARA REPUBLIK PENYIDIKAN TINDAK 6)6 ...

b.

c.

Mengingat

: #.

/.

..

/ BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 7alam peraturan ini yang dimaksud dengan: #. Kepolisian Negara Republik Indonesia yang selan utnya disingkat !olri adalah alat negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri. !enyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang%undang untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang ter adi dan guna menemukan tersangkanya. Mana emen !enyidikan adalah serangkaian kegiatan penyidikan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian. !enyidik adalah !e abat !olri yang diberi wewenang khusus oleh undang% undang untuk melakukan penyidikan. !enyidik !embantu adalah !e abat !olri yang karena diberi wewenang tertentu dapat melakukan tugas penyidikan. )tasan !enyidik adalah !e abat !olri yang berperan selaku penyidik, dan secara struktural membawahi langsung penyidik8penyidik pembantu. "indak !idana adalah suatu perbuatan melawan hukum berupa ke ahatan atau pelanggaran yang diancam dengan hukuman pidana pen ara, kurungan atau denda. !enyelidik adalah pe abat !olri yang diberi wewenang oleh undang%undang untuk melakukan penyelidikan. !enyelidikan adalah serangkaian tindakan penyelidik untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan menurut cara yang diatur dalam undang%undang. "ersangka adalah seseorang yang karena perbuatannya atau keadaannya, berdasarkan bukti permulaan patut diduga sebagai pelaku tindak pidana. 4aksi adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan, penuntutan dan peradilan tentang suatu perkara pidana yang didengar, dilihat dan atau dialami sendiri. Keterangan )hli adalah keterangan yang diberikan oleh seseorang yang memiliki keahlian khusus tentang hal yang diperlukan untuk membuat terang suatu perkara pidana.

/.

.. 2. 3. -. ,.

&. '.

#0. ##.

#/.

#..

!etun uk 9..

. #.. !etun uk adalah perbuatan, ke adian atau keadaan yang karena persesuaiannya, baik antara yang satu dengan yang lain, maupun dengan tindak pidana itu sendiri, menandakan bahwa telah ter adi suatu tindak pidana dan siapa pelakunya. +aporan adalah pemberitahuan yang disampaikan oleh seseorang karena hak atau kewa iban berdasarkan undang%undang kepada pe abat yang berwenang tentang telah atau sedang atau diduga akan ter adinya peristiwa pidana. !engaduan adalah pemberitahuan disertai permintaan oleh pihak yang berkepentingan kepada pe abat yang berwenang untuk menindak menurut hukum yang berlaku terhadap seseorang yang telah melakukan tindak pidana yang merugikannya. +aporan !olisi adalah laporan tertulis yang dibuat oleh petugas !olri tentang adanya suatu peristiwa yang diduga terdapat pidananya baik yang ditemukan sendiri maupun melalui pemberitahuan yang disampaikan oleh seseorang karena hak atau kewa iban berdasarkan peraturan perundang%undangan. 4urat !emberitahuan 7imulainya !enyidikan yang selan utnya disingkat 4!7! adalah surat pemberitahuan kepada Kepala Ke aksaan tentang dimulainya penyidikan yang dilakukan oleh penyidik !olri. "ertangkap "angan adalah tertangkapnya seseorang pada waktu sedang melakukan tindak pidana, atau dengan segera sesudah beberapa saat setelah tindak pidana itu dilakukan atau sesaat kemudian diserukan oleh khalayak ramai sebagai orang yang melakukannya, atau apabila sesaat kemudian padanya diketemukan benda yang diduga keras telah dipergunakan untuk melakukan tindak pidana yang menun ukkan bahwa ia adalah pelakunya atau turut melakukan atau membantu melakukan tindak pidana itu. "empat Ke adian !erkara yang selan utnya disingkat "K! adalah tempat dimana suatu tindak pidana dilakukan atau ter adi dan tempat%tempat lain dimana tersangka dan8atau korban dan8atau barang bukti yang berhubungan dengan tindak pidana tersebut dapat ditemukan. 6arang 6ukti adalah barang%barang baik yang berwu ud, bergerak atau tidak bergerak yang dapat di adikan alat bukti dan fungsinya untuk diperlihatkan kepada terdakwa ataupun saksi dipersidangan guna mempertebal keyakinan (akim dalam menentukan kesalahan terdakwa. 6ukti !ermulaan adalah alat bukti berupa +aporan !olisi dan # *satu1 alat bukti yang sah, yang digunakan untuk menduga bahwa seseorang telah melakukan tindak pidana sebagai dasar untuk dapat dilakukan penangkapan. 6ukti yang cukup adalah alat bukti berupa +aporan !olisi dan / *dua1 alat bukti yang sah, yang digunakan untuk menduga bahwa seseorang telah melakukan tindak pidana sebagai dasar untuk dapat dilakukan penahanan. )lat bukti yang sah adalah keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petun uk, dan keterangan terdakwa.

#2.

#3.

#-.

#,.

#&.

#'.

/0.

/#.

//.

/..

!asal 9..

2 Pasal 2 "u uan dari peraturan ini: a. sebagai pedoman dalam penyelenggaraan mana emen penyidikan tindak pidana di lingkungan !olri; b. terselenggaranya mana emen penyidikan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian secara efektif dan efisien; dan c. sebagai e:aluasi penilaian kiner a penyidik dalam proses penyidikan tindak pidana guna terwu udnya tertib administrasi !enyidikan dan kepastian hukum. Pasal 3 !rinsip%prinsip dalam peraturan ini: a. legalitas, yaitu proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang%undangan; b. profesional, yaitu penyidik8penyidik pembantu dalam melaksanakan tugas, fungsi dan wewenang penyidikan sesuai kompetensi yang dimiliki; c. proporsional, yaitu setiap penyidik8penyidik pembantu dalam melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi, peran dan tanggung awabnya; d. prosedural, yaitu proses penyelidikan dan penyidikan dilaksanakan sesuai mekanisme dan tata cara yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang% undangan; e. transparan, yaitu proses penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara terbuka yang dapat diketahui perkembangan penanganannya oleh masyarakat; f. akuntabel, yaitu proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan dapat dipertanggung awabkan; dan g. efektif dan efisien, yaitu penyidikan dilakukan secara cepat, tepat, murah dan tuntas. BAB II PROSES PENYIDIKAN TINDAK PIDANA Ba !a" K#sa$% Dasa& Pasal 4 7asar dilakukan !enyidikan: a. b. c. d. e. laporan polisi8pengaduan; surat perintah tugas; laporan hasil penyelidikan *+(!1; surat perintah penyidikan; dan 4!7!. !asal 9..

Pasal ' *#1 +aporan !olisi8!engaduan terdiri dari: a. b. */1 +aporan !olisi Model ); dan +aporan !olisi Model 6.

+aporan !olisi Model ) sebagaimana dimaksud pada ayat *#1 huruf a adalah +aporan !olisi yang dibuat oleh anggota !olri yang mengalami, mengetahui atau menemukan langsung peristiwa yang ter adi. +aporan !olisi Model 6 sebagaimana dimaksud pada ayat *#1 huruf b adalah +aporan !olisi yang dibuat oleh anggota !olri atas laporan8pengaduan yang diterima dari masyarakat. Pasal (

*.1

4urat perintah tugas sebagaimana dimaksud dalam !asal 2 huruf b, sekurang% kurangnya memuat: a. b. c. d. e. dasar penugasan; identitas petugas; enis penugasan; lama waktu penugasan; dan pe abat pemberi perintah. Pasal ) *#1 */1 +(! sebagaimana dimaksud dalam !asal 2 huruf c, dibuat oleh tim penyelidik dan ditandatangani oleh ketua tim penyelidik. +(! sekurang%kurangnya berisi laporan tentang waktu, tempat kegiatan, hasil penyelidikan, hambatan, pendapat dan saran. Pasal * 4urat perintah penyidikan sebagaimana dimaksud dalam !asal 2 huruf d, sekurang% kurangnya memuat: a. b. c. d. e. dasar penyidikan; identitas petugas tim penyidik; enis perkara yang disidik; waktu dimulainya penyidikan; dan identitas penyidik selaku pe abat pemberi perintah.

6agian 9..

Ba !a" K#+%a A+,!"!s$&as! P#"-#l!+!.a" +a" P#"-!+!.a" Pasal / )dministrasi penyelidikan, meliputi: a. surat perintah tugas; b. surat perintah penyelidikan; dan c. +(!. Pasal 10 *#1 )dministrasi penyidikan merupakan penatausahaan dan segala kelengkapan yang disyaratkan undang%undang dalam proses penyidikan meliputi pencatatan, pelaporan, pendataan, dan pengarsipan atau dokumentasi untuk men amin ketertiban, kelancaran, dan keseragaman administrasi baik untuk kepentingan peradilan, operasional maupun pengawasan !enyidikan, meliputi: a. b. sampul berkas perkara; isi berkas perkara, meliputi; #. /. .. 2. 3. -. ,. &. '. #0. ##. #/. #.. #2. #3. #-. #,. #&. #'. /0. daftar isi; resume; laporan polisi; surat perintah tugas; surat perintah !enyidikan; 4!7!; berita acara pemeriksaan "K!; surat panggilan saksi8ahli; surat perintah membawa saksi; berita acara membawa dan menghadapkan saksi; berita acara penyumpahan saksi8ahli; berita acara pemeriksaan saksi8ahli; surat panggilan tersangka; surat perintah penangkapan; berita acara penangkapan; berita acara pemeriksaan tersangka; berita acara konfrontasi; berita acara rekonstruksi; surat permintaan bantuan penangkapan; berita acara penyerahan tersangka; /#. surat 9..

/#. //. /.. /2. /3. /-. /,. /&. /'. .0. .#. ./. ... .2. .3. .-. .,. .&. .'. 20. 2#. 2/. 2.. 22. 23.

surat perintah pelepasan tersangka; berita acara pelepasan tersangka; surat perintah penahanan; berita acara penahanan; surat permintaan perpan angan penahanan kepada aksa penuntut umum *;!$1 dan hakim; surat penetapan perpan angan penahanan; berita acara perpan angan penahanan; surat pemberitahuan perpan angan penahanan kepada keluarga tersangka; surat perintah pengeluaran tahanan; berita acara pengeluaran tahanan; surat perintah pembantaran penahanan; berita acara pembantaran penahanan; surat perintah pencabutan pembantaran penahanan; berita acara pencabutan pembantaran penahanan; surat perintah penahanan lan utan; berita acara penahanan lan utan; surat permintaan i<in8i<in khusus penggeledahan kepada ketua pengadilan; surat perintah penggeledahan; surat permintaan persetu uan pengadilan; surat permintaan pengadilan; i<in8i<in penggeledahan kepada ketua

berita acara penggeledahan rumah tinggal8tempat tertutup lainnya; khusus penyitaan kepada ketua

surat permintaan persetu uan penyitaan kepada ketua pengadilan; surat perintah penyitaan; berita acara penyitaan; surat permintaan persetu uan !residen, Mendagri, ;aksa )gung, =ubernur, Ma elis !engawas 7aerah *Notaris1 untuk melakukan pemanggilan8pemeriksaan terhadap pe abat tertentu; surat perintah pembungkusan, penyegelan dan pelabelan barang bukti; berita acara pembungkusan, penyegelan dan pelabelan barang bukti; surat perintah pengembalian barang bukti; berita acara pengembalian barang bukti; 30. surat 9..

