Anda di halaman 1dari 6

TEKNIK DAN APLIKASI PANDUAN PENGOLAHAN MANUAL INVENTORI TUGAS PERKEMBANGAN (ITP) Oleh : Dasril* A. Pe !

ah"l"a Inventori tugas perkembangan (ITP) adalah instrumen yang digunakan untuk memahami tingkat perkembangan individu. Penyusunan ITP dimaksudkan untuk menunjang kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah. Namun dapat juga digunakan untuk mengetahuio tingkat perkembangan anak-anak pemuda [pada umumnya. ITP disusun dalam bentuk 4 buku angket ( buku-inventori). asing-masing untuk memahami perkembangan sis!a "#$ "%TP$ "%T& dan mahasis!a di perguruan tinggi. Inventori tugas perkembangan sis!a "# dan "%TP terdiri dari '( butir $ sedangkan sis!a "%T& dan mahasis!a PT terdiri dari )) butir. Proses penyekoran dan pengolahan ITP dapat dilakukan lansung (tanpa komputer) dengan bantuan kun*i ja!aban terlampir. Tentu saja memakan !aktu *ukup lama dan memerlukan ketelitian serta ketekunan pemeriksa. Namun pengolahan yang lebih *epat dengan komputer juga sudah ada. +agi guru pembimbing sebaiknya untuk dapat se*ara mendalam memahami hasil pengolahan se*ara komputer sebaiknya memahami dulu pengolahan se*ara manual. B. La !asa Te#ri Program kegiatan$ jenis layanan$ dan isi kegiatan bimbingan dan konseling dirumuskan atas dasar kebutuhan nyata dan kondisi objekti, perkembangan peserta didik. -ondisi objekti, ioni dipahami melalui analisis tugas-tugas perkembangan dapat menghasilkan pro,ile perkembangan mahasis!a yang menjadi dasar bagi program bimbingan dan konseling. %ayanan yang diberikan kepada peserta didik yang didasarkan atas dan berorientsi pada pen*apaian tugas-tugas perkembangan sis!a dapat

menumbuhkan kesadaran guru pembimbing baha!a program dan layanan +- di sekolah mutlak berdassarkan kebutuhan dan perkembangan sis!a. .ntuk mengukur tingkat perkembangan sis!a dan mahasis!a atau pen*apaian tugas-tugas perkembangan dari setiap aspek perkembangan$ teori perkembangan diri dari %oevinger ( %ee -nel,elkamp et al$ /0)1 dan +lo*her$ /01)) dipilih sebagai kerangka kerja teoritik dalam mengembangkan ITP. %oevinger merumuskan bangun perekmbangan diri ke dalam sembilan tingkat. Tingkat pertama yaitu pra-sosial yaitu tingkatan dimana individu belum mampu membedakan diri dengn lingkungan. Tingkatan terakhir yaitu integratid$ merupakan tingkat yang jarang di*apai oleh orang kebanyakan. 2leh karena itu bangun tingkatan terdiri dari tjuh tingkatan perkembangan sebagai berikut 3 /). Tingkat im,ulsi, (imp) dengan *iri-*iri $. Pe %a!&i is'rasia Inventori Tugas Perkembangan (ITP) dapat diadministrasikan se*ara kelompok maupun se*ara individual dengan *ara yang sama yakni 3 a. -epada mahasis!a dibagikan buku angket ( buku inventori) beserta lembar ja!abannya. b. ahasis!a diminta mengisi identitasnya pada lembar ja!aban. &lat tulis yang digunakan adalah ball-pint atau alat tulis tinta lainnya. *. Pembimbing memba*akan petunjuk pengerjaan$ sementara mahasis!a memba*a petunjuk yang terdapat dalam buku ITP. d. Tanya ja!ab dan penjelasan lebih lanjut bila ada mahasis!a4 sis!a yang kurang4 belum memahami *ara mengerjakan ITP. e. ahasis!a dipersilakan mengerjakan ITP (memba*a dengan *ermat$ memilih ja!aban yang paling sesuai dengan dirinya$ serta menuliskan pilihannya dalam lembar ja!aban.) ,. 5aktu pengerjaan se*ukupnya ( sesuai kemampuan peserta) yang penting semua sis!a dalam kelompok itu menja!ab semua butir inventori. Tidak boleh ada yang mengosongkan ja!aban atau menja!ab lebih dari satu dengan karakteristik

pilihan dalamsatu butir. #iperkirakan paling *epat 6( menit$ paling lambat 4( menit. g. -husus bagi kelompok tuina netra$ tiap butir pernyataan boleh diba*akan oleh pembimbing$ namun harus dihindari hal-hal yang mempengaruhi pilihan sis!a4 mahasis!a. 7al ini boleh dilakukan sepanjang ITP ini belum ditulis dalamhuru, braile. h. "elesai pengerjaan$ lembar ja!aban dan buku ITP dikumpulkan. +uku ITP diperiksa baik jumlah maupun kondisinya. +uku yang telah kotor atau ditulisi mahasis!a dipisahkan untuk selanjutnya dimusnahkan. i. %embaran ja!aban siap dikoreksi lansung$ atau di-entri ke dalam komputer. Pada !aktu mahasis!a mengerjakan ITP$ jika ada satu atau dua orang sis!a atau mahasis!a yang bertanya tentang ITP. #alamhal ini pembimbing boleh menja!ab pertanyaan dengan ketentuan 3 (/) (6) (9) ja!aban pembimbing tidak mengganggu peserta lain8 ja!aban pembimbing tidak mempengaruhi pilihan peserta pada butir yang ditanyakan. Pertanyaan hanya berkaitan dengan redaksi atau kalimat yang tidak jelas$ atau masalah teknis ( halaman kurang$ huru, tidak jelas$ buku sudah ditulis dan lain-lain) D. Pe (e)#ra !a Pe %#laha Ma "al (Ta *a K#&*"'er) 5alaupun membutuhkan !aktu yang relati, lama $ penyekoran tanpan menggunakan komputer dapat dilakukan dengan bantuan kun*i nilai ITP (terlampir) . Prose penyekorannya sebagai berikut 3 a. %embar ja!aban dikumpulkan sesuai tingkat sekolah$ sebab masingmasing tingkat sekolah kun*inya berbeda. b. enghitung tingkat konsistensi ja!aban mahasis!a (/). %ihat kesamaan ja!aban terhadap dua nomor yang isi pernyataannya sama persis. Pasangan nomor yang isinya sana persis itu dapat dilihat pada kun*i-kun*i terlampir.

