Anda di halaman 1dari 3

NEUTROFIL Netrofil matang/dewasa : Jumlah : 60 - 70 % Dari seluruh leukosit : 3 000 - 6 000 mm3 Diameter : 10 m - 12 m Inti berlobus ( 2 - 5 BUAH)

Netrofil muda : Jumlah : 1 - 2% Inti berbentuk batang

Peningkatan jumlah netrofil (netrofilia) pada: infeksi akut (lokal dan sistemik), radang atau inflamasi (reumatoid arthritis, gout, pneumonia), kerusakan jaringan (infark miokard akut, luka bakar, cedera tabrakan, pembedahan), penyakit Hodgkin, leukemia mielositik, hemolytic disease of newborn (HDN), kolesistitis akut, apendisitis, pancreatitis akut, pengaruh obat (epinefrin, digitalis, heparin, sulfonamide, litium, kortison, ACTH)

Penurunan jumlah netrofil (disebut netropenia) : penyakit virus, leukemia (limfositik dan monositik), agranolositosis, anemia defisiensi besi (ADB), anemia aplastik, pengaruh obat (antibiotic, agen imunosupresif).

LIMFOSIT Jumlah limfosit meningkat (limfositosis): infeksi kronis dan virus. Limfositosis berat umumnya disebabkan karena leukemia limfositik kronik. leukemia limfositik, infeksi virus (mononucleosis infeksiosa, hepatitis, parotitis, rubella, pneumonia virus, myeloma multiple, hipofungsi adrenokortikal.

Limfosit mengalami penurunan jumlah (leukopenia) : kanker, leukemia, hiperfungsi adrenokortikal, agranulositosis, anemia aplastik, sklerosis multiple, gagal ginjal, sindrom nefrotik, SLE.

MONOSIT Granular Leukosit yang terbesar. Jumlah : 3 - 8% Dari seluruh Leukosit Ukuran : 12 m - 15 m Khromatin : Lebih halus dari pada inti limfosit Sitoplasma lebih banyak, biru mengandung butir-butir

Peningkatan jumlah monosit (monositosis): penyakit virus (mononucleosis infeksiosa, parotitis, herpes zoster), penyakit parasitic (demam bintik Rocky Mountain, toksoplasmosis, bruselosis), leukemia monositik, kanker, anemia (sel sabit, hemolitik), SLE, arthritis rheumatoid, colitis ulseratif.

Penurunan jumlah monosit dapat dijumpai pada : leukemia limfositik, anemia aplastik.

EOSINOFIL

Merupakan 2-4% leukosit darah, yang terisi oleh granula eosinofilik (merah muda terang) besar. Jumlah : 1 - 3 %, dari seluruh leukosit 150 - 450 butir dalam setiap 1 mm3 Ukuran : 10 m - 15 m Inti berlobus 2

Peningkatan jumlah eosinofil (eosinofilia) dapat dijumpai pada : alergi, pernyakit parasitic, kanker (tulang, ovarium, testis, otak), feblitis, tromboflebitis, asma, emfisema, penyakit ginjal (gagal ginjal, sindrom nefrotik).

Penurunan jumlah eosinofil dapat dijumpai pada: stress, luka bakar, syok, hiperfungsi adrenokortikal.

BASOFIL Fungsi : Menghasilkan histamine pada alergi Basofil ini membentuk 1 % leukosit darah. Jumlah : 0-1% Ukuran : 10 m - 12 m Inti tidak jelas lobusnya tertutup butir

Peningkatan jumlah basofil (basofilia) dapat dijumpai pada : proses inflamasi, leukemia, tahap penyembuhan infeksi atau inflamasi, anemia hemolitik didapat.

Penurunan jumlah dapat dijumpai pada : stress, reaksi hipersensitivitas, kehamilan, hipertiroidisme.