2-. 2,. 2&. 2'.

30. 3#. 3/. 3.. 32. 33. 3-. 3,. 3&. 3'. -0. -#. -/. -.. -2. -3. --. -,. -&. -'. ,0. ,#. ,/. ,.. ,2. ,3. ,-. ,,. ,&. ,'. &0.

surat permintaan bantuan pemeriksaan laboratorium forensik *labfor1; surat hasil pemeriksaan labfor; surat permintaan bantuan pemeriksaan identifikasi; surat hasil pemeriksaan identifikasi; surat pengiriman berkas perkara; tanda terima berkas perkara; surat pengiriman tersangka dan barang bukti; berita acara serah terima tersangka dan barang bukti; surat bantuan penyelidikan; daftar saksi; daftar tersangka; daftar barang bukti; surat permintaan blokir rekening bank; berita acara blokir rekening bank; surat permintaan pembukaan blokir rekening bank; berita acara pembukaan blokir rekening bank; 4urat permintaan penangkapan tersangka yang masuk 7aftar !encarian 5rang *7!51 . surat pencabutan permintaan penangkapan tersangka yang masuk 7aftar !encarian 5rang *7!51; surat permintaan pencarian barang sesuai 7aftar !encarian 6arang *7!61; surat pencabutan permintaan pencarian barang sesuai 7aftar !encarian 6arang *7!61; surat permintaan cegah dan tangkal *cekal1; surat pencabutan cekal; surat penitipan barang bukti; surat perintah penyisihan barang bukti; berita acara penyisihan barang bukti; surat perintah pelelangan barang bukti; berita acara pelelangan barang bukti; surat perintah pemusnahan barang bukti; berita acara pemusnahan barang bukti; surat perintah penitipan barang bukti; dan berita acara penitipan barang bukti. */1 Isi .....

*/1 *.1

Isi berkas perkara sebagaimana dimaksud pada ayat *#1 huruf b, bilamana diperlukan dapat ditambahkan berita acara perekaman suara dan8atau gambar. 4elain administrasi penyidikan sebagaimana dimaksud pada ayat *#1 huruf b, administrasi penyidikan yang dapat dilampirkan di dalam berkas perkara meliputi: a. b. c. d. e. surat perintah penyelidikan; +(!; kartutik ke ahatan8pelanggaran; kartu sidik ari; dan foto "ersangka dalam . *tiga1 posisi.

*21

)dministrasi penyidikan yang tidak termasuk dalam berkas perkara, meliputi: a. b. c. d. e. f. surat perintah penghentian penyidikan; surat ketetapan penghentian penyidikan; surat pemberitahuan penghentian penyidikan; surat pelimpahan berkas perkara penyidikan kepada instansi lain; berita acara pelimpahan berkas perkara penyidikan kepada instansi lain; dan 4urat !emberitahuan !erkembangan (asil !enyidikan *4!/(!1. Ba !a" K#$! a P#"-#l!+!.a" Pasal 11

*#1

Kegiatan penyelidikan dilakukan: a. b. sebelum ada +aporan !olisi8!engaduan; dan sesudah ada +aporan !olisi8!engaduan atau dalam rangka penyidikan.

*/1 *.1

Kegiatan penyelidikan sebagaimana dimaksud pada ayat *#1 huruf a, dilakukan untuk mencari dan menemukan "indak !idana. Kegiatan penyelidikan sebagaimana dimaksud pada ayat *#1 huruf b, merupakan bagian atau salah satu cara dalam melakukan penyidikan untuk: a. b. c. menentukan suatu peristiwa yang ter adi merupakan tindak pidana atau bukan; membuat terang suatu perkara sampai dengan menentukan pelakunya; dan di adikan sebagai dasar melakukan upaya paksa. !asal 9

Pasal 12 *#1 Kegiatan penyelidikan sebagaimana dimaksud dalam !asal ## meliputi: a. pengolahan "K!; b. pengamatan *observasi1; c. wawancara *interview1; d. pembuntutan *surveillance1; e. penyamaran *under cover1; f. pelacakan *tracking1; dan g. penelitian dan analisis dokumen. 4asaran penyelidikan meliputi: a. orang; b. benda atau barang; c. tempat; d. peristiwa8ke adian; dan e. kegiatan. Pasal 13 *#1 !etugas penyelidik dalam melaksanakan tugas penyelidikan, wa ib dilengkapi dengan surat perintah penyelidikan yang ditandatangani oleh atasan penyelidik selaku !enyidik. !etugas penyelidik wa ib membuat laporan hasil penyelidikan kepada pe abat pemberi perintah. +aporan hasil penyelidikan sebagaimana dimaksud pada ayat */1 disampaikan secara tertulis, atau lisan yang ditindaklan uti dengan laporan secara tertulis paling lambat / > /2 *dua kali dua puluh empat1 am. Ba !a" K##,0a$ P#"-!+!.a" Pasal 14 *#1 */1 !enyidikan tindak pidana dilaksanakan berdasarkan +aporan !olisi dan surat perintah penyidikan. +aporan !olisi sebagaimana dimaksud pada ayat *#1 yang diterima 4entra !elayanan Kepolisian "erpadu *4!K"1 atau 4iaga 6areskrim !olri dibuat dalam bentuk +aporan !olisi Model ) atau +aporan !olisi Model 6. 4etelah +aporan !olisi dibuat, penyidik8penyidik pembantu yang bertugas di 4!K" atau 4iaga 6areskrim !olri segera menindaklan uti dengan melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dalam bentuk berita acara pemeriksaan saksi pelapor. *21 Kepala 9..

*/1

*/1 *.1

*.1

*21

Kepala 4!K" atau Kepala 4iaga 6areskrim !olri segera meneruskan laporan polisi dan berita acara pemeriksaan saksi pelapor sebagaimana dimaksud pada ayat *.1 kepada: a. b. c. d. Karobinops 6areskrim !olri untuk laporan yang diterima di Mabes !olri; 7irektur Reserse Kriminal !olda untuk laporan yang diterima di 4!K" !olda sesuai enis perkara yang dilaporkan; Kapolres8?akapolres untuk laporan yang diterima di 4!K" !olres; dan Kapolsek8?akapolsek untuk laporan yang diterima di 4!K" !olsek.

*31

+aporan !olisi dan berita acara pemeriksaan saksi pelapor sebagaimana dimaksud pada ayat *21 dapat dilimpahkan ke kesatuan yang lebih rendah atau sebaliknya dapat ditarik ke kesatuan lebih tinggi. Pasal 1'

Kegiatan penyidikan dilaksanakan secara bertahap meliputi: a. penyelidikan; b. pengiriman 4!7!; c. upaya paksa; d. pemeriksaan; e. gelar perkara; f. penyelesaian berkas perkara; g. penyerahan berkas perkara ke penuntut umum; h. penyerahan tersangka dan barang bukti; dan i. penghentian !enyidikan. BAB III MANAJEMEN PENYIDIKAN Ba !a" K#sa$% P#&#"1a"aa" Pasal 1( *#1 */1 4ebelum melakukan penyelidikan. penyelidikan, penyelidik wa ib membuat rencana

Rencana penyelidikan sebagaimana dimaksud pada ayat *#1 sekurang% kurangnya memuat: a. b. surat perintah penyelidikan; umlah dan identitas penyidik8penyelidik yang akan melaksanakan penyelidikan; c. ob ek 9..

c. d. e. f. g.

ob ek, sasaran dan target hasil penyelidikan; kegiatan yang akan dilakukan dalam penyelidikan dengan metode sesuai ketentuan peraturan perundang%undangan; peralatan, perlengkapan yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan penyelidikan; waktu yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan penyelidikan; dan kebutuhan anggaran penyelidikan. Pasal 1)

*#1 */1

4ebelum melakukan penyidikan, penyidik wa ib membuat rencana penyidikan. Rencana penyidikan sebagaimana dimaksud pada ayat *#1 dia ukan kepada atasan penyidik secara ber en ang sekurang%kurangnya memuat: a. umlah dan identitas penyidik; b. sasaran8target penyidikan; c. kegiatan yang akan dilakukan sesuai tahap penyidikan; d. karakteristik dan anatomi perkara yang akan disidik; e. waktu penyelesaian penyidikan berdasarkan bobot perkara; f. kebutuhan anggaran penyidikan; dan g. kelengkapan administrasi penyidikan. Rencana penyidikan sebagaimana dimaksud pada ayat */1 dimaksudkan untuk melaksanakan penyidikan agar profesional, efektif dan efisien. "ingkat kesulitan penyidikan perkara ditentukan berdasarkan kriteria: a. b. c. d. perkara mudah; perkara sedang; perkara sulit; dan perkara sangat sulit. Pasal 1*

*.1 *21

*#1

Kriteria perkara mudah antara lain: a. b. c. d. saksi cukup; alat bukti cukup; tersangka sudah diketahui atau ditangkap; dan proses penanganan relatif cepat.

*/1

Kriteria perkara sedang antara lain: a. b. saksi cukup; terdapat barang bukti petun uk yang mengarah keterlibatan tersangka; c. identitas 9..

c. d. e. f. *.1

identitas dan keberadaan tersangka sudah diketahui dan mudah ditangkap; tersangka tidak merupakan bagian dari pelaku ke ahatan terorganisir; tersangka tidak terganggu kondisi kesehatannya; dan tidak diperlukan keterangan ahli, namun apabila diperlukan ahli mudah didapatkan.

Kriteria perkara sulit antara lain: a. b. c. d. e. f. g. h. saksi tidak mengetahui secara langsung tentang tindak pidana yang ter adi; tersangka belum diketahui identitasnya atau terganggu kesehatannya atau memiliki abatan tertentu; tersangka dilindungi kelompok tertentu atau bagian dari pelaku ke ahatan terorganisir; barang 6ukti yang berhubungan langsung dengan perkara sulit didapat; diperlukan keterangan ahli yang dapat mendukung pengungkapan perkara; diperlukan peralatan khusus dalam penanganan perkaranya; tindak pidana yang dilakukan ter adi di beberapa tempat; dan memerlukan waktu penyidikan yang cukup.

*21

Kriteria perkara sangat sulit antara lain: a. b. c. d. e. f. g. h. belum ditemukan saksi yang berhubungan langsung dengan tindak pidana; saksi belum diketahui keberadaannya; saksi atau tersangka berada di luar negeri; "K! di beberapa negara8lintas negara; tersangka berada di luar negeri dan belum ada per an ian ekstradisi; barang 6ukti berada di luar negeri dan tidak bisa disita; tersangka belum diketahui identitasnya atau terganggu kesehatannya atau memiliki abatan tertentu; dan memerlukan waktu penyidikan yang relatif pan ang. Pasal 1/

!enanganan perkara sesuai kriteria sebagaimana dimaksud dalam !asal #, ayat *21, ditentukan sebagai berikut: a. b. c. tingkat Mabes !olri dan !olda menangani perkara sulit dan sangat sulit; tingkat !olres menangani perkara mudah, sedang dan sulit; dan tingkat !olsek menangani perkara mudah dan sedang. 6agian 9..