(6) +ila kedua ja!aban sama ( karena soalnya memang sama) diberi skor /$ bila ja!abannya tidak sama diberi skor nol (9). Tulislah angka / atau nol itu pada kolom konsistensi di lembar ja!aban (4) :umlahkan skor konsistensi (-i). "kor maksimal // ('). "kor konsistensi kurang dari separoh ( ' ke ba!ah( menunjukkan bah!a mahasis!a4 sis!a bersangkutan kurang serius dalam mengerjakan ITP. "ebaiknya pengerjaan ITP diulang lagi. *. enghitung skor tiap aspek perkembangan (/). Pada lembar ja!aban tulislah skor tiap nomor disis nomor bersangkutan sesuai kun*i nilai. ;ontoh Nomor / ja!aban * tulis ) ( kun*i ITP PT) Nomor 66$ ja!aban b tulis 4 (6). :umlahkan skor yang satu baris 3 No / < N( /6 < No 69 < No.94 < No.4' < No.'=. Tulis jumlah itu pada kolom yang paling kanan di lembar ja!aban. (9) %akukan sampai baris terba!ah yakni jumlah skor no. //$ 66$99$44$''$dan ==. (4). asing-masing jumlah skor itu dibagi 4$ diperoleh rata-rata skor tiap aspek. "kor tiap aspek itulah yang menujukkan tingkat perkembangan mahasis!a dalam aspek bersangkutan d. enghitung rata-rata skor aspek tiap mahasis!a dan rata-rata skor seluruh sis!a4 mahasis!a. >ata-rata skor ini digunakan sebagi bahan perbandingan dalam menganalisis hasil ITP. (/). :umlahkan skor semua aspek . kemudian dibagi // ( banyaknya aspek). &ngka itu adalah ra'a+ra'a s)#r se&"a as*e) (ST) per mahasis!a.

(6)

:umlahkan rata-rata skor semua aspek ("T) dari semua mahasis!a$ kemudian dibagi banyaknya mahasis!a dalam kelompok itu. Itulah ra'a+ra'a s)#r se&"a &ahasis,a !ala& sa'" )el#&*#).

e.

embuat gra,ik individual dan gra,ik kelompok. (/) (6) +erdasar skor 'ia* as*e) !ari se#ra % &ahasis,a dapat dibuat gra,ik pro,ile individu dalam // aspek perkembangan. +erdasar rata-rata skor 'ia* as*e) !ari sel"r"h &ahasis,a dalam kelompok$ dapat dibuat gra,ik pro,ile kelompok dalam // aspek perkembangan.

E. Pe a-sira Pena,siran hasil analisis ITP harus didasarkan pada teori perkembangan yang diuraikan dimuka ( dilandasan Teori). "kor /-4 menggambarkan perkembangan sis!a "#. "kor 6- ' menggambarkan perkembangan sis!a "%TP$ skor 9-= menggambarkan perkembangan sis!a "%T&$ dan skor 4-) menggambarkan perkembangan mahasis!a diperguruan tinggi. #alam kenyataan sehari-hari mungkin saja ada sis!a "%T& yang tingkat perkembangannya baru pada 6 .sehingga instrumen ini tidak mampu mengukurnya. -ondisi itu justru merupakan kekhususan yang perlu diungkap lebih jauh melalui konseling. 7asil analisis ITP baik individual dan kelompok dikomunikasikan dengan mahasis!a4 sis!a yang bersangkutan. +ila ada perbedaaan hasil ITP dengan ,akta$ atau dengan pengakuan mahasis!a atau sis!a se*ara subjekti,$ diharapkan membuat kegiatan bimbingan lebih intensi, .artinya pelayan +- dapat bertitik tolak dari adanya perbedaan tersebut. +egitu juga analisis kelompok setelah didiskusikan dengan pihak terjkait dapat digunakan sebagai bahan dalam menyusun program yang berdasarkan data perkembangan sis!a. .. Ke'er/a'asa &papun jenis instrumen yang dibuat oleh manusia tentu punya kekurangan dan keterbatasan. ITP ini memeiliki beberapa keterbatasan yaitu 3

a. ITP belum dapat digunakan sebagai alat seleksi$ baik untuk menentukan kelulusan maupun untuk penempatan. b. "kor ITP belum diuji hubungannya dengan aspek perkembangan atau aspek kepribadian lainnya$ sehingga belumdapat digunakan untuk memprediksi aspek kepriobadian se*ara lengkap. *. Penggunaaan ITP sebagai dasar pengembangan model bimbingan di "# samapai dengan perguruan tinggi telah diuji se*atra empirik namun jumlah sekolah dan Ptuji-*oba masih terbatas. d. Penggunaan ITP untuk kalangan luas masih dalam tahap a!al$ sehingga masukan untuk penyempurnaan ITP masih diharapkan dari para pemakai ( "unaryo dkk 3 6((9 3 /0) G. Re-ere si