Anda di halaman 1dari 4

RADIASI A. PENGERTIAN RADIASI Radiasi dapat diartikan sebagai energi yang dipancarkan dalam bentuk partikel atau gelombang.

Radiasi juga dapat diartikan sebagai pemancaran dan perambatan gelombang yang membawa tenaga melalui ruang atau antara. Jika suatu inti tidak stabil, maka inti memiliki kelebihan energi. Inti itu tidak dapat bertahan, suatu saat inti akan melepaskan kelebihan energy tersebut dan mungkin melepaskan satu, dua atau lebih partikel atau gelombang sekaligus1. Salah satu karakteristik dari semua radiasi adalah mempunyai panjang gelombang., yaitu jarak dari satu puncak gelombang ke puncak gelombang lainnya.

Sumber : Wikipedia

Pemancaran radiasi dari suatu bahan radioaktif tidak dapat dimatikan atau dimusnahkan. Pemancaran radiasi hanya akan berkurang secara alamiah. Akibat memancarkan radiasi, suatu bahan radioaktif akan melemah aktifitasnya (kekuatannya), disebut peluruhan1.

B.

SUMBER RADIASI Tanpa kita sadari sebenarnya kita telah hidup dalam lingkungan yang penuh dengan

radiasi. Radiasi telah menjadi bagian dari lingkungan kita semenjak bumi ini diciptakan, bukan hanya sejak ditemukan tenaga nuklir setengah abad yang lalu. Terdapat lebih dari 60 radionuklida yang berdasarkan asalnya dibagi atas: 1. Radionuklida alamiah Radionuklida yang terbentuk secara alami yaitu:

Primordial Radionukida primordial telah ada semenjak alam semesta terbentuk. Pada umumnya radionuklida ini memiliki umur paro yang panjang1.

Tabel Radionuklida Primordial Nuklida Uranium 235 Uranium 238 Thorium 232 Radium 226 Radon 222 Kalium 40
Sumber : www.batan.go.id

Lambang
235 238 232 226 222

Umur paro
7,04x10 tahun 4,47x10 tahun 1,41x10 tahun 1,60x10 tahun 3,82 hari 1,28x109tahun
3 10 9 8

U U

Th Ra

Rn K

40

Kosmogenik Sumber radiasi kosmik berasal dari luar sistem tata surya kita, dan dapat berupa berbagai macam radiasi. Radiasi kosmik ini berinteraksi dengan atmosfir bumi dan membentuk nuklida radiokatif yang sebagian besar mempunyai umur-paro pendek, walaupun ada juga yang mempunyai umur-paro panjang1. Tak seorangpun luput dari guyuran radiasi ini meskipun jumlahnya berbeda-beda berdasarkan lokasi ketinggian. Karena medan magnet bumi mempengaruhi radiai ini, maka orang kutub menerima lebih banyak daripada yang ada di khatulistiwa. Selain itu orang yang berada di lokasi yang lebih tinggi akan menerima radiasi yang lebih besar karena semakin sedikit lapisan udara yang dapat bertindak sebagai penahan radiasi2.

Tabel Radionuklida Kosmogenik Nuklida Karbon 14 Tritium 3 Berilium 7


Sumber: www.batan.go.id

Lambang
14 3 7

Umur-paro
5.730 tahun 12,3 tahun 53,28 hari

Be

2.

Radionuklida buatan manusia Manusia telah menggunakan bahan radioaktif selama lebih dari 100 tahun.

Radionuklida buatan manusia adalah radionuklida yang terbentuk karena dibuat oleh manusia.

Tabel Radionuklida Buatan Manusia Nuklida Tritium 3 Iodium 131 Iodium 129 Cesium 137 Stronsium 90 Technesium 99m Technesium 99 Plutionium 239 Lambang
3

Umur-paro
12,3 tahun 8,04 hari 1,57x10 tahun 30,17 tahun 28,78 tahun 6,03 jam 2,11x10 tahun 2,41x10 tahun
4 5 7

H I I Cs

131 129 137 90

Sr Tc

99m 99

Tc Pu

239

C.

JENIS RADIASI Radiasi terdiri dari beberapa jenis, dan setiap jenis radiasi tersebut memiliki panjang gelombang masing-masing. Jenis-jenis radiasi berdasarkan panjang gelombangnya dapat digambarkan sebagai berikut:

Sumber: www.batan.go.id

Ditinjau dari massanya, radiasi dapat dibagi menjadi: 1. Radiasi elektromagnetik adalah radiasi yang tidak memiliki massa. Radiasi ini terdiri dari gelombang radio, gelombang mikro, inframerah, cahaya tampak, sinar-X, dan sinar kosmik. 2. Radiasi partikel adalah radiasi berupa partikel yang memiliki massa, misalnya partikel beta, alfa dan neutron1. Jika ditinjau dari muatan listrik nya, radiasi dapat dibagi menjadi: 1. Radiasi pengion adalah radiasi yang apabila menumbuk atau menabrak sesuatu, akan muncul partikel bermuatan listrik yang disebut ion. Peristiwa terjadinya ion ini disebut ionisasi. Ion ini kemudian akan menimbulkan efek atau pengaruh pada bahan, termasuk benda hidup. Yang termasuk kedalam radiasi pengion adalah sinar-X, sinar gamma, sinar kosmik, serta partikel beta, alfa dan neutron. 2. Radiasi non-pengion adalah radiasi yang tidak dapat menimbulkan ionisasi. Yang termasuk ke dalam radiasi non-pengion adalah gelombang radio, gelombang mikro, inframerah, cahaya tampak dan ultraviolet1.

(1) http://www.batan.go.id/pusdiklat/elearning/proteksiradiasi/pengenalan_radiasi/1-1.htm (2) http://www.batan.go.id/bkhh/index.php/artikel/49-radiasi-alam.html