Ba !a" K#+%a P#" 2& a"!sas!a" Pasal 20 *#1 )tasan penyidik selaku penyidik wa ib mengorganisir seluruh sumber daya yang tersedia, untuk: a. pembentukan tim penyelidik dari: #. /. .. b. c. */1 fungsi Reskrim; fungsi kepolisian lainnya; dan bantuan teknis kepolisian;

dukungan anggaran penyelidikan; dan dukungan peralatan.

"im penyelidik sebagaimana dimaksud pada ayat *#1 huruf a, dapat meminta bantuan dari instansi terkait. Pasal 21

*#1

)tasan penyidik selaku penyidik wa ib mengorganisir seluruh sumber daya yang tersedia, untuk: a. b. c. pembentukan tim penyidik; dukungan anggaran penyidikan; dan dukungan peralatan.

*/1

!embentukan tim penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat *#1 huruf a, disesuaikan dengan kompetensi penyidik dan kriteria tingkat kesulitan perkara yang ditangani, dan dapat dibentuk tim penyidik gabungan dari beberapa satuan fungsi Reskrim *join investigation team1. "im penyidik dapat dibantu oleh tim bantuan teknis dan tenaga ahli. Pasal 22

*.1

*#1

"im penyelidik atau tim penyidik terdiri dari: a. b. c. ketua; wakil ketua; dan anggota.

*/1 *.1

!ersonel yang ditun uk dalam tim penyelidik atau tim penyidik harus memiliki kompetensi, integritas dan kapabilitas, sesuai dengan perkara yang ditangani. "im penyelidik atau tim penyidik dibentuk dengan surat perintah. !asal 9..

Pasal 23 4atuan fungsi Reskrim yang lebih tinggi dapat mendukung satuan bawah guna memberikan bantuan penyidikan *back-up1 berupa personel, peralatan, dan anggaran dalam rangka mempercepat penyelesaian perkara. Ba !a" K#$! a P#la.sa"aa" Pa&a &a3 1 P#"-#l!+!.a" Pasal 24 !enyelidikan sebagaimana dimaksud dalam !asal #3 huruf a dilaksanakan melalui kegiatan: a. pengolahan "K!: #. /. .. b. mencari dan mengumpulkan keterangan, petun uk, barang bukti, identitas tersangka, dan 4aksi8korban untuk kepentingan penyelidikan selan utnya; mencari hubungan antara saksi8korban, tersangka, dan barang bukti; dan memperoleh gambaran modus operandi tindak pidana yang ter adi;

pengamatan *observasi1: #. /. melakukan pengawasan terhadap ob ek, tempat, dan lingkungan tertentu untuk mendapatkan informasi%informasi yang dibutuhkan; dan mendapatkan ke elasan atau melengkapi informasi yang sudah ada berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang diketahui sebelumnya;

c.

wawancara *interview1: #. /. mendapatkan keterangan dari pihak%pihak tertentu wawancara secara tertutup maupun terbuka; dan melalui teknik

mendapatkan ke elasan tindak pidana yang ter adi dengan cara mencari awaban atas pertanyaan siapa, apa, dimana, dengan apa, mengapa, bagaimana, dan bilamana;

d.

pembuntutan *surveillance1: #. /. .. mengikuti seseorang yang diduga sebagai pelaku tindak pidana atau orang lain yang dapat mengarahkan kepada pelaku tindak pidana; mencari tahu akti:itas, kebiasaan, lingkungan, atau aringan pelaku tindak pidana; dan mengikuti distribusi barang atau tempat penyimpanan barang hasil ke ahatan;

e. pelacakan 9..

e.

pelacakan *tracking1: #. /. .. mencari dan mengikuti keberadaan pelaku tindak pidana dengan menggunakan teknologi informasi; melakukan pelacakan melalui ker a sama dengan Interpol, kementerian8 lembaga8badan8komisi8instansi terkait; dan melakukan pelacakan aliran dana yang diduga dari hasil ke ahatan;

f.

penyamaran *undercover1: #. /. menyusup ke dalam lingkungan tertentu tanpa diketahui identitasnya untuk memperoleh bahan keterangan atau informasi; menyatu dengan kelompok tertentu untuk memperoleh peran dari kelompok tersebut, guna mengetahui akti:itas para pelaku tindak pidana; dan khusus kasus peredaran narkoba, dapat digunakan teknik penyamaran sebagai calon pembeli *undercover buy1, penyamaran untuk dapat melibatkan diri dalam distribusi narkoba sampai tempat tertentu * controlled delivery1, penyamaran disertai penindakan8pemberantasan *raid planning execution);

..

g.

penelitian dan analisis dokumen, yang dilakukan terhadap kasus%kasus tertentu dengan cara: #. /. mengkompulir dokumen yang diduga ada kaitan dengan tindak pidana; dan meneliti dan menganalisis dokumen yang diperoleh guna menyusun anatomi perkara tindak pidana serta modus operandinya. Pa&a &a3 2 SPDP Pasal 2'

*#1 */1

4!7! sebagaimana dimaksud dalam !asal #3 huruf b, dibuat dan dikirimkan setelah terbit surat perintah penyidikan. 4!7! sekurang%kurangnya memuat: a. b. c. d. e. dasar penyidikan berupa laporan polisi dan surat perintah penyidikan; waktu dimulainya penyidikan; enis perkara, pasal yang dipersangkakan dan uraian singkat tindak pidana yang disidik; identitas tersangka *apabila identitas tersangka sudah diketahui1; dan identitas pe abat yang menandatangani 4!7!.

!aragraf 9..

Pa&a &a3 3 U0a-a Pa.sa Pasal 2( $paya paksa sebagaimana dimaksud dalam !asal #3 huruf c meliputi: a. pemanggilan; b. penangkapan; c. penahanan; d. penggeledahan; e. penyitaan; dan f. pemeriksaan surat. Pasal 2) *#1 !emanggilan sebagaimana dimaksud dalam !asal /- huruf a dilakukan secara tertulis dengan menerbitkan surat panggilan atas dasar +aporan !olisi, laporan hasil penyelidikan, dan pengembangan hasil pemeriksaan yang tertuang dalam berita acara. 4urat panggilan ditandatangani oleh penyidik atau atasan penyidik selaku penyidik. 4urat panggilan disampaikan dengan memperhitungkan tenggang waktu yang cukup paling lambat . *tiga1 hari sudah diterima sebelum waktu untuk datang memenuhi panggilan. 4urat panggilan sedapat mungkin diserahkan kepada yang bersangkutan disertai dengan tanda terima, kecuali dalam hal: a. yang bersangkutan tidak ada di tempat, surat panggilan diserahkan melalui keluarganya, kuasa hukum, ketua R"8R?8lingkungan, atau kepala desa atau orang lain yang dapat men amin bahwa surat panggilan tersebut segera akan disampaikan kepada yang bersangkutan; dan seseorang yang dipanggil berada di luar wilayah hukum kesatuan !olri yang memanggil, maka surat panggilan dapat disampaikan melalui kesatuan !olri tempat tinggal yang bersangkutan atau dikirimkan melalui pos8 asa pengiriman surat dengan disertai bukti penerimaan pengiriman.

*/1 *.1

*21

b.

*31 *-1

7alam hal yang dipanggil tidak datang kepada penyidik tanpa alasan yang sah, penyidik membuat surat panggilan kedua. )pabila panggilan kedua tidak datang sesuai waktu yang telah ditetapkan, penyidik menerbitkan surat perintah membawa. Pasal 2*

*#1

!emanggilan terhadap ?arga Negara Indonesia *?NI1 yang berada di luar negeri, dilakukan melalui perwakilan Negara Republik Indonesia tempat domisili orang yang dipanggil. */1 !emanggilan 9..

*/1 *.1

!emanggilan terhadap ?arga Negara )sing *?N)1 yang berada di luar negeri, dilakukan melalui perwakilan negaranya di Indonesia. !engiriman surat panggilan sebagaimana dimaksud pada ayat *#1 dan ayat */1 diberikan dengan memperhitungkan tenggang waktu yang cukup dan dilengkapi dengan tanda terima pengiriman. Pasal 2/

*#1

4urat panggilan kepada ahli dikirim oleh penyidik kepada seseorang yang memiliki keahlian khusus tentang hal yang diperlukan untuk membuat terang suatu perkara pidana guna kepentingan pemeriksaan, secara langsung kepada yang bersangkutan atau melalui institusinya. 4ebelum surat panggilan kepada ahli dikirimkan, demi kelancaran pemeriksaan, penyidik melakukan koordinasi dengan ahli yang akan dipanggil guna keperluan: a. b. c. memberikan informasi awal tentang perkara yang sedang disidik; memberikan informasi tentang pen elasan yang diharapkan dari ahli; dan untuk menentukan waktu dan tempat pemeriksaan ahli. Pasal 30

*/1

7alam hal 4aksi atau )hli bersedia hadir untuk memberikan keterangan tanpa surat panggilan, surat panggilan dapat dibuat dan ditandatangani oleh penyidik dan saksi atau ahli, sesaat sebelum pemeriksaan dilakukan. Pasal 31 *#1 "ersangka yang telah dipanggil untuk pemeriksaan dalam rangka penyidikan perkara sampai lebih dari . *tiga1 kali dan ternyata tidak elas keberadaannya, dapat dicatat di dalam 7aftar !encarian 5rang *7!51 dan dibuatkan 4urat !encarian 5rang. !e abat yang berwenang menandatangani 7!5: a. Reskrim: #. /. .. b. c. !olair: #. /. 7irektur !olair !olri; dan 7irektur !olair !olda; d. +alu +intas9.. para 7irektur pada 6areskrim !olri; para 7irektur Reskrim !olda; dan para Kasatreskrim !olres;

*/1

Kadensus && )" !olri;

d.

+alu +intas: #. /. Kabidbingakkum Korlantas !olri; dan 7irektur +alu +intas !olda;

e. *.1 *21

Kapolsek.

7alam hal tersangka dan8atau orang yang dicari sudah ditemukan atau tidak diperlukan lagi dalam penyidikan maka wa ib dikeluarkan !encabutan 7!5. !e abat yang berwenang menerbitkan !encabutan 7!5: a. fungsi Reskrim: #. /. .. b. c. !olair: #. /. d. #. /. e. 7irektur !olair !olri; dan 7irektur !olair !olda; Kabidbingakkum Korlantas !olri; dan 7irektur +alu +intas !olda; para 7irektur pada 6areskrim !olri; para 7irektur Reskrim !olda; dan para Kasatreskrim !olres;

Kadensus && )" !olri;

fungsi +alu +intas:

Kapolsek. Pasal 32

*#1 */1 *.1

7alam hal tersangka yang tidak ditahan dan diperkirakan akan melarikan diri dari wilayah Negara Indonesia, dapat dikenakan tindakan pencegahan. 7alam hal setiap orang yang berada di luar negeri dan diduga akan melakukan tindak pidana di Indonesia, dapat dikenakan tindakan penangkalan. 7alam keadaan mendesak atau mendadak, untuk kepentingan penyidikan, penyidik dapat menga ukan permintaan secara langsung kepada pe abat imigrasi untuk mencegah dan8atau menangkal orang yang disangka melakukan tindak pidana. !e abat yang berwenang menga ukan surat permintaan pencegahan dan8atau penangkalan sesuai tingkatan daerah hukum penyidikan sebagai berikut: a. b. c. d. 7irektur8wakil 7irektur pada 6areskrim !olri; 7irektur8wakil 7irektur Reskrim !olda; Kapolres; dan Kapolsek. *31 !e abat 9..

*21

*31

!e abat yang menga ukan surat permintaan pencegahan dan8atau penangkalan sebagaimana dimaksud pada ayat *21, wa ib melaporkan kepada Kapolri paling lambat /0 *dua puluh1 hari untuk mendapat pengukuhan melalui Keputusan Kapolri. Keputusan Kapolri sebagaimana dimaksud pada ayat *31, dapat didelegasikan kepada pe abat yang ditun uk. Pasal 33

*-1

*#1

!enangkapan sebagaimana dimaksud dalam !asal /- huruf b, dilakukan oleh penyidik atau penyidik pembantu terhadap orang yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti permulaan yang cukup. !enyidik atau penyidik pembantu yang melakukan penangkapan wa ib dilengkapi dengan surat perintah penangkapan yang ditandatangani oleh atasan penyidik selaku penyidik. 4urat perintah penangkapan yang ditandatangani oleh pe abat sebagaimana dimaksud pada ayat */1, tembusannya wa ib disampaikan kepada keluarga tersangka dan8atau penasihat hukum setelah tersangka ditangkap. !rosedur dan teknis penangkapan dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang%undangan. Pasal 34

*/1

*.1

*21

*#1

7alam hal tertangkap tangan, tindakan penangkapan dapat dilakukan oleh petugas dengan tanpa dilengkapi surat perintah penangkapan atau surat perintah tugas. !etugas sebagaimana dimaksud pada ayat *#1 setelah melakukan penangkapan segera menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada penyidik8penyidik pembantu kepolisian terdekat. !enyidik8penyidik pembantu sebagaimana dimaksud pada ayat */1 setelah menerima penyerahan tersangka dan barang bukti wa ib membuat berita acara penerimaan8penyerahan dan berita acara penangkapan. 7alam hal tertangkap tangan oleh penyidik8penyidik pembantu, penyidik8 penyidik pembantu wa ib segera membuat berita acara penangkapan. Pasal 3'

*/1

*.1

*21

*#1

!enyidik8penyidik pembantu dapat melakukan penangkapan atas permintaan bantuan dari: a. kesatuan !olri dari luar kesatuannya berdasarkan 7!5; b. instansi lain yang berwenang; dan c. permintaan negara anggota International Criminal Police Organi ation *ICPO1%Interpol. */1 !ermintaan 9..

*/1

!ermintaan bantuan penangkapan sebagaimana dimaksud pada ayat *#1, harus mencantumkan identitas tersangka, menyebutkan alasan penangkapan, uraian singkat perkara ke ahatan yang dipersangkakan dan tempat tersangka diperiksa. !enyidik wa ib segera menyerahkan orang yang ditangkap kepada instansi yang meminta bantuan penangkapan disertai dengan berita acara penyerahan tersangka. "erhadap tersangka yang diduga berada di luar negeri, !enyidik dapat berkoordinasi dengan Interpol *7i:hubinter !olri1 untuk meminta dibuatkan red notice. Pasal 3(

*.1

*21

*#1

"indakan penangkapan terhadap tersangka dilakukan dengan pertimbangan sebagai berikut: a. adanya bukti permulaan yang cukup; dan b. tersangka telah dipanggil / *dua1 kali berturut%turut tidak hadir tanpa alasan yang patut dan wa ar. 4urat perintah penangkapan hanya dapat dibuat berdasarkan adanya bukti permulaan yang cukup, dan hanya berlaku terhadap satu orang tersangka yang identitasnya tersebut dalam surat perintah penangkapan. 7alam hal membantu penangkapan terhadap seseorang yang terdaftar di dalam 7!5, setiap pe abat yang berwenang di suatu kesatuan membuat surat perintah penangkapan. Pasal 3)

*/1

*.1

*#1

7alam hal melakukan penangkapan, setiap penyidik wa ib: a. b. c. d. e. memberitahu8menun ukkan tanda identitasnya sebagai petugas !olri; menun ukkan surat perintah penangkapan, kecuali dalam hal tertangkap tangan; memberitahukan alasan penangkapan dan hak%hak tersangka; men elaskan tindak pidana yang dipersangkakan termasuk ancaman hukuman kepada tersangka pada saat penangkapan; dan menghormati status hukum anak yang melakukan tindak pidana dan memberitahu orang tua atau wali anak yang ditangkap segera setelah penangkapan.

*/1 *.1

!enangkapan terhadap ?N) harus segera diberitahukan ke kedutaan atau konsulat perwakilan negara yang bersangkutan di Indonesia. !emberitahuan sebagaimana dimaksud pada ayat *#1, dapat disampaikan secara langsung oleh penyidik atau melalui 7i:hubinter !olri. !asal 9..

Pasal 3* 7alam hal penangkapan terhadap anak, penyidik wa ib memperhatikan hak%hak bagi setiap anak yang ditangkap, meliputi: a. b. c. d. e. hak didampingi oleh orang tua atau wali; hak mendapatkan petugas pendamping khusus untuk anak; hak pri:asi untuk tidak dipublikasikan identitasnya; ditempatkan di ruang pelayanan khusus; dan penerapan prosedur khusus untuk perlindungan anak. Pasal 3/ 7alam hal penangkapan terhadap perempuan, penyidik wa ib memperhatikan perlakuan khusus sebagai berikut: a. b. c. sedapat mungkin dilakukan oleh !olwan; dipisahkan penempatannya dari ruang tersangka laki%laki; dan penerapan prosedur khusus untuk perlindungan bagi perempuan. Pasal 40 *#1 4etelah melakukan penangkapan, penyidik8penyidik pembantu wa ib membuat berita acara penangkapan sekurang%kurangnya memuat: a. b. c. d. e. */1 nama dan identitas penangkapan; penyidik8penyidik pembantu yang melakukan

nama identitas yang ditangkap; tempat, tanggal dan waktu penangkapan; alasan penangkapan, dipersangkakan; dan uraian perkara dan8atau pasal yang

keadaan kesehatan orang yang ditangkap.

4etelah melakukan penangkapan, penyidik8penyidik pembantu wa ib: a. b. c. menyerahkan # *satu1 lembar surat perintah penangkapan kepada tersangka dan mengirimkan tembusannya kepada keluarga; wa ib memeriksa kesehatan tersangka dan sedapat mungkin dilakukan dokumentasi8foto dan :isum et repertum; dan terhadap tersangka dalam keadaan sakit, penyidik segera menghubungi dokter8petugas kesehatan untuk memberi pelayanan medis dan membuat berita acara tentang kondisi kesehatan tersangka.

*.1

"erhadap tersangka yang telah ditangkap, penyidik8penyidik pembantu wa ib segera melakukan pemeriksaan yang dituangkan dalam berita acara pemeriksaan tersangka. !asal 9..

Pasal 41 *#1 */1 )pabila seseorang yang ditangkap tidak cukup bukti melakukan tindak pidana, penyidik8penyidik pembantu wa ib segera melepaskan orang tersebut. !elepasan sebagaimana dimaksud pada ayat *#1, dengan membuat berita acara pelepasan yang ditandatangani oleh penyidik8penyidik pembantu, yang bersangkutan dan pihak lain yang menyaksikan. Pasal 42 *#1 */1 "ersangka yang ditangkap dan memenuhi unsur pidana, namun tidak dilakukan penahanan, tersangka tersebut dipulangkan. !emulangan tersangka sebagaimana dimaksud pada ayat *#1, dibuatkan berita acara pelepasan yang ditandatangani oleh penyidik8penyidik pembantu, tersangka yang bersangkutan dan pihak lain yang menyaksikan. Pasal 43 *#1 !enahanan sebagaimana dimaksud dalam !asal /- huruf c, dilakukan oleh penyidik terhadap orang yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti yang cukup. !rosedur dan teknis penahanan dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang%undangan. "anggung awab hukum terhadap tersangka yang ditahan berada pada penyidik yang mengeluarkan surat perintah penahanan, sedang tanggung awab mengenai kondisi fisik tersangka yang ditahan berada pada kepala rumah tahanan. Pasal 44 "indakan penahanan terhadap tersangka dilakukan dengan pertimbangan sebagai berikut: a. tersangka dikhawatirkan akan melarikan diri; b. tersangka dikhawatirkan akan mengulangi perbuatannya; c. tersangka dikhawatirkan akan menghilangkan barang bukti; dan d. tersangka diperkirakan mempersulit !enyidikan. Pasal 4' *#1 */1 !enahanan wa ib dilengkapi surat perintah penahanan yang dikeluarkan oleh penyidik atau atasan penyidik selaku penyidik. !enahanan sebagaimana dimaksud dalam ayat *#1 dilakukan setelah melalui mekanisme gelar perkara. *.1 4urat .....

*/1 *.1

*.1

4urat perintah penahanan yang ditandatangani oleh pe abat sebagaimana dimaksud pada ayat *#1, tembusannya wa ib disampaikan kepada keluarga dan8atau penasihat hukum tersangka. Pasal 4(

*#1

!enahanan terhadap seseorang yang mendapat perlakuan khusus menurut peraturan perundang%undangan dilaksanakan setelah mendapatkan persetu uan tertulis dari pe abat sesuai ketentuan. !e abat yang berwenang menandatangani surat perintah penahanan sebagaimana dimaksud pada ayat *#1 adalah penyidik atau atasan penyidik selaku penyidik. 4urat perintah penahanan yang ditandatangani oleh pe abat sebagaimana dimaksud pada ayat */1, tembusannya wa ib disampaikan kepada keluarga dan8atau penasihat hukum tersangka. Pasal 4)

*/1

*.1

*#1 */1 *.1

!enangguhan penahanan wa ib dilengkapi dengan surat perintah penangguhan penahanan yang dikeluarkan oleh penyidik atau atasan penyidik selaku penyidik. 6ilamana diperlukan, penangguhan penahanan sebagaimana dimaksud pada ayat *#1 dapat didahului dengan gelar perkara. 4etiap penangguhan penahanan wa ib dilaporkan kepada atasan pe abat yang menandatangani surat perintah penangguhan penahanan. Pasal 4*

*#1

"erhadap tersangka yang telah diberikan penangguhan penahanan, dapat dilakukan penahanan kembali melalui penerbitan surat perintah pencabutan penangguhan penahanan yang ditandatangani oleh !enyidik atau )tasan !enyidik selaku !enyidik. 4urat perintah pencabutan penangguhan penahanan dikeluarkan karena tersangka telah melanggar persyaratan penangguhan penahahan. 4urat perintah pencabutan penangguhan penahanan sebagaimana dimaksud pada ayat *#1, wa ib diterbitkan surat perintah penahanan lan utan yang dikeluarkan oleh penyidik atau atasan penyidik selaku penyidik. Pasal 4/

*/1 *.1

*#1

$ntuk kepentingan !enyidikan dan8atau kepentingan tersangka, penyidik dapat melakukan pengalihan enis penahanan dari penahanan rumah tahanan negara men adi penahanan rumah atau kota. */1 !engalihan .....

*/1

!engalihan enis penahanan sebagaimana dimaksud pada ayat *#1, dapat diberikan dengan pertimbangan: a. b. c. permohonan dari tersangka8keluarga8penasihat hukum disertai alasannya; hasil pemeriksaan medis tentang kondisi kesehatan tersangka; dan rekomendasi hasil gelar perkara.

*.1

!engalihan enis penahanan wa ib dilengkapi dengan surat perintah pengalihan enis penahanan yang dikeluarkan oleh !enyidik atau )tasan !enyidik selaku !enyidik. Pasal '0

*#1

7alam hal tahanan yang karena kondisi kesehatannya membutuhkan perawatan secara intensif dan8atau rawat inap di rumah sakit, dapat dilakukan pembantaran penahanan. !embantaran penahanan sebagaimana dimaksud pada ayat *#1, wa ib dilengkapi dengan surat perintah pembantaran penahanan yang dikeluarkan oleh penyidik atau atasan penyidik selaku penyidik. 4urat perintah pembantaran penahanan sebagaimana dimaksud pada ayat */1, diterbitkan dengan pertimbangan: d. e. hasil pemeriksaan dokter yang menyatakan bahwa tersangka perlu dilakukan perawatan di rumah sakit; atau permohonan dari tersangka8keluarga8penasihat hukum untuk kepentingan perawatan kesehatan yang dilampiri catatan kesehatan.

*/1

*.1

*21

4urat perintah pembantaran penahanan ditandatangani oleh penyidik atau atasan penyidik selaku penyidik. Pasal '1

*#1

)pabila kondisi kesehatan tersangka yang dibantarkan penahanannya telah membaik, dilakukan pencabutan pembantaran penahanan dan dilakukan penahanan lan utan. !encabutan pembantaran penahanan sebagaimana dimaksud pada ayat *#1 wa ib diterbitkan surat perintah pencabutan pembantaran yang dikeluarkan oleh penyidik atau atasan penyidik selaku penyidik. 4urat perintah pencabutan pembantaran penahanan sebagaimana dimaksud pada ayat */1 dikeluarkan berdasarkan pertimbangan hasil pemeriksaan dokter yang menyatakan kondisi kesehatan tersangka telah membaik, dan diterbitkan surat perintah penahanan lan utan. !asal .....

*/1

*.1

Pasal '2 *#1 */1 4urat perintah penahanan lan utan ditandatangani oleh penyidik atau atasan penyidik selaku penyidik. 4urat perintah penahanan lan utan sebagaimana dimaksud pada ayat *#1, dapat dikeluarkan dengan pertimbangan: a. b. tersangka yang diberikan pembantaran telah sehat kembali sedangkan tindakan penahanan masih diperlukan; dan tersangka yang dibantarkan telah melarikan diri dan berhasil ditangkap kembali. Pasal '3 *#1 "ahanan dikeluarkan dari Rutan dengan pertimbangan: a. b. c. d. e. f. */1 masa penahanan sudah habis atau demi hukum; tersangka diserahkan ke !enuntut $mum; dipindahkan8dititipkan ke Rutan lainnya; ditangguhkan penahanannya; dibantarkan penahanannya karena sakit; atau adanya keputusan hakim praperadilan yang memerintahkan untuk mengeluarkan tersangka dari tahanan.

!engeluaran tahanan sebagaimana dimaksud pada ayat *#1, dilengkapi dengan surat perintah pengeluaran tahanan yang ditandatangani oleh penyidik atau atasan penyidik selaku penyidik. 4urat perintah pengeluaran tahanan sebagaimana dimaksud pada ayat */1, wa ib dibuatkan berita acara pengeluaran tahanan. Pasal '4

*.1

*#1 */1

!erlakuan dan penempatan terhadap tahanan wa ib dibedakan antara tahanan laki%laki dewasa, perempuan, dan anak%anak. !erlakuan terhadap tahanan laki%laki dewasa meliputi: a. b. c. d. e. harus tetap diperlakukan secara manusiawi; mempedomani asas praduga tak bersalah; berhak mendapat pen elasan mengenai alasan penahanan dan tuduhan yang dikenakan kepadanya; hanya boleh ditahan di Rutan; keluarga dan penasihat hukum harus diberikan informasi tentang tempat penahanan; f. berhak .....

f. g. h. i. . k. l. *.1

berhak untuk mendapatkan bantuan hukum; berhak untuk bertemu dengan keluarga dan penasihat hukum; berhak untuk memperoleh pelayanan medis; berhak memperoleh bantuan pener emah, bila tidak bisa berbahasa Indonesia; harus dipisahkan dari tahanan perempuan dan anak%anak; berhak mendapatkan kesempatan men alankan ibadah menurut agama8 kepercayaan atau keyakinannya; dan waktu besuk tahanan ditentukan oleh kepala kesatuan masing%masing.

!erlakuan terhadap tahanan perempuan, meliputi: a. b. c. d. ditempatkan di ruang tahanan khusus perempuan; berhak mendapat perlakuan khusus; dipisahkan penempatannya dari ruang tahanan tersangka laki%laki dan anak%anak; dan penerapan prosedur khusus untuk perlindungan bagi perempuan.

*21

!erlakuan terhadap tahanan anak%anak, meliputi: a. b. c. d. e. f. berhak mendapat pendampingan dari orang tua atau wali; berhak untuk mendapatkan petugas pendamping khusus untuk anak; berhak mendapatkan pri:asi untuk tidak dipublikasikan identitasnya; ditempatkan di ruang tahanan khusus anak; dipisahkan penempatannya dari ruang tahanan laki%laki dan perempuan dewasa; dan penerapan prosedur khusus untuk perlindungan anak. Pasal ''

*#1 */1

!enggeledahan sebagaimana dimaksud dalam !asal /- huruf d, dilakukan oleh penyidik8penyidik pembantu terhadap badan8pakaian dan rumah8tempat lainnya. !enyidik yang melakukan penggeledahan sebagaimana dimaksud pada ayat *#1, wa ib dilengkapi dengan surat perintah penggeledahan yang ditandatangani oleh penyidik atau atasan penyidik selaku penyidik. !enggeledahan dilaksanakan untuk kepentingan penyidikan guna mencari dan menemukan barang bukti dan8atau penangkapan tersangka. !enggeledahan pakaian dan8atau badan terhadap wanita dilakukan oleh polisi wanita atau wanita yang diminta bantuannya oleh penyidik8penyidik pembantu. !rosedur dan teknis penggeledahan dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang%undangan. !asal 9..

*.1 *21 *31

Pasal '( *#1 4etelah penggeledahan dilakukan, penyidik8penyidik pembantu wa ib membuat berita acara penggeledahan yang ditandatangani oleh tersangka atau keluarganya atau orang yang menguasai tempat yang digeledah atau orang yang diberi kuasa. 7alam hal tersangka atau keluarganya atau orang yang menguasai tempat yang digeledah atau orang yang diberi kuasa tidak mau menandatangani berita acara penggeledahan, harus dibuatkan berita acara penolakan penandatanganan berita acara penggeledahan. Pasal ') *#1 */1 *.1 !enggeledahan rumah8alat angkutan serta tempat%tempat tertutup lainnya hanya dapat dilakukan setelah mendapat i<in dari Ketua !engadilan Negeri setempat. 4urat permintaan i<in penggeledahan sebagaimana dimaksud pada ayat *#1 ditandatangani oleh penyidik atau atasan penyidik selaku penyidik. !enggeledahan sebagaimana dimaksud pada ayat *#1, wa ib disaksikan oleh Ketua R"8R? atau tokoh masyarakat setempat atau orang yang bertanggung awab8menguasai tempat tersebut. Pasal '* *#1 7alam keadaan sangat perlu dan mendesak, penyidik8penyidik pembantu dapat melakukan penggeledahan dengan menggunakan surat perintah penggeledahan yang ditandatangani oleh penyidik atau atasan penyidik selaku penyidik tanpa dilengkapi surat i<in Ketua !engadilan Negeri setempat terlebih dahulu. 4etelah dilaksanakan penggeledahan sebagaimana dimaksud pada ayat *#1 penyidik8penyidik pembantu wa ib segera membuat berita acara penggeledahan dan memberitahukan kepada Ketua !engadilan Negeri setempat tentang pelaksanaan penggeledahan untuk memperoleh persetu uan penggeledahan. !enggeledahan sebagaimana dimaksud pada ayat *#1, wa ib disaksikan oleh Ketua R"8R? atau tokoh masyarakat setempat atau orang yang bertanggung awab8menguasai tempat tersebut. Pasal '/ *#1 !enggeledahan terhadap badan8pakaian sebagaimana dimaksud dalam !asal 33 ayat *#1, penyidik8penyidik pembantu wa ib: a. b. memberitahukan kepentingan tindakan penggeledahan secara elas dan dilakukan dengan sopan; meminta kesediaan orang untuk digeledah dan meminta maaf atas terganggu hak pri:asinya; c. menun ukkan .....

*/1

*/1

*.1

c. d. e. f. g. h. i. */1

menun ukkan surat perintah tugas dan surat perintah penggeledahan; melakukan penggeledahan secara cermat dan teliti untuk mencari8 mendapatkan bukti%bukti yang berkaitan dengan tindak pidana; memperhatikan dan menghargai hak%hak orang yang digeledah; melaksanakan perempuan; penggeledahan terhadap perempuan oleh petugas

melaksanakan penggeledahan dalam waktu yang secukupnya; menyampaikan terima kasih atas terlaksananya penggeledahan; dan setelah melakukan penggeledahan, penyidik segera membuat berita acara penggeledahan.

!enggeledahan terhadap rumah8tempat lainnya sebagaimana dimaksud dalam !asal 33 ayat *#1, penyidik8penyidik pembantu wa ib: a. b. c. d. e. melengkapi administrasi penggeledahan; memberitahukan penggeledahan; ketua lingkungan setempat tentang kepentingan

memberitahukan penghuni tentang kepentingan penggeledahan; menun ukkan surat perintah tugas dan surat perintah penggeledahan; melakukan penggeledahan untuk mendapatkan barang atau orang dengan cara yang teliti, sopan, etis dan simpatik dan harus didampingi oleh penghuni8saksi; melakukan penggeledahan penggeledahan; sesuai dengan teknik dan taktik

f. g.

dalam hal petugas mendapatkan benda8barang atau orang yang dicari, tindakan untuk mengamankan barang bukti wa ib disaksikan oleh pihak yang digeledah atau saksi dari warga setempat8ketua lingkungan; setelah melaksanakan penggeledahan penyidik8penyidik menyampaikan ucapan terima kasih dan mohon maaf; dan pembantu

h. i.

dalam waktu paling lama / *dua1 hari setelah memasuki dan8atau menggeledah, harus dibuat berita acara dan turunannya disampaikan kepada pemilik atau penghuni rumah8tempat lainnya yang bersangkutan. Pasal (0

*#1

!enyitaan sebagaimana dimaksud dalam !asal /- huruf e dilakukan oleh penyidik8penyidik pembantu terhadap benda8barang atau tagihan tersangka yang berkaitan dengan perkara yang ditangani untuk kepentingan penyidikan. !enyidik8penyidik pembantu yang melakukan penyitaan sebagaimana dimaksud pada ayat *#1, wa ib dilengkapi dengan surat perintah tugas dan surat perintah penyitaan yang ditandatangani oleh penyidik atau atasan penyidik selaku penyidik dan membuat berita acara penyitaan. *.1 !rosedur 9..

*/1

.0 *.1 *21 *31 !rosedur dan teknis penyitaan dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang%undangan. 4etiap benda sitaan disimpan di tempat khusus atau Rumah !enyimpanan 6enda 4itaan Negara *Rupbasan1. "erhadap benda8barang sitaan berupa uang wa ib disimpan di rekening khusus penampungan barang bukti !olri yang terdaftar di Kementerian Keuangan. Pasal (1 *#1 "erhadap benda8barang sitaan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan memerlukan perawatan dengan biaya tinggi dapat dititip rawat kepada orang yang berhak atau orang dari mana benda itu disita. "erhadap benda8barang sitaan berupa narkoba, benda yang mudah rusak, dan berbahaya, prosedur penanganannya dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang%undangan. 7alam hal setelah dilakukan penyitaan, diketahui bahwa ada benda yang tidak terkait dengan perkara yang ditangani, penyidik8penyidik pembantu segera mengembalikan kepada orang dari mana benda itu disita, dengan dilengkapi berita acara yang ditandatangani oleh penyidik8penyidik pembantu dan yang menerima. Pasal (2 *#1 !emeriksaan surat sebagaimana dimaksud dalam !asal /- huruf f, adalah tindakan penyidik8penyidik pembantu untuk memeriksa dan menyita surat yang dikirim melalui kantor pos dan giro, perusahaan telekomunikasi, asa pengiriman barang atau angkutan, ika benda8barang tersebut diduga kuat mempunyai hubungan dengan perkara pidana yang sedang ditangani. $ntuk kepentingan pemeriksaan surat sebagaimana dimaksud pada ayat *#1 penyidik8penyidik pembantu dapat meminta kepada kepala Kantor !os dan =iro, perusahaan telekomunikasi, asa pengiriman barang atau angkutan untuk menyerahkan kepadanya surat yang dimaksud dan untuk kepentingan itu harus dibuatkan surat tanda penerimaan. !emeriksaan surat sebagaimana dimaksud pada ayat *#1 dilakukan dengan i<in khusus yang diberikan oleh Ketua !engadilan Negeri. !erlakuan terhadap surat yang telah diperiksa dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang%undangan. !enyidik8penyidik pembantu wa ib membuat berita acara pemeriksaan surat .

*/1

*.1

*/1

*.1 *21 *31

!aragraf 9..

.# Pa&a &a3 4 P#,#&!.saa" Pasal (3 *#1 !emeriksaan sebagaimana dimaksud dalam !asal #3 huruf d, dilakukan oleh penyidik8penyidik pembantu terhadap saksi, ahli, dan tersangka yang dituangkan dalam berita acara pemeriksaan yang ditandatangani oleh penyidik8penyidik pembantu yang melakukan pemeriksaan dan orang yang diperiksa. !emeriksaan sebagaimana dimaksud pada ayat *#1, bertu uan untuk mendapatkan keterangan saksi, ahli dan tersangka yang dituangkan dalam berita acara pemeriksaan, guna membuat terang perkara sehingga peran seseorang maupun barang bukti dalam peristiwa pidana yang ter adi men adi elas. !enyidik8penyidik pembantu yang melakukan pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada ayat */1, wa ib memiliki kompetensi sebagai pemeriksa. Pasal (4 *#1 !emeriksaan terhadap saksi dilakukan oleh penyidik8penyidik pembantu untuk mendapatkan keterangan tentang apa yang ia dengar, ia lihat, dan ia alami sendiri. "erhadap saksi yang diduga cukup alasan tidak dapat hadir dalam persidangan di pengadilan, dapat dilakukan penyumpahan atau pengucapan an i sebelum pemeriksaan dilaksanakan dan dibuat berita acara. !enyidik8penyidik pembantu wa ib segera melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang telah hadir memenuhi panggilan. )pabila saksi telah dipanggil / *dua1 kali namun tidak memenuhi panggilan, dengan alasan yang patut atau wa ar, pemeriksaan dapat dilakukan di tempat kediaman 4aksi atau tempat lain yang tidak melanggar kepatutan. !emeriksaan terhadap saksi perempuan dan anak%anak diperlakukan secara khusus sesuai ketentuan peraturan perundang%undangan. !emeriksaan terhadap saksi atau korban yang mendapatkan perlindungan, penyidik8penyidik pembantu dapat melakukan pemeriksaan di tempat khusus. !enyidik8!enyidik !embantu menuangkan keterangan yang diberikan saksi dalam berita acara pemeriksaan saksi. Pasal (' *#1 !emeriksaan terhadap ahli dilakukan oleh penyidik8penyidik pembantu untuk mendapatkan keterangan dari seseorang yang memiliki keahlian khusus tentang hal yang diperlukan untuk membuat terang suatu perkara pidana guna kepentingan !enyidikan. */1 4ebelum 9..

*/1

*.1

*/1

*.1 *21

*31 *-1 *,1

./ */1 4ebelum dilakukan pemeriksaan terhadap ahli, penyidik8penyidik pembantu terlebih dahulu melakukan penyumpahan atau pengucapan an i dari ahli yang akan memberikan keterangan sesuai keahliannya. !emeriksa menuangkan keterangan yang diberikan )hli dalam berita acara pemeriksaan ahli. Pasal (( *#1 !emeriksaan terhadap tersangka dilakukan oleh penyidik8penyidik pembantu untuk mendapatkan keterangan dari tersangka tentang perbuatan pidana yang dilakukan. "ersangka wa ib diberitahu dengan elas dalam bahasa yang dimengerti tentang hak%haknya dan perkara yang dipersangkakan pada saat pemeriksaan akan dimulai. "ersangka yang tidak mampu dan tidak mempunyai penasihat hukum sendiri, penyidik8penyidik pembantu wa ib menun uk penasihat hukum bagi tersangka yang melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana pen ara 3 *lima1 tahun atau lebih. !enyidik8penyidik pembantu dilarang menggunakan kekerasan, tekanan atau ancaman dalam bentuk apapun, dan harus berperilaku sebagai pihak yang akan menggali fakta%fakta dalam penegakan hukum. !enyidik8penyidik pembantu wa ib menyiapkan pener emah bagi tersangka yang tidak memahami bahasa Indonesia, dan uru bicara bagi tersangka yang bisu atau tuli. )pabila tersangka tidak dapat memenuhi / *dua1 kali panggilan dengan alasan yang patut dan wa ar, pemeriksaan dapat dilakukan di tempat kediaman tersangka atau tempat lain yang tidak melanggar kepatutan. "erhadap tersangka perempuan dan anak diperlakukan secara khusus sesuai ketentuan peraturan perundang%undangan. !enyidik8penyidik pembantu wa ib menuangkan keterangan yang diberikan "ersangka dalam berita acara pemeriksaan tersangka, dan turunannya dapat diberikan kepada tersangka8penasihat hukumnya. !ada saat pemeriksaan tersangka, penasihat hukum tersangka dapat mengikuti alannya pemeriksaan dengan cara melihat dan mendengar pemeriksaan, kecuali tersangka diduga melakukan ke ahatan terhadap keamanan negara. 7alam hal tersangka tidak bersedia menandatangani berita acara pemeriksaan tersangka, dicatat dalam berita acara dengan menyebutkan alasannya, dan penyidik membuat berita acara penolakan penandatanganan. !asal 9..

*.1

*/1

*.1

*21

*31

*-1

*,1 *&1

*'1

*#01

.. Pasal () *#1 $ntuk kepentingan pembuktian tentang persesuaian keterangan antara 4aksi dengan saksi, saksi dengan tersangka, tersangka dengan tersangka, dapat dilakukan pemeriksaan konfrontasi. !emeriksaan konfrontasi sebagaimana dimaksud pada ayat penyidik8penyidik pembantu wa ib menghindarkan ter adinya konflik. !enyidik8penyidik pembantu wa ib membuat berita acara konfrontasi. Pasal (* *#1 */1 $ntuk kepentingan pembuktian, !enyidik8!enyidik !embantu dapat melakukan rekonstruksi dan membuat dokumentasi. !enyidik8penyidik pembantu wa ib membuat berita acara rekonstruksi. Pa&a &a3 ' G#la& P#&.a&a Pasal (/ =elar perkara sebagaimana dimaksud dalam !asal #3 huruf e, dilaksanakan dengan cara: a. b. gelar perkara biasa; dan gelar perkara khusus. Pasal )0 *#1 =elar perkara biasa sebagaimana dimaksud dalam !asal -' huruf a, dilaksanakan pada tahap: a. b. c. */1 awal proses penyidikan; pertengahan proses penyidikan; dan akhir proses penyidikan. *#1,

*/1 *.1

=elar perkara pada tahap awal !enyidikan sebagaimana dimaksud pada ayat *#1 huruf a bertu uan untuk: a. b. c. d. e. f. menentukan status perkara pidana atau bukan; merumuskan rencana penyidikan; menentukan unsur%unsur pasal yang dipersangkakan; menentukan saksi, tersangka, dan barang bukti; menentukan target waktu; dan penerapan teknik dan taktik !enyidikan. *.1 =elar 9..

.2 *.1 =elar perkara pada tahap pertengahan penyidikan sebagaimana dimaksud pada ayat *#1 huruf b bertu uan untuk: a. b. c. d. e. f. g. *21 e:aluasi dan pemecahan masalah yang dihadapi dalam !enyidikan; mengetahui kema uan penyidikan yang dicapai dan upaya percepatan penyelesaian penyidikan; menentukan rencana penindakan lebih lan ut; memastikan terpenuhinya unsur pasal yang dipersangkakan; memastikan kesesuaian antara saksi, tersangka, dan barang bukti dengan pasal yang dipersangkakan; memastikan pelaksanaan !enyidikan telah sesuai dengan target yang ditetapkan; dan8atau mengembangkan rencana dan sasaran !enyidikan.

=elar perkara pada tahap akhir !enyidikan sebagaimana dimaksud pada ayat *#1 huruf c bertu uan untuk: a. b. c. d. e. f. e:aluasi proses penyidikan yang telah dilaksanakan; pemecahan masalah atau hambatan penyidikan; memastikan kesesuaian antara saksi, tersangka, dan bukti; penyempurnaan berkas perkara; menentukan layak tidaknya berkas perkara dilimpahkan kepada penuntut umum atau dihentikan; dan8atau pemenuhan petun uk ;!$. Pasal )1

*#1

=elar perkara khusus sebagaimana dimaksud dalam !asal -' huruf b, bertu uan untuk: a. merespons laporan8pengaduan atau komplain dari pihak yang berperkara atau penasihat hukumnya setelah ada perintah dari atasan penyidik selaku penyidik; membuka kembali penyidikan yang telah dihentikan setelah didapatkan bukti baru; menentukan tindakan kepolisian secara khusus; atau membuka kembali !enyidikan berdasarkan putusan praperadilan yang berkekuatan hukum tetap.

b. c. d. */1

=elar perkara khusus sebagaimana dimaksud pada ayat *#1, dilaksanakan terhadap kasus%kasus tertentu dengan pertimbangan: a. b. c. memerlukan persetu uan tertulis !residen8Mendagri8=ubernur; men adi perhatian publik secara luas; atas permintaan penyidik; d. perkara 9..

.3 d. e. f. g. h. perkara ter adi di lintas negara atau lintas wilayah dalam negeri; berdampak massal atau kontin ensi; kriteria perkaranya sangat sulit; permintaan pencekalan dan penga uan 7!5 ke N@6 Interpol87i:hubinter !olri; atau pembukaan blokir rekening. Pasal )2 *#1 "ahapan penyelenggaraan gelar perkara meliputi: a. b. c. */1 persiapan; pelaksanaan; dan kelan utan hasil gelar perkara.

"ahap persiapan sebagaimana dimaksud pada ayat *#1 huruf a meliputi: a. b. c. penyiapan bahan paparan gelar perkara oleh tim penyidik; penyiapan sarana dan prasarana gelar perkara; dan pengiriman surat undangan gelar perkara.

*.1

"ahap pelaksanaan gelar sebagaimana dimaksud pada ayat *#1 huruf b meliputi: a. b. c. d. e. pembukaan gelar perkara oleh pimpinan gelar perkara; paparan tim penyidik tentang pokok perkara, pelaksanaan penyidikan, dan hasil penyidikan yang telah dilaksanakan; tanggapan para peserta gelar perkara; diskusi permasalahan yang terkait dalam penyidikan perkara; dan kesimpulan gelar perkara.

*21

"ahap kelan utan hasil gelar perkara sebagaimana dimaksud pada ayat *#1 huruf c meliputi: a. b. c. d. e. pembuatan laporan hasil gelar perkara; penyampaian laporan kepada pe abat yang berwenang; arahan dan disposisi pe abat yang berwenang; tindak lan ut hasil gelar perkara oleh penyidik dan melaporkan perkembangannya kepada atasan penyidik; dan pengecekan pelaksanaan hasil gelar perkara oleh pengawas penyidikan. !aragraf 9..

.Pa&a &a3 ( P#"-#l#sa!a" B#&.as P#&.a&a Pasal )3 *#1 !enyelesaian berkas perkara sebagaimana dimaksud dalam !asal #3 huruf f meliputi tahapan: a. b. */1 pembuatan resume berkas perkara; dan pemberkasan.

!embuatan resume berkas perkara sebagaimana dimaksud pada ayat *#1 huruf a, sekurang%kurangnya memuat: a. b. c. d. e. dasar !enyidikan; uraian singkat perkara; uraian tentang fakta%fakta; analisis yuridis; dan kesimpulan.

*.1

!emberkasan sebagaimana dimaksud pada ayat *#1 huruf b, sekurang% kurangnya memuat: a. b. c. d. e. f. g. h. i. sampul berkas perkara; daftar isi; berita acara pendapat8resume; laporan polisi; berita acara setiap tindakan !enyidik8!enyidik pembantu; administrasi !enyidikan; daftar 4aksi; daftar "ersangka; dan daftar barang bukti.

*21 *31 *-1

4etelah dilakukan pemberkasan, diserahkan kepada atasan !enyidik selaku !enyidik untuk dilakukan penelitian. !enelitian sebagaimana dimaksud pada ayat *21 meliputi persyaratan formal dan material untuk setiap dokumen yang dibuat oleh !enyidik. 4etelah berkas lengkap dan memenuhi syarat segera dilakukan pen ilidan dan penyegelan. !aragraf 9..

., Pa&a &a3 ) P#"-#&a4a" B#&.as P#&.a&a Pasal )4 *#1 !enyerahan berkas perkara kepada ;!$ sebagaimana dimaksud dalam !asal #3 huruf g dilakukan sebagai berikut: a. b. */1 tahap pertama, menyerahkan berkas perkara; dan tahap kedua, penyerahan tanggung awab "ersangka dan barang bukti setelah berkas perkara dinyatakan lengkap.

)pabila dalam waktu #2 *empat belas1 hari berkas perkara tidak dikembalikan oleh ;!$, berkas perkara dianggap lengkap dan !enyidik8!enyidik !embantu dapat menyerahkan "ersangka dan 6arang 6ukti *tahap II1. Pa&a &a3 * P#"-#&a4a" T#&sa" .a +a" Ba&a" B%.$! Pasal )'

*#1

!enyerahan tersangka dan barang bukti sebagaimana dimaksud dalam !asal #3 huruf h, dibuatkan berita acara serah terima tersangka dan barang bukti yang ditandatangani oleh !enyidik8!enyidik !embantu yang menyerahkan dan ;!$ yang menerima. !enyerahan tanggung awab tersangka wa ib dilaksanakan di kantor ;!$. !enyerahan tanggung awab atas barang bukti dapat dilaksanakan di tempat lain, dimana barang bukti disimpan. Pa&a &a3 / P#" 4#"$!a" P#"-!+!.a" Pasal )(

*/1 *.1

*#1

!enghentian penyidikan sebagaimana dimaksud dalam !asal #3 huruf i, dilakukan apabila: a. b. c. tidak terdapat cukup bukti; peristiwa tersebut bukan merupakan tindak pidana; dan demi hukum, karena: #. /. .. 2. tersangka meninggal dunia; perkara telah kadaluarsa; pengaduan dicabut *khusus delik aduan1; dan tindak pidana tersebut telah memperoleh putusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap *nebis in idem1. */1 4ebelum 9..

.& */1 *.1 4ebelum dilakukan penghentian penyidikan, wa ib dilakukan gelar perkara. 7alam hal dilakukan penghentian penyidikan, penyidik wa ib mengirimkan surat pemberitahuan penghentian !enyidikan kepada pelapor, ;!$, dan tersangka atau penasihat hukumnya. 7alam hal penghentian penyidikan dinyatakan tidak sah oleh putusan pra peradilan dan8atau ditemukan bukti baru, penyidik harus melan utkan penyidikan kembali dengan menerbitkan surat ketetapan pencabutan penghentian penyidikan dan surat perintah penyidikan lan utan. Pasal )) 7alam acara pemeriksaan cepat yang merupakan perkara tindak pidana ringan, dan perkara pelanggaran lalu lintas, penyidik atas kuasa penuntut umum demi hukum menyerahkan berkas perkara, barang bukti, 4aksi, dan terdakwa ke pengadilan. Ba !a" K##,0a$ P#" a5asa" +a" P#" #"+al!a" Pa&a &a3 K#sa$% S%6-#. Pasal )* 4ubyek pengawasan dan pengendalian penyidikan meliputi: a. b. atasan penyidik; dan pe abat pengemban fungsi pengawasan penyidikan. Pasal )/ )tasan penyidik sebagaimana dimaksud dalam !asal ,& huruf a, meliputi: a. tingkat Mabes !olri; #. pe abat struktural yang karena abatannya sebagai atasan penyidik: a1 b1 c1 d1 e1 f1 g1 /. Kapolri; Kabaharkam !olri; Kabareskrim !olri; Kakorlantas !olri; 7irektur pada 6areskrim !olri. 7irpolair !olri; dan Kepala 7etasemen Khusus *Kadensus1 && )" !olri;

*21

atasan langsung yang membawahi !enyidik; b. tingkat .....

.' b. tingkat !olda: #. pe abat struktural yang karena abatannya sebagai atasan penyidik: a1 b1 c1 d1 /. c. #. Kapolda; 7irreskrim, 7irlantas, 7irpolair; Kasubdit pada 7itreskrim; dan Kasubdit +aka 7itlantas, Kasubdit =akum 7itpolair;

atasan langsung yang membawahi penyidik; pe abat struktural yang karena abatannya sebagai atasan penyidik: a1 b1 c1 Kapolres; Kasatreskrim, Kasatlantas, Kasatpolair; dan Kapolsek;

tingkat !olres:

/.

atasan langsung yang membawahi penyidik. Pasal *0

!e abat pengemban fungsi pengawasan penyidikan sebagaimana dimaksud dalam !asal ,& huruf b, meliputi: a. tingkat Mabes !olri: #. Kepala 6iro ?assidik 6areskrim !olri; dan /. pengemban fungsi pengawasan pada 6aharkam !olri, Korlantas !olri, 6iro ?assidik 6areskrim !olri, 7ensus && )" !olri; b. tingkat !olda: #. Kepala 6agian ?assidik 7itreskrim; /. !engemban fungsi pengawasan pada 7itlantas; dan .. !engemban fungsi pengawasan pada 7itpolair; c. tingkat !olres: #. Kaur 6in 5ps *K651 4atreskrim; /. K65 4atlantas; dan .. K65 4atpolair. Pa&a &a3 2 O67#. Pasal *1 5b ek pengawasan dan pengendalian !enyelidikan dan !enyidikan meliputi: a. b. c. d. petugas penyelidik dan penyidik; kegiatan penyelidikan dan penyidikan; administrasi penyelidikan dan penyidikan; dan administrasi lain yang mendukung penyelidikan dan penyidikan. !asal .....

Pasal *2 *#1 !etugas penyelidik dan penyidik sebagaimana dimaksud dalam !asal &# huruf a adalah pe abat !olri yang melakukan penyelidikan8penyidikan berdasarkan surat perintah tugas. !engawasan dan pengendalian terhadap petugas penyelidik dan penyidik, meliputi: a. b. c. d. *.1 sikap, moral dan perilaku selama melaksanakan tugas penyelidikan dan penyidikan; perlakuan dan pelayanan terhadap tersangka, saksi dan barang bukti; hubungan penyelidik8penyidik dengan tersangka, saksi, dan keluarga atau pihak lain yang terkait dengan perkara yang sedang ditangani; dan hubungan penyidik dengan instansi penegak hukum dan instansi terkait lainnya.

*/1

!engawasan dan pengendalian terhadap kegiatan penyelidikan dan penyidikan sebagaimana dimaksud dalam !asal &# huruf b, meliputi: a. b. teknis dan taktis penyelidikan8penyidikan; dan profesionalisme penyelidikan8penyidikan. dan

*21

!engawasan dan pengendalian terhadap administrasi penyelidikan penyidikan sebagaimana dimaksud dalam !asal &# huruf c, meliputi: a. b. kelengkapan administrasi penyelidikan8penyidikan; legalitas dan akuntabilitas administrasi penyelidikan8penyidikan.

*31

!engawasan dan pengendalian terhadap administrasi lain yang mendukung penyelidikan dan penyidikan sebagaimana dimaksud dalam !asal &# huruf d, meliputi: a. b. buku register perkara; dan pengisian dan pencatatan tata naskah *takah1 perkara. Pa&a &a3 3 M#$2+# Pasal *3

Metode pengawasan dan pengendalian kegiatan penyelidikan dan penyidikan, meliputi: a. b. c. d. e. penelitian laporan; pengawasan melekat; petun uk dan arahan; super:isi; dan gelar perkara. !asal 9..

Pasal *4 !enelitian laporan sebagaimana dimaksud dalam !asal &. huruf a, meliputi kegiatan pemeriksaan terhadap: a. b. c. d. +aporan !engaduan8+aporan !olisi; +(!; 4!/(!; dan laporan kema uan perkembangan hasil penyelidikan dan penyidikan. Pasal *' !enelitian laporan bertu uan untuk mengetahui: a. b. c. d. e. proses penyelidikan dan penyidikan sudah sesuai dengan ketentuan atau ditemukan adanya kendala, hambatan, atau permasalahan; ada tidaknya unsur pidana; penerapan pasal sesuai dengan perkaranya; perkembangan hasil penyelidikan dan penyidikan; dan umlah perkara yang ter adi dan persentase penyelesaiannya. Pasal *( !enelitian laporan dilakukan oleh: a. b. c. pe abat struktural; )tasan !enyidik; dan pe abat pengemban fungsi pengawasan !enyidikan. Pasal *) !engawasan melekat sebagaimana dimaksud dalam !asal &. huruf b, dilaksanakan oleh atasan penyidik dengan cara pengawasan dan pengendalian: a. b. c. d. e. f. g. langsung pelaksanaan penyelidikan; administrasi penyidikan; pengolahan "K!; tindakan upaya paksa; pelaksanaan rekonstruksi atau reka ulang; penanganan tahanan dan barang bukti; dan tindakan lain yang ada kaitannya dengan penyelidikan dan penyidikan.

!asal .....

Pasal ** *#1 !etun uk dan arahan sebagaimana dimaksud dalam !asal &. huruf c, diberikan dengan cara: a. b. c. */1 melalui surat; langsung melalui tatap muka, dan brie!ing; atau melalui telepon atau alat komunikasi lainnya.

!etun uk dan arahan dapat dilakukan oleh atasan langsung penyidik, pe abat struktural, dan pe abat pengemban fungsi pengawasan penyidikan. Pasal */

*#1

4uper:isi sebagaimana dimaksud dalam !asal &. huruf d, dilaksanakan: a. secara rutin; dan b. insidentil. 4uper:isi secara rutin dilaksanakan sesuai adwal yang telah ditetapkan. 4uper:isi insidentil dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan. 4uper:isi dilaksanakan oleh pe abat struktural, pengemban fungsi pengawasan !enyidikan serta pengemban fungsi pengawasan umum dan daerah. Pasal /0

*/1 *.1 *21

4uper:isi sebagaimana dimaksud dalam !asal &' bertu uan untuk: a. b. c. d. e. mengetahui proses penyelidikan dan penyidikan dilaksanakan sesuai ketentuan atau ditemukan adanya kendala, hambatan, atau permasalahan; klarifikasi terhadap laporan atau pengaduan masyarakat dengan fakta yang ada atau ditemukan; memecahkan permasalahan atau kendala yang dihadapi penyidik8penyidik pembantu dan memberikan alternatif solusi; men amin kualitas proses penyelidikan dan penyidikan; dan sebagai konsultan dalam pemecahan masalah. Pa&a &a3 4 Has!l P#" a5asa" Pasal /1 7alam hal hasil pengawasan ditemukan adanya dugaan pelanggaran disiplin atau kode etik profesi !olri yang dilakukan penyidik8penyidik pembantu, sebelum diproses melalui mekanisme acara hukuman disiplin, harus dilakukan pemeriksaan pendahuluan oleh atasan penyidik, pengawas penyidikan atau pe abat atasan pengawas penyidikan. !asal 9..

Pasal /2 7alam hal hasil pemeriksaan pendahuluan sebagaimana dimaksud dalam !asal '#, telah menemukan petun uk: a. diduga telah ter adi pelanggaran disiplin atau pelanggaran kode etik profesi !olri, pemeriksaan selan utnya diserahkan kepada fungsi !ropam !olri paling lambat , *tu uh1 hari setelah dilaksanakan pemeriksaan pendahuluan; dan diduga telah ter adi tindak pidana yang dilakukan oleh penyidik8penyidik pembantu dalam pelaksanaan penyidikan, proses penyidikannya diserahkan kepada fungsi Reskrim. Pasal /3 $ntuk kepentingan pengawasan dan pengendalian kiner a !enyidik8!enyidik !embantu, catatan setiap kegiatan !enyidikan berikut berkas perkara wa ib disimpan dalam database 4istem !engawasan dan !enilaian Kiner a !enyidik *4!!K!1. BAB I8 E8ALUASI KINERJA PENYIDIK Pasal /4 *#1 $ntuk mengukur tingkat keberhasilan penyidik8penyidik pembantu, dilakukan e:aluasi kiner a dengan membuat rekapitulasi data tentang kegiatan dan hasil penyelidikan dan penyidikan berupa: a. b. umlah perkara yang diterima, diproses dan diselesaikan; dan rincian umlah setiap enis penindakan yang dilaksanakan oleh penyidik8penyidik pembantu meliputi pemanggilan, pemeriksaan, penangkapan, penahanan, penggeledahan, penyitaan, pengeluaran tahanan dan penyerahan berkas perkara.

b.

*/1

A:aluasi rekapitulasi data kegiatan dan hasil penindakan dilaksanakan secara berkala dan ber en ang dari tingkat !olsek sampai tingkat Mabes !olri sekurang% kurangnya setiap # *satu1 bulan sekali dan dirangkum dalam laporan bulanan. +aporan bulanan dibuat secara ber en ang dari tingkat !olsek sampai dengan Mabes !olri dengan adwal pengiriman setiap bulannya sebagai berikut: a. b. c. laporan dari !olsek paling lambat tanggal 3 *lima1 setiap bulan sudah diterima di !olres *Kapolres dan Kasatreskrim1; laporan dari !olres paling lambat tanggal #0 *sepuluh1 setiap bulan sudah diterima di !olda *Kapolda dan 7irreskrim1; dan laporan dari !olda dan 4atker Mabes !olri yang menangani penyidikan paling lambat tanggal #3 *lima belas1 setiap bulan sudah diterima di 6areskrim !olri *Kabareskrim !olri1. *21 +aporan 9..

*.1

*21

+aporan bulanan digunakan sebagai bahan untuk: a. b. c. d. pemantauan perkembangan penyidikan; e:aluasi kiner a satuan kewilayahan; e:aluasi kiner a satker Mabes !olri yang menangani penyidikan; dan pendataan di !usat Informasi Kriminal Nasional. Pasal /'

*#1

)nalisis dan e:aluasi *)ne:1 kemampuan penyelesaian perkara yang ditangani secara periodik: a. b. )ne: kiner a penyidik8penyidik pembantu pada semester pertama dan kedua pada tahun ber alan; dan )ne: kiner a penyidik8penyidik pembantu selama # *satu1 tahun.

*/1

!engiriman )ne: kiner a tiap semester dan tahunan dengan adwal sebagai berikut: a. )ne: semester pertama dari !olres paling lambat tanggal #0 ;uli sudah diterima di !olda, dari !olda dan 4atker Mabes !olri yang membidangi penyidikan paling lambat tanggal #3 ;uli sudah diterima Kabareskrim !olri; dan )ne: semester kedua dan akhir tahun dari !olres paling lambat tanggal #0 ;anuari sudah diterima di !olda, dari !olda dan 4atker Mabes !olri yang membidangi penyidikan paling lambat tanggal #3 ;anuari pada tahun berikutnya sudah diterima Kabareskrim !olri. Pasal /(

b.

*#1

$ntuk kepentingan e:aluasi perkara yang ditangani !!N4 dan pendataan !usiknas, Korwas !!N4 tingkat !olda dan 6iro Korwas !!N4 6areskrim !olri wa ib berkoordinasi dan meminta data perkara yang ditangani oleh !!N4. Korwas !!N4 !olda dan 6iro Korwas !!N4 6areskrim !olri wa ib melaporkan hasil koordinasi dan data penanganan perkara oleh !!N4 paling lambat tanggal #3 *lima belas1 setiap bulan sudah diterima Kabareskrim !olri. )ne: semester dari Korwas !!N4 !olda dan 6iro Korwas !!N4 6areskrim !olri sudah diterima paling lambat tanggal #0 ;uli, ane: semester kedua dan akhir tahun paling lambat tanggal #3 ;anuari pada tahun berikutnya sudah diterima Kabareskrim !olri.

*/1

*.1

!asal 9..

Pasal /) $ntuk kepentingan pengawasan dan pengendalian kiner a penyidik, catatan setiap kegiatan penyidikan berikut berkas perkara wa ib disimpan dalam database 4istem !engawasan dan !enilaian Kiner a !enyidik *4!!K!1. BAB 8 PERAN ATASAN PENYIDIK Ba !a" K#sa$% T% as Pasal /* )tasan penyidik bertugas untuk memastikan setiap tahapan penyidikan ber alan sesuai ketentuan, melalui upaya sebagai berikut: a. tahap persiapan: #. /. b. #. /. meneliti kelengkapan administrasi penyidikan dan rencana penyidikan; dan memberikan petun uk tentang proses penyidikan yang akan dilaksanakan; men amin proses penyidikan terlaksana secara transparan dan akuntabel sesuai ketentuan peraturan perundang%undangan; melakukan kegiatan pengawasan penyidikan melalui: a1 b1 c1 d1 e1 f1 c. #. /. .. 2. pemeriksaan tata naskah administrasi penyidikan; 4!/(!; pemeriksaan laporan kema uan penyidikan; pengelolaan tahanan dan barang bukti; super:isi; dan pelaksanaan gelar perkara;

tahap pelaksanaan:

tahap pengakhiran: meneliti kelengkapan 6erkas !erkara sebelum dia ukan ke ;!$ untuk menghindari ter adinya bolak%balik berkas perkara; memberikan petun uk kepada penyidik8penyidik pembantu ketika 6erkas !erkara dikembalikan oleh ;!$; mengikuti perkembangan penyerahan 6erkas !erkara, "ersangka dan barang bukti kepada ;!$; dan8atau meneliti secara cermat pertimbangan hukum dasar penetapan 4!.. 6agian 9..

Ba !a" K#+%a 9#5#"a" Pasal // )tasan penyidik berwenang untuk: a. memberdayakan seluruh sumber daya personel, materiil, dan anggaran untuk men amin terselenggaranya proses penyelidikan dan penyidikan secara efektif dan efisien; melakukan )ne: hasil penyelidikan dan penyidikan, mengendalikan alannya penyelidikan dan penyidikan serta memantau kiner a penyidik8penyidik pembantu; mengawasi pelaksanaan proses penyelidikan dan penyidikan yang memenuhi persyaratan formal dan material; dan melakukan analisis hasil akhir penyelidikan dan penyidikan. Ba !a" K#$! a Ta" %" Ja5a6 Pasal 100 )tasan penyidik bertanggung awab secara mana erial terhadap: a. b. c. d. e. f. g. h. i. . keselamatan penyelidik dan penyidik8penyidik pembantu dalam pelaksanaan tugas; peningkatan pengetahuan dan keterampilan penyidik8penyidik pembantu; proses penyelidikan dan penyidikan serta penyelesaian penanganan perkara; pemecahan masalah dan hambatan yang dihadapi oleh penyidik8penyidik pembantu dalam pelaksanaan tugas; penyelenggaraan proses penyidikan secara profesional, prosedural, ob ektif, transparan dan akuntabel; terwu udnya kepastian hukum dalam proses penyidikan; adanya gugatan praperadilan atau upaya hukum lain sebagai akibat dari proses penyidikan; independensi penyidikan; komplain masyarakat; dan pemberitaan media massa yang dapat menimbulkan opini yang salah terhadap penyidikan. 6)6 .....

b.

c. d.

BAB 8I KETENTUAN PENUTUP Pasal 101 !ada saat peraturan ini mulai berlaku, maka !eraturan Kapolri Nomor #/ "ahun /00' tentang !engawasan dan !engendalian !enanganan "indak !idana di +ingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 102 !eraturan Kapolri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. )gar setiap orang mengetahuinya, !eraturan Kapolri ini diundangkan dengan penempatannya dalam 6erita Negara Republik Indonesia. 7itetapkan di ;akarta pada tanggal

/3

;uni

/0#/

KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA,

D&s. TIMUR PRADOPO JENDERAL POLISI 7iundangkan di ;akarta pada tanggal /0#/

MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,

AMIR SYAMSUDIN 6ARI") NA=)R) RA!$6+IK IN75NA4I) ")($N /0#/ N5M5R